fanfictions

One love [part 2]

Title : One Love [part 2]

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Donghae

–          Kibum [cuma nama]

Pairing : HaeHyuk, KiHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Yaoi / Shoneun Ai

Rating : T

Length : Double Shoot

Part : Part 1 │ part 2

***

“ PERGI KAU LEE DONGHAE ! JANGAN DEKATI AKU LAGI ! “

Aku dan Sungmin-hyung terlonjak kaget mendengar teriakan menggelegar yang tiba-tiba terdengar dari kamar Eunhyuk. Mungkin yang lebih kaget saat ini adalah aku. Bagaimana tidak, tiba-tiba Eunhyuk mengatakan kata-kata seaneh tersebut.

Aku mengetuk ragu-ragu, “ hyuk—kau kenapa ? “

“ JANGAN PERNAH DEKATI AKU LAGI ! AKU MEMBENCIMU !! “

Sungmin-hyung menatapku iba. Aku hanya dapat menunduk lesu mendengar kata-kata tersebut. Membenciku ? memang apa yang telah aku lakukan ? aku tidak pernah melakukan sesuatu yang aneh sejak tadi pagi. Lalu, kenapa ? aku mencoba mengetuk sekali lagi.

“ me—memang kenapa ? apa yang telah aku lakukan ? “

“ PERGI KAU ! “ ia menendang pintu kamar menimbulkan suara yang amat besar.

Tangan Sungmin-hyung menepuk-nepuk pundakku seolah-olah mengisyaratkan aku agar membiarkan dia yang berbicara dengan monyet gila bin aneh tersebut. Aku menghembuskan nafas kesal dan menyingkir sedikit dari kamar tersebut. Sungmin-hyung mulai mengetuk-ngetuk pintu tersebut.

“ hyukkie, kau bisa cerita dengan Hyung… katakan ada apa sebenarnya ? “

Tidak ada sahutan, sunyi.

“ hyuk—“

“ donghae masih disana ? “ potongnya cepat

Sungmin-hyung mengisyaratkanku untuk diam. Aku mengangguk patuh.

“ hyung, masuklah, sudah kubuka “

Aku menyembunyikan badanku agar Eunhyuk tidak dapat melihat keberadaanku. Setelah merasa cukup aman, Sungmin-hyung mulai masuk ke dalam kamar Eunhyuk dan meninggalkanku sendirian. Aku menghembuskan nafas kesal,

“ memang apa yang telah aku lakukan, sih ?! “

***

Sudah lebih dari dua jam Sungmin-hyung berada di dalam kamar Eunhyuk dan tidak ada tanda-tanda kalau mereka berdua masih hidup. Aku bahkan telah kembali ke kamarku setengah jam yang lalu. Alhasil, sekarang aku hanya duduk termenung sambil berfikir apa yang telah aku lakukan.

Hari ini aku sama sekali belum bertemu dengannya, mungkin kemaren. Kemaren? Memang apa yang telah aku lakukan? Seingatku aku hanya menemaninya membeli kaset. Kaset? Ja—jangan, jangan soal Kibum? Tapi, apa hubungannya?

“ donghae-ya, gwenchana ? “

Aku terperanjat kaget begitu tau, Leeteuk-hyung telah duduk disampingku. Aku menggeleng lemah dan memunculkan senyuman palsuku—yang tidak mungkin dipercayai semudah itu oleh seseorang bernama Park Jung Soo. Ia tersenyum ke arahku menampilkan lesung pipinya,

“ ceritalah, hyung sudah bilang kalau kau ada masalah jangan takut-takut bercerita denganku atau dengan yang lainnya, “

Aku hanya mengangguk-angguk. Ia mengacak-acak rambutku dan bersiap-siap pergi dari tempat duduknya. Aku menatapnya kaget.

“ hyung mau kemana ? “

“ mau ke kamarku, memang tidak boleh ? “

“ engh, “

Ia mengacak-acak rambutku, “ kalau kau butuh aku, aku ada dikamar “

Ia mulai berjalan menjauh dariku dan berjalan ke arah kamarnya. Aku menggigit bibir bawahku.

“ hyung, “ panggilku pelan

“ ne ? “

“ hyukkie—“

“ ada apa dengannya ? “

Aku hanya duduk diam. Leeteuk-hyung kembali berjalan ke arahku dan duduk tepat di depanku. Ia menepuk pipiku pelan dan menghadapkan mukaku agar aku dapat menghadap ke arahnya.

“ wae ? eunhyuk kenapa ? “

“ nan mollaso, saat aku pulang ia tiba-tiba marah denganku dan sudah dua jam lamanya Sungmin-hyung mencoba menenangkannya namun sampai sekarang aku belum tau sebenarnya apa yang terjadi padanya… “

“ coba saja tanyakan padanya, mengapa dan kenapa “

Aku tersenyum miris, “ sudah ku coba, dan ia selalu memotong kata-kataku sebelum aku dapat menyelesaikan kata-kataku “

“ monyet itu… aish, arasso, biar aku yang mencoba bertanya padanya, kau tunggu disini “

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku berharap Leeteuk-hyung dapat merubah semuanya.

