fanfictions

My Regret Story part 5 =END=

~MY REGRET STORY PART 5 – END~

Main Cast :

~ Park Chae Hyun – Nashelf Hyukjae

~ Lee Hyukjae – Eunhyuk

Numpang lewat :

~ Leeteuk

~ Hangeng

~ Yesung

~ Donghae

NB : ~karena ini part terakhir jadi bacanya pelan” aja…. Biar kerasa feelnya *ya elah*

~Reader silahkan ngikutin jejak author dengan ngebayangin diri sendiri sebagai Hyun

~kalo bisa denger lagu sedih juga *ni author berisik amat y… y udah deh sblum digebukin author ngacir dulu pengen baca juga (?)

==================== 3 AGUSTUS 2007 ============================

~EUNHYUK P.O.V~

Hari demi hari berlalu, namun tidak ada tanda” Hyun akan sadar dari komany. Dokter bahkan sudah mengangkat tangan, tubuhnya dipenuhi alat” aneh yang membuatnya tetap bertahan jika alat” itu dilepas Hyun akan… setiap kali pikiran itu datang dadaku seakan dicabik”.

Kubelai keningnya yang mulus itu

“Hyun a… irona oppa phogospipo” bisikku lembut

“Hyun a… miane oppa hanya bisa datang malam karena oppa sangat sibuk mempersiapkan dance untuk album terbaru kami…. Bangunlah bukannya kau paling suka melihat machine dance yang satu ini menari untukmu?” tidak ada jawaban apapunselalu saja begitu Hyun tidak merespon sama sekali.

Drek… Donghae hyung membuka pintu ruang Hyun

“Hyung… cepet kebawah manager menunggumu”

“Owh… de” aku berjalan menuju pintu

“Hyung… jaga Hyun baik”, jika terjadi sesuatu aku tidak akan melepaskanmu!!!” aku memperingati Donghae hyung

“Kokcongma… kau boleh melakukan apapun kepadaku kalau Hyun kenapa”” Donghae hyung mengedipkan matanya tanda mengerti

Hah… rasanya susah sekali meninggalkan Hyun, dengan berat aku melangkah keluar—————————–

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 03.41 a.m~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tit… Tit… Tit…

Aku terbangun dari tidurku, Ah… sms dari Donghae hyung

“Hyung cepat datang kesini!!!!!!” jantungku seakan berhenti berdetak, pasti sesuatu terjadi pada Hyun. Hyung… aku sudah memperingatkanmu lihat saja nanti apa yang akan kulakukan padamu…..

——————————— 04.02 a.m ————————————-

Lorong rumah sakit ini berkelok-kelok seperti labirin aku mulai bingung….

Tanganku sudah dingin, entah kenapa aku nervous seperti akan show pertama kali…..

Aku takut. Takut sekali kalau Hyun terjadi apa”. Sewaktu aku akan membuka pintu ruangan itu tanganku seperti membatu, bumi seakan berhenti berputar,waktu berhenti berjalan, sejenak kuatur nafasku yang terengah”,jantungku seperti petasan yang meledak”. Kukumpulkan semua tenagaku yang ada  untuk membuka pintu kamar itu…..

Mo? Hyun dan Donghae hyung tidak ada…..

Kemana mereka? Apa Hyun dipindahkan? Tapi kenapa? Dan dimana?

Baru saja aku beranjak keluar untuk bertanya pada perawat diluar tiba” terdengar derit pintu dibuka….

He? Dari suaranya itu berasal dari WC pasien, dengan gopoh aku berlari kecil menuju asal suara itu dan betapa kagetnya aku… Donghae hyung membantu Hyun keluar dari WC….

“YHA… HYUNG APA YANG KAU LAKUKAN? INI WC BERANI”NYA KAU DISAAT AKU TIDAK ADA!!!!!” aku berteriak seakan Donghae hyung budek

“Bukan begitu hyung… aku aku hanya membantu Hyun membuka pintu WC” donghae hyung menjelaskan dengan terbata”

“Sini… biar aku saja yang memegang kantung infusnya!!” kurebut kantung infuse Hyun yang dipegang Donghae hyung dengan kasar.

