fanfictions

Let Me Loving You – Part 3

Title : Let Me Loving You—Part 3

Main Cast :

–          Cho Eunyoung [You]

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

Another Cast :

Lee Namhyo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon.

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3

***

Di ambil dari cerita ‘1 liter of tears,’ ’49 days,’ ‘Surat Kecil Untuk Tuhan,’ dan cerita lama karya saluran TV favorite kita ‘Buku Harian Nayla,’

—padahal aku belum ada nonton semua, cuma di certain doang.. tapi untuk yang 1 liter of tears sama Surat Kecil Untuk Tuhan aku mah udah baca—

***

Esok harinya,

Eunyoung POV

Aku membuka kedua mataku dan menghirup udara segar-segar. Semalam aku merasakan nyenyak sekali. Sudah lama aku tidak tidur senyenyak ini. Tiba-tiba hidungku mencium sebuah bau aroma masakan yang sangat familiar di hidungku.

Jajangmyun!, seruku senang

Aku segera turun dari tempat tidur dan segera berjalan menuju kamar mandi. Entah karma atau aku memang yang tidak fokus, aku tersandung ransel sekolahku yang ku lakukan sembarangan tersebut. Sial. Pasti akan menghasilkan luka yang lain!

Aku mencoba bangkit, dan benar saja. Daguku berdarah lagi. Mungkinkah tadi aku terjatuh terlalu kencang sehingga daguku menghantam lantai?

“ Eunyoung-ah, gwenchanayo? “

“ Gwenchanayo Eomma, hanya tersandung, “

“ tidak terluka lagi? “

“ tidak Eomma, “ dustaku

Eomma mianhae, aku tidak mau berbohong padamu tapi apa daya, aku tidak sanggup membuatmu bersedih lagi eomma, mianhaeyo…,

Aku menarik nafas panjang dan mengobati lukaku dengan tissue yang tersedia di kamarku. Setelah merasa siap, aku mulai menyiapkan diriku untuk memulai hari baru. Yay, tunggu aku SM High School!

***

Aku menuruni tangga dengan perasaan senang. Segarnya air pagi ini! Begitu tiba di bawah, kulihat Eomma sedang menyeduhkan teh pagi kepada Appa, sedangkan Appa sedang duduk santai sambil membaca Koran pagi. Aku menyapa mereka berdua dengan hangat.

“ Eomma, Appa, Annyeong! “

“ Annyeong Eunyoung, “ eomma menghampiriku dan mencium pipi kananku, “ Eunyoung-ah, ini luka kemaren, ya? “ tanya eomma sambil menunjuk daguku yang baru saja ku beri plester beberapa menit yang lalu,

“ N-ne eomma, ini yang kemaren, entah kenapa masih berdarah.. “

“ mungkin kemaren kau jatuhnya terlalu keras, ayo duduk! Eomma menyiapkan jajangmyun kesukaanmu, “ eomma menarik salah satu kursi duduk dan menyuruhku duduk di sana, sementara dirinya, sibuk menyiapkan makananku

Eomma, mianhaeyo aku selalu menyusahkanmu, aku janji, jika penyakitku sudah bisa sembuh aku akan menggantikan semua jasa yang telah kau berikan padaku. Appa, aku juga berjanji padamu, jika aku sudah sembuh, aku akan mengganti semua uang yang kau keluarkan untuk biaya pengobatanku, yaksokhaeyo!, panjatku dalam hati

Aku akan berusaha.

Aku akan seperti daruma. Walaupun ia jatuh berkali-kali, aku akan bangkit dengan sendirinya. Aku tidak akan membiarkan penyakit ini membuatku jatuh dan tidak dapat membuatku berdiri lagi. Aku harus berusaha melawannya. Ya, aku pasti bisa.

Demi semua orang yang sudah menyayangiku. Demi semua orang yang sudah membantuku sampai sejauh ini. Mr.Lee, Eomma, Appa, Namhyo, Kyuhyun, semua teman-temanku di Geounggu sana, serta Hyukjae.

Aku berjanji pada kalian jika aku sudah sembuh dari penyakitku, aku akan membalas kebaikan hati kalian yang telah kalian berikan padaku disaat aku terjatuh seperti ini.