***

Satu jam telah berlalu dan akhirnya Leeteuk-hyung kembali ke kamar kami. Ia datang dengan senyuman lebar ada diwajahnya. Aku menatapnya kesal. Memang harus selama itu ya berbicara dengan monyet itu?

“ ya hyung! Sekarang ceritakan kepadaku kenapa dia marah denganku ! “ pintaku cepat

Ia tertawa kecil, “ biarkan dia yang bercerita, hyung tidak mau memberitaumu “

“ haish ! bagaimana aku bisa tau kalau aku baru menyebut namanya dia sudah marah-marah denganku !! “

“ kau datangi saja dia sekarang, aku yakin dia sudah lebih tenang dari sebelumnya dan mau bercerita kepadamu “

“ jincha ? “

“ ne, pergilah sekarang “

Aku langsung berlari keluar kamar dan melesat menemui Eunhyuk. Monyet itu benar-benar membuatku kesal.

Eunhyuk POV

Aku baru memejamkan mataku namun semua kegiatan tidurku untuk melepaskan sakit hati yang bersarng di dadaku harus aku tunda begitu mendengar suara debuman keras yang ternyata seseorang membuka pintu kamarku dengan keras. Begitu aku tau siapa dia, aku merasakan dadaku bergemuruh dengan cepat, dan nafasku memburu satu-satu. Rasa sakit itu datang lagi begitu aku melihat dirinya. Lee Donghae.

“ mau apa kau ? “ tanyaku sinis, untuk saat ini aku belum mau berbicara apapun dengannya. Aku masih butuh waktu

“ kau kenapa ? ha ?! “

Aku hanya diam. Aku benar-benar dalam mood yang tidak nyaman. Aku biarkan dia menatapku tajam tak mencoba menjawab semua pertanyaannya.

“ YA! KAU PUNYA MULUT, KAN ?! APA SUSAHNYA MENJAWAB PERTANYAANKU SIH ?! “

Aku terlonjak dari tempat tidurku, kaget mendengar bentakannya. Bukankah saat ini yang ingin marah itu aku? Bukan dia ?

“ sakit hyuk…, sakit.., aku tidak tau apa-apa dan apa yang aku dapat ? kau tiba-tiba marah denganku, membentakku dan tiba-tiba berkata kau membenciku…, sakit… “ ia mulai menangis

Aku berjalan turun dari tempat tidurku dan mendekati dirinya. Apapun akan ku lakukan yang penting tidak pernah melihatnya menangis. Aku tidak mungkin bisa marah jika ia menangis seperti ini. Aku tidak sanggup. Aku menghapus air mata yang mengalir dari pipinya yang mulus tersebut.

“ ha—hae…, uljima… “

“ ULJIMA KATAMU ?! KATAKAN KENAPA KAU MARAH DENGANKU SEKARANG !!! “ ia kembali berteriak tepat didepan mukaku.

Aku merasa tidak mempunyai pilihan lain. Aku harus bercerita. Aku menghela nafas panjang-panjang. Matanya yang sayu menatapku tajam.

“ ta—tapi, janji tidak akan menangis lagi, ya ? “

Ia mengangguk dengan cepat. Aku menelan ludahku dan mulai bercerita dari awal sampai akhir.

#flashback#

Setelah merasa persiapanku di depan laptop selesai, aku berdiri berjalan ke pintu kamarku. Sejenak aku berfikir dan akhirnya kuputuskan untuk mengunci kamarku. Setelah siap, aku mulai berjalan ke laptopku dan menonton semua kaset yang telah aku beli.

Aku mulai mengurutkan dari film yang pertama-tama mau aku tonton sampai film terakhir yang mau aku tonton. Kaset demi kaset sudah selesai aku tonton[cepet amat?o.O] dan akhirnya sampai juga ke kaset yang terakhir.

Attack on the pin-up boy

Senyumku mengembang begitu melihat muka Donghae mulai muncul di layar laptopku. Namun, senyum itu tidak dapat bertahan lama setelah aku melihat Donghae dengan Kibum. Aku tau, aku tidak boleh cemburu. Namun, melihat kedekatan mereka. Aku—aku merasa, aku merasa ada yang aneh. Sesuatu yang aneh mulai masuk kedalam hatiku dan itu membuatku sesak bernafas.

Aku mencoba menenangkan debaran jantungku yang mulai berpacu dengan nafasku. Entah kenapa aku merasa begitu marah dengan Donghae walau ia tidak melakukan apa-apa terhadapku.

“ AAARGH !! “

Aku membanting layar laptopku kesal begitu melihat Donghae berpelukan dengan Kibum. Aku tau , aku tau itu hanya drama. Aku tau, aku tau itu hanya acting. Tapi entah mengapa semuanya terlihat nyata. Nyata dihadapanku dan membatku berfikir bahwa Donghae hanya menjadikanku pelampiasan.

