Still Loving You

Title: Still Loving You

Main Cast:

-          Lee Hyukjae

-          Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing: Crack!HyukHae | HyukYou

Author: Nashelf Hafizhah Wanda

Genre: Angst/AU!Highschool/Genderswitch(I have to)

Rating: G

Length: One-shoot.

~♥~

“HaeHae~”

Aku meletakkan buku yang sedang ku baca dan menoleh kearah Hyukjae yang sedang memeluk lenganku dengan erat, “Ne, Hyukkie?”

“Aku bosan, semua orang sibuk dengan kegiatannya sendiri. Aku ditinggal oleh mereka.”

Aku menepuk kepalanya perlahan, “Kenapa tidak dengan Siwonnie? Biasanya kau dengannya..atau Kyuhyun? Kemana dia?”

“Mereka berdua ke canteen, aku sedang tidak ada mood pergi ke kantin. Eo, kau baca apa, Hae?”

“Novel seperti biasa.”

Ia mengernyitkan dahinya bingung dengan hobby membacaku. Well, mau apalagi? Aku suka membaca. Membaca adalah suatu hal yang membuatku tenang dan nyaman. Dengan membacapun mampu membuatku pintar, kan?

“Aish,” ia melepaskan lenganku dan menyandarkan kepalanya di pundakku. “Kau selalu dengan bukumu, Hae-ah. Tidak heran semua orang memanggilmu nerdy. Tapi well, itulah sisi baikmu, you don’t judge anyone karena kau mengambil semua masalah dari dua sisi, I like it.”

“Haruskah aku mengucapkan ‘terima kasih’ sebagai balasannya?”

Ia terkikik dan memejamkan matanya, “Pinjam bahu lagi, aku ngantuk. Kamu bisa lanjutkan membaca novelmu kalau kau mau.”

“Satu jam, satu juta. Deal?”

Tapi ia cepat-cepat menutup kedua matanya dan membiarkan sang peri tidur membawanya pergi. Aku menghela nafas sebelum membenarkan posisi tidurnya agar lehernya tidak terasa kaku nantinya. Aku mengusap rambut Hyukjae perlahan sebelum kembali larut ke bukuku.

~♥~

“Hey guys! Lama menunggu?”

Sungmin menoleh kearahku dan menatapku dengan senyum jahilnya, “Who have been caught being lovey-dovey with her only crush, eh?”

“Ming, jangan mulai deh,” aku memukul bahunya perlahan dan mengambil tempat duduk di samping Ryeowookie. “We just friend, tidak kurang tidak lebih.”

“Tapi kau suka dia kan, Hae?”

No.”

Ryeowook menatapku heran, “No? sama sekali ‘tidak’? setelah apa yang telah ia lakukan padamu kau masih bisa bilang kau tidak menyukainya?”

“Apa yang kau maksud dengan ‘apa yang telah ia lakukan padamu’, Wookie-ah?”

“Yang dulu, Hae-ah,” Yesung—kekasih Wookie—menatapku jahil. “Saat kita kelas 8 dulu, ingat tidak waktu kelas kita bermain pepero games? Kalian kan ciuman.”

“Well duh, itu bukan ciuman! Lagipula itu tidak sengaja! Lagian apa kalian lupa? saat bermain itu, aku juga tidak sengaja menciummu, kan, Ming?”

“Tapi ini tidak dapat di hitung Hae-ah. Sudahlah kau mengaku saja kau menyukai Hyukjae.”

Aku menatap mereka kesal, “Aku tidak suka dengan Hyukjae. Titik. We are bestfriend, and forever will.”

Aku bangkit dari dudukku dan beranjak meninggalkan mereka untuk memesan makanan. Entah mengapa topic bahwa aku dan Hyukjae sangat populer dikalangan kelas 9. Apa mereka lupa Hyukjae juga sudah mempunyai orang yang ia sukai? Duh.  Saat aku hendak beranjak meninggalkan tempat penjual nasi goreng tersebut, handphone yang ada di sakuku bergetar.

