fanfictions

More Than a Debt

Tittle : More Than a Debt—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

Main Cast :

– Eunhyuk

– Kyuhyun

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi

Rating : T

Length : Oneshoot

Ff puanjang banget! Maaf ya, aku lupa caranya buat FF hanya 5 atau 6 lembar doang, FFku sekarang lebih dari 10 lembar semua-___-

***
#asiaANCHOVYday #asiananchovyday #HyukDay

***

Eunhyuk POV

Aku menatap Kyuhyun yang sedang sibuk dengan PSPnya dan sama sekali mengacuhkanku. Ia sama sekali tidak merasakan kehadiranku, kah? Aku rasa iya. Siapa yang mampu mengalihkan pandangan seorang Cho Kyuhyun dari PSPnya ? suatu keajaiban untuk orang itu.

“ aaargh, “ ia berteriak dan menggoyangkan PSPnya ke kiri dan ke kanan.

“ huh? “

Aku menatapnya bingung, sedetik kemudian aku percaya aku telah melakukan tindakan bodoh. Untuk apa aku membingungkan hal-hal yang telah ia sering lakukan? Pasti tadi ia NYARIS kalah, karna jelas-jelas seorang Cho Kyuhyun tidak pernah kalah.

Aku mengambil headset-ku dan mulai mendengarkan lagu apapun yang ada di ipad-ku. Tanpa sadar aku menggumamkan lagu yang sedang ku dengarkan.

“ sedang sedih ya Hyung? “

Aku menoleh begitu mendengar suara Kyuhyun, “ hmm ? “

“ sedang sedih ? kenapa menyanyikan lagu sedih ? tidak mungkinkan seseorang menyanyikan lagu sedih jika sedang tidak sedih ? “

“ aniyo, aku tidak sedang sedih kok, “

“ tapi kena—GAAAH! Cho Kyuhyun! Bagaimana bisa kau kalah, haish, aku harus mengulang dari awal lagi deh, sekarang fokus jangan terganggu dengan yang lain! “

Aku tersenyum kecil dan menggeleng-gelengkan kepalaku pelan. Kalau seperti ini caranya, Cho Kyuhyun tidak akan pernah menyadari akan perasaanku yang sebenarnya.

***

“ Hyuk ? wae ? “

Aku mendongak dan melihat Heechul-hyung sedang berdiri di depanku, menatapku dengan pandangan aneh. Hyukjae, ingat… jangan.pernah.menceritakan.apapun.yang.kau.rasakan.terhadap.heechul-hyung!! Ia bukan penjaga rahasia yang bagus.

“ aniyo, memang kenapa ? “

“ mukamu kenapa ? keruh, tidak enak dilihat, mana senyuman semangatmu ?! “

“ gwenchana, aku tidak apa-apa hyung, “

Heechul-hyung menatapku sangsi. Hyung, ayolah percaya, aku benar-benar tidak ingin menceritakan hal ini terhadap siapapun!

“ arasseo, pokoknya kalau ada apa-apa, katakan pada kami , jangan disimpan sendiri ! “

Aku tersenyum dan mengangguk. Heechul-hyung meninggalkanku di ruang tamu seorang diri, belum beberapa menit berlalu, seseorang datang lagi dan duduk disampingku. Dan aku yakin, aku tidak bisa membohongi orang ini seperti aku membohongi Heechul-hyung.

“ Hyukkie-ah, waeyo? Akhir-akhir ini ku lihat mukamu… tidak enak untuk dilihat, “

Aku tersenyum, “ gwencahanyo Sungmin-hyung, aku hanya kelelahan, “

“ gojitmal! Ayo ayo ceritakan ada apa? Ada yang mengganggumu, “

“ huuh, magnae sialan kita, “

“ KYU ?! apa yang dia lakukan padamu Hyukkie ? “

“ tidak ada, hanya terlalu fokus dengan PSPnya dan megabaikanku, memang itu salah hyung? Tidak, kan ? “

Sungmin-hyung menatapku aneh, “ hyuk, jangan bilang kau ada ‘rasa’ dengan Kyuhyun ? “

Aku hanya tersenyum kecut. Seharusnya dia bilang begitu sebelum Kyuhyun masuk kedalam grup! Kalau dia bilang sekarang untuk apa? Sama saja bohong! Aku terlanjur jatuh dalam pesona magnae bodoh itu.