Aku menelungkupkan wajahku diatas meja dan mencoba menghilangkan semua perasaan yang mulai bersarang didadaku.

“ Ya hyuk ! Buka pintunya ! “

Aku terlonjak dan mulai menatap pintu yang sedang diketuk-ketuk dengan keras oleh Sungmin-hyung. Aku berpura-pura tidak mendengar dan kembali menelungkupkan kepalaku diatas meja. Aku masih ingin sendiri saat ini, sebelum..

“ waeyo hyung ? “

Suara itu.

Suara yang sering membuat hatiku merasa nyaman. Suara yang sering membuat aku tidak dapat berfikir normal. Namun saat ini. Suara itu bukan suara yang ingin aku dengar saat ini. Suara orang yang benar-benar tidak ingin aku temui saat ini. Kumohon berhentilah berbicara.

“ eunhyuk dari tadi mengurung dirinya dikamar, mungkin itu hal yang wajar tapi beberapa menit yang lalu, aku mendengar suara pecahan, seperti suara orang sedang marah, kau taulah… “

“ hyukkie, kau kenapa ? bu—“

Aku tidak tahan lagi.

“ PERGI KAU LEE DONGHAE ! JANGAN DEKATI AKU LAGI ! “

#flashback end#

“ ja—jadi, begitulah semuanya “

“ BOAHAHAHHAHAHA, “

Aku menatapnya kesal, “ ya! Jangan tertawa ! aku masih marah denganmu !! “

Ia meletakkan tangannya di pipiku dan memaksaku menatapnya. Aku menatapnya, tidak tepat dimatanya. Aku yakin. Yakin beribu-ribu yakin, jika aku menatap kedua matanya maka semua perasaan kesal ini akan lenyap begitu saja. Mata itu seperti memiliki sihir yang hebat.

“ ya! Lihat aku ! “

Aku menggeleng, “ aku tidak mau ! “

“ hyuk! Tatap aku ! “

“ aku bilang aku tidak mau ! “

“ LEE HYUKJAE ! “

Aku menghembuskan nafas panjang-panjang tanda aku menyerah. Aku mulai menatap matanya. Dan sesuai dugaanku, semua perasaan kesalku seakan-akan hilang begitu saja.

“ dengarkan aku baik-baik, “

Aku menangguk pelan.

“ aku tidak pernah beranggapan kau sebagai pengganti Kibum, aku tidak pernah menjadikanmu pelampiasan, hanya kau yang selalu dihatiku, mulai sekarang hingga selamanya “

Aku diam. Aku tidak mampu menjawab, yang aku bisa hanya menatap kedua matanya mencari ke jujuran yang ada di dalam kedua mata tersebut. Dan aku tau, mata itu berkata yang sebenarnya.

“ hanya ada kau dan aku, kita, untuk selamanya yang ada didalam hatiku. Tidak Kibum, tidak yeoja lain, hanya kau dan aku “

Aku merasakan sesuatu yang basah dan panas berada di kedua mataku. Entah air mata sedih, atau air mata terharu mendengar kata-katanya.

“ ka—kau, kau meragukanku ? “

Aku menggeleng cepat-cepat, “ aniyo ! aku tidak meragukanmu ! “

“ dengar dan percayalah Hyukkie, detak jantung ini hanya berdetak untukmu, nafas ini hanya bernafas denganmu, suara ini hanya akan bersuara kepadamu, mata ini hanya akan melihat ke arahmu, dan hati ini akan selalu menjadi milikmu apapun yang terjadi. Hanya aku, kamu, dan kita untuk selamanya “

Air mataku jatuh begitu saja mendengar semua perkataannya. Semua itu jujur. Aku tau, aku memang tidak seharusnya meragukannya. Aku menangis semakin kencang saat kedua lengannya menarikku ke dalam pelukannya.

“ Uljima… “

Aku tersenyum, “ mianhae, tidak seharusnya aku meragukanmu “

Ia mengusap kepalaku lembut. Aku membenamkan wajahku di dadanya mendengarkan debaran jantungnya yang akan terus berdetak kencang hanya untukku. Ini semua bukan bohong.

“ there’s only one love in my heart Hyukkie, “ bisiknya

“ only for you, me and us “ lanjutku

***

Hahahahhaa, such a faaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaail!😀

But still, comment please^^

8 thoughts on “One love [part 2]

  1. Like ittt !!
    Ayo bikin lagi !!!
    Request dong , bikin ff tentang mereka waktu berdua di pattaya yaaaa #digeplak

    1. hehe, gomawo udah suka ^^
      di pattaya ? hng, author cari tau dulu ya mereka di pattaya lagi ngapain, kalo udah dapet ide ntar author buat.
      tunggu aja ya ipit^^

  2. Hha , kan hae sempet luka tuh gara gara jatoh , hyuk si ga ngejagainnn xP mereka sweet loh disana , pegangan tgn , malah ada pict yang hae nyium jidat nya hyuk ټ , ayooo bikin laggiiiiiii !!! Eh eh , banyakin skinship yaaaaa #digampar authoir x)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s