“Ah…. Oppa sakit” teriak Hyun, tiba” aku baru sadar Hyun berdiri disampingku, saking kagetnya kantung infuse itu sampai terlepas dari tanganku dan alhasil darah Hyun naik keselang infuse *ngertikan?*

“Oppa… kantungnya…. Darahku…” Hyun meringis. Aku menjadi salah tingkah. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan setelah kuambil kantung infuse itu entah mengapa aku meremasnya kuat”. Ketika kantung infuse itu berubah warna menjadi menjadi pink kemerah”an karena tercampur darah aku baru menyadari kebodohanku yang sudah diluar manusiawi

“Hyung… apa kau mau membunuh Hyun dengan cara ini?” Donghae hyung menjadi sewot melihat kebodohanku

“Ah… kau saja yang pegang” kusodorkan kantung infuse yang sebenarnya bisa disebut kantung darah kepada Donghae hyung

Donghae hyung dengan hati” dan telaten membantu Hyun bukan ‘mencelakainya’ seperti aku…

Aku terpana campur marah melihat pinggang Hyun dipegang Donghae hyung

“Hyung… apa yang kau lakukan? Cepat panggil perawat untuk mengganti infuse Hyun” malah sekarang Donghae hyung yang membentakku. Seperti robot aku patuh berjalan keluar tanpa menoleh karena jika aku menoleh maka aku akan mematahkan tangan Donghae hyung….

====================== Hyun P.O.V 04.33 a.m====================

“Oppa… kau seperti patung, aku baru sadar dari koma oppa bahkan tidak minta maaf” gerutuku setelah terdiam cukup lama

“jadi kau mau aku melakukan apa? Hyun a…. mianhe. Cukup?”

“Oppa… bukan itu yang kumau, setidaknya ucapkan sesuatu Donghae hyung saja sampai memelukku”

“Mo? Peluk?? Apa anak itu sudah mau mati?aku saja tidak dapat pelukan dan yang tadi apa itu? Dia memgang pinggangmu!!!” long” eunhyuk oppa seperti serigala kehilangan mangsa.

“Oppa cemburu? Lalu kenapa oppa tidak melakukan ‘itu’ padaku?” aku menggodanya

“Shiro… aku bukan Donghae hyung..”

“kalau begitu terserah oppa saja… aku yakin Chulie oppa bahkan lebih dari Donghae oppa”

“Oh… jadi sekarang kau membuat prediksi dan tidak melawan ah.. bukan kau malah menunggu” Eunhyuk oppa jadi kebakaran jenggot

“Oppa… kau bahkan tidak mengerti kenapa aku mengatakan ini semua… Donghae oppa tidak memelukku yang kumau bukan mereka tapi oppa… oppa tidak pernah mengerti sekalipun” mataku mulai berkaca”

“Ah.. Hyun jangan menangis, oppamu memang pabo selalu membuatmu menangis tapi oppa tidak bermaksud begitu… oppa hanya marah” Eunhyuk oppa merangkulku dipelukannya yang hangat. Aku hanya patuh, air mataku mengalir deras bukan karena perlakuan Eunhyuk oppa padaku tapi karena aku takut, takut sekali kalau pelukan ini adalah yang terakhir

“Yha… jangan menangis seperti itu, orang” akan mengira aku mencoba membunuhmu” Eunhyuk oppa memandangku aneh

“Memilukan?” tanyaku bingung

“Em… seperti orang yang sebentar lagi akan dieksekusi mati… yah aku tidak mencoba membunuhmu menyentuhmu saja tidak”

“Oppa berlebihan!!! Untuk apa aku menangisi oppa?”

“Baguslah kalau begitu… berarti oppa hanya terlalu berlebihan” Eunhyuk oppa menghapus air mataku dengan lembut

“Oppa harap yang tadi oppa katakan tidak benar… Ah oppa baru ingat oppa ada hadiah untukmu” Eunhyuk oppa memperlihatkan kalung berbentuk bintang itu

“Oh… jadi kalung ini untukku?” tanyaku basa-basi

“Anya… untuk ajuma kamar sebelah”

“Oppa…” protesku

“Lagipula untuk apa kau bertanya lagi?”

