fanfictions

im sorry, but im your fiancee!

Annyeong!

Main cast :

– nashelf as Lee Ha Sang

– henry Lau aka Liu Xian Hua

– kim Soo Rae as Hasang’s friend

– lee sungmin as Soorae’s friend (cameo)

– lee taemin as Hasang’s brother (cameo)

~~~~~~ let’s begin🙂

” Hasang… Ayo buka pintunya.. Kamu belum makan semalaman ” eomma mengetuk pintu di depan kamarku

Tapi ketukan itu sama sekali tak kuhiraukan aku masih muak dengan semuanya! Dengan appaku , eommaku bahkan namdongsaengku yang sama sekali tak ada hubungannya.

” Hasang… Kau bisa sakit ”

Cih , lebih baik aku sakit dari pada harus menerima nasib seperti ini

Ah iya , choneun Lee Ha Sang imnida seorang yeoja yang harus berhenti mencari cinta karna jalur cintanya telah di tentukan oleh bumoku lewat cara singkat dan cepat , perjodohan. Ingatan ku langsung melayang di saat bumoku memberi tau hal itu padaku.

= Flashback =

” mworago ? perjodohan ?! ” aku berteriak hebat.

” ye . Dan kami sudah menyetujui hal itu ” jawab appa santai

Aku membuka mulutku lebar. Mataku berkedip2 hebat. Dan nafasku memburu satu2 menahan amarah.

” YA ! Ini tidak adil untukku ! Mengapa appa dan eomma tidak meminta pendapatku terlebih dahulu !! ”

” karna appa yakin kamu tidak akan mau di jodohkan ! ”

Cih , ” KALAU APPA DAN EOMMA TAU KENAPA TETAP MENJODOHKANKU ?! ”

” DIAM !!!! ” teriak appa marah ” jangan pernah kau membentak bumomu ! ”

Aku terduduk lemas. Tak percaya appa akan membentakku. Aku menatap eomma yang hanya menangis di samping appa. Ku tatap namdosaengku yang terduduk dengan pandangan tak percaya.

” tapi appa… Akukan masih kecil , aku masih bisa mencari namja sendiri tak perlu di jodohkan seperti ini.. ” aku mencoba mencari alasan lain

” kamu masih kecil ?? Hey kau sudah kelas 2 SMA dan sampai sekarang kau belum ada menceritakan satu namjapun kepada kami ! ”

Aku menghembuskan nafas. Beginilah kalau berdebat dengan appaku , aku harus ekstra sabar.

” tapi appa… Memangnya kalau aku tidak menceritakan satu namjapun kepada appa itu tandanya aku tak bisa mencari namja sendiri ? ”

” appa dan eomma hanya ingin yang terbaik untukmu sayang… ” ucap eomma sambil berlinang air mata.

Yang terbaik untukku ? Eomma dan appa tau apa ! Yang kalian pikirkan kan hanya diri kalian sendiri , mana mungkin kalian memikirkan perasaanku !

” appa tak akan mengubah keputusan appa biarpun eommamu menyuruhnya ” appa beranjak pergi dari kursi meninggalkanku , eomma dan taemin.

Ini tandanya rapat berakhir dan aku tak dapat mengubah keputusan appa. Aku menutup mataku dengan kedua tanganku. Perasaan kesal menyelimuti hatiku. Sejujurnya aku tak ingin tengkar dengan appa , tapi ini masalah perjodohan menyangkut hati menyangkut jalur hidupku yang seharusnya dirikulah yang mengaturnya !!! Appa memang tak pernah tau apa yang terbaik untukku…

” Hasang-ssi… Mian eomma tidak dapat membantumu… ” eomma berdiri dari kursi dan meninggalkanku.

” noona , miane… Jika eomma tak dapat membantumu , aku juga tak dapat membantumu , jeongmal mianhaeyo ” taemin langsung memelukku erat.

Aku menangis di pelukannya. Beginikah jalur hidupku sekarang ? Menikah dengan orang yang tak kukenal ? Atau bahkan… Tak kucintai ?