“ ba.. bagaimana bisa, Hyuk? Sejak kapan? “

“ sudah lama, memang tidak boleh hyung ? memang aneh ya kalau aku suka dengannya ? atau karna.. kami berdua… sama-sama… lelaki? “

Sungmin menggelengkan kepalanya tegas, “ aniyo, bukan seperti itu, aku hanya… disbelieve… ehm, Hyuk! Aku tiba-tiba puny aide bagaimana caranya agar kau bisa mendapatkan perhatian lebih dari Kyuhyun, mau mendengarnya ? tapi, kau harus banyak belajar dengan Kibum, Sunny, Minho, dan… eh…, siapa lagi ya yang pandai bermain game ? “

“ memang apa idenya, hyung ? “

Kyuhyun POV

“ apa ? bertarung game ?! demi seluruh game-ku hyung, kita tak perlu bertaruh karna kita tau siapa yang akan menang! “

Sedangkan Hyukngku tersebut, sama sekali tidak berhenti memaksaku melakukan pertarungan bodoh itu. Bodoh? Tentu saja, siapa di dunia ini yang bisa mengalahkan seorang Cho Kyuhyun dalam urusan game ?! aku menatap Hyukjae-hyung tidak percaya, dan aku dapat melihat keyakinan yang amat-sangat di kedua mata Hyukjae-hyung.

“ ka..kau serius hyung ? “

“ ne, kita bertarung dan jika salah satu dari kita menang, maka yang kalah harus menuruti segala permintaan yang menang, mau tidak mau, dia harus mau dan tidak menolak sama sekali “

“ me..mang.. kenapa aku harus melakukan hal ini ? “

Aku bukan takut kalah. Aku hanya tidak percaya Hyukjae-hyung berani mempertaruhkan hal seperti ini. Game? Bukankah dia PAYAH dalam hal seperti ini ?

“ karna aku mau! Ayolah Kyu…, yayaya ? “

“ arasseo, kapan ? “ ucapku pasrah

Ia tersenyum menampilkan senyumannya yang menawan tersebut, “ satu bulan dari sekarang ? atau.. itu terlalu lama ? “

Aku menggeleng tegas. Hyungku gila apa ?! satu bulan di bilang terlalu lama ?! oke untukku memang itu terlalu lama, tapi untuknya yang payah bukankah waktu sebulan itu.. kurang ?

“ oke, satu bulan lagi kita bertarung, jangan lupa ya Kyu, aku TIDAK sedang main-main, aku serius dan percayalah sebulan dari sekarang aku akan menagih janjiku! “

***

Sebulan kemudian….

Sudah sebulan sejak Hyukjae-hyung memohon agar kami bertanding game. Dan aku rasa, ia sudah lupa akan janji tersebut? Apa ku bilang, ia pasti main-main. Tapi…, ia sendiri yang bilang kalau ia tidak sedang main-main. Ia yang bilang bahwa ia serius.

Haruskah aku percaya hyungku yang… gila tersebut ?

“ Kyuhyun-ah!! “

Aku membalik badanku dan terlihatlah wajah hyung yang sejak tadi ku tunggu-tunggu. Dia datang dengan senyuman cerah diwajahnya.

“ ada apa hyukjae-hyung? “

“ kau tidak lupa dengan pertarungan kita, kan? “

“ hyung masih ingat ?! “ tanyaku tidak percaya

Ia tersenyum amat manis, manis untuk seorang namja, tapi terlalu keren untuk seorang yeoja. Jadi? Aaah, yang jelas hyung di hadapanku kali ini manis sekali!

