fanfictions

Brother? Co-worker? Bestfriend? or… Lovers?

Tittle : Brother? Co-Worker? Bestfriend ? or… Lovers ?

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Donghae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance

Rating : T

Length : Oneshoot

Warning : BOYxBOY! TYPO! Aku ngetik tanpa ngedit ulang dan langsung di post, lagi galau-____-

***

***

Hyukjae POV

Aku merapikan barang-barangku dan memasukkannya kedalam tas. Ku pakai kembali topiku. Setelah merasa rapi, aku mulai melangkahkan kakiku keluar studio.

Di luar, aku melihat Donghae berdiri di tempatnya sambil menyandar ke dinding. Satu tangannya di letakkan didagunya, sepertinya ia sedang berfikir keras… Apa yang ia fikirkan?

” Hyuk, ” sapanya sebelum aku sempat menyapanya

” Neh? ”

” Nanti malam boleh aku tidur di kamarmu? ”

Aku terdiam ditempat. Tidak biasanya ia meminta izin terlebih dahulu. Biasanya ia dengan santainya berjalan ke kamarku dan merebahkan tubuhnya di dekatku. Lantas, kenapa sekarang ia meminta izin?

” Tidak boleh, ya? ” tanya Donghae mungkin merasa aneh karna aku sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.

Aku menggeleng, ” aniyo, bukankah biasanya kau datang tanpa meminta izin terlebih dulu, ya? ”

” Jadi intinya aku di izinkan? ”

Aku mengangguk dan sebuah senyum tipis terkembang di wajahnya. Sedetik kemudian senyum tersebut menghilang digantikan wajah datarnya lagi.

” Ayo ke mobil, sudah ditunggu dari tadi ”

Ia berjalan meninggalkanku yang masih berdiri termenggu di sampingnya. Aku tersenyum kecil berusaha menghilangkan fikiran bodohku. Aku segera berlari dan menggandeng tangan Donghae erat.

Donghae POV

Kami hanya sebatas co-worker, saudara, sahabat, hanya seperti itu saja

Kata-kata Eunhyuk saat siaran disukira tadi terus berputar-putar dikepalaku. Entah mengapa sejak Eunhyuk mengatakan hal tersebut aku merasakan sebuah pisau besar menancap tepat hatiku.

Co-worker?

Saudara?

Sahabat?

Ketiga kalimat tersebut terus-terus berada di kepalaku. Dan berat untuk mengakui, aku ingin LEBIH dari semua itu. Aku ingin sebuah status yang lebih dari co-worker, saudara, ataupun sahabat. Mungkinkah seorang..

Lovers?

Aku memegang dadaku begitu kata ‘lovers’ melintas di otakku. Dan setelah merasakan apa yang terjadi di dadaku membuatku terdiam.

^Ba-Thump^

^Ba-Thump^

^Ba-Thump^

” Donghae? Gwenchanayo? Mukamu memerah… ”

Aku tercekat dari pikiran-pikiran yang berjelajah di otakku dan segera menatap Eunhyuk yang sedang menatapku dengan khawatir, “ eh.., memang… aku kenapa ? “

“ mollayo, yang jelas, wajahmu memerah.. kau sakit ? dari tadi kau diam saja ? “

“ aniyo, “

Aku membuang mukaku menghadap jendela luar mencoba menghentikan debaran-debaran yang telah mengambil alih kendaliku. Tapi aku rasa menghilangkan debaran tersebut sedikit susah. Tanpa melihatpun aku dapat mengetahui suatu hal.

Eunhyuk sedang menatapku.

***

Akhirnya kami sampai di dorm. Aku memutuskan untuk masuk kedalam kamarku terlebih dahulu sebelum akhirnya ‘menginap’ dikamar Eunhyuk semalaman. Aku mengambil baju tidurku dan handuk mandiku dan mandi secepat yang aku bisa.

Selesai mandi, aku mengambil sebuah kertas dan menuliskan sebuah pesan singkat kepada Leeteuk-hyung agar ia tidak pusing-pusing mencariku kemana-mana. Setelah merasa siap, aku langsung melangkahkan kakiku kedalam dorm bawah, tempat dimana Eunhyuk tengah menungguku.

***

Aku memasuki kamar Eunhyuk dan melihat ruangannya sepi. Tidak ada siapapun disana selain aku seorang. Aku menyimpulkan bahwa ia sedang mandi. Aku duduk di pinggir tempat tidurnya sambil memikirkan hal apa yang akan aku bicarakan dengan Eunhyuk malam ini. Dan fikiranku kembali melayang ke saat-saat sukira lagi.