= Flashback End =

” Hasang.. Jangan gara2 kamu tak mau dijodohkan kamu tidak makan… Perjodohan tak ada hubungannya dengan kesehatan… ”

Teriakan eomma di depan pintu menyadarkanku dari lamunanku. Aku mendengus sebal. Aku berjalan ke arah pintu dan menahannya dengan tubuhku.

” eomma… Aku tidak lapar.. Biarkan aku sendiri… ”

” Hasang~ walaupun kau tidak lapar , kau harus makan ”

” jangan paksa aku eomma , aku benar2 tidak ingin makan saat ini ”

” tapi… ”

” jebal eomma~ aku tau yang terbaik untuk diriku sendiri ” tak seperti eomma dan appa…

” arraseo.. Tapi keluarlah jangan kurung dirimu dikamar seperti itu , tak baik untukmu ”

Suara langkah kaki terdengar menjauhi ruanganku. Aku terduduk menyandar di pintu kamarku. Lagi2 tangisku pecah.

‘ neoreul gidaryeo ongeoya aju oraen shigandongan nareul kkok dalmeun sarangeul wihae weroweotteon shiganmankeum neo-ege da jugo shippun my endless moment , pray for you~ ‘

Aku mengangmbil hpku yang sedang berdendang nyaring itu. Ku tatap displaynya , ‘ kim soo rae ‘. Sahabatku pasti marah besar jika aku tak mengangkat telfonnya. Dengan malas2 ku tekan tombol answer.

” yoboseyo ? ” jawabku lemas

” yoboseyo !!! Mengapa kau lemas Hasang-ssi ? Ada masalah ? ”

Aku menggeleng yang langsung ku sadari Soorae tak akan mengetahuinya.

” anhi… Aku hanya belum makan, ada apa menelponku ? ”

” gwenchana ? Aniya aku hanya ingin mengajakmu jalan2 menonton sebuah pertunjukan. Berhubung namjachingku berhalangan dan aku terlanjur membeli tiket jadi aku mau mengajakmu ”

” gwenchanayo . Ohya , pertunjukan apa ? ” sepertinya mampu menghilangkanku dari keterpurukan ini , walau hanya sementara.

” pertunjukkan seni , kau taukan aku pecinta seni ? ”

” ye . Pertunjukan seni ? Ada apa aja ? ”

” sederhana , hanya seperti pertunjukan tari , suara , ada juga alat musik serta drama ”

Aku menimang2 , cukup menarik .

” eonjeyo ? Eodiyo ? ”

” sekarang . Kalau kamu mau , aku akan kerumahmu ”

” arraseo . Tunggu di depan rumahmu , aku akan kesana dan jangan membantah ! ”

Aku menutup sambungan dan langsung melesat ke kamar mandiku secepat kilat.

Beberapa menit kemudian~

” nah aku siap ! ”

Aku berkaca di depan cerminku (?) dan setelah merasa siap aku langsung mengambil kunci motorku yang tak jauh dari cerminku. Ku buka pintu kamarku dan aku merasakan ada yang bernafas lega di sampingku. Ternyata taemin, namdosaengku…

” ah kau mengkagetkanku saja ! ”aku memukul kepalanya pelan

” haha noona mau kemana ? Kok pakaiannya rapi banget , jangan2 mau kencan yaaa ? ”

” anhi ! ” sargahku cepat ” aku hanya mau jalan dengan Soorae , kami mau menonton pertunjukan seni ”

Tiba2 mukanya cemberut.

” waeyo ? ” tanyaku heran

” aku kira noona mau kencan , akukan senang kalau ternyata namja yang menjadi nampyon noona nanti adalah namja yang noona cintai , ternyata hanya Soorae noona ”

Aku tersenyum. Ternyata dongsaengku peduli padaku tak seperti yang aku fikirkan. Aku mengelus kepalanya pelan.

