fanfictions

I Love You My Big Boss

Tittle : I Love You My Big Boss—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

Main Cast :

–          Lee Hyukjae / EunHyuk

–          Choi Siwon

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Humor[?] / Yaoi

Rating : T

Length : Oneshoot

***

#asiaANCHOVYday #asiananchovyday #HyukDay

***

Eunhyuk POV

Aku menatap perusahaan di depanku. Hyundai. Aku menarik nafas panjang-panjang. Aku sudah bulat untuk masuk perusahaan ini. Aku harus bisa, aku sdah belajar mati-matian. Aku tidak boleh menyerah. Aku berdo’a dalam hati dan melangkahkan kakiku kedalam gedung tersebut.

Aku mulai mendatangi resepsionis,

“ permisi, dimana ya saya bisa melamar pekerjaan ? saya mendengar perusahaan ini sedang membutuhkan lowongan pekerjaan “

Yeoja tersebut tersenyum ke arahku, “ pertama isi formulir ini terlebih dahulu, setelah itu wawancara singkat dengan bos besar kami “

Ia menyodorkan sebuah formulir yang harus ku isi sesuai dengan data-data pribadiku, data ktp, data kartu keluarga<–di korea ada ya??!

Setelah selesai mengisi dengan jawaban yang baik dan benar serta akurat sesuai dengan kenyataan, kuletakkan formulir tersebut di meja resepsionis dan aku mulai melangkahkan kakiku ke tempat bos besarku dan melakukan wawancara singkat. Huaah, tolong bantu aku!!

“ sillyehamnida ? “

Sebuah sahutan berwibawa terdengar dari dalam ruangan, “ masuk “

Aku menelan ludahku dan sekali lagi, aku berdo’a dalam hati. Ku langkahkan kakiku kedalam ruangan tersebut.

Pandangan menyejukkan hadir dimataku. Ruangan yang nyaman walau banyak tumpukan kertas-kertas berserakan, banyak buku-buku tebal tersusun di lemari-lemari, sebuah komputer hitam terletak di atas meja kerja. Dan seorang namja tegap berada di belakangnya.

Namja tegap tersebut mengalihkan pandangannya dari komputer dan menatapku tajam. Oh gosh, oh gosh, oh gosh!! Apakah dia bos besarku ?

“ mau melamar pekerjaan ? “

Aku mengangguk. Mataku masih belum terlepas dari pesonanya.

“ silahkan duduk, “

Aku berjalan ke arahnya dan mulai duduk di salah satu kursi yang berada di hadapannya. Sekarang pandangannya hanya terfokus pada satu titik, aku. Ya tuhan, aku merasa aku benar-benar gugup kali ini. Bukan, bukan karna aku akan wawancara dengan bos besar perusahaan Hyundai. Tapi karna ada seorang yang nyaris sempurna berada di hadapanku dan pandangannya hanya tertuju padaku, hanya aku seorang.

“ sudah mengisi formulir yang berada di depan ? “

Aku mengangguk. Masih belum bisa menemukan dimana suaraku berada.

“ kita bisa mulai wawancaranya ? “

Aku mengangguk

“ bisa sebutkan siapa namamu ? “

Bibirku serasa bergetar. Haish. Kemana suaraku disaat-saat penting seperti ini? Ayolah suara keluar!! Aku membutuhkanmu kali ini, tolong..

“ hey, kau bisu atau tuli ? “

Aku menggeleng

“ lantas, bisa sebutkan namamu ? aku butuh datamu, “

“ Lee…. Lee… Lee Hyuk.. Jae… Lee Hyukjae imnida “

Akhirnya. Akhirnya suaraku kembali ke pemiliknya. Yeah! Ku lihat bos besar tersebut tersenyum ke arahku mungkin sedikit senang karna aku telah menuruti apa perintahnya. Sedetik kemudian senyuman tersebut hilang dan digantikan wajah datar.

“ Choi Siwon, “

Namanya ? gaaah. Nama yang bagus. Choi Siwon. Siwon. Siwon Choi. Sebuah nama yang mudah di ingat, aku menatap bosku dan mengangguk tipis.

“ baiklah ayo kita mulai wawancaranya, dan aku harap kali ini, kau berbicara ! “

***

Sebulan telah berlalu dan sekarang aku telah menjadi karyawan di perusahaan Hyundai. Aku berhasil melewati tes-tes yang kata orang tes terberat masuk perusahaan adalah tes di perusahaan Hyundai. Tapi aku berhasil.

