fanfictions

The Stalker–Request

Tittle : The Stalker—request

Main Cast :

–          Nabila as Jung Hyo Ri

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

–          Kim Jongwoon / Yesung

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance

Rating : G

Length : Oneshoot

What if you were stalking to one person your love,

And didn’t notice someone presence,

Someone was your secret admirer, watching you here and their

Being your secret stalker

***

Jung Hyo Ri POV

“ Kyaaaaa~!! “

Aku menutup mulutku dan menatap sekeliling. Huft, syukurlah tidak ada yang menyadari aku baru saja berteriak. Meneriakkan seberapa ‘freak’-nya aku terhadapnya. Atlit sepak bola paling hebat, seorang bintang lapangan sekolah kami,

Lee Hyukjae.

Well, aku rasa bukan hanya sebagai bintang lapangan sekolah kami, ia juga merangkap sebagai ketua klub dance yang ada di sekolah kami. Berhasil menyabet beragam penghargaan, medali emas, medali perak, bukan tandingannya lagi. Semua di raihnya dengan mudah. Membuat nama sekolah kami menjadi harum, siswa kebanggaan HwahGohk High School.

Dan aku tidak akan pernah luput melakukan ‘pengintaian’ terhadap bintang terkenal sekolah kami ini. Sebelum dia tenar seperti sekarang inipun aku telah mengaguminya dari jauh. Dan entah sejak kapan perasaan kagum itu berubah menjadi sayang dan sekarang berkembang jadi cinta.

Sialnya, aku tidak bisa meraihnya sama sekali, hanya bisa mengaguminya secara diam-diam tanpa ia tau keberadaanku. Di saat ia tertawa ataupun menangis aku melihatnya, di saat ia sedang marah akupun bisa melihatnya. Walau dalam fakta ia sama sekali tidak menyadariku.

Fakta sial lainnya adalah, kami satu angkatan dan itu sama sekali tidak membantunya untuk tau siapa diriku yang sebenarnya. Siapa diriku, siapa namaku, dari mana kelasku, aku percaya ia tidak tau walau kami satu angkatan.

Tapi aku sadar diri, memang siapa aku ? siapa Jung Hyori ? hanya seorang pengecut yang tidak berani menyatakan cintanya untuk orang yang benar-benar ia sayangi. Tidak berani berjuang demi cinta yang sedang ia genggam saat ini.

“ yeah, I’m the loser, a big loser, “ gumamku kesal

Aku menyempatkan diriku menatapnya untuk terakhir kalinya dan menjalankan kakiku ke kantin tempat perutku meronta-ronta kelaparan. Yeah, bagaimana aku tidak kelaparan jika aku terus-terus memata-matainya selama jam istirahat berlangsung ?

Aku mengambil handphone yang sedang bertengger manis di kantung jas kemeja sekolahku. Senyum mengembang di wajahku. Haha, mungkin kalian bisa menebak mengapa aku bisa tersenyum hanya gara-gara menatap hp-ku. Semua karna wallpaper yang terpasang di hp-ku. Foto dirinya sedang ‘dance battle’ dengan anggota klubnya yang lain.

Aish,

Aku benar-benar merasa sebagai penguntit ? sebagai stalker ? seumur hidupku, ini pertama kalinya aku memperhatikan satu orang setiap waktu, mengintainya setiap hari, menghafal semua jadwal yang ia lakukan, sampai menyimpan berbagai fotonya yang ku ambil secara diam-diam ?!

Ouch, aku bahkan tidak ingat eomma membesarkanku untuk menjadi anak seperti ini! Seorang penguntit ? yay! Tidak pernah ada dalam kamus hidupku akan menjadi seorang penguntit. But I did it now.

Karna terlalu serius dengan apa yang ku lihat—ditambah melamun—tanpa sengaja aku menabrak seseorang dari arah yang berlawanan. Aku jatuh terduduk, sama halnya dengan orang itu.

“ cheongsanghamnida, aku tadi terburu-buru, “

Aku berdiri dan membersihkan debu-debu yang menepel di rok sekolahku, “ gwenchanayo, aku juga salah, aku berjalan di tengah keramaian dengan memainkan hp ditambah melamun, mianhamnida “

“ ne, kita sama-sama salah, adil, kan ? “

Aku mengangguk. Aku cepat-cepat mengambil handphone yang tergeletak tak berdosa di lantai. Takut jika orang di hadapanku menyadari siapa wallpaper yang terpajang di layar benda elektronik kecilku tersebut.

