fanfictions

Min.. Mianhae.. Naega Jalmothaesso…

Ini FF kebut kilat singkat dan padat hanya karna aku lagi emosi nontonin sushow 3, pas nonton Sungmin-if you leave aku jadi kepikiran untuk buat FF, jadi yaah agak rada nggak nyambung juga sih , kekeke, jeongmal miane ini FF kebut >,<

 

Main Cast :

–         Nadia Almira Augusta as Shin Na Min

–         Lee Sungmin as Namin’s boyfriend

 

Nb : miane saeng , marga kamu aku ganti, soalnya setauku sesama marga nggak boleh pacaran hahahaa😀

 

Shin Na Min POV

 

Aku memasuki gedung tersebut dengan perasaan takut. Aku sendirian. Itu yang membuatku takut. Tapi, demi tiket yang sudah susah payah dia dapatkan aku rela deh walau harus senrian !

Kepalaku celingukan (?) mencari tempat dudukku. Eh ? aku dapat yang duduk atau tidak ya ? aku juga nggak tau ! argh ! berada dikumpulan lautan ELF seperti ini juga membuatku sedikit bingung. Mereka menutupi jalan. Ah sudahlah, aku duduk saja bersama mereka. Ku lirik jam tanganku, haish sudah malam lagi, kapan akan dimulai ??

 

Berberapa saat kemudian…

 

Mereka mulai berdiri dan masuk kedalam gedung. Sudah disuruh masuk, ya ? akukan belum tau dimana tempatku !! tiba-tiba sebuah ide melintas dalam pikiranku. Kenapa aku tidak bertanya padanya saja ya ?

Ku ambil handphoneku dan mulai menghubunginya. Semoga ia masih bisa di hubungi…

 

‘’ yoboseyo, oppa , aku duduk dimana ?! ‘’

‘’ ….. ‘’ sahut suara di seberang sana

‘’ oh , gomawo oppa… ‘’

‘’ …. ‘’

‘’ sendiri, wae ? ‘’

‘’ … ‘’

‘’ oh, iya ‘’ saat aku hendak menutup telefonku aku tiba2 tersadar, ‘’ oh iya oppa, hwaiting !! ‘’

‘’ …. ‘’

‘’ ye , annyeong ‘’

 

Aku tersenyum dan menutup sambungan. Aku mulai masuk. Oh tuhan bantu aku. Ini pertama kalinya aku nonton Sushow secara live. Biasanya aku hanya menonton dari dalam CD atau secara live dari youtube. Agak sedikit grogi juga sih, hehe…

 

*loncat langsung yang sungmin-if you leave*

 

Omo ! habis ini Sungmin oppa akan menyanyi solo ? haish , penampilannya saat bernyanyi bersama Ryeowook oppa saja sudah membuatku deg-degan ditambah sekarang dia akan bernyanyi solo ???

Lampu dipadamkan tiba-tiba….

Sosok sungmin oppamucul dari panggung di tambah empat orang penari ?? tanpa sadar aku menahan nafas. Ya tuhan, mereka menari.. sangat dekat… sungguh dekat… oh. Tanpa sadar air mataku menetes begitu saja.

Namin…. kau harus sabar… ini hanya pekerjaannya.. ini konsekuensimu sebagai pacarnya.. kau tak boleh marah Namin… kau harus percaya.. sungmin oppa itu pacarmu Namin… kau tak pantas marah…

Akhirnya lagu berakhir. Walau hanya berdurasi 3 menit, itu mampu membuat hatiku hancur berkeping-keping. Tanpa basa-basi aku langsung keluar dari gedung. Masa bodoh, aku tak peduli ! yang jelas aku harus pergi dari sini, sekarang !!!

Aku mengatur nafasku di pinggir jalan. Air mataku masih mengalir di mataku. Bayangan itu masih tersimpan dalam fikiranku. Lagu itu masih terngiang di telingaku. Dan itu makin membuat hatiku hancur. Ya tuhan….