Dan aku semakin senang karna aku semakin sering dapat melihat wajah bos besarku, Choi Siwon. Tapi, ia lebih sering mengurung dirinya di dalam ruangan daripada berada diluar. Haish. Memang apasih asyiknya di dalam ruangan dan tidak keluar sama sekali ?

Bos.. ayolah keluar…

“ Hyukjae-ssi, “

Aku menoleh begitu namaku di panggil oleh teman sekantorku, Kim Yesung. Aku menatap bingung kepadanya,

“ waeyo ? “

“ kau dipanggil oleh Siwon-ssi keruangannya, cepat. “

“ sekarang ? “

Ia mengangguk,

“ untuk apa ? “

“ ada yang ingin di bicarakannya “

***

“ KAU SERIUS MAU BEKERJA DISINI ATAU TIDAK SIH ?! “

Aku terlonjak dari dudukku dan menatap Siwon takut-takut, “ maaf… tapi… apa maksudnya ? “

“ kau tidak serius berkerja disini ! terlihat dari semua pekerjaanmu yang tidak pernah beres sejak pertama kali masuk perusahaan ini! “

“ cheongsanghamnida, tapi menurut saya.. saya mengerjakan tugas tersebut dengan baik dan benar ? “

Ia melemparkan setumpuk tugas yang ku kenali sebagai deadline-ku. Proyek-proyekku. Semua yang telah ku kerjakan selama sebulan ini sekarang terlempar tepat di depanku.

“ semuanya salah ! “

“ SEMUA ?! “ tanyaku tidak percaya,

“ coba saja periksa, semuanya kacau, tidak sesuai standar perusahaan Hyundai ! “

“ tapi.. saya telah mengerjakan sesuai dengan perintah perusahaan, “

“ benarkan kembali ! “

Aku mengumpulkan semua deadline-ku dan proyek-proyekku selama sebulan dan membawanya keluar dari ruangan. Saat aku keluar dua buah tangan membantukku membawa semua tugas-tugasku. Aku tersenyum begitu tau siapa dia, Yesung.

“ gomawo, “

“ apa yang terjadi ? “ tanyanya sembari meletakkan tugas-tugasku diatas meja kerjaku

Aku tersenyum dan menggeleng, “ aniyo, hanya… salah mengerjakan tugas, aku rasa.. “

“ bukannya tugasmu sudah benar semua, ya? Kan sebelum sampai di tangan Siwon, aku yang memeriksanya ? “

“ mungkin, kau kurang teliti kali, aaaah, aku mau mengerjakannya, boleh ? “

Yesung tersenyum dan mengangguk kemudian pergi meninggalkanku dengan tugas setumpuk di tanganku. Seharusnya kata Yesung benar. Seharusnya tugas ini telah sempurna sebelum sampai di tangan Siwon. Apa mungkin Yesung kurang teliti ?

Tapi di atas semua itu aku senang akhirnya aku bisa melihat wajah Siwon lagi. Aku mengambil nafas panjang dan mulai mengerjakan deadlineku dari awal lagi. Dan kali ini, lebih teliti.

***

“ berapa kali aku katakan kerjakan tugas ini dengan benar, Hyukjae-ssi ?! “

Aku menatap tugas-tugasku yang telah ku kerjakan ulang, “ cheongsanghamnida, tapi Siwon-ssi, dimana letak kesalahan tugas saya ? “

“ semua salah ! benarkan kembali ! “

Aku mengehembuskan nafas kesal dan kembali mengumpulkan tugas-tugasku tersebut. Aku membaca semua tugas-tugasku dengan teliti dan cermat. Tidak ada yang salah! Aku yakin itu! Aku mengeluarkan buku panduan dari dalam laci meja kerjaku dan mencoba mencocokkannya dengan tugas-tugasku.

Semua benar.

Apa yang salah ?

Aku menghembuskan nafas panjang-panjang. Mungkin ada yang salah dengan penulisanku. Oke, akan ku ketik ulang dan ku serahkan besok pada Siwon. Dan kali ini, tidak boleh salah!

***

Aku berdiri di depan pintu ruang kerja Siwon. Haruskah aku masuk dan menyerahkan tugas-tugasku? Aku tidak yakin. Aku merasa percuma memberikan tugas-tugas ini kepada Siwon. Jika aku memberikan aku pasti akan di marahi dan di suruh mengulang tugas ini lagi, bukan?

Tapi sebuah senyum terpancar di wajahku.

