fanfictions

The Weird Person

Tittle : The Weird Person–dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday
Main Cast :
– Lee Hyukjae
– Kim Jongwoon
Author : Nashelf Hafizhah Wanda
Genre : Romance / Yaoi / AU
Rating : T
Length : Oneshoot

***

#asiaANCHOVYday #asiananchovyday #HyukDay

***


Hyukjae POV

Aku membuang mukaku keluar jendela mengacuhkan segala percakapan yang sedang beredar luas di sekolahku. Anak baru.
Apa bagusnya sih kalau ada anak baru ? Menambah teman ? 30 anak di dalam kelas apa masih kurang ?! Aish! Songsaenim juga kenapa lama sekali sih datangnya ? Bel sudah berbunyi 10 menit yang lalu!!
Aku menghela nafas panjang-panjang entah yang untuk ke berapa kalinya. Ku lirik jam tanganku. Masih lamakah aku harus menunggu songsaenim tersebut ? Namun sepertinya penantianku akan segera berakhir. Songsaenim masuk ke dalam kelas dengan senyum mengembang di wajahnya.
” Selamat pagi, ” sapanya, ” kali ini kalian akan mendapat teman baru, yak Jongwoon-ssi, silahkan masuk dan perkenalkan dirimu ”
Seseorang berparas tidak tinggi-tidak pendek masuk ke dalam kelas. Tunggu, kepala orang ini terlalu besar atau perasaanku saja? Ah, pasti perasaanku saja. Orang tersebut tersenyum ke arah murid-murid.
” Annyeonghaseyo..ee… Kim Jongwoon imnida..eeh…, kalian boleh memanggilku Yesung, aaah.. Banggapseumnida ” (inget logatnya Yesung kalo ngomong, kan?)
‘Orang ini gagap? Ah bukan! Itu logatnya, sepertinya sih..,’ batinku bingung
Mata Songsaenim bergerak-gerak dan berhenti tepat ditempatku, ” Yak, Jongwoon-ssi, kau bisa duduk di–”
” GAAAAAAAAH~~~!!!! ” teriaknya tiba-tiba sambil menunjuk ke arahku
Aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Kosong. Aku menoleh ke belakang juga kosong. Belakangku dinding, sebelah kananku kursi kosong, sebelah kiriku jendela. Jadi ia benar-benar teriak kepadaku?
” Ada apa Jongwoon-ssi? Kenalanmu? ”
Anak itu menggeleng. Namun matanya masih melihat ke arahku. Aku menatapnya bingung. Apa yang telah ku perbuat? Apakah ada yang salah dengan penampilanku?
” Songsaenim! ” suara anak itu membuyarkan kembali lamunanku, ” siapa nama anak itu ? ”
” Yang menggunakan kaca mata itu ? ” songsaenim memastikan
” Huum!! Siapa dia ? ”
” Lee Hyukjae, biasa dipanggil Hyukjae, waeyo? ”
” Hyukjae-ssi !!! ” teriaknya, tiba-tiba ia membuat tanda ‘love’ dikepalanya, ” saranghaeyoooo~~!!! ”

BOAHAHAHAHAHA !!

