fanfictions

Misunderstanding [Kyumin vers]

Title: Misunderstanding [Kyumin vers]—dedicated Kyuhyun’s birthday

Main Cast:

  • Lee Sungmin
  • Cho Kyuhyun

And another support casts.

Main Pair: Kyuhyun/Sungmin

Author: Nashelf

Genre: Romance

Rating: G

Length: One-shot

***

“Wookie~ lihat Minnie-ku nggak?”

Ryeowook menoleh menatap sang evil magnae yang jarang sekali menanyakan keberadaan hyungnya, tidak terkecuali Sungmin. Namun seperti tersadar dari sesuatu, Ryeowook langsung menggelengkan tanda ia tidak tau.

“Aku tadi melihatnya pergi dengan Hyukjae-Hyung, tapi sampai sekarang tidak kembali-kembali.”

“Haish, kelinci itu! Tau tidak mereka pergi kemana?”

Ryeowook hanya menggeleng lemah. Kyuhyun mendesah putus asa dan berjalan meninggalkan Ryeowook menuju kamarnya. Ia berniat memainkan starcraftnya untuk menghilangkan ke gundahan hatinya kehilangan sang kelinci tercinta.

Setelah bayangan Kyuhyun menghilang Ryeowook bergumam pelan—secara tanpa sadar—sendirian, “mianhae, Kyu, aku tidak bisa mengatakan apa yang sedang dia lakukan saat ini.”

***

Ya, Hyung! Lihat dimana Minnie-ku nggak? Dari siang aku tidak melihatnya,” tanya Kyuhyun saat semua anggota Super Junior sedang bersantai di lantai 11.

“Tidak, bukan kah kau sendiri yang melarang kami kalau dekat-dekat dengan ‘Hyunggie’-mu itu? Seharusnya kau yang tau dimana dia sekarang,” ujar Heechul pedas.

Ratu evil bertemu Raja evil? Sudah pasti komentar-komentar dingin akan terlontar dari kedua mulut sang evil tersebut. Perdebatan mulai menyelimuti suasana perkumpulan. Leeteuk yang menjabat posisi sebagai leader dan juga mendapat julukan cheonsa mulai kehilangan kesabaran dan berniat menghentikan kegiatan duo evil ini. Ia menarik nafas panjang-panjang.

Ya! Bisa tidak kalian berdebat di tempat lain? Se.Ka.Ra.Ng?!” Ia tersenyum manis—mematikan.

Duo evil itu bungkam. Tidak ada yang berani menyahut jika sang Eomma telah bertindak dan mengeluarkan taringnya.

“Kyuhyunnie, apakah Sungmin-Hyung pergi dari siang tadi?” tanya Donghae, lebih tepatnya memastikan.

Ne, kenapa?”

Aniyo, hanya saja aku juga kehilangan Hyukjae jam segitu, kemana ya?”

Ryeowook datang dari dapur membawa semangkuk ramen hangat, membuat semua kepala yang ada disana menoleh dengan sempurna.

“Ayo Hyung dimakan, masih hangat.”

Semua langsung duduk melingkari meja makan. Yesung membantu Ryeowook menyiapkan semuanya. Mulai dari sendok, garpu, dan juga mangkok.

“Sungmin kemana ya? Kalau beginikan kasihan Wookie-ku kerja sendirian…” keluhnya.

Semua member hanya dapat mengangguk-anggukan kepala mereka. Mereka mengakui bahwa jika Sungmin hilang dapat mempengaruhi semuanya. Tidak terkecuali, Kyuhyun. Orang tercuek yang ada di dorm.

Saat sedang asyik-asyiknya menyantap ramen buatan Ryeowook. Tiba-tiba, dua buah kepala muncul dari pintu depan.

Annyeong yeorobeun,” sapa seseorang sambil tersenyum lebar memamerkan gusinya.

Ya, Hyukkie! Dari mana saja kau?” tanya Donghae sambil cemberut.

