fanfictions

Love Letter To A Stranger

Annyeong ^^ kali ini aku buatin FF buat TWINS aku yang lagi ulang tahun : Nisrina Thurfah !! Saengil Chukhadurimnida Nae Chinguya ~😀 eh mungkin FF kali ini rada sedikit aneh, judul dan cerita tidak ada sambungannya *menurut author*

Main Cast :

–          Nisrina Thurfah as Han Ni Rin

–          Cho Kyu Hyun

–          Cho Ahra

Genre : Romance

Author : Amelia Garsaed😀

Durasi : Oneshoot

Nb : THIS IS MY FANFICTION !! MY IDEA !! DO NOT COPY AND PASTE WITHOUT MY PERMISSION !! THANKS !

—- Love Letter To A Stranger —-

Han Ni Rin POV

“ Uang !! Dimana uang itu di sembunyikan ?! Dimana si tua itu menyembunyikannya !!! “

Eomma mengobrak-abrik seluruh isi lemariku. Aku hanya dapat duduk santai di ujung kamarku. Hh… beginilah yang terjadi jika Appa sudah berangkat kerja. Eomma pasti akan mengobrak-abrik seluruhr rumah hanya untuk uang.

“ Yha Nirin-ah !! Jangan hanya duduk manis di ujung sana !! Bantu eommamu yang manis ini mencari uang yang disembunyikan oleh si tua itu !! “

Aku mendekap kedua tanganku didada, “ yha !! Bisa-bisanya eomma memanggil Appa dengan sebutan ‘si tua’ ?! Dia suamimu eomma !! “

“ Huh, ingat baik-baik ya Nirin-ah, aku hanya mencintai uangnya ! untuk orangnya ? Buat apa ! Dia itu tua dan tidak berguna ! “

Tanpa basa-basi aku langsung keluar dari kamar. Aku malas menghadapi hinaan yang akan keluar dari mulut eomma. Baru beberapa menit aku dapat bernafas lega kakakku datang dari arah kiri. Han Ji Eun.

‘’ Yha Nirin-ah, uangmu ada berapa ? onniemu yang cantik ini butuh uang ! aku ingin membeli kalung, tapi uangku sudah habis ! berikan uangmu “

Aku menggeleng, “ uangku di ambil eomma, minta saja padanya “

Plak!

Tamparan keras mengenai pipiku lagi. Apakah aku lupa berkata bahwa Han Ji Eun itu orang yang ringan tangan ? ku usap-usap pipiku yang memerah dan sedikit berbekas tamparan itu. Ku tatap mata onnieku dengan tajam.

“ aku hanya berkata yang sebenarnya ! mengapa kau menamparku ?! “

“ GUTJIMAL !! JANGAN BOHONG DENGAN ONNIEMU ! DIMANA UANG ITU ?! “

“ CARI SAJA BERSAMA EOMMA !!! “

Aku melongos pergi meninggalkan onnie dan eommaku. Aku sudah yakin beribu-ribu persen. Sebentar lagi pasti rumahku akan dihiasi oleh pria-pria muda yang berkantong tebal. Huh, dasar jalang !

***

Ku langkahkan kakiku ketempat biasa aku sendiri, tak lupa dengan tas punggung merahku. Disini aku tenang. Hanya edaran taman yang sedikit tidak terawat, banyak ilalang tinggi yang menjulang. Tapi disinilah aku tenang, aku selalu terbebas dari para perempuan jalang itu.

Ku langkahkan kakiku ke tempat sangkar burung yang sudah usang namun masih meninggalkan kesan manis. Ku intip, sesuai dugaan, ada amplop lagi !

Aku menarik amplop tersebut. Kali ini berwarna kuning. Mungkin kalian berfikir aku sedikit tidak sopan karna mengambil barang milik orang lain, tapi ini surat khusus untukku entah dari siapa yang jelas berinisial CK dan selalu memanggilku Luna.