Tawa satu kelas meledak tidak terkecuali sang songsaenim. Aku menatap anak baru tersebut kesal.
” Yah!! Apa maksudmu heh?! ”
” Di bagian mana kata ‘saranghaeyo’ yang kau tidak mengerti ? ” tanyanya sambil tersenyum amat lebar
Argh.
” Yah Hyukjae! Terima saja, aku tau kau juga menyukainya kan? Daritadi aku melihatmu terus memperhatikan Jongwoon tanpa berkedip seinchi-pun ” timpal Heechul
Aku memandangnya ketus, ” lalu kau sendiri ? Untuk apa kau terus-terus melihat ke arahku ?! ”
Skak mat. Ia diam. Aku kembali menoleh ke anak baru yang masih tersenyum dengan senyuman bodohnya.
” Neo! ” tunjukku ke arahnya, ” apa maksudmu hah? Jinchayo!! Kita baru bertemu dan kau berani-beraninya bilang ‘saranghaeyo’ ?! Aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali ! Jangan gila ! ”
” Memang tidak boleh ?! ”
Aku berdiri dari kursiku, ” Yah!! Jangan main-main !! Jangan-jangan kau tidak tau apa arti ‘saranghaeyo’ sesungguhnya ? Haah, aku baru tau namamu saja sedetik yang lalu ! Apa yang kau lihat dari aku secepat itu hah ? ”
” Hyukkie… tenanglah…, ” ujar Sungmin yang duduk di depanku,
Aku mengacuhkannya. Seluruh tatapanku terfokus terhadap orang yang sedang berdiri didepan. Orang gila yang sedang ada di depan kelas.
” Matamu indah, wajahmu manis, senyumanmu menawan, aku suka semua dari dirimu ”
Tawa satu kelas kembali meledak.
” Hyuk..hyukjae-ssi.. Jongwoon-ssi… Kk..kkalian bisa.. Te..nang?? Hahahaha…, eh…erh… Ok, tenang, Jongwoon-ssi, bisa kita mulai pelajaran hari ini ? ”
Aku kembali duduk di tempatku dan membuang muka keluar jendela. Samar-samar aku bisa mendengar anak bernama Jongwoon tersebut di persilahkan duduk di sampingku.
” Benarkah aku bisa duduk dengannya ? Tidak akan ada yang marah ? Tidak akan ada yang cemburu ?! Yaaay!! Jagiii~!! ”
Ia langsung belari ke arahku dan memeluk lenganku erat.
” Yah!! Lepaskan tanganku~! ”
Semua anak tertawa-tawa melihat kami berdua. Aish. Hidupku pasti berubah. Aku yakin itu.

***

” Jagi~ ”
Aku tetap menatap bukuku dan terus menuliskan setiap kata yang ku baca. Tanpa melihatpun aku tau ia memajukan bibirnya yang sama sekali tidak sexy tersebut.
“Jagiyaa, kekantin yuk~ ”
Aku tetap diam. Dan aku TIDAK AKAN PERNAH menoleh ke arahnya setelah apa yang ia lakukan tadi di depan kelas.
” Jagi~~~ ”
‘Sabar Hyukjae, sabar… dengan mengacuhkannya ia akan berhenti dengan sendirinya…,’ batinku dengan penuh-penuh-kesabaran.
” Arasso, kalau kau tidak mau ke kantin, ”
Gothca!
Jongwoon mulai mengobrak-abrik tasnya entah mencari apa aku tidak peduli. Aku terus memfokuskan untuk membaca hingga…
” Aaaa~ ”
Sebuah daging panggang yang tidak terlalu hangus disodorkan ke arahku. Siapa yang berani menyodorkanku makanan ini? Aah, aku tau! Memang siapa lagi yang tak lain tak bukan kalau itu bukan Jongwoon ?!
” Bisa kau singkirkan itu? Aku sedang membaca, ” komentarku dingin
” Buka mulutmu, ayo, aaaa~ ”
Aku menatapnya tajam, ” akukan bilang aku sedang membaca ? ”
” Aku tau itu, sekarang buka mulutmu~ ”
” Ya!! ”
” Ayolaah, satu gigitan saja, ” mohonnya
Berfikir Hyukjae, berfikir. Apa yang harus kau lakukan agar dia berhenti memaksamu memakan daging itu ? Semakin kau menolak semakin kau tidak bisa membaca dengan tenang, kan?
” Satuuu saja ya~ ”
Aku menyerah. Dengan satu gigitan kecil di ujung daging panggang tersebut mampu membuat senyuman di wajah Jongwoon semakin melebar.
Aku menatapnya ngeri, ” senang sekali rasanya ? ”
” Aaah~ ” ia memeluk kedua lutunya entah mengapa
” Kau kenapa ? ”
” Tidak apa-apa, memang kenapa ? ” senyum lebar masih menghias di wajah Jongwoon
” Aniy, ”
Aku kembali memfokuskan pandanganku ke arah buku-buku pelajaran tidak sedikitpun mencoba perduli dengan Jongwoon.

Jongwoon POV

Gaaah~!!
Anak ini tau benar bagaimana carnya untuk membuatku tersenyum seperti orang gila.
Aku terus menatapnya yang sedang serius membaca buku tersebut. Aku tidak peduli ia merasa terganggu atau tidak, yang jelas aku senang dapat melihatnya dalam jarak sedekat ini.

Hyukjae, Lee Hyukjae.

