fanfictions

Let Me Loving You – Part 1

Title : Let Me Loving You—Part 1

Main Cast :

–          Cho Eunyoung [You]

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

Another Cast :

Lee Namhyo, Cho Kyuhyun

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1

***

Di ambil dari cerita ‘1 liter of tears,’ ’49 days,’ ‘Surat Kecil Untuk Tuhan,’ dan cerita lama karya saluran TV favorite kita ‘Buku Harian Nayla,’

—padahal aku belum ada nonton semua, cuma di certain doang.. tapi untuk yang 1 liter of tears sama Surat Kecil Untuk Tuhan aku mah udah baca—

***

Eunyoung POV

“ well, aku mencintaimu “

Aku menatapnya tidak percaya. Hey! Bagaimana bisa orang seperti dia mengucapkan kata-kata tersebut dengan santainya seolah tanpa beban sama sekali?

Aku harus berani menerima semua pernyataan yang di cemoohkan oleh orang-orang di sekitarku.

Aku tiba-tiba teringat kata-kataku saat aku menatap Banner sekolah ini. Ini… termasuk pernyataan orang-orang di sekitarku, kan? Apakah aku harus berani menerima semua ini?

Ku rasakan dia seperti bisa melihat kegelisahan serta kebingungan yang entah mengapa mengisi fikiranku dengan penuh. Ia tersenyum menenangkan, dan mengusap lembut rambutku.

“ kau tidak perlu gugup begitu, aku tau ini lancang, tapi.. aku tidak bisa berhenti memikirkanmu sejak aku di beri tugas untuk mengawasimu, betapa beruntungnya aku menjadi seorang Vice President di sekolah ini! “

Aku menatapnya tidak percaya, “ bukankah itu seharusnya.. setengah bulan yang lalu? “

Aku ingat betul saat orang tuaku mengurus berkas-berkas sekolahku. Mengurus ini itu, mengirim kesana dan kemari. Benar-benar sibuk. Dan saat appaku memberikan dataku kepada kepala sekolah SM High School, aku ingat betul itu kejadian setengah bulan yang lalu!

“ yap, dan aku beruntung akhirnya aku bisa bertemu denganmu, “

“ kau gila, “ ucapku tanpa sadar

Bukan kah wajar jika aku tiba-tiba berkata seperti itu? Dia tidak tau siapa aku. Kami tidak pernah bertemu. Kami tidak pernah berbicara. Kami tidak mengenal satu sama lain. Tapi ia mencintaiku selama setengah bulan lamanya??!

“ well, iya. Mungkin aku sudah gila mencintaimu, haha “

Aku mendecakkan lidahku kesal, “ ini bukan hal yang bisa di tertawakan Hyukjae-ssi, “

“ loh? Memang tidak boleh menertawakan hal aneh seperti ini? Aku tidak memintamu membalas semua perasaanku, aku hanya ingin kau tau jika kau ingin mempunyai orang yang berguna untuk bersandar, akulah orang yang bisa kau andalkan, Eunyoung-ah, “

Aku menundukkan kepalaku malu. Haish! Apa yang ku lakukan?! Mengapa aku bisa malu hanya karna mendengar kata-kata bodohnya seperti itu?! Tapi yeoja mana yang tidak akan malu jika di perlakukan dengan special seperti itu?

“ lupakan percakapan ini, ayo masuk! Aku yakin Han Songsaengnim pasti sudah menunggu di dalam, “

Ia menarik tanganku dan menggiringnya kedalam ruangan yang sudah terisi lebih dari dua-puluh orang anak tersebut. Aku menatap tanganku yang sedang dengan santainya ia genggam.

Lupakan ini? Mana mungkin aku bisa melupakan orang pertama yang menyatakan perasaannya kepadaku, Hyukjae-ssi…

***

 “ Annyeonghaseyo, Choneun Cho Eunyoung imnida, Geongguiyeyo. Banggapseumnida, “ aku membungkukkan badanku

Ku lihat Hyukjae sedang tersenyum lebar ke arahku dan mengangkat kedua jempolnya seperti seorang orang tua yang bangga dengan prestasi yang telah di raih oleh anaknya. Aku merasakan mukaku memerah lagi. Apakah ini pengaruh dari penyakitku? Tidak mungkin. Penyakit itu sudah lama tidak kambuh. Pasti gara-gara obat yang aku minum tiap pagi tersebut.

