fanfictions

[Prolog] Let Me Loving You..

Title : Let Me Loving You—Prolog

Main Cast :

–          Cho Eunyoung [You]

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog

***

Di ambil dari cerita ‘1 liter of tears,’ ’49 days,’ ‘Surat Kecil Untuk Tuhan,’ dan cerita lama karya saluran TV favorite kita ‘Buku Harian Nayla,’

—padahal aku belum ada nonton semua, cuma di certain doang.. tapi untuk yang 1 liter of tears sama Surat Kecil Untuk Tuhan aku mah udah baca—

***

Eunyong POV

Aku menatap banner sekolah baruku tersebut. Pertanyaan yang ku simpan rapat-rapat akhirnya keluar dengan sendirinya begitu aku tiba dan melihat banner besar yang bertuliskan nama sekolahku saat ini. SM High School. Sekolahku yang jauh dari teman-temanku yang berada di Geonggu sana.

Mengapa orang tuaku harus memindahkanku?

Pertanyaan tersebut masih berkelebat keluar-masuk dari dalam fikiranku. Tak pernah ku ucapkan. Aku hanya menyimpannya dalam hati dan menyimpannya rapat-rapat. Bahkan saat orang tuaku telah mengurus semua surat kepindahanku aku hanya mengangguk patuh.

Ku tarik nafas panjang-panjang, dan melangkahkan kakiku ke arah gedung yang sekarang akan menjadi sekolah baruku. Untuk selamanya.

***

Seperti dugaanku, semua orang menatapku dengan pandangan aneh. Pandangan mencibir. Pandangan tidak suka. Inilah alasanku mengapa aku tidak mau di pindah dari Geonggu menuju Seoul. Semua orang disini adalah orang baru. Orang yang tidak mengetahui asal-usulku. Orang-orang baru yang hidup bebas di kota dan tidak pernah melihat orang bernasib sepertiku.

Aku cacat.

Cacat yang tidak aku ketahui mengapa aku bisa cacat seperti ini. Aku hanya tau—walau belum di konfirmasi secara pasti oleh dokter pribadiku, Mr. Lee—aku cacat. Sudah sebulan ini, aku sering terjatuh tanpa sebab. Daguku sering berdarah, pelipisku juga sudah terlihat luka disana-sini.

Aku menunduk malu. Tidak! Aku tidak boleh malu! Aku harus bertahan dan tidak boleh kalah dengan siapapun! Aku harus berani menerima semua pernyataan yang di cemoohkan oleh orang-orang di sekitarku.

“ cih, apakah akan ada orang seperti dia yang akan sekolah disini? Aku tau ia pintar dan masuk sekolah ini hanya karna sebuah Beasiswa tapi aku tidak menyangka ia sangat cacat seperti ini bahkan terlihat sangat miskin, “

Aku hanya tersenyum miris mendengarnya. Memang aku ingin aku seperti ini? Aku tidak pernah ingin seperti ini! Aku juga ingin normal seperti kalian!

“ benar onnie! Coba lihat cara berjalannya, seperti robot! “

Aku hendak membuka mulutku namun teriakan seorang namja membuatku mengatupkan mulutku dan menelannya rapat-rapat. Semua yang ingin aku lontarkan pada kedua yeoja ini, sudah di lontarkan oleh namja tersebut.

“ Ya! Memangnya dia ingin hidup seperti ini?! Memang dia memilih agar hidupnya seperti ini? Apa kalian fikir kalian sempurna? Kalian fikir dengan mengecat rambut kalian seperti itu, kalian bisa mengalahkan kecantikan Emma Watson?! “

Kedua yeoja tersebut segera berlalu dari pandanganku. Aku menatap ke arah Namja yang berdiri dengan gagahnya—itu pandangan pertamaku—di sampingku. Aku membungkukkan badanku, kebiasaanku sebagai bentuk “maaf” dan “terima kasih”

“ Gomapsumnida, tapi aku tidak pernah membutuhkan pertolongan darimu, aku sudah terbiasa dengan sindiran-sindiran tidak berarti seperti itu, “

Ia tersenyum kepadaku, “ gwenchana, aku sudah mendengar kabar tentangmu dan… aku Lee Hyukjae seorang Vice President di SM High School ini, guru-guru TU sudah memberikanku koordinasi agar—“

Aku berjalan meninggalkannya. Dia hanya kasihan padaku. Dia sudah tau aku seperti apa orangnya, apa yang menimpa pada diriku. Maaf ya, tapi dalam keadaan apapun aku tidak akan pernah menerima kebaikan seseorang hanya karna “kasihan”

“ Yaa! Kenapa kau meninggalkanku? “

Heh? Kenapa dia sudah ada di sampingku?, tanyaku kebingungan

“ aku belum selesai bicara kau tau? Begini, guru-guru TU sudah memberikanku koordinasi agar aku membantumu mengelilingi sekolah dan membawamu untuk mengetahui letak-letak yang ada di sekolah serta—“

Aku mengangkat tanganku, “ mianhanda, tapi… aku tidak butuh yang namanya belas kasihan, maaf jika terlalu sombong untuk orang sepertimu, tapi di dalam keluargaku, sejak kecil aku sudah di beri tradisi agar tidak menerima kebaikan hati orang lain atas dasar kasihan, Terima Kasih. “

“ aku tidak mengasihanimu, “ ucap orang itu cepat sebelum aku berlalu dari pandangannya, “ aku benar-benar menolongmu bukan karna aku kasihan padamu, memang aku tau siapa kau dan.. maaf, “ ia membungkuk minta maaf.