Entah mengapa pertama melihatnya aku langsung tertarik dengannya. Ia tidak melakukan apapun, dan ia tidak berkata sedikitpun. Aku hanya melihatnya sekilas dan WAH semua terjadi begitu saja tanpa ku proses terlebih dahulu.
Mungkin aneh, tapi.. Aku percaya pada jatuh cinta pada pandangan pertama. Hyukjae mempunyai penampilan yang bagus, wajahnyapun manis, kulit putihnya juga menambah paras manis untuknya walau ia namja sekalipun.

^Teeet~^

” Uwaaaa~!!! ” teriaknya tiba-tiba
” Eh?! Waeyo ? ”
Ia menundukkan kepalanya, eh lebih tepatnya menelungkupkan kepalanya di meja. Memang aku melakukan hal yang salah ya?
” Hey, hey.. Waeyo ? ”
” Biarkan saja Jongwoon-ssi, jika mau pelajaran vocal dia pasti seperti ini ” ujar Sungmin,
Eh? Vocal ? Seperti ini ? Dia takut dengan pelajaran vocal ?
” Bukankah pelajaran vocal itu enak, ya? ”
” Memang enak, Kyuhyun dan Ryeowook saja amat menyukai pelajaran ini, ”
” Gaaah!! Tentu saja mereka senang! Suara mereka bagus tentu saja nilai mereka juga akan tinggi!! Tidak seperti aku! ” tiba-tiba Hyukjae menyumbangkan suaranya
” Memang.., suaramu.. jelek? Aku dengar daritadi suaramu bagus kok.., ” tanyaku heran
” Kau belum dengar suaranya jika sedang bernyanyi! Menggetarkan jiwa~ ”
” Ya!! Lee Sungmin! Aku tau suaramu sexy, tapi bisakah kau tidak mengejekku ?! ”
” Hahahaha, Lee Hyukjae, aku mencoba untuk menghiburmu, kau tau? ”
” Haish, aku benar-benar berharap pelajaran dance segera tiba.. ”
Aku menoleh ke arahnya kaget, ” kau lebih memilih dance daripada vocal ?! Dance itu menggerikan, hyaaa~!! ”
” Kau bilang apa dance menggerikan ? Vocal lebih lagi! ” ujarnya tak terima
” Dance!! ”
” Vocal! ”
” Dance!! ”
” Vocal! ”
” Dance !! ”
” Aku bilang vocal ! Vocal ! Vocal ! ”
Aku menatap Hyukjae gusar. Aaah. Benar-benar keras kepala. Aku menghela nafas panjang-panjang.
” Arasso, vocal lebih susah! Puas? ”
Dia mengeluarkan gummy-smilenya ke arahku, sebuah senyuman yang menawan. Haih. Aku bisa makin jatuh hati terhadapnya nih. Payah.
” Semua orang tidak akan pernah bisa melawan Hyukjae, ”
” Ya! Hyukkie.. Ayo ke kelas, cepat sebelum Mr.kim marah! ”
Mendengar peringatan tersebut Hyukjae langsung berdiri, meninggalkanku sendirian di belakangnya.
Haish, benar-benar butuh perjuangan keras untuk menaklukan hatinya, sepertinya.

***

” Yak, sekarang kita ambil nilai menyanyi, bagaimana ? ”
Aku tersenyum. Asyik, aku suka menyanyi! Aku menoleh ke arah Hyukjae yang menatap Mr.Kim dengan muka suram. Segitu bencinya kah dia dengan pelajaran vocal ?
” Ehm, karna kalian mendapat murid baru.. Bagaimana kalau pengambilan nilai ini, dia yang memulai pertama ? ”
Seluruh pandanganku tertuju pada Mr.kim yang sedang menatapku sambil tersenyum cerah. Ouch, haruskah aku yang pertama ?
” Ehm,, songsaenim, haruskah saya yang pertama? Saya bahkan tidak mengetahui apa materi pelajaran ini… ”
Mr.Kim tersenyum, ” just sing! Sing everything you want ”
Aku berdiri dan maju kedepan kelas, ku ambil nafas panjang dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang melintas di otakku.

