fanfictions

She or Me [Part 6]

Tittle : She or Me ?! [Part 6]

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Hyoyeon

–          Ha Sang

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Straight / Tragedy

Rating : G / PG-13

Length : Chaptered

Part : Part 1 │ Part 2 │ Part 3 │Part 4 │ Part 5 │ Part 6

A/N : Cause I really love my readers.. I’ll forget about the ‘Silent Readers’, whatever about them, I don’t care. Well, sorry for my childish behavior, I’m still 13 remember?

***

Hasang POV

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Kepalaku terasa berat. Samar-samar mataku mulai menerima cahaya yang ada di ruangan ini. Aku merasa ini bukan kamarku, dimana ini ? saat aku nyaris bangun seseorang memegang pundakku.

“ jangan bangun dulu, kau masih pucat “

Aku menoleh ke sumber suara. Siapa dia ? mukanya tidak terlihat. Kabur. Samar-samar. Pandanganku masih buram.

“ nu—nugu ? “

“ sudah kau istirahat saja, kau masih sakit, kan? “

Aku merebahkan badanku di atas bantal yang aku yakini milik orang itu. Rasanya familiar. Siapa ya? Memang dimana aku sekarang ? aku mengerjap-ngerjapkan mataku berusaha memperjelas pandanganku.

“ kau baik-baik saja ? “

Deg.

Sekarang semua terlihat jelas. Eunhyuk-oppa sedang duduk di samping tempat tidur tempatku berbaring saat ini. Aku mencoba duduk, namun tangan Eunhyuk oppa mencegahku dari berbuat sesuatu. Ia menatapku khawatir.

“ sudah ku bilang duduk saja! “

Aku menyerah, aku mengalah saja. Aku merebahkan badanku diatas tempat tidurnya yang nyaman dan mulai mengingat-ingat bagaimana bisa aku berada di sini. Namun sekeras aku mengingat, kejadian yang paling ku ingat adalah aku pingsan di pantai, dan … semuanya aku lupa.

“ kau heran bagaimana bisa kau berada disini ? “

Aku menoleh ke arahnya, “ ne, bagaimana bisa ? bisa kau ceritakan, “

“ well, kau pingsan, dan karna aku tidak tau bagaimana kau bisa pingsan, aku segera membopongmu dan membawamu ke tempat oppamu berada, tidak ada yang tau apa-apa tentang dirimu yang terdalam selain oppamu sendiri, kan? “ ia memberikanku gummy-smilenya yang paling menawan tersebut

Blush.

Aku merasakan mukaku memerah. Uh-huh, bagaimana bisa aku tidak malu jika ada orang yang paling kau sukai melebihi apapun di dunia ini sedang tersenyum amat manis kepadamu? Sedang melihatmu hanya tepat kepadamu? Ugh.

“ wae? Kau masih sakit, ya? Mukamu memerah… hm, arasso, aku keluar biar kau bisa istirahat dengan nyenyak, “

Ia bersiap-siap berdiri meninggalkanku sendirian di kamar. Aku menatap punggungnya yang berjalan semakin lama semakin menjauh. Hm, sekali-kali aku boleh kan berlaku ‘kejam’ terhadapnya ? tanpa berfikir panjang lagi, aku menarik tangannya dan sukses membuatnya jatuh terduduk di lantai.

Aku menampilkan senyuman termanisku, tapi aku yakin, baginya masih manis senyum Hyoyeon-onnie dari pada senyumku. I know you so well, oppa…

“ mwoya ?! “ tanyanya, pasti ia marah

“ mianhaeyo, aku tadi niatnya hanya memegang ternyata badanmu memang ringan seperti yang Donghae-oppa sering katakan, masa baru aku tarik sedikit kau langsung jatuh begitu saja ? tidak seru! “

“ ya! “ wajahnya memerah, ups, dia malu, “ ini sudah ketiga kalinya kau membuka aibku! Dan aku ? aku sama sekali tidak tau apa-apa tentangmu, ini tidak adil! “

“ memang kau tidak pernah bertanya sedikiiiit saja kepada Donghae-oppa ? kau tidak pernah berusaha setidaknya sedikit saja mencari tau hal-hal dasar tentang diriku ?! ya! Teman macam apa kau ini ?! “

Ia menundukkan kepalanya. Augh! Aku lupa! Ia benar-benar orang yang sensitive soal ‘persahabatan’! bagaimana bisa aku mengatakan hal seperti itu terhadapnya ? bukankah kau tau diri bahwa jadwal mereka itu padat dan mana mungkin ada celah untuk bertanya soal diriku ?