Tidak apa. Semakin dia sering bilang tugasku salah kan semakin sering juga aku datang ke kantornya? Tapi, aku harus siap mental dan fisik. Mentalku harus kuat karna setiap hari harus mendengarkan amarah demi amarah yang keluar dari mulutnya. Fisikku harus kuat karna siapa tau suatu hari nanti aku akan berurusan dengan kedua lengannya yang kekar, kan? Who knows.

Aku mengambil nafas panjang dan maju selangkah.

“ Hyukjae ? sedang apa ? “

Aku menoleh dan tersenyum, “ Yesung-ssi, syukurlah, aku minta dukunganmu untuk menyerahkan deadline-ku kepada Siwon-ssi, dan aku mohon do’amu agar kali ini.. tidak ada yang salah “

“ memang Siwon bilang salah lagi ? “

Aku tersenyum dan mengangguk.

“ unbelievable!! Kau sudah mengerjakan tugas itu tiga kali, Hyukjae ! dan itu salah semua ? “

“ begitulah kata Siwon…, “

“ dan kali ini, kau mau mencoba lagi ? “

“ neh, makanya dukung aku ya Yesung-ah, “

Ia tersenyum dan mengangkat kedua tangannya dan mulutnya bergerak kecil ‘Fighting ’untukku. Neh, Fighting Hyukjae!

Aku mengetuk perlahan dan sebuah isyarat pelan menyuruhku masuk kedalam ruangan. Aku membuka pintu takut-takut dan terlihat wajah bos besarku dengan sekretarisnya diruangannya. Dekat sekali?

“ oh kau Hyukjae-ssi, sudah selesai tugas-tugas mu ? “

Aku mengangguk. Setumpuk tugas-tugasku ku serahkan ke arahnya tanpa suara sedikitpun, dan pandangan yang sama sekali tidak lepas dari mereka berdua. Choi Siwon dan.. Kim Stella? Berpacaran? Aku menggelengkan kepalaku.

Lalu apa hubungannya ? memang salah jika mereka berpacaran ?

“ Hyukjae-ssi, “

Aku mendongak, “ neh? “

“ sekarang kerjakan lembar-lembar proposal ini, saya mohon kali ini dipastikan.. tidak akan ada yang salah sedikitpun, “

“ ne Siwon-ssi, “

Aku mengumpulkan lembar-lembar proposal tersebut dan membawanya keluar dari ruangan. Kali ini, tidak ada yang boleh salah.

Baru aku keluar dari ruangan tiba-tiba sebuah seringai besar muncul di wajah seorang yang siapa lagi kalau bukan Yesung. Aku memukul kepalanya.

“ yah! Kau mengkagetkanku! “

Ia tersenyum lebar mungkin lebih tepat idiot, “ otthoke ? berhasil ? “

“ entahlah, setelah aku menyerahkan tugas tersebut ia langsung menyerahkan lembaran proposal-proposal ini “

“ lembaran proposal ? “

“ yep, “

Ia menatapku mengingatkan, “ Hyukjae-ssi, dengarkan aku baik-baik “

“ a.. apa ? “

Apa yang mau di bicarakannya ? mengapa aku merasa sedikit takut saat ini ? apakah ini berhubungan dengan tugas ?

“ ku peringatkan kau hati-hati dalam mengerjakan proposal, “

“ me… memang kenapa ? “

“ kau tau? Aku gagal mengerjakan proposal tiga kali, entah apa yang di perhatikannya di dalam proposal tersebut, tapi percayalah.. mengerjakan proposal ini harus hati-hati, cermat dan teliti ! “

Aku tersenyum, “ gwenchana, aku pasti bisa melakukannya, aku yakin dengan kemampuanku, gomawo atas peringatanmu Yesung-ssi, aku akan lebih hati-hati, cermat dan teliti kali ini “

“ neh, cheon Hyukjae-ssi, “

***

“ HYUKJAE-SSI!!! “

Aku menggigit bibir bawahku. Aish, sepertinya aku salah mengerjakan proposalku. Kali ini apalagi? Apa lagi yang salah ? apalagi yang tidak ku perhatikan dengan teliti, cermat, dan hati-hati ?!! aku telah menancapkan tiga prioritas utama di dalam pekerjaanku.

Tapi mengapa semua terlihat selalu salah dimatanya ?!

“ bukankah kau telah ku peringatkan untuk mengerjakan proposal ini dengan lebih hati-hati ?! bukankah aku telah mengingatkan agar mengerjakan proposal-proposal ini tidak ada yang SALAH sedikitpun ? “

Oh gosh.

