fanfictions

it’s not just a fanservice of us

Tittle : it’s not just a fanservice of us

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Donghae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Yaoi / Romance

Rating : T / PG-15

Length : Drabbel or Oneshoot

Nb : aku buat nih FF cuma mau nyampein betapa cintanya aku sama Eunhae, I want to be a loyal Eunhae Shipper.

***

Don’t like, don’t read

This is yaoi [boyxboy] fanfiction

You can bash me if you didn’t like this fanfiction

But please,

Don’t bash SUPER JUNIOR

They just cast in this fiction

Okay ?

***

Donghae POV—fanservice ? mungkin bagi member lain, ELF, dan dirinya sendiri fanservice hanyalah sekedar fanservice. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat menunjukkan kepadanya betapa aku mengagumi dirinya.

Eunhyuk POV—fanservice ? hal yang selalu aku dan dia lakukan. Hal yang selalu aku dan dia tunjukkan. Hal yang selalu aku dan dia berikan dengan senang hati untuk membahagiakan ELF. Mungkin itu baginya, dan bagi member lain. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, melakukan sebuah fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat merasa memiliki dia seutuhnya.

***

Semua member suju telah memasuki dorm mereka yang luas, rapi walau sedikit terkesan berantakan. Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk dan Ryeowook memasukki dorm mereka yang ada dilantai 11. Sedangkan, Donghae, Leeteuk, Heechul, dan Shindong memasukki dorm mereka yang ada dilantai 12.

Mereka mulai merebahkan tubuh mereka setelah melakukan kegiatan mereka untuk menghibur semua ELF yang ada di dunia. Super Show 3. Baru semenit mereka mencium bantal mereka, mereka sudah dijemput oleh alam mimpi mereka kecuali dua orang. Dua orang yang sama-sama sedang memikirkan fanservice mereka. Dua orang yang berbeda lantai namun satu fikiran. Mereka saling memikirkan satu sama lain.

Entah kontak batin apa yang mereka lakukan akhirnya mereka bangkit dari tidur mereka[?] dan berjalan keluar kamar mereka. Mereka berjalan menuju satu tujuan, lift. Dan akhirnya mereka bertemu dalam suatu kebetulan yang dapat dikatakan kesengajaan. Mereka tersenyum dalam diam. Semburat merah muncul di kedua tulang pipi mereka.

“ Hae—“ “Hyuk—“  ucap mereka bersama-sama

Mereka tersenyum dan akhirnya tawa mereka meledak.

“ kenapa kita canggung sekali, ya ? “ tanya Donghae bingung

“ molla, ngomong-ngomong kenapa kau belum tidur ? “

Donghae menggaruk pipinya yang sama sekali tidak gatal tersebut dan menatap Eunhyuk dengan pandangan mengagumi, “ aku tidak bisa tidur sedang memikirkan sesuatu, kau ? “

“ sama “

Mereka kembali terdiam. Suasana canggung menyelimuti mereka.

Eunhyuk POV

Kenapa jadi diam sekali, ya ? perasaan tadi di show aku dan dia malah cerewet dan nggak sediam ini. Tapi, kenapa—sekarang ?

“ Hae, kau masih belum mengantukkan ? “

Ia menggeleng. Aku tersenyum puas dan menariknya ke lantai bawah.

“ kalau begitu temani aku, aku belum bisa tidur.. maukan ? “

Ia tersenyum dan mengangguk. Aku ingin sekali berteriak namun semua itu ku tahan. Aku bukanlah siapa-siapa dihadapannya. Aku hanyalah seorang sahabat, seorang kakak, dan seorang keluarga untuknya. Tidak lebih dari itu. Dan aku rasa, itu akan berlaku untuk selamanya sampai kapanpun tidak akan berubah.

Taman

“ hh… “

Ku rapatkan kedua tanganku didadaku. Dingin. Ternyata udara diluar dingin sekali dan aku baru bisa menyadari hal tersebut setelah keluar dari dorm dengan menggunakan atasan T-shirt tipis. Donghae menatapku khawatir. Oh, jangan tatap aku seperti itu.., itu dapat membuatku kesusahan untuk bernafas.

“ gwenchana ? “ tanyanya sambil memegang dahiku

Ku tepis pelan tangannya yang ada di dahiku, “ gwenchana, aku hanya kedinginan “

“ dasar babo ! bukannya aku udah ngasih tau kalo udara malem itu dingin banget ? “ ia mengehembuskan nafas kesal, “ dan lihat, apa yang kau pakai sekarang, T-shirt tipis ?! “

Aku hanya menunduk tidak berani menatap wajahnya. Biarkan dia yang memarahiku. Biarkan aku yang mengalah. Karna aku percaya, menatap matanya dapat membuat segala kekesalanku terbang begitu saja.

