fanfictions

When you’re gone—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

Tittle : When you’re gone—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Ryeowook

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Angst / Yaoi

Rating : T

Length : Oneshoot

Thanks buat seseorang yang ngasih sms aku pas “April Mop” dan membantuku menghadirkan ide ini, bagi yang merasa, jangan ketawa!!

****

#asiaANCHOVYday #asiananchovyday #HyukDay

***

Eunhyuk POV

“ hyukjae, ayo makan.. nanti kau bisa sakit.., “

Aku menggeleng lemah. Mataku menatap sekeliing dengan pandangan nanar. Mataku berkeliling mencari sosok seseorang. Seseorang yang amat-sangat ku rindukan.

“ hyukjae, ayolah…. Sekali saja ? “

“ aniyo hyung, aku tidak mau.. aku tidak lapar “

Ku dengar Jungsoo-hyung menghembuskan nafasnya kesal. Memang sudah berapa hari aku tidak makan? Bukankah baru-baru saja? Sekitar.., satu minggu ?

“ Hyukjae, kau belum makan selama satu minggu!! “

Gotcha. Aku benar. Ternyata ingatanku masih bisa di gunakan, aku kira ingatanku juga ikut pergi seperti nyawaku yang di bawa pergi olehnya. Lagi-lagi aku menggeleng ke arah hyungku tersebut.

“ aku tidak ingin makan, jika dia tidak makan “

Dia pasti kesepian di sana. Pasti dia ketakutan. Apakah disana ada dapur? Jika ada pasti, seluruh malaikat yang berada di dekatnya dengan seketika akan gendut tidak bersisa. Dia suka memasak, dan tidak ada seorangpun yang bisa menandingi masakannya tersebut.

“ Hyukjae, dia sudah makan! Sekarang angkat kakimu dan bawalah badanmu itu ke ruang makan dan makan! Kau bisa sakit! “ aku bisa mendengar suara Heechul-hyung yang sedang marah

Huh, apa peduliku ? aku sakit bukankah lebih baik? Dengan begitu ia akan datang ke arahku, membawakanku semangkuk bubur hangat buatannya sendiri, dan merawatku tanpa memikirkan apakah dia akan jatuh sakit atau tidak.

“ Hyukjae-hyung sadar! Ini sudah takdir Ryeowook pergi! Tidak ada yang bisa mengubahnya! Kita harus menerimanya dengan lapang dada, atau ia tidak akan tenang di sana! “

Mataku menatap tajam ke arah magnae kurang ajar tersebut.

“ Ryeowook tidak pergi, ia hanya sedang singgah ke surga, hanya sementara nanti dia pasti kembali “

Heechul-hyung memutar bola matanya—annoying, “ Hyukjae! Sadarlah!! Ryeowook tidak pernah menginginkan hal ini juga! dia juga tidak pernah ingin meninggalkan kami semua, meninggalkan super junior, meninggalkanmu! Stop being a selfish person!! “

“ dia tidak meninggalkanku, hyung!! Dia sudah janji dia akan selalu bersamaku sampai kapanpun!! “ teriakku tidak terima,

Kedua hyungku dan satu-satunya magnaeku tersebut menggeleng-geleng pasrah ke arahku. Terlihat berbagai macam perasaan terlukis di wajah mereka. Frustasi, sedih, sakit, semua bercampur menjadi satu.

“ argh, aku menyerah! Jungsoo, Kyuhyun, untuk anak egois ini ku serahkan kepada kalian berdua! Andai saja ada Youngwoon disini, kau pasti sudah tidak berbentuk lagi, Hyukjae! “

Ia berjalan meninggalkan aku, Jungsoo-hyung dan Kyuhyun di dalam kamarku. Tak luput membanting pintu kamarku dengan amat-sangat-keras. Jungsoo-hyung dan Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku menatap mereka dengan pandangan sedikit.., melecehkan.

“ tidak mau mengikuti jejak Heechul-hyung ? “

Kyuhyun tersenyum setan ke arahku, “ tidak sampai kau makan, hyung! “

“ aku tidak mau makan, apapun itu, sedikit apapun itu, aku tidak ingin apapun sekarang! “

“ HYUKJAE!! Berhenti bertingkah seperti anak kecil! Kita semua juga tidak ingin kehilangan Ryeowook, bukan hanya kau yang merasa kehilangan! Kami semua! “

Aku menundukkan kepalaku. Sebuah air mata jatuh dari ujung mataku, disusul beberapa air mata yang lain yang seolah-olah tidak akan pernah berhenti. Jungsoo-hyung menarikku dan memelukku erat. Ku rebahkan kepalaku di dadanya yang bidang dan mulai menangis. Mengeluarkan seluruh perasaan yang ada di dalam hatiku.

