fanfictions

I love you sunbae [one shoot]

[one shoot]

Cast :

–          Nashelf as Park Chae Hyun

–          Lee Hyukjae aka Eunhyuk

Another cast :

–          Shin Hwa In

–          Henry Lau

Genre : romance._.

Nb : mian kalo geje buatnya jam stengah 2 >,< mian juga kalo ceritanya tentang aku skali2 lah aku ngebuat ff untuk diriku tercinta ini #plak haha yuk baca janji nggak bakal ngebacot deh. Oh satu lagi, mian kalo banyak kata melakonis , author emang gini anaknya-____-‘’

~~~~~~~~~Let’s begin ^^

Park Chae Hyun POV

‘’ Hyun~ah ! ‘’

‘’ argh! ‘’ aku mendengus sebal  dan berlari meninggalkannya

‘’ Hyun~ah !! ‘’ia berlari mendekatiku dan mencengkram tanganku.

Aku Park Chae Hyun , seorang yeoja biasa yang sedang gila akibat perbuatan seorang lelaki, Lee Hyukjae. Ia kakak kelasku , seorang namja hebat yang sedang digilai satu sekolah akibat dancenya yang dapat memukau hati itu tiba2 sering sekali mengikutiku kemanapun aku pergi. Bukannya aku senang di ikuti oleh sang ‘idola’ aku Justru kesal , kalian tau mengapa ? yap, seluruh fansnya yang mereka sebut sebagai ‘ Jewels ‘ itu selalu menatapku kesal seakan2 aku telah merebut namja mereka.

‘’ Hyun~ah .. ‘’ rengeknya lagi

Aku berhenti dan berbalik menatapnya, ‘’ MWOYA ?! ‘’

Ia tersenyum lebar, ‘’ aniya , kau mau kemana ? ‘’

‘’ bukan urusanmu ‘’

Aku meninggalkannya yang terbengong2 sendirian itu. Huh biar saja memangnya dia kira dia siapa ? aku terus berjalan tanpa menggubrisnya yang sedang memanggil namaku berkali2. Sebodo amat , pikirku.

‘’ baiklah kalau kau tak mau di ganggu , nanti kita pasti bertemu lagi , BOGOSHIPPOYO !!! ‘’ teriaknya dari kejauhan.

Aku merasakan tatapan2 jewels yang sedang cemburu menatapku. Aku melewati mereka dengan santai. Bodo amat toh aku sama sekali nggak tertarik sama namja itu untuk apa aku merasa ketakutan ? toh yang ngejar2 bukan aku , toh yang bilang kangen juga bukan aku jadi apa aku harus ngerasa nggak enak sama para jewels ? enggak !!

Aku memasuki kelas dan menatap dua sahabat dekatku yang baru saja berubah status menjadi seorang kekasih.

‘’ annyeong Henry ! Annyeong Hwa In ! pagi2 kalian udah mesra nih bikin iri haha ‘’

‘’ kau iri ? ya sudah jadian saja dengan Eunhyuk hyung yang kau katakan namja sinting itu ‘’ ujar Henry sambil menjulurkan lidahnya ke arahku.

Jdug [?]

Ketika aku melewati bangkunya aku langsung memukul kepalanya. Bukannya meminta maaf ia dan Hwa In malah cekikikan. Aku membanting tasku dan segera duduk di kursiku. Ku hempaskan tubuhku ke kursi yang sama sekali tidak ‘nyaman’ tersebut dengan keras. Alhasil pantatku kesakitan.

‘’ aigo~ ‘’ rintihku

‘’ haha kamu sih udah tau itu kursi keras masih aja duduk sembarangan. Gwenchana ? ‘’ Tanya Hwa In

‘’ gwenchana … aku hanya sedang stress ‘’

‘’ gara2 Eunhyuk sunbae ? ‘’

Aku tersenyum masam, ‘’ siapa lagi ? siapa yang telah membuat pikiranku pusing seperti ini ? ‘’

‘’ ya ! janganlah menyalahkan dia, dia juga hanya seorang manusia yang sedang jatuh cinta. Jangan kau salahkan dia hanya gara2 ia menyatakan cinta padamu ‘’

Slesai Henry berkoar2 seperti itu, tanpa di proses ingatanku langsung mengingat dua hari yang lalu dimana eunhyuk sunbae mengatakan cintanya padaku

# flashback #

‘’ annyeong ‘’

Aku , henry dan hwa in langsung menoleh ke sumber suara. Ternyata eunhyuk sunbae.. apakah ia tadi menyapa kami ? aku menoleh ke kanan dan kiriku memastikan benarkah yang dia ajak bicara itu kami.

