fanfictions

You and Me

Main Cast :

–         Eunhyuk

–         Donghae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Yaoi / Romance

Length : Double Shot

Part : 1 [1/2]

Rating : T

Disclaimer : tokoh aku ambil dari Eun-Hae couple, tapi untuk cerita ini ASLI buatan aku. Yang merasa pernah baca FF sejenis ini ya maaf yaa.. namanya juga manusia, nggak ada yang sempurna. Tapi , jujur ini FFku asli !

*** You and Me ***

Eunhyuk POV

” Nae Hyukkie !!! ”

Aku menutup bukuku dan menoleh ke sumber suara. Donghae a.k.a Lee Donghae. Sahabatku atau.. Ah, entahlah, aku tidak tau perasaannya padaku. Yang jelas, aku dan dia hanya bersahabat.

” apa ? ” sahutku seadanya

” tebak, hari ini mengapa aku begitu bahagia ? ”

Aku berfikir sejenak, sedetik kemudian aku mengedikkan bahuku bingung. Ia terlihat kecewa walau senyum diwajahnya tidak berubah. Aku malah semakin bingung, sebenarnya apa yang terjadi pada Donghae ?

” mwo ? marhaebwa ! ” desakku

” Rae In, Kim Rae In, akhirnya dia menerimaku !!! ” ucapnya senang

Blar!

Aku terdiam ditempat. Aku menarik nafasku dan tetap tersenyum. Lagi-lagi, aku harus mengalami ini. Oke, mungkin kalian berfikir aneh, sebenarnya apa yang terjadi padaku, begitu ? hh… kuncinya, ada pada Donghae. Ya, aku menyukainya, lebih dari sahabat. Namun apa daya, dia hanya menganggapku sahabat dan lebih senang bermain dengan Yeoja-yeojanya tersebut.

Donghae memang termasuk dalam golongan Namja yang populer. Stylenya pun keren, jauh sekali denganku. Ia selalu membiarkan kancing kemeja dibaju seragamnya terbuka semua, dan pasti didalam baju tersebut terdapat baju kaos entah berwarna hitam atau putih. Headphone berwarna putihpun selalu bertengger manis di lehernya. Celana kebesaran dan sepatu keren yang menghasi kakinya pun melengkapi ke kerenannya.

Sedangkan aku ?

Setiap hari aku menggunakan pakaian yang berbanding terbalik dengan Donghae. Yah, walau hanya dua kancing yang biasa aku biarkan terbuka sih. Dan entah ini pengaruh aku lebih suka membaca buku atau tidak, yang jelas aku menggunakan kacamata. Menambah keburukan untukku.

” gerigo… kau kemanakan Park Jae Kyung ? ” tanyaku setelah menemukan suaraku

” Jae Kyung ? ah dia, dia sudah ku putuskan. Aku bosan. Lagi pula, Rae In lebih menggoda ”

Aku tersenyum miris, ” mangsa selanjutnya siapa ? ”

” maksudmu ? ”

” aku tau kau tidak serius dengan Rae In, mangsamu selanjutnya siapa ? ”

” sepertinya sih.. Choi Eun Mi, atau bisa juga Jung Hyo Rim ”

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Beginilah. Walau aku tau itu hanya permainannya aku tetap saja cemburu. Cemburu karna setiap mangsanya adalah Yeoja-yeoja yang paling cantik seantreo sekolah. Yeoja-yeoja yang memang diburu karna suatu alasan. Menambah nilai minus diriku dimata Donghae.

” kenapa ? kau ada mengincar mereka ya Hyuk ? ”

Aku hanya mengincar kamu bodoh !! teriakku dalam hati. Aku menggeleng lemah. Entah ini sudah keberapa kalinya aku mendengar berita tentah pacar sementaranya. Aku masukkan bukuku tadi dan berjalan keluar.

