fanfictions

She or Me ?!

~ She or Me ?! part 1 ~

Main Cast :

– Eunhyuk’s Super Junior

– Donghae’s Super Junior

– Ha Sang as Donghae sister

– Hyoyeon’s SNSD

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance

Rating : G

Length : Chaptered

Part : 1

Disclaimer : Ha Sang is belong to ME , Hyoyeon is belong to SMEntertaiment, and EunHae is MINE !!! Don’t took my EUNHAE !!

NB : Do not bashing if you don’t like my FF, make one FF is more difficult than Read some FF (?)

Eunhyuk POV

Aku tersenyum. Tetap tersenyum. Sampai akhirnya mobil yang aku tumpangi melaju menjauhi para Fansku tersebut. Aku menutup kaca jendelaku dan menghela nafas panjang. Aku memegang dadaku, degup jantung itu masih ada, padahal didepanku sekarang tidak ada mereka lagi namun tetap saja aku berdebar kencang. Mereka disini adalah para Fansku, ELF tentunya.

Aku mungkin tak perlu menceritakan siapa aku lagi, karna aku yakin kalian telah mengenal siapa diriku. Hanya saja yang perlu kalian ketahui aku adalah orang yang sangat pemalu. Pemalu. Ya, aneh ? tentu saja ! seorang  artis terkenal pemalu ? apalagi ia telah bergabung dalam suatu Boyband bernama : SUPER JUNIOR. Dan ternyata orang tersebut pemalu ? It can’t be.

Tapi itulah kenyataan. Aku paling tidak tahan melihat ataupun mendengar seorang yeoja meneriakkan kata ” Saranghaeyo Lee Hyuk Jae ” , ” Saranghaeyo Eunhyuk oppa ” atau bahkan ” Saranghaeyo Oppa !! “. Ya, begitulah aku, aku tidak tahan mendengar semua teriakan-teriakan tersebut. Jantungku pasti berdebar keras dan aku pasti hanya dapat tersenyum menanggapi itu semua.

Dan sialnya hari ini aku sedang mendatangi acara ‘Dance Battle’ dari SuJu yang mewakili hanya aku. Terpaksa aku harus menerima semua teriakan tersebut seorang diri. Hanya tersenyum dan tersenyum, cukup itu. Tidak perlu melambai-lambai sudah cukuplah.

Girl, you get what I’m saying, you know it ain’t no lie Want us to take some time ‘cuz I really feel your style I could try and try but love is not about that Gotta be natural, like I said yeah, I think about getting’ hot with you uh, it’d be kinda cool to be rollin’ with you yeah, Just confused as to why it can’t be me and you Ain’t no lie baby Gotta keep it real

Aku mengambil hp yang sedang berdendang riang di saku celana Jeans-ku. Sedikit susah aku mengambilnya dan akhirnya terambil juga. Ku tatap layar ponselku yang berwarna putih ke abu-abuan itu.

hyoyeon-Jagi calling‘  [sakit ati nulisnya T-T]

Eh ? jarang sekali dia menelponku ? biasanya juga aku yang menelponnya. Haah, mungkin inilah yang namanya ke beruntungan disaat kau sedang kesusahan. Ku tekan tombol ‘answer’ sebuah senyuman mengembang diwajahku.

” Yoboseyo ? ” sapaku

” Yoboseyo, oppa eodiyo ? ”

Suaranya. Ya tuhan, berapa lama aku tidak menelfonnya ? aku begitu merindukan suaranya ternyata.

” oppa ? kau masih disana ? ”

” eh ? oh iya, miane jagi (T_T) oppa tadi sedang melamun, kau bilang apa ? ” suaraku melembut

” ah gwenchana aku hanya bertanya oppa sedang dimana ? ”

” dijalan, mau ke dorm, waeyo ? ”

” aku tunggu di dorm ya, oppa ? ”

Senyumku semakin melebar, ” ne, gomawo jagi ”

” cheon oppa, annyeong ”

” annyeong ”

Aku tutup sambungan telefon dengan senyum yang mengembang lebar diwajahku. Aku tak sabar ingin sampai di dorm.

– Dorm Suju –

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam. Sepi. Dimana hyo ? mataku jelalatan mencarinya. Haish, nihil. Aku tak dapat menemukannya *author loncat-loncat*. Aku melangkahkan kakiku dengan setengah hati. Hyo jahat mempermainkanku ! batinku sebal.

