fanfictions

Love by Accident—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

Tittle : Love by Accident—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

Main cast :

–          Lee Eunhyuk [as girl]

–          Kim Kibum [as boy]

Author : Nashelf Hafizhah wanda

Genre : Romance / Genderswitch / AU

Rating : G

Length : Oneshoot

***

#asiaANCHOVYday #asiananchovyday #HyukDay

 

Kibum POV

“ apa ?! perjodohan ?!!! “

“ ne, appa dan eomma sudah menjodohkanmu dengan putri kerajaan di negeri seberang dan mereka setuju menjodohkan anak gadis satu-satunya tersebut kepada putra mahkota kami, yaitu kau Kim Kibum “

Aku menatap ayah dan ibuku bergantiku, “ tapi, ayahanda, sebegitu buruknya kah putra mahkotamu ini sampai perlu kau jodohkan ? “

“ memang kau bisa mencari jodoh ? kau sudah berumur lebih dari 20 tahun, dan selama ini tidak ada seorang putri rajapun kepada kami, “

Aku menunduk, mungkin lebih tepatnya pasrah. Jika ayah dan ibuku telah bertindak, pasti apapun kemauan mereka aku harus menuruti. Aku tidak boleh membantah, benar-benar mengesalkan.

“ Kibummie, kami hanya ingin yang terbaik untukmu, “

Aku menatap ibuku yang sedang menatapku lembut. Dan lagi-lagi aku menunduk. Ingin yang terbaik untukku ? bukan untuk mereka ?

“ arasso, akan aku coba “

“ kalau begitu persiapkan dirimu, nanti kami akan mengundang Raja Cho dan Ratu Lee beserta anaknya untuk makan siang bersama, deal ? “

“ ne, aku menurut saja, “

***

Kim Kibum adalah satu-satunya Putra mahkota dari Raja Kim Yesung dan Ratu Kim Ryeowook. Memperingati umurnya yang mendekati batas umur seorang pangeran untuk menggandeng seorang putri, mau tidak mau, ia terpaksa harus dijodohkan dengan Putri kerajaan di negeri seberang.

Lee Eunhyuk adalah satu-satunya Putri kerajaan dari Raja Cho Kyuhyun dan Ratu Lee Sungmin. Eunhyuk telah di jodohkan dengan lebih dari 5 pangeran tapi tidak ada yang berhasil bertahan dengannya lebih dari satu jam. Putri Eunhyuk selalu menerima tunangannya namun berakhir dengan kekacauan. Karna itu, Raja Cho hanya bisa pasrah begitu mendengar anaknya di lamar oleh Raja dan Ratu Kim, mereka hanya berharap perjodohan kali ini tidak bernasib sama seperti perjodohan-perjodohan yang lainnya.

***

“ Pangeran Kibum, Putri Eunhyuk dan kedua raja dan ratunya telah siap-siap di meja makan, ayahanda memanggil pangeran untuk segera turun dan makan bersama, “

Aku mengangguk dan mengangkat satu tangan kananku, “ bilang pada ayahanda sebentar lagi, “

“ saya mengerti pangeran, “

Ia menutup pintu kamarku, meninggalkanku yang masih sibuknya berkutat di depan kaca. Hari ini hari dimana aku akan bertemu dengan calon istriku. Hue, apakah aku harus menikah semuda ini ? haruskah ? haruskah ?

Aku menatap cermin di hadapanku, “ akukan belum tua, mengapa ayah dan ibu gencar sekali menjodohkanku, ya ? “

Aku mengambil mahkotaku yang tergeletak manis di atas meja rias di samping cermin dan meletakkannya di atas kepalaku. Sekali lagi ku tatap cermin di depanku. Aku tersenyum puas.

“ tidak ada namja lain sesempurna diriku, benarkan ? “

Aku mengambil pspku yang tergeletak tak jauh dari jangkauanku dan memasukkannya ke dalam baju kebangsaan kerajaanku. Beruntungnya baju ini memiliki banyak kantong, dan menggunakan IQ-ku yang cerdas, menyembunyikan barang seperti psp ini bukanlah hal yang susah.