Kalau tidak mengingat dia adalah bos besarku , bos besar di perusahaan Hyundai , mungkin wajah orang di hadapanku sudah hancur tak berbentuk dengan kedua tanganku. Aku memejamkan mataku mencoba sabar sesabar mungkin.

“ saya mengerjakan semampu saya Siwon-ssi, “

“ tapi semua salah ?! apa kemampuanmu kalau seperti itu caranya ?! “

Aku menunduk tidak mampu membalas lagi. Ingin rasanya aku menampar wajahnya kali ini juga. Aku sadar diri aku tidak mempunyai kemampuan sama sekali, tapi haruskah aku di HINA seperti ini ? apakah serendah itu aku dimatanya ?

Aku tau aku hanya seorang pegawai biasa.

Aku tau ia seorang bos besar.

Tapi aku rasa seorang bos juga harus tau dimana letak TATA KRAMA BERBICARA bukan ?

“ betulkan lagi, jangan buat kesalahan yang sama berulang-ulang ! “

Aku mengambil proposalku dan berjalan ke arah pintu depan. Baru saja aku memegang knop pintu, bosku tersebut sudah memanggilku lagi.

“ bisa saya minta kau kumpulkan proposal itu hari ini juga ? berhubung saya dan Sekretaris saya mengaadakan rapat kecil, “

Itu artinya… aku lembur ?!

Aku mengangguk tidak mampu membantah sama sekali. Haish. Lee Hyukjae, sebegitu takutnya kah kamu dengan bos besarmu tersebut ? haaah, padahal jelas-jelas kau mengagumi sosoknya yang nyaris sempurna!

Aaaaaargh, abaikan.

“ neh, sekarang kau bisa pergi Hyukjae-ssi, dan saya minta tolong sekali lagi, panggilkan Yesung-ssi ke ruangan ada yang ingin saya bicarakan dengannya “

“ ehem, chongsanghamnida jika saya bertanya seperti ini, tapi.. bolehkah saya bertanya ? “

Ia mengangguk, “ sure “

“ apakah Yesung-ssi, menghadiri rapat kecil yang anda lakukan bersama dengan Stella-ssi ? “

“ yep, waeyo ? “

Mataku membelalak tidak percaya, “ saya tidak ? “

“ aniyo, hanya kami bertiga, wae ? kau ingin menghadiri rapat kecil tersebut ? sayang sekali Hyukjae-ssi, tapi saya tidak akan membiarkan anda menghadiri rapat kecil tersebut “

“ neh, neh, neh… karna aku tidak mempunyai kemampuan, kan? “ bisikku kesal

Aku berjalan keluar ruangan. Ku letakkan proposal-proposalku di atas meja dan berjalan ke arah meja kerja Yesung.

“ Yesung-ssi, kau dipanggil Siwon-ssi, “

“ eekh ?! untuk apa ? tugasku kan masih di tanganku dan ia belum ada memberikanku tugas ! untuk apa aku dipanggil ke ruangannya ?! “

Aku mengedikkan bahuku, “ katanya sih ada hubungannya dengan rapat kecil, “

“ rapat kecil ? “

“ neh, rapatmu, Siwon-ssi, dan Stella-ssi “

Sedetik kemudian wajahnya berubah cerah secerah matahari, “ yang benar ?! “

“ cepat keruangannya, daripada kau dimarai “

“ sip, “

Aku mengeluh panjang dan berjalan ke meja kerjaku. Ku nyalakan komputer yang memang sengaja ku stand by tersebut dan mulai membuka Ms.Word untuk mengerjakan proposalku. Aku tidak boleh salah lagi. Aku harus bisa. Aku bahkan rela lembur demi proposal ini.

Oke,

Hyukjae Hwaiting !!!

 

Meanwhile in Siwon’s room…. [Third POV]

“ Siwon-ah ? kau memanggilku ? “

“ hey, Yesung-hyung! “

Yesung duduk di hadapan Siwon matanya menatap Siwon antusias. Membuat sang bos besar gugup secara tiba-tiba.