***

Aku berjalan sambil memejamkan mataku kuat-kuat. Kenapa baru muncul sekarang?! Padahal dari rumah ke sekolah tadi aku rasa penyakitku tidak ada muncul. Mengapa hanya kurang dari 5 meter dari kelasku penyakitku ini muncul?!

Aku berusaha menggapai dinding-dinding tersebut tapi lagi-lagi nihil. Sepertinya setiap aku ingin menggapai dinding tersebut, dinding-dinding itu berjalan menjauh dariku. Aku berusaha menggapai namun, kakiku semakin melemah.

Hyukjae! Aku butuh kau sekarang!, pintaku dalam hati.

Aku merasakan dunia sudah berputar tidak tentu arah. Pasti aku akan jatuh lagi. Aku menggigit bibirku kuat-kuat dan bersiap-siap menerima luka yang akan di derita oleh daguku tersebut. Tapi, satu menit berlalu dan aku tidak merasakan apa-apa.

Apakah aku mati?

Itulah fikiran pertamaku. Sebelum mendengar suara berat seorang namja. Suara namja yang aku yakini bukan suara Hyukjae ataupun Kyuhyun. Ku buka mataku, dan aku merasakan jantungku berhenti berdetak.

“ Gwenchanayo? “

Aku mengangguk malu, “ G-gwenchana, gomapsumnida err…, “

“ Choi Siwon, Siwon Imnida, “ ujarnya sambil tersenyum hangat kepadaku

“ aah! Mianhaeyo aku tidak tau namamu, sekali lagi, gomapsumnida Siwon-ssi, “

“ kau anak baru itu, ya? Yang pindahan dari Geonggu? “

Aku mengangguk. Ia menarik tanganku dan memapahku berjalan menuju kelasku. Apakah dia tau dimana kelasku? Bagaimana bisa?

“ aku mendengar kabar-kabar tentang dirimu, kau di kelas ini, kan? “ tanyanya sambil menunjuk kelasku, 2-5.

“ bagaimana kau bisa tau Siwon-ssi? “

Ia tersenyum menampilkan lesung pipinya, “ panggil saja aku Siwon, bukankah aku sudah bilang aku mendengar kabar-kabar tentang dirimu? “

Jadi.. dia memperhatikanku? Begitu?, fikirku secara reflek tanpa di proses

Aku menulis PR untuk diriku sendiri. Menampar mukaku begitu Siwon pergi dari hadapanku. Dasar bodoh! Dia mendengar kabar tentangku bukan berarti ia menaruh perhatian padaku. Mungkin ia ingin tau, kelas mana yang terdapat orang cacatnya.

“ O-oh, gomawo, Si-Siwon…., “ ucapku kaku

“ sudah jangan kaku begitu!, “ ia mengacak-acak rambutku, “ kita bisa berteman jika kau mau, kau bisa memanggilku kapanpun kau butuh, ini nomor telfonku, beri aku kabar jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, arrachi? “

Ia menyodorkanku sebuah kertas bertuliskan nomor di atas kertas putih tersebut. Ku tatap punggung Siwon yang semakin lama menghilang dari bayanganku. Siwon, Choi Siwon. Entah mengapa aku merasa, di saat aku menatap kedua bola matanya aku sangat tertarik dengannya.

Inikah yang namanya cinta?,

Tidak! Aku tidak boleh mencintainya. Ia terlalu sempurna untukku. Ia terlalu jauh dan aku tidak dapat meraihnya. Kau juga tidak perlu menelfonnya jika kau butuh. Kau tidak perlu menyusahkan orang semakin banyak lagi.

Toh, aku juga punya Hyukjae, fikirku santai dan melenggang kedalam kelas.

***

“ tebak siapa aku~ “ ucap seseorang sambil menutup kedua mataku.

Aku memutar bola mataku, “ tentu saja kau, monyet! “

“ monyet? Ahahaha, salah! Aku bukan monyet, siapa aku? “

“ Lee Hyukjae, puas? “

Ia melepaskan tangannya dari kedua mataku, “ bagaimana kau bisa tau? “

“ aku tidak tau bagaimana bisa orang seperti dirimu menjadi seorang Vice President di sekolah se-elit ini, padahal kalau aku melihat karateristikmu, kau tidak menunjukkan bagaimana Vice President itu sebenarnya, “

“ percaya atau tidak, aku hanya begini setelah kau datang ke dalam SM High School, “

“ Jincha? “ tanyaku tak percaya, walau aku sudah mendengar semuanya dari Namhyo

Ia mengangguk dan menepuk-nepuk dadanya. Cih, sombong sekali sih orang ini! Aku menoleh ke samping dudukku, dan menoleh ke samping duduk Hyukjae.