manil geudereul jinachyogatdamyon
iron nunmul nan ama mollasseulgoya
saranghebwatdon gaseumirajiman
ibyolmankeumeun mudyojijiana
dasi oji an-getjyo
michildeut sarang haneun il
noro gudojin ne gaseumeun
gidarimi jonbuin-gabwa
noreul saranghago bamse jiugo
ape dugo dagasol su opgo
nol mosijoso niga geuriwoso
sumeul swineun-ge jugeumgata
cham duryowojyo
manil geudega ne harul bondamyon
maeumi apa gogel ttolgulji molla
myotbon-ye gyejol gochigo gochyoya
seulpeun kkumeso jamkkelsu itnayo
dashi irorireun opgetjyo
bogosipo nunmul jitneun il
gobi manajin ne gaseumeun
dareun sarang mot hal got gata
noreul saranghago bamse jiugo
ape dugo dagasol su opgo
nol mosijoso niga geuriwoso
sumeul swineun-ge jugeumgata
duryowojyo
gidarilge noryokhebolkke
nal wihe ttonagandan mal hajima
saranghandamyon gateun mamiramyon
gyote issojwo ne simjangi ttwilttekkaji

Semua mata menatapku tak berkedip. Ouh. Apakah suaraku terlalu jelek ? Apakah suaraku telah berubah? Tiba-tiba mereka semua bertepuk tangan namun masih belum juga berkedip.
” Jongwoon-ssi, suaramu… It’s unbelievable! ” ucap Mr.Kim bangga
” Gamsahamnida songsaenim, ”
” Sepertinya seseorang harus berguru terjadap Jongwoon nih, ”

Hyukjae menatap Sungmin kesal, “ aku tidak akan pernah berguru padanya! Aku tidak akan berguru pada Jongwoon! “

“ siapa yang menyinggung dirimu Hyukjae ? di kelas ini tidak hanya kamu yang suaranya jelek, puahahaha, itu berarti Hyukjae ingin di ajari oleh pangeran pujaan hatinya… unyuu~ “

“ AKU TIDAK ! “

“ ayolah Hyukjae, kami tidak menyinggungmu tadi, lagipula kami tidak menyalahkanmu jika kalau pada akhirnya kau akan berguru dengan Jongwoon, kan? “

“ argh! “

Mr.Kim tersenyum kecil, “ oke kita bisa mulai pengambilan nilai ini, kan ? karna Jongwoon tadi sudah mengambil nilai, mari kita lanjutkan dengan yang lainnya “

Aku membungkuk dan kembali ke tempat dudukku. Disampingku Hyukjae menutup mulutnya rapat-rapat. Sepertinya ia masih marah.

 

***

 

“ kalau mau menyanyi gunakan pernafasan perut dengan begitu kau tidak akan kesulitan untuk mengambil nafas ! “

“ bisa beritahu bagaimana caranya mengambil nafas dengan perut ? “

“ saat kau bernafas, lakukan seperti ini.. saat menyanyi.. seperti ini…. “

Hyukjae memandangku tak berkedip. Aish, aku fikir gampang mengajari orang seperti Hyukjae, tapi ini jauh lebih susah dari yang aku perkirakan. This so freaking hard!

“ seperti ini? “

Ia mencoba mengambil pernafasan perut seperti yang aku contohkan. Aku menggeleng lemah. Mr.Kim benar, mengajar Hyukjae benar-benar susah dan harus mempunyai beban mental yang kuat. Tapi aku senang, sekarang jarak antara aku dan dia benar-benar sedikit, kan? Sedikit lagi untuk mencapai hatinya.

“ yah! Kau disuruh untuk mengajariku bernyanyi, bukan untuk melamun! Aku masih bingung bagaimana melakukan gerak refleks mengambil nafas dengan perut saat menyanyi !! “

Aku segera tersadar dari lamunanku dan memandangnya. Sebuah senyum lebar menghiasi wajahku. Aku tidak akan pernah berhenti tersenyum jika ada Hyukjae di depanku. Mengapa ya?

“ berhentilah tersenyum seperti orang idiot, aku benci itu! “

“ okay, kita latihan lagi ? kali ini aku akan ajari bagaimana caranya secara refleks mengambil nafas menggunakan pernafasan perut, dan ingat kalau bernyanyi jangan membungkuk! “

 

Hyukjae POV

 

Gaaah.

Aku benci vocal, aku benci vocal, aku benci vocal. Aku tidak akan pernah mau berurusan dengan vocal lagi seumur hidupku. Apa itu pernafasan perut? Bagaimana caranya saat kita sedang mengambil kita melakukan pernafasan menggunakan perut ? kenapa tidak menggunakan dada saja ?