“ annyeonghaseyo, “ sapaku ramah

Saat itu mataku tertuju pada seorang gadis yang cueknya makan makanan kerajaanku dan sama sekali tidak berusaha menjawab sapaan ramah dari seorang Kim Kibum.

“ jadi, ini calon istriku ? “

“ annyeong, kau pasti Kim Kibum, kan? Sudah ku duga yang asli jauh lebih tampan daripada yang ada di foto, “  ujar Ratu Lee,

Aku tersenyum dan membungkuk sopan, “ gamsa hamnida, “

Aku mengambil tempat duduk tepat dihadapan calon istriku. Seorang gadis yang sama sekali tidak melihat ke arahku sejak aku menginjakkan kaki di ruang makan ini.

“ ini Lee Eunhyuk, anak Perempuan kami satu-satunya, “ ujar Ratu Lee memperkenalkan anak gadisnya kepada kami semua, “ Eunhyukkie, ayo perkenalkan dirimu, “

Gadis bernama Eunhyuk mendongakkan kepalanya dan menatap kami semua dalam kebingungan? Dan saat itulah mata kami bertemu. Mata bulat coklatnya, menunjukkan betapa polosnya dirinya.

“ Lee Eunhyuk, “

Aku tersenyum kecil dan mengangguk, “ Kim Ki Bum “

Dan setelah itu, biarkan orang tua kami yang membanggakan kami satu sama lain. Orang tua Eunhyuk memujiku dan orang tuaku memuji Eunhyuk.

poker face… “ bisikku kesal

***

“ jadi kau calon suamiku ? “

Saat ini kami terpaksa jalan mengitari taman kerajaan atas perintah dari orang tua masing-masing. aku hanya mengggumam tidak jelas sambil memainkan psp-ku.

“ tamanmu indah, ya? “

Lagi-lagi ia berbicara. Eunhyuk orang yang cerewet atau aku yang terlalu diam ya? Aku kembali menggumam tidak jelas, dan tetap memfocuskan pandanganku ke arah PSP.

Tiba-tiba,

 

Duagh!

 

“ auw, “ rintihku sakit sambil mengusap-usap kepalaku

“ hahaha, makanya kalau jalan lihat kedepan, nabrak pohonkan! Kekeke, ya ampun jidatmu memerah, Kibum-ah… “ gadis sarap tersebut menertawakan kejadian yang telah menimpaku

“ haish, jangan-jangan kau tau kalau aku akan menabrak pohon, ya? “

Gadis tersebut menatapku polos, “ memang “

“ lalu kenapa tidak memberitaukan aku ?! “

“ habis dari tadi kau memfokuskan pandanganmu ke PSP, aku mana mau! Yah, anggap saja pelajaran sopan-santun untukmu! Dilarang mengabaikan Eunhyuk disaat berjalan dengan Eunhyuk! “

Aku menatapnya kesal, “ dan suatu pelajaran untukmu, dilarang membuat seorang Kim Kibum kalah saat sedang melaksanakan suatu game! “

Haish. Gara-gara gadis jelek itu aku kalah mengerjakan gameku. Hue, padahal sedikit lagi aku bisa naik tingkat! Pohon sialan! Gadis sialan! Gaaaaah! Aku rasa hari ini hari tersialku deh.

“Kibum-ssi, Kibum-ah, Kibum, Kibummie, atau yeobo ? “

Aku menoleh ke arahnya, “ kau sedang gila ? “

“ aniyo! Aku sedang mencari panggilan yang tepat untukmu! Menurutmu yang mana ? “

“ terserah kau saja, “

“ Kibum-ssi terlalu formal, Kibum-ah terlalu informal, Kibum ? jelek! Kibummie itu kan panggilan orang tuamu untuk anakmu, terlalu lancang jika aku menggunakannya, berarti tersisa…. Yeobo ? “

“ gaah! Aniy! Aku tidak mau kau memanggilku dengan panggilan tersebut! Yeobo ?! apa itu ?! aku tidak mau cari yang lain ! “

“ hm…., arasseo, apa ya ? “

Eunhyuk meletakkan tangannya di dagunya serta terlihat berfikir keras. Alisnya bertaut menjadi satu. Aku menatapnya heran.

selama aku dididik menjadi pangeran yang baik aku tidak pernah dididik untuk berfikir sekeras ini, hmm.. mungkin di kerajaannya ada.. maybe…

“ AHA! “

Aku terloncat kebelakang, “ yah! Kecilkan suaramu! “

“ aku sudah tau apa nama panggilan yang cocok untukmu, “ ucapnya sambil tersenyum lebar menampilkan gusinya,

gummy-smile , huh?