Tiba-tiba hpku bergetar tanda ada sms, aku membukanya dengan tangan bergetar. Jangankan tangan, kakiku saja lemas !!

 

From : Sungmin oppa

Chagia.., bagaimana ? apakah tadi aku tampil bagus ? aku sudah berusaha semaksimal mungkin.. miane kalau kurang memuaskan

Aku tersenyum miris.

 

To : Sungmin oppa

Sangat bagus , Lee Sungmin !!

Ku tekan tombol send. Setelah muncul pemberitahuan pesan terkirim aku langsung mencabut batrai hpku tanpa mematikannya terlebih dahulu. Entah mengapa aku menangis lagi. Padahal aku sudah memohon-mohon kepada eomma agar bisa keluar, namun.. ini kah balasan darinya ??

 

Lee Sung Min POV

From : Min Chagia

Sangat bagus, Lee Sungmin !!

Mwo ? dia marah ? wae ? apakah aku ada salah ? haish, kalau begini caranya bagaimana aku mau melanjutkan show ?? dengan perasaan tak tenang seperti ini. Sepertinya Leeteuk hyung menyadari kegelisahanku. Ia berjalan mendatangiku.

‘’ Sungmin yha, waeyo ? ‘’ tanyanya khawatir

Aku tersenyum terpaksa, ‘’ gwencahana hyung.. hanya masalah sepele ‘’

‘’ eh ? kau sedang ada masalah ? ‘’

‘’ sepertinya Min marah denganku ‘’

‘’ Namin marah ? wae ? ‘’

‘’ molla , aku juga bingung ‘’

Ia menepuk-nepuk pundakku, ‘’ jangan sampai masalah ini kau tunjukkan kepada Elf di luar sana, mereka pasti sangat peka ‘’

‘’ ye , aku mengerti hyung.. ‘’

Sebentar lagi aku tampil. Entah mengapa aku merasakan kekecewaan yang amat dalam. Tapi mengapa ? semoga itu bukan karena Min !

Saat naik kepanggung aku baru sadar kekecewaan apa yang akan aku rasakan. Min tidak ada. Mataku berjelajah mencari sosok Min diantara 10.000 penonton *emang 10.000 ya?* tapi nihil, aku tetap tidak menemukannya. Kemana dia ? apakah dia pulang ? mengapa ? padahal aku sudah janji akan mengantarnya pulang selesai show ! min , kau dimana ?

Saking seriusnya aku mencari Min , aku sempat lupa menyanyi. Untung saja hal itu tidak terjadi, syukurlah aku masih bisa bersikap professional. Min…

 

-selesai show-

 

‘’ hyung, aku pulang dulu ya ! annyeong ‘’

Tiba-tiba tangan Kyuhyun mencegahku. Ia mencengkram pergelangan tanganku.

‘’ kau tidak ikut kami ke restoran terlebih dahulu ? ‘’

Memang sih, tadi manager Soo Man *mian masih pake yang Lee Soo Man* mengajak kami untuk minum-minum dan merayakan keberhasilan sushow 3 pertama kami. Aku menggeleng lemah, Min sungguh penting sekarang.

‘’ aniy.., aku ada masalah, kalian saja… ‘’

‘’ ayolah hyung.. sekali-kali ‘’

Entah datang darimana , Leeteuk menghampiriku dan Kyuhyun lalu melepas cengkraman tangan Kyuhyun di tanganku.

‘’ biarkan dia pergi Kyu.. dia sedang ada masalah dengan Namin ‘’

‘’ Namin kenapa ? ‘’ *FYI aja sih, ‘Min’ panggilan kesayangannya Umin buat Namin, hehe*

‘’ molla, maka dari itu aku mau kerumahnya ‘’

‘’ mwo ? semalam ini ? ‘’

‘’ makanya aku harus cepat !! sudah ya, anyeonghie geseyo ‘’

Aku langsung melesat meniggalkan Kyuhyun dan Leeteuk hyung. Samar-samar kudengar mereka berkata ‘Sungmin hwaiting !’ ya, Hwaiting !!