Aku memasang muka cemberut paling buruk yang pernah ada

“Araso… kalung ini oppa belikan dan persembahkan untuk yeoja sekaligus ajumaku yang cerewet ini” Eunhyuk oppa mengalungkan kalung yang bersinar itu dileherku

“Hua… jongmal yeput a….” pujiku

“Kau hanya memuji kalungnya? Harusnya kau memuji orang yang mempersembahkan kalung ini” Eunhyuk oppa tiba” menjadi cemberut

Seperti ada magnet yang menarikku atau lebih tepatnya aku sedang ‘kerasukan’ iblis untuk mencium pipi Eunhyuk oppa. Seketika suasana menjadi tegang seperti adegan” difilm horror padahal yang kuharapkan Eunhyuk oppa bisa romantis… nyatanya dia hanya diam membatu……..

“Oppa… aku ingin jalan!!! Aku bosan” cetusku asal untuk menutupi rasa maluku

“ Tapi kau baru sadar, tubuhmu juga masih lemah tekanan darahmu juga belum stabil”

“Gwaenchana… aku tau kok gimana keadaan aku sendiri”

“Kalau terjadi apa” gimana?”

“Kita harus pergi bagaimanapun caranya!!!” aku semakin ngotot

“Tidak salah lagi kau adalah yeoja berjiwa ajuma… bahkan ajuma saja kalah cerewet”

“Kalau begitu berarti oppa namja aneh karena dari sekian banyak yeoja yang ada oppa malah memilih yeoja jelmaan ajuma”

“Ah… jadi aku yang kena, Araso oppa kalah besok kita pergi”

Seketika senyum mengembang diwajahku,tapi didalam hati aku menagis………….

——————————– 02.13 p.m Hyuk P.O.V ——————————-

“Oppa kenapa lama sekali? Aku sudah menunggu lama!!” Hyun menyambutku dengan gerutuan

“Mian… tadi oppa mendemonstrasikan dance untuk album kami jadi agak lama

“Chinca?aku ingin lihat!!!” jawab Hyun antusias

“Sudah tidak ada waktu lagi… atau oppa tarikan saja gerakan gatabuta”?” aku sengaja mengatakan begitu karena aku tau dia paling tidak tahan melihat gerakan itu

“Tuh kan… mulai lagi, apa senjata pamungkas oppa hanya itu?”

“Oh… jadi kau menantang oppa? Baru gatabuta saja kau sudah hamper pingsan… oppa hanya kasian kalau nanti kau koma lagi” balasku enteng

“Aku lebih baik koma daripada menyaksikan gerakan itu…”

“Oh ya? Bagaimana kalau kita buktikan?oppa yakin kau akan menarik ucapanmu tadi”

“Ah… oppa sudahlah ini tidak lucu kita berangkat saja disini sangat membosankan”

“Chakam… mukamu pucat sekali… kau belumsehat sebaiknya istirahat saja”

“Shiro… kalau oppa tidak mau mengantarku aku bisa pergi sendiri”

“Kalau begitu pergilah…” aku menggertaknya

“Baiklah… oppa piker aku bercanda?” Hyun berjalan keluar dengan emosi

“Yha.. ajuma kau sudah gila?” aku mengejar Hyun diambang pintu…………….

================= 03.45 p.m Hyun P.O.V==================

Oppa membawaku ketaman Dandellion karena taman inilah yang paling dekat dengan rumah sakit.

Aku berkeras berjalan kaki meskipun itu sangat menguras tenagaku karena aku ingin lebih diperhatikan.