“ apa ? “

Senyumnya semakin lebar, “ snow white “

***

Aku membanting pintu kamarku keras. Maaf ayah, maaf ibu, tapi aku harus melakukannya demi seorang gadis bodoh yang sedang berdiri di depan pintu kamarku mengemis kata ‘maaf’ dariku atas apa yang telah ia katakan kepadaku.

Aku mengunci pintu kamarku agar monyet jelek itu tidak dapat masuk ke dalam kamarku. Aku berdiri di depan cermin yang sedang memantulkan bayangan diriku.

snow white ? “

Aku menggelengkan kepalaku. Aniyo, kau tidak mirip dengan putri salju itu sedikitpun! Kau berbeda! Dia cantik dan kau gagah. Dia putri, dan kau pangeran. Kau bukan putri salju, itu hanya fantasi seorang monyet bodoh.

“ Kibum-ah? “ ku dengar ia mengetuk-ngetuk pintu kamarku,

“ hmm ? “

“ mianhae, tapi aku rasa nama snow white itu cocok untukmu “

Aku menghembuskan nafas kesal, “ in your dream! Dimana letak cocoknya ?! “

“ kalian sama-sama berkulit putih, bibir kalian berdua sama-sama merah merona, rambut kalian sama-sama hitam, senyum kalian juga sama-sama menawan, cocokkan ? “

Aku dapat membayangkan ekspresi wajahnya saat berkata seperti itu walau kami berdua berbicara berbatas pintu kamarku. Aku menendang pintu kamarku berharap ia pergi dari depan pintu kamarku atau kalau boleh, dari kerajaan.

“ ya! Apa kau tidak belajar sopan santun ? dilarang menendang pintu kamar ! itu tidak sopan ! “

Annoying.

Aku merebahkan diriku di tempat tidurku dan mengeluarkan PSPku dan mulai larut dalam game yang selalu aku mainkan setiap hari.

“ Kibum-ah ? “

lalala… aku tidak dengar…’

“ Kibum-ssi ? “

Ia mengetuk-ngetuk pintu kamarku semakin keras. Huhu, rasakan. Jangan main-main dengan Kim Kibum atau kau akan merasakan akibatnya.

“ Kibummie ?! “

….

“ demi dewa dan seluruh dewi-dewinya , aku tidak akan pernah memanggilmu Yeobo !! “

Aku tertawa kecil sambil memainkan PSPku. Demi dewa dan seluruh dewi-dewinya aku tidak akan pernah mau kau memanggilku yeobo. Hahaha.

Oh crap!

Aku salah tekan. Oke, sekarang aku tidak akan terusik dengan suaranya. Masa bodoh dengan apa kata-katanya, yang terpenting sekarang game-ku.

Beberapa menit aku tidak mendengar ketukan-ketukan di depan pintu dan suara-suara berisik seperti tadi lagi. Sepertinya gadis jelek tersebut telah pergi. Namun, aku salah berfikir.

“ SNOW WHITE KELUAR KAU DARI KAMARMU SEKARANG JUGA !!! “

Shit.

Aku mematikan PSPku dan membantingnya ke atas tempat tidurku. Ku buka kunci kamarku dan membukanya keras-keras. Di depan pintu berdiri seorang gadis dengan senyuman lebar di wajahnya.

“ gotcha! Aku tau apa yang akan membuatmu keluar dari kamarmu, “

Aku menatapnya tajam, tidak mencoba menjawab perkataan konyolnya.

“ sekarang kembali ke topik awal aku meminta-minta maafmu, mau memaafkanku, kan? “

Aku diam. Sekali-kali yeoja ini harus di beri pelajaran. Dan aku tidak tau apa yang merasuki diriku hingga membuatku semarah ini.

“ hey, kau bisa bicara tidak sih?! Sejak tadi kau diam, “

Dua orang bisa bermain dalam satu permainan bukan? Dari tadi dia mempermainkanku, sekarang aku juga akan mempermainkannya.