‘’ iya , aku memang memanggil kalian ‘’

‘’ waeyo sunbae ? ‘’ Tanya hwa in

‘’ em… aku mau pinjam Hyun boleh ? ‘’

‘’ pinjam ? memangnya aku barang ‘’ sahutku tak terima

‘’ haha , Hyun jangan kasar sama kakak kelas ! aku malu punya teman kasar sepertimu ‘’

Jdug [?] aku memukul kepala Henry keras. Eunhyuk sunbae Justru tersenyum melihat tingkah kami.

‘’ kau mau bicara apa ? mengapa tidak kau katakan sekarang saja ? mengapa cuma aku ? ‘’

‘’ Hyun… panggil dia sunbae , dia sunbaenim kita ‘’ tegur hwa in

‘’ gwenchana … suka Hyun mau panggil aku apa ‘’ ujarnya sambil tersenyum memamerkan gusinya , manis !

‘’ baiklah kalau Hyun nggak mau pergi , kita aja yang pergi , yuk chagia … ‘’ henry langsung menarik tangan Hwa in menjauh dariku dan Eunhyuk sunbae

Keheningan menyelimuti ku dan eunhyuk sunbae. Kami terdiam cukup lama. Aku memperhatikannya dengan kesal. Dia ngajak bicara tapi sekitar lima menit ia hanya meremas2 kesepuluh jarinya. Aku menghentakkan kakiku kesal.

‘’ ya , kau mau bicara apa ?!?! ‘’ sahutku kesal

‘’ eng… ‘’

Dia meremas2 jarinya lagi.

‘’ eng… aku … ‘’

Kali ini mukanya memerah.

‘’ aku… aku … ‘’

‘’ YA ! KAU MAU BICARA APA ?!?! ‘’ bentakku tak sabar lagi

‘’ NAN JOAHE ! NANEUN JEONGMAL SARANGE !!! ‘’ ia membentakku.

1 detik…

30 detik…

1 menit…

‘’ MWOYA ?! ‘’ teriakku tanpa sadar

‘’ keurae.. entah sejak kapan aku mulai memperhatikanmu… entah sejak kapan aku menyukaimu… dan entah sejak kapan aku mencintaimu… saranghaeyo Hyun-ssi ‘’

Tanpa pikir panjang aku langsung berlari meninggalkannya. Ia memanggil namaku berkali2 namun aku tak peduli. Aku terus berlari menjauhinya.

# flashback end #

‘’ YA !! bangun !! ya !! ‘’ tepukan henry di pipiku dengan keras mampu menyadarkanku dari dunia lamunanku

‘’ sakit pabo ! ‘’ ucapku sambil menyingkirkan tangannya dari pipiku

‘’ habis kau dari tadi diam saja , merenung menatap entah menatap apa , aku jadi khawatir makanya aku suruh Henry memukulmu , itu pasti manjur ‘’

‘’ iya manjur tapi pipiku sakit ‘’

Teng… teng… teng…

Bel masuk kelas telah berbunyi tandanya anak2 harus bersiap2 untuk memulai pelajaran. Tepat bel berhenti berbunyi , Shindong songsaenim masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran. Aku menghembuskan nafas panjang,

‘’ untung aja tempat dudukku dekat dengan jendela .. aku jadi bisa memandang pemandangan luar jika sedang bosan tingkat dewasa ‘’ gumamku sambil menggeleng2kan kepalaku

***

Teng… teng… teng…

Bel istirahat telah berkumandang [?] saatnya anak2 untuk menyudahi pelajaran mereka. Yeeey !! shindong songsaenim menyimpun2 buku2nya yang berserakan di atas meja guru,

‘’ annyeong semua ‘’ ucapnya sambil meninggalkan kelas

‘’ ANNYEONG SONGSAENIM !! ‘’ ujarku sambil melambai2 ke arahnya seperti orang gila.