“Rasanya seperti keluar SEOUL… udaranya segar sekali” aku memejamkan mata dan menghirup udara disekitarku dalam”

“Kau harusnya berterima kasih pada oppamu yang satu ini karena akulah yang membawamu hahaha” Eunhyuk oppa tertawa tidak jelas

“Oppa… sungguh kau sangat menyeramkan”

“He?wae?” Eunhyuk oppa kelihatan kebingungan

“Oppa tertawa seperti akan melelanku”

“Aku hanya lucu saja melihat yeoja ajuma ini terpana karena taman dendellion seperti ini” Eunhyuk oppa masih tertawa

“Apa yeoja ajuma sudah menjadi panggilan kesayanganku?” tanyaku sewot

“Ha? Jadi kau sangat menginginkannya? Baiklah sekarang oppa resmi dan patenkan menjadi yeoja ajuma.. lagipula cocok sekali nama itu untukmu” Oppa tertawa semakin menjadi”

“Ye…. Namja aneh” aku balik menejeknya

“Ajuma… aku salut padamu,kau tidak pernah mau kalah”

“Tentu saja… karena aku adalah AJUMA…..”

“Begini saja kita lomba meniup bunga Dandellion sambil menyebutkan 1 permintaan dan yang tidak berhasil akan dihukum sesuai dengan yang diinginkan pemenang”

“Kenapa bisa permintaan sepenting itu dijadikan permainan?” tanyaku sewot

“Dasar ajuma cerewet… turuti saja permainan oppa”

“Baiklah… karena oppa memaksa”

“Pertama oppa dulu…” oppa memegang setangkai Dandellion kemudian menutup matanya setelah selesai menyebutkan permintaanya dalam hati oppa meniup Dandellion itu dan Dandellion tersebut terbang dengan mudahnya…..

“Ah… gampang sekali… aku pasti berhasil” Dengan optimis memetik setangkai bunga Dandellion dan kupejamkan mataku “Tuhan… izinkanlah akuhidup bahagia dengan Eunhyuk oppa” dengan percaya diri kuhembus Dandellion itu tapi, Dandellion itu tidak bergerak sama sekali……….

————————————Eunhyuk P.O.V————————

Ada apa ini?padahal Hyun hanya gagal menerbangkan Dandellion itu tapi raut wajahnya seperti dijatuhkan Hukuman penjara seumur hidup

“Yha yeoja ajuma…. Wae?kau ingin melucu? Oh… aku tau kau pasti meminta agar aku berhenti memanggilmu yeoja ajuma kan? Pantas saja Dandellion itu tidak terbang,mustahil aku berhenti memanggilmu begitu” aku mencoba melucu tapi tetap saja mukanya pucat

“Ha?Anya… aku hanya shock kenapa aku bisa kalah haha…” Hyun memaksakan diri tertawa

“Sekarang kau masih bisa tertawa… tunggu saja sampai aku memberimu hukuman”

“He?oppa masih memikirkan hukuman itu?”

“Tentu saja…. Permainan tetap permainan”

“Ah… oppa curang,oppa yang memilih permainannya”

“jadi kau yang menentukan sekarang?baiklah kau mau main apa ajuma?”

“Aku mau bermain tebak”an… karena oppa namja pabo pasti oppa yang kalah… pertama aku ingin bertanya apakah bunga bisa tumbuh disalju?”

“Aish… apa ajuma sudah gila?tentu saja tidak”

“Tapi oppa salah… aku pernah melihatnya didrama!!”

“Ah… ajuma kau ini pabo atau polos aku juga bingung…. Itu hanya drama… drama… tau kan drama?”

“Araso…. Tapi bisa saja itu benar” terjadi”

“Kalau memang begitu maumu… ya sudah bunga tumbuh diatas salju… puas?”

“Anya… aku tidak puas kalau oppa tidak melihatnya!!”

“ajuma… kumohon jangan menyiksaku… oppa lupakan saja hukuman itu tapi jangan menyiksa oppa lagi seperti ini…. Deal?”

“Anya… aku serius… oppa lihat saja suatu hari kita pasti bisa bersama” melihat bunga itu…. Oppa maukan?”

“Oppa menyerah saja…. Kalau memang bisa kita akan lihat bersama.. oh? Puas”

“Gomawo… tapi aku ada satu pertanyaan lagi”

“Aish…. Otakmu memang benar” otak ajuma…. Apalagi? Burung bisa berenang?”