“ hmm, aku rasa kau bisu, aaah, tidak-tidak kau tidak bisu, ya! Jawab aku! “

Aku tersenyum setan. Entah apa yang terjadi tiba-tiba wajahnya memucat dan keluar bulir-bulir keringat dingin dari dahinya.

“ ma…mau apa k..kau ?! “ ia berjalan mundur-mundur dan mundur, jarak di antara kami jadi semakin jauh

Apa maksudnya ? dia takut jika aku melakukan evil-smile ini ? memang apa salahnya ? wajahku jau lebih gagah jika aku seperti ini, kan?

“ pergi kau, jangan dekati aku!! “

Ia menendang-nendang kakinya ke arahku. Seringaiku menghilang dari wajahku dan digantikan wajah kebingungan. Tiba-tiba ia meringukuk dan memeluk kedua lututnya, wajahnya ia benamkan di kedua lututnya. Ku pegang pundaknya.

“ hey, hey, kau kenapa ?! memang aku berbuat apa ? “

Ia menggedikkan bahunya menghentakkan tanganku, “ jangan sentuh aku dengan tangan kotormu! “

“ hey ? “ aku mencoba berjalan lebih dekat ke arahnya

“ uwaaaaa!!! “

***

“ jadi, begitu ceritanya… “ ucapnya setelah menceritakan kenapa ia begitu takut melihat seringaiku.

Saat ini kami tengah duduk di sebuah batang pohon besar di depan kerajaanku. Menikmati indahnya pemandangan kerajaanku dan tentu saja indahnya alam ini.

“ setiap mengingat kejadian itu aku takut jika melihat orang tersenyum seperti itu, aku merasa… “ ia tidak dapat melanjutkan perkataannya.

Aku mencoba menahan senyumku. Ternyata apa yang ku prekdisikan Eunhyuk benar-benar orang yang polos lebih polos dari kertas putih. Alasan ia takut dengan seringaiku adalah ayahnya, Raja Cho Kyuhyun. Ia sering melihat ayahnya menyeringai ke arah ibunya (read: Lee Sungmin) sebelum melakukan hal ‘itu’.

Ingin rasanya aku tertawa.

Tapi malaikat didalam diriku berkata lebih baik jangan tertawa karna ia sedang ketakutan. Dan ia ketakutan karna tingkahku sendiri ? haish. Seumur hidup aku belum pernah menakuti wanita.

“ sudahlah, toh itukan wajar ayah dan ibumukan memang suami istri, “

“ tapikan…, tetap saja menyeramkan!! “

“ jadi, kau sempat berfantasi ya tadi kalau kau dan aku akan… “

“ Hell, nggak!! Aku tidak pernah berfantasi apapun denganmu dan dengan siapapun itu! Aku tidak akan pernah berfantasi hal-hal yang tidak-tidak !! “

Aku tertawa keras, tertawa yang ternyata sejak beberapa menit yang lalu kutahan. Ia menatapku kesal sambil memanyunkan bibirnya yang merah merona itu.

“ jahat! Aku ketakutan kau malah tertawa ! tidak sopan bodoh! “

Aku tetap tertawa tidak mengacuhkan protesnya. Ia semakin memanyunkan bibirnya yang sexy-tidak-sexy tersebut.

“ giaahahahhaa…, “

Aku tertawa amat terbahak-bahak hingga….

 

Brugh!!

 

Aku mengusap-usap lenganku yang baru saja menyentuh tanah akibat jatuh dari pohon. Aku meringis kesakitan. Saat aku membuka kedua mataku kulihat Eunhyuk berada di bawahku sambil menggigit bibirnya.

Ups,

Aku bahkan tidak sadar saat nyaris jatuh aku sempat menariknya kebawah. Dan sekarang posisi kami.. erh, aku di atas dan dia dibawah. Aku yakin, dia pasti lebih merasa sakit dari pada aku.

