fanfictions

One Love [Sequel]

the sequel of fiction : EunHae or EunTeuk ?!

Tittle : One Love

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Donghae

–          Kibum [cuma nama]

Pairing : HaeHyuk, KiHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Yaoi / Shoneun Ai

Rating : T

Length : Double Shoot

Part : part 1

dc : just own the plot T-T

***

Eunhyuk POV

“ hae… “

Dia membalikkan badannya dan melihat ke arahku. Aku memberikan senyuman paling manis yang pernah aku berikan ke arahnya. Dan tak luput mengeluarkan Monkey-eyes-ku.

“ ne ? “

Aku mendekapkan tanganku didepan dadaku dan mengeluarkan Monkey-eyes-ku sebaik mungkin ke arahnya. Ia menatapku heran. Satu alisnya terangkat menandakan bahwa ia sedang kebingungan.

“ temani aku membeli sesuatu ya.. “

“ membeli sesuatu ? apa yang ingin kau beli ? “

“ molla, aku sedang ingin membeli sesuatu, berburu tepatnya “

“ mau berburu apa ? “

Aku meletakkan tanganku di dagu membentuk posisi orang sedang berfikir. Berburu ? apa yang harus ku buru ya ? semua sudah lengkap. Ah, aku ingin menonton kdrama ! yap, sudah ku putuskan, aku akan berburu kaset[?]

Aku menepuk tanganku keras. Donghae menatapku heran. Aku tersenyum ke arahnya menandakan aku telah menentukan tempat yang tepat.

“ jadi, mau kemana ? “ tanyanya lembut

“ berburu kaset ! “

“ MWO ?! “

Aku terloncat – sedikit – kebelakang setelah mendengar teriakannya barusan. Memang ada yang salah ya kalau aku berburu kaset ? bukankah itu hal yang menyenangkan ? haish, Donghae… ayolah mau.. aku sedang ngidam nih[?]…, panjatku berulang-ulang sambil terus ku keluarkan kemampuan Monkey-eyes-ku. Ia menghembuskan nafas panjang.

“ arasseo, nanti aku temani “

“ tapi, ikhlaskan ? “ tanyaku meragu

Ia menatapku lembut dan mendekapku erat, “ dasar pabo ! tentu saja aku ikhlas ! “

Aku tersenyum lebar dan mencium pipinya sekilas, “ gomawo “

***

Myeongdong,

Yeey, akhirnya aku beli kaset juga. Setelah lima hari menunggu. Sekarang aku dan Donghae sudah berada di Myeongdong untuk membeli kaset sesuai dengan  janjinya tempo hari. Aku tersenyum lebar mengungkapkan rasa terima kasihku ke arahnya.

“ nah, sekarang kau tinggal pilih “

Aku mengangguk dan memandangi tumpukan kaset yang ada dihadapanku. Oh, betapa banyaknya tumpukan kaset yang ada dihadapanku saat ini. Dan aku hanya tinggal memilih ? yes, yes, yes. Aku hanya diam menatapi kaset-kaset yang bertumpuk rapi dihadapanku.

“ hyukkie ? jadi beli ? “ tanya Donghae lembut menyentakkanku dari alam lamunan

Aku tersenyum dan mulai melihat-lihat kaset. Sekitar lima menit sudah sembilan kaset di dalam pelukanku. Dimulai dari boys before flower sampai bread, love and dream[author promosi neh hahahaha]. Aku mengedarkan pandanganku dan seketika mataku berhenti ke arah satu kaset.

“ Hae !! film kita ada !! “

Aku menarik sebuah kaset dan ku sodorkan tepat didepan muka Donghae. Kaset berisi film kami. Attack on the pin-up boy. Donghae tersenyum dan mengambil kaset dari tanganku. Ia menatap cover kaset itu dan … apa aku salah lihat ? matanya.. berkaca-kaca ?

“ dong—hae ? “

Ia tetap diam tak bergeming. Matanya tak lepas dari cover tersebut. Matanya yang berkaca-kaca memantulkan sampul dari kaset tersebut. Aku mengguncang lengannya.

“ hae ? “

“ eh? Oh, mianhe.. tadi aku melamun “ ia tersenyum pedih

“ ada sesuatu yang mengganggu fikiranmu ya ? “

“ aniyo, aku hanya merindukan sesuatu “

“ merindukan apa ? atau, merindukan siapa ? “

“ Kibum… “

Aku seperti merasakan jantungku berhenti berdetak selama satu detik. Kibum? Dia merindukan kibum? Merindukan dalam arti apa ? teman ? sahabat ? adik ? atau… aku menggelengkan kepalaku mencoba mengenyahkan fikiran-fikiran yang mulai berseliweran di kepalaku. Dasar hyukkie pabo!

“ engh, aku sudah selesai nih, kita jalan-jalan yuk.. “ aku mencoba memecahkan kesunyian yang ada diantara kami

Ia mengangguk dan menyodorkan kembali kaset yang sempat ku sodorkan ke arahnya. Ku teliti covernya mencoba mengamati foto Uri snow white.

“ berat ku akui, tapi aku juga merindukanmu.. “ bisikku pelan sebelum akhirnya membayar semua kaset-kaset yang aku beli

***

Kami berjalan-jalan namun ekspresi sedih Donghae belum hilang juga dari mukanya. Sebegitu merindukan Kibum kah dia ? memang aku merindukannya, tapikan dia pasti akan kembali. Dia telah berjanji sampai jadwal syutingnya selesai ia akan kembali menjadi bagian Super Junior lagi ? menjadi keluarga kita lagi ? kita hanya perlu bersabar menunggunya’kan ?