“Anyi… aku hanya ingin bertanya apa oppa mencintaiku?” aku sangat kaget mendengarnya

“Ajuma… pertanyaan macam apa ini?pertanyaamu tidak ada yang benar”

“Oppa tidak pernah sekalipun mengatakan Sarange… selalu saja aku yang mengatakannya, apa oppa tidak mencintaiku?”

Tiba” saja aku mendekati Hyun.. benar” dekat sampai” aku bisa melihat titik terkecil dari wajahnya. Kumiringkan kepalaku dan kukecup bibir Hyun *–____–*

———————————— Hyun P.O.V ——————————————-

Jantungku seperti terlepas dari tubuhku… kupejamkan mataku rapat”… sesange bibirku menempel dengan bibir Eunhyuk oppa…………. *Bagi yang dibawah umur jangan dibayangin.. Author aja ampe merem melek mikirinnya….. ok?*

“Apa itu sudah bisa membuktikannya?” Eunhyuk oppa mengagetkanku. Aku hanya diam, aku malah masih mengambang dilangit… kepalaku dipenuhi kembang api,bahkan malaikat pun member selamat padaku…. Oppa aku tidak mau turun lagi, disini indah sekali………

“AJUMA… KAU MIMISAN LAGI!!” kali ini Eunhyuk oppa sukses memaksaku turundari langit

“Apa aku sehebat itu sampai” kau mimisan?”

“Ah?” aku masih linglung

“Apa kau belum pernah melakukan ini sebelumnya?” wajah oppa menjadi kabur,mataku berkunang”, darahku keluar makin jelas. Aku tidak bisa mencerna apa yang dikatakan oppa. Perutku mual sekali… aku tidak bisa menahannya lagi, Ah… zat merah kehitam”an keluar dari mulutku… aku tidak kuat lagi darah yang kumuntahkan tidak lagi berwarna merah,darahku sudah tercemar penyakit itu seluruhnya. Darah hitam itu pekat sekali bahkan menggumpal.

“Hyun a.. kita harus pulang ke rumah sakit sekarang, oppa akan memapahmu bertahanlah” Eunhyuk oppa memapahku dipunggungnya

“Oppa… lepaskan aku, aku sudah tidak kuat lagi”

“Andwae… kau harus kuat,oppa ada disini bersamamu”

“Oppa.. aku ada sesuatu untukmu..” aku menyodorkan amplop berwarna merah muda itu padanya

“Kau bisa memberikannya nanti…”

“Anya… harus sekarang..dan oppa berjanjilah untuk membukanya dihari ulang tahunku”

“Ajuma… keadaanmu sudah begini kau malah memikirkan ulang tahun,aku tidak mengerti maksudmu”

“Oppa ambil saja amplop ini dan simpan sampai ulang tahunku…hanya itu saja” aku menjelaskan dengan susah payah… untuk bernafas saja sulit untukku

“Oppa akan melakukannya tapi berjanjilah kau akan kuat” Eunhyuk oppa mengambil amplop itu

“Oppa kalau a..aku sudah ti..tidak ada nanti op-pa harus hi-dup bahagia” dengan terbata” aku berbicara

“Yha… apa maksudmu? Kau akan sembuh dan kita akan hidup bahagia bersama” suara oppa bergetar

“Oppa aku sangat lelah… oppa ceritakan cerita itu hingga aku terlelap” suaraku makin melemah

“Kau harus bertahan,sebentar lagi kita sampai oh? Oppa akan menceritakannya untukmu dengarkan baik” kau tidak boleh ketinggalan satu katapun karena oppa tidak akan mengulangnya lagi”

Aku hanya mengangguk lemah

“Oppa akan melamarmu ketika kau sudah sembuh nanti dan kita akan menikah……. Memiliki anak… bahagia… dan…” aku tidak bisa mendengar semua yang dikatakan oppa, kepalaku seperti film yang diputar berulang”… dan terakhir aku tau ini sudah saatnya…………………….