” loh, hyung kapan datang ? ”

Aku menoleh dan mendapati Donghae sedang menatapku heran. Aku berjalan ke arahnya dan merengkuh pundaknya. Jangan berfikir yang macam-macam, ini hal yang memang sering ku lakukan ketika aku sedang kelelahan !

” hyung, waeyo ? ada masalah ? ” tanyanya lembut

” aniy, ” aku menggeleng, ” hanya kelelahan, bantulah hyungmu ini jalan aku sedang lelah habis bertanding tadi ”

” hyung menang tidak ? ”

” iya dong !! Lee Hyuk Jae ” ujarku bangga

Ia mendudukkanku di sofa. Aku duduk dan menghela nafas panjang-panjang. Entah mengapa aku merasa badanku serasa hancur dan entahlah, aku tidak tau yang jelas aku benar-benar kelelahan. Dari arah dapur Hae keluar dengan membawa gelas berisi air putih dingin. Ia tersenyum ke arahku dan menyodorkan gelas tersebut.

” hyung benar-benar terlihat sangat lelah ”

Aku tersenyum dan menerima gelas tersebut, ku teguk sampai habis. Melegakan. Ku letakkan gelas kosong tersebut ke atas meja dan tersenyum ke arah Donghae.

” gomawo Hae-ah ”

” cheon~ oh iya, gimana tadi hyung ?? deg-degan nggak ? ”

” huaaah !! coba kau ada disana, jantungku serasa terdengar sampai luar ! ”

Ia tertawa, ” bagaimana bisa sih hyung tidak tahan jika dekat dengan seorang yeoja ? ”

” nan mollaso, yang jelas kalau aku dekat dengan seorang yeoja pasti bagian ini, ” aku tunjuk jantungku, ” pasti berdebar dan entahlah… seperti itu yang jelas ”

” hahaha, kalau dekat dengan Hyoyeon ? apakah juga berdebar ? ”

Aku menunduk malu. Kalau boleh mengaku sih aku tidak pernah berhenti berdebar jika dekat dengannya. Pernah aku konsultasi ke noonaku (Lee Sora) tapi katanya debaranku dekat dengan Fans dan dekat dengan Hyoyeon adalah debaran yang berbeda. Jika didekat fans yang kurasakan adalah Debaran bahagia, dan jika dekat dengan Hyoyeon adalah debaran karna dekat dengan orang yang aku sayangi. Benarkah begitu ?

” ….. hyung ? ”

Kira-kira apa yang harus aku lakukan agar aku tidak merasakan debaran ini lagi ya ?

” HYUNG !! ”

Aku terlonjak kaget. Aku menoleh ke arah Donghae dan menatapnya tajam. Ia menatapku dengan wajah khawatir.

” kenapa kau teriak-teriak sih ?! ” omelku

” habis hyung ku panggili tidak menyahut jadi ku bentak saja ” jawabnya santai.

Aku menghela nafas, ” mianhe… aku tadi melamun, aku bingung hae bagaimana aku harus menghilangkan kegugupanku ketika berdekatan dengan seorang yeoja… ”

” aku punya ide ! tapi… sedikit gila sih hyung… ”

” eh ? apa-apa ? idenya apa ? ”

” hyung tau kan aku mempunyai seorang yodongsaeng ? ”

Aku mengangguk-angguk, ” Lee Ha Sang, bukan ? ”

” ye~ ”

” gerigo, apa hubungannya Hasang dengan aku ? ”

” hyung dekatkan saja diri hyung dengan Hasang agar hyung terbiasa dekat dengan seorang yeoja, atau kalau perlu hyung pura-pura pacaran saja jadikan hyung tidak lagi merasa gugup jika dekat dengan yeoja, ya’kan ? ”

” idemu heb… MWO ?! ”

Ia sedikit terlonjak mendengar teriakkanku. Aku menatapnya heran. Bisa-bisanya ia berkata segampang itu. Pacaran dengan Hasang ? dan memutuskan Hyoyeon ?! SHIRO !! Aku nggak mau ! Demi apapun juga aku nggak mau putus dengan Hyoyeon ! [Author nangis :'(]

” yaa, kalaupun hyung nggak mau sih aku maklumin aja , jadi gimana ? ”

” kalau hanya berteman bagaimana ? aku belum sanggup jauh darinya Hae.. ”

” baiklah, akan ku kabarkan pada yodongsaengku.. besok mungkin dia akan datang kemari ”

Aku menghela nafas panjang. Mungkin inilah satu-satunya cara agar aku tidak merasakan hal ‘itu’ lagi. Aku melirik jam tanganku. Sudah malam, pantas dorm sangat sepi.