Aish.

Orang ini sepertinya benar-benar dilahirkan untuk bernyanyi. High-pitchy-voicenya terkadang membuatku merinding seakan-akan aku sedang berada di ruangan es. Erh, mungkin kata ‘pitchy’ dari ‘High-pitchy-voice’ harus dihilangkan. Suaranya hanya ‘High-voice’ yang mampu mengetarkan jiwa.

Suara tinggi-bassnya benar-benar, WOW. Mungkin benar kata Sungmin, aku harus berguru pada Jongwoon. Hmm…, Jongwoon? Bukankah nama itu terlalu berat ? terlalu susah untuk di ucapkan ?

Yesung ?

Tunggu. Itu nama yang bagus. Yesungkan artinya art voice cocok dengan suaranya yang benar-benar luar biasa, amazing.

“ lebih baik kau minum dulu, sepertinya tenggorokanmu kering, tenggorokanmu memerah “

Aku tersenyum, “ Jongwoon-ssi ? “

“ ne ? “

“ boleh aku memberikan nama khusus untukmu ? menurutku nama Jongwoon terlalu susah untuk di ucapkan, boleh ? “

“ memang kau akan memberikan nama apa untukku ? “

“ Yesung, Kim Yesung, baguskan ? “

Ia terdiam di tempatnya membuatku tersadar dengan apa yang baru saja ku lakukan. Yay! Apa yang ku lakukan ?! memberikan nama ‘khusus’ untuknya ? hueee, Hyukjae jangan bilang kau mulai jatuh pada pesonanya!

“ boleh, kalau boleh tau dapat nama darimana ? “ tanyanya setelah terdiam beberapa lama,

“ erh…, Yesungkan artinya art voice, aku rasa itu cocok dengan suaramu yang benar-benar khas, unik dan menarik, apalagi membuat orang merasa nyaman mendengarnya, sangat cocokkan ? “

Ia tba-tiba memeluk lengan kiriku seperti seorang yeoja remaja yang sedang bergelayut manja di lengan namjachingunya. Aku menggoyangkan lenganku berusaha melepaskan lenganku dari dekapannya.

“ Jagii~~ so sweet!! “ ucapnya,

Haish, sifat manjanya mulai keluar,

“ ya! Tapi semua itu ku lakukan jangan kau kira karna aku sudah jatuh dalam pesonamu ya! Jangan kau harap aku bisa jatuh pada pesonamu! “

“ uuuh, jagiya.. kau tidak perlu malu… aku bisa mendengarnya… jantung ini berdegup kencang, “

Ia terkikik seperti seorang yeoja centil. Aaah. Aku rasa aku telah salah prediksi. Seharusnya kata ‘pitchy’ dari kata-kata ‘High-pitchy-voice’ tidak pernah ku hilangkan. Karna ternyata kata tersebut tersembunyi dan tertutup rapat di dalam hatinya.

“ in your dream! Sekarang lepaskan lenganku!! “

“ aniyo, aku tidak mau “

“ KIM YESUUUNG ! “

 

***

 

Aku menelungkupkan kedua kepalaku dimeja. Satu hari berlangsung dengan Yesung di sekitarku membuatku menderita sakit kepala. Ya, Yesung. Sejak tadi pagi aku mulai memanggilnya dengan nama tersebut.

Tatapan anak-anak seakan-akan mengejekku saat mendengar aku memanggil Jongwoon dengan sebutan yesung. Tapikan bukan salahku namanya terlalu susah dan nama Yesung itu benar-benar sesuai dengan suaranya. Bukan salahku, kan?

“ Jagiyaaa…. “

Aish.

Jangan lagi aku mohon!

Ia bergelut manja di lenganku seperti seorang kucing yang kehilangan anaknya, “ Jagiya~ “

“ aku bukan jagiya-mu, ok ? jadi jangan perlakukan aku adalah pacarmu “

“ memang tidak boleh ? kan menurutku kau pacarku, “

“ dan menurutku kau tidak, “

Ia mengeluarkan bibir manyunnya lagi, “ kenapa tidak bisa sih sekali saja kau mencoba memberikanku kesempatan ? “

“ memang apa untungnya ? “

Ia melepaskan lengannya dari lenganku. Huft, aku kira ia semakin memelukku semakin erat lagi. Ia mendekapkan kedua tangannya di depan dadanya. Ooh, jurus baru rupanya.

