fanfictions

Blue Tomorrow [Part 3]

Tittle : Blue Tomorrow [part 3]

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Donghae

–          Hyun Ah

Main Pairing : EunHae/HaeHyuk

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi

Rating : T / PG-15 / NC-15

Length : Chaptered

Part : prolog │ part 1 │ part 2 │ part 3

A/N : Ipit, maaf telat banget ya keluarnya? maaf >,<

***

Donghae POV

Akhirnya seharian penuh kami melakukan hal ini-itu. Bermain ini itu. Kadang bermain air, kadang juga berlari-lari. Tidak dapat di pungkiri, aku senang berada disini. Namun ada satu hal yang sedikit menggangguku. Sesuatu yang menggangguku entah sejak kapan.

Hyun Ah.

Aku tidak terganggu dengan adanya dia disini. Hanya terganggu karna ia terus mengikuti kemanapun, dimanapun, kapapun Eunhyuk berada. Ya, Eunhyuk-KU. Seharusnya ini honeymoon-ku dengannya. Tapi , kenapa berakhir seperti ini?

Aku dengan Minho dan dia dengan Hyun Ah.

Jadi kita bertukar pasangan ? Sejak kapan Minho jadi pasanganku dan sejak kapan Hyun Ah menjadi pasangannya ?! Tidak ada orang lain yang cocok dengan Eunhyuk selain aku! Hanya aku yang boleh dipasangkan dengannya.

Tapi sepertinya tidak untuk para kru.

Sepertinya mereka menganggap Eunhyuk-Hyun Ah moment adalah moment yang paling di tunggu-tunggu. Saat mereka berdua sedang bersama pasti sorak-sorak terbanyak terdapat di para kru dan para staff lainnya. Namun tidak untuk para artis dari ‘SM Entertainment’ mereka telah melihat siapa couple sesungguhnya disini.

Tentu saja satu, EUNHAE. Bukan EunAh. Bukan juga MinHae. Tidak ada dua couple tersebut. Itu hanya fiksi, karangan para fans diluar sana.

” Hyung, gwenchanayo ? mukamu terlihat sangat keruh, ”

Aku menoleh dan tersenyum kecut. Biasanya ketika aku sedang sedih orang yang di sampingku bukan Minho tapi dia. Jadi sekarang waktu dan seluruh perhatiannya hanya untuk Hyun Ah seorang ? Aish, Donghae, berikanlah Eunhyuk sekali-kali waktu kebebasan. Tidak mungkinkan ia 24 jam non-stop berada di dekatmu?

” memikirkan Eunhyuk-hyung dan Hyun Ah-noona, ya? ”

Aku menatapnya tidak percaya, ” bagaimana kau tau ? ”

” Seorang Lee Donghae tidak mungkin bisa berbohong terhadap seorang Choi Minho ”

” yayaya, sekarang kau puas ? bisa tinggalkan aku sendirian ? ”

” aniyo, Onew-hyung sedang berkeliling, aku sendirian tidak ada teman ”

” Nichkhun ? Bukankah kau dekat dengannya ? ”

” menghilang dengan Taecyon-hyung ”

Aku menggelengkan kepalaku pelan. Semua orang yang berada di dekatnya secara tidak langsung ingin dirinya tidak dekat dengan Minho. Aku mengelus kepala namdosaengku itu dengan sayang.

” Tunggu saja, nanti pasti akan ada yang menemanimu, hyung benar-benar minta maaf tidak bisa menemanimu, aku sedang.. tidak nyaman ”

Ia tersenyum memaklumi. ” gwenchana, kalau aku jadi hyung aku juga akan seperti itu kok ”

Setelah bernegosiasi sedikit lama akhirnya ia meninggalkanku seorang diri di pinggir pantai. Aku menatap pantulanku di laut tersebut.

” sebegitu hopeless-nya kah aku ? ”

Bayanganku di pantulan air tersebut benar-benar bukan seperti bayanganku. Aku terlihat lebih lemas, lesu, dan tidak bersemangat. Aku menggelengkan kepalaku saat bayangan-bayangan ‘EunAh moment‘ berkeliaran di otakku.

” Gaaaaaah~!! ” teriakku frustasi

” Donghae ? sedang apa kau disitu ? ”

Aku terdiam di posisiku. Tanpa membalik aku tau siapa dia.

Eunhyuk POV

Aku melambaikan tanganku setelah berpisah dengan Hyun Ah.Sepanjang hari aku tersenyum telah menikmati hari-hariku yang benar-benar LUAR BIASA.