Aku memijat pelipisku. Bodoh, apa yang kau fikirkan sih ? apa kau tak sadar kau juga merindukannya ? dasar monyet bodoh! Tapi, jika nanti dia kembali… apakah Donghae masih dekat denganku? Apakah Donghae masih tetap mencintaiku? Tunggu! Apakah.., apakah Donghae mencintaiku karna Kibum pergi meninggalkannya dan menjadikanku sebagai pelarian ?

Air mataku meleleh dengan sendirinya. Sakit. Aku merasakan sakit yang amat sangat didalam dadaku. Dasar bodoh, memikirkan hal-hal bodoh yang hanya membuatmu merasa sakit? Dan kau sama sekali tidak berusaha mengenyahkan fikiran itu ? aku benar-benar monyet paling bodoh !

“ yha ! kenapa menangis ?! “ teriakan khawatir Donghae seakan menyadarkanku dari dunia penyakit terbodoh tersebut[?]

“ eh? Menangis ? aku tidak—“

“ apakah aku salah bicara ? “ potongnya

Aku menggeleng, “ aniyo, bukan salahmu.. “

“ lalu kenapa menangis ? “

Ia menatapku dengan pandangan sayu-nya tersebut. Aku merutukki diriku berkali-kali. Kau yang menyebabkan dirimu menangis dengan sendirinya dan membiarkan pacarmu mengkhawatirkan dirimu dan menganggap dirinya-lah yang salah ?!

“ gwenchana, hanya sedikit lelah “ dustaku

“ kita pulang saja ya.., “

Aku hanya mengangguk menurut saat ia menarik tanganku kembali ke dorm kami. Selama perjalanan, hanya satu kata yang ku panjatkan berkali-kali. Donghae mencintaiku dan itu tidak akan pernah terganti.

***

Aku menggeliat malas diatas tempat tidurku. Donghae beserta semua member yang ada dilantai 12 sedang melakukan pemotretan dan sekarang hanya bersisa aku dan member lainnya yang berada dilantai 11. Aku bosan, semua member sedang sibuk dengan kegiatannya dan hanya aku yang merongrong kebosanan dikamar.

Aku beridiri membuka laci mejaku dan mengeluarkan sepuluh keping kaset yang baru saja ku beli dari Myeondong kemaren lusa. Untuk apa aku membeli kalau pada akhirnya tidak aku lihat, kan? Aku menjejerkan ke-sepuluh keping kaset itu didepan laptopku untuk memikirkan kaset mana yang mau ku tonton terlebih dahulu.

Setelah merasa persiapanku di depan laptop selesai, aku berdiri berjalan ke pintu kamarku. Sejenak aku berfikir dan akhirnya kuputuskan untuk mengunci kamarku. Setelah siap, aku mulai berjalan ke laptopku dan menonton semua kaset yang telah aku beli.

Donghae POV

Akhirnya pemotretan itu selesai juga. Badanku serasa pecah berkeping-keping. Ditambah lagi, aku hanya sendirian disana tidak ada Eunhyuk yang menemaniku. Hh.., dia di telfon juga nggak diangkat. Apa dia lagi sibuk ya? Sibuk apa tapi?

“ Yha ! kau sedang ada masalah dengan Eunhyuk ? “

Aku menoleh dan tersenyum begitu tau siapa yang menyapaku tadi. Leeteuk Hyung. Memang kemaren-kemaren aku sedikit—hanya sedikit—kesal dengannya[remember EunHae or EunTeuk ?! ^^] tapi sekarang aku sudah bisa menerimanya.

“ hey, kenapa dari tadi melamun sih ? “

Aku tersentak kaget dan menggeleng, “ aku hanya kelelahan, sepertinya “

“ kau jelas-jelas bohong Donghae-ah, ada apa ? ceritakan saja pada hyung… “

Aku tersenyum manis kepadanya. Terkadang Leeteuk bisa menjadi hyung yang paling perhatian walau terkadang taring “umma”-nya pun keluar.

“ gwenchana, aku baik-baik sa—“

“ apa ini semua ada hubungannya dengan monyet babo itu ? “ potongnya cepat

Aku tertawa keras, “ tentu saja tidak hyung ! aku baik-baik saja, ah sudah sampai, aku turun dulu yaa… “

Saat aku hendak menekan pintu ‘buka’, tangan Leeteuk hyung menggenggamku. Aku membalik badanku dan menatapnya bingung.

“ waeyo ? “

“ a—aniy, hanya ingin bilang, kalau ada masalah jangan segan-segan untuk bercerita kepadaku “

“ ne hyung, arasso “

Ia tersenyum dan mulai melepaskan genggamannya pada tanganku. Aku mulai melangkahkan kakiku ke luar dari lift dan berjalan ke kamar monyetku itu.

***

“ Ya hyuk ! Buka pintunya ! “

Aku menatap Sungmin-hyung yang sedang memukul-mukul pintu kamarnya dan juga pintu kamar Hyukkie. Aku menghampirinya dengan seribu pertanyaan bersarang dikepalaku.

“ waeyo hyung ? “

“ eunhyuk dari tadi mengurung dirinya dikamar, mungkin itu hal yang wajar tapi beberapa menit yang lalu, aku mendengar suara pecahan, seperti suara orang sedang marah, kau taulah… “

Apa ? eunhyuk marah ? kenapa ? mengapa ? aku membantu Sungmin-hyung untuk membujuk Eunhyuk agar mau membuka pintu kamar tersebut.

“ hyukkie, kau kenapa ? bu—“

“ PERGI KAU LEE DONGHAE ! JANGAN DEKATI AKU LAGI ! “

***

Comment please^^

3 thoughts on “One Love [Sequel]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s