Benarkah kami hanya seorang saudara ? sahabat ? co-worker ?

Tapi…

Tunggu sebentar sebelum menyimpulkan bahwa kau menyukainya, Lee Donghae!! Pikirkan apa saja yang dilakukan seorang Lovers, dan bandingkan dengan apa yang telah kau lakukan dengannya.

Mereka senang bersama-sama,

Mereka bisa berbicara apapun yang di bicarakan tidak masalah,

Mereka dapat menyentuh satu sama lain,

Mereka peduli satu sama lain,

Mereka saling merindukan satu sama lain jika tidak sedang bersama,

Mereka tertawa bersama,

Dan yang terakhir… they kiss?

Ciuman? Untuk yang satu ini.. aku rasa TIDAK. Aku dan Eunhyuk TIDAK berciuman, dan mungkin TIDAK AKAN PERNAH berciuman. Oke, untuk pipi, toleransi. Tapi untuk bibir….

“ Donghae-ah, mianhaeyo menunggu lama “

Teguran tersebut membuatku tersadar dari lamunan liarku. Ugh, apa yang sedang ku fikirkan sih? Donghae sadarlah! Kau namja dia juga namja! Mana mungkin kau berubah menjadi seorang “gay”

“ Donghae? Kau benar-benar sakit, ya? “

Aku menatap bibirnya yang sedang menanyakan apakah aku baik-baik saja atau tidak. Tentu tidak babo! Setiap kau ada di sekitarku aku seperti sakit jantung!

“ Hae? “

Ugh, bibirnya…! I can’t hold it again! Aku menutup mataku dan menarik nafas panjang-panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk berbicara dua mata kepadanya.

“ Hyuk, “ ucapku serius

“ hmm? “

“ boleh…, aku bertanya sesuatu ? “

“ hmm? “

Aku menatapnya tepat di kedua matanya, “ apa hubungan kita? Hanya Co-worker seperti yang kau ucapkan di Sukira tadi? “

Ia terdiam di posisinya. Senyumnyapun mulai memudari dari wajahnya yang imut dan manis tersebut. Disisi lain, aku menunggu jawabannya dengan hati berdebar tak menentu.

“ neh, tentu saja, memang menurutmu seperti apa ? “

Aku terdiam di tempatku. Andai saja tidak ada Eunhyuk di depanku mungkin aku sudah menertawakan kebodohanku telah berfikir yang macam-macam dan tentu saja, aneh-aneh. Aku menggeleng perlahan, bahkan nyaris tak terlihat.

“ engh, Hyuk, boleh aku melakukan sesuatu ? “

Ia menatapku heran, “ apa itu ? “

“ boleh aku menciummu ? “

Dia diam.

*

1 detik

*

2 detik

*

30 detik

*

1 menit

*

“ MWOYA ?! “

Aku sudah tau reaksinya akan seperti ini. Tapi aku butuh kepastian. Kepastian bahwa yang aku rasakan bukanlah rasa cinta. Tapi, setelah melihat jawabannya aku menjadi semakin yakin akan perasaanku.

“ hanya ingin memastikan sesuatu, “ jawabku datar, tak bersemangat

Ku lihat ia tampak berfikir-fikir sebelum akhirnya mengangguk tipis. Aku menatapnya tak percaya. Dia.. benar-benar mengangguk?

“ ka..kau yakin ? “

Ia tidak menjawab dan itu ku artikan sebagai IYA. Aku meletakkan jari-jariku di pipinya lembut dan menariknya mendekati ke wajahku. Tak lama, sebuah bibir lembut, basah dan lembap mendarat di bibirku.

^Ba-Thump^

^Ba-Thump^

Gotcha.

Ternyata yang aku ragukan benar. Ini.. bukan perasaan yang bisa kau sepelekan dengan mudah. Aku ingin menarik kepalaku, tapi… bibirnya seolah menyihirku agar tetap bertahan di posisi seperti ini. Hingga akhirnya,

Aku merasakan sebuah lengan melingkar di leherku dan menarikku lebih mendekat ke wajahnya. Mendorongku untuk melakukannya lebih dalam lagi. Lidahnya menyapu bibir bawahku seolah memintaku untuk membuka kedua bibir yang sejak tadi ku katupkan rapat-rapat.