Ku sobek amplop tersebut. Ku ambil secarik kertas yang tersembunyi didalamnya. Dan mulai kubaca pelan-pelan

‘’ Dear Luna…, selalu di tempat yang sama aku melihatmu, selalu di situasi yang sama aku melihatmu, selalu dalam keadaan yang sama aku melihatmu. Aku selalu melihatmu dalam keadaan sedih, dan pasti pipimu selalu menyisakan bekas merah. Aku selalu menduga itu bekas tamparan.. benarkah ? aku ingin sekali mendatangimu, namun aku takut kau tidak mau bertemu denganku. Aku bahkan sedikit yakin bahwa ketika kau melihatku kau akan berlari meninggalkanku… sekian suratku padamu.. kuharap dikesempatan lain jika kau datang ke sangkar burung itu, kau akan datang dengan senyuman indah yang menghias di mukamu ‘’

Aku tersenyum dan menyimpan surat tersebut. Aku sedikit heran dengannya. Ia sering sekali mengirimiku surat-surat aneh seperti ini, tapi aku tak pernah mengangkap sosoknya. Siapa dia sebenarnya ?

Berkali-kali pula aku membalas surat darinya, namun setiap harinya pasti sama, pertanyaanku tidak dijawabnya, dan nyaris pasti berbeda dari yang aku balas. Aku sedikit sedih karna itu. Aku mengambil secarik kertas dan pulpen yang ada di dalam tasku. Dan mulai menuliskan balasan untuknya. Semoga ia membalasnya….

-esoknya-

Prank!

Ku tutup telingaku rapat-rapat. Bunyi pecahan, bunyi tamparan, dan kata-kata kasar selalu terjadi saat Appa sudah tidak pergi bekerja.

“ YHA !! ambilkan aku bir lagi !! “

“ yobo… kau jangan terlalu banyak minum… nanti kau akan sakit “

“ aku tidak peduli !! JI EUN !!! NIRIN !!! Seseorang tolong ambilkan aku bir lagi “

Ingin rasanya aku menangis mempunyai keluarga sehancur ini. Appa yang suka mabuk-mabukan, Eomma yang hanya manis di depan Appa, dan onnie yang selalu menjual dirinya hanya untuk uang. Aku benci dengan mereka semua yang selalu termakan oleh ketamakan harta.

Aku mengambil tas merahku dan mulai berjalan meniggalkan rumah terkutuk itu.

***

Ketika aku sampai ditaman tersebut, pertahananku mulai goyah. Badanku berguncang menahan tangis yang akan keluar dari mataku. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

‘tidak, aku tidak bisa menangis, aku tidak boleh menangis ! aku perempuan yang kuat, aku tidak boleh menangis !’ batinku

Aku tidak sanggup berdiri lagi. Aku jatuh terduduk. Ku tutup mukaku dengan kedua telapakan tanganku. Pertahananku pecah, aku menangis. Tiba-tiba aku mendengar langkah kaki yang mendekat ke arahku. Ku balikkan badanku. Seorang yeoja yang amat sangat cantik berdiri dibelakangku.

“ Annyeong “ sapanya ramah

“ a..annyeong “

Ia tersenyum, manis, sangat manis.

“ Cho Ahra imnida “

“ Han Ni Rin imnida “

“ bolehkah aku duduk disampingmu ? “ tanyanya sambil menunjuk hamparan tanah disampingku

Aku tersenyum kecil dan mengangguk, “ silahkan, taman ini bukan milikku “

Ia duduk disampingku, “ kenapa kau menangis ? apakah kerjaanmu hanya menangis dan menangis ? “

“ eh ? kau selalu memperhatikanku ? “

Ia tersenyum, “ ne, aku dan adikku selalu memerhatikanmu dari sana “

Ia menunjuk sebuah rumah mewah yang tak jauh dari padang ilalang ini. Aku mengikuti arah tangannya dan sedikit tersenyum. Eh tunggu, jangan-jangan…

“ em, apakah kau yang selalu mengirimkan surat untukku ? dan meletakkannya di sangkar burung itu ? “

Lagi-lagi ia tersenyum, “ aniy , itu bukan aku.. dugaanmu sedikit meleset “

Aku terduduk lemas. Hh.., aku kira aku sudah menemukan orang yang berinisial ‘CK’ itu !