 

-didepan rumah Namin-

 

‘’ hh..hh..hh.. ‘’

Aku merasakan nafasku akan habis ku gunakan untuk berlari-lari. Untung saja aku sudah menggunakan penyamaran yang sempurna, bisa gawat kalau ada yang mengenaliku ! setelah merasa istirahatku sudah cukup aku mengetuk-ngetuk pelan pintu didepanku.

‘’ Min-ah… ‘’ panggilku pelan

Tiba-tiba pintu terbuka. Padahal tadi aku berharap Min yang membukanya untukku, namun ternyata aku salah, ternyata yang membukanya bukan Min tapi eommanya. Apakah ternyata Min memang marah padaku ?

‘’ oh kau Sungmin-ssi, em, mencari Namin ya ? ‘’

‘’ ye ahjumma, apakah dia ada dirumah ? ‘’

‘’ ada, wae ? ‘’

‘’ bisakah aku bertemu dengannya ? ‘’

‘’ sepertinya tidak bisa, bukannya ahjumma tidak mengizinkan tapi setelah tiba dirumah tadi dia langsung mengunci dirinya dikamar, dan sampai sekarang belum keluar, ahjumma khawatir dia sedang stress , karna dia pulang dengan menangis…  ‘’

Kakiku langsung lemas mendengar penuturannya. Min menangis ? apakah semua gara-gara aku ? sepertinya begitu.

‘’ em , Sungmin-ssi bukannya ahjumma mau mengusir ya.. tapi sepertinya ini sudah terlalu malam.. kau.. ‘’

Aku mengangguk mengerti, ‘’ baiklah ahjumma… kalau Min sudah keluar sampaikan salamku padanya ya.. ‘’

‘’ ye, akan ahjumma sampaikan ‘’

‘’ gomawo ahjumma, anyonghie geseyo ‘’

Aku berjalan menjauh dari rumah Min yang asri tersebut. Hatiku seakan-akan diremas hingga hancur berkeping-keping. Min.. waeyo ?

 

Shin Na Min POV

 

Eomma masuk kedalam kamarku dan tersenyum manis kepadaku. Eomma menghampiriku dan duduk disamping tempat tidurku. Ia membelai lembut kepalaku.

‘’ kenapa tak ingin bertemu dengan Sungmin ? ia sangat khawatir denganmu… ‘’

‘’ aku.. ‘’

Aku tak dapat berkata apa-apa. Tiba-tiba bayangan saat Sungmin oppa menyanyi tadi terbayang lagi dalam ingatanku, dan itu membuat air mataku turun lagi. Ya tuhan, sudah berapa banyak air mata yang ku keluarkan malam ini ?

‘’ Namin… kau kenapa sayang  ? ‘’

‘’ sungmin oppa… sungmin oppa… ‘’

Eomma langsung memelukku erat. Tanpa aba-aba, aku langsung menumpahkan semua air mataku di dadanya. Aku menangis, menangis, dan menangis berharap dengan menangis semua penderitaan ini akan sirna. Tapi percuma, bayangan itu.. terus menghantui ingatanku, dan itu membuatku harus menangis semakin banyak.

‘’ sungmin kenapa ? ‘’

‘’ dia jahat ! dia jahat eomma ! aku benci dia !! aku benci berurusan dengannya ! dia menipuku !! ‘’

‘’ memang apa yang dia lakukan ? ‘’

‘’ dia… ‘’ aku menceritakan dari awal hingga akhir. Eomma hanya tersenyum mendengarkan semua penuturanku. Saat aku menceritakannya aku berusaha sekuat tenaga agar air mataku tidak turun. Tapi sia-sia… setiap kata dimana aku menggambarkan bahwa aku sedang terluka.