“ mengapa hyung? Mengapa ia harus pergi secepat itu? “

Jungsoo-hyung mengusap-usap punggung belakangku, “ menangislah Hyukjae, menangis dan keluarkan segala yang bersarang di dadamu, seluruh rasa sakit yang kau rasakan, dan bangkit! Bangkit untuk kebaikanmu sendiri, aku yakin Ryeowook disana juga tidak ingin melihat kau seperti ini… “

Aku menangis semakin keras mendengarnya.

***

Ya,

Ryeowook telah pergi untuk selamanya, meninggalkanku, meninggalkan kami, meninggalkan Super Junior, meninggalkan keluarganya, meninggalkan ELF, meninggalkan seluruh orang yang mencintainya.

Pergi ke tempat yang lebih indah, pergi ke tempat yang tidak bisa di jangkau oleh siapapun, pergi ke tempat yang tidak dapat ku lihat, namun ia dapat melihat semua yang ku lakukan. Semua berawal sejak kecelakaan tersebut terjadi. Kecelakaan yang nyaris merenggut setengah nyawa member Super Junior, dan sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa Ryeowook

#flashback—author POV#

Malam itu seluruh member Super Junior-M yang berasal dari Korea telah sampai di bandara Incheon dan sedang dalam perjalanan menuju dorm mereka.

Donghae dan Siwon telah tertidur di atas bahu mereka masing-masing. kyuhyun tentu saja, fokus dengan PSP tercintanya, dan Sungmin tertidur dengan manis di bahu Kyuhyun. Hmm.., seperti ada yang kurang?

Tunggu.

Dimana sang dancing machine, Eunhyuk dan sang enternal magnae, Ryeowook ?

Oh. Ternyata mereka berdua sedang berada di pojokkan mobil. Kepala Ryeowook bersandar di dada bidang Eunhyuk, dan tangan kanan Eunhyuk yang bebas memainkan rambut Ryeowook membuatnya terkikik-kikik geli. Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain.

Percakapan-percakapan “manis” terlontar dari mulut keduanya membuat keduanya benar-benar merasa dalam dunia mereka sendiri. Melupakan semua apa yang ada di sekitar mereka.

Dan tidak menyadari maut berada di hadapan mereka.

Saat sang supir membelokkan setirnya ke arah kanan, sebuah Truk besar dengan kecepatan tinggi menghantam mobil yang di tumpangi ke enam member Super Junior tersebut dan membuat mobil terguling-guling sebelum akhirnya berhenti menabrak pohon.

Erangan-erangan kesakitan terdengar di beberapa bagian dari mobil yang tidak dapat dikatakan mobil tersebut karna mobil tersebut benar-benar hancur. Para penduduk segera mencoba menolong mengeluarkan para member secara hati-hati dan tidak semakin melukai para member.

Satu persatu member telah di keluarkan. masing-masing member mengalami luka yang berbeda. Ada yang parah ada juga yang tidak.

Kyuhyun dan sang supir menerima luka paling ringan di antara semuanya karena saat kejadian mereka berdua tidak sedang tidur dan dapat mencoba melindungi diri mereka sendiri.

Sungmin, Donghae dan Siwon mengalami luka sedang, lecet-lecet di bagian sana dan sini. Ada luka goresan, ada juga luka normal.

Eunhyuk mengalami luka serius. Mengingat ia berada di pojokkan membuatnya tercepit saat mobil berguling dan berbenturan dengan pohon.

Dan…

Ryeowook mengalami luka paling serius. Benturan keras antara kepalanya dengan kanan dan kirinya membuatnya kehilangan kesadaran secara langsung di tempat kejadian. Pendarahan terbanyak terjadi di kepalanya, luka gores dan luka serius berada di sekujur lengan, kaki dan seluruh wajahnya.

Seluruh member Super Junior di bawa ke rumah sakit terdekat secepat mungkin setelah di keluarkan dari “mobil” tersebut. Namun semua sia-sia, satu nyawa tidak berhasil di selamatkan.

***

“ gojitmal!! Ryeowook tidak meninggal!! Ia hanya tertidur! Ia tidak meninggal! Ryeowook tidak meninggal!!! “

Eunhyuk berteriak-teriak histeris di dalam rengkuhan kuat Shindong dan Leeteuk. Leeteuk mencengkram erat lengan kirinya, sedangkan Shindong lengan kanannya.