” sudahlah , ini sudah jalan takdir noona… Noona tidak pantas menyukai namja sebaiknya memang noona harus di jodohkan ”

” mengapa begitu ?! Bukannya noona menolak perjodohan itu ? ” matanya membulat lebar

” ne.. Tapi kalau noona pikir2 tak ada salahnya lagipula namja yang noona pikirkan hanya kamu ! ” ku cubit hidungnya pelan ” sudah ya , nanti soorae menungguku , aku tak mau itu terjadi karna bisa jadi perang dunia ke tiga. Annyeong ! ”

Aku langsung melesat ke motorku tanpa memedulikan teriakan eommaku. Miane eomma… aku bukannya membenci eomma tapi aku masih belum bisa menerima semua ini, miane… Batinku dalam hati. Ku starter motorku dan ku lajukan ke rumah Soorae.

-rumah Soorae-

” annyeong Soorae ! Lama ya ? ” sapaku setelah sampai di depan rumahnya.

” aaaaa Hasang-ah kamu lama sekali !!!! tau gitu aku yang ke rumahmu ! ”

” miane , dirumahku sedang ada perang , yaudah kkajak ! ” aku menarik tangannya.

-dijalan-

” Hasang-ah ! Ada perang apa ? ” tanyanya di jalan

Aku menggeleng, ” gwenchana , hanya perang biasa antara aku dan eommaku ”

” LAGI ?! ” teriaknya

Aku tersenyum. Syukurlah Soorae menganggap ini hanya masalah sepele seperti yang biasanya terjadi antara aku dan eommaku. Memang sih aku dan eommaku sering bertengkar tapi biasanya yang kita tengkarkan adalah hal sepele dan yang ini bukan masalah ‘sepele’ seperti biasanya.

” ye . Makanya lupakan saja. Ngomong2 tempat pertunjukannya dimana ? ” tanyaku baru sadar aku menjalankan motorku tanpa arah

” ash iya miane aku lupa , itu di gedung xx jalan ***** (sensor XD) ”

Aku mengangguk2 mengerti dan kupacu motorku ke jalan ***** agar kami dapat cepat2 menonton pertunjukkan. Dan sebersit keinginan menemukan seorang namja yang dapat membuatku merasakan apa itu cinta…

Gedung xx ~

” woah , Soorae-ah tempat ini luas sekali !!! ”

Dia menarik tanganku menuju suatu tempat dan ke arah backstage. Eh ? Memang dia mengenal seseorang di backstage ? Atau mau bertemu artis pujaannya ? Chamkkam ! Artis ? Apa disini ada artis ?

” Soorae-ah… Kita mau kemana ?? ” tanyaku di tengah2 kegiatannya menarik badanku

” just follow me . I want to meet someone in there. He’s my old friend , he already promise me to meet me ” lagak inggrisnya kembali muncul

Aku melongo, ” teman lama ? Kau punya teman lama ? ”

” err, iya dari Jepang… Dia kakak kelasku tapi temanku , sudahlah ikut saja aku yakin kau akan terpukau dengan namja satu ini ”

Semoga… batinku dalam hati.

Backstage~

” Sungmin-ah !! ”

Orang yang dipanggil sungmin itu menoleh. Wajahnya imut , lucu dan senyumannya mematikan. Ia memegang gitar di tangannya , sepertinya ia akan bermain gitar.

” Soorae !! Apa kabar ? waah tak ku sangka aku benar2 bertemu denganmu ” ia memeluk soorae.

Benarkah mereka hanya berteman ? Sepertinya tidak. Eh , Soorae kan udah punya namjachinguya !! Aigo Hasang babo !!

” Sungmin-ah , kenalkan ini temanku selama aku di Korea , Lee Ha Sang. Ha Sang kenalkan ini teman kecilku di Jepang sekaligus kakak kelasku, Lee Sungmin. Tenang aja ia bisa bahasa Korea kok ”

Aku mengangguk dan membungkuk, ” annyeong, Lee Ha Sang imnida, banggapseumnida ”

Ia balas membungkuk, ” annyeong, Lee Sungmin imnida, salam kenal ”

” Soorae-ah , katamu dia kakak kelasmu ? Tapi mengapa kau tak memanggilnya meng… ”

” kami seumuran hanya saja aku percepatan ” sergah Sungmin cepat

” oooh~ ” aku ber-oh ria.