Seharian aku menghabiskan waktuku dengan Hyun Ah. Ia benar-benar teman yang asyik. Kami berlari kesana kemari mengelilingi pantai. Bermain air, bermain pasir. Saat sedang syutingpun kami masih santai mengganggu satu sama lain. Ia membuatku tidak konsentrasi dan aku membuatnya tidak konsentrasi.

Dan aku baru menyadari satu hal.

Seharian ini aku tidak bersama dengan Donghae. Seharian ini dimana aku disana ada Hyun Ah, dan dimana ada Minho disana ada Donghae. Walau terkadang aku ingin melepas Hyun Ah sendiri dan mendatangi Donghae, aku menjadi tidak tega mengingat alasan kami berbuat seperti ini.

Aku memutuskan untuk jalan-jalan mengitari pantai yang memantulkan cahaya bulan yang samar-samar. Aku tersenyum mengingat bahwa pantai adalah tempat yang paling di gemari oleh Donghae. Aku berjalan sambil bersenandung kecil, menyenandungkan lagu-ku dan Donghae.

Dan semua itu berhenti ketika aku melihat sosok yang benar-benar aku rindukan. Donghae. Ia sedang duduk menjongkok menghadap pantulan air laut. Dari raut mukanya aku bisa menebak ia sedang sedih. Apa yang ia fikirkan?

“ Gaaaaaah~!! “ teriaknya sambil menggelengkan kepalanya

What?

Apa yang terjadi padanya? Tak biasanya ia berteriak seperti ini, apalagi di depan laut, tempat terfavoritnya. Apa mungkin gara-gara aku? Akhirnya rasa penasaranku mengalahkan rasa maluku. Aku berjalan sedikit mendekat ke arahnya.

“ Donghae ? sedang apa kau disitu ? “

Ia terdiam. Mungkin terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba. Tapi ada yang aneh, mengapa ia sama sekali tidak membalik badannya dan menatapku?

“ Hae? Gwenchana ? “ aku mendekat ke arahnya,

“ jangan mendekat! “ ucapnya sambil menutup kedua mukanya, “ jangan mendekat, aku ingin sendiri… ku mohon, jangan mendekat… “

“ waeyo? “

“ aku.., aku sedang tidak nyaman, aku takut aku malah akan mengatakan hal-hal aneh kepadamu dan malah membuat keadaan semakin buruk, Hyukkie, please… “

Aku menghela nafas dan tersenyum lemah—walau aku yakin ia tidak akan dapat melihatnya, “ arasso, aku tunggu di kamar, kalau kau sudah siap untuk bercerita, ceritalah Hae… “

Ia mengangguk, masih menutup semua wajahnya. Well, tidak ada pilihan lain, aku harus pergi. Sang keras kepala Donghae sedang muncul malam ini. Tapi, sebelum aku sempat meninggalkannya seorang diri, ku berikan jaket yang ku gunakan kepadanya.

“ pakailah, nanti kau sakit, dan jangan harap aku akan membiarkanmu sakit saat kita jauh dengan Ryeowook, kau taukan aku tidak bisa merawat orang dengan baik? Dan cepat masuk, aku dengar udara malam ini kurang bagus untuk kesehatan, “

Ia mengambil jaketku dan mengangguk tipis. Sepertinya ia benar-benar tidak mood malam ini. Aku tersenyum kecil. Yang terpenting, aku akan selalu ada disampingnya selama ia butuh aku.

“ Jaljayo, jagiya… “

Ku berikan kecupan kecil di pipinya dan berlari meninggalkannya seorang diri di pantai. Dan secara reflek, aku tersenyum atas apa yang telah ku perbuat[?]

***

Aku membuka mataku perlahan-lahan begitu sinar matahari mencoba menerobos jendela kamarku. Aku hendak membalik tubuhku namun tubuhku berhenti dengan sendirinya begitu merasakan sebuah lengan melingkar erat di pinggangku.

‘jadi…, tadi malam Donghae dan aku tidur bersama-sama..’

Aku berusaha membalik badanku namun pelukan di pinggangku terasa semakin erat seolah takut aku akan pergi. Aku berusaha membuat gerakan setipis yang aku bisa dan memutar badanku. Dan hasilnya…

Tara!

Aku berhasil menghadap wajah Donghae tanpa perlu melepas pelukannya atau yang lebih parah lagi, membangunkannya. Ku tatap wajah Donghae lama dan diam.

Matanya terpejam erat. Kedua lengannya melingkari pinggangku. Mulutnya mengeluarkan bunyi dengkuran-dengkuran halus. Aku tersenyum. Perlahan-lahan, ku angkat tangan kananku dan mengusap lembut pipinya dengan ujung jariku.

Hanya dengan ujung jariku.

