fanfictions

Who Am I [Part 4]

Tittle : Who am I [part 4]

Main Cast :

–          Nashelf as Lee Ha Sang

–          Kang Min Hyuk [CN Blue]

–          Lee Hyuk Jae [Super Junior]

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Het

Rating : G

Length : Chaptered

Part : part 1part 2part 3 │ part 4

***

“ ada yang ingin ku beritahukan kepadamu “

#flashback—Minhyuk POV#

Satu tahun yang lalu—Busan…

“ya! Ahgessi! Awas!!! “

Brak!

Aku dan Jiyong langsung membalikkan badanku begitu mendengar teriakan keras tersebut. Tak jauh dari kami seorang yeoja tergeletak berlumuran darah. Aku menyerahkan seluruh barang belanjaanku kepada Jiyong dan berlari menyelamatkan yeoja tersebut.

Semua orang mengerumuni yeoja yang sama sekali tidak di kenali tersebut dan bersiap-siap membopongnya ke rumah sakit terdekat. Saat aku menghampiri yeoja tersebut, jantungku seakan-akan berhenti berdetak. Yeoja itu benar-benar mirip dengan yeojachinguku,

Lee Ha Sang

Aku menggenggam tangannya, “ Sang-ah… ? “

Seorang ahjussi di sampingku menoleh ke arahku dan menatapku heran, mungkin lebih tepatnya berharap. Aku terus menggenggam tangan Hasang dan menggumamkan nama Hasang berkali-kali.

“ cheongsanghamnida, anda mengenal yeoja ini ? “

Aku tidak mendengarkan apa yang laki-laki itu katakan, aku hanya terus menerus menggenggam tangan yeoja ini dan menggumamkan nama Hasang. Yeoja ini mengingatkanku pada yeojachinguku yang meninggal sebulan yang lalu.

Yeoja yang meninggalkanku akibat penyakit yang telah di deritanya selama satu tahun. Apakah tuhan mengirimkan yeoja ini sebagai pengganti Hasang di hidupku ?

“ ya! Apa kau mengenalnya ? “ tanya laki-laki itu tidak sabar

Aku mengangguk, “ aku mengenalnya, “

“ kalau begitu ayo bawa ke rumah sakit, siapa namanya ? “

“ Lee Ha Sang “

***

“ apa hyung gila ?! “ teriak Jiyong

“ ssh, ini di rumah sakit! “

Ia menatapku kesal. Aku menunduk. Aku tau, aku tau aku salah. Seharusnya aku tidak boleh mendaftarkannya di Administrasi atas nama Lee Ha Sang. Tapi mau apa lagi? Aku benar-benar kehilangan akal sehatku.

“ hyung, apa maksudmu ? “ tanyanya frustasi

“ apa maksudku ? maksudmu ? “

“ hyung, apa tujuan hyung ? mendaftarkannya sebagai Lee Hasang ?! ya hyung! Hasang-noona telah meninggal ! ia sudah pergi!! “

Aku menatapnya geram, “ HASANG BELUM MENINGGAL!! IA MASIH HIDUP!! “

Ia terdiam ditempatnya. Aku menutup mulutku. Haish, apa yang telah ku katakan? Ku lihat semua orang sedang menatap kami dengan pandangan kesal. Mungkin mereka semua merasa terganggu atas tindakanku barusan. Berteriak di rumah sakit.

Seorang dokter menghampiri kami berdua. Mungkin ia merasa terganggu atas percakapn kami berdua. Aku menatapnya minta maaf dan nyaris membuka mulut ketika,

“ mengenal pasien bernama Lee Hasang ? “

Aku dapat merasakan tubuh Jiyong menegang di sampingku. Aku menggigit bibirku dan mengangguk pelan. Miane Jiyong-ah…,

“ kalau begitu, bisa ikut dengan saya ? “

Aku mengangguk dan mengikuti arah jalan dokter itu ke sebuah ruangan yang tidak ku ketahui namanya. Meninggalkan Jiyong di belakang. Aku tau, aku salah. Aku tau persis dimana letak kesalahanku, tapi entah mengapa aku tidak menuruti logikaku, hatiku telah mengantarku ke jalan yang salah.

Aku rasa…

***

“ ahgessi itu mengalami amnesia “

Belum sempat aku duduk nyaman, kata-kata dokter itu membuatku terdiam seketika. Ahgessi itu amnesia ? Bagaimana mungkin ?