Huh?

“ maaf jika kata-kataku terlalu lancang, aku tau kau terkena suatu penyakit yang… entah apa namanya, tapi percayalah aku tidak pernah merasa kasihan sedikitpun padamu, aku malah.. Bangga, “

“ bangga? Apa yang dapat di banggakan dari diriku? “

“ aku melihat catatan jati dirimu, dan.. aku merasa bangga akan sesuatu yang aku memang tidak tau apa itu, tapi begitu melihat jati dirimu aku tau semangatmu, buktinya kau tidak mau ada orang membelas kasihanimu, kan? Selama aku mendengar berita, setelah seseorang mendengar dirinya jatuh sakit keras ia pasti meminta belas kasihan orang lain, dan—“

“ dan menurutmu aku berbeda? “ potongku cepat

Ia mengangguk mantap. Aku merasakan dadaku bergemuruh dengan cepat. Baru kali ini aku bertemu dengan seseorang dengan pandangan seluas ini. Aku menarik nafas panjang dan tersenyum ke arahnya,

“ oke, aku memaafkanmu, maaf tadi sudah menuduhmu membelas kasihaniku, “

“ Gwenchana, “ ia menyodorkan tangannya ke arahku, “ Lee Hyukjae “

Aku menatap tangannya bingung. Aku harus menjabatnya? Tapi, kalau aku menjabatnya berarti.. kita akan berteman? Ia mau berteman denganku? Berteman dengan orang cacat sepertiku?? Dengan ragu-ragu, aku membalas jabatan tangannya.

“ Cho Eunyoung, “

Ia menampilkan senyuman–gummy-smile-nya ke arahku, “ Eun artinya Perak, Young artinya muda, berarti namamu Perak yang muda, kau masih harus di asah nih! “

Aku memukul lengannya pelan, “ baboya! Lalu apa arti namamu? Hyukjae? “

“ kurang tau, “

Aku menaikkan sebelah alisku meminta penjelasan lebih dari kata-katanya yang terlihat sedikit… menggantung tersebut.

“ saat aku lahir aku belum bisa protes seperti sekarang, jadi aku di beri nama Lee Hyukjae tanpa bisa berbuat apa-apa, kalau boleh memilih aku pasti akan memilih nama yang lebih keren! “

“ hah? Penjelasan macam apa itu? “

“ memang benarkan? Andai saja kalau waktu kecil aku bisa protes, pasti namaku sekarang Michaelle, atau Steven, atau.. Troy Bolton? Ah! Ah! Aku tau, pasti aku terlihat gagah jika aku menggunakan nama Harry Potter, “

“ Yaa! Itu nama fiksi! “

Dan akhirnya kami berdua bercakap bersama-sama menyusuri lorong yang panjang tersebut. Entah mengapa Hyukjae dapat dengan mudahnya membuatku tersenyum dan tertawa. Aku jadi teringat teman-temanku di Geonggu. Bagaimana kabar mereka sekarang?

“ Eunyoung-ah, sudah sampai, ini kelasmu “

Aku mendongak dan menatap papan kelasku. 2-5. Apakah aku akan bertemu dengan orang-orang yang sama seperti di sekolahku dulu? Orang-orang yang mau menerimaku dengan kondisi apapun tanpa rasa belas kasihan sedikitpun? Apakah aku—

“ aku sekelas denganmu, kalau itu yang kau takutkan tidak akan mempunyai seorang teman di dalam sana, “

Aku menatapnya kaget, “ bagaimana kau bisa tau? “

“ aku tau semua tentang dirimu, aku sudah mempersiapkan semua dari A sampai Z, tenang saja, semua pasti berjalan lancar, “

“ mengapa kau melakukan ini? Kau bahkan tidak mengenalku, kan? Kita bahkan baru bertemu di koridor tadi, ini.. terlalu ganjil untukku, “

Ia tersenyum ke arahku dan menatapku dengan lembut, “ Kalau aku mencintai seseorang, aku pasti akan mempersiapkan sebaik mungkin agar orang itu merasa nyaman saat berada di dekatku, “

“ Ma—maksudmu? “ tanyaku tidak mengerti arah pembicaraan ini,

“ well, aku mencintaimu “

***

I came with another Fict. Well, I really LOVE those novel. Are you already read those novel? If not, you MUST read it!

You will crying like I do (and actually all my friends do it). Haha! Oke, just patience. This just a little idea at my “damage” brain. So..