“ well, sekali lagi maaf untuk tabrakannya, aku harus cepat pergi, “

Aku tersenyum dan mengangguk, “ ne, aku juga minta maaf “

Orang tersebut segera berlari dari hadapanku. Aku mengedikkan bahuku. Mungkin ia benar-benar terburu-buru hingga tanpa sadar menabrakku. Aku menyimpan handphoneku dan melangkah santai ke arah perutku membutuhkan konsumsi hidup.

***

hari Jum’at? Hmm.., hari ini jadwalnya…

Aku membuka buku kecil yang ku simpan di saku tasku di bagian paling depan. Ingin tau apa isinya? Semua tentang Eunhyuk. Siapa nama sahabat-sahabatnya, data-datanya, jadwal yang ia kerjakan, semua, semua yang ku ketahui tentangnya.

Dari mana aku dapat data-data tersebut ? rahasia.

Karna jika aku memberitahunya, kalian akan dengan mudahnya mendapatkan data-data yang aku harus berusaha mati-matian mencarinya tanpa ada orang yang tau akan kegiatan yang sedang ku lakukan.

dance? Aish! Hari ini dia kosong, hanya ada jadwal dance di jam pelajaran ke enam, hmm… jam ke enam ? bukankah aku pelajaran menyanyi…

Ku tutup buku kecil tersebut dan menyembunyikannya di tempat yang aku rasa paling aman yang pernah ada. Setelah mulai merasa semuanya aman aku mulai melangkahkan kakiku menikmati hidup indah hari ini.

***

Pelajaran ke enam, Ruang Kesenian

Aku mengintip sedikit—amat sedikit—keruang dance untuk memastikan apakah dia berada di dalam atau tidak. Untunglah pelajaran kesenian terbagi tiga ruangan dalam satu gedung. Di sebelah kanan ruang vocal, di tengah ruang dance, dan terakhir ruang musik.

Aku meletakkan tasku di tempat dudukku dan secara diam-diam menguntit ke ruang dance. Senyumku mengembang. Di dalam sana, terlihat ia sedang mendidik dua anak buahnya—yang aku ketahui sebagai Donghae, dan Kyuhyun. Wajahnya sama seriusnya saat ia sedang bermain bola dengan Junsu.

Aku mengeluarkan handphoneku dari dalam saku dan mulai mengambil fotonya secara diam-diam. Yey, dengan ini kumpulan fotoku akan dirinya semakin banyak!

Namun tiba-tiba,

Seseorang menepuk pundakku, “ hey, apa yang kau lakukan ? bukankah kau harus masuk ke dalam kelasmu ? kelasmu vocal bukan ? “

Cepat-cepat ku masukkan handphoneku tanpa meng-exit aplikasi kamera yang sedang aktif. Ku pasang wajah datar, sedater-datar mungkin. Aku membalik badanku.

“ ne, kau tau dari mana aku kelas vocal ? “

Orang tersebut tersenyum, “ well, I know you so much, as much as you know him “

Dan setelah itu orang tersebut meninggalkanku seorang diri dengan pandangan bingung menghiasi seluruh wajahku. Tunggu! Bukankah itu orang yang kemaren? orang yang tidak sengaja bertabrakan denganku ?

I know you so much, as much as you know him

Kata-katanya menggema dalam telingaku. Dia tau bahwa selama ini aku menguntit Eunhyuk ? darimana ? apakah dia sama sepertiku ? sama-sama menguntit Eunhyuk ? Hey! untuk apa dia menguntit Eunhyuk ? dia namja! Demi tuhan!

“ sebaiknya aku masuk ke dalam kelas, daripada songsaengnim marah dan tidak mengizinkanku mengikuti kelas vocal untuk di kemudian hari, “

Aku masuk kedalam kelas, sebelum itu, ku sempatkan diriku mengintip untuk terakhir ke dalam kelas dance. Namun yang ku lihat hanyalah ruang kosong. Tidak ada siapa-siapa di dalam sana.

mungkin, ia sedang membeli minuman atau sejenisnya,’ batinku menguatkan diriku sendiri

Ku rebahkan pantatku di atas kursi yang keras tersebut. Menit demi menit berlalu. Saat aku sedang asyik mengagumi foto-foto yang ada di dalam handphoneku tiba-tiba sebuah suara bass berbisik di telingaku.