Aku takut ia akan terbangung. Aku tidak ingin membuat wajah damai ini pergi hanya gara-gara sentuhanku. Maka aku hanya membiarkan diriku menyentuhnya dengan ujung jari telunjukku. Ku sentuh ujung hidungnya, pipinya, dan terakhir.. bibirnya yang masih tertutup rapat.

‘sudah berapa lama aku tidak mencium kedua bibir tersebut?’

Aku tertawa kecil. Sejak pertama kami datang kemari, mungkin sudah selama itu. Berapa hari kami disini? Oh, bukannya dua hari?

Tiba-tiba Donghae bergerak sedikit. Apakah ia terbangun mendengar tawaku? Ups, padahal aku sudah membuat suaraku sepelan mungkin yang aku bisa. Perlahan-lahan, ia membuka matanya dan menatapku lembut.

“ selamat pagi, yeoboo~ “

God, ini Donghae yang biasanya dan bukan Donghae yang tadi malam. Donghae yang tadi malam bukan Donghae yang aku kenal. Senyumanku semakin melebar. Ku lingkarkan lenganku di lehernya dan menatapnya lembut.

“ pagi, Hae… “

“ mianhae kalau tadi malam aku membuatmu… sedih? Aku hanya ingin sendirian, jadi maaf kalau aku mengusirmu secara tidak langsung, aku hanya ingin sendirian.. “

Aku tersenyum memaklumi, “ gwenchana, sekarang ? apa kau siap untuk menceritakannya kepadaku ? “

“ aku hanya… “

Ia menggigit bibir bawahnya mungkin mencari kata yang tepat untuk di lontarkan. Tapi setelah lebih dari tiga kali menggumamkan kata ‘aku hanya’ ia akhirnya menarik nafas panjang dan mempersiapkan mentalnya untuk menceritakan semuanya padaku.

“ aku hanya…, cemburu… “

“ dengan ? “

Ia memutar kedua bola matanya kesal—mungkin, “ dengan kau dan Hyun Ah!! Pabo! “

“ aku..? dan Hyun Ah ? ya! Untuk apa kau cemburu padanya ?! kau kan tau tidak ada apa-apa di antara aku dan dia, Hae.. aku milikmu, dan kau milikku, kau ingat itu, kan? “

“ tapi…, “

“ apa.. aku dan Hyun Ah terlalu dekat akhir-akhir ini ? “ potongku

“ menurutku…, “ ia menunduk, “ ne, kalian berdua terlalu dekat. Tidakkah kalian lihat? Para staff mulai mencocokkan kalian, ‘EunAh-couple’ mulai menyebar di antara para staff, dan… aku rasa kau melupakan kata honeymoon yang kita bicarakan sebelum kita sampai disini… “

Aku mengutuk diriku pelan. Bagaimana bisa aku melupakan hal tersebut ?! tapi yah.. bukan salahku juga jika aku melupakannya. Well, itu bukan hal penting untukku. Tidak terlalu penting. Tapi aku tidak mau mengutarakan hal tersebut kepadanya. Itu akan membuat keadaan lebih buruk.

“ ehm, mianhae… sepertinya kau benar, aku lupa.. “

“ neh, aku sudah tau kau pasti lupa, otak monyetkan sempit, “

Aku memanyunkan bibirku, “ jadi kau bilang aku pelupa, begitu ? “

“ aku tidak bilang seperti itu ya, “

“ tapi tadi kau bilang seperti itu! Inti dari kata-katamu adalah aku pelupa! “

“ tapi aku tidak berkata seperti itu, kan? Kau yang membuat ke simpulan, yeobo… “

Aku membuang muka ke arah lain. Bukan, aku bukan cemburu. Tapi aku malu. Malu atas apa yang telah ia katakan. Yeobo? Selama ini ia belum pernah memanggilku seperti itu. Yaah, mungkin ia memang ingin menciptakan suasana honeymoon.

“ hihi, Hyukkie malu, mukanya memerah “ ucapnya sambil terkekeh pelan

Aku meronta di pelukannya, berpura-pura marah.

“ ayo bangun! Nanti kita dimarahi lagi oleh staff karna sempat telat berkumpul, palle! “

“ aniyo, aku masih ingin bersama istriku~ “ ia mengeratkan pelukannya di pinggangku.

“ Hae, ayolah, kau tidak ingin Honeymoon ini penuh dengan kata-kata marah yang terlontar dari para staff, kan? Jebal… “ aku menggunakan ‘aegyo’-ku yang ku pelajari dari Sungmin-hyung

“ well, oke… “

Aku tersenyum penuh dengan kemenangan. Tidak biasanya Donghae mengizinkan. Biasanya sikap childish dan over-protectivenya selalu melekat di dirinya. Aku mlepaskan genggaman Donghae dan bersiap-siap bangkit dari tempat tidur. Namun sebuah tangan mencengkram lenganku lembut.