“ Baiklah Eunyoung-ssi, kau bisa duduk di samping yeoja tersebut, namanya Lee Namhyo, dia ramah kau pasti bisa berteman baik dengannya, “

“ Nuguya? “ tanyaku bingung, aku tidak tau yang mana Lee Namhyo tersebut!!

“ itu, yang duduk tepat di depan Vice President sekolah kita, kau pasti sudah mengetahui yang mana orangnya, kan? “

Aku mengangguk mengerti. Setelah mengucapkan “terima kasih” aku berjalan menuju tempatku dan menyapa orang—yang kata Han Songsaengnim—namanya Lee Namhyo. Ia terlihat sedikit.. menyeramkan. Benarkah dia ramah?

“ mengapa kau berdiri saja Younggie? Sudah duduk saja, itu kursimu, “ ujarnya tiba-tiba

Younggie?, tanpa sadar aku tersenyum dengan sendirinya

“ N-neh, G-Gomawo, “

“ aneh, kau tidak semalu ini saat bertemu denganku, “ komentar Hyukjae

“ Karakteristikku berubah-ubah dilihat dari bagaimana aku menilai orang tersebut, Hyukjae-ssi, “

Dengan seketika, Namhyo menolehkan kepalanya ke arahku dan menatapku antusias dengan kedua bola mata almond-nya yang berwarna coklat pekat, “ Jinchayo? Kalau kau malu itu berarti kau menilaiku apa? “

“ kau.. orang yang baik, “

“ kalau aku? “

Aku memutar kedua bola mataku. Haruskah ia menggangguku saat aku sedang ingin mencari teman baru di sekolah ini? Well, dia juga teman baruku sih. Tapi, hey! Masa selama dua tahun aku bersekolah di sekolah ini aku harus berteman dengan orang yang kenyataannya memang mencintaiku?!

“ kau seseorang yang sangat kelewat percaya diri, itu penilaian pertamaku padamu, “

“ Eunyoung-ssi, kau tidak pernah tau betapa percaya dirinya Hyukjae-hyung saat ia sedang menari waktu performance-nya, “ seseorang dengan sebuah PSP, tiba-tiba bersuara ke arahku

“ Kau ikut Club dance? “ tanyaku antusias

Sulit di akui tapi aku juga suka dengan dance. Sehari sebelum aku di vonis oleh dokter memiliki sebuah penyakit yang di haruskan menjaga stamina tubuhku agar tetap stabil dan tidak pernah kelelahan, aku sudah mencalonkan diriku masuk kedalam Club dance di sekolahku. Begitu mendengar kabar dari Mr.Lee, dengan cepat aku mengundurkan diri dari Club dance tersebut dengan alasan ada masalah keluarga.

Dan bernar saja. Seminggu kemudian orang tuaku datang ke sekolah dan meminta agar semua berkas-berkas sekolahku di kembalikan dan segera mencari sekolahan di Seoul. Tentu saja, biaya sekolah di sini tidaklah murah. Dan walaupun aku orang berkecukupan, ini termasuk biaya yang sangat mahal.

Untunglah nilai raporku selalu bagus, dan aku bisa masuk sekolah ini dengan Beasiswa yang kudapat secara tak cuma-cuma tersebut. Aku tiba-tiba tersadar dari lamunanku begitu merasa ada sebuah tangan bergerak-gerak ke atas dan ke bawah di depan mukaku.