“ tentu saja, kau kira aku lupa? Ayo kita mulai pertandingannya, “

Aku menyerahkan PS-ku ke arahnya dan setumpuk kaset berisikan game-game yang selalu ku mainkan. Aku tidak yakin hyungku itu dapat memainkan seluruh gameku.

“ kau saja yang pilih, aku tidak tau apa-apa soal game, “

“ gerigo, kenapa mengajakku bertarung kalau hyung tidak tau apa-apa soal game ? “

“ molla, hatiku menyuruh untuk bertarung denganmu, “

Aku menghela nafas panjang dan mengambil sebuah game yang paling gampang dari semuanya. Aku tidak yakin hyung-ku bisa memainkan game paling gampang sekalipun.

“ ini saja, ya ? “

“ neh, neh, terserah saja “

Aku memasukkan kaset game tersebut kedalam kotak PSku dan game yang aku pilih mulai menghiasi layar TV-ku.

“ bisa kita mulai sekarang, kan? “

Ia mengangguk pasti.

“ hyung kau memainkan Player A, aku memainkan Player B “

***

Setelah bertanding selama satu jam lamanya akhirnya muncul hasil akhir. Hasil akhir yang menentukan siapakah yang akan menangis dan tertawa. Hasil akhir yang akan menentukan siapa yang menang dan kalah.

Dan hasilnya…

Player A “ You Win!! “

Player B “ Sorry, you Lose… “

“ WHAT ?!! “

Aku menatap layar TV-ku dengan pandangan ini-pasti-mimpi-buruk-yang-benar-benar-mimpi-buruk. Aku kalah ? dengan hyungku yang sama sekali PAYAH soal game ?! pasti ada yang tidak beres denganku, apa.. apa yang salah ? mengapa aku kalah ? bagaimana bisa ?

“ hahaha, kau kalah… seorang Cho Kyuhyun kalah.. hihi “

Aku menatap hyungku kesal, “ puas membuatku kalah ?! “

“ sekarang kau harus menuruti apapun yang aku minta, mau tidak mau, kau harus mau dan tidak boleh menolak sama sekali! “

“ hmmm, katakan saja hyung, kau mau apa ? “

“ jadilah pacarku selama sebulan, “

***

Aku membanting pintu kamarku dengan kesal meninggalkan Hyukjae-hyung di dalam kamar sendirian, seorang diri dan mungkin saja… entahlah apa yang dia lakukan aku tidak akan dan tidak mau peduli. Hyungku sudah gila ?! menjadi pacarnya ?! hell!

Aku meneguk air mineral banyak-banyak dan.. cukup melegakanku. Namun tidak menghentikan masalahku. Aish, apa hyungku itu serius ?! atau hanya main-main ?

Kyuhyun yang gagah….

Main-main ataupun serius kau juga tidak akan mau kan menjadi pacarnya ?! demi seribu game yang telah kau mainkan, kau pasti akan menolaknyakan dengan cara apapun ?

“ hue, otthokajooo ? “ raungku lemas

Aku meletakkan gelasku tersebut di atas meja dan berjalan ke arah kursi ruang tamu. Ku lirik pintu kamarku masih tertutup rapat. Apakah Hyukjae-hyung masih didalam sana ? oh, bagaimana kalau ia menangis akibat “penolakan”ku secara tidak langsung ini ? hiks, diakan orang yang paling gampang menangis selain Ryeowook ?

Gaaaaaaah.

Aku bisa stress! Kalau begini hasil akhirnya seharusnya aku menolak permintaan Hyukjae-hyung, seharusnya aku tidak termakan kesombonganku, seharusnya aku….

Haah, selama ini tidak ada seorang Kyuhyun yang mengeluh. Nasi telah menjadi bubur, ayo Kyu kita selesaikan ini!