“ eh, tapi tidak meleset-meleset juga sih “

“ maksudmu? “ tanyaku sedikit bingung

“ yah.. untuk yang mengirimkanmu surat itu memang bukan aku, tapi yang meletakkannya disangkar burung itu, itu aku “

“ mwo ? jadi kau tau siapa CK itu ?? “

Ia tersenyum dan mengangguk, “ ne, aku kenal dengannya “

“ bisa kau beritau aku siapa dia ? “

“ miane.. belum saatnya , oh iya ini surat darinya aku sampai lupa.. “ ia menyodorkanku selembar surat berwarna putih tulang “ aku pergi dulu ya, Anyeonghie Gaseyo “

Ia berdiri dan berkjalan menjauh dariku. Aku melambaikan tangan kiriku yang bebas,

“ sampai jumpa kembali “ teriakku

Setelah kulihat Ahra cukup jauh dari tempatku, aku mulai menyobek surat tersebut. Ada perasaan aneh yang menyelimutiku ketika akan membukanya. Ku keluarkan secarik kertas berwarna putih dari dalam amplop tersebut. Tanganku bergetar membukanya…

‘’ saat aku keluar dari rumahku, aku kembali melihatmu. Dan sesuai perkataanku sebelumnya, aku selalu melihatmu duduk dan merenung. Tapi ada yang aneh dengan kali ini, pipimu tidak memerah seperti biasanya, namun matamu yang memerah.. dan entah mungkin suatu jawaban atau tidak, kau tiba-tiba menangis… uljima.. demi apapun aku ingin mendatangimu saat itu, memelukmu dan mengatakan ‘uljima’ berkali-kali kepadamu.. aku tak ingin melihat Kristal bening itu jatuh membasahi bumi.. tapi aku sadar aku tak akan bisa mendatangimu.., sebesar apapun keinginanku.. jangan menangis Lunaku sayang.. jebal.. ‘’

Tanpa terasa senyumku mengembang dengan sendirinya…

***

Cho Kyu Hyun POV

Aku hanya dapat menatapnya dari jauh. Aku ingin mendatanginya, memeluknya, dan membuatnya tersenyum. Namun aku sadar diri, turun dari tempat tidur saja aku butuh bantuan Noona-ku.

“ Ahra noona… “ panggilku

“ ne ? “

Aku tersenyum mendengar langkah kaki yang mulai datang ke kamarku. Tiba-tiba pintu terbuka dan wajah cantik Noonaku menghiasi pemandangan didepanku.

“ waeyo Kyu-ah ? “

“ suratnya sudah engkau berikan ? “

Ia mengangguk, “ sudah aku berikan, oh iya aku rasa mulai sekarang kau tak perlu memanggilnya Luna lagi, aku sudah tau namanya. Namanya itu….  “

“ jangan beri tau aku namanya !! “ potongku cepat, “ biarkan aku memanggilnya Luna, jebal Noona “

“ arasso, kalau itu maumu aku tak akan melawan, eh kau tidak main psp ? jarang.. “ ahra noona menatap psp yang tergeletak manis di mejaku

Aku tersenyum dan menggeleng lemah, “ aniy , aku terlalu sibuk memikirkan Luna sehingga lupa akan pspku “

“ sampai sekarang aku masih bingung kenapa kau memilih nama ‘luna’ untuk memanggilnya “

“ karna dia dewi bulanku.. “

Ahra noona hanya menatapku bingung. Ya…, yeoja itulah Dewi bulanku.

“ kalau sudah tidak ada keperluan lagi noona pergi yaa.. noona mau masak “

“ eh noona tunggu !! aku mau bertanya satu hal… “

“ mwo ? tanyakan saja Kyu… “ ia tersenyum manis

Aku sangat beruntung mempunyai Noona cantik dan baik sepertinya. Ia bisa menempatkan diri sebagai seorang Noona dan seorang Eomma dihidupku.

“ a..apakah menurutu noona, aku pantas jika mencintai Luna ? “
“ ma..maksudmu ? “

“ aku mencintai Luna noona.. aku ingin dia menjadi yeojachinguku… apakah pantas ? “

Aku mengamati diriku sendiri. Rasanya tidak pantas aku menjadi seorang pacar untuk Luna. Ia terlalu sempurna untukku, sedangkan aku ? orang-orang disekitarku saja menatapku dengan pandangan jijik.

Ahra noona tersenyum dan mendatangiku, ia memegang tanganku erat.

