fanfictions

…Is It Over?

Title : …Is It Over?

Main Cast :

–          Eunhyuk

–          Donghae

Main Pairing : broken!EunHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Angst / Yaoi

Rating : G

Length : Oneshoot

cr: google

***

Donghae POV

To: Donghae

From: Hyukkie

Neh, aku tunggu.

Aku menghela nafas panjang. Ku baca kembali kalimat yang ia kirimkan di sms tersebut. Tidak. Aku tidak salah baca. Jariku bergerak lincah di atas keypad hp-ku.

To: Hyukkie

From: Donghae

Ok.

Entah mengapa sekarang semua sudah berubah. Kemana dirimu yang dulu, Hyukkie? Kemana dirimu yang selalu memelukku dengan hangat? Kemana dirimu yang selalu mengucapkan kata saranghae kepadaku setiap malam?

Apakah kau lelah mengucapkan kata-kata yang sama kepada orang yang sama setiap harinya? Apa kau bosan, Hyukkie?

Aku menutup mataku dan menggeleng menepis semua fikiran buruk yang berkeliaran di otakku. Apa yang aku fikirkan sih. Mana mungkin ia lelah. Ia mencintaiku, kan? Ia sayang padaku, kan?

Bisa saja tidak,

***

Aku mengetuk kamarnya pelan, “ Hyukkie? “

Tidak ada sahutan. Ku putar kenop pintu dan.. terkunci? Tidak biasanya ia mengunci kamarnya saat tidur kecuali ia memang sedang tidak ingin di ganggu. Itu berarti ia tidak ingin aku tidur bersamanya untuk malam ini?

Tapi bukankah ia bilang tadi mau menungguku?

Aku mengetuknya sekali lagi dengan lebih keras berharap ia mau membukakan pintu untukku. Namun nihil, tidak ada sahutan dari dirinya.

“ Hyukkie? Ini aku Donghae, “

Drrt~

Tiba-tiba aku merasakan hp-ku bergetar. Ada sms masuk. Siapa yang masih bangun malam-malam seperti ini? Hyukkie?

To: Donghae

From: Hyukkie

Aku tau kau di depan kamarku. Bisa kau tinggalkan sendiri? Aku sedang tidak ingin di ganggu,

Benarkan kataku. Ia tidak ingin di ganggu. Tapi mengapa? Kenapa Hyukkie tidak ingin aku ganggu? Apa aku berbuat kesalahan?

Aku menarik nafas panjang, “ arrasseo, Jaljayo Hyukkie, saranghae…, “

Aku menatap pintu itu untuk yang terakhir kalinya berharap ia merubah fikirannya dan membiarkan aku masuk ke dalam. Dan ia memelukku hangat, membisikkan ‘saranghae’ ke telingaku dengan penuh kasih sayang.

Apakah semua itu hanya harapan belaka?

***

Aku mengguling-gulingkan badanku di atas tempat tidurku. Aku tidak bisa tidur. Fikiranku melayang-layang. Fikiranku terpecah.

Hyukkie.

Ia memenuhi semua fikiranku. Ia memenuhi fikiranku seharian ini. Aku yakin ada yang aneh dengannya namun aku tidak tau apa yang aneh.

Apakah ia sudah bosan?

Aku mulai menhitung berapa lama kami sudah berpacaran. 4 tahun. 4 tahun kami berpacaran, dan 10 tahun kami sudah berteman. Tidak herankan kalau ia bosan?

4 tahun itu waktu yang lama.

10 tahun itu waktu yang panjang.

Apa ia bosan mengatakan hal yang sama terhadap orang yang sama?

Apa ia bosan denganku?

“ Hae, gwenchanayo? “

Aku menolehkan wajahku dan bertemu wajah khawatir Leeteuk-hyung, “ hmm, “ jawabku seadanya.

