fanfictions

Misunderstanding [YeWook Vers]–Part 2

Tittle : Misunderstanding [Yewook Vers]—part 2

Main Cast :

–          Kim Ryeowook

–          Kim Jongwoon

–          Luna

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi

Rating : T

Length : Two-shoot

Part : Part 1 │ Part 2

***

“ apa ?! putus ?! “

Namja di hadapannnya mengangguk pelan. Air mata mulai berjatuhan dari ujung matanya. Ia membuang ke arah lain, tidak sanggup menatap orang yang sangat disayanginya tersebut.

“ aku.. tidak tahan kau acuhkan terus, hyung… “

“ kapan aku mengacuhkanmu, Wookie ? “

Mendengar perkataan dari Yesung, Ryeowook segera menoleh. Mata sipitnya menatap Yesung tajam. Tajam seakan-akan siap menerkam Yesung kapanpun, dimanapun.

“ kau bilang kau tidak pernah mengacuhkanku hyung ?! selama ini yang ada di otakmu hanyalah ddangkoma, ddangkoma dan DDANGKOMA !! wookie beri makan Ddangkoma, Wookie kau lihat ddangkoming ? astaga wookie! Apa yang terjadi dengan ddangkomaeng ?! itu yang kau sebut TIDAK MENGACUHKANKU ?!! “

Yesung terdiam di tempatnya. Otaknya mencoba mencerna semua perkataan yang di lontarkan dari mulut kecil orang yang paling di cintainya di dalam hidupnya.

“ dan sekarang… ketika kau mempunyai perhatian, perhatianmu malah dengan Luna ? aku sudah cukup muak di buat oleh ddangko brothers mu! Dan sekarang Luna ? “ ia menarik nafas perlahan, “ aku tidak tahan lagi hyung…. “

Yesung berdiri hendak menyentuh bahu Ryeowook—berniat menenangkannya—namun di tepis dengan kasar oleh Ryeowook. Gerakan yang tidak pernah ia lakukan terhadap Yesung.

“ jangan sentuh aku! Setidaknya sampai perasaanku padamu terlupakan, “

Yesung menggeleng cepat, “ andwae! Jangan pernah lupakan Wookie-ah, aku masih mencintaimu.. jangan seperti ini, aku janji aku tidak akan mengacuhkanmu hanya karna ddangkoma, ddangkoming dan ddangkomaeng, aku janji… “

Ryeowook mengangkat kepalanya menatap Yesung tepat di matanya. Matanya menggambarkan kesedihan, matanya menggambarkan betapa tersakiti dirinya. Matanya berkaca-kaca. Matanya yang tajam menusuk Yesung tepat di hatinya.

“ dan kau kira aku percaya begitu saja, hyung? Berapa kali kau sudah berjanji hal yang sama denganku ? berapa kali kau berkata hal yang sama namun akhirnya tidak pernah kau tepati ? “

Yesung mengatupkan mulutnya.

“ berapa kali kau mengatakan kau akan membagi waktumu antara ddangkoma denganku ? berapa kali kau mengatakan kau akan lebih peduli denganku dari pada ddangkomamu ? berapa kali kau berjanji padaku dan hasilnya KAU TIDAK MENEPATINYA ?!! “

Ryeowook menundukkan kepalanya lagi. Air mata jatuh dari ujung matanya, membasahi pipi putihnya. Yesung berdiri serba salah. Di sisi lain ia ingin menyangkal, di sisi lain semua itu benar. Ia telah berkali-kali menyakiti perasaan Ryeowook.

“ Wookie-ah, aku…. “

^drrt… drrt… drrt….^

Getaran hp Yesung memotong kata-kata yang akan di ucapkan olehnya. Ryeowook mengambil hp tersebut, membacanya dengan senyuman getir lalu menyerahkannya terhadap Yesung.