“ kau ini ! dimarahi , malah diam saja ?! sinikan tanganmu ! “

Ia mengulurkan tangannya ke arahku. Aku menatap tangannya bingung. Untuk apa ? aku bertanya-tanya dalam hati, jangan-jangan…

“ u—untuk apa ? “

“ argh—“ ia langsung mengambil tanganku dan memasukkannya ke saku celananya.

Jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Aku kesulitan bernafas, aku merasa aku membutuhkan oksigen saat ini. Kakiku lemas. Oh yatuhan, apakah mukaku memerah ? andwae !!

“ sudah merasa lebih hangat ? “ tanyanya

Aku hanya mengangguk. Dasar fishy bodoh ! kalau kau memperlakukanku seperti ini, bagaimana mungkin aku tidak merasakan kehangatan yang amat-sangat-luar-biasa sedang menimpaku, ha ?! satu sentuhan dari ujung jarimu sudah membuatku seperti tersengat beribu-ribu Volt tegangan listrik yang akhirnya bergetar sampai kedalam hatiku.

“ kau sakit, ya ? dari tadi diam saja.. “

Aku menggeleng lemah, “ mungkin aku masih kecapekan, kau tau sendirilah tadi di show aku terlalu bersemangat.. aku banyak melakukan show off, dan juga.. solo kita.. “

Tiba-tiba sebuah tawa meledak dari mulut kecilnya. Aku menatapnya heran. Kenapa ? apa ada yang salah dari kata-kataku ? memang apa yang salah ku katakan ya ?

“ hey ! ada yang salah ? “

“ aniyo, hanya teringat sesuatu saat aku melakukan solo kita “

“ memang apa yang kau ingat-ingat ? “ tanyaku ingin tahu

Dia tersenyum misterius dan menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau memberitahuku satu halpun darinya. Ia menjulurkan lidahnya jahil ke arahku.

“ ra—ha—si—a—“

Aku memukul dadanya kencang, “ yha ! katakan !! atau aku tidak akan melakukan solo itu lagi ! “

“ malah bagus, kan ? aku jadi tidak perlu cemburu lagi “

Deg!

Apa dia bilang ? cemburu ?

“ ce—cemburu ? “

Ia menutup mulutnya dan cengiran khas-nya muncul dikedua pipinya, “ akukan tidak perlu cemburu lagi kalau melihat yeoja itu disentuh-sentuh olehmu “

Setelah kata-kata itu selesai di ucapkan. Aku merasa, hatiku hancur berkeping-keping.

Donghae POV

Huaaa Fishy babo !! bagaimana bisa kelepasan sih ? aduh, gimana kalau dia nanya apa maksudnya dengan kata ‘cemburu’ tersebut ?! dia hanya menganggapku sebatas adik, sebatas saudara, sebatas keluarga. Tidak lebih dari itu. Kenapa aku katakan hal tersebut kepadanya ?

“ ce—cemburu ? “ tanyanya ragu-ragu

Aish, baru juga aku bilang. Jawab apa nih , bohong ? yah, apa boleh buat. Toh aku bohong sama nggak bohong emang pengaruh ya sama dia ? dia kan hanya menganggapku adik-saudara-keluarga dan itu tidak akan berubah.

Aku menutup mulutku berusaha untuk bersikap normal. Sebuah cengiran mulai ku berikan ke arahnya. Aku harus mengeluarkan kemampuan aktingku.

“ akukan tidak perlu cemburu lagi kalau melihat yeoja itu disentuh-sentuh olehmu “ dustaku.

Selesai aku mengucapkan kata-kata tersebut. Mulutnya terkunci. Matanya berubah sayu. Wajahnya tidak bersemangat dan aku merasa seluruh badannya berubah lemas. Mungkinkah ? ah, dasar fishy bodoh ! jangan banyak berharap !

Tiba-tiba sebuah air mata jatuh dari ujung matanya membasahi pipinya. Namun cepat-cepat dihapus olehnya. Aku memegang kedua pipinya, menatapnya dengan pandangan khawatir.

“ hyukkie ? gwenchana ? “

“ gwen—gwenchana, aku mau tidur, bolehkan ? “

Ia bersiap-siap pergi namun aku menahan tangannya. Ia berhenti berjalan. Aku menatap punggungnya yang membelakangiku tersebut.

“ wae ? ada sesuatu yang mengganggumu ? “

“ aniy, “

“ lalu, kenapa kau menangis ? “

Ia hanya diam dan diam. Aku menatapnya bingung. Tiba-tiba ia menyentakkan tanganku dan berjalan meninggalkanku tanpa memberikan komentar apapun terhadapku. Dia marah padaku ?