“ kau ingin duduk di sampingku? “ tanyanya, salah mengartikan pandanganku

“ MWO?? Ani! Aku hanya berfikir, kemana dua orang ini pergi. Sebentar lagi masukan kenapa mereka belum datang? “

Senyuman di wajah Hyukjae sedikit memudar namun ia tetap tersenyum, “ pasti mojok di tengah jalan, mereka memang seperti ini, “

“ kau ingin duduk denganku? “

Oh sialan! Kenapa aku menanyakan pertanyaan bodoh dan tidak berarti seperti itu?! Memangnya aku mau duduk dengannya? Tapi, kenapa tidak? Tapi bukankah itu membangun harapan pada Hyukjae? Aish!! Mulut sialan!

“ Kalau kau memang ingin duduk denganku baru aku mau duduk denganmu, aku tidak ingin memaksamu, lakukanlah saja sesukamu, “ ucapnya sambil tersenyum menampilkan gummy-smilenya

“ hng? Terserah aku? Padahal aku inginnya terserah kau saja, kau inginnya seperti apa? “

“ jika hanya dengan seperti ini kau bahagia, aku ingin seperti ini, “

Aku menunduk berusaha menyembunyikan semburat merah di kedua pipiku dengan rambut panjangku. Aish. Mengapa aku bisa seperti ini sih? Bukankah kemaren kau sudah berjanji akan melupakan Hyukjae? Bukankah kau sudah berjanji akan melupakan penembakan bodoh tersebut?

“ heh, dagumu kenapa? Kenapa berdarah begitu? “

Aku menutup daguku dengan telapak tanganku, “ ani, aku hanya terjatuh, bukan luka yang serius “

“ Jincha? “

Sebelum aku sempat menjawab pertanyaannya yang entah mengapa seperti tidak ada ujungnya itu, Namhyo dan Kyuhyun sudah datang. Sambil bergandengan tangan pula!

“ pagi-pagi kalian sudah mesra! Dasar, seperti tidak ada kegiatan lain saja, “ omel Hyukjae

“ mianhae, tapi aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari Namhyo Ahgessi, “ jawab Kyuhyun sambil membual atau mungkin, menggombal?

“ hyaah! Hentikan semua omongan manismu itu, Cho Kyuhyun! Aku tidak ampuh dengan kata-kata tersebut, “

“ tapi tadi pagi kau sangat manja denganku, Namhyo-ah…, “

“ YA!!! Jangan beritau pada mereka! “

Aish. Benar-benar deh. Bagaimana sih mereka bisa jadian? Aku tidak bisa habis fikir. Sifat mereka terbalik, tapi saling jatuh cinta. Sebuah pertanyaan kembali menyelundup kedalam benakku.

Bisakah aku merasakan masa-masa indah seperti mereka?

***

“ baiklah, sekian untuk hari ini. Sampai jumpa minggu depan anak-anak! “

“ sampai jumpa minggu depan Mrs. Kim! “

Semua murid mulai mengepaki barang-barang mereka dan berjalan keluar kelas. Uh? Mau kemana mereka? Aku menoleh kebelakang dan melihat pemandangan yang sama. Kyuhyun dan Hyukjae juga mengepak barang mereka. Namhyopun juga!

“ Younggie, kau tidak ikut? “ tanya Namhyo memecah lamunanku

“ hng? Memang mau kemana? Kenapa semuanya keluar sambil membawa tas? “

“ kita kan habis ini olah raga, kau tidak ikut Eunyoung-ssi? “

Aku menepuk jidatku pelan. Bagaimana aku bisa lupa, ya? Haish! Dasar pikun! Apakah aku bisa ikut olahraga? Boleh deh, toh melanggar Mr.Lee sekali-kali juga tidak apa-apa. Kalau olahraganya berat baru aku tidak akan ikut.