“ bisa kau simpan handphonemu ? jauhkan bayangan akan dirinya dan menatapku untuk sekali saja ? “

Aku segera menyimpan handphoneku, “ mianhanda songsaengnim, “

Sebuah tertawa terdengar di telinga kananku. Dan aku yakin dengan amat yakin itu bukan suara songsaengminku sama sekali. Ku tolehkan kepalaku ke kanan dan pemandangan yang ku lihat lagi-lagi adalah DIA.

“ mengapa akhir-akhir ini aku merasa bayanganmu sering mucul di hadapanku? “

Ia tersenyum, “ bukankah itu lebih baik daripada selama dua tahun ini kau memandangi orang berwajah sama walaupun orang itu sama sekali tidak melihat ke arahmu ? “

Hell. Orang ini tau semua tentangku. Aku menatapnya meneliti setiap lekuk wajahnya. Tapi nihil, aku sama sekali tidak menemukan sesuatu di wajahnya. Wajahnya terlalu datar.

“ si—siapa kau ? “ tanyaku gugup

“ Kim Jongwoon, panggil saja Yesung, “

Ia menyodorkan tangan kanannya ke arahku. Ku tatap tangannya. Haruskah aku menjabat tangan tersebut? Tentu saja babo! Tidak sopan! Aku menjabat tangannya.

“ Jung—“

“ Jung Hyori, benarkan ? “ potongnya cepat

Aku mencium gelagat aneh dari orang di hadapanku. Tapi, aku sama sekali tidak tau apa itu. Wajahnya benar-benar datar tanpa emosi. Orang tersebut tersenyum dan menatap teman-teman kelasku.

“ hmm, semuanya, mungkin aku memang bukan guru, aku masih seangkatan dengan kalian jadi kalian tidak perlu berlaku sopan santun terhadapku, “

Seorang temanku mengangkat tangannya, “ untuk apa kau disini ? “

“ songsaengnim sedang izin, berhubung aku ketua klub vocal ia menyuruhku menggantikannya mengajar kalian, boleh ? “

Aku mengedikkan bahuku. Terserah. Siapapun yang mengajar bukan masalah. Aku kembali mengeluarkan handphoneku dan memandangi fotonya untuk yang ke sekian kalinya. Tidak berusaha memperdulikan dirinya yang sedang berkoar-koar menjelaskan tentang 1 oktaf, atau 2 oktaf.

Yang aku tau hanyalah dunia aku dan dia. Walau hanya sebuah foto tak bergerak, aku sudah cukup senang. How pathetic am I?

^brakk!!^

“ JUNG HYORI !! “

Aku segera berdiri begitu mendengar namaku disebut, “ ayayay? “

“ bukankah sudah ku katakan tadi dilarang menggunakan handphone ?! “

“ mianhanda, “

Ku lihat Yesung menghembuskan nafasnya kesal, “ berhentilah menjadi ‘stalker’ orang tersebut, sekeras apapun kau berusaha ia tak kan melihat ke arahmu, kau belum tau banyak tentangnya “

Ketakutanku menghilang digantikan sebuah amarah yang memuncak. Hey, memang dia kira dia siapa ?! berani sekali dia membongkar segala kegiatanku ?

“ lalu ? kau bilang dirimu sendiri apa ? bukan seorang stalker begitu ? huh, aku memang tidak tau kau siapa dan bagaimana bentuk hidupmu sebelum bertemu denganku, tapi hanya melihat ke dalam matamu aku sudah tau kau sama sepertiku ! sama-sama stalker ! sama-sama penguntit ! “

Orang tersebut memutar kedua bola matanya dan kembali melanjutkan pelajaran seolah tidak terjadi apa-apa. Meninggalkanku terbengong sendirian di kursiku. Yay, siapa dia sebenarnya sih ?!

Setelah menuliskan ini –itu di papan tulis. Bercerita tentang ini-itu. Dan mengajarkan cara menarik nafas yang benar, atau posisi yang benar saat kita menyanyi. Bagaimana caranya mengatur agar vocal kita tetap seimbang. Akhirnya, ia memberikan kami tugas.

