fanfictions

I’m sorry but i’m your fiancee [part 2]

Tittle : I’m sorry but I’m your fiancée [part 2]

Main Cast :

–          Nashelf as Lee Ha Sang

–          Henry Lau aka Liu Xian Hua

–          Kim Soo Rae as Ha Sang’s friend

Author : Choi Min Rin

Genre : Romance

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Part 1 │ Part 2

Dc : the plot is mine, but the cast is belong to God’s

***

^prok… prok.. prok^

Dengan berakhirnya pertunjukkan ini berakhir jugalah perasaanku padanya. Selama pertunjukkan berlangsungpun aku telah menghabiskan seluruh air mataku. Alhasil datang dengan mata indah pulang dengan mata sembap. Hh.., sepertinya aku memang tak pantas jatuh cinta, buktinya untuk urusan nampyon , bumoku yang menyelesaikannya. Dan disaat aku menemuan namja yang pas ternyata dia sudah mempunyai seseorang yang spesial dihatinya.

“ Hasang-ssi, gwenchana ? matamu terlihat sembap… apa kau habis menangis ? “

Aku menoleh dan mendapati Soorae menatapku dengan bingung. Apakah mataku terlihat begitu jelasnya ? aigo !!! jangan sampai Soorae tau aku menangisi seseorang !!

“ ah.. jincha ? “ aku meraba2 bawah mataku mencoba berpura-pura “ bagaimana bisa terlihat sembap ? aku tidak menangis Soorae-ah “

“ jincha ? kalau ada sesuatu katakan padaku Hasang “

Aku tersenyum manis dan mengangguk, “ ne , kau mau pulang sekarang ? “

“ eh , oh bisakah kau tunggu aku sebentar ? aku mau bertemu dengan Sungmin sebentar, bisakan ? “

“ oke , aku tunggu disana yaa.. “ kutunjuk bangku2 kecil di bawah pohon. Terasa nyaman dan rindang apalagi untukku yang sedang merasakan patah hati HAHA

“ sip, gomawo Hasang-ah “

Aku melambai2kan tanganku ke arahnya. Setelah ia menghilang dari pandanganku aku melangkahkan kakiku kearah taman yang ku tunjukkan ke Soorae. Aku duduk dan mengeluarkan hp-ku. Ku raih headset-ku yang slalu ku bawa2 dan mulai mendengarkan lagu favoritku.

Saat asyik-asyiknya aku mendengarkan lagu tiba-tiba ada yang menutup kedua mataku. Itu bukan Soorae. Siapa dia ? jangan-jangan… orang…

“ YHA !!! “ aku spontan berteriak keras,

“ hey ini aku, remember ? “

Jantungku serasa berhenti berdetak. Suara itu… aku yakin 100% walaupun aku baru bertemu Henry hari ini tapi aku yakin itu suaranya !!! oh my.. apa yang dia lakukan disini ? dan.., sendirian kah dia ? mana yeoja kebanggaannya itu ? tanpa sadar aku mencemburui diri sendiri.

“ Henry-ssi !!! “

Dia tertawa dan melepas tangannya dari kedua mataku. Ia masih tertawa kemudian duduk di sampingku. Omo !! bagaimana kalau ia dengar detak jantungku ? ah , aku terlalu melebih-lebihkan , bagaimana bisa dia mendengarnya , ada-ada saja… tapi , who knows ??

“ yha.. mengapa melamun ? “ tangannya bergerak-gerak di depan mataku

Aku sedikit kaget, “ jangan sekali-kali kau lakukan itu !! hh.., untung aku tak punya penyakit jantung “ sungutku sebal,

“ memang apa salahku ? “ tanyanya dengan muka innocennya

“ huah lupakan ! ngomong sama orang kaya kamu nggak bakal ngerti deh “

Kenapa tiba-tiba kata-kataku jadi judes banget ya ? apa ini efek cemburu aka jealous itu ?? hebat ! aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Perasaan kesal yang ditimbulkan hanya karna orang yang kau sukai menyukai orang lain. Kh.., kalau cinta memang seperti ini, aku biarkan bumoku yang mengurusnya !

“ yaelah… ngelamun lagi “

“ eh mianhaeyo.. aku sedang banyak masalah , jeongmal miane !! “

“ gwechana… kau ada masalah ? “

Apakah aku harus menceritakan soal… ah aniy ! bagaimanapun juga dia bukan siapa-siapaku , dia tak berhak untukku ceritakan masalah pribadiku. Tapi…, kalau soal perjodohan itu bolehkan ? toh , aku juga sedang buntu , aku butuh tempat curhat !!