” mau kemana ? ”

” bertemu seseorang ”

” nuguseyo ? ”

” Park Hyun Ae ”

Park Hyun Ae adalah sahabatku sejak kecil, dan dialah yang mengetahui perasaanku kepada Donghae selama ini. Aku percaya dia tidak akan memberitahu kepada Donghae. Dia adalah orang yang paling pintar dalam menjaga rahasia.

-kelas Hyun Ae-

” Hyun Ae yha !! ”

Ia menoleh dan tersenyum ke arahku. Senyum manis yang ia berikan ketika aku sedang dalam masa-masa yah terombang-ambing kalau boleh aku bilang.

” waeyo Jae-ah ? ”-Jae dari Hyuk ‘Jae’ jangan dikira Jaejong-

” Hae…. ” ucapku lemah

” ada apa lagi dengannya ? dia dapat pacar lagi ? ”

Aku mengangguk. Ia tertawa kecil. Memang sih, setiap kali aku datang ke tempat Hyun Ae aku pasti akan memberitahukan bahwa Donghae mempunyai pacar baru. Kurang kerjaan ? haha. Namanya juga orang cemburu, hal sekecil ini pasti diperhatikan (?)

” Jae-ah, jae-ah, sudah tau kalau Donghae itu bagaimana kau masih menyukainya ? apa yang ada di fikiranmu sih ! Yha ! sadar Jae-ah, secara tidak langsung dia menolakmu ”

” nan mollaso Hyun Ae-ah, aku sepertinya sadar namun berpura-pura itu tidak terjadi, aku hanya beranggapan itu hanyalah hobbynya, yah.. seperti itulah ”

” hyaa !! Jae-ah, sadarlah, apa kau tidak mau mengikuti jejak Donghae saja ? mencari yeoja ? kan disini juga banyak yeoja.. janganlah kau menunggu namha playboy seperti Donghae ! ”

Aku tersenyum kecil, ” Ani.. Hyun Ae-ah apapun yang Hae lakukan terhadapku itu tak akan membuatku bisa berpaling darinya ”

” ckck, dasar kau Hyuk Jae ! orang seperti dia masih setia kau tunggu saja ”

Aku tertawa kecil. Tapi sampai kapan aku harus menunggu ? Sampai ia menikah dengan salah satu ‘penggemarnya’ ? Sampai saat ia sudah mempunyai seorang anak ? Ah…, benar kata Hyun Ae, aku tidak boleh menunggunya terlalu lama. Tapi, apakah aku sanggup berpaling dari Hae ?

Ting Ting Ting

” Hyun Ae-ya , aku kekelas dulu, gamsahamnida atas waktunya ”

” ye, hati-hati ya Jae-ah ”

Aku mengangguk, ” Annyeong ”

” Annyeong ”

Aku melambaikan tanganku dan berlari ke kelasku. Senyumku mengembang, entah kenapa aku merasa bahagia akan bertemu Donghae, padahal aku baru berpisah dengannya selama beberapa menit, bukan ?

-kelas-

” Nae Hyukkie~ kau habis dari mana ? aku kesepian tau !! ”

Aku tersenyum. Inilah yang membuat aku MASIH merasa special di hati Donghae. Ia memanggilku dengan nama yang kalau orang lain mendengarnya pasti mengira Hae orang gila. Nae Hyukkie-Hyukkie ku. Walau aku tau, itu hanya panggilan Hae untuk sahabatnya. Aku hanya ingin sedikit menspesialkan diriku dihatinya.

” waeguraeyo Hae-ah ? akukan tadi sudah bilang aku ke kelas Hyun Ae… ” aku duduk disampingnya.

Ini juga yang membuatku terspesialkan. Aku duduk disamping Donghae atas permintaan Donghae sendiri. Katanya sih agar dia bisa menyontek, tapi aku membuat asas ‘kebahagiaan’ sendiri, ia duduk disampingku agar ia tidak bisa jauh-jauh dariku. Hahaha.