Ia berjalan ke arahku. Mau apa lagi dia ? aku bahkan tidak tau apa-apa soalnya, dan dia tau segalanya tentangku. Hey, tunggu! Bukankah ini seperti posisiku dengan Eunhyuk ? aku tau semua tentangnya tapi ia sama sekali tidak tau tentang aku, bukan ?

Aku berharap tidak, aku harap ia tau namaku.. setidaknya…

“ Hyori-ssi, nanti aku ingin bicara, setelah kelas selesai, “ bisiknya saat melewati tempatku duduk

Setelah kelas selesai ? apa yang ingin dia bicarakan ? aku menatapnya memelas. Memohon agar di izinkan pergi sebentar selama lima belas menit. Setelah negosiasi cukup lama, ia menyerah. Ia membiarkanku kosong selama 15 menit, kemudian kembali ke kelas vocal.

Setidaknya ia mempunyai sosok baik…

***

Aku berlari sekencangnya. Menembus angin, menembus apapun yang ada di hadapanku. Meninggalkan bayangan yang aku lihat jauh, jauh di belakang sana.

Ternyata benar kata Yesung. Aku belum mengenal semua tentang Eunhyuk. Bagaimana tidak ? aku bahkan tidak tau kalau ternyata ia mempunyai pacar !!

Pada awalnya aku kira ia hanya ‘sahabat’ seperti teman Eunhyuk lainnya. Namun, aku merasakan tatapan berbeda saat Eunhyuk menatap mata yeoja tersebut. Setelah cukup lama mengintai, kedua temannya yang lain mulai menghilang meninggalkan Eunhyuk dan seorang yeoja.

Dan aku merasakan seluruh duniaku berhenti berputar, jantungku berhenti berdetak, bahkan aku lupa bagaimana caranya bernafas! Tanganku dingin, bergemetar. Kakiku sama halnya seperti tanganku. darah yang mengalir di tubuhku seolah-olah berhenti saat melihat sebuah pemandangan menyakitkan.

Yeoja tersebut dan Eunhyuk berciuman.

Oke stop! Stop mengingat kenangan tersebut. Kenangan tersebut hanya akan menambahkan sakit di dalam hatimu. Akan menambahkan ke sedihan yang melandamu.

sekarang, apa yang akan kau lakukan Hyori ? akankah kau tetap menjadi stalker setianya ? setelah kau mengetahui semua ini ?

Aku menarik rambutku frustasi. Entah faktor apa, kakiku membawaku ke atas atap. Aku membuka pintu dan tidak melihat ke hadiran siapapun di dalam atap ini. Selangkah demi selangkah, tiba-tiba aku telah berada di pinggir atap. Menatap kebawah. Menatap betapa kecilnya orang-orang di bawah.

“ now what? “

Lagi, lagi dan lagi, air mataku merembah turun. Mengingat semua kenangan baru saja membuatku semakin sedih. Aku mengigit bibir bawahku, namun nihil tetap saja air mataku jatuh.

“ stupid, “ gumamku

Aku membuka tas punggungku dan mengeluarkan secarik foto. Sebuah foto tentangnya yang telah ku cetak dengan ukuran 3×4. Foto tentangnya yang sedang tersenyum cerah ke arah kedua temannya.

“ hey, how could you do this to me? Am I hurt you? Are you suffering cause me? No!! I’m the one who suffer so much! And it’s all your fault! “

Ku remas foto tersebut, sedetik kemudian ku buka lagi. Walaupun foto tersebut telah lusuh tak berbentuk masih saja senyuman yang ada di foto tersebut terlihat mengagumkan. Senyum yang mengagumkan, mata yang memacarkan semangat hidupnya, benar-benar cirri khas seorang Lee Hyukjae.

but now I must move on, she deserve everything, and I don’t

Dengan keberanian yang cukup tangguh. Kertas tersebut ku bagi menjadi dua. Kemudian menjadi empat. Semakin lama semakin kecil dan sudah benar-benar tidak berbentuk.

“ how stupid am I can fall in love with you? “

Ku buang satu sobekan dari bagian-bagian kecil foto tersebut.

“ and you make me to be your secret admirer without knowing you already have a girlfriend ? “

Sekali lagi aku membuang foto tak berbentuk tersebut.