“ aku ikut kok, aku hanya lupa. Namhyo-ah, ganti dimana? “

Hyukjae menatapku khawatir, “ bukankah kau tidak boleh olahraga Eunyoung-ah? “

“ hu-um, tapi kalau olahraganya ringan aku masih bisa ikut kok, penyakitku tidak parah-parah hingga aku tidak bisa ikut olahraga! “

“ kau yakin Younggie? Kalau memang tidak bisa jangan di paksakan, bagaimana kalau penyakitmu kambuh lagi seperti kemaren? Jangan di paksakan ya, Younggie… “ ucap Namhyo sambil menunjukkan puppy-eyesnya

Aku mengangguk, “ aku janji jika sesuatu terjadi padaku, aku langsung memberitau kalian, “

Akhirnya mereka semua berhenti mengkhawatirkanku dan memutuskan untuk mengganti baju. Hyukjae mengambil tasku, dan Namhyo membantuku berjalan. Sedangkan tas punggung Namhyo telah di bawa oleh Kyuhyun. Aku berusaha melepaskan tangan Namhyo dari pinggangku,

“ Namhyo-ah, aku bisa sendiri.., “

Ia menggeleng, “ aniya, kau tidak bisa, tadi pagi kau jalan sambil di bantu seseorang, kan? “

“ bagaimana kau bisa tau? “

Aku bahkan tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun! Bahkan dengan Hyukjae sekalipun aku tidak ada menceritakan kepadanya. Dan sialnya, Namhyo hanya tertawa-tawa.

“ Ya!! Kau tau dari mana kalau aku tadi pagi jalan di bantu seseorang? “

Ia tersenyum jahil, “ apa kau tidak sadar tadi itu bentuk pertanyaan jebakan? Aku menjebakmu, pabo! “

Sial!

Aku memukul lengan Namhyo kesal sedangkan tiga orang lainnya tertawa menertawakan kepolosanku. Aish. Tapi harus ku akui, mereka benar-benar pengertian kepadaku.

***

Hari ini kami harus olahraga menjaga keseimbangan sehabis itu kami melakukan olahraga basket. Aku menarik nafasku panjang-panjang. Sanggupkah aku melakukan olahraga tersebut? Mungkin kalau hanya menjaga keseimbangan aku bisa, tapi… bermain basket?

“ Younggie, apakah kau yakin sanggup? “

Aku menoleh dan bertemu dengan mata perhatian Namhyo, “ T-tentu saja aku bisa, bukankah sudah ku katakan tadi? “ jawabku sedikit meragu

“ wajahmu.. tidak menggambarkan itu semua, “

“ aku bisa Namhyo-ah, “ walau aku yakin aku tidak sanggup untuk melakukannya, lanjutku dalam hati

Seseorang menepuk puncak kepalaku dan membelainya lembut. Di samping kiriku berdiri Hyukjae, dan di samping kanan Namhyo berdiri Kyuhyun dan tentu saja, memeluk pinggang Namhyo mesra. Aku menepis tangan Hyukjae dari atas kepalaku.

“ kau tidak perlu memaksakan diri Eunyounggie…, “

Aku menggeleng perlahan, “ aku bisa, tenang saja. Walau aku sakit, aku masih sanggup melakukan pekerjaan seperti yang di lakukan oleh orang-orang sehat seperti kalian, “

“ benarkah? “

Aku mengangguk pasti, “ tenang saja, Hyukjae-ssi, aku juga sering di latih seperti ini di tempat pelatihan saraf motorik tubuh, “

“ huh? “ tanya Kyuhyun bingung

Aku menepuk jidatku pelan. Pasti mereka bingung dengan yang aku katakan! Tempat pelatihan saraf motorik tubuh? Mana mungkin mereka pernah ke tempat-tempat seperti itu! Mendengarpun sepertinya baru hari ini!, gerutuku pelan.

“ Ani, lupakan saja. ayo kita kesana, sepertinya songsaengnim sudah menunggu kita, “ aku menarik tangan Namhyo mencoba mengalihkan perhatian mereka

Akhirnya kami berjalan beriringan menuju tempat songsaengnim berkumpul. Aku menatap sekeliling. Gedung olahraganya seperti stadion-stadion besar saja! Aku menarik lengan baju Hyukjae membuatnya sedikit merunduk, mendekatkan telinganya ke bibirku.