Lagipula, siapa aku ?

“ oppa.. mianhae.. aku… kelepasan… “

“ aku teman yang payah, ya? “

Ia mendongak dan aku bisa melihat matanya berkaca-kaca. Aish, siapa yang perempuan dan siapa yang laki-laki sih dalam kasus ini ?!

“ gwenchana, bukan salah oppa juga, kan ? uljima ya, jebal… “ aku menunjukkan muka termelas yang paling melas yang pernah ku lakukan,

Yippie!

Sebuah senyum merekah di bibirnya. Syukurlah Donghae-oppa sering mengajarkanku bagaimana caranya mengeluarkan puppy-eyes. Di saat-saaat seperti ini, berguna juga.

“ mian oppa, aku tadi benar-benar kelepasan, aku.. yeah, kau tidak perlu mencari tau hal-hal tentang diriku, kan? Gwenchana, tak perlu bersedih hati, “

“ tapi.. tetap saja tidak enak.. kau tau semua tentang diriku, kan ? “

“ well, tidak banyak sih… hanya sedikit sekali, “

“ coba kau sebutkan, “

Aku tersenyum, “ well.. yang ku tau, kau suka sekali strawberry milk, buah yang kau sukai strawberry dan jeruk, sayuran yang kau sukai tomat, makanan faforitmu kimchi; nasi goreng dan pizza, impian kecilmu menjadi pemain bola dan penyanyi, kau hanya bisa memasak telur goreng, menyukai warna biru; abu-abu dan putih, punya ketakutan terhadap ular, pertama kali belajar dance saat berumur 7 tahun, kau punya kumpulan komik dragon ball dan semacamnya dikamarmu, buku-buku dan koleksi CD kau susun rapi di lemari kamarmu, tidak pernah tahan melihat jika ada barang yang tidak rapi, selalu membawa lap kecil kemanapun kau pergi, sangat mengagumi IU, tidak suka makanan gosong, sering telat ke sekolah, dan oppa akan bekerja keras apapun yang terjadi “

Aku menarik nafas panjang-panjang dan berniat menyelesaikan perkataanku yang terakhir. Cukup berat juga untuk menyebutkan SEMUA yang aku ketahui tentang dirinya.

“ uhm, untuk yang lainnya… aku rasa.. sudah cukup, kan ? “

Ia menatapku tak berkedip. Uh-huh ? ada apa dengannya ?

Hyukjae/Eunhyuk POV

“ coba kau sebutkan, “ aku menantangnya

Aku tidak bodoh. Aku tau ia pasti tau SEMUA tentang diriku. Dia adik Donghae, mungkin juga.. dia seorang ELFs. Aku tidak peduli. Aku hanya ingin ia menyebutkan semua hal yang ia ketahui tentang diriku.

Ia tersenyum, “ well.. yang ku tau, kau suka sekali strawberry milk, buah yang kau sukai strawberry dan jeruk, sayuran yang kau sukai tomat, makanan faforitmu kimchi; nasi goreng dan pizza, impian kecilmu menjadi pemain bola dan penyanyi, kau hanya bisa memasak telur goreng, menyukai warna biru; abu-abu dan putih, punya ketakutan terhadap ular, pertama kali belajar dance saat berumur 7 tahun, kau punya kumpulan komik dragon ball dan semacamnya dikamarmu, buku-buku dan koleksi CD kau susun rapi di lemari kamarmu, tidak pernah tahan melihat jika ada barang yang tidak rapi, selalu membawa lap kecil kemanapun kau pergi, sangat mengagumi IU, tidak suka makanan gosong, sering telat ke sekolah, dan oppa akan bekerja keras apapun yang terjadi “

Yap. Semua kata yang keluar dari dalam mulutnya mampu membuatku terdiam seribu kata. Sebegitu taunyakah dirinya tentang aku ? di banding aku ? aku sama sekali tidak tau apa-apa tentangnya, siapa idolanya; apa makanan favoritnya; apa impiannya; aku sama sekali tidak tau tentang hal tersebut. Dia takut air saja, aku baru tau tadi. Dan yang ku tau tentangnya hanya satu hal.