“ stupid, how stupid I am “

Dan kali ini, ku lepaskan semua foto-foto yang telah menjadi bagian-bagian kecil tersebut. Aku tersenyum pedih. Well, mungkin aku harus bangkit sekarang. Tidak perlu bersedih lama-lama. Karna memang sejak awal kau tidak pernah menaruh perhatian padaku, kan?

“ aku menyuruhmu kembali ke kelas vocal, bukan ke atap! “

Loh. Kenapa sekarang di telingaku bergema suara orang yang sama sekali tidak aku ketahui asal-usulnya tersebut ?

“ hey, hey ? kau menangis ? ya! Jangan menangis, “

Ugh. Seberapa besar keinginannya, keinginanku untuk tidak menangis jauh lebih besar dari siapapun. Aku menghapus air mataku namun sebuah air mata menyusul air mata yang lainnya.

Ku rasakan sebuah tepukan di pundakku, “ hey? gwenchanayo ? “

Aku membalik dan ku lihat Yesung sedang menatapku dengan pandangan sedih. Jadi aku tidak berkhayal tadi ? tapi… dari mana dia tau aku ada disini ?

“ kau tau dari mana ? “

Yesung menaikkan sebelah alisnya, “ apanya ? “

“ kau tau dari mana semua tentangku ? tau dari mana kalau aku belum tau semua hal tentang Eunhyuk ? tau dari mana kalau aku selalu menjadi ‘stalker’ seorang Lee Hyukjae ? kau tau dari mana semua itu ?! “

“ cause we are same, “

“ huh? “

“ kamu menguntit Eunhyuk, aku menguntitmu “

Apa ?! menguntitku ? untuk apa ? untuk apa dia menguntitku ? oh tidak! Dia pasti orang jahat. Pasti dia mempunyai dendam denganku.

“ aku bukan orang jahat, aku menguntitmu karna aku mempunyai alasan, “

Ia bisa membaca fikiranku ? atau hanya perasaanku saja ? itu tidak penting, yang terpenting ia mempunyai alasan untuk menguntitku. Tapi, apa alasannya ? memang ada alasan khusus untuk menguntit yeoja malang sepertiku ?

“ alasanku menguntitmu sama seperti alasanmu menguntit Hyukjae, “

“ MWORAGO ?! “ teriakku tanpa sadar

“ memang salah kalau alasannya itu ? “

“ ma..maksudmu… kau suka padaku begitu ? “

Bukan aku ke GR-an, tapi alasanku satu-satunya untuk menguntit Eunhyuk adalah karna aku menyukainya bukan ?!

“ kalau iya ? “

Aku terdiam. aih, aku tidak tau harus membalas apa. Seumur-umur aku belum pernah di tembak oleh seorang namja manapun!

“ aku menyukaimu sejak pertama bertemu denganmu, tapi aku rasa kau juga jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Hyukjae, berkali-kali aku melihat gerak gerikmu dan ternyata kau suka sekali menguntit Hyukjae, dimanapun ada Hyukjae disitu ada dirimu, “

Ia tersenyum, “ padahal, kasus kita sama, di manapun ada kau disitu ada diriku. Kau menguntit Hyukjae, dan aku menguntitmu. Suatu hari aku benar-benar tidak tahan, aku ingin kau menyadari keberadaanku, dan kau pasti tau apa yang aku lakukan “

“ memang… apa ? “ tanyaku setelah terdiam sangat lama

“ sengaja bertabrakan denganmu, “

Oh! Aku ingat hal itu. Kami berdua bertabrakan. Ya, setelah itu kami jadi lebih sering bertemu. Dia benar-benar cerdik. Aku bahkan tak pernah berfikir untuk melakukan hal tersebut terhadap Hyukjae sedikitpun.

“ tapi… walaupun Eunhyuk tidak menyadariku…, aku masih mencintainya sampai detik ini… “

Ia tersenyum dan mengacak-acak rambutku lembut, “ well, aku tau itu pasti jawabanmu, aku hanya ingin kau tau karna aku tidak tahan lagi memendam semua ini sendirian, aku salut denganmu! Cintamu pada Eunhyuk pasti amatlah besar, “

“ aku pergi sekarang, oh? Tidak ada hal yang akan kita bicarakan lagi, bukan ? “

Aku mengangguk pelan. Perlahan dan perlahan, badan Yesung mulai menjauh dariku. Sesaat sebelum ia berhasil meninggalkanku di atap seorang diri. Aku telah mendapati diriku memeluk Yesung dari belakang.