‘’ aigo~ aku benar2 malu punya teman sepertimu ! ‘’

‘’ sabar ya Henry-ah … siapa juga yang suruh kau mau berteman denganku , week ‘’ aku menurunkan kantung mataku *ituloh bagian bawah mata , author nggak tau namanya* dan menjulurkan lidah ku ke arahnya

‘’ sudahlah chagi , nggak usah urusin dia , bakal panjang masalahnya , ayo ke kantin pasti kamu lapar ‘’

‘’ untung saja ada kamu Hwa In ku sayang , kalau nggak ada entah jadi apa aku di sini bersahabat dengan yeoja sinting ‘’

‘’ YA !! ‘’ aku membanting mejaku namun henry dan Hwa in telah berlari keluar kelas, dengan cekikikan yang menyeramkan.

‘’ ugh !! ‘’

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan keluar kelas. Aku berjalan tak tentu arah seperti biasanya. Ku jelajahi seluruh sekolah, dan akhirnya aku kelelahan sendirian. Untungnya jadwal kelelahanku selalu berada di taman sekolah jadi aku bisa langsung istirahat di sana dengan tenang. Lagipula jarang anak ‘jewels’ dateng ke sini, aku semakin merasa nyaman.

‘’ uwaaaaaa ~ ‘’ teriakku kaget.

Tiba2 ada yang menutup mataku. Aku udah yakin 100% itu bukan Henry ataupun Hwa In karna mereka sedang di kantin dan akan menghabiskan seluruh waktu istirahatnya disana.

‘’ YA ! kau jangan macam2 denganku ! katakanlah kau siapa dan aku tak akan melakukan hal buruk yang dapat membuatmu tak dapat melupakan hari ini !! ‘’ ucapku sinis

‘’ haha , aku nggak nyangka aku bisa menyukai seseorang yang ganas ‘’ ucapnya sambil melepaskan tangannya dari mataku.

Apakah ? aku menoleh dan benar saja, Eunhyuk sunbae berdiri di belakangku tak luput senyumannya yang manis itu bertengger di wajahnya. Aku menutup mataku berusaha sabar menghadapi sunbaenimku yang stress ini.

‘’ aah , kau menggangguku saja ! apa satu hari aja kau nggak bisa nggak menggangguku ? ‘’

Dia tersenyum, ‘’ nggak. Tentu aja aku nggak bisa nggak mengganggumu. Kau orang pertama yang membuatku tertarik ‘’

‘’ gombal ‘’ ucapku sambil bersiap2 pergi.

‘’ ih beneran , ngapain juga aku bohong sama kamu ‘’ ia menarik tanganku hingga aku jatuh terduduk.

‘’ PABOYA ! Sakit ! ‘’

Aku mengelus2 pantatku yang sudah dua kali ini ku bantingkan ke benda2 keras. Pertama kursi kelas kedua di taman ini.

‘’ miane … aku nggak bermaksud , aku bantu berdiri yaa ‘’

Ia menghampiriku dan mengangkatku yang sedang jatuh terduduk itu. Alhasil sekarang aku berada dalam gendongannya yang ala putri tersebut. Aku meronta2 di gendongannya,

‘’ aduh jangan goyang2 nanti kamu bisa jatuh , tuh ada kursi sabarlah aku nurunin kamu disana , aku nggak macem2 kok nanti ‘’

Dan ia membuktikan kata2nya. Ia menurunkanku tepat di kursi yang tak jauh dari tempatku jatuh tadi. Aku di dudukkannya dengan pelan seolah tak ingin aku terluka lagi gara2 kelakuannya. Aku menunduk malu, apakah aku terlalu kejam padanya ?

‘’ go…gomawo o…oppa ‘’ ucapku malu

Ku lihat mukanya memerah dan senyumnya semakin lebar. Senangkah dia hanya gara2 aku panggil ‘oppa’ ?

‘’ chonmaneyo… sudah keharusanku melindungimu ‘’

Ia berjongkok di depanku. Sedangkan aku duduk di kursi taman. Bisa di bayangkan posisi kami ? sungguh memalukan inikan pose2 orang jika sedang berpacaran !!! teriakku kesal dalam hati.

‘’ em , hyun-ah … bolehkah aku bertanya padamu ? ‘’

‘’ ne ? ‘’

‘’ apakah aku telah melakukan sesuatu yang salah ? ‘’

‘’ aniya ‘’ subae tak pernah melakukan hal yang salah selama ini, lanjutku dalam hati…

‘’ lalu mengapa sikapmu kasar terhadapku ? ‘’ sekarang tangannya menggenggam tanganku lembut

‘’ be… beginilah sikapku… tak hanya kepadamu aku kasar… ‘’

Deg-deg-deg. Mwot ? kenapa aku berdebar seperti ini ? Hyun babo masa berdebar2 seperti ini sih !!