“ Eunhyuk-ah, sst.. jangan berteriak-teriak, ini di rumah sakit, “ ucap Sungmin mencoba menenangkan keadaan Eunhyuk

“ kalian ingin aku tidak berteriak ?! bagaimana aku bisa tidak berteriak ketika mendengar orang yang paling aku sayangi di kabarkan meninggal ?!! Ryeowook tidak meninggal!! ia telah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku, apapun yang terjadi!! “

“ Hyukjae…, “

Eunhyuk melepaskan cengkraman erat yang ia dapat dari Leeteuk dan juga Shindong. Ia menatap kedua hyungnya tersebut dengan pandangan, frustasi.

“ kalian semua bohong, kan? Tidak! Tidak mungkin Ryeowook meninggal! tadi malam ia masih berada dalam pelukanku! Semalam kami berbicara dan tertawa bersama! Bahkan tadi malam aku masih dapat merasakan jari-jarinya! Jangan mengada-ada, sekarang bawa aku bertemu dengannya!! Dan katakan semua ini hanya kebohongan belaka !!! “

Tidak ada yang menjawab.

Semua hanya dapat menunduk pasrah, selama mereka menjawab semakin keras Eunhyuk membantah apa yang mereka katakan. Eunhyuk menutup mulutnya dengan sebelah tangan mencoba menahan isak tangis yang akan keluar dari mulutnya.

“ aku tau! Ini tanggal 1 April, kan ? april mop, kan ? huh! Kalian fikir aku akan tertipu dengan mudahnya ? hyungdeul… kalau mau mencari bahan tertawaan yang lain jangan libatkan nyawa Ryeowook!! Iyakan hyung ?! ini semua hanya April mop, kan ? iya, kan ?! “

Leeteuk menghembuskan nafas panjang dan memegang lengan Eunhyuk serta menatapnya dengan pandangan memohon, benar-benar memohon.

“ Hyukjae, ayo kita kembali ke kamarmu, kau harus istirahat.. kau masih.. sakit.. “

“ hyung, ini semua bercanda, kan? Ryeowook tidak meninggalkan, hyung, ini hanya April Mop, kan? “

Leeteuk menatap Eunhyuk iba, “ mau kekamarmu, atau mau ke kamar Ryeowook ? “

“ ka.. kamar Ryeowook ? “

“ kalau begitu ku antar sekarang ? ku harap kau persiapkan dirimu, dan juga.. hatimu “

***

Eunhyuk tidak mampu berkata apa-apa. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, namun tidak berhasil membuatnya menahan agar air matanya tidak turun membasahi kedua pipinya. Suara isak tangis samar-samar terdengar di antara mulut Eunhyuk.

Ia tidak dapat mempercayai ini, walau kenyataan telah berada di depan matanya.

Di hadapannya terlihat badan Ryeowook yang tenang dan damai. Kedua matanya tertutup rapat dan tidak akan pernah terbuka. Kedua tangannya yang hangat berubah menjadi sepasang tangan yang dingin. Senyum yang selalu terbentuk di wajahnya, sekarang hilang digantikan wajah datar untuk selamanya.

Pergi ketempat yang lebih indah dari semua tempat yang pernah di kunjunginya. Meninggalkan keluarganya, teman-temannya, Super Junior+Elf, member lainnya, dan tentu saja… hatinya.

#end flashback#

Dan karna itulah sekarang aku tergeletak tak peduli di dalam kamar. Tidak mau makan, tidak bisa tidur, dan tidak pernah bangun dari tempat tidurku.

Aku hanyalah mayat hidup.

Seluruh nyawaku di bawa pergi oleh Ryeowook. Nyawaku adalah hatinya. Mungkin berlebihan, tapi itulah yang ku rasakan saat ini. Seluruh nyawaku berada di dalam hatinya, dan sekarang ia pergi meninggalkanku dengan seluruh hatinya.

Seluruh member telah angkat tangan mengurusku. Hanya tersisa Jungsoo-hyung dan Kyuhyun. Aku yakin mereka berdua juga pasti akan angkat tangan. Tapi aku rasa mereka telah angkat tangan, buktinya mereka meninggalkanku di dalam kamar sekarang. Tapi, aku terlalu keras kepala. Benarkan?