“ bagaimana ? ada kemajuan dengan Eunhyuk-mu itu ? “

“ dia bukan milikku hyung! Bahkan aku yakin ia kesal setengah mati kepadaku, “ siwon menundukkan kepalanya,

“ Wonnie, aku tidak tau apa yang merasuki fikiranmu, tapi aku kalau jadi Hyukjae aku juga akan marah.. setiap hari dimarahi, apa yang dilakukan selalu salah, apa kau tidak tau tugasnya itu lebih dari sempurna ? ia pegawai Hyundai terpintar yang pernah ku temui ! “

Siwon menyunggingkan senyum yang mampu membuat hati seluruh yeoja luluh tak berdaya. Namun senyuman itu ia rasa tidak mampu untuk tiga buah orang. Yesung, Stella, dan tentu saja… Hyukjae.

“ aku terkadang tertawa sendiri denganmu Wonnie-ah, “ Yesung berucap lagi,

“ apa itu ? “

“ aku terkadang bingung mengapa memanggilnya Eunhyuk, padahalkan namanya Hyukjae, oke mungkin sama-sama Hyuk, tapi darimana kata Eun berasal dan kemana perginya kata Jae ? “

Siwon tersenyum memperlihatkan lesung pipinya, “ kau tau pasti apa arti kata Eun sebenarnya “

Eun .. perak ? silver ? “

“ neh, “

Yesung mengernyitkan dahinya bingung, “ apa maksudnya ?! “

“ hanya aku dan Stella yang boleh tau “

[Third POV—end]

Aku merasakan bahuku di goyangkan oleh seseorang. Sepertinya orang tersebut berusaha keras membantuku agar aku segera terjaga dari mimpi indahku. Tunggu! Mimpi indah ?! ya tuhan, aku tertidur ?

Aku segera bangun dan betapa terkejutnya aku ketika melihat sosok—yang entah sejak kapan—mulai membuatku naik darah secara tidak menentu. Tapi untuk kasus kali ini, aku merasa di dewi penyelamatku.

“ kau pasti amat lelah Hyukjae-ssi, “

Aku tersenyum, “ chongsanghamnida, sekarang jam berapa ? “

Stella tersenyum dan mengangkat tangan kirinya yang sedang mengenakan jam kecil berwarna putih. Jam tersebut cocok dan pas sekali untuk orang sepertinya. Atau, aku yang berlebihan ?

“ hampir jam 9 malam, “

“ oh god!! Aku tertidur berapa lama ?! kalian sudah melakukan rapat kecil tersebut ? sudah selesai ya ? aish, berarti proposalku harus ku sudah berada di tangannya ? hueeee, padahal proposalku belum selesai!! Otthoke ?! otthoke ? aaaaargh, “

Aku terus mengoceh tak menentu. Membicarakan hal-hal yang aku percayai sama sekali bukan urusan seorang Kim Stella. Aku berhenti mengoceh ketika mendengar ia tertawa pelan.

“ apa yang lucu ? “

Aku tau, aku sadar bahasaku terlalu ketus. Namun, otakku tidak dapat mencerna kembali kata apa yang seharusnya ku ucapkan agar terdengar lebih baik dan lebih sopan untuk di dengar.

“ aku baru tau mengapa Siwon-ssi sangat menyukai Eunhyuk-oppa, “

“ Eunhyuk ? “

Ia menutup mulutnya, “ ah, aku harus segera pergi ke ruangan Siwon-ssi, ada rapat, permisi Hyukjae-ssi, dan… lebih baik kau segera mengerjakan proposalmu sebelum rapat kecil ini berakhir “

Ia segera berlari secara anggun ke ruangan Siwon yang sejak tadi sampai sekarang belum ada tanda-tanda Yesung akan keluar dari ruangan tersebut.

Rapat apa memang ?

Kenapa hanya bertiga ?

Bukankah pegawai di bidang ini sangat banyak bahkan melebihi dari kapasitas murid dalam kelas ?

Mengapa hanya mereka bertiga ?

Aku menggelengkan kepalaku merasa kesal dengan fikiran-fikiranku yang mulai berkeliaran dan terus memikirkan hal-hal yang tidak penting.

“ apapun rapat itu, Proposal ini lebih penting demi nyawa dan seluruh hidupmu Hyukjae ! “

***

Siwon membalik-balik proposalku. Ia meletakkan proposalku di atas meja dan menatapku tajam. Ouh, sepertinya aku tau apa yang akan ia katakan kepadaku.