‘’ hanya itu ? ‘’ tanya eomma setelah aku selesai bercerita

Aku mengangguk lemas, ‘’ ye eomma, menurut eomma apakah aku kelewatan ? ‘’

‘’ kalau eomma diposisi kamu eomma pasti juga akan melakukan itu.. tapi satu hal yang harus kau ingat, itu pekerjaannya dan itu konsekuensinya kalau kau menjadi pacar seorang artis terkenal, ditambah lagi apa kau tidak sadar diluar sana banyak yeoja yang ingin sekali menggantikan posisimu.. kau adalah orang yang beruntung Namin.. ‘’

Penjelasan eomma panjang lebar mampu membuatku berfikir dua kali. Eomma benar, aku termasuk orang yang beruntung.

‘’ tapi eomma.. akukan cemburu !! bayangkan saja, aku dan dia bahkan tak pernah berpegangan tangan ! tapi dia.., dia memegang-megang badan yeoja lain, empat yeoja eomma , empat !! aku kecewa.. ‘’

Eomma membelai halus kepalaku, ‘’ Namin.. eomma kan sudah bilang, itu konsekuensinya.. kau harusnya mengerti.. kau sudah dewasa, kau pasti tau mana yang terbaik untukmu ‘’

Aku mengangguk, ‘’ eomma mungkin benar… ‘’

‘’ kau tidak berpikiran untuk pisah dengannya, kan ? ‘’

‘’ aniy eomma.., semarah apapun aku , aku tak akan berfikiran seperti itu.., seperti kata eomma tadi diluar sana banyak yang ingin menjadi yeojachingunya dan aku tak boleh menyianyiakannya ‘’ aku tersenyum

‘’ syukurlah, eomma kira kau.. ‘’

‘’ tak akan eomma… aku benar-benar mencintainya, hanya kecewa saja… ‘’

Eomma menggaruk-garuk kepalanya yang menurut dugaanku tidak gatal, ‘’ apakah eomma boleh bertanya ? ‘’

‘’ ye, apa eomma ? ‘’

‘’ apakah kau dan Sungmin sama sekali belum… ‘’ eomma menyilangkan kedua jari telunjuknya dan meletakkannya didepan mulutnya

Aku tertawa sedih. Kalau boleh jujur aku ingin , namun aku tau itu hanya harapan semu. Sungmin tak akan pernah mau meciumku. Jangankan mencium, pegangan tangan akupun percaya ia tak mau melakukannya. Aku jadi ragu, apakah dia menyukaiku atau tidak..

‘’ ya sudah, kau tidur saja.. kalau kau butuh apa-apa panggil saja eomma, ara ? ‘’

Aku tersenyum, ‘’ ne eomma, gomawo ‘’

‘’ chonmaneyo ‘’

Aku sendiri lagi. Sekarang apa yang harus aku lakukan ? menangis lagi ? bodoh , kau menangis untuk apa ? apakah dengan menangis dia akan menuruti apapun keinginanmu ? bodoh , kau kan tau dia tak akan berubah , untuk apa kau menangis ?

Tangisanku semakin keras. Aku menangisi kebodohanku. Betapa bodohnya aku tak dapat percaya dengannya. Tapi apakah aku salah ? ini semuakan gara-gara dia ! dia yang membuatku tak dapat percaya dengannya ! ini semua salahnya !!

Semakin aku memikirkannya, semakin banyak air mata yang aku keluarkan. Tiba-tiba kepalaku pusing, semakin lama semakin pusing dan akhirnya semua gelap…

 

Lee Sung Min POV

Aku gelisah. Entah mengapa dari tadi aku hanya bolak-balik. Jalan kembali ke dorm dan kembali lagi kerumah Min setelah itu kembali lagi ke jalan kembali ke dorm. Aku tak tenang. Min masih marah, aku yakin itu ! sebenarnya dia marah gara-gara apa sih ?! tiba-tiba aku tersadar. Jangan-jangan gara-gara show tersebut ? gara-gara aku show solo ! ya ! aku yakin itu !! dia cemburu !!