Soorae tersenyum dan berbincang2 kembali dengan Sungmin mengenai musik. Karna aku tidak mengetahui tentang ‘seni’ sama sekali aku jadi berkeliling backstage siapa tau ‘namja’ yang aku cari ada disini. Aku terus berjalan namun suara gesekan biola yang merdu menghentikan kakiku. Aku menoleh mencari sumber suara dan mendapati seorang namja bermain biola dengan biola putihnya. Ku dekati namja tersebut.

Ia memainkan dengan penuh perasaan. Matanya terpejam kakinya bergoyang (?) seirama dengan nada yang dimainkannya. Ngebeat. Namja ini hebat… batinku terpukau.

Ku tatap terus dirinya. Tak ada yang special darinya. Matanya entah dia menggunakan kacamata hitam, pipinya tembem namun imut2 seperti Sungmin. Dan nilai positif darinya hanya satu penilaianku pada saat itu, biola.

” apa sudah puas memperhatikanku seperti itu ? ”

Aku tersentak. Tak menyangka ia menyadarinya. Aku menunduk malu baru kali ini aku kepergok memperhatikan seorang namja.

” miane~ aku… aku kagum de…dengan permainanmu… ” ucapku terbata2

” gwenchana , kau suka mendengarnya ? ” ia tersenyum dan itu membuat darahku berdesir

” sangat. Joahe , aku menyukai permainanmu karna aku tak mengerti seni,, jadi apa saja aku katakan itu bagus ” ucapku jujur

Dari pada bohong dan nanti di suguhi judul2 lagu ? Aish malulah aku !!

” gomawoyo ” iya tersenyum

Aku merasakan jantungku berdebar. Mwo ? Mengapa ? Apakah hanya gara2 senyumannya ? Ani ani , kau hanya gugup.

” hey , pernah mencoba bermain alat musik ? ”

Aku mengingat2, ” pernah , aku sempat memainkan gitar temanku walau asal2an , dan memainkan drum di sekolahku itupun dengan asal2an ”

Ia tersenyum manis (lagi), ” kalau biola ? ”

” belum … Nggak ada sarananya ”

” kalau begitu , ayo ku ajari ”

Ia menarik tanganku dan menyeretku dan menyerahkan biolanya kepadaku. Ia duduk di depanku.

” sekarang coba mainkan ”

” mwo ? ” mataku melebar ” aku tak bisa memainkannya !!! ”

” coba saja , kau berani bermain gitar dan drum mengapa tidak berani mencoba bermain biola ? padahal lebih susah gitar ketimbang biola ”

Aku tersenyum kecut, ” bagimu . Bagiku kedua alat musik itu adalah bencana ”

Dia tertawa dan berjalan ke belakangku. Di raihnya tangan kiriku dan tangan kananku. Aku merasakan mukaku memerah.

” nah kalau mau main biola harus seperti ini… ”

Dia membetulkan posisi tanganku. Di bantunya aku menggesek biola itu. Walau yang terdengar suara gesekan asal2an tapi aku sama sekali tidak mendengarnya, aku hanya mendengar suara jantungku.

” kalo mau main jari2nya di tekan , seperti ini ” ia menekan jariku di atas senar2 yang tersusun rapi dalam 4 barisan tersebut.

” nah coba sekarang kamu gesek. Jangan terburu2 , gesek saja sesuai perasaanmu ”

Aku tersenyum. Aku yakin ia tak tau tapi entah mengapa aku merasa ia mengetahuinya. Aku gila? Sepertinya iya , bagaimana tidak aku baru mengenalnya hari ini tapi jantungku telah berdebar tak karuan seperti ini. Saking groginya aku , tanpa sadar aku memegang senar dengan gemetar sehingga aku tak cukup kuat memegangnya. Ia menekan jariku kuat2

” jangan grogi , lemas… Aku tau kau bisa memainkannya ”

Aku menggeleng, ” aku nggak bisa ”

” coba ! ”

Aku membuang nafas. Orang ini benar2 membuatku!!! teriakku dalam hati. Aku mulai menggesek asal2an, tapi aneh bunyinya tidak sehancur yang tadi tapi yah lumayanlah untuk pemula sepertiku, haha.