“ nama guru itu siapa? “

“ Park Songsaengnim, wae? “

“ Aniyo, aku hanya ingin bertanya, akukan belum kenal guru-guru di sini, “

“ EHEM! Bisakah kalian ganti posisi kalian? Itu sedikit aneh, “

Aku tersentak kaget mendengar kata-kata Namhyo. Dan jantungku tiba-tiba berdegup kencang dengan sendirinya begitu menyadari posisi kami. Aku menjauhkan kepala Hyukjae dan menoleh menghadap arah yang lain sementara Hyukjae hanya tertawa kecil di sampingku.

“ aish Namhyo!! Kau mengacaukan suasana kami saja! “

Aku menginjak kaki Hyukjae keras-keras. Namja ini benar-benar tidak tau malu dan kelewat PD! Bagaimana bisa dia mengatakan hal se-memalukan itu di depan Namhyo?! Pasti Namhyo akan berfikir bahwa aku sudah menyukainya juga!

“ YAA!! “

“ Hyukjae-ssi, ada masalah? “

Kami terdiam di posisi kami begitu mendengar teguran keras dari arah depan. Park songsaengnim menatap kami dengan alis yang bertaut kebingungan. Aku menunduk menatap kakiku merasa bersalah karena sudah berlaku tidak sopan.

“ A-anu songsaengnim, tadi secara tidak sengaja ada semut menggigit tanganku, cheongsanghamnida, “ ucap Hyukjae sambil membungkuk minta maaf,

Park songsaengnim mengangkat sebelah alisnya dan melanjutkan koordinasinya di depan kelas. Aku memutar bola mataku kesal. Semut? Jadi dia fikir aku semut begitu?, hardikku kesal.

“ baiklah, sekarang kalian harus berjalan di atas balok itu secara satu persatu, saya akan memanggil nama kalian dan tanpa protes apapun kalian langsung berjalan ke atas balok itu. Ada pertanyaan? “

Aku ingin bertanya. Tapi…, aku tidak berani. Aku belum mengenal sifat semua guru di sekolah ini, bagaimana sifat guru ini? Apakah pengertian? Ataukah jahat? Haish! Bagaimana kalau nanti aku jalan di atas balok itu sampai menghabiskan waktu 5 menit? Bukankah di tempat pelatihan aku berjalan di atas balok sepanjang lima meter saja menghabiskan waktu kurang lebih 5 menit?! Sedangkan balok ini sepanjang 8 meter! Otthokae?

Hyukjae mengangkat tangan kanannya, “ Songsaengnim? “

“ ne? “

“ kalau kita berjalan lambat, apakah kami akan di marahi? Aku merasa, aku tidak bisa berjalan secara cepat di atas balok tipis seperti itu… “

Aku membelalakkan mataku ke arah Hyukjae. Apakah dia memang ingin menanyakan hal tersebut ataukah dia bisa membaca fikiranku?! Park songsaengnim berfikir sebentar kemudian tersenyum. Tersenyum seperti senyuman yang sering di berikan Appa kepadaku.

“ boleh, selama kalian tidak jatuh kalian boleh berjalan selama apapun atau berjalan secepat apapun, “

Aku mengangguk mengerti. Dengan begini segala kegelisahanku sudah hilang. Aku tidak akan dimarahi hanya karena berjalan secara lambat. Jadi sekarang aku harus menjaga keseimbanganku agar aku tidak jatuh. Itu saja?

“ itukan yang kau fikirkan dari tadi? “

Aku kembali menatap Hyukjae dengan pandangan tidak percaya, “ bagaimana kau tau? “

“ aku bisa mengerti apa yang kau fikirkan hanya dengan melihat matamu, Eunyounggie.. kau tidak perlu memaksakan diri jika kau memang tidak bisa berjalan secara seimbang di balok tersebut, kalau di jelaskan alasannya Park Songsaengnim pasti akan mengerti, “

Aku menunduk dan mengangguk patuh, “ Gomawoyo Hyukjae-ssi, jeongmal gomawo… “

Entah sudah berapa kali aku mengucapkan “terima kasih” terhadap Hyukjae. Ia seperti malaikat yang di pinjamkan oleh tuhan untuk menemani hidupku yang kelam di hari sebelumnya.