Jelas bohong besar kalau aku menjawab ‘gwenchanayo’ karena dalam kenyataan, aku jauh dari kata ‘gwenchana’. Aku hancur. Aku terpuruk dengan pernyataan-pernyataan yang ku buat tanpa kebenaran sedikitpun. Walau aku yakin ada kebenaran di baliknya.

“ kau kenapa? Kau terlihat gelisah? “

“ Hyung, “

“ Ne? “

“ sebelum bertemu denganku, bagaimana kehidupan Hyukkie? Maksudku, apakah sama saja, atau berubah atau bagaimana? “

Leeteuk-hyung menaikkan sebelah alisnya, “ maksudmu? “

Aku menatap langit-langit kamarku dan kamar Leeteuk-hyung. Ku dengar Leeteuk-hyung menghela nafas panjang sebelum akhirnya duduk di sebelahku dan membelai rambutku sayang. Aku memejamkan mataku berandai-andai bahwa Hyukkie yang melakukan semua ini.

“ kau bisa menceritakan kepadaku jika kau mau, “

“ hanya cukup ceritakan aku apa ada perubahan di setelah dan sebelum aku dan Hyukkie bertemu, kau dan Sungmin-hyung serta Junsu yang pertama kali bertemu dengan Hyukkie daripada aku, kan? “

“ yang aku tau, Hyukjae berubah, “

Aku membuka kedua mataku dan menatap mata Leeteuk-hyung, “ seperti? “

“ saat hanya berempat, ia bahagia karena dia bertemu teman baru selain Junsu, saat bertemu denganmu aku tau ia lebih bahagia daripada bertemu denganku dan Sungminnie, “

Aku menatap Leeteuk-hyung dalam-dalam, menunggu kelanjutan dari kata-kata Leeteuk-hyung. Leeteuk-hyung mendongak menatap langit-langit seperti menerawang sesuatu,

“ dia semakin sering tersenyum, ia semakin bersemangat, ia berubah dari Hyukjae yang aku kenal pertama kalinya, ia berubah menjadi seorang Hyukjae yang lebih baik dari Hyukjae yang sebelumnya, “

“ itu berarti ia bahagia bertemu denganku? “

“ tentu saja, apa kau tidak bisa melihat dari matanya? “

Aku menghela nafas panjang, “ tapi sekarang ia berubah hyung, berubah dari Hyukjae yang aku kenal, berubah menjadi seorang Lee Hyukjae yang tidak pernah menyayangiku, “

“ huh? “

“ apa hyung tidak bisa melihatnya? Ia semakin jauh walau pada kenyataan ia dekat denganku, ia bertingkah seperti.. aku bukan orang yang penting untuknya, “

Leeteuk-hyung tersenyum manis, “ aku tidak yakin ia tidak mungkin seperti itu jika tidak ada alasan di baliknya, “

“ apa alasan ‘ia menjauhiku’ jika ia tidak mencintaiku lagi, hyung? “

“ lihat matanya, ia masih mencintaimu, ia masih memikirkanmu, ia masih peduli padamu, kau tidak perlu khawatir Hae-ya, aku tau ia masih mencintaimu, “

Aku menatap Leeteuk-hyung ragu, “ bagaimana kau tau, hyung? Aku yang kekasihnya saja meragu akan hal tersebut, “

“ itulah yang di sebut ‘power-of-mother’ Hae, “

***

Ke esokan paginya, aku bangun dari tidurku yang tidak bisa ku sebut tidur tersebut. Setiap setengah jam aku pasti terbangun tanpa alasan yang jelas. Aku membasuh mukaku dan berjalan ke kamar Hyukkie. Aku ingin memastikan kata-kata Leeteuk-hyung bahwa ia masih mencintaiku.

Aku juga ingin membuktikannya sendiri.

Aku mengetuk pintu kamar Eunhyuk. Masih sepi. Kentara sekali bahwa ia masih tertidur pulas di kamarnya. Aku berdiri mematung.