” nah itu bagus mainnya ” ia melepaskan diri dari badanku

Sebersit perasaan kecewa menyelimuti perasaanku. Aku menggeleng keras2 , apa yang kau fikirkan Hasang ? babo !!

” waeyo ? mengapa kau menggelengkan kepalamu ? ada yang mengganggu pikiranmu ? ”

Aku tersentak kaget, ” aniyo… lupakan saja ”

Ia tersenyum, tiba2….

‘dingdongdingdong… Bagi para peserta pertunjukan seni harap mempersiapkan dirinya di belakang panggung , 5 menit lagi pementasan akan dimulai’

Deg. Hatiku serasa di sambar petir. Aku kecewa , aku harus berpisah dengan henry. Aku masih senang berada di dekatnya. Aaah , tapikan belum tentu dia senang dekatku !!

” Hasang-ssi , gwenchanayo ? ” dia mengguncangkan pundakku

” ne ? ”

” kau baik2 saja , kau melamun tadi ”

” gwenchana ” aku tersenyum manis

Ia terdiam seperti ada yang dipikirkannya. Mukanyapun yang awalnya ceria menurut perasaanku sekarang berubah suram. Apakah ada masalah ?

” henry-ssi , ada masalah ? ”

” eh ? Aniyo.. Aku hanya sedih , eh ya sudah yaa aku harus berkumpul ”

” ne , algasseumnida . Aku pergi dulu , annyeong aku senang bertemu denganmu rasanya menyenangkan punya chingu baru ”

Aku membalikkan badanku dan menghembuskan nafas keras2. Ya… Ini hanya pertemuan singkat tak harus menyisakan kenangan indah, batinku pilu.

” chamkamman ” tangannya mencekal tanganku

” ne ? ”

” bolehkah aku dekat denganmu ? ”

Aku tersenyum. Sepertinya ini mimpi yang berubah jadi kenyataan.

-konser-

” kita telah menyaksikan banyak pemain yang berbakat , kali ini mari kita saksikan pemain biola asal Canada , HENRY LAU !! ”

Kata2 MC itu membuatku terpesona. Henry jauh2 datang dari Canada ke Korea hanya untuk sebuah pementasan ? Benar2 membuatku kagum.

Tiba2 lampu padam. Dry ice memenuhi panggung. Lampu sorot mengarah ke Henry yang sedang menggesek biolanya dengan indah. Aku merasakan bulu kudukku merinding. Belum pernah aku merasakan ini sebelumnya. Ia berhenti bermain dan mengambil sebuah microphone. Apakah tadi hanya sebuah ‘intro’ ??

” annyeong… Gamsa hamnida karna aku diizinkan untuk bermain di Korea. Menjadi violist *mian kalo salah tulis* adalah impianku sejak dulu… Yang untungnya di bantu oleh kedua orang tuaku ” ia menutup matanya dan menarik nafas ” kali ini aku membawakan sebuah lagu untuk seseorang yang saya cintai, err.. Maksudnya yang saya sukai.. Semoga kalian menikmati ” lalu dia menggesek biolanya lagi.

Beda dengan semua orang yang terpesona aku hanya terduduk lemas. Henry… Telah mempunyai orang yang dia cintai ? Bagaimana dengan… Aku merasakan tamparan di mukaku. Aku bukan siapa2nya… Apa hakku untuk melarangnya ? Aku menghembuskan nafasku. Di iringi dengan gesekan biola mellow dan perasaanku yang sakit, air mataku jatuh satu per satu…

– To Be Continue-

3 thoughts on “im sorry, but im your fiancee!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s