“ Hey? Kau melamun? Waeyo? “

“ aniy, gwenchanayo… sampai mana tadi? “

Hyukjae memanyunkan bibirnya, “ Jadi kau tidak mendengarkan ceritaku ya? “

“ cerita? Cerita apa? Mianhaeyo, “

“ gwenchana Eunyoung-ssi, “ ujar cowok PSP tersebut, “ dia hanya membanggakan piala-piala dancenya yang ia peroleh sejak kecil, seperti yang kau bilang.. dia terlalu percaya diri, “

“ YAA!! “

Dan kami berempat tertawa bersama-sama. Sepertinya kehidupan di SM High School tidak semenyeramkan yang aku lihat seperti perasaanku saat aku melihat banner sekolah ini.

***

“ Eunyoung-ah, mau ke kantin? “

Aku menatap Hyukjae dan menggeleng pelan. Seperti biasa, efek obat yang aku minum adalah menurunkan nafsu makanku secara tiba-tiba. Hyukjae mengangguk mengerti, tapi sepertinya yeoja yang duduk di sampingku tidak mau menerimanya.

“ wae???? Makanan kantin itu enak-enak! Apalagi masakan ibunya Ryeowookkie! Kau harus mencobanya, Younggie! “

“ Namhyo-ah, jangan begitu! Dia pasti juga butuh waktu untuk beradaptasi! “

“ tapi Kyu~~ “

Aku tertawa melihat tingkah dua sejoli ini. Baru aku tau ternyata Namhyo dan cowok PSP—yang ku ketahui namanya sebagai Cho Kyuhyun—mereka berdua berpacaran. Padahal, sifat mereka bertolak belakang! Who knows.

“ Gwenchana Kyuhyun-ssi, “ aku tersenyum ke arahnya sedikit, “ Namhyo-ah, kau pergi saja tak usah fikirkan aku, aku masih ingin melihat sekolah ini, “

“ mau ku temani? “

Aku menatap Hyukjae dan menggeleng perlahan, “ ani, tidak perlu. Aku… sepertinya masih butuh waktu sendiri, kau makan saja di kantin, “

“ well, ayo kalau begitu! Hati-hati Younggie, kalau ada namja kurang ajar seperti mereka hantam saja muka mereka, ara? Atau katakan saja ‘akan ku adukan kau kepada Vice President kita’ dengan begitu dia pasti lari terbirit-birit, ok? “ jelas Namhyo panjang lebar dan aku sama sekali tidak mengerti apa arti dan maksud dari kalimatnya

“ hm, hm, arra… “

Mereka bertiga meninggalkanku. Benar dugaanku. Hawa di kelas langsung berubah begitu mereka bertiga keluar dari kawasan kelas. Sepertinya mereka semua menahan mencemooh diriku karna di dekatku berada seorang Vice President. Jabatan terbesar yang ada di SM High School.

Aku menarik nafas panjang dan memutuskan berkeliling sekolah ini sendirian. Berat untuk mengakui. Tapi sekolah ini memiliki banyak kelebihan di banding sekolahku saat aku berada di Geonggu kemarin. Disini fasilitasnya lebih lengkap dan memadai. Hanya saja, sosialisasi dan interaksi antara satu anak dan anak yang lain masih kurang.

Mereka sibuk dengan benda elektronik kecil yang ada di tangan mereka, sehingga lupa siapa yang ada di samping mereka, sindirku pelan

Aku merasakan kepalaku tiba-tiba berat. Dengan seketika aku mencengkram dinding yang ada di sampingku sebagai tempat aku berdiri. Aku mencoba mengurut pelipis kepalaku berharap agar pusing itu hilang tapi ternyata, semakin bertambah.

“ Gwenchanayo? “

Aku menoleh, “ huh? H-hyukjae-ssi?? Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau—“

“ ssh, “ ia mencengkram lenganku dan mengalungkannya di lehernya, “ tadi begitu keluar kelas, Namhyo dan Kyuhyun tiba-tiba menyuruhku mengawasimu, katanya mereka khawatir dengan wajahmu yang pucat, “ ucapnya sambil menuntunku menuju bangku terdekat,

“ Jinchayo? “

“ neh, tapi apa kau tau alasan sebenarnya mereka melakukan itu? “

Aku menggeleng tegas. Jangan bilang mereka kasihan denganku! Aku tidak akan menerima alasan “khawatir” yang di samakan dengan perasaan “kasihan”. Aku tidak butuh belas kasihan! Aku tidak butuh rasa iba kalian.