“ sepertinya percakapan kita telah selesai, kau bisa bertemu Luna sekarang, “

Yesung menatap ponsel yang bergetar hebat di tangannya. Ia harus memilih. Di ruangan ini berjuang demi cintanya, atau di genggamannya berjuang demi karirnya ? mana yang lebih penting ?! dua-duanya hal yang sangat penting baginya.

“ tunggu apa lagi hyung ? apa perlu ku tunjukkan pintu keluar agar kau bisa segera menemui Luna secepat mungkin ? “

Yesung menggigit bibirnya kuat-kuat. Ia pasti berbohong jika bilang ia tidak sakit mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Ryeowook. Tapi apa daya? Ryeowook benar-benar marah kali ini dan itu berarti kartu kematian.

Ia menghembuskan nafas panjang sebelum memutuskan untuk mendatangi panggilan Luna. Ia menatap Ryeowook serba salah.

“ Wookie, nanti kita bicara lagi, jangan harap masalah ini selesai begitu saja, “

Ia segera keluar ruangan, meninggalkan Ryewook yang sedang memeluk lututnya, dan menangis sendirian di dalam kamar…

Selang beberapa waktu setelah Yesung pergi, seseorang mengetuk pintu kamar Ryeowook. Tanpa di tebak pun ia tau pasti itu para hyung-nya yang akan bertanya sebenarnya apa yang terjadi. Ia menertawai kebodohannya dalam diam.

kalau tadi aku tidak berteriak, pasti mereka tidak akan mendengar semuanya… ‘ batinnya pilu

“ Ryeowookie, gwenchanayo? “

Suara Sungmin terdengar dari luar pintu. Dari suara dapat terlihat nada yang amat-sangat-khawatir. Ini baru suara, bagaimana dengan ekspresinya?

“ Ryeowookie, boleh aku masuk? “

Ryeowook menggeleng perlahan, “ bi..biarkan aku sendiri dulu.. hyung… “

“ arasso, tapi kalau kau butuh tempat bersandar atau bercerita jangan malu-malu, kau mempunyai 12 orang untuk bersandar, kau tidak perlu takut merepotkan, “

“ ne hyung, kalau aku sudah siap.. aku pasti bercerita… “

“ baiklah, aku tidur duluan, neh? “

Mendengar kata ‘tidur’ Ryeowook seolah teringat sesuatu. Ia segera melepar selimut yang melilit kakinya dan melempar bantal yang ia jadikan tempat menangis tadi. Ia segera menghampiri pintu dan membukanya dengan gerakan cepat.

“ Woah! Kau mengkagetkanku! “

Ryeowook tersenyum tipis, “ boleh aku tidur bersamamu, hyung? “

Sungmin mengernyitkan dahinya bingung. Jarang sekali Ryeowook ingin bertukar kamar. Well, biasanya yang paling sering melakukan tukar-kamar adalah Yesung. Sungmin mengedikkan bahunya dan tersenyum manis ke arah Ryeowook.

“ tentu saja boleh Ryeowookie, biarkan Kyuhyun tidur di sofa atau kalau dia mau biar dia tidur disini saja, “

“ tidak merepotkan? “

Sungmin menggeleng cepat, “ aniyo! Tidak, sama sekali tidak merepotkan! “

Ia menarik tangan Ryeowook menuju kamarnya dan langsung menarik Kyuhyun yang sedang asyik bermain PSP keluar dari kamar. Saat ia ingin protes karna aktivitasnya telah di kacaukan mendadak nyalinya menciut melihat ‘death-glare’ yang di berikan sang istri. Dengan berat hati ia meninggalkan kamarnya…

***

Yesung melepaskan sepatunya dan segera berjalan secara perlahan-lahan ke dalam dormnya. Dormnya yang sunyi dan tidak terlihat sosok yang masih terbangun. Ia menghela nafas panjang—amat panjang.