“ sepertinya saat terjadi kecelakaan, sebuah benturan keras tepat di kepala ahgessi ini dan mengenai alat vitalnya, akibat benturan itu mungkin beberapa syarafnya mengalami kerusakan dan akhirnya… ia amnesia “ jawab dokter itu, sepertinya aku telah menyuarakan apa yang ada difikiranku.

Dokter itu menatapku tajam, “ saat ini hanya anda yang saya percaya mengenal baik siapa ahgessi ini, orang-orang yang mengantarnya kemari sama sekali tidak-tahu-menahu soal siapa ahgessi ini, semua data dirinya tidak terdapat di tas tangannya, hanya ada beberapa kunci dan dompet tanpa kartu identitas, “

“ erh.. chongsanghamnida, tapi.. apa maksudnya dengan ‘saat ini hanya anda yang saya percaya’ ? “

“ saya hanya berharap sedikit saja, anda dapat membantu ingatan ahgessi ini kembali, tapi saya juga berharap agar anda tidak memaksanya, jika dipaksa syaraf-syaraf itu akan menegang dan bisa terjadi hal-hal yang tidak di inginkan “

“ hal-hal yang tidak di inginkan ? “

Dokter itu mengangguk, “ ya, seperti pingsan atau lebih parah lagi koma “

Aku membeku di tempatku. Serasa air dingin menyiram seluruh tubuhku. Sekarang jelas aku menyesal dengan perbuatan yang aku kerjakan beberapa menit yang lalu. Mendaftarkannya sebagai Lee Hasang, mengatakan bahwa  aku mengenalnya.

Dan sekarang ?

Takdir ahgessi tersebut ada di tanganku. Hatiku seakan-akan terbelah menjadi dua. Haruskah aku mengakui bahwa aku tidak mengenalnya ? atau aku bisa menanamkan identitas-identitas palsu terhadap dirinya ?

“ ahjussi ? “

“ n—ne ? “

“ anda bersediakan membantu ahgessi tersebut ? seperti kata anda, anda telah mengenalnya bukan ? “

Aku mengangguk—ragu-ragu.

“ kalau begitu anda bisa kembali, gamsa hamnida, “

Aku mengangguk dan berjalan ke pintu tempat aku akan keluar dari dunia ini. Dunia yang aku yakin bukan duniaku. Saat aku telah memegang knop pintu, dokter tersebut kembali memanggilku.

“ dan satu hal lagi, “

Aku terdiam tidak berani sedikitpun membalik badanku untuk menatap dokter tersebut.

“ saya harap anda jangan menanamkan ingatan-ingatan palsu, walau hanya untuk bercanda sekalipun, otak manusia sangat sensitive, dipaksa mengingat itu memang tidak baik, tapi itu lebih baik daripada di tanamkan ingatan-ingatan yang sama sekali bukan ingatannya “

Aku mengangguk, “ ne, saya mengerti “

Lagi-lagi,

Aku melakukan kesalahan besar, yang aku yakin akan aku sesali kemudian hari…

***

“ ya hyung!! Apa hyung tidak bisa berfikir sedikit lebih manusiawi daripada hanya memikirkan perasaan hyung sendiri ?! “

Aku terdiam. Aku masih tidak mampu mencerna apa dan mengapa yang telah terjadi. Apa dan mengapa yang telah aku lakukan. Apa dan mengapa yang telah aku ucapkan.

“ ya hyung jawab aku !! apa hyung tidak punya hati ?! “

Semua orang menatap ke arah kami untuk yang keberapa kalinya. Aku menatap Jiyong yang sedang berdiri dihadapanku, mencengkram lenganku dengan kuat, dan menatapku seolah menuntut penjelasan.

Aku berdiri dan membungkuk solah-olah minta maaf dan mereka akhirnya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ku tatap kembali namdosaengku dengan pandangan memelas, berharap ia akan mengikhlaskan “yeoja” ini sebagai Lee Hasang, sebagai jati dirinya yang berbeda.

“ Jiyong-ah, hyung mohon.., izinkan beberapa hari ia sebagai Lee Hasang, setelah hyung mencari tau siapa dia sebenarnya, nanti akan hyung beritau pada yeoja ini.., jebal… “

Ku lihat ia menghela nafas, “ tapi hyung, banyak resikonya… “

“ akan aku tanggung, jebal… sampai hyung tau siapa dia sebenarnya, aku janji, aku akan memberitaunya, ayolah Jiyong… hyung mohon.. “

“ hyung, apa hyung sudah memikirkan resikonya ? banyak yang akan terluka, tidak diri hyung sendiri, tidak ahgessi tersebut, tidak keluarga ahgessi tersebut, atau bahkan bisa lebih gawat lagi, dia sudah mempunyai suami… kita tidak tau apa-apa tentangnya hyung.. “

Aku terdiam tidak menyangka dongsaengku akan mengeluarkan kata-kata sebijak tadi. Memang. Memang benar akan ada yang terluka. Dan benar katanya, bagaimana jika ahgessi ini telah memiliki suami?