“ aku tau perasaanmu, pasti sakit, miane… “

“ gwenchana, aku tau kalau—“

“ kita sama, kita sama-sama tidak di anggap oleh orang yang kita sayangi, aku tau rasanya, sakit amat sakit, dan aku tidak ingin ada orang lain yang merasakan hal tersebut lagi, cukup aku yang merasakan seberapa sakitnya di tolak, “ potongku

“ tapi.. kau menolakku, kan? Berarti ada dua orang yang merasakan sakitnya ditolak “

“ tidak akan, hanya aku, aku janji “

“ maksudmu ? “

“ berikan aku waktu sampai aku akan merasakan hal yang sama sepertimu, beri aku waktu sampai aku bisa melihatmu seperti di saat aku melihat Eunhyuk, aku tidak tau mengapa yang aku tau.. aku tidak ingin kau terluka sepertiku “

“ ka..kau serius ?! “

Aku melepas pelukanku dan dengan cepat Yesung membalikkan badannya untuk menghadapku. Ku lihat keraguan memenuhi kedua matanya. Aku tersenyum ke arahnya.

“ aku tidak tau kapan, aku janji, aku yakin selama kau ada di sampingku, aku bisa merasakan hal yang sama terhadapku, kau siap menungguku ? “

Ia memelukku erat, “ kapanpun, aku siap… “

Well. Mulai sekarang aku harus berusaha. Berusaha agar dapat melihat ke arahnya. Aku yakin, perlahan-lahan aku pasti akan menyukainya. Aku akan merasakan hal yang sama. Perasaan yang sama seperti perasaan yang aku rasakan terhadap Hyukjae.

***

Kritik dan saran di terima dengan lapang dada^^

26 thoughts on “The Stalker–Request

  1. Hahaha.
    Si donghae maenin 2 peran dong?
    Donghae cowo jadi asisten si kunyuk.
    Donghae cewe jadi cewenya si kunyuk.

    Tapi untung saeng ga buatin namanya tuh cewe yg jadi pcarnya si monyet..
    Kalo sampe dibuatiiiiin……
    *ya gak kenapa2 sih.
    #plakk
    hahaha.

    1. huum^^
      Donghae cowok yang di didik di klub dancenya sama Donghae cewek yang ciuman sama Unyuk
      atau… jangan-jangan yang ciuman itu Donghae cowok pake wig panjang jadi cewek ? o.O
      #plak

      jiah,
      nanti aku buatin, yang ciuman ama tuh monyet namanya….
      ONNIE [?]

  2. Hahah..
    Nama kok eonni…
    Wkwkwk ~
    eunhyuk terus dipasangin ama donghae aja saeng.
    Eon ga bsa byangin kalo eunhyuk ama yg laen.
    Hahaha ~

  3. Nah masalahnya, kalo donghae mengijinkan ntar giliran eon yg protes.
    *emang saya siapa?
    Hahaha ~

  4. Bisa dibilang gtu.
    Soalnya eon suka yesung + donghae + wookie.
    Yg laen juga suka sih.
    Pokoknya semua member suju eon suka.
    Kalo saeng biasnya eunhyuk kan?

  5. Tau dong saeng.
    Langsung keliatan bangeet.
    Dari poto yang dipake saeng tuh.
    Itu si monyet kan?

  6. Hahah.
    Tau deh saeng, eon akhir2 ini jadi suka ama kyu..
    *gara2 ff*
    wkwk..

    Lagian eon lg dengerin lgunya kyu nih..
    Jadi kebawa2.
    Hahah..

      1. hahah..
        ada yang gak setiia..
        ekekkeekk..

        iya saengg..
        eonn seneng amat ama sii kyu akhir-akhir ini..
        >_<

  7. Andwae.
    Gak bisa saeng..
    Masa kyu jadi pembantu?
    Kan dia gak bisa kerja.
    Eunhyuk aja saeng.
    Kan dia jago bersih2nya.
    Hahaha ~/plaaakk

  8. Tapi kan yg paling rajin ngebersihin dorm si unyuk.
    Henry kasian saeng kalo jadi pembantu..
    Imut begituuu..
    Hahaha ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s