Haruskah aku mengetuknya lebih keras agar ia tau bahwa aku ingin bertemu dengannya?,

Aku menarik nafas panjang. Namun sebelum aku berhasil membuka pintu, Hyukkie telah membukakannya untukku. Atau untuk dirinya sendiri?

“ eoh? Hae? Apa yang kau lakukan disini? Tidak biasanya kau bangun sepagi ini, “

“ aku ingin berbicara denganmu, “

Aku tidak tau apa yang ingin ku bicarakan dengannya. Kata-kata itu meluncur dengan sendirinya dari mulutku tanpa terproses terlebih dahulu. Apa yang harus ku bicarakan?

Ia tersenyum dan mencium bibirku sekilas, “ jangan sekarang, aku sibuk, “

“ tapi…, “

Kenapa aku memaksanya? Aku bahkan tidak tau apa yang akan kami bicarakan!,

“ Donghae, aku mohon jangan sekarang, “

Aku menghela nafas panjang, “ arrasseo, “

Aku berjalan menjauh darinya menuju ke arah kamarku dan Leeteuk-hyung. Di dalam kamar, aku menekuk kedua lututku dan membenamkan wajahku di lututku. Hatiku sakit begitu mendengar caranya memanggilku.

Donghae? Bukankah Hae untukmu, Hyukkie?

Eunhyuk POV

Aku meneguk susu strawberry-ku sampai habis. Ku buang ke tempat sampah kotak susu-ku yang sudah tak bisa di sebut kotak susu tersebut.

“ Hyukjae, “

Aku terlonjak namun cepat-cepat membalik badanku, “ Ne? “

“ eonjeyo? “

“ apanya yang kapan? “

Leeteuk-hyung menatapku dalam, “ kapan kau akan bicara dengannya? “

“ bicara apa hyung? “

“ Jangan menipuku! Aku sudah mengenalmu selama bertahun-tahun! Aku tau siapa dirimu dan bagaimana sifatmu Hyukjae, “

“ tapi aku tidak menipumu, Hyung… “

“ Lee Hyukjae!! “

Aku menghela nafas panjang menyerah bermain kata dengan Leeteuk-hyung. Bukan. Bukan bermain kata. Lebih tepatnya menghindar. Menghindar dari kenyataan yang akan di katakan oleh Leeteuk-hyung.

“ bukan sekarang hyung, aku tidak ingin ia terluka, “

“ tapi ia sudah terluka, cepat atau lambat ia bisa tau! Dan jika ia tau dengan sendirinya, ia akan terluka lebih dalam lagi Hyukjae, “

“ bukan sekarang Hyung, “

Leeteuk-hyung memegang pundakku namun ku tepis dengan perlahan dan berjalan jauh meninggalkannya seorang diri di dapur. Biarlah aku tidak makan. Itu lebih baik daripada bertemu dengan Hae sekarang.

Tapi, cepat atau lambat ia akan tau, kan?

***

Aku merenggangkan badanku nyaman. Hoah. Sudah berapa lama aku tertidur di taman ini? Apakah yang lain mencariku? Apakah yang lain khawatir denganku? Ku raih handphone yang sedang bertengger manis di sakuku.

“ 40 misscall, 25 message “

D-Donghae?!

Aku mengusap-usap mataku namun semuanya jelas. Dari 40 misscall dan 25 message semua dari Donghae. Hanya dia. Bukan yang lain?? Tanganku bergerak membuka sebuah sms paling atas

To: Hyukkie

From: Hae

Eodiyo?

Sms yang lain…

To: Hyukkie

From: Hae

Eodieosso? Jebal, yang lain khawatir! Pulang sekarang juga, palliwa!

Dan sms yang lainnya…

To: Hyukkie

From: Hae

Kalau kau tidak ingin ke dorm karena kalimatku lupakan kalimatku, aku akan menunggu sampai kapanpun kau ingin membicarakan masalahmu, kembali sekarang Hyukkie, Teuki-hyung khawatir.. yang lain khawatir…

Aku terpaku di tempatku. Bodoh. Nae babaoya. Aku menyakiti seseorang berhati malaikat ini? Tanpa alasan yang jelas? Hpku bergetar lagi, ada satu sms masuk. Donghae lagi?!

