fanfictions

Misunderstanding [YeWook Vers]

Tittle : Misunderstanding [YeWook Vers]

Main Cast :

–          Yesung

–          Ryeowook

Main Pairing : YeWook , Yesung—Luna

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi / Humor[?]

Rating : T

Length : Double Shoot

Dc : I want own them but… only can own the story T-T

***

Ryeowook POV

“ Yesungiee~ “

Ia diam masih sibuk bermain-main dengan ‘ddangko-brothers’. Aku mengguncang-guncangkan lengannya lagi.

“ Yesungiee~~! “

Aku mencoba sekali lagi dengan suara khasku tentunya. Dan untuk kali ini, suaraku sedikit ku keraskan. Ia menatapku. Dan ketika aku baru membuka mulutku, ia menoleh lagi untuk melihat keadaan kura-kura bodoh nan babo-nya itu.

“ ya! Hyung! Bisa tidak kau melupakan kura-kura bodohmu untuk sekaaali saja, aku kesepian disini! “

Ia menatapku lagi, “ kau memanggilku ? “

Argh! Sudah, cukup! Aku keluar kamar dan membanting pintu dengan keras, bodo amat. Semua member menatapku aneh. Aku berjalan keluar dan tidak memedulikan teriakan-teriakan mereka. Dan aku semakin kesal begitu tau, dari semua suara itu tidak ada suara orang yang membuatku menjadi sekesal ini.

Tidak ada suara Yesung.

Aku terus berjalan entah kemana. Aku sedang tidak ingin berada di Dorm kali ini. Saat aku sedang asyik-asyiknya berjalan—mungkin lebih tepat melamun. Manager-hyung berjalan mendatangiku. Aku menatapnya heran, ditambah dengan senyuman misterius yang tersungging di bibirnya.

“ Ryeowook-ssi “ panggilnya

“ ne hyung ? waeyo ? “

“ selagi aku bertemu denganmu disini, maukah kau memberitahukan berita ini untuk hyung mu ? “

Aku mengangguk pelan, “ tentu saja, memang apa yang harus aku sampaikan ? “

“ katakan pada Jongwoon, dia harus ke studio sekarang “

Jongwoon ? haish, nama itu! Aku sedang kesal berbicara dengannya, haruskah aku menerima ‘pekerjaan’ ini ? tapi kalau menolak, apa yang harus aku katakan ke manager-hyung ? aku sudah mengiyakannya, mana mungkin aku menolaknya, kan ? itu tidak sopan!

“ Ryeowook-ssi, “

Aku terlonjak kaget, “ N—neh ? “

“ bisakan ? “

“ n—ne hyung, algasseumnida “

Ia menepuk-nepuk pundakku, tersenyum manis, dan berlalu begitu saja. Aku menggigit bibir bawahku. Sekarang persiapkan dirimu untuk bertemu dengan alien bodoh itu. Aku menarik nafas panjang-panjang dan mulai berjalan ke arah lift. Saat hendak menekan tombol aku melihat sosok yeoja berambut blonde-pirang-pendek, dan sedang tersenyum manis menyapa kru-kru yang lain.

“ luna-ya ! “

Yeoja tersenyum dan melambaikan tangannya ke arahku, “ Oppa ! “

“ sedang apa disini ? “

“ yeah seperti biasa, sibuk, saat asyik-asyiknya sedang istirahat onnie menelfonku dan menyuruhku ke studio, aish jinchayo… mengesalkan ! “

Aku mencubit pipinya, “ ya! Itu konsekuensinya! Lagipula kalau kau hanya istirahat kau hanya jadi pengangguran disini “

“ aish, tapikan aku baru saja pulang, masa datang-datang harus ke studio ?! “

“ haha, kau masih mending, aku baru pemotretan, remakan, melatih dance-ku, ditambah fakta aku harus memasak di dorm! Kau masih mending Luna-ya…. “

“ aish, arassooooo, oppa aku ke studio dulu, nanti manager-onnie bisa marah “

“ ne, aku juga harus kembali ke dorm “

Ia tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya ke arahku, “ annyeong oppa “

“ ne, annyeong.. “

Aku tersenyum dan membungkuk pelan. Ia berjalan meninggalkanku dan pergi ke arah studio. Mungkin mau rekaman lagu baru. Aku berjalan ke arah lift dan mulai menekan lantai tempat yesung-hyung tidur.