Ia tau SEMUA tentang diriku.

Dan satu kata itu mampu membuatku… erh.., sedikit.. bahagia? Ku lihat ia menarik nafas panjang-panjang.

“ uhm, untuk yang lainnya… aku rasa.. sudah cukup, kan ? “

Apa ?!

Jadi masih banyak yang dia ketahui tentangku ? hell! Aku hanya tau dua hal dari dia dan dia tau mengenai diriku lebih dari 10 hal ? sial! Aku benar-benar teman yang payah untuknya.

“ oppa, waeyo ? “

Aku menggeleng, “ masih banyak yang kau ketahui tentangku ? “

“ hmm.. yeah, “

“ wow! “

Hebat, dia bisa membuatku tidak bisa membalas perkataannya lagi. Tapi tunggu, apa dia hanya tau banyak mengenai diriku, atau… tentang semua member Super Junior ?! dan aku yakin, ia pasti tau luar dalam tentang Donghae.

“ kau tau semua tentang aku atau semua tentang member Super Junior ? “

Dan entah mengapa aku sangat ingin ia berkata hanya tentang aku, hanya aku dan aku. Memang aku siapanya ? aku hanya teman tidak bergunanya, kan ? lagipula apa salahnya kalau ia tau tentang semua member Super Junior ? salah?

“ kalau boleh jujur.. aku paling mengingat tentang Donghae-oppa, dan Eunhyuk-oppa “

Yuhuy!

Andai ia tidak di hadapanku sekarang, ingin rasanya aku meloncat-loncat ke girangan. Hello ? ada apa dengan dirimu Hyukjae ? eh, tunggu, kalau begitu.. apa ini artinya…

“ Sang-ah “

“ neh ? “

“ kau Fansku ? “

Ku lihat mata bulatnya sedikit membulat kemudian memalingkan muka ke arah lain. Ia terlihat sedang menggigit bibir bawahnya, dan sedikit ke khawatiran seperti tergambar di wajahnya.

“ kalau iya, kenapa ? “

Lagi-lagi satu kata dari mulutnya mampu membuatku terdiam. Jadi dia benar-benar fans-ku ? tidak kaget jika ia tau banyak tentangku. Satu kata menjelaskan semuanya.

“ tapi, aku lebih memilih Donghae-oppa daripada dirimu monyet jelek, “

Senyumku menghilang begitu saja, “ monyet jelek ? siapa yang kau maksud ? ya! Maksudmu aku ? aku monyet jelek begitu ? “

“ aku tidak bilang begitu ya “ sebuah ‘evil-smile’ berada di wajahnya mengingatkanku akan magnae terkutuk nan sialan kami

“ lalu ? apa maksudmu berkata monyet jelek ? “

“ aku hanya berkata monyet jelek, bukan menyindirmu bodoh! “

Aish, anak ini benar-benar. Sifatnya jauh dari sifat Donghae. Hmm, tapi untuk sifat kekanak-kanakannya aku rasa, sudah cukup sama seperti Donghae. Sama-sama childish.

Aku menatapnya garang[?], “ hey, kalau aku memang monyet jelek lantas kenapa aku mempunyai banyak Fans diluar sana ? lagipula, bukankah di depanku ada Fansku yang paling keopta ? “

Blush.

Mukanya memerah. Lee Hyukjae ! apa yang telah kau perbuat ?! bukankah ini sama saja dengan berselingkuh dari Hyoyeon ? ups, aku melupakannya.

“ oppa yha.. “

Aku segera menaruh perhatianku lagi padanya, “ hmm ? “

“ bagaimana ‘penyakit’-mu ? berkurang ? atau malah makin parah ? “

Penyakit ? eh ? bagaimana bisa aku melupakan hal bodoh tersebut ? dan aku baru sadar dari tadi aku tidak merasakan hal-hal yang sering aku rasakan. Tidak ada debaran-debaran bodoh tersebut. Jadi maksudnya aku sembuh ? begitu ?

“ aku rasa… sembuh.. sudah tidak ada debaran-debaran itu lagi, “

“ oh… jadi… “ ia menggigit bibirnya, wae ?