‘’ keuraeyo ? ‘’

Aku mengangguk. Ia tersenyum. Dan itu membuat jantungku berdebar semakin cepat. Apa2an ini ? apakah aku menyukainya ? nggak , nggak , nggak boleh aku nggak boleh jatuh cinta secepat ini.

‘’ joahe … sarange Hyun… ‘’

Nado… MWO ?! apa yang ku ucapkan tadi ? nado ? apa… apa ? aku terdiam cukup lama ia juga tetap diam walau ekspresinya menyiratkan ia kecewa.

‘’ baiklah aku tau kau tak mempunyai perasaan apa2 padaku… aku mengerti , aku akan menunggumu , sampai kapanpun hingga akhirnya aku mendengar kau mengucapkan hal yang sama kepadaku… aku berjanji ! ‘’

Ia menepuk2 pipiku, ‘’ baiklah kelas akan dimulai , aku harus kembali , meonjeo galkeyo… annyeong ‘’

Aku menunduk, ‘’ annyeong sunbae ‘’

Aku menatap bayangannya yang berjalan semakin menjauhiku. Ada perasaan nggak rela ketika ngelihat dia ninggalin aku sendirian di taman ini tapi untuk apa ? untuk apa aku merasa kehilangan ? aku bukan siapa2 dia , bahkan dia orang yang aku benci …

Benarkah begitu ?

***

‘’ STOP PARK CHAE HYUN ‘’ teriakan keras dari lorong yang sepi itu memberhentikan langkahku.

Aku menoleh dan mendapati ada 5 orang yeoja bermuka sangar , sepertinya ia kakak kelasku. Dan aku melihatnya dengan perasaan heran juga , tau dari mana mereka akan namaku ?

Aku menjawab ogah2an, ‘’ waeyo ? ‘’

Dua orang dari mereka datang menghampiriku dan mencekal kedua pergelangan lenganku. Mereka mendorongku hingga aku terjepit ke arah dinding. Aku meronta2 namun sepertinya sia2 mereka lebih kuat dari aku. Padahal kurus juga kurusan mereka.

‘’ apa hubunganmu dengan uri oppadeul ! ‘’ bentak seseorang yang paling jakung dan paling cantik di antara mereka, dugaanku sementara sih dia leader dari 5 kurcaci busuk ini.

‘’ uri oppadeul ? ‘’

‘’ pura2 nggak tau lagi ! siapa lagi kalo bukan kebanggaan Neul paran , Lee Hyukjae ! ‘’

‘’ Oh , jadi cemburu nih ceritanya ? hahaha , dasar yeoja2 pabo ambil aja dia , aku nggak peduli ! terus kalo udah kalian ambil mau kalian pacarin bareng2 ? kamu kepalanya , dia badannya , terus kakinya siapa ? HAHA kalian nggak liat apa namja disini masih banyak !! ‘’ entah mengapa aku ingin sekali menghina mereka.

‘’ kamu bisa ketawa sekarang , tapi kamu belum tau apa kehebatan kami , ingat .. JAUHI DIA ! atau kamu akan nyesel !! ‘’ ucap yang jakung tadi sambil berlalu meninggalkanku

‘’ WEH , harusnya kamu ngingetin ke URI OPPADEULMU itu ! dia yang NGEJAR aku bukan aku yang NGEJAR dia ! ‘’

***

‘’ annyeong Hyun ‘’ sapa Hwa In ketika aku sampai di kelas

‘’ jangan sapa aku , aku sedang kesal ‘’

Henry dan Hwa In berpandangan. Bodo aku kesel ! seenaknya aja aku di tuduh ngedeketin dia , padahal jelas2 dia yang ngedeketin aku. Aku menatap keluar jendela membuang emosiku. Tanpa disadari aku menangkap sosok orang yang membuatku berdebar hebat. Lee Hyukjae.

Aku memperhatikannya dengan lekat. Bagaimana cara jalannya, bagaimana gestur tubuhnya, bagaimana senyumannya, bagaimana bentuk matanya dan tanpa aku sadari aku memperhatikan semuanya tanpa aku sadari ia berjalan mendekat ke arah tempat dudukku –lewat jendela-.

‘’ annyeong Hyun ‘’ sapanya sambil tersenyum lebar memamerkan gusinya seperti biasa dan penilaianku sama, MANIS !