” Hae-ah, aku tidur dulu ya.. kau jangan tidur malam-malam, arraseo ? ”

Ia mengangguk dan tersenyum ke arahku, ” ne hyung.. nanti saja kalau aku sudah sedikit mengantuk, kau sangat terlihat kelelahan, tidurlah yang nyenyak dan mimpi yang indah ”

” ye, jaljayo Hae-ah ”

” jaljayo hyung… ”

Aku melangkah masuk kedalam kamarku. Semoga. Semoga keputusanku tadi bukanlah keputusan yang salah untukku. Aku merebahkan diriku ke atas tempat tidur dan memejamkan mataku. Semenit kemudian alam mimpi sudah hadir di otakku.

– Esoknya –

” Hoahm~ ”

Aku keluar kamarku dan ternyata seluruh anggota telah bangun. Aku hanya tersenyum melihat mereka semua. Tapi tiba-tiba mataku menatap sosok seorang yeoja. Yeoja yang asing menurutku. Siapa dia ? Tiba-tiba bagai jawaban atau entah apa itu namanya. Donghae menepuk bahuku pelan dan tersenyum ke arahku. Aku hanya balas tersenyum ke arahnya.

” Donghae-ya… Siapa dia ? ” bisikku pelan takut yeoja itu mendengarnya.

” dia ? kau tidak tau siapa dia ? ”

Aku menggeleng.

” Dia Lee Ha Sang hyung.. yeodongsaengku… ”

Blar!

Akhirnya aku tersadar. Jadi dia benar-benar akan datang kemari dan membantuku melupakan ‘penyakit’ku itu ya ? huaaaaaaaaaaaaaah !! Bagaimana kalo Hyoyeon sampai tau ??! Ah dia tak akan marah, aku dan Ha Sang hanya berteman, tak lebih dari itu.

” Eh, oppa sudah bangun.. Annyeong haseyo… Choneun Lee Ha Sang imnida, senang bisa bertemu dengan oppa… ”

Suara lembut tersebut menyadarkanku dari lamunanku. Ku lihat Hasang sedang tersenyum manis ke arahku. Ku akui, keluarga Donghae seperti diberkahi atau apalah itu namanya. Bayangkan saja, Appa dan Eomma Donghae jika tersenyum terlihat sangat manis, Lee Donghwa kakak tertua Donghae juga sangat keren jika tersenyum, Lee Donghae jangan ditanya ! dia mampu membuat yeoja mati berdiri akibat senyum manisnya, dan sekarang Lee Ha Sang ? senyumannya… sulit ku akui namun aku lebih senang melihat senyumannya daripada senyum Hyoyeon, yeojachinguku sendiri.

” Eunhyukkie-ya !! sedang apa kau melamun disana ? ”

Aku segera tersadar dan menatap para hyung dan dongsaengku yang sedang senyum-senyum entah gunanya untuk apa. Aku tersenyum malu. Ku tatap Hasang yang sedang tertawa kecil di ujung sana(?). Aku tatap dirinya dari atas sampai bawah. Ia sedang memakai meja kotak-kotak berwarna merah-hitam lengan panjang digulung sampai siku, dan menggunakan celana panjang jeans berwarna hitam. Manis.

” hyung terpesona ya ? ”

Reflek aku langsung menoleh ke arah Donghae dan memukul pelan wajahnya. Ia meringis kesakitan namun tak ku pedulikan. Sulit di akui tapi.., Hasang memang sangat manis.

” ah semuanya.. igot , makananya sudah siap… ”

Semua langsung menyerbu ke ruang makan. Aku berjalan pelan ke arah Hasang yang sedang tersenyum menatap para member SuJu tersebut. Ku tepuk pelan pundaknya. Ia terlonjak kaget dan berbalik ke arahku. Semenit kemudian, dia tersenyum manis itu membuatku berdebar lagi. Pagi-pagi begini sudah berdebar ?! Naneun namja paboya !