To: Donghae

From: Lee Hyukjae

Haehae, titip susu strawberry :33 /aegyo/

Aku tertawa kecil sebelum membelikan sekotak susu strawberry untuk Hyukjae. How the hell dia tau aku di kantin? Aish, pasti anak-anak lain yang memberitahu mereka. Setelah membayar susu tersebut, aku kembali ke meja tempat dimana Yesung, Sungmin dan Ryeowook telah menungguku. Tatapan mereka semua terarah ke susu strawberry yang juga terletak di nampanku.

“Biar ku tebak, untuk Hyukjae?” tanya Sungmin begitu aku tiba di tempat mereka

Aku terkikik dan mengangguk, “Who else, duh.”

“Kau mengaku saja pada kita Donghae, kau suka kan dengan Hyukjae? Dengan kau mengaku tidak akan pernah membunuh siapapun kok.”

Are we gonna talk about this again, Ming?”

Sungmin mengedikkan bahunya dan menatapku seolah-olah berkata ‘kau-akan-menyadarinya-nanti’. Aku menghela nafas dan menyuap nasi gorengku perlahan-lahan.

You guys don’t know anything’.

~♥~

Aku dan Hyukjae sudah bersahabat sejak kelas 1 SMP. Awalnya kita tidak terlalu dekat, tapi karena aku /ehem/ pintar dalam matematika dan saat itu ia sangat bodoh dalam matematika, ia memohon padaku untuk mau mengajarinya. Sejak saat itu hubunganku dan dia menjadi dekat dan akhirnya, sekarang, kami sangat dekat.

Satu hal yang tidak pernah aku duga dari Hyukjae adalah, dia suka skinship, dan maksudku sangat menyukai itu. Ia tidak pernah menunjukkan kesukaannya itu saat kelas 7, namun saat kelas 8, ia sangat suka memelukku, back-hugging, mengalungkan lengannya di pundakku, memeluk lenganku, tidur di bahuku, tidur di pangkuanku, and so on. Walaupun ia namja dan aku yeoja, ia tidak pernah berhenti melakukan hal itu.

Namun sialnya, dia hanya melakukan itu padaku. Duh. Aku pun tidak tau mengapa tetapi ia hanya melakukan skinship tersebut denganku bukan dengan yang lain. Presepsi bahwa kami berpacaran sejak kelas 8 sering menjadi bahan pembicaraan, tapi maupun aku dan Hyukjae, kami sama-sama menjawab bahwa ia hanya teman lelakiku dan aku best-buddynya.

Begitu pula saat kelas 9, saat itu sekolah kami melakukan pe-rolling-an kelas dan entah mengapa aku dan Hyukjae masih di takdirkan untuk sekelas. Saat ia tahu aku dan dia sekelas, ia langsung meloncat-loncat girang dan memelukku erat, mengajakku loncat-loncat juga di depan kelas.

Saat itu aku juga sama bahagianya dengannya, aku senang bisa satu kelas dengan sahabatku. Namun presepsi bahwa aku dan Hyukjae berpacaran, semakin merembah luas. Skinship Hyukjaepun tidak pernah berhenti sampai disini, ia terus melakukan skinship tersebut walaupun ia sendiri telah mempunyai yeojachingu.

Semua teman kami menyarankan agar Hyukjae memilihku sebagai pacarnya saja daripada setiap 3 bulan sekali ia selalu putus. Namun, Hyukjae dan aku sama-sama menolaknya.Hyukjae hanya menganggapku sebagai sahabatnya dan begitu pula aku menganggap Hyukjae sebagai sahabatku. Namun sepertinya, teman-teman kami gemas melihat status kami.

Tentang insiden ‘ciuman’ yang Sungmin dan Yesung bicarakan tadi itu kenyataan. Aku dan Hyukjae pernah berciuman. Kata ciuman tidak pantas untuk menggambarkannya, karena it just a little peck. Bukan ciuman, tapi yah, teman-teman kami yang melihat insiden itu begitu membesar-besarkannya.