***

Aku masuk ke dalam dorm dan semua member menatapku khawatir. Sungmin-hyung langsung mendatangiku dan menatapku seolah bertanya ‘ada apa yang terjadi’

“ yesung-hyung, eodi ? “ tanyaku pelan

“ hanya kura-kura bodohnya yang ada di fikirannya! Wookie kami yang tercinta, dimana lagi Yesung-hyung kalau bukan di kamarnya dan mengurus kura-kura pingsannya tersebut ? “

Aku tersenyum kecil mendengar komentar ‘pedas’ dari mulut Heechul-hyung. Semua tau, lidah Heechul-hyung sama tajamnya dengan pisau. Tanpa berniat membalas perkataannya, aku mulai melangkahkan kakiku masuk ke dalam kamar Yesung-hyung dan tentu saja, kamarku. Semoga aku tidak bertemu ajalku sekarang.

“ hyung, “

Aku masuk dan betapa kesalnya ketika melihat orang babo tersebut masih jongkok mengurus ddangkoma-ddangkoming dan ddangkomaengnya tersebut.

“ ya hyung!! “ teriakku dengan suaraku yang menggelegar,

Ia menoleh ke arahku, “ wae ? “

“ kau di panggil manager-hyung, kau disuruh ke studio entah untuk apa, sekarang! “

Ia membersihkan dirinya, membenahi kandang ddang brothers, dan berlalu begitu saja keluar dari kamar. Tanpa memedulikanku ? argh, fine! Sana pacaran saja dengan ddangkomamu itu! Aku nyaris membanting tubuhku ke atas tempat tidur hingga sebuah suara membuatku berhenti melakukan kegiatan tersebut

“ wookie-ah, “

Aku membalikkan badanku. Tepat dengan dugaanku, itu Yesung-hyung. Aku menatapnya malas, aku yakin ini soal tidak penting lagi. Ah, bagaimana kalau aku memelas-melaskan saja wajahku agar ia sedikit saja simpatik padaku ? yap, seperti itu saja!

“ mwoya ? “ sahutku berusaha semalas mungkin

“ miane…., “

Yes, kata itu keluar juga!

“…..tapi aku minta tolong urus ddangkoma sebentar ya.., ddangkomin dan ddangkomaeng juga “

Blar!

Ternyata ‘miane’ yang dia katakana berbeda dengan ‘miane’ yang ada di dalam fikiranku. Aku menatapnya kesal, aku butuh batas kesabaran juga, kan ?

“ ya hyung! Bisa berhenti untuk mengurus ddangkoma-ddangkoming serta anak-anak-cicit-buyut-nenek-kakek-paman-bibi dan sanak saudara lainnya ?! “

“ eh ? “

“ bodo !! “

Aku melempar bantal ke arahnya dengan amat-sangat-keras. Masa bodoh deh, aku kesal dan itu tandanya aku tidak bisa di ganggu gugat.

***

Petang….

“ wookie ? “

Aku membuka mataku, samar-samar aku melihat bayangan Kyuhyun sedang berdiri disampingku mengguncang-guncangkan lenganku berusaha membangunkanku. Aku menguap sebentar, dan menatap ke arahnya.

“ n—neh ? “

“ ayo makan, Sungmin-hyung dan Hyukjae-hyung telah menyiapkan makanan “

“ kalian duluan saja, “ tolakku halus, aku masih tidak mood makan kali ini.

“ tapi hyung…, “

“ sudah, aku masih mengantuk, kalian makan saja nanti kalau aku makan biar aku masak sendiri, habiskan saja jatahku atau kau saja yang makan, terserahlah sekarang biarkan aku tidur “ usirku

Ia mengangguk-angguk dan mulai berjalan ke arah pintu mau bergabung makan dengan member lain. Aku mengambil posisi nyaman dan berusaha memejamkan mataku. Belum sempat aku tertidur, Kyuhyun memanggilku lagi.

“ wookie, “

“ neh ? “

“ tadi Yesung-hyung berpesan, “

Yesung-hyung ? berpesan apa dia ?

“ pesan apa ? “

“ jangan lupa memberi makan ddangkoma, ddangkoming, dan ddangkomaeng “

Argh.

Kura-kura bodoh itu lagi ?! FINE !! aku menutup seluruh mukaku dengan bantal tidak meperdulikan kata-kata Kyuhyun lagi. Aku juga tidak perduli dengan pesan bodoh Yesung-hyung. Silahkan urus ddangko brothers dan tidak perlu memerdulikanku.

