fanfictions

Let Me Loving You – Part 2

Title : Let Me Loving You—Part 2

Main Cast :

–          Cho Eunyoung [You]

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

Another Cast :

Lee Namhyo, Cho Kyuhyun

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1 | Part 2

***

Di ambil dari cerita ‘1 liter of tears,’ ’49 days,’ ‘Surat Kecil Untuk Tuhan,’ dan cerita lama karya saluran TV favorite kita ‘Buku Harian Nayla,’

—padahal aku belum ada nonton semua, cuma di certain doang.. tapi untuk yang 1 liter of tears sama Surat Kecil Untuk Tuhan aku mah udah baca—

***

Eunyoung POV

Aku menelungkupkan kedua kepalaku di atas meja. Kepalaku terasa berat, dan mataku terasa berkunang-kunang. Entah kenapa, kata-kata Shin Songsaengnim terasa masuk ke dalam telinga kananku dan keluar di telinga kiriku.

Kalau aku seperti ini terus, bisa-bisa aku kehilangan beasiswaku!!, jeritku kesal di dalam hati

“ Younggie? Kepalamu sakit? “

Aku menoleh dan menggeleng pelan. Ku lihat wajah manis Namhyo benar-benar khawatir. Aku menggigit bibirku dan menarik nafas panjang berusaha menghilangkan rasa sakit tersebut.

“ Songsaengnim! “

Shin Songsaengnim langsung berhenti berbicara dan menatap Hyukjae dengan alis terangkat, “ ne? waeyo? Apa ada yang tidak kau mengerti, Hyukjae-ssi? “

“ Ani, aku mengerti semua, hanya saja aku mau minta izin mengantar Eunyoung ke ruang kesehatan, mukanya pucat.. “

Aku menatapnya kaget. Bagaimana bisa dia tau aku sedang pucat? Bukankah sejak tadi punggungku yang menatapnya? Ataukah Namhyo yang memberi tau? Tapi bukankah sejak tadi ia tidak ada berbicara kepada Hyukjae? Bagaimana bisa??

Lagi-lagi pertanyaan “bagaimana bisa” muncul di benakku, pikirku

“ Jinchayo? Arraseo, kau bisa mengantarnya ke ruang kesehatan, yang lain kembali fokus kepada pelajaran! Jadi—“

Aku tidak mendengar lagi apa kata Shin Songsaengnim, dan memfokuskan perhatianku agar aku bisa berjalan. Dengan sabar dan lembut, Hyukjae membantuku berjalan ke arah Ruang Kesehatan.

“ Gomawo, Hyukjae-ssi, “ bisikku lirih,

Aku merasa malu jika terus seperti ini. Entah mengapa, semakin aku berusaha berjalan, aku merasa kepalaku semakin berat. Dan aku, tidak mengingat apa-apa lagi.

Hyukjae POV

“ dia hanya kelelahan, mungkin penyakitnya kembali kambuh, apa hari ini dia ada meminum obatnya? “ tanya Mr.Lee

Atas permintaan orang tuanya, Mr.Lee menjadi dokter khusus untuk Eunyoung di ruang kesehatan, jaga-jaga jika penyakit Eunyoung kambuh. Seperti saat ini. Aku mengedikkan bahu dan menggeleng pelan.

“ aku tidak tau, yang aku tau ia tidak makan hanya itu, “

“ tidak makan? Haish! Dasar keras kepala! Sudah di bilang walau efek obat tersebut memang menurunkan nafsu makan, dia harus tetap makan!! Baiklah Hyukjae-ssi, kau boleh kembali ke kelasmu sekarang, biar aku yang mengurus sisanya, “

Aku menatap Mr.Lee dengan ragu-ragu, “ Cheongsanghamnida, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu Mr.Lee? “

“ hmm? “ gumamnya sambil memeriksa tekanan darah Eunyoung,

“ memang Eunyoung menderita sakit apa? Mengapa ia sering merasa pusing? “

Ia berhenti bekerja dan menatapku tajam, “ kau siapa Eunyoung? Aku tidak menerima jawaban ‘teman’ dari mulutmu, “

Aku siapanya? Aku hanya temannya, kan? Aku harus menjawab apa?, fikirku frustasi

Karena tidak menemukan jawaban yang bagus, aku menundukkan kepalaku. Merasa tidak berguna demi orang yang aku sayangi.