Dengan cepat aku kembali ke rumah Min. Gelap. Semua keluarga Min pasti sudah tidur. Ku tatap jam tanganku, sial ! pantas saja jam setengah dua belas ! apa aku pulang saja ? ah lebih baik aku tunggu saja, biar saja aku mati kedinginan disini !

 

-jam satu-

 

‘’ hh.. dinginnya…. ‘’ ku gosokkan telapakan tanganku.

Lumayanlah sedikit hangat. Aku terus menggosokkan tanganku. Mungkin karna efek angin malam dan aku hanya menggunakan baju berbahan kaos bukan sweater badanku jadi sedikit panas. Oh , jangan sampai aku masuk angin, nanti manager Lee pasti marah dengan Min !!

‘’ hatchi !! ‘’

Akhirnya aku bersin juga. Sepertinya aku akan benar-benar sakit. Ku dekap erat kedua lututku mencari kehangatan. Min… jangan marah lagi dong… andai saja kalau semua bukan gara-gara kau cemburu aku tak akan membiarkan diriku jatuh sakit seperti ini !

‘’ hatchi ! hatchi ! ‘’

Lagi-lagi aku bersin. Ya ampun, sekarang aku merasakan kepalaku sedikit pusing, mataku sedikit berkunang-kunang. Apakah aku harus pulang ? SHIRO ! aku tak akan pulang sebelum Min tidak cemburu lagi !

Min, maafkan aku… kumohon jangan siksa aku seperti ini…

‘’ ha… ‘’

‘’ oppa , pakai ini ‘’

Tiba-tiba ada jaket yang disampirkan ke punggungku. Suara itu… ku balikkan badanku. Min… dia berdiri di belakangku. Itu memang Min ! aku tidak bermimpi ! ku tatap matanya, ya tuhan, matanya bengkak, dan itu semua karna aku ? miane Min-ah…

‘’ oppa… ‘’

Tanpa aba-aba aku langsung memeluknya. Kumohon , jangan marah padaku Min…

 

Shin Na Min POV

 

Aku tiba-tiba terbangun. Entah mengapa aku merasakan tidurku tidak nyenyak. Aku tak dapat tidur. Aku keluar dari kamarku. Aku haus..

Lampu ruang tamu telah dipadamkan. Eomma dan Appa pasti sudah tidur. Ku lirik jam yang bertengger manis di atas meja. Jam satu. Pantas saja lampu-lampu sudah dipadamkan !

Aku berjalan menuju dapur. Tiba-tiba aku menangkap suara orang bersin. Pertama-tama aku kira aku hanya bermimpi namun tiba-tiba..

‘’ hatchi ! hatchi ! ‘’

Dengan penasaran aku berjalan ke pintu depan. Ku intip melalui jendelaku. Kakiku mendadak lemas. Sungmin oppa… dia di depan rumahku. Ia menggosok-gosokkan kedua tangannya. Aku langsung berlari ke dalam kamarku dan mengambil jaketku. Yah, lumayan cukuplah untuk ukuran badannya, walau aku sedikir mungil dari badannya.

Aku berlari keluar. Dia bersiap-siap bersin. Aigo, jangan sampai dia sakit !!

‘’ oppa , pakai ini ‘’ aku sampirkan jaketku di punggungnya.

Ia membalik badanku dan menatapku tak percaya. Aku hanya diam dan diam membiarkan ia menatapku seperti itu. Aku menarik nafas, dadaku sesak, aku ingin marah namun dengan caranya menatapku aku tak akan dapat marah dengannya.