Author POV

Kyuhyun keluar kamar dengan ekspresi bingung-pusing semua bercampur menjadi satu. Ia mendatangi ruang makan dengan alis bertaut kebingungan.

“ wae Kyu ? “ tanya Sungmin bingung

“ anu, Ryeowook, aku rasa.. ia sedang kesal dengan Yesung-hyung, tapi.. aku tidak tau apa alasannya “

Leeteuk menatap Kyuhyun dengan penuh tanda tanya, “ memang kau tau dari mana ? “

“ tingkahnya, aneh. Apalagi kalau menyangkut Yesung-hyung, “

“ haruskah aku berbicara dengannya ? “ sang Leader berdiri dari tempat duduknya berniat menyudahi makanannya

Namun tangan kecil Sungmin menahan Leeteuk agar sang leader tetap di tempat dan tidak pergi kemana-mana. Ia menatap Leeteuk dengan pandangan ratapan anak jelata. Leeteuk menghembuskan nafas tanda ia menyerah.

“ arasso, aku menyerah “

Sungmin bertepuk tangan dengan gembira, “ biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri hyung, jangan biarkan masalah ini menjadi beban di pundakmu “

Semua member hanya mengangguk-angguk tanda setuju dengan komentar kecil dari mulut Sungmin. Mereka semua kembali menikmati makan malam mereka sampai akhirnya

^ting.. tong..^

Semua member menoleh ke arah pintu yang sekarang memunculkan kepala seorang namja. Seseorang yang telah di tunggu oleh mereka semua.

“ ya! Yesung-ah! Kau habis dari mana saja ?! “

Sementara orang yang di panggil hanya diam dan melesat masuk ke dalam kamarnya dengan ekspresi kelelahan atau lebih tepat di sebut, mati kelelahan. Semua member hanya bisa menatapnya berharap semua akan baik-baik saja.

Namun sepertinya, semua telah terlambat.

Ryeowook POV

Aku menoleh ke arah pintu ketika mendengar suara pintu di buka. Dan benar dugaanku, Yesung-hyung telah pulang dari studionya. Dari wajahnya aku tau ia benar-benar sedang kelelahsn, tapi entah mengapa aku sama sekali tidak peduli. Walau aku tau , didalam hatiku aku begitu mengkhawatirkannya.

Ia duduk di pinggir kasur dan menatap handphonenya dengan pandangan kosong. Kenapa ?

“ hyu—“

^drt,,,drrt…^

Aku menatap hpnya yang sedang bergetar nyaring dan menyala-nyala tersebut. Ekspresi mukanya semakin lelah dan kosong. Sebenarnya ada apa ?

“ hyung ? “ ia tidak bergerak sedikitpun, dan tidak sedikitpun berusaha mengangkat telfon itu

Aku merebut telfon tersebut dengan cepat—lebih tepatnya kasar. Saat aku melihat nama penelefon aku merasakan seluruh badanku lemas seketika. Sebuah air mata jatuh tanpa aku proses terlebih dahulu. Yesung-hyung memegang pundakku,

“ wo—wookie ? “

Air mataku jatuh semakin banyak. Luna. Yang menelfonnya adalah Luna. Yeoja yang baru saja aku ajak berbincang-bincang. Sejak kapan ia dekat dengan Yesung ? sejak lama, kah ? apakah Yesung-hyung menyukai Luna ?

Blar!

Sebuah kenyataan pahit tiba-tiba menghiasi benakku. Luna lebih cantik. Luna lebih manis. Luna lebih dari segalanya dariku. Dan aku yakin, Luna dapat memberikan semuanya. Sedangkan aku? Hanya penderitaan dan sebuah benalu di kehidupannya. Aku menangis semakin keras.

“ wookie ? “

Fikiranku tidak dapat terkontrol lagi.

“ hyung, “

“ n—neh ? “

“ ayo putus “

 

 

***

TBC .

2 thoughts on “Misunderstanding [YeWook Vers]

  1. kereen ^0^
    ohyaa, aku reader baru disini hehehe🙂

    yang ini ga ada kelanjutan yaaa chingu ?
    udaa aku cari tapi ngga adaa ._.

    1. hello^^
      selamat datang di blogku yang acak-acakan ini xD

      iya belom ada,
      aku nggak rela memisahkan dua sejoli ini, nanti deh kalau aku udah tega ama si Wookinye aku bakal lanjutin. maaf yaa ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s