Mianhae, Hae~ aku hanya menemani Sungmin-Hyung, iyakan, Hyung?” tanya Hyukjae sambil menatap Prince of Aegyo-nya Super Junior.

Ne, ia hanya menemaniku, memang aku tidak boleh menghabiskan waktuku dengan Hyukjae? Aku tau dia milikmu, tapi dia anakku!”

Leeteuk tertawa dan sebelum sifat childish Donghae keluar, dia sudah mengambil jalan pintas. “Sudah-sudah ayo makan, nanti dingin. Kalau dingin nanti jadinya tidak enak, kalau tidak enak kalian tidak mau mau makan, dan kalau misalkan kita tidak makan kan ka—“

“Jungsoo! Hentikan omonganmu! Makanan bisa dingin jika kami menghabiskan waktu untuk mendengarkan celotehanmu.”

Setelah sang Cinderella berkata, semua mulut diam tidak terkecuali Leeteuk. Tidak ada yang dapat membalas perkataan pedas nan tajam dari mulut seorang Kim Heechul. Hyukjae langsung duduk di samping Donghae dan mulai mengambil makan sebanyak yang ia bisa. Sungmin hanya meratapi kursi kosong yang berada di samping Kyuhyun.

tidak apalah, disamping Kyuhyun juga tidak apa-apa,’ batinnya.

Dengan berat hati ia meletakkan tubuhnya di kursi disamping kursi Kyuhyun dan mulai menyendokkan ramen ke atas mangkuknya.

“Habis dari mana?” tanya Kyuhyun sedikit dingin tanpa melihat Sungmin sama sekali.

“A—aku, aku habis jalan-jalan, kenapa? Tidak boleh?”

Eodiyo?”

“Engh, anu, itu, mencari barang,” jawab Sungmin gugup.

ayolah Kyu percaya, aku tidak mau kau tau hal ini.. belum saatnya…,’ panjatnya berulang-ulang.

“Oh, memang barang apa?”

Sungmin POV

Blar!

Aku menggigit bibir bawahku. Sudah ku duga dia pasti akan bertanya tentang hal ini. Tapi, aku tidak mungkin menjawabnya. Ini belum saatnya. Ya Tuhan, tolong bantu hamba-Mu yang manis dan tidak berdosa ini, hamba-Mu yang baik hati dan tidak sombong ini, hamba-Mu yang penurut dan selalu berdo’a kepada Mu, hamba-Mu yang…

“Aaaaaah, panaaaaaaas!!”

Aku beralih menatap Ryeowook. Ramen panas tumpah mengenai badannya yang mungil. Semua HyungHyung menolongnya termasuk Kyuhyun. Aku menghembuskan nafas lega.

“Thank God….”

Ini pertama dan terakhir kalinya aku akan berterima kasih akan penderitaan orang lain. Aku bangkit dan menolong Ryeowook.

Esoknya…

“Hyukkie~”

Aku dan Hyukjae menoleh ke sumber suara. Ternyata Donghae. Ia sedang berdiri di belakang Hyukjae kemudian memeluk pinggang Hyukjae. Ia membenamkan wajahnya di punggung Hyukjae. Haih, fishy ini benar-benar tidak rela berpisah se-inchi pun dari Hyukjae.

“Jangan pegi.”

“Hae, aku hanya pergi sebentar dengan Minnie-Hyung, sebentaaaaaaaar saja.”

“Tapikan Sungmin-Hyung bisa pergi dengan Kyuhyun.”

“TIDAK! Aku tidak bisa pergi dengannya!” tolakku, mana mungkin aku pergi dengannya, semua rencanaku gagal total nanti.

“Memang kenapa jika pergi denganku?”

Suara itu.

Aku menoleh dan benar saja, ku lihat Kyuhyun sedang menatapku dengan kesal. Otthoke? kalau aku pergi dengannya nanti…

Wae?!” tanyanya lagi, sedikit membentak.