“ Hyuk—“

“ aku salah lagikan ? tidak sesuai dengan standar kelulusanmu, kan ? tidak perlu kau ucapkan lagi, semua kata-katamu sudah terekam di dalam otakku, hanya melihat postur tubuhmu dan aku tau apa yang akan kau bicarakan “

“ Hyukjae-ssi, ta—“

“ aku tau aku tidak berbakat, kau tidak perlu mengingatkanku akan hal tersebut, karna dengan sendirinya kata-kata itu teringat begitu aku melihat wajahmu bos, “ potongku cepat

Entah apa yang merasukiku hari ini. Aku terus saja mengomel pada perbuatan orang-orang walau orang tersebut tidak pernah melakukan kesalahan padaku.

Tidak sopan? Ya.

Mungkin kalau kalian jadi diriku kalian pasti akanmelakukan hal yang sama. Aku rela lembur sampai jam setengah satu pagi. Dan begitu aku serahkan apa yang aku dapatkan ? kata-kata yang sudah aku hafal di luar kepala.

“ Hyukjae-ssi ! hentikan apa yang kau lakukan ! itu tidak sopan !! “

Aku terdiam. Aku tidak mau menjawab, mungkin lebih tepatnya malas menjawab.

“ kurang lebih yang kau ucapkan benar, tapi… ada bagian yang kau ucapkan yang salah Hyukjae-ssi, “

Aku menatapnya, “ memang yang mana yang aku salah pengucapan ? “

“ dibagian kau tidak berbakat, kau sangat..sangat berbakat, kau mempunyai potensi tinggi dan kau harus mengembangkan bakat yang kau milikki “

Aku menatap wajahnya lama-lama. Haruskah aku mengutarakan semua kekesalanku saat ini? Apa dia tidak marah ? atau bagaimana jika lebih parah lagi ia akan memberikan aku SP ?!

Tapi,

Setiap orang punya batas kesabaran. Dan ini sudah melewati dari batas kesabaran yang ku miliki. Ku tarik nafas panjang-panjang sebelum memberanikan diriku untuk mengeluarkan kekesalanku.

“ kalau boleh saya tau, selama ini.. dimana letak kesalahan saya ? kata Yesung-ssi, deadline, proyek-proyek, dan proposal ini sudah sesuai dengan tingkat prioritas di dalam buku panduan, dan menurut saya… itu benar.. lantas, dimana letak kesalahan saya ? “

Siwon terdiam membuatku kehilangan kesabaran. Aku memejamkan mataku rapat-rapat. Ini benar-benar berada di batas kesabaranku. Eomma maafkan aku, karna aku akan melakukan tindakan yang mungkin menurut orang tindakan paling tidak masuk akal, meminta surat resign

“ Siwon-ssi, “

Ia mendongak menatapku, “ neh? “

Ini pertama kalinya ia berbicara denganku tanpa nada kasar sedikitpun. Pertama kalinya ia mengucapkan sebuah kata singkat-padat-jelas dan secara pelan. Bukan seperti yang ia sering lakukan.

“ bisa saya minta surat resign ? “

Siwon POV

“ kalau boleh saya tau, selama ini.. dimana letak kesalahan saya ? kata Yesung-ssi, deadline, proyek-proyek, dan proposal ini sudah sesuai dengan tingkat prioritas di dalam buku panduan, dan menurut saya… itu benar.. lantas, dimana letak kesalahan saya ? “

Aku terdiam. Apa yang harus ku katakan alasan sesungguhnya ? haruskah aku bilang bahwa selama ini aku memarahinya dan membuatnya mengerjakan semua tugas tersebut berulang kali hanya untuk membuatnya masuk ke ruanganku dan membuatku dapat melihat sosoknya ?

Haruskah ku ucapkan bahwa selama ini aku hanya berpura-pura marah ?

Haruskah ku ucapkan bahwa selama ini aku menyukai bentuk tugasnya yang unik, menarik, dan benar-benar kreatif ?

Haruskah ku ucapkan bahwa selama ini aku menaruh perasaan ‘lebih’ padanya ?

“ Siwon-ssi, “

Aku menatapnya, “ neh ? “

“ bisa saya minta surat resign ? “

“ kau bisa—APA ?! “

Ia tersenyum menampilkan gummy-smilenya, “ aku tau bos mendengar dengan benar apa kata-kataku, “

Aku terdiam. Kalau aku mengiyakan itu kata-kata terbodoh yang pernah ku ucapkan. Tapi, kalau aku mengatakan tidak boleh…, apa yang akan ku katakan padanya ? Kata-kata Yesung dan Stella tiba-tiba terngiang-ngiang kembali di telingaku.