“ aku tau Hyukjae-ssi, kau pasti khawatir dengannya, tapi mengertilah penyakit yang di derita oleh Eunyoung bukanlah penyakit yang bisa di sebar luaskan kepada teman-temannya, “

Aku mengangguk mengerti. Tugasku hanya menjaganya dan merawatnya jika suatu yang buruk terjadi pada dirinya. Aku tidak berhak menanyai semua tentang dirinya lebih jauh dari ini. Aku tidak boleh egois.

“ baiklah, Mr.Lee, “ aku membungkuk sopan dan berjalan meninggalkan ruang kesehatan

***

Suasana kelas terdengar sangat gaduh. Ku lirik jam tangan Casio hitamku. Jarum jam sudah menunjuk pukul 12.00 dan waktu mengajar Shin Songsaengnim sudah habis, pantas kelas sudah ribut. Saat aku hendak memutar kenop pintu, suara yeoja-yeoja yang sedang menggosip menghentikan langkahku.

Siapa sih Eunyoung itu? Anak baru kurang ajar! “

Hyoyeon? Ataukah… itu suara Jessica?

“ memang! Dasar yeoja penyakitan! Kerjaannya kan cuma bisa menyusahkan orang, apa ia tidak merasa kasihan dengan Hyukjae? Dia terus-terusan merepotkan Hyukjae!! “

“ iya, dasar! Atau jangan-jangan, ia berpura-pura sakit hanya demi mendapat perhatian Hyukjae? “

“ bisa saja itu! Siapa sih yang tidak tergoda dengan ke-gagahan Lee Hyukjae kita? Tidak ada! “

“ kasihan Hyukjae, hanya demi yeoja jelek tak berguna sepertinya ia harus kerepotan seperti ini, “

Kemarahan sudah memenuhi isi hatiku. Aku bahkan merasakan mukaku memerah menahan amarah yang entah kapan bisa meledak dengan sendirinya. Ku buka pintu kelas dengan kasar dan menggebrak meja yeoja yang sedang bergossip ria itu.

“ sudah selesai menghinanya? “

Kedua yeoja tersebut tiba-tiba terdiam, keringat dingin mulai berkeluaran dari peluh mereka. Bahkan salah satu dari kedua yeoja tersebut bergemetar ketakutan.

“ sudah selesai menjelek-jelekkan Eunyoung di belakangnya? Sudah puas menghinanya? Sudah merasa sempurnakah dirimu sampai kau bisa-bisa melihat keburukan yang ada di diri orang lain?!! “ bentakku tepat di muka mereka berdua

Aku menoleh ke arah Yeoja yang berambut blonde-ikal-gantung, “ kau fikir dengan rambut blondemu tersebut akan ada namja yang jatuh cinta padamu? Dengan atau tanpa rambut blondemu tersebut tidak akan ada namja yang akan jatuh cinta denganmu jika sifatmu seperti itu!! “

“ dan kau! “ aku menunjuk temannya yang menggunakan banyak perhiasan di tangannya, “ aku berani bertaruh jika ada namja yang mencintaimu itu bukan karna kecantikanmu, tapi kecantikan dari harta yang kau umbar-umbarkan seperti itu! “

Kedua yeoja tersebut tertunduk malu. Entah malu atau kesal aku tidak mau peduli. Yang penting aku harus membalaskan semua perkataan mereka terhadap Eunyoung.

“ Hyukjae! Kau kenapa sih?! Sebelum kedatangan yeoja penyakitan tersebut kau selalu baik dengan kami!! Pasti yeoja tersebut sudah membual di hadapanmu sehingga kau jatuh dan merasa kasihan padanya! Kaukan terlalu polos dan mudah kasihan dengan orang lain, pasti ia—“

“ HENTIKAN SEMUA OMONG KOSONGMU!! “ teriakku tanpa sadar

Suasana kelas hening tanpa suara. Semua anak menatap ke arahku dan dua orang yeoja brengsek dan kurang ajar itu. Aku menatap yeoja ini dengan penuh amarah.

“ NEO!!! “ tunjukku padanya, “ JANGAN PERNAH KAU JELEK-JELEKKAN EUNYOUNG DAN MENGATAKAN HAL-HAL YANG KAU SAMA SEKALI TIDAK BISA MEMBUKTIKAN KEBENARANNYA ATAU TIDAK!! MENGERTI?!! “

“ T-tapi, Hyukjae—“

“ DIAM!! “

Kedua yeoja tersebut terduduk bergetar di tempatnya dan menatapku takut-takut. Aku memang di kenal sebagai orang paling ramah, polos, dan mudah merasa kasihan dengan orang lain. Ini di luar karakterku. Aku tidak pernah merasa semarah ini pada seseorang. Apalagi yeoja. Aku telah di ajari oleh orang tuaku agar tidak pernah membentak Yeoja.