To: Hyukkie

From: Hae

Ku mohon kau pulang sekarang, aku tidak sedang di dorm sampai nanti kau tidur sehingga kau tidak akan bertemu mukaku.

Hyukkie,

Pulang….pulang Hyukkie, sekarang…

Aku membanting handphone-ku tak peduli apakah nanti handphone tersebut akan hancur berkeping-keping atau tidak. Dia terlalu baik. Dia terlalu baik dan aku terlalu jahat. Benar kata Leeteuk-hyung.

Aku harus berbicara malam ini.

Sebelum ia terluka semakin dalam…

Donghae POV

Aku menggeliat tak tentu arah. Ku lirik jam tanganku, masih pukul 10.50. walau jadwlaku sudah selesai dari empat jam yang lalu. Aku masih tidak ingin turun dari caravan ini. Tidak akan turun sebelum jam tidur Hyukkie.

“ mungkin, dugaanku benar, mungkin ia sudah tidak mencintaiku lagi, “

Setetes air mata jatuh membasahi kedua pipiku. Aku menutup kedua mataku dengan lenganku dan membiarkan air mataku jatuh membasahi pipiku.

Mungkin ini jam terakhir,

Mungkin ini detik terakhir,

Mungkin ini hari terakhir,

Mungkin ini malam terakhir,

Malam terakhirku menjadi milik seorang Lee Hyukjae. Malam terakhirku menjadi kekasihnya. Ya tuhan, izinkan aku untuk menangis dan menumpahkan semuanya malam ini.

Dan bantulah aku agar aku mampu menghadapinya dengan tatapan tegar tanpa ada penyesalan sedikitpun.

***

Aku melirik jam tanganku, jam 11.06, masih ada 24 menit sebelum jam tidurnya. Masih ada 24 menit untuk menyelesaikan masalahku dan masalah Hyukjae.

Hyukjae,

Mianhaeyo.

Aku menarik nafasku dan mengecek penampilanku di kaca mobil. Setelah merasa semua beres, aku melangkahkan kakiku menuju dorm SuJu. Ku tarik nafas panjang-panjang.

Dorm terlihat sangat sepi. Pasti semua sudah tidur. Apakah Hyukjae juga sudah tidur? Kalau ia tidur, berarti aku harus mengatakan hal ini di ke esokan hari?

Aniya,

Aku harus mengucapkannya malam ini. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Kata-kataku, diriku, namun aku sedikit tidak yakin dengan hatiku. Sanggupkah aku menerima kenyataan ini? Aku menarik nafas mantap dan mengetuk pintu kamar Hyukjae.

“ aku tau kau belum tidur, untuk malam ini aku mohon biarkan aku berbicara sesuatu, dan setelah itu aku tidak akan mengganggumu, “

Hyukjae membuka kamarnya, “ Donghae? “

See? Ia memanggilku Donghae, bukan Hae. Dan sekarang, aku tidak akan memanggilnya Hyukkie, aku akan memanggilnya Hyukjae seperti member lain memanggilnya.

“ belum mau tidur, kan? Kau tidak bisa menipuku, aku hafal jam tidurmu, “

“ masuk, “

Ia melingkarkan lengannya di pinggangku seolah tidak ada masalah terjadi di antara kita. Masalah? Apakah ini sanggup di sebut masalah? Bagaimana kalau Hyukjae menganggap ini sama sekali bukan masalah untuknya?

Ia mendudukkanku di pinggir kasurnya dan ia duduk di sampingku. Ruangan sunyi hanya terdengar bunyi jarum jam berdetik. Detik terakhir sebelum aku lepas dari Hyukjae.