“ noona sangat setuju jika kau ingin menjadi pacar Luna, Luna pasti bahagia… “

“ tapi aku takut noona, ia terlalu sempurna, sedangkan aku ? tidak.. aku tidak sempurna !! “

Ia membelai kepalaku lembut, “ Luna orang yang baik, aku tau… kau kirimkan saja surat padanya dan bertanyalah apakah dia mau bertemu denganmu atau tidak “

Han Ni Rin POV

Aku sedikit berlari dari arah rumah. Laki-laki yang dipanggil eomma dan onnieku sangat menyeramkan. Okelah kantong mereka tebal, tapi mukanya… hua !!!

Apakah eomma dan onnie di butakan oleh uang mereka ? ya tuhan, ku mohon sadarkanlah mereka….

Aku mendatangi padang ilalang seperti biasa. Ku tarik nafasku yang menurutku sudah tersisa satu-satu tersebut. Ku bersihkan keringat yang ada di dahi dan leherku. Ku lirik sangkar burung yang lumayan jauh dari tempatku tersebut. Ku datangi dengan perasaan campur aduk. Aku merasa penantianku akan berakhir (?)

Ada surat. Namun kali ini berwarna hitam. Pikiran burukku mulai berkeliaran. Aku menggelengkan kepalaku. Dan mulai mengeluarkan secarik kertas yang ada didalamnya.

‘’ aku ingin menemuimu Luna… maukah kau bertemu denganku ? aku ingin mengatakan sesuatu padamu sesuatu yang amat penting menurutku dan tak dapat ku katakan dalam surat ini.. kalau kau mau aku akan menunggumu di dekat sangkar burung tersebut, jika kau tak mau menemuiku itu baik-baik saja, aku akan menunggumu sampai aku mati sekalipun.. percayalah Luna… p.s : jika kau mau datang aku tunggu mulai jam 12 besok pagi ‘’

Jantungku berdebar dengan sendirinya. Apa yang ingin dia katakan ? jangan-jangan…. aku menggeleng-geleng keras. Jangan berharap Nirin… lagipula apakah kau mencintainya ? seseorang yang sosoknya saja tidak kau ketahui ! tapikan.. selama ini yang perhatian denganku hanya dia.. memang salah jika aku menyukainya ?!

Aku memutuskan untuk menemuinya besok pagi. Di samping sangkar burung itu. Siapapun dia, bagaimanapun rupanya aku tak peduli. Aku baru menyadari bahwa ternyata aku menyukainya….

-esoknya-

Ku bongkar-bongkar lemariku berniat mencari baju yang terbaik yang aku miliki. Hh.., semuanya jelek !! maklum, mana mungkin aku bisa membeli baju yang bagus jika semua uangku diambil oleh eomma dan onnieku. Sial ! hanya dress selutut berwarna putih itu saja yang menurutku bagus. Apa boleh buat, sekali-kali menggunakan dress..

Setelah aku pakai dan merasa rapi, aku berjalan ke meja riasku. Apa ikat seperti biasa ? atau.. digerai saja ? hmm…, aku berkutat di cermin selama kurang lebih 15 menit. Aku tersenyum, akhirnya aku cantik juga

Eh tunggu, untuk apa aku tampil cantik hanya untuk bertemu dengannya ??

“ ah molla !! “ teriakku

Tiba-tiba onnieku berdiri di sampingku dan berdecak kagum. Dari padangan matanya aku tau ia sedang mengejekku.

“ oediro gaseyo ? “ tanyanya dingin

“ bukan urusanmu “

“ wah onniemu tidak menyangka, kalau ternyata adiknya sudah berubah jalang juga, kau bertemu dengan siapa ? uangnya berapa ? “

Tanpa terasa mukaku panas mendengarnya. Tanganku nyaris begerak untuk menamparnya. Tapi aku sadar diri. Aku bukan wanita murahan sepertinya, apalagi ringan tangan. Aku hanya tersenyum meremehkan dan berlalu darinya. Masa bodoh apapun komentarnya.

Aku hanya berjalan santai. Biasanya aku selalu berlari namun kali ini, aku tak ingin berlari. Aku ingin menikmati indahnya pemandangan sekitar. Tanpa terasa aku sudah sampai dipadang ilalang tersebut. Ku edarkan pandanganku, ah itu dia sangkar burungnya !

Aku berjalan mendekat. Ku lihat sosok bayangan hitam berdiri di belakangnya. Apakah itu CK ?

“ A..annyeong… “ sapaku takut-takut

Ia mendongak. Aku merasakan kakiku lemas seketika. Wajahnya, matanya, bibirnya, hidungnya… semua membuatku panas dingin. Ia melihatku dan tersenyum. Sial ! aku merasakan mukaku memanas, pasti merah !!