Aku bangkit dan berdiri berjalan pelan ke arah kamarku. Ku persiapkan mental dan fisikku saat memegang kenop pintu dan memutarnya dan…

“ Hyung…, “

Ku lihat Hyukjae-hyung membalikkan badannya, dan… terlihat sama sekali tidak bersemangat. Hyungku yang ceria sekarang terlihat amat tak berdaya hanya karna “penolakan”ku secara tidak langsung? Kau benar-benar evilkyu!

“ Hyukjae-hyung… ? “

“ hng ? “

“ kau.. ugh, gwenchanayo ? “

Ia mengedipkan matanya bingung. Hyaa, tidak dapat dipungkiri hyung di hadapanku adalah hyung yang cukup manis. Cukup aku puji dan aku tidak akan jatuh dalam pesonanya.

“ neh, boleh aku tagih utangku ? “

“ u.. utang ? “

Ya tuhan Kyuhyun! Kenapa kau berpura-pura seolah kau tidak tau apa-apa ?! di depanmu terdapat seorang hyung yang selalu tersenyum dengan senangnya, apa kau mau membuatnya menderita ?!

“ uhm, hyung, apa kau serius ingin hal tersebut terjadi ? atau hanya sebatas.. permainan ? “

“ maksudmu ? “

“ maksudku, jika hyung memintaku menjadi pacar hyung selama sebulan hanya untuk sebuah ‘permainan’ aku dengan senang hati menolaknya, tapi jika hyung benar-benar ingin hal tersebut… aku… beri kesempatan “

Crap!

Aku tidak percaya aku akhirnya mengatakan hal tersebut. Memberi kesempatan ? benarkah kau akan member kesempatan padanya Kyu ?

“ menurutmu itu sebuah permainan atau sebuah keseriusan ? “

“ hyung, jangan memancingku! “

“ aku tidak memancingmu, Kyu! Kalaupun aku memancing, aku akan memancing Donghae, kau bukan ikan dan tidak bisa dipancing “ [para ELFishy tau maksudnya, kan?]

“ haish, hyung.. aku serius disini.. tidak bisakah ? “

“ oke, oke, aku hanya berusaha menghilangkan sikap canggung diantara kita, kali ini aku akan serius, kau mau bertanya apa ? “

Ku tatap wajahnya dalam-dalam, “ aku bertanya apakah permintaan hyung berdasarkan atas ‘main-main’ atau ‘keseriusan’ ? “

“ kalau aku menjawab ‘keseriusan’ kau mau apa ? “

Jadi?

Jadi dia serius ? oke, aku tidak boleh main-main. Ia serius dan aku juga harus serius. Hm, apa yang harus ku jawab? Tadi aku bilang apa jika Hyukjae-hyung meminta hal ini atas dasar ‘keseriusan’ ? oh yeah, member kesempatan!

Mwoya?!!

“ ka..kalau kau tidak suka dengan permintaanku sih, tidak apa-apa, toh.. permintaanku juga aneh, “ aku mendegar ia tertawa, menyeramkan.

“ ah aniyo, aniyo, permintaan hyung tidak aneh kok, aku saja yang.. kurang merasa nyaman dengan itu semua, mungkin.. “

“ jadi ? “

Aku menelan ludahku, “ hanya sebulan, kan? “

Ia mengangguk dan aku menghembuskan nafas panjang-panjang. Kyuhyun, Cho Kyuhyun, camkan baik-baik di otakmu, ini menyangkut kehidupanmu selama sebulan kedepan, jangan kau sesali.

Aku menutup mataku dan mengangguk pelan, “ hanya sebulan “

***

[A/N: alur author percepat, author masih ngejar FF lain, oke? Maaf kalau alurnya menjadi aneh, typos, dan nggak jelas. Uhuh, terakhir! Karna author kurang ahli membuat ‘Author POV’ maafkan author jika kata-kata dibawah kurang enak dibaca, TB4]

Berhari-hari telah di lewati Eunhyuk dan Kyuhyun secara bersama-sama. Eunhae Moment dan Kyumin moment terpaksa dihilangkan dan diganti dengan Haemin Moment serta Kyuhyuk moment.

Beberapa hari lagi, janji tersebut akan menghilang.

