fanfictions

Promise [dedicated for Sungmin’s birthday]

Main Cast :

–          Lee Sungmin

–          Cho Kyuhyun

Cameo :

–          All of member  Super Junior

Author : Nashelf Hafizhah Wanda a.k.a Choi Min Rin

Genre : Yaoi / Family / Shoneun Ai / Friendship

Rating : T

Length : One Shoot

Dc: just use the cast as this story, but the plot is MINE

***

Seoul, 30 Desember 2080

Lee Sungmin POV

“ tanggal 30… “ gumamku kecil

Aku tersenyum pahit. Biasanya kami sedang meluangkan waktu bersama bersiap-siap untuk hari ulang tahunku. Berkumpul bersama bercanda dan tertawa bahagia. Aku merasakan mukaku panas ketika mengingat dia, Cho Kyuhyun. Dongsaeng kami yang paling kurang ajar, paling tidak tahu diri dan paling susah di atur. Seorang dongsaeng yang berhasil merebut cintaku…

Aku langsung menghapus air mata yang mengalir dipipiku. Tidak ! seorang Lee Sungmin tidak pernah menangis sebelum ini. Seorang Lee Sungmin tidak pernah menangis. Entah karna factor apa, ingatanku melayang kembali ke tahun dimana kami dinyatakan bubar….

# flashback # Author—POV

“ kita bubar, mulai sekarang hingga selamanya, tidak akan ada lagi Super Junior tidak akan lagi ada Super Show, tidak akan ada lagi penjualan album, tidak ada lagi Leeteuk , tidak akan ada lagi Yesung, Kang In, Eunhyuk, hanya ada diri kita sebelum debut. Kita sampai disini “

“ MWO ?! “ teriak nyaris seluruh member terkecuali Leeteuk

“ ini keputusan yang diatas.., “

“ ta – tapi , tapi bagaimana ? bagaimana dengan kita ? kita’kan tidak mau berpisah satu sama lain ? “ Tanya Ryeowook mencoba mencari solusi lain

“ mianhe, hyung sudah mencobanya.. tapi.. “

Donghae menghapus air matanya, namun tidak dapat menghentikan tangisannya. Eunhyuk yang berdiri disampingnya mencoba mengkuatkan Donghae walau sendirinya menangis.

“ h..hyung.. aku tidak punya keluarga lagi selain Hyung yang bisa kujadikan seorang panutan… “ isak Donghae

“ aku juga sebenarnya tidak ingin.., tapi.. “

“ memang kalau Super Junior sudah tidak ada apa hubungan diantara kita langsung hilang ? “ ucapan dari mulut sang mangnae kontan membuat seluruh member menoleh ke arahnya.

Baik Donghae maupun Leeteuk dan member lainnya yang sedang menangis. Hanya Sungmin yang tegar dan tidak menitikkan air mata. Ia berusaha kuat agar air matanya tidak turun membasahi pipinya menambah kesedihan member lainnya.

Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun, “ maksudmu ? “

“ maksudku, Super Junior tidak akan mati dihati kita’kan ? kita tetap akan menjadi saudara untuk selamanya’kan ? kita masih bisa berhubungan’kan ? memang persaudaraan kita selama ini hanya ada di Super Junior ? kita tetap akan jadi saudara’kan Hyung ? “

Mereka semua terdiam. Benar katanya, Super Junior tetap akan ada dihati masing-masing. Mereka tidak akan mati. Leeteuk seperti mendapat ide baru, ia tersenyum amat sangat lebar.

“ bagaimana kalau kita membuat sebuah janji ? “

“ janji ? janji apa lagi ?! “  Tanya Heechul gemas, ia terlalu lelah terikat banyak janji

“ kita berjanji kita akan bertemu lagi saat salah satu member ulang tahun, otthoke ? “

“ jincha ? aih, seru!! Pasti tanpa aku kalian tidak ada yang hafal !  “ seru Donghae keras *fakta: Donghae paling hafal tanggal lahir member Super Junior*

Semua member tertawa mendengar pengakuan polos dari mulut Donghae. Mereka semua saling bertatapan satu sama lain dan akhirnya mengangguk setuju dengan usul Leeteuk.