“ pasti mereka berdua ingin mojok! Kau tau, kan? Mereka… pacaran? “

Aku tertawa kecil, “ alasan bodoh, “

Kami berbincang-bincang sampai akhirnya ia membantuku duduk di sebuah taman kecil. Pemandangannya sejuk, banyak bunga yang bermekaran di pinggirnya. Aku tersenyum kecil melihatnya. Entah mengapa, pemandangan yang asri selalu membuat hatiku tenang.

“ kau suka, ya? “

“ hmm.., di Geonggu kau banyak menemukan pemandangan seperti ini, banyak hutan, banyak sungai, masih asri… berbeda dengan Seoul,

“ kau rindu temanmu? “

“ yeah, aku rindu mereka semua, “ tiba-tiba sebuah air mata jatuh dari ujung mataku tanpa ku proses terlebih dahulu, “ aku merindukan saat-saat bersama mereka… tapi, di sisi lain aku masih bahagia, “

“ bahagia? Bagaimana bisa? “ tanyanya sambil menghapus air mataku dengan sapu tangannya.

Sial!

“ aku berfikir secara positif, “

“ seperti? “

“ aku selalu berfikir, keadaan berpisah seperti ini lebih baik daripada jika aku harus berpisah dengan mereka dengan membawa kata ajal. Bukankah aku masih beruntung bisa bertemu mereka saat aku liburan kenaikan kelas? Atau liburan musim panas? Bagaimana dengan perasaan para anak yatim-piatu begitu mereka merindukan kasih sayang orang tua mereka? Pergi kepada para pengasuh mereka dan memeluk mereka dengan sayang? Mereka berpura-pura bahagia, walau jauh dalam hatinya ia masih sangat merindukan sosok orang tua mereka…. Di atas semua itu, bukankah aku yang paling beruntung? “

Ia hanya menatapku tanpa berkedip. Suasana menjadi sunyi dengan sesaat sebelum akhirnya ia mengedipkan matanya berkali-kali seraya berkata,

“ aku tidak menyangkan kau berfikir sejauh itu, “

“ itu yang di ajarkan oleh Nenek, dia mengajarkanku untuk lebih menghargai bagaimana seharusnya kita menjalani hidup itu, tanpa kata-kata Nenek aku tidak mungkin berjuang mati-matian melawan penyakit yang entah apa namanya tersebut, “

Ia duduk di sampingku, matanya tak pernah lepas dariku, “ bisa kau ceritakan awal mula kau terkena penyakit ini? “

“ tidak ada tanda-tanda apapun, hanya tiba-tiba merasa lemas, pusing dan mengurus… pada awal aku hanya berfikir aku hanya kelelahan karna memang saat itu aku ada di bagian Sekertariat, tapi begitu merasa aku sering terjatuh, Eomma memaksaku untuk pergi ke dokter, “

“ dan hasilnya? “

Aku menerawang jauh pada tanggal aku di beri taukan oleh Mr.Lee bahwa aku mempunyai sebuah penyakit aneh yang jarang di temui. Penyakit yang kata mereka, baru di temukan ‘penawar’nya bukan ‘penyembuh’nya. Kenangan itu masih terasa pahit di benakku.

“ Mr.Lee mengatakan aku mempunyai penyakit aneh yang jarang di temui, tapi menurut dokter lainnya penyakitku sering di jumpai… tapi setelah Zaman perang dunia II berakhir, “

Ia terdiam di tempatnya. Mungkin bingung harus membalas semua perkataanku yang memang tidak perlu di bahas tersebut. Aku mencoba membuatnya kembali bangkit. Tadi ia membantuku, bukankah tidak ada salahnya kalau aku juga membantunya?