Hari demi hari berjalan, menit demi menit berputar dan detik demi detik berdetik, membuat dua orang manusia yang sedang “mabuk-cinta” melupakan sisa waktu mereka.

Waktu yang menjukkan kebersamaan mereka yang kurang dari dua hari lagi. Dan dua hari kedepannya.. semua hanya menjadi kenangan. Kenangan indah yang akan selalu di kenang oleh Eunhyuk. Dan sebuah kenangan yang akan….

Kyuhyun buang ? atau malah ia pendam ?

Setiap hari ia menghabiskan waktunya bersama dengan Eunhyuk dan tidak dapat ia pungkiri sedikit-demi-sedikit ia mulai jatuh terhadap pesona Hyungnya tersebut. Saat tertawa ia ikut tertawa, saat tersenyum ia ikut tersenyum, dan saat hyungnya bersedih ia ikut bersedih dan berjuang sekuat tenaga agar hyungnya tersebut tidak bersedih lagi.

Pertanyaan yang sama bahkan selalu berputar-putar di kepala Kyuhyun dari hari ke hari. Pertanyaan yang sampai sekarang belum ia temukan jawabannya.

Apakah ia mulai jatuh cinta terhadap Hyukjae-hyung ?

Ia senang berada di dekat Eunhyuk. Ia bahagia saat berada di dekat Eunhyuk. Dan dia tidak ingin ada seorangpun yang menyentuh Eunhyuk.

Dan ia mulai menyadari suatu hal. Suatu hal yang dulu menurutnya adalah hal yang mustahil. Suatu hal yang dulu menurutnya tidak akan terjadi. Suatu hal yang dulu menurutnya adalah hal yang tidak akan pernah ia rasakan.

Seorang Cho Kyuhyun, jatuh cinta terhadap hyungnya sendiri, Lee Hyukjae.

Kyuhyun POV—back.

“ hyung, “

Hyukjae-hyung menoleh dan menampilkan gummy-smilenya ke arahku, “ neh ? “

“ nanti malam, sibuk ? “

“ aniyo, waeyo ? “

“ ada yang ingin aku rayakan, hari ini… hari terakhir kita menjadi seorang ‘kekasih’, kan? “

Ku lihat sinar di matanya meredup, “ benarkah ? aku tidak menyadarinya, sebulan berlalu dengan sangat cepat… “

“ neh, benar-benar tidak terasa, ya? “

“ baiklah, eonjeyo? Eodieyo ? “

“ jam 7, tempatnya… aku belum tau, bagaimana ? bisa ? “

Aku melihat ia tersenyum kecil dan mengangguk. Hyung, jangan tersenyum sedih seperti itu.. malam ini akan menjadi malam terhebat yang pernah kau rasakan hyung!

***

19:00 KST—unknown place

“ hyung, pakai penutup mata, ya? “

Ia menatapku tidak percaya, “ untuk apa ?! aniyo! Aku tidak mau! “

“ pleaseeee.., demi pacarmu yang gagah ini hyung… “

Ku lihat ia tersenyum kecil dan mengambil penutup mata hitam di tanganku yang sedang ku sodorkan ke arahnya dan mulai menutup kedua matanya.

“ oke, hyung tunggu sebentar biar ku bantu jalan “

Dengan segera aku turun dari mobilku dan membukakan pintu untuk Hyukjae-hyung lalu membantunya berjalan ke tempat yang telah ku sediakan.

Sebuah meja makan di tengah lilin-lilin indah yang membentuk bentuk hati, dan tentu saja tidak tertinggal… pantai yang indah.

Aku memang membawanya ke pantai faforitku. Entah karna factor apa aku membawanya ke tempat ini , dan menurutku ia akan menyukainya. Perlahan-lahan ku buka penutup matanya dan membuat kedua mata bulat indahnya dapat melihat betapa indahnya pemandangan di hadapannya.