Aku ingin mengangguk

Tapi,

Entah mengapa hatiku mengatakan jangan. Entah mengapa hatiku mengatakan tidak apa-apa. Entah mengapa hatiku mengatakan hal yang berbalik 180⁰ dari yang di katakan oleh Jiyong. Entah mengapa hatiku mengatakan tidak akan ada yang terluka.

“ sudahlah hyung, relakan saja ahgessi ini… “

Aku menggeleng, “ aku telah berjanji terhadap dokter itu aku akan membantunya mengingat kembali, jadi, aku tidak dapat merelakan yeoja ini begitu saja “

“ hyung.. tapi, hyung tidak tau apa-apa soal yeoja itu “

Aku tersenyum dan mengangguk pelan, “ aku memang tidak tau apa-apa tentangnya, tapi… “

“ tapi ? “

“ aku akan menanamkan ingatan palsu dalam dirinya, “

#end of Flashback—End of Minhyuk POV#

Lee Ha Sang POV

“ setelah itu aku menanamkan ingatan-ingatan palsu terhadapmu, membawamu pergi dari Busan ke Seoul, dan menjadikanmu sebagai istriku, chongsanghamnida  “

Aku menatapnya, “ jadi, kau tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada diriku dan tetap memaksaku untuk menerima ingatan-ingatan palsu tersebut ?! “

“ chongsanghamnida “

Ia menunduk lemas. sepertinya ia benar-benar menyesal dengan apa yang telah ia lakukan. Aku menutup mukaku dengan telapak tanganku. Sekarang semua jelas.

Aku bukan Lee Hasang,

Aku bukan istri dari Kang Min Hyuk,

Alasan Jiyong tidak senang terhadapku,

Dan yang terpenting,

Aku bukan siapa-siapa saat ini. Tidak ada yang tau siapa aku. Tidak Min Hyuk, tidak Jiyong, bahkan aku sendiri tidak tau siapa diriku. Aku tidak tau siapa keluargaku, siapa temanku, asal-usulku, semuanya.

Aku menarik nafas panjang, “ arasso, aku mengerti semuanya, gomawo, gomawo karna kau mau menceritakan semua terhadapku, sekarang.. aku akan pergi jadi tidak akan merepotkanmu lagi, gomawo atas kebaikan hatimu “

Ia menatapku mungkin, ia bingung.

“ apa maksudmu ? “

“ kau tidak mengenalku, aku tidak mengenalmu, jadi ? aku tidak boleh tinggal satu atap denganmu, “

“ kau boleh tinggal disini selama kau mau “

Aku menggeleng, “ aniyo, aku tidak bisa “

“ wae ? apa alasannya ? “

“ aku harus mencari jati diriku sendiri, dan aku tidak ingin merepotkanmu, aku terlalu banyak merepotkanmu dan Jiyong.. “

Pintu tiba-tiba terbuka. Menampilkan wajah Jiyong yang sedang tersenyum ke arah Minhyuk dan juga.. ke arahku.

“ aku telah mendengar semuanya, hyung.. aku bangga denganmu, “

Minhyuk tersenyum manis ke arah Jiyong. Aku ikut tersenyum. Akhirnya, Jiyong tidak marah lagi dengan apa yang telah hyungnya perbuat. Ya, semua manusia pantas mendapatkan maaf.

“ dan noona, “

Aku menoleh ke arahnya, “ neh ? “

“ akan ku bantu mencari jati dirimu, “

***

One part again😀

4 thoughts on “Who Am I [Part 4]

  1. Chingu,
    ga sabar nunggu part terakhir.
    Hehe ~

    cepet yah di post.
    Tapi maunya lebih panjang lg.
    *reader byak mau.
    Keke ~

    pokoknya ditunggu deh part yg terakhir.
    ^^..

    1. sabar yaa..
      banyak FF nunggak di tangan author sampe bingung gimana ngelunasinnya-_-hehe,

      insya allah sih bakal panjang banget yang part 5, soalnya di situ si GD ama Minhyuk bantuin yeojanya cariin siapa jati dirinya, yaah… palingan juga minggu depan udah jadi, (tapi nggak janji juga sih)

      gomawo ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s