Kejadian itu terjadi saat aku dan dia di kelas 2 SMP. Satu kelas sangat menyukai pepero games. Yang dimainkan dua orang dengan cara satu orang di ujung dan satu orang di ujung lainnya. Menggigit stiko atau makanan apapun dengan cara mengigitnya. (kalian tau pepero games, kan? Aku bingung nih jelasinnya kaya apa, mian *bow* u__u)

Dan disaat aku dan Hyukjae bermain, entah mengapa ujung bibir kami berdua bersentuhan. Mungkin karena kami berdua terlalu bersemangat memainkannya. Tapi aku dan Hyukjae sama-sama menanggapi insiden itu sebagai lelucon biasa, namun teman-teman yang lain menganggap itu sebuah kejadian yang pantas di abadikan.

~♥~

“Hae-ah!”

Aku menoleh dan melihat Hyukjae tengah berlari kearahku dengan sebuah gitar ditangannya, “play some music.” ujarnya.

“Apa? Ih, ogah! Aku masih baca buku, kenapa tidak minta Kibum? Aku rasa ia di dalam dan tidak melakukan apapun. Kau kan tau Kibummie lebih hebat dari aku!”

Ani, aku mau mendengar Haehae main gitar! Ayo mainkan!”

Aku mendesah jengah sebelum menyetujui. Ku letakkan handphone yang tengah ku mainkan kedalam sakuku dan mengambil gitar tersebut dari tangannya. Ia mendudukkan badannya disampingku, dan kalau boleh jujur, dalam radius yang terlalu dekat. Tapi memang aku perduli? Kami memang seperti ini.

“Kau ingin aku memainkan lagu apa?”

“Apa saja yang Haehae bisa.”

“Lagu Korea tidak apa-apa, kan? You knowlah, aku sangat tergila-gila dengan Kpop. Apa kau tidak apa-apa? Jessica bisa memainkan ‘Love the Way You Lie’ kok.”

It’s okay, mainkan apapun yang ingin kau mainkan Donghae.”

Aku mengangguk mengerti sebelum mulai mengingat beberapa chord lagu yang akan ku mainkan. Jujur kemampuanku bermain gitar tidak hebat. Aku hanya bisa satu lagu Kpop, satu lagu daerah, dua lagu Ipop dan beragam lagu klasik. Tentu saja aku paling mahir lagu klasik, aku kursus gitar classic. Duh.

Ku mainkan lagu 2NE1 Lonely. Satu-satunya lagu yang bisa kumainkan. Kurasakan Hyukjae menyandarkan kepalanya di bahuku dan ikut bersenandung pelan bersamaku.

Because I’m lonely, lonely, lonely, lonely, lonely. Baby I’m so lonely, lonely, lonely, lonely, lonely. Baby I’m so lonely…”

Aku menutup permainanku dengan “jreng” yang sedikit sumbang menurutku, namun tepuk tangan Hyukjae membuatku tersenyum. Ia mengangkat kepalanya dari bahuku dan menatapku antusias.

“Kau bisa memainkan your call, kan?”

“Dikit…”

Teach me..”

Aku menyerahkan gitar tersebut kearah Hyukjae dan ia mengambil gitar tersebut bersemangat. Aku membenarkan posisi dudukku lebih mendekat kearahnya dan memperbenarkan posisi jari-jemarinya di bar yang benar. Mau tak mau aku merasakan jantungku berdebar. Bukan, bukan karena aku terlalu dekat dengan Hyukjae, tapi aku punya ‘sesuatu’ terhadap seorang namja yang minta di ajarkan main gitar oleh seorang yeoja.

I found it romantic.

Aku mengenyahkan fikiran aneh itu jauh-jauh. Aku dan Hyukjae hanya sahabat, aku dan dia hanya sahabat. Duh, Donghae, you pabo. Ia menampilkan gummy-smilenya setelah bisa memainkan beberapa chord dengan benar.

“Ecieh, HyukHae couple lagi main gitar bareng~”

Aku mendengus begitu mendengar candaan yang sama setiap harinya, “Choi Siwon, jangan mulai!”

Ne, Ne, aku tau kau dan dia hanya seorang sahabat tidak kurang tidak lebih. Eo, Hyuk, pinjam gitarnya dong!”

Hyukjae menyodorkan gitarnya kearah Siwon dan membiarkan namja tersebut memainkannya. Well, dikelasku ini memang banyak yang bisa bermain gitar, aku, Kibummie, Siwonnie, Jessica, Minho, dan masih banyak lagi. Namun Hyukjae tidak.