“ bagaimana ? “

“ lebih dari indah, “ ucapnya masih mengagumi hamparan pantai yang ada di hadapannya

Aku menarik tangannya dan menggiringnya ke sebuah tempat duduk yang memang telah ku siapkan special untuk Hyung spesialku juga.

“ lebih baik kita makan sekarang sebelum angin pantai membuatnya dingin, dan menurut Ryeowook, makanan dingin itu tidak enak untuk dimakan, benarkan? “

Ia tersenyum kecil, “ neh, terserahmu saja “

Kami memulai makan dalam diam. Aku rasa kami berdua memiliki pemikiran masing-masing. Pemikiran yang berbeda tapi intinya tetap sama—Bhineka Tunggal Ika[?]

Aku meletakkan sendok dan garpuku, “ hyung ada yang ingin aku bicarakan, “

Ia berhenti makan dan melakukan hal yang sama. Ia letakkan sendok dan garpunya secara menyilang kemudian menatapku tepat dimataku.

“ hm? Tentang ‘hubungan’ kita, kan? “

“ neh, “

“ katakan saja apa yang ingin kau bicarakan, jangan takut aku merasa tersakiti atau apapun selama kau bahagia dengan itu, it’s okay… “

Aku menatapnya tak percaya. Dia bilang apa tadi? Tidak apa-apa ? whoah, pertama kalinya aku bertemu dengan orang sebaik dan sepengertian Hyukjae-hyung.

“ hng, aku tidak dapat menahannya lebih lama lagi hyung… “

Ia tetap diam menatapku seakan menyuruhku melanjutkan perkataanku.

“ selama ini, aku merasa.. terganggu. Terganggu akan hubungan yang tidak dapat dikatakan hubungan di antara ki.. kita berdua. Apalagi aku melakukannya atas dasar ‘hutang’ tapi hyung melakukannya atas dasar ‘keseriusan-sepihak’ dua hal yang tidak dapat di persatukan kita paksakan menjadi satu “

Walau ia tetap menatapku dengan senyuman diwajahnya, aku dapat melihat pantulan kaca dari matanya. Hyung jangan menangis! Aku belum selesai bicara!

“ dan setelah hadirnya hari ini, aku merasa.. bebas. Akhirnya dua hal yang sejak dulu terpaksa kita satukan menjadi satu akhirnya terlepas, dan itu membuatku sedikit… bernafas lega “

“ neh, aku tau. “ ucapnya tiba-tiba menundukkan kepalanya, “ kau tidak perlu menceritakan seberapa bahagianya dirimu terlepas dari status aneh ini, aku telah dapat melihatnya di matamu, kebahagiaan yang mendalam “

“ hyung, bukankah hyung menyuruhku mengatakan SEMUA yang ingin ku katakan ? “

Ia terdiam. Sepertinya ia meragu haruskah ia melanjutkan percakapan ini ataukau memintaku berhenti. Namun aku tau seberapa baiknya Hyukjae-hyung, ia pasti membiarkanku melanjutkan perkataanku. Ku ambil nafas panjang sebelum melanjutkan dialogku.

“ dan aku.. tidak dapat menahan kebahagiaanku lebih lama lagi akhirnya aku dapat mengatakan hal ini, hal yang sejak dulu ingin ku katakan namun tidak bisa karna terhalang ‘status’ palsu kita “

Ku lihat ia mengigit bibir bawahnya.

“ saranghae, hyung… “

Eunhyuk POV

“ saranghae, hyung… “

a..aku tidak salah dengarkan ? apa katanya tadi saranghae ? yaaah, aku pasti mimpi! Tidak mungkin jika aku tidak bermimpi. Ini kehidupan terindah jika ini bukan mimpi. Aku mencoba mencubit pipiku keras-keras.

“ auw, “ rintihku,

Berarti… ini kenyataan ?!!

“ hyung, ini bukan mimpi, jangan kau cubit dirimu keras-keras seperti tadi, apa tidak sakit ? kkk… “ ucapan magnae gila itu membuatku kembali sadar dari dunia lain

Ini kenyataan ?