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Hyuk P.O.V ~~~~~~~~~~~~~~~~~

“….. kita akan menikah dan hidup diluar Seoul, memiliki sepasang anak yang lucu hidup kita akan seperti difilm” bahagia selamanya dan tidak aka nada yang menggangukita lagi.Oppa akan bekerja keras untukmu dan anak kita” Hyun hanya diam

“Hyun a… kau mau anak berapa? Oppa mau dua, yang pertama perempuan dan yang kedua laki”. Bukannya kau juga begitu?” badan Hyun dingin,dingin sekali tubuhnya semakin lama semakin berat

“Hyun a… tidurlah oppa akan membawamu ke rumah sakit, sebentar lagi kita akan sampai” air mataku jatuh, aku terus bercerita tanpa berhenti dan Hyun hanya membatu…… semakin dekat dengan rumah sakit semakin lambat langkahku.

“Hyung hyun wae?kenapa mukanya berlumuran darah?” Leeteuk hyung yang berdiri didepan rumah sakit berubah menjadi pucat

“Anya.. Hyun hanya tidur dia kelelahan” jawabku dengan senyum yang dipaksakan.

Leeteuk hyung mengecek nadi Hyun dan seketika air mata jatuh dari pelupuk matanya

“Hyung a… Hyun… Hyuna…”

“Hyung wae?kenapa kau menangis?Hyun gwaenchana… dia sendiri yang mengatakan dia lelah dan hanya tidur,besok dia pasti bangun dan bersama kita lagi. Hyung badan Hyun dingin sekali, aku harus membawanya masuk” aku meninggalkan Leeteuk hyung yang menangis didepan pintu….

2 Hari kemudian………..

Aku kaget sekali, aku terbaring dirumah sakit dan yang pertama kali kulihat adalah Yesung hyung.

“Hyung… hyun odi?kenapa aku bisa disini?” aku menjadi linglung

“Hyun sudah meninggal 2 hari yang lalu… ka uterus teriak” seperti orang kesurupan dokter memberimu injeksi penenang” jawab Yesung hyung dengan muram

“Andwae… hyung kau pasti bohong.Ini tidak lucu Hyun baru saja kupapah… dia baru saja disampingku. Dia hanya tertidur, dia sudah berjanji akan menikah denganku… mana mungkin….”

Tiba” saja sebuah tinju mendarat dimukaku

“Yah… sadarlah Hyun sudah tidak ada… DIA SUDAH MENINGGAL!!’’ Yesung hyung menarik kerah bajuku

“Hyung… sekarang apa yang harus kulakukan?” aku menunduk tidak berdaya

“Sebentar lagi Hyun akan dimakamkan kami menunggumu sadar dan ini… pergilah kepemakaman Hyun” Yesung hyung memberikan kalung bintang yang kuberikan pada Hyun.Air mataku tidak berhenti menetes.

Dengan langkah gontai aku berjalan keluar…. “Hyun a….” hanya itu yang keluar dari mulutku

##################### Pemakaman #######################

Aku tidak bisa menanggis lagi… air mataku sudah kering dan sekarang yang tersisa adalah duka dan penyesalan. Semua kenanganku bersama Hyun seperti drama yang berputar” dikepalaku semua ucapan Hyun terngiang,kepalaku seakan mau pecah. Aku kembali teringat kejadian 2 hari lalu andai saja aku bisa bersama” dengan Hyun seperti hari itu aku rela mengorbankan segalanya tapi itu tidak mungkin….

Hyun sudah pergi seperti bunga Dandellion yang kami tiup sekali ditiup akan pergi selamanya dan tidak pernah akan kembali. Dadaku semakin sesak,bahkan sekalipun aku tidak pernah menyatakan perasaan cintaku padanya sekalipun dia sudah memintanya….. kenapa susah sekali aku mengucapkan sepatah kata    “ Sarange…..”

Aku tidak kuat lagi…. Sedikit demi sedikit petinya sudah tidak terlihat tertimbun tanah….

Hyun sudah tidak ada didunia ini lagi…

kemana aku akan mencarinya kalau aku rindu?

Kemana aku akan mencari ajumaku lagi?

Aku tidak bisa menahan semuanya…. Tangisku pecah untuk kesekian kalinya…. Hangeng hyung memelukku….