Aku menarik kepalaku sekuat tenaga dan menatapnya tepat dimatanya, “ gomawo, aku telah menemukan apa jawabanku, “

Aku berdiri dan dudukku dan mulai merebahkan diriku di tempat tidurnya yang nyaman dan empuk tersebut. Aku memutar badanku menatap dinding, sedang tidak ingin menatap wajah Eunhyuk.

Aku telah menyadari apa yang aku rasakan, tapi…

Eunhyuk tidak merasakan hal yang sama..

Satu pisau kembali menusuk tepat jantungku dan seolah-olah mengoyak isi yang ada di dalam hati tersebut membuat berdarah setiap di oyak. Tapi satuhal yang masih bisa kurasakan.

Tatapan Eunhyuk.

Ia masih menatapku? Tidak memalingkan pandangannya sedikitpun, kah? Untuk apa dia menatapku? Apakah ia tau bahwa aku ternyata diam-diam menyukainya ?

“ Donghae, kau belum tidur, kan? “

Aku menggumam perlahan. Suaraku masih bersembunyi entah dimana. Ku rasakan tubuh Eunhyuk mulai merayap naik ke sampingku dan melingkarkan lengannya di pingganggku. Tak lupa ia membenamkan wajahnya di punggungku.

“ H—hyuk? “

“ Donghae, kalau aku menarik kata-kataku, boleh? “

“ ka..kata-kata yang mana ? “

“ bahwa hubungan kita hanya sebatas co-worker saja “

Aku terdiam dan tidak merespon. Tunggu. Apa maksudnya ini? Apakah yang ia maksud sama dengan yang ada di fikiranku? Tapi itu tidak mungkin! Aku pasti hanya bermimpi.

“ karna aku baru menyadari sesuatu… “ bisiknya tepat di telingaku

Ku rasakan bulu romaku berdiri begitu nafasnya menyapu tepat di belakang telingaku. Bagian ter-sensitive-ku.

“ a..apa itu? “

“ aku tidak ingin hanya berstatus co-worker karna seorang co-worker tidak boleh berpelukan diluar pekerjaan “

Tangannya yang melingkari pingganggku semakin ia eratkan

“ seorang co-worker tidak boleh mencium di luar pekerjaan “

Sekarang bibirnya mulai menciumi belakang telingaku, sedikit membuatku merinding[?]

“ dan seorang co-worker dilarang saling jatuh cinta, kan ? “

Dengan seketika aku membalik tubuhkan dan berhadapan dengannya. Matanya menatapku tepat dimataku sama sepertiku. Tangannya melingkar di pinggangku sama sepertiku. Dan jantungnya berdebar kencang, sama sepertiku…

“ ja..jadi maksudmu ? “ tanyaku memastikan

Ia menciumku sekilas tepat di bibirku membuatku semakin terdiam di tempatku. Diam tak berkutik. Ia menarikku dan merengkuhku ke dalam pelukannya.

“ hubungan inilah yang ku inginkan Donghae, bukan co-worker, bukan saudara, bukan sahabat “

Aku membenamkan wajahku di dadanya merasa nyaman ketika mendengar jantung itu berdetak cepat hanya untukku.

“ jadi? Status apa yang kau inginkan? “ tanyaku jahil

“ satu kata akan membuatnya jelas, dan aku berjanji akan mengatakan hal ini berulang-ulang , berhari-hari, berjam-jam, sampai kau merasa bosan mendengarnya “

Aku tersenyum kecil, “ apa itu? “

“ saranghaeyo, Lee Donghae, my fishy, jeongmal… “

Well,

Aku rasa aku tidak akan pernah bosan untuk mendengar satu kata tersebut.

 

 

 

***

End,

Ipit, maaf, yang ‘Blue Tomorrow’ belum selesai, jadi aku kasih kamu hadiah biar nggak bosen nunggunya. Maaf kalau mengecewakan banget :[

13 thoughts on “Brother? Co-worker? Bestfriend? or… Lovers?

  1. Aw aw aw iiih haenya lucuuu x33 eh gpapa sistaaah santaaiii lama juga gapapa asal nanti ceritanya panjaaaang #ditabok

  2. Ya, Author-san~
    I love you~
    author udah bwt fic yg daebak.
    Singkat tapi scene terakhir, manis~ banget.
    Uwah, ak makin cinta couple ini~

    1. ceritanya jelas buatan, tapi yang eunhyuk bilang kalo status dia ama donghae cuma saudara-rekan kerja ama sahabat itu emang beneran. dia sering bilang kaya gitu di Sukira ama sekali di Shimshim tappa ato mana gitu, lupa aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s