‘’ annyeong hyung ‘’ henry melambai2

‘’ annyeong sunbae ‘’ kali ini Hwa In yang menyapanya

Aku masih duduk terpaku di tempat dudukku. Mengatur debaran jantungku yang entah mengapa berdetak semakin cepat. Aku juga merasakan kakiku lemas seketika hanya karna melihat senyumnya yang gummy itu !

‘’ hyun coba sedikit sopan dengan sunbaenim kita ! ‘’

‘’ a…annyeong sunbae ‘’

Dia tersenyum lagi sama seperti senyumnya ketika di taman tadi. Dan sama seperti di taman aku merasakan debaran jantungku meloncat ke kanan dan kiri. Ada apa denganku ?

‘’ songsaenimnya mana ? ‘’

‘’ belum datang biasa ngaret ‘’

‘’ ckck , beda sekali dengan kelasku penuh dengan guru ‘’

‘’ lalu kenapa sunbae bisa keluar ? ‘’

‘’ biasa di suruh latian dance … padahal di sekolahan ini bukan hanya aku yang bisa ngedance , mengapa harus aku ! ‘’ ucapnya sambil mengacak2 rambutnya yang hitam ke coklatan tersebut

‘’ oh~ kalo gitu sunbae latian dance aja daripada kita yang kena marah ‘’

‘’ haha joayo , annyeong chinguya ! ‘’

Selama mereka bercakap2 aku hanya duduk terdiam. Mengagumi ke indahan tuhan tepat di sebelahku. MWO ? apa maksudku ? aniya , aku sedang ngelantur. Aku menggelengkan kepalaku keras berusaha sadar. Dan tepat pada saat aku sadar Songsaenim datang dan memberikan pelajaran yang mampu melupakanku pada namja itu.

Benarkah aku berhasil melupakannya ? nggak. Aku malah memikirkannya. Tanpa ku sadari aku merindukannya….

Lee Hyukjae POV

‘’ WAAAAAA !! ‘’ teriakku kesal.

Bagaimana nggak kesal ? seharian ini aku di suruh ngajar dance ini-itu. Masih untung kalo yang di ajarin cepet ngerti , lah ini ? ampun deh , untuk masuk eskul dance minimal harus bisa basicnya , eh dia sama sekali nggak tau basic dalam dance apaan. Ckckck

Coba ada Hyun disini, mungkin malah aku semangat banget ngelatih mereka. Aku mengambil tasku yang memang di bawakan oleh temanku, katanya seluruh murid udah boleh pulang kecuali eskul dance ! hebat ini namanya ketidak adilan.

Aku merogoh2 saku tasku dan menemukan benda yang aku cari. Benda yang dapat membuat aku semangat lagi , entah sejak kapan ketika melihat benda itu aku merasakan kekuatanku mucul , semangatku kembali. Padahal itu hanya selembar foto nggak lebih, hanya selembar foto bergambarkan Hyun yang sedang tersenyum manis ke kedua temannya….

‘’ hyung kita lelah ~ ‘’ ujar salah satu ‘anak didikku’

‘’ baiklah , ayo pulang ‘’

Semua murid berhamburan , aku keluar dan berusaha mencari udara segar , namun entah mengapa aku merasakan akan terjadi hal buruk yang sangat tidak aku sukai. Dan benar saja tiba2 kedua teman Hyun berlari2 dengan wajah khawatir ke arahku. Dimana hyun ? biasanya ia bersama mereka ??

‘’ SUNBAE ~ !! ‘’ teriak teman yeojanya.

Aku berlari mendekati mereka, ‘’ waeyo ? ‘’

‘’ hh.. hyu… hyun… ‘’

Deg

‘’ apa yang terjadi ? Hyun kenapa ? ‘’

‘’ di…dia…dia hilang ‘’

***

‘’ HYUN !! ‘’ panggilku namun tetap saja nihil

Aku berlari membuka pintu kelas dengan keras. Jika keadaan kelas kosong aku berlari ke kelas di sampingnya.

‘’ HYUN !!! ‘’

Aku terus memeriksa hingga akhirnya aku kembali ke tempat awal. Henry dan Hwa In *FYI aja baru kenalan tadi* juga tiba2 muncul bersamaan. Apakah Hyun benar2 hilang ? ANDWE aku nggak mau !!! bagaimanapun caranya aku harus menemukannya !