“ memang salah ya aku suka denganmu ? “

“ salah besar, “

“ memang tidak boleh aku suka denganmu ? “

“ tidak, “

“ memang kenapa ? apa salahnya ? kenapa tidak boleh ? memang ada larangan ? “

“ tidak boleh karna aku tidak mau “

“ memang kau mempunyai hak untuk melarang orang jatuh cinta denganmu ?! “

Aku terlonjak mendengar suaranya yang tiba-tiba ia naikkan. Aku menatapnya heran, namun pandangan dihadapanku membuatku kaget. Ini bukan Yesung yang biasanya. Tidak biasanya ia menatapku setajam ini, aku menelan ludahku mencoba membasahi dinding kerongkonganku yang tiba-tiba kering.

“ aku tidak peduli kau tidak mencintaiku juga atau tidak, aku tidak pernah peduli akan hal itu, tapi aku paling tidak suka jika ada seseorang melarang orang lain jatuh cinta terhadap dirinya, egois “

“ lalu ? sayangnya aku orang bertipe-tipe seperti itu, “

Aku lihat ia sedikit menyeringai tajam ke arahku dan berjalan keluar kelas. So what? Bukan urusankukan dia marah ? malah itu lebih bagus, ia justru akan menjauh dariku. Aku menghembuskan nafas kesal.

Tapi, bagaimana nanti kalau ia benar-benar membenciku ?

Loh , bukannya bagus ?

Tapi…., aku tidak ingin ia membenciku..,

Gwenchana, jika ia membencimu malah itu lebih baik, kau lepas dari pengganggumu,

Aku menghembuskan nafas bingung. Senangkah aku jika Yesung tidak mengangguku seperti biasa ? aku mencoba membayangkan hari sebelum ia datang ke dalam kelas ini dan melakukan hal terbodoh, ternekat, yang pernah aku temukan.

Sesuatu yang keras seakan-akan menusukku

Sesuatu yang besar entah mengapa seakan-akan meninggalkan ruang kosong,

Apakah itu artinya, Yesung berharga untukku ?

 

***

 

Sejak kejadian tersebut, Yesung entah mengapa jadi jarang masuk sekolah, mungkin lebih tepatnya tidak pernah. Sesakit itukah kata-kataku terhadapnya sampai-sampai ia tidak berani memunculkan batang hidungnya ke sekolah ?

Haih, pengecut.

Namun tidak bisa ku pungkiri, aku merasa… kosong. Tidak ada yang bergelayut manja di lenganku, tidak ada yang mengajariku cara mengambil pernafasan perut, tidak ada yang memberikanku daging panggang nyaris gosong lagi, tidak ada yang memanggilku ‘jagi’ lagi, tidak ada…

Tunggu!!

Untuk apa aku merasa sedih ?

Untuk apa aku merasa kosong ?

Harusnyakan aku senang lepas dari pengganggu setiaku. Haih, oh tidak Hyukjae! Jangan bilang kau benar-benar jatuh terhadap pesonanya. Gaaaah!

Tapi, apa itu salah ?

“ Hyukkie ? “

Aku mengangkat kepalaku lemas, “ ne ? “

“ kau tidak ke kantin ? akhir-akhir ini aku lihat mukamu kusut, ada masalah ? “

“ aniyo, tidak ada Sungmin-ah, “

Aku melihat Sungmin tersenyum di depan wajahku, senyum misterius, “ jangan bilang kalau kau telah merindukannya “

“ nuguya ? “

“ oh, siapa lagi kalau bukan seorang Kim Jongwoon, “

“ Yesung maksudmu ? untuk apa aku merindukannya ? “

“ yesung ? “

“ ne, panggilanku untuknya, waeyo ? terganggu ? “

Ia tertawa. Tertawa amat nyaring sampai-sampai ia memegang perutnya. Pasti itu sakit, aku tau bagaimana rasanya banyak tertawa itu.