“ annyeong, Luna baru sampai ya ? “

Aku mengangguk grogi, “ ka..kau CK ? “

“ ne, choneun Cho Kyuhyun imnida “ ucapnya sambil tersenyum

Astaga ! senyumannya. Ya tuhan ! Ya tuhan ! Ya tuhan !! aku sampai lemas di buatnya. Mukaku pasti benar-benar merah. Jantungku berdebar tidak teratur. Hanya gara-gara melihatnya kah ? oh, aku baru sadar jatuh cinta itu seperti ini rasanya.

Tiba-tiba ia memegang kedua tanganku dan di genggamnya erat. Ia menatapku tepat dimataku. Darahku berdesir hebat.

“ Luna.. “

“ em…ne ? “

“ sarange… “

Dadaku berhenti berdetak. Darahku berhenti mengalir. Apa katanya tadi ? aku tidak salah dengarkan ? aku terdiam cukup lama. Perlahan-lahan senyuman yang menghiasi wajahnya sedikit memudar.

“ aku tau, kau tak mungkin juga mencintaiku, apalagi kalau kau melihat kondisiku “

Eh ? kondisi ? aku segera tersadar. Pantas saja aku merasa Kyu lebih pendek dariku, dia duduk diatas kursi roda. Hatiku rasanya menjadi sedikit tersentuh. Ya tuhan, ingin sekali aku menangis melihat ke adaannya namun entah mengapa air mata ini tak ingin turun. Terlalu banyak yang sudah ku keluarkan.

“ Kyu-ah… “ panggilku pelan

Ia tersenyum. Senyuman yang entah kapan mulai berubah menjadi senyuman yang sangat kusukai dan berubah menjadi senyuman yang ingin kulihat setiap hari.

“ ne ? “

“ bolehkah aku berkata bahwa aku.. juga mencintaimu ? “

Matanya sedikit membelalak kaget. Apakah aku tak pantas mencintainya ?

“ m..mwo ? ka..kau juga mencintaiku ? “

Aku mengangguk pelan, “ karna selama ini hanya kau yang memperhatikanku, tanpa sadar aku mulai mengagumimu, lalu… sejak bertemu denganmu tadi.. mungkin ini sedikit konyol tetapi ini kenyataan aku langsung jatuh cinta denganmu “

Ia tersenyum hangat, namun senyum itu berubah. Senyumnya menghilang. Oh.. padahal aku tak ingin kehilangan senyumannya.

“ apa kau tak malu dengan… “ ia tak melanjutkan kata-katanya.

Sepertinya aku sudah tau apa yang akan dia katakan…

Aku menggeleng, “ seharusnya aku yang berkata seperti itu, apa kau tak malu jika melihat keadaan keluargaku ? appaku yang sangat gila minum-minuman, eomma yang gila harta, dan onnie yang mau melakukan apa saja demi uang, kau tak malu ? “

“ selama kau tidak termasuk dalam perilaku seperti itu untuk apa aku malu ? aku sudah tau mengenai keluargamu, tapi aku tidak peduli, karna aku sadar aku sendiri tidak sempurna tidak ada manusia yang sempurna didunia ini ‘’

Aku tersenyum, entah setan dari mana yang mendorong tubuhku untuk memeluk badannya.

“ sarange oppa… “

“ kau.. “ ia tak dapat berkata apa-apa

Ia hanya membelai lembut rambutku dan memelukku semakin erat. Matahari semakin bersembunyi dibalik awan, namun senyuman manis tak akan terhilang dari bibirku dan bibir Kyu oppa. Mulai sekarang hingga selamanya aku akan bergerak maju dan tak akan pernah menangis lagi, mulai sekarang aku tak akan peduli lagi dengan perlakuan keluargaku, yang penting aku mempunyai seseorang yang akan slalu menyayangiku sampai kapanpun

End

Hahahah, aneh yaa ? sori aku sendiri bingung ini FF maksudnya apa, maklum buatnya pas abis nonton ‘Postman to Heaven’ ceritanya nda jauh-jauh beda sih hahahaha😀

SAENGIL CHUKHAEYO NAE CHINGUYA !!!

3 thoughts on “Love Letter To A Stranger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s