“Hyung… aku mengerti perasaanmu” Hangeng hyung berbisik ditelingaku. Jika Hangeng hyung tidak memelukku maka aku akan jatuh karena kakiku sudah tidak mampu menopong badanku lagi… badanku lemas,aku tidak memiliki semangat hidup lagi… Hyun pergi membawa semangatku…………..

________________________ Desember 2007______________________________

Hari ini Donghae hyung mengajakku bermain ski tapi aku tidak memiliki semangat sama sekali….

“Hyung… ayo kita main!!!” Donghae hyung mengguncang” badanku

“Aniyo… kau saja hyung” aku hanya diam memandangi salju dibawah kakiku

“Aish… kau harus tetap hidup hyung… semenjak hari itu kau seperti mayat hidup”

“Hyung… sebenarnya aku sudah mati… jiwaku sudah dibawa Hyun”

“Kau ini semakin aneh saja….. aku dan yang lain menunggumu disana” Donghae hyung berlari menuju puncak gunung bersama yang lain.

Aku hanya terdiam,diotakku hanya ada Hyun dan Hyun. Kukeluarkan kalung bintang itu…  Aku berjalan tidak tentu arah mataku hanya tertuju pada kalung itu. Tiba” aku menginjak sesuatu

“Ah… apa itu?” aku memandang kebawah dan tiba” aku seperti tersambar petir…

aku menginjak bunga.

Bunga Dandelion.

Bagaimana bisa?seketika itu pikiranku kembali pada hari itu

“ oppa lihat saja suatu hari kita pasti bisa bersama” melihat bunga itu” kata” itu kembali terngiang dikepalaku…. Dengan gopoh aku berjalan mengikuti bunga itu, langkahku terhenti, aku seperti melihat hantu….

Seorang gadis berdiri membawa bunga… dan itu Hyun…

Aku hanya diam…

Aku bingung apa yang harus kulakukan…. Apa aku sedang mimpi?

Hyun hanya tersenyum padaku…..Dan dia berbalik dariku

Secara refleks aku berteriak “Hyun… sarange”

Sekali lagi dia hanya menatapku dan tersenyum

Aku berlari kearahnya….

Dan ketika akan kupegang tangannya dia menghilang begitu saja

——————————— 5 Januari 2008 —————————

Ini adalah hari ulang tahun Hyun….

“Hyun… oppa kembali lagi, kau mungkin sudah bosan melihat oppa datang kesini” Setiap kali aku rindu akan Hyun aku pasti datang kesini…..

“Hyun a… oppa datang menepati janji oppa…. Ini oppa akan membacakannya sekarang” aku mengeluarkan secarik amplop surat yang sudah lusuh….. Dengan gemetaran aku mengeluarkan isinya

Oppa… hari ini hari ulang tahunku…

Kenapa oppa sedih? Wae? Oppa harus tetap semangat meskipun aku sudah tidak ada disamping oppa tapi aku akan selalu ada dihati oppa….

Saat aku menulis surat ini tubuhku sudah sangat lemah… bahkan tanganku sudah gemetaran…. Jadi maafkan aku jika surat ini agak susah untuk dibaca…. Tapi setiap kali aku memikirkan oppa aku seakan tidak mengidap penyakit apapun karena oppa adalah sumber semangatku…

Oppa kumao… karena sudah datang pada hidupku,hidup seorang yeoja biasa yang bodoh. Meski kita hanya bisa bersama untuk sementara tapi itu sudah lebih dari cukup….

Oppa kumao… karena oppa adalah orang yang mengubah hidupku yang biasa ini menjadi indah bahkan sekalipun oppa tidak benar” menganggapku tapi bagiku oppa adalah malaikat yang dipinjamkan Tuhan untuk menghiasi hidupku yang singkat ini

Oppa… kau tau dulu aku selalu berkhayal untuk menjadi istri oppa, menjadi yeoja satu”nya yang ada dihati oppa. Meski itu hanya khayalan tapi aku sangat bahagia saat memikirkannya, tapi sekarang aku tau dan sadar kalau itu tidak lebih dari mimpi

Oppa kumao… karena sudah mau bersamaku dan ‘meminjamkan’ hati dan cintamu walau untuk sementara tapi bagiku itu abadi selamanya….