Aku hanya dapat menatap Donghae dengan pandangan membunuh serta menyiratkan awas-kau-lee-donghae-ku-bunuh-kau-nanti.

“Tidak perlu, kalau kau yang menemani lebih baik tidak jadi saja.”

Aku berpura-pura jalan ke kembali ke kamarku dengan kesal. Erh, sebenarnya aku benar-benar kesal sih. Tapi bukan karena Kyuhyun, semua karna Donghae.

“Ah, Hyung! Baiklah, baiklah, aku biarkan Hyung jalan dengan siapa saja selain aku deh, terserah Hyung.”

Aku mencengkram kenop pintu kamarku. Bukan kau yang salah Kyu.., semua salah Donghae. Tapi aku tidak mungkin berkata seperti itu. Belum saatnya.

“Minnie-Hyung, ayo kita pergi?”

Aku membalik badanku dan sedikit terkejut melihat Hyukjae dihadapanku dan Donghae sudah menghilang. Loh? dimana Donghae?

“Donghae sudah kembali ke kamarnya, aku yang menyuruhnya,” jawabnya seolah dapat membaca fikiranku.

“Oh, ayo.”

Tanpa berfikir panjang aku langsung menarik tangannya. Barang itu harus aku dapatkan saat ini juga. Apapun caranya.

Kyuhyun POV

Aku duduk termenung di pinggir tempat tidurku sambil memikirkan apa yang terjadi dengan Minnie-ku. Aku tidak dapat memikirkan hal lain. Hanya kelinci itu yang aku fikirkan saat ini. Salahku apa, ya? Kenapa akhir-akhir ini ia suka sekali menghabiskan waktunya dengan Eunhyuk-Hyung?

“Kyuhyunnie, waegeuraeyo?”

Aku menoleh dan melihat Ryeowook sedang menatapku khawatir. Aku tersenyum. Sudah biarkan saja Sungmin-Hyung itu. Mau dia dengan siapa saja aku tidak akan peduli.

Gwaenchana.”

“Kyu, kau sedang ada masalah ya?”

Anieyo, kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Habisnya dari kemaren aku sama sekali tidak melihatmu memegang psp ke sayanganmu tersebut, itu tanda kau ada masalah!”

PSP? Iya, ya. Kenapa aku melupakan istriku begitu saja? Istri? Tunggu! Dimana istriku saat ini? Aku tidak melihatnya sama sekali.

Hyung! Kau tau dimana istriku?!” tanyaku tiba-tiba sedikit berteriak.

Ryeowook terlonjak mendengar kata-kataku. Aww, mungkin aku terlalu kasar pada Hyungku yang imut-imut-semanis-marmut ini. Tapi apa boleh buat, ini menyangkut istriku.

“I—istri ? Kyu! Jangan bilang kau menikah dibawah nama Super Junior!”

Menikah? Jangan-jangan, Ryeowook-Hyung benar-benar mengira ‘istri’ disini benar-benar ‘istri’??!

“Kyuhyun!!”

“Apa Hyung-ku?”

“Kau menikah dengan siapa?”

“Dengan PSP-ku hyungku yang poloooos….,” ucapku sambil tersenyum ‘manis’ ke arahnya.

“P—PSP? Apa?! PSP bisa menikah? Ya Tuhan, sejak kapan? Kenapa kami tidak diundang?! Chukhaeyo, chukhaeyo!!”

Aku hanya sukses melongo melihat hyungku yang sedang bertepuk tangan dengan bangganya dihadapanku. Kenapa Ryeowook yang pintar sekarang berubah menjadi amat-sangat-PINTAR?! Jangan bilang karena berpacaran dengan Yesung-Hyung. Tunggu, Yesung-Hyung? Diakan alien masa kini. Jangan-jangan….

Ya, Hyung! Kau diapakan Yesung-Hyung?” tanyaku khawatir.

“Eh?”

“Kau kenapa gila seperti ini, ya Tuhan, Yesung-Hyung!!”