“ ayo kembali kedalam! Aku masih ingin tau apa saja yang ada di dalam! Dan…, “ sial! Mukanya masih nampak murung! Apa yang harus ku katakan? Aha!, “ aku dengar sekolah ini mempunyai ruang dance untuk latihan, ya? Bisa kau tunjukkan padaku? “

Sesuai dugaanku. Ia tersenyum! Yap. Dengan ini aku tau satu hal favoritnya. Ia sangat menyukai menari, dan menari—terlihat—seperti nyawa keduanya.

***

Ia memapahku menuju ruang dance tersebut. Ia terus bercerita tentang pengalamannya dari A sampai Z walaupun aku tidak menerimanya. Ia terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang di beri permen lollipop oleh kedua orang tuanya.

“ Ini dia ruangannya, “ ia tersenyum puas

Ku intip ke dalam ruangan tersebut dan aku menatapnya dengan takjub. Disana ada dua-tiga orang sedang menari dengan lembutnya tanpa memikirkan dunia sekitar. Musik-musik ngebeat mengalun dengan lembut dari salah satu iPod milik mereka.

“ keren, “ ucapku masih terkagum-kagum.

Walaupun aku hanya mengucapkan kata “keren” aku tau, kata-kata sepanjang apapun tak mampu menggambarkan betapa kagumnya diriku.

“ Yep, keren, kan? “

Kapan aku bisa menjadi salah satu dari mereka? Kapan aku bisa berdansa leluasa seperti mereka?, fikirku sedih.

Aku menarik tanganku yang di lingkarkan di pundak Hyukjae dan berjalan meninggalkan ruangan dance tersebut. Jika aku terus berada di sana, pasti aku ingin menjadi salah satu dari mereka dan itu pasti tidak mungkin!

“ hey, kau mau kemana? “

“ aku mau kembali ke kelas, aku merasa lelah, “

Aku mencoba menggapai dinding sekitar sebagai alat bantuku berjalan, tapi yang ku temukan hanya angin kosong. Ku rasakan Hyukjae menghela nafas dan membantuku berjalan. Ia menarik tanganku dan melingkarkannya di lehernya, tangan kanannya ia letakkan di pinggangku.

“ Gomawo, “ ucapku lirih,

Aku tidak ingin menerima semua bantuan ini. Walaupun ini semua bukan atas dasar rasa “kasihan” atau apapun itu. Tapi aku merasa ini tak adil untuknya. Ia menyukaiku, aku menolaknya. Tapi ia masih baik denganku?

Walaupun jauh dari dalam hatiku aku ingin merasakan apa itu cinta, apa itu manisnya cinta, apa rasanya di cintai oleh orang yang kau cintai. Tapi dengan kondisiku seperti ini, orang-orang pasti akan berfikir dua kali walau hanya berteman denganku.

Tapi sosok di sampingku adalah sosok yang berbeda. Aku tau itu, aku merasakannya. Lee Hyukjae. Adalah orang yang berbeda walau aku tak tau apa itu.

***

“ Younggie?? Apa yang terjadi padamu? Gwenchanayo? “ tanya Namhyo berbodong-bondong begitu melihatku masuk ke dalam kelas dan sedang di bopong oleh Hyukjae,

“ Gwenchanayo, hanya pusing sedikit, sebentar lagi juga pasti sembuh, “

Ia masih terlihat khawatir namun ia segera mengalihkan pandangannya ke arah Hyukjae, “ yasudah, sini serahkan saja Younggie padaku, biar aku yang mengurus sisanya, “

“ tapi Namhyo… “

“ kau di panggil kepala sekolah, tidakkah kau ingat? “

Ia menepuk jidatnya pelan, “ aigo! Aku lupa! Gomawo Namhyo-ah, oke aku serahkan Eunyoung padamu, byebye Eunyoung-ah, “

Aku tersenyum dan mengangguk pelan. Namhyo mengambil alih ‘pekerjaan’ Hyukjae. Ia melingkarkan lenganku di lehernya dan membantuku berjalan ke arah tempat dudukku. Semua mata menatapku dengan tajam. Mereka membenciku? Atau menyindirku?