“ Ryeowook pasti sudah tidur.. “ gumamnya

Benar saja keadaan dorm benar-benar sepi, tenang dan damai. Tidak ada tanda-tanda bahwa masih ada seorangpun yang terbangun. Setidaknya itu asumsinya sampai ia membuka pintu kamarnya.

“ yo~ ! “

“ KYU ?! “ ia cepat-cepat menutup pintu kamarnya, “ apa yang kau lakukan disini dan di jam selarut ini ?! “

“ aku di usir Minnie-hyung, dan… apakah kau perlu bertanya mengapa aku masih bangun sampai jam segini ? “

“ oh iya PSP, aku lupa… “

Kyuhyun menatap Yesung dari atas sampai bawah, “ kau habis dari mana hyung ? “

“ rekaman, “

“ selarut ini ? “

“ ne, Sooman songsaenim ingin rekaman ini segera rilis, hh… melelahkan… “

Yesung merebahkan badannya di atas tempat tidurnya dan membenamkan seluruh wajahya di atas bantal putih empuk tersebut. Ketika ia hendak memejamkan matanya, ingatannya kembali ke kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu.

“ Kyu ? “

“ hng? “

Oh, ternyata sang Kyuhyun telah memegang PSPnya lagi. Yesung merubah posisinya menjadi posisi yang lebih enak dan menatap Kyuhyun walau yakin, orang yang ia tatap tidak mungkin peduli dengannya.

“ dimana Wookie ? “

“ kamarku dan Minnie-hyung, “

“ tadi.. apakah… masih… aduh! Apakah tadi… dia masih sedih Kyu? Apakah dia masih marah denganku ? “

Kyuhyun mengedikkan bahunya acuh tak acuh. Yesung menghela nafas panjang. Bicara dengan sang magnae tidak hanya perlu menggunakan mulut, tapi juga dengan otot, dan hati yang sabar dan ikhlas sehingga dapat di terima disisinya [loh?]

“ memang hyung sedang bertengkar dengannya ? “

“ begitulah, “

“ wae? “

“ ia berfiiran bahwa aku mengacuhkannya, tidak peduli dengannya dan sangat-sangat over perhatian dengan ddangko brothers, memang benar, ya? “

“ kalau aku bilang… iya, “

Yesung merebahkan badannya, tangannya ia silangkan dan ia gunakan sebagai bantal walau dalam kenyataan di bawahnya masih ada bantal. Matanya menatap langit-langit kamarnya, namun pandangannya kosong. Ia sedang menerawang.

“ over? “ gumamnya terhadap dirinya sendiri,

“ memang sih… tapi… tidak juga, kan? “ gumamnya lagi

Ia menggeleng, “ tidak! Aku terlalu mengacuhkannya, “ sedetik kemudian, “ tapi… tidak juga, aku masih menaruh perhatian padanya, “

Ia kembali menerawang. Menerawang. Dan menerawang. Tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya lagi dan kali ini lebih kencang.

“ aku tidak perhatian! Yang ku perhatikan hanya ddangko, dia pasti kesepian, “ sedetik kemudian…, “ tapi, itu bukan berarti aku tidak perhatian dengannya juga kan? “

“ ya hyung! Kau tau aku sayang dengan kalian semua, tapi bisakah kau tutup mulutmu untuk sementara waktu ?! aku tidak bisa menyelesaikan gameku jika kau terus berceloteh soal ‘perhatian’ dan ‘kurang perhatian’ !! aku yang mendengarnya bisa gila !! “

Yesung menoleh ke arah Kyuhyun, “ menurutmu ? aku perhatian atau tidak ? “ tanyanya mengacuhkan segala ucapan yang di katakan Kyuhyun secara panjang-lebar.

“ ne, kau kurang perhatian, puas ? “

“ benar, ya? “

Yesung kembali menggumam dan menggumam. Membuat sosok namja di sampingnya tidak dapat berkonsentrasi melakukan kegiatan yang sedang di lakukannya.