Sungmin-hyung masuk kedalam kamarku dan meletakkan semangkuk bubur hangat di atas meja kecil di samping tempat tidurku, “ aku, Jungsoo-hyung, dan shindong-hyung berusaha memasak bubur ini seenak mungkin, dimakan ya… “

“ ryeowook tidak membantu, ya ? “

Sungmin-hyung menatapku tajam, “ Hyukjae! Sadarlah Ryeowook telah pergi, sampai kapanpun kau menungu ia tidak akan pernah kembali! Hyukjae, berhentilah atas sikap egoismu itu! Kami semua telah cukup terpukul  kehilangannya, jangan membuat kami semakin gila dengan tingkah egoismu ini !!! “

Aku terdiam. ini pertama kalinya Sungmin-hyung membentakku. Dan semua kata-katanya tepat menusuk kedalam hatiku.

“ mianhaeyo hyukkie.., aku bukan bermaksud membentakmu… aku hanya… lelah dengan semua yang telah terjadi… “

Aku mengangguk, “ ne hyung, aku juga minta maaf… “

“ mau makan? “

Aku masih diam. Jika aku berkata tidak aku yakin, Sungmin-hyung akan membentakku lagi seperti tadi. Tapi jika aku berkata iya, aku tidak yakin perutku akan menerima makanan yang masuk kedalamnya. Ku lihat Sungmin-hyung tersenyum kecil.

“ makanlah sebelum dingin, itu lebih enak, aku mau keluar sekarang, neh? “

Aku mengangguk. Ia meninggalkanku setelah memberikan pelukan hangatnya kepadaku. Dan saat itu aku menyadari betapa dinginnya badanku, dan betapa hangatnya badannya.

“ hyung, mau pergi kemana? “ tanyaku sebelum ia keluar dari ruangan,

“ kami semua mau latihan, manager-hyung mulai menyuruh kami ini dan itu, “

“ aku? “

Sungmin-hyung tersenyum, “ kami meminta izin pada manager-hyung bahwa keadaanmu semakin memburuk, dan manager-hyung mengizinkan, “

“ bukankah kata dokter aku sudah baik-baik saja? Luka seriusku, sudah sembuh, kan? “

“ tapi mentalmu tidak, sudah ekarang kau istirahat saja, jangan pedulikan kami, arayo? “

Dan Sungmin-hyung meninggalkanku dengan seluruh perasaan bersalah bersarang didadaku. Perasaan bersalah karna telah bersikap egois. Bersikap semaunya.

Padahal aku tau bukan hanya aku yang merasakan kehilangan. Kehilangan Ryeowook. Dan sekarang aku membebani mereka dengan sifat egoisku ?

Ya tuhan.

Aku memejamkan mataku begitu merasakan rasa sakit menyerang kepalaku. Duniaku rasanya berputar-putar dan mataku terasa amat berat untuk di buka. Menit demi menit berlalu akhirnya rasa sakit tersebut berkurang sedikit demi sedikit. Dan ketika aku membuka mataku betapa kagetnya aku melihat aku bukan didalam kamarku.

Dimana aku?

Sekelilingku berwarna putih dan tidak berujung. Dimana ini? Mengapa aku bisa kemari? Ada apa ini sebenarnya ?

Tiba-tiba sebuah cahaya terang muncul dihadapanku. Dan setelah cahaya itu mulai berkurang sedikit demi sedikit, muncullah bayangan seseorang. Seseorang yang amat ku kenal.

Dia.

“ Wookie? “ tanyaku memastikan,

Orang tersebut tersenyum, “ annyeong Hyukkie-hyung, “

“ Ryeowookie, benarkah itu dirimu ? benarkah? Kemana dirimu selama beberapa hari terakhir ini? “

“ ke tempat yang lebih indah, tempat yang belum pernah ku liat sebelumnya, “

Aku tersenyum kecut, “ jadi, kau senang pergi ke suatu tempat yang menurutmu INDAH tanpa aku ? kau senang meninggalkanku, begitu?! Membuatku merasa mayat hidup adalah suatu hal yang kau inginkan, eh? “

“ bu..bukan begitu hyung… a..aku hanya.. “

“ aku apa ?! “ potongku cepat

Ku lihat ia terdiam sejenak sebelum akhirnya menghembuskan nafas panjang. Ia menggigit bibir bawahnya dan menatapku serius. Tatapan yang tidak pernah ia lihatkan terhadapku.