” oppa ? waeyo ? ada yang salah ? ”

” aniyo . itu, kau yang memasaknya ? semua ? ”

Ia tertawa kecil, semburat merah muncul di kedua pipinya. Jantungku makin berdebar-debar kencang. Dengan kikuk aku berjalan ke arah para Hyung dan Dongsaengku. Ku ambil kursi disamping Donghae.

” Hyuk, kenapa tidak duduk disana ? ” tanya Sungmin pelan sambil menunjuk kursi kosong disamping Hasang

Aku tersenyum kecil, ” ah aniyo, aku ingin disini saja ”

” tapikan kasihan dia Hyuk… sudahlah kau kesana saja.. ”

Aku menghela nafas panjang dan mengangkat piringku. Ku bawa ke kursi kosong disamping Hasang. Ia sedikit kaget melihatku, namun senyuman itu masih tersungging diwajahnya. Aku mendengus sebal.

” tak apakan aku duduk disini ? ”

Ia tersenyum, ” gwenchana, ini juga tempat oppa… ”

Aku melanjutkan makanan yang ada dihadapanku. Ku suap ke mulutku dengan perlahan-lahan. Kalian tau kenapa ? jantungku berdegup amat kencang ketika duduk disamping Hasang….

– Selesai makan –

Langsung dengan segera ku tarik tangan Donghae menjauh dari kerumunan. Ada yang ingin ku tanyakan padanya, dan tidak ada yang boleh mendengarnya. Ia hanya mengikutiku dengan sabar di belakangku.

” Hae-ah !!! ” aku berteriak marah kepadanya

” wae hyung ? ”

” bagaimana bisa semua anak pada tau aku sedang membutuhkan bantuan Hasang ? kau memberitahu mereka ?! ”

Ia tersenyum kecil dan mengeluarkan tampang polosnya, ” begini lebih baik daripada hanya aku dan hyung yang tau kan ? toh mereka juga tidak marah jika niat awalmu memang untuk menghilangkan sifat pemalumu ”

Aku menghela nafas. Memang benarsih apa yang dikatakan oleh Donghae. Tapi coba kalian berada diposisiku. Kalian pasti akan malu, ditambah sebenarnya kalian sudah punya pacar. Eh pacar ? Hyoyeon ? bagaimana dengan Hyoyeon ?!

” Ha..hae-ah, apakah Hyoyeon juga tau ? ” tanyaku kalut

” Hyoyeon ? ada apa dengannya ? ”

” YHA ! kalau dia tau aku dekat dengan yeoja lain dia bisa marah !! ”

” dia tak akan marah hyung jika alasannya memang ini, percayalah, ” hae menepuk-nepuk punggungku

” akh, molla molla molla ! ” aku mengacak-acak rambutku dan keluar dari kamar.

Lee Ha Sang POV

” akh, molla molla molla ! ”

Aku menoleh ke asal suara. Benar saja, Eunhyuk oppa sedang berdiri keluar dari kamarnya dan dari belakangnya terdapat oppaku, Donghae. Aku menatap ke arah oppaku seolah bertanya ‘ada apa’ namun hanya dijawab dengan gelengan kepala olehnya.

Dengan cepat ku bereskan meja makan tadi dan tumpukan piring kotor di cucian. Setelah selesai langsung ku hampiri Eunhyuk oppa yang sedang duduk termenung disofa depan. Ia masih asyik bermain dengan hpnya dan tidak menyadari adanya aku disampingnya.

Ku amati wajahnya. Manis, mata bulat yang indah, kulit yang bersih, dan… astaga.. bibirnya.. Aku memejamkan mataku dan menggelengkan kepalaku. Pikiran-pikiran aneh mulai muncul dibenakku. Saat aku membuka mataku ia masih asyik dengan hpnya. Sebegitu tidak terlihatkah aku ??

Tiba-tiba ia menoleh dan,

” HUWAAAA !!! ”

Aku terlonjak kaget. Tidak menyangka ia akan berteriak sekencang itu. Aku memgang dadaku yang berdebar hebat karna teriakannya, ia juga melakukan hal yang sama. Aku menarik nafas panjang-panjang dan akhirnya debaran tersebut berhenti.