” Hyun Ae ? setiap hari kau kekelasnya terus.. ”

” memang salah, ya ? ” tanyaku bingung

” tidak sih… ”

Aku tersenyum dan mulai mengeluarkan bukuku. Ku buka entah halaman berapa yang penting untuk mengalihkan pandanganku dari Donghae. Aku takut aku curi-curi pandang lagi seperti biasanya.

” Hyukkie.. boleh aku bertanya ? ”

Aku menoleh ke arahnya dan mendapati ia sedang menatapku. Darahku berdesir hebat. Jangan tatap aku seperti itu !! A..apakah dia mendengar suara jantungku ? aduh, apakah mukaku memerah ? jangan sampai !

” mw..mwo ? ” tanyaku berusaha senetral mungkin

” kau dan… Hyun Ae.. berpacaran ? ”

Aku menatapnya heran, ” aniy.. waeguraeyo ? ”

” aniyo . hanya bertanya ”

Aku merasa heran. Karna saat ia bertanya mukanya terlihat sedikit khawatir, dan saat aku mengatakan tidak seulas senyum mengembang diwajahnya. Mungkinkah ? aku menggelengkan kepalaku. Apa yang aku fikirkan sih…

” Hyukkie-ya, waeyo ? ” tanya Donghae khawatir

” aniyo, hanya berfikir ”

” berfikir ? apa yang kau fikirkan ? ”

” lupakan saja ” aku tersenyum menenangkan dia.

Entah salah lihat atau apa, aku melihat semburat merah muncul di kedua pipinya. Ia cepat-cepat memalingkan muka ke arah depan. Aku terkikik geli. Tak bolehkah aku berharap ia mempuyai perasaan yang sama terhadapku ?

Ting Ting Ting Ting

Bel istirahat pun berbunyi. Ku renggangkan tubuhku. Lelah. Ketika aku menoleh ke samping kiri aku melihat Donghae sedang menatapku sambil menahan senyum. Aku melotot ke arahnya.

” mwo ?! ”

” aniy… Nae Hyukkie lucu sekali ”

Ia mencubit pipiku gemas. Aku tersenyum. Bukan rasa sakit yang aku rasakan, tapi rasa bahagia. Hhh… jangan sampai ia melihatnya.

” silyehamnida, apakah Donghae oppa ada ? ” sebuah kepala melongok kedalam kelasku.

” Rae In ? sedang apa kemari ? ” Hae mengalihkan perhatiannya dan berjalan ke arah Rae In.

Aku menghela nafas panjang, dan tersenyum kecut. Tuhkan, aku tidak boleh banyak berharap. Ia hanya menganggapku sahabat, tidak lebih. Aku tertawa kecil di bangkuku. Menertawakan kebodohanku.

” ah iya, Rae In, kenalkan ini sahabatku.. Lee Hyuk Jae, kau panggil saja Eun Hyuk ”

Rae In tersenyum manis ke arahku. Ah, ia mempunyai lesung pipi. Pantas saja Donghae suka padanya, ia begitu imut, manis dan.. cantik. Aku balas tersenyum ke arahnya.

” annyeong, Kim Rae In imnida ” ia mengulurkan tangannya.

Ku tatap tangan tersebut dan mulai mengulurkan tanganku. Ku jabat tangannya. Astaga, tangannya lembut sekali. Sangat cocok dengan tangan Donghae yang kokoh dan mantap(?)

” Lee Hyuk Jae imnida ” aku memberikan senyumku

Entah setan darimana, Donghae membawa Rae In masuk dan mendudukkan Rae In diatas pangkuannya. Disampingku tepatnya. Tangan kokoh Donghae melingkari pinggang Rae In. Mereka berdua terkikik geli. Donghae menyandarkan dagunya ke bahu Rae In.

Aku menutup mataku, ku tarik nafasku panjang-panjang. Ku ambil buku yang sedang tergeletak manis di atas mejaku. Ku buka entah halaman berapa dan mulai ku baca dengan konsentrasi penuh.