‘’ eottoke hyung ? ‘’ henry berlari mendekatiku

Aku menggeleng lemah. Dia menoleh ke arah Hwa In namun Hwa In juga melakukan hal yang sama , ia juga nggak nemuin dimana Hyun.

‘’ benarkah Hyun belum pulang ? ‘’ tanyaku berharap bahwa ternyata ia telah sampai di rumah

Mereka berdua menggeleng, ‘’ aniyo sunbae… kalaupun sudah sampai di rumah kenapa hp-nya tidak aktif ? ‘’

‘’ MWOT ? hp-nya tidak aktif !! ‘’ teriakku shock

Mereka berdua menggangguk. Aku merasa kakiku lemas. Tanpa sadar aku jatuh terduduk di lapangan. Aku memukul tanah yang di semen tersebut. Aku memejamkan mataku memikir dimana Hyun berada. Ayolah otak berfikir , pikirkan apapun yang ada di sekelilingmu !! batinku.

Tiba2 dimataku terlintas tatapan anak2 saat aku dan Hyun berduaan. Tunggu, jangan2 Hyun…. Aku langsung berlari menuju tempat yang ada dalam otakku. Aku sungguh nggak mau Hyun berada di tempat seperti itu !!

‘’ SUNBAE !! mau kemana ? ‘’

Oh ternyata mereka ngikutin aku, ‘’ jamkammanyo !! aku hanya memastikan apakah Hyun berada di sana atau tidak ! ‘’

‘’ disana itu dimana ? tolong beritau kami hyung , kami sahabatnya !! ‘’

‘’ ara ara , ikuti saja aku ‘’

Mereka mengikutiku tanpa bertanya lagi. Ku arahkan jalanku ke bagian belakang sekolah. Aku berhenti berlari begitu pula dengan mereka. Sunyi. Tak ada tanda2 Hyun ada disini. Huft syukurlah aku kira Hyun di….

‘’ ITU TAS HYUN !! ‘’

Mwo ? aku langsung menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Hwa In. tas coklat yang sama sekali tak asing lagi di mataku. Benar itu tas Hyun , jadi Hyun benar2 ada di sini ?? aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling , tak ada yang istimewa semua tampak biasa. Aku tetap beragumen seperti itu hingga aku menangkap pemandangan ganjil , apa itu ?

Aku melihat sebuah pondok –nggak bisa di bilang pondok juga sih- dan bagian pintunya di beri penghalang balok kayu yang sangat tebal. Aku berjalan ke sana dan Henry mengikutiku sementara Hwa In menjaga tas sahabatnya dengan baik.

Balok itu sangat besar dan sangat berat. Aku juga sedikit pesimis bahwa Hyun sedang didalam. Bukannya jika ia ada di dalam seharusnya ia berteriak minta tolong ? aku dan Henry mendorong balok sialan itu dengan sekuat tenaga, dan akhirnya balok itu sedikit bergeser , sedikit sekali. Sial !

‘’ sunbae , apakah sunbae yakin Hyun ada di dalam ? sepertinya pondok ini sudah usang dan jarang terpakai ‘’ tanya Hwa In khawatir

Aku tersenyum walau sebenarnya nggak yakin, ‘’ tak ada salahnya mencoba , aku malah berharap ia benar2 di dalam dan kita dapat menemukannya secepat mungkin ‘’

‘’ hyung , bagaimana jika kita mengangakat balok ini saja ? ‘’

‘’ kau yakin ? badanmu kecil … aku juga tidak sebesar mesin traktor ! ‘’

‘’ tapi cinta sunbae ke dia kan lebih besar dari pada cinta kami ke dia ‘’

Ucapan Hwa In mampu membuatku terdiam dan tersenyum semangat. Hyun benar2 beruntung memiliki sahabat seperti Hwa In dan Henry…

‘’ baiklah , ayo kita angkat , kau yakin bisa mengangkatnya henry-ah ? ‘’

‘’ tak ada salahnya kan mencoba ‘’ ucapnya sambil mengikutiku perkataanku

Aku tersenyum geli. Ku lemparkan tasku dan jasku entah kemana. Ku gulung lengan kemejaku sampai siku lalu menarik nafas panjang. Ya tuhan , semoga ia benar2 berada di dalam … do’aku dalam hati

‘’ Hwa In-ssi , kau yang menghitung ‘’

‘’ arasso ‘’

Aku dan Henry mengambil posisi kuda2. henry juga melakukan hal sama , ia membuka jasnya dan menggulung lengannya sampai siku. Ku letakkan tanganku di balok tersebut , henry mengikuti.