“ aku mau bicara, “ ucapku sebelum ia membuka mulutnya

“ Donghae, ku mohon.. jangan sekarang… “

“ aku mau bicara, bukan masalahmu. Aku ingin membicarakan masalahku, Hyukjae-ssi, “

Aku mengigit lidahku. Hyukjae-ssi? Sedikit ekspresi kaget terpancar dengan jelas dari wajahnya. Akupun sama kagetnya. Tidak menyangka kalimat sedingin itu keluar dari mulutku. Apa aku juga sudah ‘tidak’ mencintainya?

“ A-apa yang ingin kau bicarakan? “ ucapnya gugup

“ Geumanhae, “

Matanya membesar, “ M-Mwo? “

“ kau mendengarnya dengan jelas, Hyukjae-ssi. Uri Geumanhaeja. “

“ waeyo? “

Aku terdiam di tempatku. Sama sekali tidak terlintas di benakku apa alasanku meminta hubungan ini berhenti sampai di sini saja, walau sebenarnya aku tidak ingin. Ku dengar Hyukjae menghela nafas panjang,

“ arrasseo, “

Hanya itu yang mampu ia katakan? Tak inginkah dia menahanku untuk berada di sisinya lebih lama lagi? berarti benar dugaanku, ia sudah tidak mencintaiku lagi.

“ G-Gomawo Hyukjae-ssi, “

Aku bangkit hendak berdiri. Namun tangan Hyukjae dengan sigap segera memegang pergelangan tanganku. Aku terdiam di tempatku tak ingin membalik badanku. Karena aku yakin, ia dapat melihat dengan jelas seberapa rapuhnya aku.

“ bisakah kau disini untuk sementara waktu? “

Aku menarik nafas panjang, mencari kekuatan untuk menjawab pertanyaannya, “ untuk apa? “

“ Mianhaeyo, Naega jalmothaesso, “

“ U-Untuk? “

Bukan. Bukan salahmu, Hyukjae. Bukan salahmu jika kau tidak mencintaiku lagi…,

“ benar kata Leeteuk-hyung, cepat atau lambat kau akan tau sendiri dan jika kau tau sendiri itu membuatmu lebih terluka, mianhaeyo… tidak seharusnya aku membiarkanmu mencari hal yang aku sembunyikan selama ini, “

Sembunyikan selama ini? Jadi selama ini kau hanya berpura-pura mencintaiku, Hyukjae?

“ entah mengapa perasaanku berubah terhadapmu, aku merasa beberapa bulan terakhir aku menatapmu sebagai seorang ‘adik’ bukan sebagai ‘kekasih’ seperti halnya kau menatapku, karena itu aku… “

“ Geumanhae! “ teriakku, “ Geumanhae!! “

“ Hajiman…, “

“ Micheosseo? “ potongku sebelum ia bisa berkata lebih jauh, “ Micheosseoyo?! Aku disini masih terluka karena sikapmu dan kau malah menceritakan bahwa ternyata kau memang tidak mencintaiku sejak lama?!! “

“ dengarkan aku dulu, Hae… “

“ SHIRO!! “

Aku menghempaskan tangannya dari pergelangan tanganku keras. Entah atas perintah siapa, air mataku jatuh membasahi kedua pipiku. Aku sudah bertekat tidak akan menunjukkan sisi ‘lemah’-ku. Tapi sekarang? Semua itu hanya bualan belaka.

“ Donghae, ku mohon dengarkan aku dulu, “

“ SHIRO! Neo jeongmal baboya!! “

Ia menarik pinggangku dan memelukku erat. Dengan seketika aku merasakan kakiku melemas dan aku tidak memiliki kekuatan untuk membalasnya. Aku biarkan ia memelukku untuk terakhir kalinya. Terakhir kalinya…

“ Donghae-ya, “

Aku hanya diam. Malas menjawab. Atau, tidak ingin menjawab? Entahlah. Ku rebahkan kepalaku di dadanya yang bidang. Menikmati saat terakhirku dengannya.