Oppa izinkan aku membawa khayalan,mimpi,kenangan,hati dan cintamu karena aku tau aku akan sangat kesepian disana…

Oppa miane aku sudah meminta terlalu banyak tapi sekarang aku tidak akan menyusahkan oppa lagi…

Oppa miane… aku harus muncul dihidup oppa,aku hanyalah mimpi buruk bagi oppa tapi sekarang oppa sudah bisa berhenti berpura” mencintaiku

Oppa mulai hari ini kumohon lupakan aku karena aku sudah tidak nyata lagi untuk oppa…

Dan satu lagi… aku akan disini berdoa bahkan aku akan meminta langsung pada Tuhan supaya oppa hidup bahagia dan menikah dengan yeoja yang diciptakan untuk oppa lalu memiliki malaikat” yang akan meramaikan hidup oppa… aku tau Tuhan pasti mengabulkannya karena aku sudah sangat dekat denganNya bahkan aku selalu disampingNya

Oppa permintaa terakhirku hiduplah dengan yeoja pilihan oppa meskipun aku tau aku sangat iri dengan yeoja itu…

Mungkin kita diciptakan tidak untuk bersama dikehidupan ini tapi semua itu sudah lebih dari cukup……

Oppa sarange….

Park Chae Hyun

“Yha.. ajuma surat perpisahan macam apa ini? Kau memang selalu menyusahkanku bahkan sekarang sekalipun.. dan apa? Kau membawa pergi semuanya tapi kau memintaku untuk hidup bahagia dengan yeoja lain? Yha… hatiku sudah kau bawa bagaimana aku bisa mrncintai orang lain lagi? Kau memang mimpi buruk bagiku, buruk sekali… sekarang hidup oppamu ini tidak lebih dari mimpi buruk.” Aku menarik nafas dalam” kutahan air mataku agar tidak jatuh dari pelupuk mataku

“Doa macam apa ini?ajuma… kau seharusnya mengatakan pada Tuhan supaya mempersatukan kita, meski sekarang kita tidak bisa bersama tapi setidaknya kita masih memiliki harapan dimasa yang akan datang, dan yang paling oppa sesalkan adalah kenapa oppa tidak bisa hidup tanpamu kau malah pergi meninggalkan oppa begitu saja… Yeoja macam apa kau ini? Padahal kau sudah berjanji akan menikah dengan oppa.Ajuma kau harus bertanggung jawab karena sudah membawa cintaku bersamamu sekarang aku sudah tidak bisa mencintai yeoja lain lagi,kau harus bertanggung jawab oppa tidak mau tau…” aku berbicara seakan Hyun berada disampingku

“Ah… betapa bodohnya aku meminta pertanggung jawaban dari yeoja kepala besi sepertimu… tapi satu yang harus kau tau kalau oppa sama sekali tidak menyesal mencintaimu, oppa….”

Ucapan kuterpotong oleh air mataku yang jatuh,aku meletakkan kalung Hyun dimakamnya aku rasa aku harus mengembalikannya pada Hyun

“Oppa sangat mencintaimu… selamanya walaupun kau sudah tidak ada tapi kau akan selalu ada dihati oppa… Miane oppa tidak bisa mengabulkan permintaan terakhirmu… oppa hanya akan hidup bahagia bersamamu meskipun kau sudah tidak ada oppa akan memilih menunggu hingga waktu yang akan datang… ini semua oppa lakukan karena oppa sangat sangat mencintaimu dan perasaan ini tidak akan bisa diubah sampai kapan pun…. Sarange Hyun a…. oppa phogosipho”

Kupandangi langit cerah itu

aku tersenyum aku tau Hyun sedang memandangiku disana……………….

Aku sangat rindu, sungguh……

=============================THE END ============================

*Mian kalau Endingnya mengecewakan… author sudah berusaha supaya akhirnya happy tapi tetep aja sad ending……

*kalau memungkinkan author pengen bikin lanjutannya tapi itu juga kalo bisa

*Terakhir : Hargailah dengan COMMENT

Gomawo udah mau baca  ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s