Eunhyuk POV

Aku langsung merebahkan diriku diatas tempat tidurku dan menutupi mukaku dengan bantal. Sungmin hyung sudah terlelap di atas tempat tidurnya. Sedangkan aku ? aku masih terjaga memikirkan kata-kata babo Fishy tersebut !

^kriet[?]…^

Aku mendengar suara pintu terbuka namun aku tetap menutup mukaku dengan seluruh bantalku. Aku berpura-pura tidur sampai akhirnya orang tersebut berjalan ke arahku dan duduk disamping tempat tidurku.

“ hyukkie—“ panggilnya pelan

Aku tetap teguh pada pendirianku agar aku sama sekali tidak menoleh ataupun merespon ke arahnya. Aku tetap diam dan berpura-pura tidur. Tanpa melihatpun aku sudah mengetahui siapa orang tersebut. Aku sudah menghafal suaranya di luar kepala. Suara favoritku. Suara yang terkadang membuat jantungku berdebar dua-kali lebih cepat dari biasanya. Suara yang terkadang membuatku merasa nyaman dan terbebas dari semua masalah.

“ Hyukkie, aku tau kau tidak tidur.., kau marah denganku ? “ ucapnya lagi dengan suara parau

Aku tetap diam. Aku sudah dapat menebak beribu-ribu persen bahwa aku sudah melupakan kata-katanya tadi. Aku tidak mungkin bisa bertahan lama dalam hal marah-memarahinya. Ia seperti mempunyai sebuah magic dari kata-katanya. Lebay ? of course.

“ Hyukkie, mianhe.. aku tadi hanya bercanda… “

Sesuatu yang dingin dan basah jatuh ke atas telapak tanganku. Basah ? dingin ? apakah—pertanyaanku langsung terjawab begitu aku mendengar suara isakan disampingku. Aku tau Donghae sedang menangis sekarang. Aku tau. Tapi entah mengapa aku tak ingin menghiburnya seperti biasa, tepatnya tidak bisa.

“ arasseo, mungkin kesalahanku terlalu banyak.. mianhe Hyukkie, aku tadi hanya bercanda “

Ia bangkit berdiri dan mulai berjalan ke arah pintu kamarku. Aku tidak melihatnya namun aku merasakannya. Aku menggigit bibir bawahku. Aku tidak bisa bertengkar dengannya, aku tidak mungkin sanggup.

“ hae… “ panggilku pelan tanpa melepas bantal dari mukaku

Ia berhenti, “ ne ? “

“ kemarilah “

Aku mulai menyingkirkan bantal dari mukaku dan menatapnya yang masih berdiri di ambang pintu. Ku tepuk-tepuk tempat kosong disamping tempat tidurku.

“ ayolah, duduk sini… “

Ia berjalan ragu-ragu ke arahku. Aku tersenyum dan menggenggam pergelangan tangannya. Benarkan apa kataku, aku sudah melihat matanya dan kalian tau apa yang kurasakan saat ini ? tidak ada. Kesedihan itu telah menghilang berkat melihat matanya. Matanya yang tenang namun seperti menyiratkan kerapuhan. Membuat semua orang yang melihatnya menjadi terpukau dengannya.

Aku mendudukannya di sampingku tanpa melepaskan pegangan tanganku. Aku tau ia masih takut dengan kenyataan bahwa aku masih marah dengannya. Tapi, ayolah, aku tidak pernah bisa serius jika marah dengannya.

“ ada sesuatu yang mengganggumu ? kau punya masalah ? “ aku bertanya sedikit khawatir saat melihatnya hanya duduk dengan kepala tertunduk, dan tentu saja.. diam.

“ ada “

“ apa itu ? “

“ kamu “

Aku terdiam. Jadi masalahnya aku. Aku terdiam tidak sanggup membalas kata-katanya. Ia menggenggam tanganku membuatku merasa jantungku berdebar dua kali lebih cepat.

“ hyukkie… “

“ n—ne ? “

“ kau tau ? selama ini , selama kita melakukan sushow dan setiap kita melakukan  solo itu, perasaanku pasti berubah, entah mengapa aku pasti selalu ingin memukul sesuatu “

Secemburu itukah dia dengannya ? sedalam itukah rasa sayangnya terhadap noona* itu ? dan setidak terlihatkah perasaannya kepada Donghae selama ini ? apakah dia tidak bisa melihat sedalam apakah rasa sayangku kepadanya ?

“ ka—kau benar-benar menyukai noona itu ? “

“ m—mwo ? noona ? siapa yang yang kau maksud ? “

“ noona itu, partner kita saat melakukan solo. Kau benar-benar menyukainya ya ? “ tanyaku sedikit berusaha menyembunyikan rasa sakit hati yang mulai bersarang

“ noona itu ? kata siapa ? “

“ tadi katamu—“

“ aku bukan menyukainya “ potongnya cepat

Kalau bukan dia, lantas siapa? Hanya dia yang mampu membuat Donghae cemburu. Tu—tunggu, kalau bukan noona itu, mu—mungkinkah ?