Tapi untuk kasus seperti ini, tiada perbedaan antara yeoja dan namja.

“ CAMKAN SEMUA INI BAIK-BAIK DI OTAK UDANGMU YANG TIDAK MEMPUNYAI PENDIDIKAN SAMA SEKALI! Eunyoung. Tidak. Pernah. Memaksaku. Untuk. Merasa. Kasihan padanya!! Ia TIDAK pernah mau menerima belas kasihan orang lain! Tidak seperti dirimu yang berpura-pura sakit hanya untuk mendapatkan perhatian dari kekasihmu! “

“ H-Hyukjae, kenapa.. kenapa kau membelanya? Iakan bukan siapa-siapa yang patut di bela? “

Saat aku hendak menjawab, sebuah tangan menahan diriku dan tersenyum ke arahku seolah berkata ‘biar-kami-yang-menggantikan-semuanya’. Aku menunduk dan mempersilahkan Namhyo serta Kyuhyun untuk maju menghadapi dua yeoja bodoh ini. Sepertinya nyali mereka menciut begitu melihat siapa mereka.

Namhyo dengan mulut pedasnya serta tatapan yang mematikannya tersebut, ditambah dengan Kyuhyun yang memiliki banyak komentar sinis serta senyuman meremehkannya. Jika mereka berdua sudah bersatu, siapa yang berani melawan?

“ jadi, kau fikir kau siapa-siapa dan patut di bela oleh kami? “ tanya Namhyo sambil memilin-milin dasi panjang kedua yeoja tersebut,

“ bagaimana kalau kami bilang kalian BUKAN siapa-siapa kami dan kami tidak patut membelamu? “ ujar Kyuhyun sambil merengkuh pundak Namhyo

Sempat-sempatnya pacaran!, aku memutar kedua bola mataku

“ bagaimana kalau kami bilang kalian bukan siapa-siapa tanpa bantuan harta kekayaan kalian yang kalian sombongkan itu? Bagaimana kalau kami bilang tanpa tangan-tangan terampil di salon itu kalian bukan siapa-siapa disini? Mungkin dengan itu kalian akan sadar apa arti siapa-siapa dalam masalah ini, “ ujar Namhyo sambil menatap mata kedua yeoja tersebut tajam-tajam,

Kyuhyun membalik badannya dan mengeluarkan ‘evil-smile’nya, “ BUBAR SEKARANG! “

***

“ thanks, “ ucapku penuh tanda terima kasih kepada Namhyo dan Kyuhyun,

Mungkin tanpa mereka yeoja tersebut tidak akan bisa menghirup udara segar di kemudian hari. Beruntungnya mereka, masih ada Kyuhyun dan Namhyo.

“ Gwenchana, sebenarnya kami tadi keluar mau mencarimu karna begitu Shin Songsaengnim keluar kelas, anak-anak mulai menjelek-jelekkan Eunyoung, tapi begitu kami tiba di ruang kesehatan kata Mr.Lee kau sudah kembali ke kelas, “

“ dan tepat di depan kelas kami mendengar kau berteriak, jadi kami memutuskan untuk mendengarkan dan datang di saat yang tepat, “ ujar Kyuhyun sambil mencium puncak kepala Namhyo,

“ kalian benar-benar, di saat marahpun sempat-sempatnya kalian bermesraan! Di saat seperti inipun kalian masih sempat-sempatnya bermesraan, “ sindirku

“ haha, makanya.. kalian cepat susul kami, rasanya tidak hanya kelas yang akan gempar. Tapi satu sekolah! “

Aku menaikkan sebelah alisku, “ kalian? Nuguya? “

“ tentu saja kau dan Eunyoung, siapa lagi! “

Aku tersenyum kecil. Sebenarnya aku juga ingin agar hal tersebut terjadi, tapi aku seperti mengerti bagaimana sifat Eunyoung. Ia sepertinya tidak mau berpacaran jika ia benar-benar tidak menyukai orang tersebut. Wajar saja ia menolakku di saat kami pertama bertemu.

Atau mungkin karena ia berfikir bahwa orang berpenyakitan seperti dia tidak pantas mempunyai orang yang menyukainya?, aku menampar wajahku sendiri. Bodoh. Apa yang aku fikirkan sih?

“ waeyo? “

“ Aniy, uhm… bagaimana kabar Eunyoung? Dia baik-baik saja di ruang kesehatan? “

Kyuhyun mengedikkan bahunya, “ tadi sih kata Mr.Lee orang tuanya mau membawanya kembali ke dokter, check-up sepertinya, “

“ semoga tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Younggie…, “ ujar Namhyo pelan,

Aku menundukkan kepalaku. Melipat tanganku dan berdo’a pada yang di atas dengan setulus hatiku serta sepenuh hati.