Seorang Cho Kyuhyun, berada di depanku, dan mengucapkan saranghae untukku ?!

“ ini, kenyaataan? Gojitmal! Ini terlalu indah untuk di sebut kenyataan! “ bantahku

“ hyung, boleh aku meminta sesuatu ? anggaplah bonus karna seorang Lee Hyukjae mampu membuat seorang Cho Kyuhyun kalah, bagaimana ? yayaya ? “

Aku mengangguk shock. Ugh, tuhan, mengapa kau berikan aku kenyataan seindah ini ?!

“ bolehkah aku meminta agar ‘status’ palsu tersebut menjadi kenyataan ? bolehkah aku meminta untuk menyatukan hubungan antara ‘hutang’ dan ‘keseriusan-sepihak’ menjadi hubungan ‘cinta’ ? “

Aku tidak dapat berbuat apa-apa. Aku masih terlalu shock untuk memahami ini semua. Benarkah apa yang ia katakan? Bukan suatu keusilannya, kan ?

“ haih hyung, ini kenyataan ok? Berhentilah meragukan ini kenyataan atau hanya sebuah mimpi! Ini kenyataan, aku benar-benar Cho Kyuhyun dan kau benar-benar Lee Hyukjae! Aku benar-benar mengatakan hal yang sejujurnya dan kau benar-benar mendengarkan kata-kata yang NYATA yang keluar dari mulutku! Sekarang jawab aku dan jangan meragukan apakah ini kenyataan atau bukan ! “

Aku menunduk namun sebuah senyum tidak dapat ku tahan lagi, “ mianhaeyo, aku hanya terlalu takut ini sebuah mimpi… “

Ia mengangkat daguku dan menatapku, lembut…

“ ini bukan mimpi, Jagiya… percayalah, jadi bagaimana ? bolehkah aku mengubah hubungan yang atas dasar ‘hutang’ serta ‘keseriusan-sepihak’ tersebut berubah menjadi hubungan atas dasar ‘cinta’ ? “

Aku mengangguk pelan

“ bolehkah aku menyatukan hubungan yang tidak dapat di satukan tersebut ? “

Lagi-lagi aku mengangguk

“ bolehkah aku mencintai hyung untuk kenyataan ? bukan atas dasar.. terpaksa ? “

Lagi, lagi dan lagi-lagi aku mengangguk. Entah kemana suaraku pergi. Suaraku pergi hanya karna terlalu shock dengan pernyataan magnae di hadapanku ini?

“ dan bolehkah aku memohon agar hyung berbicara sepatah kata saja ?!! “

Aku tersenyum seperti orang idiot. Masih tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia menghembuskan nafas pasrah.

“ terserah hyunglah, yang jelas jangan izinkan Donghae-hyung menyentuhmu lagi kau milikku dan tidak ada yang boleh menyentuhmu selain diriku “

Aku tersenyum.

Tidak akan ada lagi hubungan atas dasar ‘hutang’ dan ‘keseriusan-sepihak’

Tidak akan ada lagi hubungan yang tidak dapat di persatukan

Tidak akan ada lagi hubungan mencintai sepihak

Tidak akan ada lagi hubungan mencintai secara terpaksa

Mulai sekarang hingga selamanya, hanya akan hubungan atas dasar cinta dan kasih sayang.

***

Mohon maklum kalau geje banget nih Fictnya.

Author buat jam dua malem, huhu. Semua udah pada tidur lagi T.T mana kagak punya pulsa, huehue. Argh, author kerja di Fict satu lagi ya~ ciao! Jangan lupa comment,

Kritik dan saran di terima dengan lapang dada^^

3 thoughts on “More Than a Debt

  1. Huwaa, chinguu..
    Keren.keren.
    Kyu ama eunhyuk cocok juga.
    Tapi lebih cocok kyu ama sungmin, eunhyuk ama donghae.
    Kekeke ~
    tapi emang kerrreen.
    4 thumbs UP deh.
    ^^..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s