***

Pagi menjelang. Keadaan dorm Super Junior tidak berubah, masih seperti biasa. Yang berbeda hanyalah, di kubu YeWook. Benar-benar asing dan misterius. Yesung tetap menutup mulutnya, sementara Ryeowook menampilkan ke anehan yang terjadi dirinya dalam masakan.

Ia tidak memasak enak.

Namun semua member memakluminya, memaklumi bahwa Ryeowook mereka sedang ada masalah. Dan mereka membiarkan semua berjalan seperti seharusnya. Suasana makanpun mulai berubah. Menjadi lebih..

Diam. Sunyi. Dan tenang.

Selesai makanpun tidak ada yang berani berkomentar banyak-banyak. Mereka semua langsung menarik pasangan mereka dan mulai masuk ke kamar mereka masing-masing. memberi waktu terhadap dua sejoli yang sedang (putus) kasmaran.

“ Wookie, “

Ryeowook menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Sebenarnya tanpa menolehpun ia tau siapa yang memanggilnya. Suara bass favorite-nya, siapa lagi kalau bukan suara seorang Kim Jongwoon ?

“ N-neh ? “

“ aku… aku minta maaf… “ Yesung menundukkan kepalanya, “ aku tau aku salah, aku memang kurang perhatian, semalaman aku berfikir apa yang telah aku lakukan dan apa yang belum aku lakukan, dan.. kau pasti terluka terlalu banyak, “

Ryeowook menelan ludah mendengar semua yang ia dengar. Ia ingin sekali berkata ‘iya’ tapi entah mengapa ia malah ingin menjawab sesuatu yang mampu membuat hyungnya kembali ceria seperti biasanya. Inikah yang namanya ‘mencintai orang lain melebihi mencintai diri sendiri’ ?

“ gwen..gwenchanayo… “  jawabnya gugup

Yesung mendongak dan menatap mata Ryeowook dalam-dalam, “ Wookie, aku.. aku tidak bisa jika berpisah denganmu.. berpisah dalam arti… putus… aku masih sangat menyayangimu Ryeowookie, aku minta maaf atas kelalaian yang telah aku lakukan, tapi.. apa tidak ada kesempatan kedua ? “

Ryeowook terdiam. Otak dan dirinya ingin berkata ‘iya’ namun hati dan lidahnya tidak mampu mengucapkan sepatah katapun. Logikanya menyuruh ia menerima ajakan Yesung kembali, karna ia tau dirinya masih sangat mencintai sosok hyungnya tersebut. Namun hatinya menolak,

Ia tidak ingin terluka untuk yang kedua kalinya.

“ semua orang punya kesalahankan Wookie? Apa aku tidak boleh menjadi salah satu dari orang-orang yang telah melakukan kesalahan tersebut? Aku juga manusia biasa, aku pasti punya salah… “

Ia menarik nafas panjang, “ aku tau kau mungkin takut terluka untuk yang kedua kalinya, tapi.. aku berjanji, kali ini aku berjanji sejanji-janjinya aku tidak akan melalaikannya lagi, aku tidak akan over perhatian terhadap ddangkoma, aku akan memperhatikanmu, aku janji Ryeowookie.. “

Haruskah ia percaya semua ini? Tanyanya dalam hati

Ya, Ryeowook masih sangat ragu untuk mengucapkan kata iya. Namun ia tau, logikanya, dirinya dan lidahnya telah siap mengucapkan kata iya. Yang tersisa hanya hatinya. Ia merasa berada di ujung jembatan yang sebentar lagi akan jatuh. Ia bimbang.

“ apa yang harus ku lakukan agar kau percaya denganku Kim Ryeowook? “

Ryeowook mendongak dan menggeleng dengan cepat. Tanpa ia proses, tanpa ada keinginan dari logikanya. Hatinya, hatinya yang menyruhnya untuk menggeleng.