Ryeowook tertawa di hadapanku. “ya, Kyu! Aku baik-baik saja, begitu dong tertawa jangan murung seperti tadi.”

Aku tersenyum. “Mianhaeyo, sepertinya aku sedang dalam masalah.”

“Kaerna Minnie-Hyung?”

“Hu’um, dia seperti menghindar dariku, Hyung aku takut…”

Ia menatapku heran. “Takut? Kenapa takut?”

“Aku takut kalau ternyata ia lebih mencintai Hyukjae-Hyung daripada aku, sejak kemaren ia menghabiskan waktunya dengan Hyukjae-Hyung, bukan denganku seperti biasanya…”

Ia tertawa. Tertawa amat sangat keras. Aku menatapnya kesal. Bagaimana aku tidak kesal, aku sedang mengeluarkan semua curahan hatiku dari lubuk hatiku yang paling-amat-teramat-sangat dalam tapi apa yang aku dapat? Ditertawakan.

“Percayalah, dia tidak akan mungkin suka dengan Hyukjae-Hyung, lagipula dimana ada Hyukjae-Hyung bukankah ada Donghae-Hyung?”

Aku tersenyum kecil. Walau masih meragu. Ya, tidak mungkin Minnie-ku suka dengan monyet itu. Monyetkan hanya untuk ikan, dan Kelinci hanya untuk Gaemgyu!

***

Seoul, 2 Februari 2011, 22.30;

Annyeong~”

Ke-8 kepala serontak menoleh ke arah pintu depan dimana berdiri seorang monyet dan juga seorang kelinci. Donghae-Hyung yang melihat hal tersebut langsung meloncat memeluk monyetnya tersebut.

“Hyukkie!! I’ve been waiting you for so loooooooooooooong!!”

Sedangkan orang yang dipeluk hanya senyum-senyum menenangkan orang yang memeluknya dengan amat-sangat erat. Aku tidak ambil peduli dengan semua itu. Aku asyik menonton TV tidak berusaha menatap seseorang yang berdiri menunduk dibelakang Hyukjae-Hyung.

“Hey hey, kalian berdua! Kalau mau berpelukan sana ditempat yang pantas, jangan disini!“ usir Heechul-Hyung.

Aku tau, dia pasti cemburu melihat hubungan EunHae di depannya. Ia pasti merindukan hubungannya dengan hyung favorit kami semua, Hankyung-Hyung. Aku tersenyum pedih. Ah sudahlah, nanti dia pasti kembali lagi. Aku percaya itu.

Sungmin-Hyung tiba-tiba duduk disampingku tanpa berkata sedikitpun. Aku tetap berusaha fokus menonton TV yang ada di hadapanku. Walau pada kenyataannya, terdapat banyak pertanyaan yang ada di ujung lidahku.

Seoul, 2 Februari 2011, 23.30;

Semua member sudah siap-siap kembali ke kamar mereka. Barangkali sudah mau tidur. Aku berdiri mau bersiap-siap tidur, meninggalkan Sungmin-Hyung yang masih duduk membisu disampingku.

“Kyu?”

Aku menoleh. “Hmm?”

“Kau marah?”

Anieyowae?”

“Tidak, aku hanya merasa kau marah denganku…”

“Memang untuk apa aku marah denganmu?”

“Ah, gwaenchana, kau sudah mau tidur?”

Ne.”

Ia diam. Ia menggigit bibir bawahnya seperti ingin mengatakan sesuatu namun ragu. Aku duduk lagi di depan hadapannya dan memegang pipinya lembut, memaksanya menatapku.

Waeyo?”

“Kyu…“

“Hmm?”

Ia melihat jam di atas dinding lalu tersenyum senang. Ia bertepuk tangan dengan kerasnya. Hey hey, ada apa dengannya? Ya Tuhan, apakah Minnie-ku sudah gila??

Ya! Kau kenapa?”

Saengil Chukhaeyo!!”