“ aku tau, aku salah. Kau tidak berhak memilikiku dan aku tidak berhak memilikimu, tapi maukah kau menunggu? “

“ Me-menunggu? “

“ menungguku agar aku bisa menjadi Hyukjaemu lagi? menungguku agar aku bisa mencintaimu dan tidak akan pernah melukaimu lagi? “

Sebuah air mata jatuh dari ujung mataku. Ku gigit bibir bawahku menahan isakan tangis yang akan keluar dari mulutku. Tepatnya, hatiku.

“ kalau kau tidak mau aku juga—“

“ gildarilge, “ potongku, “ aku akan menunggumu, jangan lama-lama, arra? “

Ia melepas pelukan kami dan menatap mataku lembut. ya tuhan. Sudah berapa lama ia tidak menatapku dengan pandangan penuh kasih sayang seperti ini?

“ Gomawo, Donghae-ssi, “

Ia mencium bibirku sekilas. Ciuman yang mewakili semuanya. Kata maaf. Permohonan. Keinginan. Harapan. Kesedihan. Tergambar jelas dalam ciuman singkat namun penuh cinta tersebut.

Hanya saja, ini lebih berbeda. Lebih menyakitkan walau lebih lembut dari biasanya. Sebuah air mata jatuh membasahi pipiku. Bukan. Ini bukan air mataku. Mungkinkah, Hyukjae?

Ia menarik dirinya dan tersenyum ke arahku, “ Gildarilge, aku pasti kembali, Donghae-ssi, “

Ia menangis.

Aku tersenyum dan mengangguk, “ Ne, Hyukjae-ssi. “

Aku akan menunggu sampai kapanpun.

Aku akan tetap menunggu walau hal itu seperti hal yang mustahil untukku.

Aku tau dari dalam lubuk hatiku yang terdalam.

Walaupun kau hanya mempermainkanku semata.

Aku akan tetap menunggumu.

Is it Over? It isn’t over yet,

***

*sigh*

Lagi-lagi angst TT__________TT

” Comment = Love “

18 thoughts on “…Is It Over?

  1. Hahh. Eon jadi sedikit nyesel bilang “yang pentin eunhae, eon mao”
    ternyataa.. Hiks. Hiks… *tidak dapat berkata kata* ==”
    but it’s okay.. Eon selalu suka ffmu saeng.

    It isn’t over yet? Maksudnya? Masih ada sequelnya kah saeng? Eon maoo #puppyeyes kekeke ~

    1. HUWEEEEEE , MIANHAEYO UNNIE TT_____TT *ayo nangis bareng*
      jincha?
      beneran eonnie suka ama FF abalku ini? ;A;

      yup :3
      kalo unnie emang pengen mau, boleh deh aku kasih lanjutan. tapi happy ending tak?

  2. Yupp, eon pasti suka lah🙂

    Hahay.
    Pasti mao dong saeng..
    Tapi harus happy end. Cukuplah saeng si hae engkau buat bersedih kali ini. Hiks *ikut2an sedih*

    1. Nanti dulu yaa :p
      masih mau nyiksa Hae nih, habis Hae kurang ajar banget masa dia milih Sunye dari pada eunhyuk?! ish ngeselin= = (korban FF Eunhae)
      hahaha .
      iya deh unn, nanti saya buat yang happy ending. nggak mau juga misahin ikatan antara Eunhae😀

      1. iyakahh??
        ya udaaahh post yang angst dulu aja saeng..
        kan sayang udah susah bikin malah kagak di post..
        pokoknya yang happy end selalu eon tunggu..
        hohoho ~

      2. udah ane post eon… sumpah itu angst banget ;___;
        hehe,
        siplah . do’ain banyak dapet ide yang happy-ending yaa.. kasian yang lainnya nih dapet angst terus u,u

      3. Tuhaann,, semoga si saeng cepet2 dapet idee..
        sayaa kangenn baca happy endnya si eunhae..
        ^^..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s