“ H—hae, “

“ ne, itu semua karnamu “

Aku terdiam. Jantungku berdebar semakin cepat. Dan aku yakin tanganku mengeluarkan keringat dingin. Apa maksudnya ? apakah yang dia maksud adalah, dia suka padaku ?!

“ hyukkie “

Aku menggigit bibirku, “ n—ne ? “

“ apa kau tidak pernah merasakan apa yang pernah ku rasakan selama ini ? dengan fanservice kita, solo kita, dance battle kita, selama ini apa kau hanya menganggapku sebagai sahabat sebagai mana member lain menganggapku sahabat ? “

“ a—aku, “

“ kau tidak perlu menjawab dengan terpaksa, aku hanya butuh jawaban jujur. Apakah selama ini kau melakukan fanservice dengan sepenuh hatimu ? apakah kau menyukainya ? “

“ a—aku, aku “

“ selama ini, apa kau bahagia dekat denganku ? atau kau dekat denganku hanya karna terpaksa ? jawab hyuk ! “

“ paboya ! “ aku memukul kepalanya keras, “ kalau kau terus berbicara seperti itu bagaimana aku mau menjawabnya !! “

Ia menunjukan cengiran manis khasnya, “ arasso, jadi ? bagaimana ? “

Aku menarik nafas panjang-panjang, “ selama ini aku senang melakukan fanservice denganmu, selama ini aku menyukai melakukan berbagai fanservice denganmu daripada dengan member yang lain, aku tidak pernah melakukan fanservice dengan terpaksa, aku selalu melakukannya dengan sepenuh hatiku, selama ini aku bahagia dekat denganmu dan tidak pernah satu kata terpaksa menghiasi kedekatanku kepadamu[?], singkat cerita aku merasakan semua yang kau rasakan “

“ jadi, maksudmu ? “

Aku tersenyum hangat, “ aku mencintaimu, saranghaeyo… “

Aku sudah mengeluarkan semua perasaanku. Aku sudah menceritakan semua apa yang aku rasakan. Aku telah melemparkan hatiku untuknya, sekarang terserah dia apakah mau menangkapnya atau malah membuangnya. Aku telah jujur dengannya, dan juga, diriku sendiri.

“ hyukkie, kau tau benar bagaimana caranya membuatku bahagia !! “

Ia menarikku kedalam pelukannya. Pelukannya yang hangat, pelukannya yang mampu membuat jantungku berdebar lebih cepat, pelukan yang selalu aku sukai ketika kami melakukan fanservice. Aku membenamkan wajahku di dadanya, ia mulai membelai rambutku dengan lembut.

“ hyuk ? “

“ ne ? “

“ menurutmu selama ini, apa itu fanservice ? “

Aku tersenyum, “ fanservice ? hal yang selalu aku dan kau lakukan. Hal yang selalu aku dan kau tunjukkan. Hal yang selalu aku dan kau berikan dengan senang hati untuk membahagiakan ELF. Mungkin itu bagimu, dan bagi member lain. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, melakukan sebuah fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat merasa memilikimu seutuhnya “

Ia tersenyum sebelum mencium dahiku, “ kalau menurutmu ? apa itu fanservice ? “ tanyaku balik

“ fanservice ? mungkin bagi member lain, ELF, dan dirimu sendiri fanservice hanyalah sekedar fanservice. Tapi, itu tidak bagiku. Bagiku, fanservice adalah saat-saat dimana aku dapat menunjukkan kepadamu betapa aku mengagumi dirimu “

Kami tersenyum hangat. Ia menghadapkan mukaku hingga muka kami berhadapan. Entah siapa yang memulai wajah kami mulai mendekat satu sama lain. Aku dapat merasakan nafasnya diatas bibirku dan aku yakin, ia juga dapat merasakan nafasku di atas bibirnya.

“ aku baru menyadari suatu hal, “

“ apa itu ? “ mataku tak lepas dari matanya yang menatapku hangat,

“ fanservice adalah bentuk cinta kita “ ucapnya sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya dibibirku.

***

nb : *noona disini aku maksudkan penari ceweknya, aku nggak mau tau siapa dia dan aku nggak mau ambil pusing mikirin siapa namanya, jadi aku buat dengan kata ‘Noona‘ dan aku rasa , kalimat itu cocok untuk ngebuat hatiku supaya nggak galau , HAHA

***

Argh!

Another fail fanfiction! (-______-)” but still, comment please

2 thoughts on “it’s not just a fanservice of us

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s