Aku terdiam ditempat. Dan tiba-tiba aku merasakan air dingin langsung membasahi sekujur tubuhku.

Saengil chukhaeyo uri magnae~~!!!”

Aku menoleh ke belakang dan melihat seluruh hyungku tersenyum puas telah membuat seluruh badanku basah. Haish, bagaimana aku bisa lupa dengan ulang tahunku sendiri, ya? Argh, basah deh.

Saengil chukhaeyo, nae sarang~,” ucap Sungmin-Hyung sambil menyodorkan sebuah kotak ke hadapanku.

Aku mengambil kotak tersebut dan betapa terkejutnya aku melihat apa isi kotak tersebut. Sungmin-Hyung tersenyum melihat reaksiku.

Ya, Hyung! Inikan game terbaru yang belum di jual dimana-mana?! Dari mana kau mendapatkannya?”

Ia tersenyum. “Aku berkeliling dengan Hyukjae hingga akhirnya menemukan orang yang berbaik hati menjual game tersebut, ehm neo... Joahae?”

“Jadi dari kemaren ini yang kau cari?! Barang ini yang kau maksud?! Makanya kau mengajak Hyukjae-Hyung agar aku tidak tau hadiahku?!”

Ne, kau suka?”

Aku memeluk hyungku dengan erat. “Jeongmal joahae, Hyung!!”

Benar kata Ryeewook. Sungmin-Hyung tidak mungkin selingkuh dariku. Sungmin-Hyung tidak mungkin selingkuh dari seseorang bernama Cho Kyuhyun.

Pletak!

Seseorang memukulku dengan kotak, yang entah kotak apa itu. Saat aku menoleh ternyata yang memukul kepalaku adalah Ryeowook.

“Aww! Sakit, Hyung!” protesku kesal.

“Itulah balasan karna kau tidak percaya dengan Sungmin-Hyung.”

Aku manyun mendengarnya.

“Tidak percaya, maksud?”

Aku langsung gugup seketika. “Ti—tidak, tidak apa-apa, hanya—”

“Kyuhyun mengira hyung selingkuh dengan Hyukjae-Hyung.”

MWO?!!”

Argh. Ryeowook-Hyung! Jangan buka kartu begitu dong. Aku kan jadi malu. Haih, haih. Harga diriku turun deh.

Pletak!

“Balasan dariku karna kau menuduh monyetku selingkuh,” ujar Donghae-Hyung tidak terima.

Ya, hyu—“

Pletak!

Lagi-lagi kepalaku dipukul oleh seseorang yang ternyata, Hyukjae-Hyung.

“Balasan dariku karna kau menuduhku selingkuh dengan Sungmin-Hyung.”

Ya!!!!” teriakku kesal.

Pletak!

Aku menoleh ke kelinci yang berani-beraninya memukul kepalaku seperti itu. Ia hanya tersenyum dan menatapku dengan mata polosnya. Disaat-saat seperti ini, ia masih bisa tersenyum?!

“Apa lagi kali ini?”

“Balasan dariku karna kau menuduhku macam-macam.”

Belum sempat aku menjawab sebuah kue sudah dilemparkan ke kepalaku. Aku menatap semua member dengan kesal.

“Itu balasan karna kau sudah menjadi magnae yang kurang ajar di dalam hidup kita.”

Dan semua member tertawa terbahak-bahak melihatku teraniaya seperti ini. Hh, biarlah. Yang terpenting Sungmin-Hyung tidak selingkuh. Ini semua hanya salah paham dan aku senang mendengar hal tersebut.

***

End♥ How is it? Fail? HAHAHA, I knew it!

By the way,

Saengil Chukhaeyo uri magnae!! Eonjena haengbokhaegi, uri sarangee… Saranghaeyo yeongwonhi!

Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida, saengil chukha uri sarangee Oppa, saengil chukhahamnida”

#GaemGyuDay #KyungXiFaCai ^o^

4 thoughts on “Misunderstanding [Kyumin vers]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s