Ya Tuhan, semoga Eunyoung sembuh… aku tidak meminta lebih dari itu, hanya dia sembuh dan sering tersenyum, aku mohon Ya Tuhan…,

Eunyoung POV

“ coba gerakan kaki kanan dan kirimu serta tangan kanan dan kirimu, seperti orang yang sedang latihan baris-berbaris, “

Aku mencoba menggerakkannya. Tidak ada yang buruk, tapi.. entah mengapa aku merasakan sedikit kesusahan dengan gerakan ini. Seperti tersendat-sendat.

“ tidak ada perubahan drastis, suaramu juga masih jelas, coba kamu duduk di ujung sana, “ ujar Mr.Lee sambil menunjuk kursi di pojokkan,

Aku menurut dan meletakkan tubuhku di atas kursi yang terlihat sangat nyaman tersebut. Padahal dalam kenyataannya memang nyaman. Mr.Lee mulai menekan-nekan sesuatu di komputernya dan muncullah sebuah kotak dengan 4 huruf ke kanan serta 5 huruf ke bawah. Semakin kebawah, huruf-huruf tersebut semakin mengecil.

“ bisa kau sebutkan semuanya? Sesuai seperti yang kau lihat, “

Aku mengangguk, “ A C B D, Z H E F—“

Mr.Lee mengangguk-angguk dan menulis kalimat-kalimat aneh di atas kartu kedokteranku. Apakah aku sempat salah membaca tadi? Tapi saat aku melihat Eommaku tersenyum, aku merasa aku tidak ada salah membaca.

“ Eunyoung tidak mengalami perubahan cukup besar, hanya saja, berat badannya turun dan sepertinya ia mulai keleahan. Eunyoung, saya sarankan sekali lagi, tolong jaga stamina badanmu dan jangan sampai kelelahan! “

Aku mengangguk, “ Ahjussi, bolehkah aku ke sekolah lagi? aku masih ingin sekolah hari ini.., “

Aku memang di suruh oleh Mr.Lee untuk memanggilku ‘Ahjussi’ katanya ia sudah menganggapku sebagai anaknya sendiri. Aku benar-benar beruntung bertemu dengan dokter sebaik dirinya.

“ Cheongsanghamnida, tapi Eunyoung harus banyak istirahat jika tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi di keesokan harinya, “

“ hu-um…, “ aku menunduk

Aku masih ingin bercanda tawa dengan Hyukjae, Namhyo dan Kyuhyun hari ini. Tapi tidak apalah. Kalau aku memaksakan diriku, bagaimana kalau aku tidak bisa menatap matahari di ke esokan harinya? Pasti aku semakin tidak bisa bertemu dengan Kyuhyun, Namhyo dan juga Hyukjae.

Hyukjae, Lee Hyukjae.

Entah kenapa seharian ini aku terus memikirkannya. Memikirkan kata-kata Namhyo saat istirahat tadi. Benarkah aku sudah menyukainya? Tapi, apakah aku boleh menyukainya? Aku hanya seorang yeoja cacat, pasti tidak pantas untuk namja sempurna sepertinya.

Tapi, bukankah dia yang memberikanku harapan agar aku boleh mencintainya?, sambarku terhadap diriku sendiri

Tapi jika aku mengutarakan aku mencintainya, dan kami jadian.. lalu ia mulai menyadari apa kekuranganku. Dan akhirnya, kami putus.. lalu?

Aku menutup mataku rapat-rapat tidak mau membayangkan hal tersebut. Itu pasti mimpi burukku yang terburuk jika itu terjadi. Tidak. Aku harus menahan perasaanku sehingga aku tidak akan kehilangan Hyukjae.

“ Eunyoung, tolong ingat ini baik-baik, kau tetap harus makan walaupun efek samping obat yang ku berikan padamu adalah penurun nafsu makan! Kondisimu bisa menurun lebih cepat jika kau melakukan hal tersebut, arra? “

Aku mengangguk walau tidak yakin aku bisa mengatasi hal tersebut. Sudah, lupakan sementara Hyukjae tersebut. Lupakan semua pernyataan cintanya. Lupakan seperti apa yang ia katakan di saat-saat pertama kami bertemu kan? Sekarang fokuskan dirimu ke arah “bagaimana menyembuhkan penyakit ini dengan sangat cepat”. Itu yang harus ku lakukan sekarang.