“ hyung… “

“ neh? “

“ bisa aku meminta suatu hal terhadapmu, hyung ? “

“ a..apa itu? “

Ia menatapku tepat dimataku, “ bisakah kau menghilangkan sedikit saja sikap egoismu akhir-akhir ini? Bukankah Sungmin-hyung sudah memberitahumu? Bukan hanya dirimu hyung yang kehilangan, kalian semua juga kehilangan… tolong hyung, aku tidak pernah mengenal Hyukjae-hyung yang seperti ini, Lee Hyukjae yang ku kenal adalah Lee Hyukjae yang pengertian dan baik hati, Lee Hyukjae yang mementingkan kepentingan grupnya daripada kepentingan sendiri, Lee Hyukjae yang selalu tersenyum dan tertawa bahagia, kemana Lee Hyukjae yang ku kenal hyung ? “

Semua kata-katanya seolah-olah menusuk tepat di hatiku. Aku menundukkan kepalaku menyesali seberapa bodohnya diriku akhir-akhir ini.

“ hyung.., “

“ hng? “ aku menggumam tidak jelas,

“ aku mohon hyung lupakan sifat egois yang bukan menunjukkan dirimu yang sebenarnya itu.. bukan berarti aku senang tidak bisa bersama hyung lagi, tapi… ini demi Super Junior, demi ELF, bisakan hyung? “

Aku hanya bisa menatapnya tidak berkedip. Entah mengapa aku tidak bisa berkata iya ataupun berkata tidak. Aku hanya bisa diam, diam dan diam. Ia masih menatapku, namun kali ini tatapannya sedikit lebih memohon.

“ hyung, aku benar-benar tidak menyukai sifat hyung yang seperti ini, please ya hyung…. “

Aku menghela nafas panjang dan akhirnya mengangguk pelan. Nyaris tidak terlihat sih, tapi aku tau Ryeowook melihatnya karna sedetik kemudian ia tersenyum lebar. Senyum yang amat ku rindukan.

“ aku tau hyung pasti akan berubah! Gomawoyo hyung, “

Aku menatapnya sedih, “ sekarang kau mau pulang ? “

“ pulang ? pulang kemana ? akukan sudah pulang “

“ maksudku pulang bersamaku, tidak mau ? “

“ oh, “

Ia menggigit bibir bawahnya entah mengapa. Apakah ada sesuatu yang mengganggunya? Apa dia sedih jika berpisah dari teman ini ?

“ hyung, aku… waktuku telah habis, sekarang aku harus pergi, mianhaeyo hyung percayalah kau selalu berada di dalam hatiku, sampai kapanpun.. “

“ wookie… “

“ aku tidak akan pernah melupakan hyung, aku akan selalu memperhatikan hyung disini, aku akan mendo’akan yang terbaik untuk hyung.. “

“ ryeowook… “

“ mulai sekarang lupakan aku dan cari yang terbaik di luar sana, dan aku yakin Donghae-hyung pasti merindukan Eunhae moment karna selama ini sudah diambil alih oleh Eunwook moment “

Ia tertawa kecil, namun setetes air mata jatuh membasahi kedua pipinya. Kami berdua memang tidak pernah bisa menahan setitik air matapun.

“ nah, sekarang, aku harus pergi.. buka mata Hyung dan semua akan kembali ke dalam dorm, dan jangaan lupa makanlah bubur yang ada di samping mejamu, semangatlah untuk masa depanmu dan jangan lupa sifat egoismu hilangkan!! Arasso? “

Aku tersenyum, “ arasso, “

“ oke, annyeong geseyo hyunggie, sarange “

Dan sebelum sempat ku balas semuanya kembali seperti sedia kala. Aku berbaring lemah di dalam kamarku, keadaan seluruh dorm tenang. Aku tersenyum dan mulai mengambil bubur yang telah mendingin tersebut.

Aku berjanji tidak akan memikirkan diri sendiri lagi. Aku berjanji aku tidak akan egois lagi. Aku akan semangat, dan aku akan selalu tersenyum seperti biasa lagi, untuk masa depanku, untuk Super Junior, untuk ELFs, dan juga untukmu Ryeowook…

ryeowookie, maaf aku belum sempat mengatakan hal ini, tapi.. tunggu aku disana, entah kapan mungkin bertahun-tahun lamanya, tunggu aku, aku akan menyusulmu dan kita akan hidup bahagia selamanya…’

***

Kritik dan saran di terima dengan lapang dada^.^

2 thoughts on “When you’re gone—dedicated 26th year, Eunhyuk’s birthday

  1. annyeong!
    aku readers baru, salam kenal^^
    suka sama ceritanya, bagus. cuma…..kenapa ceritanya wookie ‘meninggal’???
    bacanya sampe nangis – nangis nih😥 *ok lebay*

    1. annyeong^^
      ehm, yah, aku juga udah lupa kenapa Wookie meninggal, bukannya di dalam cerita di ceritakan ya?
      hehe,
      jangan nangis~ *ngehapusin air matamu /Plak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s