‘’ han … ‘’

Ku cengkram balok itu.

‘’ dul… ‘’

Ku kuatkan kuda2ku

‘’ set… ‘’

Ku tarik benda sialan itu agar bisa menjauh dari pintu. Sepertinya Henry juga telah berusaha keras. Aku semakin bersemangat ketika balok itu sedikit terangkat.

‘’ han… dul… set…. AAAAAAAAAAA !!! ‘’ aku berteriak sambil mengerahkan seluruh kekuatanku.

Dan akhirnya usahaku tidak sia2 , balok itu terangkat. Aku dan Henry menggesernya ke tempat yang lebih aman dan tidak mengganggu. Dan pintu bisa terbuka. Aku mengelap keringat yang membasahi jidatku. Rambutku basah penuh keringat.

Hwa In mendekati pintu tersebut dan memegang kenop pintu namun pintu sama sekali tidak bereaksi. Dia memutar kenop berkali2 tapi tetap saja pintu itu tidak terbuka. Firasat2 buruk mulai berkeliaran di dalam otakku, jangan2 dia dikunci dari luar ?

‘’ Hwa In minggir ‘’ perintahku padanya

Ia menggeser tubuhnya dan membiarkan aku berdiri tepat di depan pintu itu. Sepertinya hanya pintu usang , di dobrak sedikit mungkin bisa.

‘’ han-dul-set ‘’

BRAK

Dengan sukses pintu tersebut terbuka dan aku menangkap pemandangan yang benar2 membuatku kesal. Hyun… tergeletak dilantai tak sadarkan diri…

‘’ HYUN !!! ‘’ jerit Hwa In sambil menutup mulutnya dan berlari ke arah sahabatnya tersebut

‘’ sunbae…sunbae… ‘’

Apa aku nggak salah dengar ? ia mengigau ‘sunbae’ apakah ‘sunbae’ yang dia maksud adalah , AKU ??

‘’ hyun , irona hyun ! irona !! ‘’ Hwa In mengguncang2kan badan Hyun

‘’ h…hwa… in ? ‘’ panggil Hyun pelan namun matanya masih menutup

Hyun sadar !!! aku terduduk berlutut di samping Hwa In yang sedang memeluk Hyun tersebut. Aku memberanikan diri untuk mengusap lembut kepala Hyun. Ku usap dengan penuh sayang, aku benar2 nggak ingin ada satu orangpun yang menyakiti Hyun lagi…

‘’ sun…bae ? ‘’ ia menoleh ke arahku

‘’ ne ? eottoke ? ada yang sakit ? ‘’

Ia menggeleng lemah namun tersenyum, ‘’ hanya tengkukku yang sakit.. gomawo ‘’

‘’ ayo kita bawa dia ke UKS ‘’

Usul henry langsung di terima oleh ku dan Hwa In. aku membantu Hyun berjalan kesadarannya masih belum pulih. Namun bodohnya lagi, di saat seperti ini masih sempat2nya aku berdebar2 hanya karna membantu Hyun jalan ? naneun jeongmal namja pabo !!

***

‘’ gwenchana ? ‘’ tanyaku setelah ia di periksa oleh penjaga UKS

‘’ ne , untung saja dia hanya kekurangan oksigen dan tidak bisa bertahan lama di tempat lembab. Dan pukulan di bagian tengkuknya tidak cukup parah, tidak mengenai bagian2 vital ‘’

Tengkuk ?

hanya tengkukku yang sakit… gomawo

jadi itu alasannya mengapa tengkuknya sakit ? aigo , siapa yang berani melakukan ini pada Hyun ? aku harus menanyakannya pada Hyun ! saat aku hendak masuk ke ruang Hyun di istirahatkan , tangan Hwa In mencegatku ,

‘’ sunbae , aku dan Henry harus pulang eomma kami udah nelfon , ettoke ? ‘’

‘’ arasseo , pulanglah aku akan menjaga Hyun dan akan mengantarnya pulang ‘’

‘’ jincha ? gomawo oppa ‘’

‘’ ne ‘’

Park Chae Hyun POV

Aku mengusap2 tengkukku pelan. Rasa sakit itu masih ada walaupun kejadiannya telah berlangsung dua jam lamanya.