“ Uri Yaksokhaeyo ! “ seru mereka lantang

# end of flashback, end of Author POV—#

Air mataku turun merembah begitu saja. Janji itu, janji yang sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Benarkah mereka akan mengingatnya ? benarkah mereka akan mendatangiku dan akhirnya bertemu denganku ?

“ kau harus percaya dengan mereka , pasti mereka akan datang menemuimu, ya.. aku percaya itu… “ ucapku pedih

Semoga mereka masih mengingat janji tersebut. Semoga. Semoga dan semoga. Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin bertemu, dengan Cho Kyuhyun…

Cho Kyuhyun POV

Tanggal 30 ? wah lusa tanggal 1 berarti Minnie ulang tahun dong ? apakah semua member masih mengingat janji tersebut ? aku harus menghubungi mereka! Ku ambil handphoneku yang ada diatas meja dan mulai menghubungi Hyung yang paling dekat denganku, Kim Ryeowook.

yoboseyo ? “ sahut suara disebrang sana

“ yoboseyo, Hyung-ah, eodiyo ? “

sekarang ? aku sekarang dirumah saja, waeyo Kyu-ah ? aih, aku begitu merindukan suaramu yang merdu tersebut

Aku tertawa kecil, “ Hyung begini, lusa’kan Sungmin hyung ulang tahun.. jadi… “

AAAH !!! Janji itu ! haish, aku melupakannya kyu ! argh, untung saja kau menelfonku, aku benar-benar lupa ! benar kata Donghae hyung, kita bukan apa-apa tanpanya “

“ aku tidak yakin ikan itu masih ingat, ah begini, aku mau membuat kejutan untuk Minnie, kira-kira hyung mau membantuku memberitahu yang lain tidak  ? “

ne, aku mau, jadi apa yang harus ku lakukan Kyu ?

***

Seoul, 31 Desember 2080

Haih, kenapa semua nomor hp para Hyung dan Dongsaengku itu sulit sekali untuk dihubungi sih ?! yang masih bisa ku hubungi hanya Siwon dan itupun hanya dengan pesan singkat. Tidak sadarkah mereka bahwa aku disini amat-sangat-merindukan-mereka ?! atau jangan-jangan mereka tidak merindukanku ? aih, hatiku jadi perih sendiri…

“ hyung, “

Aku menoleh. Namdongsaengku, Lee Sungjin sedang menatapku heran. Aku tersenyum dan balas menatapnya.

“ waeyo ? “

“ hyung kenapa melamun ? ada masalah ? “ ia berdiri disampingku ikut memandang kearah luar jendela.

“ aniyo, hanya bosan “

“ kangen Super Junior ya ? “

Aku terdiam. Bagaimanapun juga aku amat merindukan mereka. Namun apakah mereka merindukanku? Aku tidak yakin, bahkan aku ragu mereka masih merindukanku dengan sikap mereka yang amat-masa-bodoh denganku saat ini. Sungjin tersenyum ke arahku dan mengusap bahuku pelan,

“ tenang saja, mereka tidak akan melupakan hari ulang tahun hyung, kok … “

“ ba—bagaimana kau bisa tau ? “

“ tertulis di jidat hyung “ jawabnya santai

Aku memukul kepalanya pelan dan tersenyum kecil. Semoga saja itu menjadi kenyataan, semoga saja mereka benar-benar akan menepati janji mereka tersebut.