‘’ oppa.. ‘’ gumamku pelan

Tiba-tiba ia memelukku. Ya tuhan.. pelukan pertamaku !! ia memelukku semakin erat dan erat sampai aku terkunci di badannya. Hangat. Aku merasakan jantungku berdegub kencang. Eh, tunggu ini suara jantungku atau jantungnya ?

‘’ oppa… ‘’ aku berusaha melepaskan pelukannya

‘’ Min… miane… ‘’ ia mempererat pelukannya.

‘’ oppa… ‘’ aku tak sanggup berkata apa-apa

‘’ miane.. aku tidak memikirkan perasaanmu.. aku hanya mencari kebahagiaan untuk para Elf diluar sana.. aku tidak memikirkan perasaanmu.. miane.. jeongmal mianhe… ‘’

Aku tersenyum, ‘’ gwenchana oppa.. aku yang salah.. seharusnya aku mengerti ini pekerjaanmu.. ini konsekuensiku sebagai yeojachingumu.. seharusnya aku lebih mengontrol emosiku.. miane oppa… ‘’

Ia melepas pelukannya, memegang bahuku, dan menatapku. Oppa.. jangan tatap aku seperti itu !

‘’ kau tidak salah Min.. ini salahku.. aku yang tidak memikirkan perasaanmu.. ‘’

‘’ tapi opp… ‘’

Jantungku serasa berhenti berdetak. Darahku berdesir hebat. Bibir Sungmin oppa berhasil mengunci bibirku. Bibirku terkunci rapat. Ciuman pertamaku. Aku hanya berdiri dan tidak dapat bergerak sama sekali. Kehangatan bibirnya, kelembutan bibirnya. Ia menciumku dengan penuh perasaan.

Aku hanya dapat berdiri mematung. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Beberapa menit berlalu, kalau aku hitung sekitar 5 menit ia menciumku kemudian melepasnya. Ia memelukku erat.

‘’ ku mohon jangan marah lagi denganku ‘’

Aku tersenyum. Ku sandarkan daguku di bahunya. Ku peluk erat dirinya. Sungguh, aku tak ingin melepaskan pelukan ini. Aku ingin selamanya ia dalam pelukanku.

‘’ aku tak akan marah lagi denganmu oppa… aku janji ‘’ ucapku lembut

‘’ gomawo… tapi… ‘’

‘’ tapi ? ‘’ tanyaku bingung,

Ia melepas pelukannya dan menatapku tepat dimataku. Aku balas menatapnya dengan pandangan heran. Sebenarnya ada apa ini ?

‘’ mungkin kau harus siapkan hatimu lebih dari ini Min ‘’

‘’ wae ? ‘’

‘’ Sushow 3 masih panjang ‘’

Aku tersenyum maklum. Aku tau apa arah pembicaraan ini. Ia takut aku akan cemburu lagi. Ia benar-benar perhatian terhadapku. Wajahnya masih gelisah, ia masih merasa bersalah. Aku pasti juga akan seperti ini kalau di posisinya bukan ?

‘’ gwenchana oppa.. aku akan memakluminya.. ini pekerjaan oppa,kan ? aku akan mengerti ‘’ jawabku sambil tersenyum

‘’ jangan marah Min.. aku tak akan pernah tenang jika kau marah.. ‘’

Aku mengangguk, ‘’ aku tak akan marah oppa.. aku janji ‘’

‘’ gomawo ‘’

Ia memelukku semakin erat. Beberapa menit setelahnya ia melepas pelukannya, ia menatapku hangat. Aku balas menatapnya hangat. Ia memajukan kepalanya dan aku mulai memejamkan mataku. Ia kembali menciumku.

oppa… sarange…’ batinku

 

———— ^^ ——–

 

 

Hahahaha, gimana ? geje ending ? oh pasti, astaga mianhaeyo semuaaaaaaaaa author satu ini emang nggak bakat >,<

2 thoughts on “Min.. Mianhae.. Naega Jalmothaesso…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s