Tok tok tok *suju T – ddok ddok ddok*

‘’ nuguseyo ? ‘’

‘’ naega , Eunhyuk ‘’

‘’ oh , masuk saja sunbae nggak di kunci ‘’

Ia membuka pintu dan terlihatlah muka khawatirnya. Aku jadi geli , hanya karna dia aku merasakan ini semua , dipukuli , di kunci , di biarkan terkapar tanpa ada yang mengetahui. Dan bukan hanya karna itu , gara2 dia aku juga bisa merasakan apa itu cinta , bagaimana di cintai dan bagaimana perasaan kita saat melihat orang yang kita cintai itu bahagia…

Lee Hyukjae , gomawo … kau memberikanku kebahagiaan… apakah kau masih mau menunggu jawabanku seperti apa yang kau katakan waktu itu ? aku harap iya , karna sekarang aku telah menemukan jawabannya… naneun , nado sarange ….

‘’ gwenchana ? ‘’

‘’ gwenchanayo , gomawo oppa… em , bolehkan aku memanggilmu oppa ? dari pada sunbae terlalu formal ‘’

Dia tersenyum, ‘’ akukan udah bilang , kamu boleh manggil aku apa aja , selama yang manggil itu kamu… aku rela aja ‘’ ucapnya sambil mengusap2 rambutku halus

Deg-deg-deg-deg-deg.

Aku merasakan jantungku berdebar tak karuan. Oppa ayolah bertanya bagaimana perasaanku !! aku nggak sanggup nahan ini lagi !!

‘’ kalau ada apa2 bilang ya… ‘’

Dia bangkit dari kursinya dan hendak berjalan keluar ruangan. Aku membulatkan mataku lebar. SHIRO ! aku mau dia disini. Aku mencengkram tangannya dan menariknya hingga ia jatuh terduduk di kursi.

‘’ aigo~ ‘’ rintihnya

‘’ ada dua balasan untuk oppa ! ‘’

‘’ oppa salah apa ?! ‘’ tanyanya bingung

‘’ pertama , aku mau ngebalas perbuatanmu sewaktu di taman tadi pagi ! ‘’

‘’ mwo ?? kau masih membahas itu ? ‘’ protesnya

‘’ kedua , karna oppa main ninggalin aku disini. Padahal aku nggak butuh obat, aku nggak butuh semua ini, aku hanya butuh oppa disini nemenin aku , titik ‘’

Mukanya memerah. Namun seulas senyum dapat aku lihat menghiasi bibirnya. Aku menatap jendela yang terdapat di ruangan ini.

Tiba2 tangannya menyentuh tanganku pelan. Dan menggenggamnya erat.

‘’ oppa tak akan meninggalkanmu Hyun… apapun yang terjadi oppa akan selalu ada , siap di sampingmu , menemanimu , kapanpun… mungkin berkali2 aku bilang tapi sepertinya ini hal yang biasa untukmu , saranghaeyo … ‘’

Aku memejamkan mataku, tuhan bantu aku !

‘’ nado… ‘’

Aku membuka mataku dan mendapati ia memperhatikanku dengan mata membulat. Ekspresi kaget tak dapat ia sembunyikan dari mukanya.

‘’ jincha ? jeongmal ? keuraeyo ? ‘’

Aku mengangguk. Tanpa aba2 ia langsung memelukku. Hangat. Aku membalas pelukannya dan ia mempererat pelukannya. Deg-deg-deg. Suara jantung ini bukan milikku , apakah… EUNHYUK SUNBAE ??

‘’ oppa deg2an ya ? ‘’ tanyaku usil

‘’ kau juga ! ‘’ ucapnya tak mau kalah

Ia melepas pelukannya dan menatapku hangat. Entah aku sadar atau tidak , ia memajukan badannya hingga jarak di antara kami tinggal 5 cm lagi. Aku masih tak bereaksi walau melihat ia mulai menutup matanya dan….

~CHU~

Ia menciumku, tepat di bibirku. Oh tidak , ciuman pertamaku ? dengan dia ? naneun sunbaenim ?! ah nggak peduli , yang penting aku mencintainya dan dia mencintaiku !!

Ia melepas ciumannya dan seketika mukanya berubah merah. Ia membuang muka ke arah lain mungkin berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah. Tiba2 tangannya menggenggam tanganku erat.

‘’ saranghaeyo … ‘’

‘’ nado saranghaeyo sunbaenim… ‘’

=================== END ====================

Jelek yaa ? aih aih author minta maap >,< namanya juga author sarap !!

4 thoughts on “I love you sunbae [one shoot]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s