***

“ bagaimana ? nanti jadi’kan ? “

ne, tentu saja

“ baiklah, jangan lupa ingatkan member yang lain juga, aku lelah terus menghubungi seperti ini “

ne ne ne, aku tau

“ arasseo, kalau begitu jangan lupa kumpul dirumahku jam 10 malam, oh iya jangan lupa beritahu Wokkie dia harus bawa kue yang dia janjikan ! “

ne aku tau ! sekarang bisa aku tutup’kan ?

“ yep, gomawo Hyung, annyeong “

ne, annyeong

***

“ haaah….. !!! “ desahku tidak menentu

Entah sudah keberapa kalinya aku mendesah kesal seperti ini. Kalau bisa ku hitung, kira-kira sudah lebih dari 9 kali. Dihitung dengan yang baru saja berarti…, 10 kali ?! haih, aku menatap jam diatas mejaku dengan lemas. Jam setengah dua belas malam. Apakah begini nasib ulang tahunku ?

Ku tatap kamar Sungjin yang berada tepat didepan kamarku. Tertutup rapat dan sunyi. Sepertinya seluruh keluargaku sudah terlelap. Hanya aku yang terjaga dan memikirkan semua ini ! argh, padahal aku sudah tua, bukannya aku malah harusnya istirahat saja ya ?!

Aku berjalan ke tempat tidur dan mulai memejamkan mataku. Lima menit berlalu namun aku tetap tidak dapat menutup mataku.  Haah, kenapa malam tahun baru begitu suram ? mengapa malam ulang tahunku begitu sunyi ?

Aku masih dapat mengingat jelas betapa ramainya suasana dorm saat ada yang berulang tahun. Kami (yang berulang tahun) diberi kue dan dilempar ke wajah kami, seluruh member mengelilingi kami, member kami ucapan dan diberi penutup pelukan hangat. Ah, air mataku menetes begitu mengenang itu semua.

“ kenapa aku jadi secengeng ini sih ? “ aku menutup mukaku menahan isakan kecil yang keluar dari mulutku

^Ting…Tong…^

Aku terlonjak kaget. Jam berapa ini ? ku lirik jam yang bertengger manis diatas mejaku (lagi). Jam dua belas kurang lima menit. Ada yang bertamu kerumahku semalam ini ? siapa ? aku keluar, keluargaku tetap tenang. Apa aku yang salah dengar ya ? saat aku bersiap-siap kembali ke kamar…

^Ting…Tong…^

Eh ? jadi benar-benar ada tamu ?

Aku langsung melesat kebawah mencari tau anak nakal yang iseng membangunkanku semalam ini. Aku langsung membuka puntu tanpa melihat siapa yang datang.

“ nugu—“

Croooot !!!!

Sebuah kue berhasil mendarat di mukaku, tepat dimukaku. Belum sempat aku mengerti apa yang terjadi teriakan keras seakan-akan menghancurkan telingaku.

“ SAENGIL CHUKADURIMNIDA !!! “

Suara-suara itu…

Aku langsung membuka mataku dan benar saja. Ini mereka. Mereka menepati janji mereka. Dan, oh yatuhan apakah aku mimpi, yang sedang berdiri didepanku saat ini… seorang Cho Kyuhyun. Orang yang amat sangat ku rindukan dari beberapa bulan yang lalu.

“ KYUHYUUUUUN !!!! “

Aku langsung memeluknya erat. Masa bodoh ia jauh lebih tinggi dariku, masa bodoh bajunya akan kotor terkena kue yang mereka lemparkan ke arahku, masa bodoh dengan tatapan semua orang yang jelas aku merindukannya dan aku merindukan kehangatan tubuhnya.

“ hey hyung, kami juga merindukanmu loh “

Aku menoleh ke belakang – tanpa melepaskan pelukanku dari Kyuhyun – eunhyuk dan donghae tengah menatapku dengan tersenyum kecil. Aku balas tersenyum lebar ke arahnya.

“ kayanya Minnie lebih kangen aku nih daripada kalian semua “

“ wah, kalo gitu kita balik aja yuk, nggak dibutuhin juga kan ? “ ujar shindong dan diikuti anggukan kepala seluruh member.