” mau apa kau disini ? ” ia menatapku heran

” di dorm ? membantu oppa, kan ? ”

” aniy , maksudku , disampingku. Mau apa kau ? ”

” memang tidak boleh ? memang ini tempat duduk oppa saja, ya ? ”

Ia terdiam, sedetik kemudian ia kembali focus ke hpnya. Aku mendesah nafasku. Padahal aku sudah sedekat ini, padahal aku dan dia tidak ada jarak lagi, tapi kenapa aku tetap tidak diperhatikannya ? Aku menundukkan kepalaku.

” kau kenapa ? ”

Aku menoleh ke arahnya. Ku lihat ia sedang menatapku dengan pandangan bingung. Aku tersenyum, aku tak boleh terlihat lemah dihadapannya !

” gwenchana, hanya sedang bosan ”

” mm… ” ia menggumam tak jelas

Girl, you get what I’m saying, you know it ain’t no lie Want us to take some time ‘cuz I really feel your style I could try and try but love is not about that Gotta be natural, like I said yeah, I think about getting’ hot with you uh, it’d be kinda cool to be rollin’ with you yeah, Just confused as to why it can’t be me and you Ain’t no lie baby Gotta keep it real

” YES !! ” teriaknya

Aku menatapnya bingung. Ada apa sih ? ada telfon kan ? dari siapa ? mengapa dia terlihat sangat senang ?

” Jagi~ bogoshippoyo ”

Ternyata aku hanya perlu diam dan akhirnya mengetahui apa yang terjadi. Jagi ? Pacarnya… Huah !! ingin sekali aku berlari keluar dan menumpahkan semua air mataku yang sekarang telah menumpuk di ujung mataku.

” akh Jagi, mendengar suaramu aku jadi ingin bertemu denganmu… ”

Aku memejamkan mataku dan sebulir air mata langsung menetes, mengalir dari kedua pipiku. Cepat-cepat ku hapus. Aku tak ingin dia mengetahuinya.

” eh ? Kau sudah di depan dorm ? cepat sekali.. oh, kau habis dari studio SME, baiklah aku akan bukakan pintu untukmu, ye.. Annyeong Jagiya ”

Ia langsung melesat ke pintu depan. Sama sekali tidak melihatku ? Aku menghembuskan nafas frustasi. Ku raih handphoneku yang berada dikantong celanaku, dan mulai memainkan apapun yang dapat ku mainkan.

Saat aku sedang larut dalam game, tiba-tiba saja…

” annyeong… ”

Aku mendongak. Betapa sakitnya perasaanku begitu mengetahui pemandangan apa yang ada dihadapanku. Eunhyuk oppa datang dari arah depan bersama Hyoyeon onnie, dan yang lebih parah Eunhyuk oppa memeluk pinggang Hyoyeon onnie mesra…

” akh, kau adik Dong Hae oppa bukan ? ” tanya Hyo onnie begitu melihatku

Aku tersenyum kikuk, ” ne, annyeong ”

” wah, imut yaa… seperti Dong Hae oppa… ”

” jadi aku tidak ? ” tanya Eunhyuk sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Hyoyeon

Aku membuang muka. Untuk yang ketiga kalinya aku membuang nafasku. Aku butuh oksigen, disini terlalu sesak untuk bernafas ! aku berdiri dari dudukku dan berjalan ke arah pintu kamar Donghae oppa. Aku membanting pintu dengan keras. Masa bodoh deh.

Eunhyuk POV

Mwo ? Hasang marah ? kenapa ? apa gara-gara aku dan Hyoyeon ? memang apa salah kami ? itukan resikonya sebagai teman yeojaku.

” oppa !!! ”

Aku terlonjak kaget dan melihat Hyoyeon sedang menatapku khawatir. Tadi dia bilang apa memang ? kenapa harus teriak-teriak ?

” waeguraeyo ? ”

” jadi dari tadi oppa tidak mendengarku ??? ”

Aku menggeleng lemah, ” mian… bisa kau ulang apa yang kau katakan ? ”

Ia berceloteh lagi. Bayangan wajah Hasang terlintas dipikiranku. Ya tuhan, kenapa bayangannya terus saja berada dalam fikiranku ?? sebenarnya apa yang terjadi padaku ??

***

Tbc😀

2 thoughts on “She or Me ?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s