Ini lebih baik daripada melihat mereka berpacaran, aku akan lebih sakit…

Donghae POV

Aku menghembuskan nafasku tepat di belakang telinga yeoja didepanku. Ia terkikik geli. Aku tersenyum kecil. Aku menoleh ke sampingku. Ku lihat Eunhyuk masih asyik dengan bukunya dan tidak melihatku…

‘apa yang harus kulakukan agar kau menjauh dari bukumu itu hyuk ?’ batinku sedih

Ya. Aku menyukai namja yang duduk disampingku ini. Sahabatku. Aku tau ia lebih mencintai buku-bukunya itu daripada diriku. Dan aku juga sedikit yakin, ia lebih memilih mencintai Hyun Ae daripada aku.

” oppa… ”

” ye ? ” aku segera tersadar dan kembali memanjakan yeoja dipangkuanku ini

” aku malu… aku kekelasku saja ya… ”

” ani, kau disini saja, aku masih ingin manja denganmu ”

Ayolah Hyuk terpancinglah sedikit, apa kau benar-benar tidak punya perasaan apapun terhadapku ?

Aku memang berpura-pura mencintai yeoja tercantik diseluruh sekolah ini. Mulai dari Han Eun Jin, yeoja yang menjadi idola di satu sekolah sampai Kim Rae In yang ada dipangkuanku saat ini. Dan itu semua kulakukan agar Eunhyuk dapat melihat kearahku dan menunjukkan sedikit saja bahwa ia cemburu padaku.

Tapi aku rasa sia-sia saja. Setiap aku mengatakan aku mempunyai yeoja baru, ia hanya bertanya siapa mangsaku selanjutnya dan mengambil sebuah buku pelajaran dari dalam tasnya. Itu juga yang membuatku sedikit meragu, apakah ia mempunyai perasaan yang sama denganku atau tidak, aku tidak tau juga.

” oppa.. aku pergi dulu ya… ” ia berusaha melepaskan tanganku namun justru ku pereratkan,

” jangan dulu, ” jangan dulu sebelum Hyuk menunjukkan bahwa ia cemburu.

Sraak !

Aku menoleh dan mendapati Eunhyuk sedang berdiri. Ia melangkahkan kakinya keluar. Aku menatapnya heran,

” Hyukkie-ya ! mau kemana ? ”

” Park Hyun Ae ”

Lagi-lagi. Lagi-lagi dia ke kelas Hyun Ae. Sebenarnya ada hubungan apa sih antara Eunhyuk dan Hyun Ae ? dia bilang tidak ada hubungan apa-apa tapi aku merasa ada yang aneh. Ah, Eunhyuk baru saja berpacaran dengan Hyun Ae aku sudah cemburu tidak menentu seperti ini. Sedangkan aku? Aku telah berpacaran lebih dari tiga yeoja dan reaksi Eunhyuk ? biasa saja.

Jangan-jangan dia memang tidak suka padaku lagi. Ah, apa yang harus ku lakukan ? apakah aku harus menyatakan perasaanku padanya terlebih dulu agar aku tau perasaannya ? iya kalau dia punya perasaan yang sama denganku, kalau dia hanya menganggapku sahabatnya ? malu lah aku…

” Rae In.. ”

” hmm ? ”

” kalau kau suka pada sahabatmu sendiri, apa yang akan kau lakukan agar ia tau perasaannya padamu ? ”

” mungkin.. harus bertanya pada teman terdekatnya selain diriku sendiri, wae oppa ? ”

Aku tersenyum. Mungkin aku harus bertanya pada Hyun Ae. Ya. Jika, Hyun Ae tau jika Eunhyuk merasakan perasaan yang sama denganku, dengan senang hati aku akan menyatakan perasaanku padanya.

***

TBC

Kira-kira Hyun Ae bilang apa ya ke Hae ? hahaha,

One thought on “You and Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s