Saat sedang asyik-asyiknya mendengarkan Siwon duet dengan Kibum, seseorang menarik badanku dan memposisikan badanku di pangkuannya. Mau tak mau aku merasakan wajahku memerah. Seumur-umur aku hanya pernah duduk di pangkuan appaku tapi namja lain? Tidak pernah.

“Hyukkie, turunkan aku..,” lirihku pelan.

Aniyo, begini lebih nyaman.” Ia melingkarkan lengannya di pinggangku dan menyandarkan dagunya di bahuku sambil bernyanyi bersama Siwon dan Kibum.

Because tonight will be the night that I will fall for you, over again, don’t make me chance my mind, or I won’t live to see another day, I swear it’s true…”

Aku merasakan bulu kudukku merinding mendengar suara bass Hyukjae tepat di telingaku. Aish, Hyukkie! Untung kau sahabatku kalau tidak kau sudah mati ditanganku! Aku bertepuk tangan begitu mereka selesai memainkan lagu Fall for You dari Secondhand Serenade tersebut.

“Lagi-lagi, Your Call atau With You dong!” pintaku.

Hyukjae tertawa pelan tepat di belakang telinga kananku, “Aku request lagu With You atau I’m Yours, Kibum-ah.”

With You, ok.”

Siwon dan Kibum mulai memainkan intro dari salah satu lagu kebanggaan Chris Brown tersebut. Hyukjae mengaitkan lengannya lebih erat dan menggoyang-goyangkanku ke kiri dan ke kanan sambil bersenandung riang.

And, ooh, little cutie, when you talk to me. I swear the whole world stops, you’re my sweetheart. And I’m so glad that you’re mine. You are one of a kind.”

Aku dapat merasakan senyuman Hyukjae walaupun aku tidak dapat melihatnya. Aku membuka mulutku dan ikut bernyanyi bersama mereka.

And you mean to me what I mean to you. And together, baby, there is nothing we won’t do. ‘Cause if I got you I don’t need money—“

I don’t need cars, girl, you’re my all,” lanjut Hyukjae sembari menggenggam tanganku lembut.

Aku menundukkan wajahku yang memerah dengan rambut panjangku yang ku biarkan tergerai hari ini. Well yes, Hyukjae memang sahabatku, tapi siapa yang tidak akan berdebar ketika dirinya dinyanyikan sebuah lagu dengan perlakuan sebegini rupanya?

And, oh, I’m into you. And, girl, no one else would do. ‘Cause with every kiss and every hug. You make me fall in love.”

Hyukjae masih terus bernyanyi sembari menggenggam tanganku dan mengusap-usapkan ibu jarinya di punggung tanganku. Aku mencoba meredakan debar jantungku namun nihil, ini pertama kalinya seseorang meperlakukanku seperti ini, bahkan matan namjachinguku pun tidak pernah melakukannya.

Hey, little shorty, say you care for me. You know I care for you, you know that I’ll be true. You know that I won’t lie, you know that I will try. To be your everything, yeah.”

Aku mencoba menghilangkan debaran tersebut dengan mencoba bernyanyi bersama mereka namun begitu sampai di climax lagu tersebut, Hyukjae memilih menyandarkan dagunya di bahuku dan membisikkan lagu tersebut tepat ke telingaku.

And I will never try to deny. That you are my whole life. ‘Cause if you ever let me go I would die. So I won’t front.”

Dan saat itulah aku merasakan presepsiku tentang aku dan Hyukjae berubah.

~♥~

“Hyukkie-ah! Kau SMA mana?”

Hyukjae menarik lenganku dan memelukku dari belakang, “Molla, menurutmu enaknya dimana? Aku masih bingung antara disini atau di luar Seoul.”

“Kau pilih saja mana yang kau mau, toh kau diterima di dua-duanya, kan? Neul Parang selalu terbuka untukmu, kan? Just choose, Hyukkie. Aku mendukung dimanapun kau mau.”

“Aish, tapi kalau di luar Seoul, aku akan jarang bertemu kamu Hae-ah.”