“ gwen—“

“ KIM KIBUM!!!!! APA YANG TELAH KAU LAKUKAN TERHADAP EUNHYUK ?! “ teriakan murka memotong kalimatku

Saat aku menoleh ku lihat orang tuaku dan orang tua eunhyuk menatap kami berdua tidak percaya. Aish, demi seluruh game yang telah ku mainkan mereka pasti salah paham! Bayangkan saja posisi kami seperti…., auw! Tak perlu dibahas.

“ appa… ini bukan seperti apa yang kalian bayangkan, “ aku berdiri dan membantu Eunhyuk bangun

Ia mengusap-usap pantatnya yang aku percaya pasti amat-sangat-sakit. Ku tatap wajah Eunhyuk. Wajah putihnya terlihat benar-benar pucat. Ia pasti shock.

“ APPA TIDAK PERDULI, KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB! SIAPKAN DIRIMU KARNA BESOK KAU TELAH MENIKAH DENGANNYA !!! “

Aku menatap ayahku tidak percaya, apa?! Hanya karna posisi ini kami harus menikah ? benar-benar menikah dan tidak bisa menolak ?!

“ tapi appa, kami tidak melakukan apa-apa, “ ku dengar suara protesan dari mulut Eunhyuk

“ tidak ada yang membantah, wahai gadis manisku, “ Raja Cho tersenyum manis-manis mematikan/

Bye kehidupan yang indah… dan selamat datang…. Kehidupan baru….

 

***

 

“ Pangeran Kibum, apakah kau bersedia mencintai dan menghabiskan waktu hidupmu bersama dan selamanya dengan putri Lee Eunhyuk ? “

Aku menelan ludahku, “ saya bersedia, “

“ Putri Eunhyuk, apakah kau bersedia mencintai dan menghabiskan waktu hidupmu bersama dan selamanya dengan Pangeran Kim Kibum ? “

Aku melihat Eunhyuk hanya menundukkan kepalanya dan hanya diam tidak menjawab pertanyaan sang pastor.

“ Putri Eunhyuk ? “

Eunhyuk masih menunduk diam. Entah apa yang di fikirkannya aku tidak dapat menebaknya karna aku memang bukan paranormal.

“ eunhyukkie, gwenchanayo ? “ bisikku pelan

Cengo juga dilihatin orang hanya gara-gara satu orang yeoja tidak mau berkata ‘saya bersedia’ dalam pernikahan. Huh, padahal ini hanya janji pemaksaan, crap!

“ Putri Eunhyuk ? saya ulangi pertanyaan saya, apakah anda bersedia mencintai dan menghabiskan waktu hidupmu bersama selamanya dengan Pangeran Kim Kibum ? “

Ia menghela nafas panjang, “ neh, saya bersedia…, “

Pastor tersebut tersenyum cerah. Membuat mukaku, hatiku dan masa depanku kelam seketika. Aku tau apa yang akan di katakan pastor ini selanjutnya.

“ mulai hari ini kalian resmi menjadi suami-istri, tidak ada orang yang boleh memisahkan kalian kecuali Tuhan yang kuasa yang memisahkan kalian, sekarang Pangeran Kibum, anda bisa mencium istri anda, “

Aku menghadap Eunhyuk dalam diam. Apakah ia bersedia jika aku menciumnya ? atau ia malah ketakutan ? hue, sekali ciuman saja tidak apakan ?

“ jangan kau kira aku menciummu karna mau, “ aku membisikkan sepelan mungkin agar hanya Eunhyuk yang dapat mendengarnya

Ku lihat ia menganggukkan kepalanya.

Perlahan demi perlahan mulai ku dekatkan bibirku ke bibirnya. Ia memejamkan matanya kuat-kuat, aku mencoba memberhentikan debaran jantungku.

kibum.. ingat.. ini hanya terpaksa, ini hanya TERPAKSA “ panjatku berulang-ulang

Setelah ujung bibirku menyentuh ujung bibirnya aku langsung menarik bibirku jauh-jauh dan berjanji tidak akan menyentuh bibir itu lagi!

Seluruh orang bertepuk tangan, ucapan selamat demi selamat mulai bergema di ruangan. Oh shit, selamat datang hidup baru….

 

 

***

End^^

Bagusnya buat sequel atau nggak ? ceritain tentang kehidupan baru mereka.

Jadi ?

Menurut kalian gimana ?

 

3 thoughts on “Love by Accident—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s