“ kau tau, kau jadi pembicaraan hangat di sekolah ini selama seminggu sebelum kau datang ke sekolah ini, “

“ uh? Waeyo? “ apa yang special dariku sampai aku harus menjadi pembicaraan hangat mereka?

“ karna kau telah membuat Vice President kita berubah, apa kau tidak melihatnya? “

“ berubah? “

“ Yap, dulu ia hanya seorang kutu buku dan pemalu, ia hanya berani tampil saat berbicara di khalayak umum dan juga saat menari di perlombaan-perlombaan yang ia ikuti, “

“ Jinchayo? “

Ia mengangguk dan tersenyum, “ hanya aku dan Kyuhyun yang menyadari perubahan itu pertama kalinya, dugaan kami mungkin ia menyukaimu, dan tebakan kami benar. Akhirnya ia mengakui ia menyukaimu, “

“ jadi yang membuatnya sadar akan perasaannya itu, kalian?! “

“ yap, “ ia melirik bangku Hyukjae sekilas dan kembali menatapku dengan senyuman ramah tersungging dari bibirnya, “ dia pertamanya tidak percaya menyukai orang yang sama sekali belum pernah di temuinya, tapi akhirnya setelah kami paksa mengaku, ia mau mengakui bahwa ia menyukaimu, “

“ apa yang ia sukai dari diriku? Aku cacat, aku berpenyakitan, aku bahkan tidak merasa yakin penyakitku ini bisa di sembuhkan, “

“ ia menyukai semangatmu, ia menyukai senyumanmu saat kau mendengar kabar tentang penyakitmu, ia menyukai dirimu yang tanpa segan-segan menolak semua bentuk belas kasihan, awalnya ia bilang ia kagum padamu.. tapi lama-lama, ia menyukaimu “

Aku menundukkan kepalaku. Sedikit tidak mempercayai semua ini. Bagaimana bisa? kalimat tersebut masih terngiang-ngiang di kepalaku.

“ dan aku rasa, kau juga menyukainya, “ ia menatap kedua mataku dalam-dalam, “ benarkan? “

Aku terdiam di tempatku tidak yakin dengan semua perkataan Namhyo. Pertanyaannya berkeliaran di benakku. Aku berusaha mencari jawabannya di dalam relung hatiku.

Benarkah aku menyukainya? Kalau memang iya, bolehkah aku mencintainya?

 

***

Chapter 1 is finished!

Working hard at chapter 2!! Yaaay~! I never wrote a Fiction like this. This is new for me. So please bear with me, if you found a few mistake at my story, okay?😉

4 thoughts on “Let Me Loving You – Part 1

  1. Wah seruu !!
    Hyukjae baik banget kya aku *plak* hehe..
    .
    Sbener’a eunyoung skit ap sih ? Kasian banget, jdi sdih nge byangin’a..
    .
    D tnggu chap dpan ya!
    Hwaiting !!!
    .
    Btw, author-ssi bru naik klas 9 kah ?

    1. hehe, gomawo *hug*
      bahaha, masa sih udah kelihatan baiknya? ntar makin lama makin baik loh :p

      Ehm, belom pernah baca 1 liter of tears ya? penyakitnya aku buat sama kok,
      hehe, itulah yang di alami oleh Aya (di novel 1 liter of tears itu)

      gomawo !!
      Ne, Hwaiting! (?)

      iya,
      baru naik kelas 9 , makanya jadi super sibuk , mianhae kalo telat update yaaa ><

  2. Wah ? Hyukie makin baik nanti ? Pgn nyulik hyukie’a doooong !! Hehe..
    .
    Blum bca nih bku’a , gak bgitu ska bca buku hehe..
    .
    Klas 9 emg sibuk, coz ak jga bru naik kls 9. Hehe !
    Ttp semangat !
    Hwaiting !

    1. haha, iya ntar Hyukkienya makin baik , oh maaf. dia udah jadi suami saya :p

      coba aja kamu cari di google, 1 litre of tears, ada rangkumannya kok .

      iya ahaha
      belom apa-apa udah ujian di sana-sini , ngeselin!

      gomawo !
      ne, hwaiting! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s