Aku memukul lengannya pelan, “Pabo, kau seharusnya lebih merindukan yeojachingumu daripada sahabatmu sendiri.”

Well, siapa yang menolongku lulus dari UAS dan UAI kalau bukan karena sahabatku sendiri? Padahal saat UN aku ingin menanyakan beberapa soal denganmu…”

Ya! Mana bisa aku membantumu saat UN! Aku bisa mati dibunuh! Aku bisa menolongmu saat UAS saja sudah untung-untungan! Makanya Hyukkie, belajar!”

I have you, so why should I?”

“HYUKKIE!!!”

Gelak tawa Hyukjae memenuhi lorong sekolah tempat kami berdiri saat ini. Beberapa teman yang melihat posisi kami hanya mampu tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala mereka.

Aku memanyunkan bibirku kesal, “Jadi sekolah mana yang mau kau ambil?”

“Aku ingin disini, tapi hatiku ingin di luar Seoul. Mungkin aku akan coba di luar Seoul dulu dan kalau tidak nyaman disana, aku kembali kemari.”

Yeojachingumu tau soal ini?”

Ne, dia tau dan mendukung dimanapun aku ingin melanjutkan studyku.”

Aku melepaskan lengan Hyukjae dan menepuk-nepuk pipinya, menyemangatinya, “See? Semua orang mendukungmu Hyukkie. Jangan bimbang dengan apapun yang kau inginkan, arra?”

Ne,” ia menarikku dan memelukku erat. “Gomawo, Hae-ah. Kau sahabat terbaik yang aku punya selama tiga tahunku di SMP. Aku tidak tau apa yang bisa ku lakukan tanpamu before.”

Ne Hyukkie! Fighting! Ah! Aku rasa Ming dan Wookie mencariku, boleh aku mencari mereka?”

Ne..”

Aku melepas pelukan kami dan menatap mata Hyukjae, “Bye Hyukkie~”

Ne, bye Hae.”

Aku membalik badanku dan berlari secepat mungkin meninggalkan Hyukjae. Aku tidak ingin ada yang melihat aku sedih dengan kepergian Hyukjae, aku tidak ingin ada orang yang melihat aku menangisi kepergian Hyukjae, aku tidak ingin ada orang yang tau bahwa aku merasa berat Hyukjae meninggalkanku, aku tidak ingin ada orang tau bahwa aku memiliki sedikit perasaan untuk sahabatku tersebut.

Aku tidak ingin ada yang tau aku menyukainya.

~♥~

“Jadi Hyukjae memilih untuk sekolah diluar Seoul daripada disini?”

Aku tersenyum dan mengangguk kearah Sungmin, “Ne, dia merasa cita-citanya bukan untuk dilanjutkan di SMA ini. Dia rasa sekolah di luar Seoul mampu mengembangkan cita-citanya daripada disini.”

Ryeowook dan Sungmin dengan segera beranjak dari tempatnya dan memeluk pundakku dari kiri dan kanan. Sungmin menepuk punggungku dan Ryeowook mengusap lenganku perhatian.

“Kau pasti sedih ditinggal Hyukjae…patience baby, we all here.”

“Aku tidak sedih, well yes, aku sedih kehilangan sahabatku tapi aku kan masih punya kalian disini, aku juga masih punya Siwon dan Kyuhyun yang sama dekatnya seperti aku dan Hyukjae.”

Not like that babe, tapi hati kamu. Apa kamu nggak bakal kangen sama masa-masa yang kamu dan Hyukjae punya nantinya? Kita tau kok kalo kamu suka kan sama Hyukjae?”

Aku menghempaskan tangan Sungmin dan Ryeowook dari pelukanku, “Kalian apasih, setiap kita bicara tentang aku dan Hyukjae pasti kalian mikir aku suka sama dia. Aku nggak suka sama Hyukjae, kita cuma temen! Aku nggak pernah punya rasa special buat dia. Ngerti dikit dong!”

“Oke, oke, kita minta maaf. Tapi beneran kamu bakal baik-baik aja?”

Ne. Kita cuma sahabat, of course I’d be alright.