Ya,

Lupakan Hyukjae,

Lupakan semua pernyataan cintanya.

***

TBC😀

16 thoughts on “Let Me Loving You – Part 2

  1. Seruuu !!
    .
    Hyukieeee !! Baik bgt drimu , pembela kebenaran kya power ranger *pelukcium* :-*
    .
    EvilKYU !!! Ak ngbayangin mka’a kyu wktu mrahin yeoja2 rese itu , pasti kereeeen ! Aga sdkit jealous nih sma namhyo ..😦
    .
    Tpi bgus thor , d tnggu chap dpn .😀 Mau ta’a , klo blue tommorow’a udh bres apa blum ?

    1. HEEEEH!
      apaan tuh cium-cium Hyuk? itu punya saya! *death-glare*

      hahaha, bayangkan saja saat ia tersenyum evil ~
      mianhae kalo buat kamu jealous u.u

      sip!😉
      blue tomorrow? aduh. saya lupa ada fict itu .__. jadi intinya belum. hahahah , mianhae . lagi nggak dapet fict eunhae

  2. Aish, si eunyong kok begitu sih?
    Si unyuk kan kasian.
    Tapi jadi pengen tau kelanjutannya..
    Hoho.
    Mian ya saeng eon gak koment di part 1nya.
    Penasaran ama part 2 jadi langsung ngelanjut kesini.
    Hayuk saeng di lanjut lg.

    1. hahaha,
      emang sengaja, aku pengen buat karakter Eunyoung bener-bener kaya karakter Aya-chan [di novel]

      iyap, gwenchanayo :3
      sip eonnie , tinggal tunggu tanggal mainnya aja , haha

  3. Tapi eon beneran gak ikhlas ih ngeliat endingnya 1 litre of tears.
    Masa asou-kun ditinggalin ama aya-chan?
    Hiks, beneran gak ikhlas saeng. Eon pengen nangis pas liat si asou nangis karna baca diary si aya buat salam perpisahan. Kata2 si aya juga sedih bget. Mengharukan. Hiks… T.T
    yang di nvel, endingnya gtu juga saeng?

    1. HEH?
      di novel nggak ada tuh yang namanya asou-kun, sumpeh .___.”
      waduh.
      kayanya beneran harus cari yang di filmnya deh, aku jadi penasaran TT//TT

  4. Hah?
    Jadi nama cowok si aya di novelnya sapa saeng?
    Eon justru jadi penasaran ama novelnya.
    Wkwkwk.

    1. mana ada cowok di novelnya unn :p cuma ada si Aya sama dokternya, titik nggak pake koma
      HAHAHA
      aku makin penasaran ama filmnya nih- –

    1. hahaha , iya unn~,
      di novelnya bener-bener nggak ada klimaksnya, cuma pas baca catatan emaknya doang saya baru nangis xD
      emang si cowok ini kenapa?

      1. itu saeng,, kan mereka sempet pacaran noh.. tapi appanya si cowok ini udah peringatin kalo sebaiknya mereka itu pisah karna dia yakin cowo ini gak bakal tahan. maklum, appanya si cowo ini dokter.
        tapi si cowo ini tetep keukeuh harus pacaran.
        akhirnya, setelah agak lama pas acara nikahan salah satu perawat yang ngerawat si aya, si aya mutusin si cowo ini lewat surat.. si cowo sih sempet seneng, karna sebelom baca itu surat, pas dia nanya apa isi suratnya aya bilang itu surat cinta.. ternyata isi surat itu bilang biar mereka gak usah ketemu lagi.. nah si cowo ini jdi patah semangat, gak ada gairah hidup tapi tetep merhatiin si aya walau dari jauh..
        waktu aya penyakitnya udah gawat, si cowo ini beraniin diri buat nemuin si aya.
        disitu si aya cuma ngasih buku diarynya yang terakhir buat dibaca si cowo ini.. ternyata isinya itu nyeritain kisah dia ama si cowo itu,sekalian permintaan maaf ama salam perpisahan lahh.. setelah berberapa halaman kosong, halaman terkhir si aya nulis “arigatou” pokoknya nyentuh banget.. disituu si cowo kasian bangett saengg.. dia nangisss T.T.
        5 tahun kemudian si aya ninggal dehh..
        hadduuuhh comment eon panjang amat.. gomen nee?? hahaah ~ #jepangkorea

      2. dramaa saengg..
        ekekekeke ~
        pokoknyaa seruu dehh..
        kan kalo di buku harian nayla tuh si nayla nikah dulu ama si cowo baru si nayla ninggall.. ini kagak saeng..
        pokoknya seru deehh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s