“ jadi ? “

“ berarti setelah pulang dari sini…, tugasku selesai begitu ? “

“ maksudmu ? “

“ aku disini untuk membantumu melupakan penyakitmu, kan ? dan sekarang, katamu penyakit tersebut sudah sembuh, berarti sepulang dari sini aku tidak boleh bertemu denganmu lagi, kan ?

Aku terdiam. ya, semua yang ia katakan benar. Namun entah mengapa aku tidak bisa menyutujui apa yang ia katakan.

“ apakah…, “ ayo Hyukjae, “ apakah.. kita tidak bisa menjadi seorang teman ? “

“ memang kau masih mau berteman denganku ? ya! Nanti Hyoyeon-onnie cemburu bagaimana ? kalau dia marah bagaimana ? dan.. aku tidak bisa membayangkan apa rasanya mati ditangan para Jewels tersebut “

Aku tertawa kecil dan mengusap-usap rambutnya, “ gwenchana, kau adik Donghae dan itu berarti kau adikku juga, untuk masalah Hyoyeon biar nanti aku yang bilang ke dia, dan untuk urusan para Jewels aku tidak tau bagaimana cara mengatasinya, “

“ oh, aku bisa menjaga diriku sendiri kok “ ia tersenyum

At least, she is smiling now.

“ yah…, susah sih ya jadi orang cakep, siapapun yang dekat denganku akan menjadi korban, “

Ia memukul lenganku keras, “ dasar PD ! aku berani bertaruh fans oppaku lebih banyak dari fansmu ! dia oppa yang baik, tidak jahat sepertimu! Romantis lagi! Oppa ? jarang mandi, yadong, ugh… jorok! “

Aku mencubit kedua pipinya yang chubby tersebut. Ku tarik sampai ia meringis kesakitan. Hihi, maaf saja ya.. aku jadi teringat Henry melihat pipimu.

Ia memanyunkan bibirnya kesal, “ ya! Sakit babo! “

“ benarkah ? sini, aku cubit lagi biar lebih sakit dari sebelumnya.. “

“ yaa!! “

Dan perang cubitpun terjadi di kamarku. Untunglah ia telah melupakan ketakutan akan lautnya. Mungkin aku memang tidak tau apa-apa tentang dirinya, tapi aku tau bagaimana caranya membuat ia tersenyum dan tertawa.

Tapi,

Tidak ada yang menyadari bahwa sejak tadi, sepasang mata menatap kejadian demi kejadian yang terjadi di dalam ruangan dengan sorotan ingin membunuh. Membunuh siapapun yang akan merebut kekasihnya.

“ well, aku tau rahasia terbesarmu, kelemahan terbesarmu, aku tidak akan segan-segan melakukannya, tidak perduli apakah kau akan mati atau tidak, selama kau pergi dari sisinya apapun, dan segala apapun cara akan ku lakukan, lihat saja kau, Lee Hasang! “

 

 

***

Tbc😀

I love you all my readers, my commenter, I’ll work hard in next chapter ^^ love you<3

15 thoughts on “She or Me [Part 6]

  1. Weuww,
    saeng hebat euy, hapal semua ttg eunhyuukk..

    Huahh, jadi penasaran ama yg selanjotnya..

    Tapi si hyoyeon jahat amat sih?
    Pengen ngecabik2 mukanya jadinya..
    *sadis.
    Hahaha.

    Lanjoot saeengg..

    1. itu masih dikit loh, haha
      sisanya aib semua , aku nggak mau nulis xD haha

      maaf kalo onnie suka Hyoyeon, di cerita ini perannya emang jadi orang jahat
      hihiihi

      sip😉

  2. hahahah..

    unn ga terlalu suka hyeyeon saeng..
    sama snsd unn juga ga terlalu suka..
    tau dah kenapa..
    hahahah..

      1. tapii aq masihh suka ama lagu-lagunya saengg..
        kalo sama sifatnya baruu aq ga suka..
        kekek ~

  3. Ga suka kalo udah kecentilan ama anggota sj ato bb manapun.
    Apalagi ama tiffany & jess yg suka ngehina orang laen.
    Tapi eon ga safer kok.
    Hehe.

    Oh iya, makasih lg saeng.
    Kekekek ~

    1. huahaha,
      alasan yang sama kkk~ aku juga bukan safer, cuma nggak suka ama sifat-sifat jelek member-membernya aja xD

      kok makasih-makasih terus ya? emang lebaran ?
      #ups, lebaran itu maaf-maafan .___.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s