Aku langsung melepaskan pelukanku dan beralih ke teuki hyung yang memang lebih dekat denganku. Aku memeluknya erat, ia balas memelukku hangat. Aih, sudah lama aku tidak merasakan pelukan dari seorang eomma suju.

“ aku kangen eomma !! “ sahutku manja

“ sejak kapan sungmin jadi orang yang manja seperti ini ? “

Aku hanya cengengesan kecil dan berjalan memeluk member yang lain. Benar-benar seperti lebaran(?). Aku menatap mereka dan sedikit demi sedikit mataku mulai berkaca-kaca. Hah, jangan menangis !! seorang Lee Sungmin tidak  pernah menangis dihadapan mereka.

“ ah, iya aku sampai lupa ! ayo masuk, “ ajakku

Mereka tersenyum amat lebar seolah berkata  gitu-dong-dari-tadi. Eunhae langsung merebahkan dirinya disofa yang panjang. Yewook langsung beralih kemeja makan meletakkan kue yang mereka bawa. Sedangkan yang lain masuk dan langsung duduk didepan TV. Sedangkan Kyu ? ia masih berdiri disampingku.

Ia menatapku hangat dan tersenyum lembut, “ mwo ? masih kangen aku ? “

Aku mengalihkan mukaku, “ jincha paboya ! kenapa di telfon tidak diangkat sih ? yang mau menjawab hanya Siwon, itupun dengan pesan singkat, kenapa ?! aku sempat frustasi aku kira kalian semua sudah melupakan aku !! “

“ yha hyung, kalau kita menghubungi hyung berarti bukan kejutan dong ? “ Tanya Siwon heran

Aku mengangguk-angguk seolah berkata benar-juga-ya. Kyuhyun mengacak-acak rambutku gemas. Aku menatapnya sebal. Aku sebal dia hanya tersenyum lebar seperti itu.

“ kyu, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ? “

“ ne ? “

“ apa kau merindukanku ? “ bisikku pelan.

Ia tersenyum lalu memelukku hangat. Ia membelai rambutku dan kedua telinga kecilku. Ia dekatkan bibirnya ketelingaku dan berbisik lembut,

“ tentu saja aku merindukanmu hyung, aku merindukan seluruh yang ada dari dirimu, dan aku merindukan sosok KyuMin yang dulu selalu di elu-elukan, “

Aku tersenyum geli, “ benarkah  ? “

“ hm, hyung, boleh aku minta sesuatu padamu ? “ tanyanya

Ia memegang bahuku dan menatapku tepat dimataku. Aku balas menatapnya dan tepat dimatanya. Aku tersenyum kecil dan mengangguk. Apa yang mau dia katakan ? apakah… aish, kenapa jantungku berdegup kencang !!

Ia mendekatkan bibirnya ketelingaku, “ saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo nae hyunggie, Lee Sungmin “

Wajahku memerah. Aku terdiam. Ia menatapku dan tersenyum hangat. Tanpa basa-basi ia langsung menciumku tepat dibibirku.

***

Author POV

Sungmin membuka buku kecil yang selalu di bukanya ketika ia berulang tahun dan menuliskan semua yang ia dapatkan saat hari ulang tahunnya. Ia membuka lembar kosong dan mulai menuliskan suatu kalimat.

hadiah yang ku terima kali ini sangat sederhana, seorang Cho Kyuhyun. Dan hari ini, adalah hari ulang tahun terbaikku, dimana semua hyung dan dongsaengku berkumpul merayakan ulang tahunku seperti janji mereka dulu…

***

THE END ^^

Comment please, don’t be a silent readers !!

3 thoughts on “Promise [dedicated for Sungmin’s birthday]

  1. Ah.. Jadi terharu karna mreka berkumpul lagi tiap ada yg ultah.. tapi sedih juga karna suju udah bubar😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s