“ aku belum selesai bicara, yeobo… “

“ argh, apa lagi ? “

“ poppo~ “

Ia tersenyum dan menatapku, matanya bersinar terang. Matanya menatapku penuh dengan cinta, dan kasih sayang yang mampu membuatku semakin jatuh hati terhadap pesonanya. Aku menghembuskan nafas pasrah.

“ hanya sekali dan bangun, ara? “

Ia mengangguk. Aku menundukkan kepalaku. Terus menunduk hingga jarak di antara kami hanya tersisa beberapa centi lagi. Aku bahkan bisa merasakan nafas Donghae di ujung bibirku. Dan akhirnya. Bibirku menyentuh bibirnya yang lembab, basah, namun lembut.

Pada awalnya ciuman ini hanya ciuman yang polos dan biasa, namun setelah sebuah lengan melingkar di lenganku, ciuman ini berubah menjadi liar dan jauh dari kata ‘polos’.

‘mungkin… telat untuk yang kedua kalinya tidak apa-apa..,’ batinku santai

***

Di lain sisi—Hyun Ah POV

Aku baru membuka mataku dari tidurku yang nyenyak. Tidurku yang memimpikan tentangnya. Orang yang membuatku melakukan perjanjian bodoh. Aku terkikik geli. Sampai kapan aku harus melakukan perjanjian ini, ya?

^bipp… bipp…^

Hp-ku berkedip-kedip tanda ada sms masuk. Aku membuka dan senyumanku merekah semakin melebar. Well, itu dari dia. Orang yang aku mimpikan tadi malam.

Namun senyumku menghilang begitu aku membaca tulisan yang ia berikan terhadapku. Hatikupun seperti ikut berhenti berdetak. Air matakupun telah terkumpul di ujung mataku. Ya tuhan, tolong katakan semua ini hanya mimpi, katakan aku masih tertidur, ini masih bagian dari mimpiku.

Tapi…

Ini semua kenyataan…

 

 

 

***

Hihi,

Aneh, ya? Tapi aku suka banget nih part yang ini, EunHae moment, yay x3 Ipit, maaf kalo kependekan, aku lagi nge-stuck ide. Aku buat part-4 secepatnya deh! Gomawo udah mau nunggu lama yaa^^ dan buat semua readers, gomawo❤

37 thoughts on “Blue Tomorrow [Part 3]

  1. Gah -_____- udinan bagus yee eunhae momment ny ada , jiah ngapa itu ending nya geje ƪ(‾ε‾“)ʃ
    😄 lanjutny jgn lama lama yak !😄
    Eh eh tapi HYUK GA SELINGKUH KAAAANNNNNN ¬_¬ ???

    1. hihi,
      habis kalo endingnya gitu aja, aku rasa di part yang ini nggak ada masalah-masalahnya, haha~ xD

      kalo lagi nggak tabrakan ya.. hari Selasa besok aku TDS sih…
      well,
      tunggu aja di part selanjutnya😛

  2. hahaha..
    Ngapaen malu??
    Bangga dong saeng, kan artinya cerita kamu bgus..
    Buktinya byak yg nunggu..
    Hwehwehwee..

  3. Ya pasti bguslah saeng.
    Kalo ga bgus, ga mungkin dong unn sering mampir..

    Unn sering cek blog kamu loh..
    Liat ff bru..
    Hehehe ~

  4. sebenarnya nama gw inas hahah tapi ines nma panggilan gw hahah aku umur 15 tahun kamu ??
    haha aku istri per 1 nya eunhyuk wkwkwkkw😛

  5. Yg “membangkitkan semangatku” kayak lirik lagu ato apa unn lupa.
    Hahaha.
    *makLum saeng, unn lg saraph.
    Kekeke ~

    1. yaelaaah..
      onnie sarap, saengnya juga lagi sarap,
      hmm…
      orang sarap bertemu dengan orang sarap pasti jadinya…. WARAS [?] hoalah nggak nyambung, hahaha

  6. Haha..
    Bener dong saeng,
    kan sesama orang sarap beranggapan kalo mreka waras,
    kan sama2 nyambung.
    Sdangkan kalo orang sarap ngeliat orang waras, yg waras dianggep sarap.
    *bener2 sarap
    Haha ~

  7. jadi disini yang jadi istri eunhyuk dan yang jadi suami donghae ??
    aah, kalau menurutku yang pantes jadi suami itu eunhyuk.menurutku sih …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s