“ beritahu padanya bahwa kau mencintainya sepenuh hati, sebelum semuanya terlambat, sebelum dia benar-benar membencimu setulus hidupnya “—Stella

“ diam-diam aku memperhatikan Hyukjae, dan terkadang aku merasa ia menaruh perhatian lebih padamu selama seminggu pertama ia masuk ke dalam perusahaan, mungkin.. ia mempunyai sebuah perasaan yang sama padamu ? cepat ucapkan! Sebelum terlambat! “—Yesung

Aku menarik nafasku panjang-panjang. Oke. Sebelum ia benar-benar meninggalkanku untuk selamanya, kan? Bukankah dengan keluarnya surat resign itu berarti aku tidak dapat bertemu dengannya lagi ? untuk selamanya kan ?

“ Hyukjae-ssi, mianhae, tapi aku tidak akan pernah memberikanmu surat resign, sekuat apapun kau memintanya surat tersebut tidak akan sampai di tanganmu “

Hyukjae menatapku tidak percaya, “ ya! Memang ada peraturan bahwa DI PERUSAHAAN HYUNDAI DI LARANG MEMINTA SURAT RESIGN ?!!

Aku mengangguk pelan.

“ aku tidak percaya ada peraturan seperti itu! “

“ memang, karna peraturan itu hanya untukmu seorang Hyukjae-ssi, “

“ MWORAGO ?! “

“ neh, aku tau kau mendengarnya dengan jelas Hyukjae-ssi, “

“ ta…tapi mengapa ?! apa alasannya ?! “

Now Siwon!!

“ karna aku tidak ingin kehilanganmu, “

“ maksudnya.. ? “

Aku tersenyum semanis mungkin ke arahnya, “ saranghaeyo

Eunhyuk POV

“ karna aku tidak ingin kehilanganmu, “

Apa ?! apa-apaan dia ini ? apa maksud dari semua ini ?! haish, Choi Siwon pasti sedang sakit hari ini! Tidak biasanya ia bertingkah seperti ini.

“ maksudnya.. ? “ tanyaku setelah suaraku kembali dari jalan-jalan sorenya,

Ia tersenyum dan demi tuhan dan seluruh malaikat-malaikatnya, senyuman tersebut senyuman termanis yang pernah ia berikan kepadaku selama aku bekerja di sini.

saranghaeyo

Crap!

Aku terdiam di tempatku. Apa katanya ? saranghaeyo ? orang yang nyaris sempurna, bos besar dari Hyundai, orang yang selalu setiap harinya membentak dan memarahiku tanpa alasan sekarang dengan santainya mengucapkan saranghaeyo kepadaku ?!

Huh.

Aku tidak akan jatuh ke permainannya.

Dia melakukan ini agar aku jatuh pada pesonanya dan aku menolak pengunduran diriku ? lalu ia mulai membentak-bentakku serta memarahiku tanpa sebab lagi ?!

Choi siwon, kau salah orang.

Aku tersenyum iblis ke arahnya, “ kau kira aku percaya ? hentikan permainanmu dan berikanku surat resign itu sekarang juga ! “

“ jadi… kau tidak percaya dengan apa yang ku acapkan ? “

“ nope! “

Ia terdiam. Aku menatapnya tajam, aku tidak peduli lagi dia bosku atau bukan. Karna jika aku memenangkan debat ini maka surat resign berada di tanganku dan ia sama sekali bukan bosku lagi. Untuk selamanya.

“ kau kira aku akan jatuh ? tidak akan! Aku tau otakmu! Kau bos yang cerdik, aku patut kagum untuk hal tersebut! Kau mengucapkan ‘saranghaeyo’ dan membuatku membatalkan niatku untuk meminta surat pengunduran diri, kan? Beberapa hari kemudian aku akan berada di ruanganmu dengan ucapan yang sudah menjadi makanan sehari-hariku, Choi Siwon, kau salah orang.. aku orang yang cerdik dan tidak akan mudah untuk jatuh kedalam perangkapmu “

“ menurutmu… begitu ? “

Aku mengangguk pasti

“ jadi jika aku bilang bahwa setiap hari aku memarahimu itu agar aku dapat bertemu denganmu kau tidak akan percaya, begitu ? “

“ tentu sa—MWO ?! “

“ selama ini aku memarahimu dan memintamu melakukan tugas yang sama setiap hari hanya untuk melihatmu menyerahkan tugasmu ke kantorku, dan untuk membuatmu bertahan di ruanganku terpaksa tidak terpaksa aku harus memarahimu “

Aku terdiam. Haruskah aku percaya ?