“ kau.. tidak perlu melakukan apapun hyung… “

Yesung menatap Ryeowook tidak percaya, “ kau percaya padaku? Kau memberikanku kesempatan? “

Ryeowook mengangguk malu-malu. Ia akhirnya memutuskan untuk mengucapkn ‘iya’ dan setelah mengucapkan hal tersebut, sesuatu yang menghimpit paru-parunya seakan-akan mulai mengendur. Entah mengapa ia sekarang merasa amat-sangat lega.

Yesung menarik Ryeowook kedalam pelukannya, “ mianhae aku telah melukaimu, aku janji hal tersebut tidak akan terjadi lagi, “

“ gwenchana hyung, maaf atas sikapku kalau aku sedikit..Childish? “

“ tidak apa, kalau kau tidak bersikap seperti itu, aku tidak mungkin sadar akan kesalahan yang telah aku lakukan, bukan? “

“ neh, “

Ryeowook membenamkan wajahnya di dada bidang Yesung, tangannya melingkari pinggang Yesung dengan erat. Sama halnya dengan Yesung, dagunya ia sandarkan di kepala Ryeowook dan tangannya memeluk badan Ryeowook penuh rasa sayang.

“ saranghaeyo, Kim Ryeowook, “ bisiknya

Ryeowook tersenyum, “ nado saranghaeyo hyung… “

“ wookie? “

“ neh? “

“ boleh berkomentar sesuatu ? “

Ryeowook melepaskan Yesung dan menatap Yesung bingung. Alisnya mengernyit menjadi satu.

“ memang mau berkomentar apa? “

“ masakanmu kurang enak, terlalu asin, kalau kau memasak yang terlalu asin.. nanti ddangkoma bisa sakit kau tau? Dia tidak bisa makanan yang terlalu asin.. “

Oh no, He did it again….

***

End juga akhirnya FF ini,

Maaf buat para YeWook Shipper yang udah nunggu FF ini dari lama, mianhaeyo, jeongmal miane >,<

11 thoughts on “Misunderstanding [YeWook Vers]–Part 2

  1. Hahahah..
    Saeng, kok kamu pinter bget sih buat ffnya.
    Eon jadi sirik deh.
    Hehe..

    Ish, si Yesung oppa kerjaannya mikirin ddangko brother mulu dah,
    si wookie kan kasian.
    Cup.cup.cup.
    Wookie oppa uljima..
    *eonmulaisaraphnya.
    Keke ~

    1. eh? pinter?
      pinter dari mana eonnie, ini masih kacau balau, masih jelek-_-
      kenapa sirik ? jangan sirik dong! Keep Writing, eon! Fighting^^

      hahaha,
      namanya juga Yesung, apa-apa yang penting ddangko brother yang pertama
      xD
      *ikut sarap*

  2. Lahh.
    Emang beneran pinter kamu saeng..
    Percaya deh ama eonn..

    Haha..
    Dasar yesung oppa..
    Tetep aja sayang ama tuh ddangko brothers, padahal yeppa selalu dicuekin tuh. Ddangko Ngomong aja gak mao.
    *ya iyalah.
    #saraph tingkat dewa.
    Kekeke ~

    1. pinter apanya sih eon?
      orang kata temen-temen aku FF aku itu sederhana banget, klise-_-

      hahaha
      kalo misalkan ddangko bisa bicara, unyu banget deh xD

  3. Sederhana?
    Menurut eon udah bgus kok saeng.
    Apalagi umur kamu yg masih muda..
    *sirik.
    Temen2 kamu yang salah kali.
    Heheh..

    Hahaha.
    *ngebayangin ddangko bsa ngomong.
    Wkwkwk.

      1. hahaha..
        ahh,, kagak eonn kagak salahh.. *gak mao kalah..
        wkwkwk..

        yeeyeyey..
        akhirnya eonn ol lewat kompiee..
        hari ini eon mao post ff dolo ahh..
        wkwkwk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s