Enjoy[?]

12 thoughts on “[Prolog] Let Me Loving You..

  1. huwaaa,, kok kita sama sih saeng mao bikin ff yang sedih-sedihh??
    tapii eon belomm ngeposs..
    hahaha ~

    huwaaaa..
    saeng udah nonton 1 litre of tears?
    kalo eon baru ditunjukin ama kakak eon, sekarang masih ampe eps 3..
    #curcol/abaikan

    oh iyaa,, surat kecil untuk tuhan itu yang versi bahasa indonesianya ya saeng??
    soalnya film “letter to God” keren abiisss,,
    eon nangis nontonyaa..
    #curcol lagii..

    ohh iyaaa,, ff yang ini cpet-cepet di lanjut yahh saenngg..
    eon penasarann..
    tapii kaloo si saeng masih sibukk, eon sabar menantii..
    hohoho ~~

    oh iyaa,, eon boleh kritik kan??
    eheemm,, kalo di “1 litre of tears” bukan dagunya yang sering berdarahh..
    juga bukan pelipisnya yang mao lukaa..
    tapi karna dia jatuh, makanya bisa kayak gitu..
    tubuhnya sulit digerakkan sesuai ama kehendak kita..
    terkadang sulit membaca sesuatu, kayak buram gitu deh..
    terus kadang pandangan ga bisa fokus..
    kalo udah sampe tingkat cacat, dia idah susah ngomong ama gerak..
    harus pake kursi roda, ama pake alat bantu kalo ngomong..
    hadehhh,, koment eon panjang amaatt..
    mian yaahh saeenng..
    #deepbow
    heheh

    1. eonnie~ panjang bener dah komennya-_-” haha,

      aku tunggu yaa FFnya eonnie yang sedih itu :3
      Hwaiting!

      belom..
      aku baru baca novelnya ama baca komiknya , Film aku baru mau minta ke temenku..
      *curcol balik

      apaan tuh letter to god ? .__.
      *bloon

      hehe,
      insya allah seminggu aku bakal update 4 kali, tapi itu nggak di jamin juga eon ,
      mianhae *deep bow*

      iyakah?
      kalo di novelnya di jelasin ya kaya yang aku tulis itu,
      aduh aku salah ya? aish, otte eonnie???
      aku ngambil dari novelnya bukan dari filmnya…
      aih T^T

      1. letter to god itu udah film lama gitu saeng..
        film orang luar..
        ceritanya kisah nyata..
        tentang anak kecil yang kena kanker otak..
        tapi dia gak putus asa saeng..
        dia jadi selalu ngirim surat ama tuhan lewat pos..
        tapi penjaga pos itu jagain suratnyaa..
        waktu dia udah sekarat..
        dia buka surat ituu, ternyata isi surat itu semacam doa ama orang orang sekitarnya..
        si tukang pos akhirnya ngirim surat itu ama tiap orang yang didoain si anak kecill..
        nah, setelah itu banyak orang yang terinspirasi buat nulis surat untuk tuhan kayak dia..
        tapi dia akhirnya ninggall..
        tapi semua orang udah ikhlas ngelepas diaa..

        eheeemm.. panjang amat cerita eonn..
        oohh.. mungkin juga sih saeng jadi beda..
        soalnya terkadang kan yang di novel ama yang di film beda..
        tapi intinya tetp satuu..
        tetep dilanjut yah saeng..
        kalo ff eon yang sedih itu, kayaknya kurang sedih dehh saeng..
        soalnya eon buatnya 1 bulan yang lalu..
        tapi masih setengah jalan udah berhenti karna lagi liburann..
        nah setelah itu baru dilanjut lagii..
        tapi feelnya udah hilang
        heheh..
        tapi eon usahain post secepatnya..

      2. gitu?
        kok kayanya mirip ama ceritanya jaejoong ya? yang… judulnya apa gitu aku lupa,
        beneran mirip,
        cuman bedanya dia nggak kena kanker otak, tapi kelilit masalah apa gitu *maklum udah lama nntnnya udah lupa*

        nggak apalah eon, namanya beramal dikit😀
        sip deh eon,
        nanti malam ato nggak besok aku usahain ngepost yang part 2, udah rencana hari ini eh besok ada ulangan jadi cuma sempat bales2 komentar aja deh u.u

        sip😉
        aku tunggu kok eon!

  2. Heheheh.
    Okey. Makasi saeng.
    Ntar eon lanjutin lg deh.
    Tapi kok eon terkadang gak bisa koment di postingannya kamu ya saeng? Padahal eon pengen bget ngekoment “thanks to” nya suju. T.T
    koment eon panjang amat malah, tapi pas eon kirim, gak ada yang muncul. Sial.
    #curcol.
    Heheh

    1. sip😉 aku tunggu ya eon!
      Laaah? O___O
      kenapa lagi itu? kurang tau juga aye eonnie.. nggak paham yang begituan u,u

      emang eonnie komen apa aja dah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s