“ berkali-kali aku dimarahi oleh Yesung-hyung karna tidak mau jujur denganmu, tapi semua ku lakukan hanya karna aku tidak ingin merasa… tidak nyaman? Mungkin.. “

Yesung-hyung ?

“ dan mendengarmu meminta surat resign aku tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi, jadi mianhaeyo jika aku tidak dapat memberikan surat resign itu ketanganmu, Hyukjae-ssi, “

Haruskah aku percaya ?

Bodoh! Apa susahnya bilang nado saranghaeyo, sih ?

Tapi aku tidak menyukainya ! aku membencinya !

Bukankah pertama kali bertemu dengannya kau terhipnotis dengan pesonanya ?

Itu dulu! Sekarang semua berubah! Aku membencinya setulus hatiku!

Lalu mengapa setiap kau melihat Stella kau mulai merasa naik darah ?

….

Bahkan kau pernah merasa kesal begitu melihat Siwon dan Stella berdiri amat-sangat-dekat!

….

Kau cemburu bodoh! Cepatlah akui perasaanmu ini, apa susahnya sih?

Aku tidak cemburu!! Aku sama sekali tidak cemburu!

Huh, benarkah? Aku tidak percaya!

Aku tidak perduli kau percaya atau tidak! Itu bukan urusanku.

Kalau begitu, ku berikan bayangan-bayangan apa yang terjadi jika Siwon dan Stella… berciuman ?

HELL NO!!!

See? Kau cemburu, sudah cepat akui perasaanmu,

Aku tidak cemburu! Ingat itu baik-baik!

Ouh, kau mau ku beri bayangan lebih tentang bagaimana jika Siwon—Stella … mmm… ?

Jangan ucapkan apapun tentang mereka berdua! Aku tidak pernah mau mendengarkannya !

Kalau begitu tunggu apalagi ? cepat bilang kau juga mencintainya, Hyukjae, jangan termakan egomu, abaikan logikamu, gunakan kata hatimu dan temukanlah dimana kebahagiaanmu

“ Hy—hyukjae ? “

Aku segera tersadar dari perang antara logika dan hatiku. Aku melihat tatapan khawatir dari bos besarku. Apakah benar aku mencintainya ? bagaimana kalau ternyata aku hanya menyakitinya ?

“ Hyukjae-ssi? Kau baik-baik saja ? “

Aku mengangguk, sepertinya suaraku kembali menghilang seperti pertama kali aku datang ke kantor ini. Hilang karna melihat pesonanya.

Dan sekarang ?

Hilang karna shock atas pernyataan cintanya ?

Kenapa suaraku mudah menghilang hanya karnanya ? semua hal yang berhubungan dengannya rasanya mampu membuatku kehabisan suaraku dan menghilang di telan angin. Kenapa ?

Cinta.

Benarkah ?

“ Hyukjae-ssi, mianhaeyo aku tidak bisa memberikan resign tersebut… aku…. Aku tidak bisa kehilanganmu.. “

Aku tersenyum, “ gwenchana, aku rasa aku batal meminta surat resign tersebut, apalagi setelah mendengar pernyataan dari bos besarku, “

“ pernyataan ? “

Aku menatap kedua matanya yang sedang menatap kedua mataku dalam-dalam. Oke, aku tidak akan berpura-pura tidak tau lagi akan perasaan ini.

“ nado saranghaeyo, “

Tada.

Sebuah senyum melekat di wajahnya, “ jinchayo ?! “

“ menurutmu ? “

Ia bangkit dari kursinya dan memelukku erat-erat, “ Eunhyukkie, aku janji aku tidak akan membentakmu lagi seperti biasanya, “

“ eunhyukkie ? “

“ jangan cemburu, itu nama buatanku untukmu, my jewel~ “

aku baru tau mengapa Siwon-ssi sangat menyukai Eunhyuk-oppa,

Jadi itu yang dimaksud Stella ? itu aku ?!! oh gosh!! Tiba-tiba aku teringat sesuatu, aku melepas pelukanku dan menatapnya tajam.

“ Siwon-ssi, “

“ neh ? “

“ tidak ada larangan dalam perusahaan menjadi seorang ‘queer’ kan ? “

 

 

***

Hiihihi,

Aku nggak percaya aku bisa buat FF Si—Hyuk sepanjang ini! 17 halaman !

Unbelievable *____*

One thought on “I Love You My Big Boss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s