“ kau yakin mau mendengarnya ? “ tanyaku takut-takut,

Walaupun dia sudah menawari untuk bercerita padanya tapi entah mengapa aku masih merasa takut. Takut ia merasa terbebani, takut ia merasa lelah, apalagi jika dia berfikir macam-macam tentangku.

“ tentu saja , aku akan mendengarkannya “

“ baiklah kalau itu maumu “

Dan aku mulai menceritakan soal perjodohan itu. Aku menceritakan padanya dari saat bumoku memberitahunya padaku hingga saat aku mengacuhkan eommaku tadi pagi.

“ apa yang harus ku lakukan Henry-ssi ? “ tanyaku kalut

“ tenanglah… sekarang tanyakan pada dirimu sendiri , apakah kau mau menerima perjodohan itu atau tidak ? “

Aku menggeleng cepat, “ tentu saja tidak , ini hidupku !! “

“ kalau begitu , kau harus melawan mereka tanpa meyakiti perasaan mereka, ara ? “

Suara henry yang lembut rasanya tak mampu membuatku untuk tidak mengangguk setuju. Padahal aku yakin, melawan dengan menyakiti hati mereka saja aku tak yakin mereka akan merubah keputusan mereka. Hhh…, sudahlah, aku hanya merasa ingin mengurangi beban dipundakku.

“ gomawo Henry-ssi “ aku tersenyum manis padanya

“ ne chon…, “

neoreul gidaryeo ongeoya aju oraen shigandongan nareul kkok dalmeun sarangeul wihae weroweotteon shiganmankeum neo-ege da jugo shippun my endless moment , pray for you’ kata-kata Henry terputus oleh deringan keras dari hp-ku

“ mian, biar ku angkat sebentar ya “

Ia hanya tersenyum manis. Aku langsung mengangkat telefon yang ternyata dari Soorae.

“ yoboseyo ? “ sahutku untuk telefon diujung sana (?)

yha !! aku kehilanganmu, neo.. eodiyo ?

“ bukannya tadi aku…, “

iya-iya, aku tau tapi aku lupa dimana itu !! “ potongnya cepat

“ kau dimana ? biar aku yang kesana saja “

“… “

“ ye, algasseumnida “

Kuputuskan sambungan telefon. Aku berbalik menatap Henry, aku tak ingin pergi darinya walau ia sudah mempunyai seseorang yang ia sayangi. Otthoke ? apa aku harus mementingkan egoku ?

“ Henry-ssi , aku harus pergi , gomawo buat semuanya walaupun kita baru bertemu tapi aku sangat senang kau mau mendengarkan curhatanku.., aku sungguh berterima kasih denganmu “ ucapku sungguh-sungguh,

Ia tersenyum, ” gwenchana , itukan gunanya teman “

Kata-kata henry seakan menyadarkanku dari pengharapan semu. Semua harapan yang sempat terbangun sesaat hilang dibawa kata-katanya. Teman. Ya, aku dan dia hanya teman tak lebih dari itu. Aku harus sadar dan bangun dari alam mimpiku. Aku tersenyum miris.

“ wae ? “ tanyanya tiba-tiba

“ eh ? oh, aniy… “ elakku

“ ehm.., Sang-ah, apakah aku boleh meminta sesuatu ? “

“ mwo ? katakan saja, “

“ bolehkah aku minta nomer hp-mu ? rasanya sulit berkomunikasi denganmu, kitakan baru saja bertemu, lagipula aku senang berbincang-bencang denganmu “

Aku tersenyum. Aku mengambil sebuah kertas kecil dari tasku dan mulai menuliska angka-angka yang akan tersambung dengan handphoneku. Ku serahkan sobekan kertas itu ke arahnya.

“ akan selalu aktif 24 jam “ candaku

Ia tertawa, “ okay, gomawo, mau ku antar ke tempat chingumu itu ? “

“ ah, aniyo, itu tidak perlu aku bisa sendiri “ tolakku halus walau sebenarnya aku ingin.

“ aku tidak mau tau, yang jelas aku harus mengantarmu ! “

Ia menarik tanganku lembut. Sedangkan aku ? aku hanya dapat pasrah dibelakangnya yang tidak dapat melakukan apa-apa. Aku menatap tanganku yang tenggelam dalam genggamannya. Sedikit senyuman menghias diwajahku, bolehkah aku menggenggam tangannya untuk selamanya ?

“ HENRY !!! “ sahutan keras tersebut menghentikan langkahku dan langkah Henry

Henry menoleh dan wajahnya berubah menjadi pucat. Tangannya yang menggenggam tangankupun berubah menjadi dingin. Aku menatapnya khawatir.

“…….

***

TBC

Kira-kira siapa ya yang datengin Henry ? hahaha, still remember this Fanfiction ? I already forget it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s