“ Hyukkie.. ka..kau membuatkan.. nama khusus.. untuk..nya ? “ tanyanya di sela-sela tawanya

“ memang seorang teman tidak boleh melakukan hal tersebut ? “

“ puwahaha, tidak apa…apa… “

“ ya! Jangan kau kira aku telah jatuh cinta dengannya! Aku tidak akan pernah jatuh cinta terhadapnya, seinchipun, sedetikpun! Orang kelewat PD yang sekarang menghilang entah kemana tersebut, aku tidak akan pernah jatuh cinta terhadapnya! “

“ oh yeah? “

Aku menggigit bibir bawahku sedikit tidak yakin untuk mengucapkan kata ‘iya’ untuk membalas perkataan Sungmin. Benarkah ?

“ hahaha, Hyukjae, Hyukjae, benar-benar keras kepala! Kau sudah jatuh cinta padanya bodoh! Untuk apa menghindar lagi ? cepat raih cintamu, “

Aku menggelengkan kepalaku, “ aku tidak jatuh cinta kepadanya Sungmin! TIDAK AKAN PERNAH ! “

“ neh neh, sesukamu “

Aku nyaris membuka mulut tapi semua tertahan ketika Songsaenim mulai memasuki kelas dan diikuti seorang familiar di belakangnya. Tunggu, bukannya itu Yesung?

“ selamat pagi anak-anak, “ sapanya tidak secerah biasanya, “ teman kalian kali ini, terpaksa di pindah lagi, padahal waktu yang di habiskan Jongwoon disini tidak lebih dari tiga hari, tapi ia sudah harus pergi secepat ini, sungguh disayangkan… “

Pindah ?

Jangan bilang….

“ ia akan kembali lagi ke kota asalnya, ia berjanji agar sering-sering main kembali ke Seoul, jam delapan nanti ia telah berangkat meninggalkan kita semua, sekarang bapak serahkan kepada Jongwoon untuk mengucapkan kata terakhirnya “

Songsaenim tersenyum dan mempersilahkan Yesung berdiri di hadapannya menghadap kami semua. Ia membungkukkan badannya dan tersenyum cerah.

“ senang bertemu dengan kalian, walau baru dua hari.. saya merasa benar-benar senang sempat menjadi bagian di kelas ini “

Kumohon jangan bilang,

“ seperti kata Songsaenim, saya akan kembali, ternyata ayah saya di pindah kerja lagi, betapa mengecewakannya, kita belum memiliki banyak kenangan indah, “

Oh god, please… aku harap ini hanya mimpi…

“ tapi saya memiliki banyak kenangan manis bersama seseorang disini, seseorang yang tidak akan pernah mengizinkan saya untuk mencintainya, seseorang yang tidak pernah putus asa, seseorang yang selalu tersenyum, dan seseorang yang tidak pernah kalah debat “

Aku tersenyum kecil. Ia pasti membicarakan tentang dirinya.

“ saya baru mengenalnya dua hari namun saya seperti telah mengenalnya bertahun-tahun, sosoknya yang supel dan menyenangkan tidak akan pernah saya lupakan, ia akan menjadi kenangan paling indah yang akan saya simpan selama saya berada disini “

Tiba-tiba yesung tersenyum ke arahku. Senyuman manis, bukan senyuman idiot seperti biasanya. Lagi… lagi dan lagi, ia membuat symbol love dengan kedua tangannya dan meletakkannya di atas kepalanya.

“ saranghaeyo eunhyukkie~ nanti kita akan bertemu lagi, annyeong “

Aku terdiam di tempatku

Ini salah! Semuanya salah! Seharusnya tidak seperti ini. Apa yang harus kulakukan ? membalas perkataannya dengan hinaan seperti biasa ?

Tidak,

Tidak bisa.

Aku memejamkan mataku mencoba mencari kebenaran tentang apa yang aku rasakan. Ouh, aku melihat Yesung sedang tersenyum.

Aku membuka mataku dan satu hal yang kutahui,

 

Yesung telah meninggalkan kelas…

 

***

 

Aku berlari meninggalkan kelasku dan mengacuhkan segala perkataan-perkataan dari teman-teman sekelasku. Sekarang yang terpenting aku harus mengejar Yesung. Mengejarnya dan memohon padanya agar memaafkanku

Dan yang terpenting, tidak melupakanku.

Aku telah sampai di gerbang dan beberapa meter didepanku aku melihat Yesung masuk kedalam mobil putihnya. Mobil yang akan membawanya ke bandara, meninggalkanku.