Sungmin dan Ryeowook menatap satu sama lain sebelum menghela nafasnya panjang-panjang, “Yang penting kamu tau babe, kalau kamu butuh kita, kita disini.”

Aku menampilkan toothless-smileku ke arah mereka walaupun didalam hatiku, aku menangis tidak rela akan kepergian Hyukjae.

~♥~

People say, we will realize what we really feel if we already lose someone who’s precious to us

~♥~

Itulah kala terakhir aku melihat Hyukjae seminggu kemudian ia sudah pergi meninggalkan semuanya di Seoul. And now, it has been 2 months since the last time I saw him. Tidak bisa dipungkiri aku merindukannya, aku merindukan suaranya, aku merindukan pelukannya, aku merindukan tawanya, aku merindukan semua yang ada di dirinya.

Aku pun tidak akan memungkiri bahwa aku sering memimpikan dirinya. Beberapa hari terakhir, aku dikabarkan oleh teman-temanku yang lain bahwa dalam beberapa hari ini Hyukjae akan pulang dalam rangka liburan. Aku tidak sabar untuk cepat-cepat bertemu dengannya. Dan karena kabar itulah, aku semakin sering memimpikannya. Memimpikan senyumannya, tingkah lakunya, serta hangat tubuhnya.

Dan akhirnya, hari yang ku tunggu-tunggu tiba. Kami semua berdiri menyambut kedatangan Hyukjae. Mataku membelalak lebar begitu melihat sosok Hyukjae yang sekarang. Rambut hitamnya yang dulu panjang sekarang di potong pendek-cepak(?) dan berwarna merah. Too hot.

Sungmin dan Ryeowook menyenggol sikuku untuk berhenti menatap Hyukjae dan menyambut Hyukjae dengan senyum. Semua orang seakan-akan mengantisipasi the reborn of HyukHae couple. Tapi hal tersebut tidak pernah terjadi, karena sedari tadi Hyukjae menghindariku. Aku berfikir, ia ingin menghabiskan waktunya lebih banyak dengan Siwon atau Kyuhyun, tapi ternyata lain.

Ketika semua sedang terfokus pada bahan pembicaraannya masing-masing, Hyukjae mendekatiku dan meminta maaf.

“Donghae-ah, mianhaeyo.”

Aku mengernyit bingung, “Mian? Untuk?”

Yeojaku tentang cara pertemanan kita, dan dia sedikit tidak suka melihat me being touchy-touchy to another girl except her. Tapi itu bukan berarti kita berhenti berteman, tidak, tapi…mungkin lebih baik kita batasi cara persahabatan kita. Lagipula sekarang kita sudah besar, sudah SMA…aku rasa…”

“Aku mengerti.” Potongku cepat. “Aku mengerti Hyukjae, tidak perlu kau jelaskan. Toh, kita kan juga semakin jarang bertemu, aku yakin semakin mudah bagi kita untuk menjaga jarak.”

Mianhae Donghae.”

Ne…”

Aku menatap punggung Hyukjae yang menjauh dariku dan mulai berbincang-bincang dengan Siwon dan Kyuhyun seakan-akan tidak ada hal apapun yang baru saja berubah. Aku menghela nafasku panjang dan tersenyum sedih.

You will never look me, so why should I keep this feeling? I know we just ‘bestfriend’, but why do I have to have this feeling for you, Hyukkie? Don’t you know it’s hard for me to forget us? Well, I think this is the end of my love for you.

Goodbye, and I love you, Lee Hyukjae.

~♥~

 

 

 

,

The End.

I never know I gonna cry when I wrote this. This is a real story, my love story. Me is Donghae, and the boy I crushed into is Hyukjae ^^/\ lmao haha I know I shouldn’t remember my feeling again about him, but I after I met him yesterday, I can’t help but longing for him again /sobs/ duh. Haha

“Comment=Love”

About these ads

12 thoughts on “Still Loving You

  1. sweet haehyuk says:

    Sad ending. Ah Hae-ah kenapa gk ngaku aja dari awal? Dan Hyukkie kamu seenaknya ninggalin Hae saat dia udah jatuh hati, heuhh cinta emg rumit tapi saya suka sweety skinship nya eunhaehyuk. Keep writing ya XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s