“ yesunggie!!! “

Yesung menoleh dan menatapku kaget, “ Hyukjae ? apa yang kau lakukan disini ? “

“ pabo! Tidak masuk beberapa hari dan datang-datang membawa kabar buruk seperti ini ?! apa kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan !? “

“ memang salah ? bukankah itu lebih baik untukmu ? kaukan jadi terlepas dari pengganggumu ? “

“ Yesung-ah, “

“ ne ? “

Aku menunduk malu, “ mianhaeyo, aku selalu kasar denganmu, aku salah.. aku selalu memberikan kenangan-kenangan buruk untukmu… bukan kenangan indah “

“ gwenchana, kau telah memberikan kenangan paling indah yang akan selalu ku ingat, “

“ ehm… bolehkah aku memberikan satu kenangan terindah untukmu ? kenangan yang tidak akan pernah kau lupakan, “

Ia tersenyum, “ apa itu ? selagi.. masih ada beberapa menit sebelum check in

Aku menggigit bibirku. Sekarang apa terlalu cepat untuk mengucapkannya ? aniyo! Kalau bukan sekarang kapan lagi Hyukjae ? cepat katakan!

“ nado saranghaeyo, cepat kembali dan jangan cari namja lain! “

Akhirnya

Akhirnya kata-kata yang dulu ku yakini tidak akan pernah ku ucapkan ke arahnya sekarang berhasil sukses keluar dari mulutku. Ku lihat ia tersenyum idiot di depanku.

“ sudah kau bisa pergi sekarang, nanti kau terlambat dengan pesawatmu, tapi ingat pesanku jangan melirik namja lain atau kau akan merasakan kekuatan Hyukjae sebenarnya! “

Ia tersenyum, “ yes sir! “

Aku membalik badanku berniat kembali ke kelas ketika dua buah lengan melingkat dengan erat di pinggangku dan membenamkan wajahnya dipunggungku.

“ tunggu aku, aku akan kembali dan aku tidak akan pernah mengincar namja lain! “

“ janji ? “

“ janji “

Aku tersenyum. Dan ia mulai melepaskan pelukannya dari pinggangku. Ia berjalan masuk ke dalam mobilnya, beberapa menit kemudian mobil itu berjalan meninggalkan sekolah, meninggalkan teman-teman dikelas, dan meninggalkanku.

Tapi,

Cinta kita tidak akan pernah terputus seberapa jauhnya jarak diantara kita berdua. Selama kita memiliki satu sama lain, cinta kami akan selalu bersama, beribu-ribu mill jaraknya.

 

 

 

***

Gaaaaahahahahha,

Akhirnya selese juga! kkk, need your comment readers^^

9 thoughts on “The Weird Person

    1. dia memang lucu selalu xD
      hmm,
      kalo ditanya siapa yang cewek dan siapa yang cowok… author nggak bisa jawab, haha
      karna bagi author dua-duanya cocok jadi cewek dan cocok jadi cowok . bayangan readers sendiri aja deh xD

  1. Haha.
    Betul ituu..
    Ketampanannya tak terkalahkan,
    Kecantikannya melebihi wanita.
    Wkwkwk ~
    pokoknya lanjut terus thor.
    *eh, enakan manggil author apa chingu yak?
    Kekeke ~

    1. hahaha,
      padahal umur mereka melebihi batas rata-rata [?]

      terserah aja, enakan sih ‘onnie’ sama ‘saeng’
      pokonya aku sekarang masih 13 tahun menuju 14 tahun. Bebey ?

  2. Haha.
    Bener, tapi walo makin tua tetep cakeep deeh, bahkan nambah cakepnya..
    Hohoho ~

    berarti kamu masih saeng aq dong.
    Aq 15 thn,
    16 tahun tgl 21 juni, sama ama wookie oppa hari ultahnya.
    *ceritanya pamer.
    Wkwkwk.
    Jadi aq manggil saeng aja nih?

    1. hihi,
      mana pernah Eunhyuk tua :p bagi AKU dia cakep selalu dan selalu setiap saat.

      walah, jauhnya ay ita .__.
      21 Juni ?! ckck, enaknya bisa bareng ama Wookie-oppa T.T hiks , hahaha
      sip, berarti aku manggilnya onnie ya?

  3. Haha.
    Bener.bener.
    Kunyuk da best.
    Wkwk.

    Iyap saeng..
    Aq manggil saeng aja yakk?
    Kekeke ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s