Gomawoyo, Hyukjae-ah…

***

“ yak! Sekarang Cho Eunyoung, giliranmu! “

Aku menarik nafas panjang dan mulai menapakkan kakiku di atas balok panjang-pipih tersebut. Aku mulai menjalankan kakiku perlahan-lahan. Bukan, bukan karena aku takut aku akan jatuh. Tapi, aku sudah berjalan semaksimal yang aku bisa! Aku sudah berusaha agar aku berjalan cepat, dan seperti ini hasilnya.

“ Ya, Eunyoung-ssi, bisakah kau lebih cepat sedikit? Kasihan murid yang lain! “

Aku mulai mendengar cemoohan-cemoohan teman sekelasku terhadap diriku yang berjalan secara lambat ini. Aku menarik nafas dan mulai mempercepat laju jalanku.

“ Yak! Eunyoung-ssi, tolong lebih cepat sedikit, hanya di balok seperti itu kau butuh waktu seberapa lama?? Kami semua masih mau mengambil nilai, kau tau? Kami masih banyak, lajukan kakimu! “

Ingin rasanya aku berteriak di depan mereka bahwa aku juga ingin agar aku bisa berjalan cepat seperti yang lain. Tapi inilah takdirku. Aku harus berjalan seperti ini. Ingin rasanya aku menampar wajahnya dan berteriak meneriakkan semua kekesalan yang memang sudah ku pendam dalam hati.

“ cepatlah Eunyoung-ssi…. “

Kalau kalian mau silahkan kalian bertukar tempat denganku dan rasakan bagaimana rasanya!! Rasa sakit di kedua tulang betis kakimu saat kau berusaha menggerakkannya secepat yang kau inginkan! Rasa sakit yang terjadi di kedua tulang betismu begitu kau menggerakkan kakimu walau hanya untuk menggeser posisimu!!

“ bisakah kalian semua diam?! Apakah kalian tidak lihat Eunyoung sudah berusaha? Bukankah kalian juga tadi dengar bahwa terserah kita mau berjalan selambat atau secepat apapun? Bisakah kalian pahami sedikit bagaimana rasanya berada di posisi Eunyoung? “

Aku mengenal suara ini. Siapa lagi kalau bukan Lee Hyukjae? Orang yang selalu membelaku setiap saat? Orang yang selalu memahamiku bagaimanapun kondisiku? Aku tersenyum dan menyemangati diriku sendiri. Demi Hyukjae aku harus bisa berjalan cepat. Ia sudah terlalu banyak membantuku.

“ gomawo, Hyukjae.. “

Lagi-lagi aku hanya bisa berterima kasih kepadamu…

***

Aku meluruskan kedua kakiku yang terasa amat sakit di lantai gedung olahraga ini. Pasti ini karena efek aku mempekerjakan otot-ototku dengan cepat secara paksa. Haih.

“ mianhaeyo, kalian pasti tersiksa, ne? “

“ kau bicara pada siapa? “

Aku mendongak dan melihat Hyukjae sedang tersenyum serta memegang dua kaleng minuman. Ia menyerahkan salah satu dari dua kaleng minuman itu kepadaku. Aku menganggukkan kepalaku.

“ Gomawo, “

Ia tertawa kecil, “ apa setiap bertemu denganku kau harus mengucapkan terima kasih? Sepertinya kau hanya bisa mengucapkan itu padaku, “

Aku tau ia memang bergurau kepadaku. Tapi entah mengapa aku merasa sedih karena kata-katanya. Jadi bukan hanya aku saja yang merasa terganggu karena aku selalu mengucapkan “terima kasih” ternyata Hyukjae juga menyadarinya. Aku menundukkan kepalaku, entah harus berkata apa.

“ yah, kok malah sedih, ayo dong senyum, “ ucapnya khawatir dengan perubahan mukaku.

“ humm, “

“ waeyo? “

Aku menggeleng masih belum mau membuka mulutku. Ku rasakan Hyukjae menghela nafas panjang dan membelai rambut panjangku.

“ waeyo, Eunyounggie? Kan sudah ku katakan, kalau kau butuh tempat bersandar kau bisa mengandalkanku, sekarang ceritakan masalahmu Eunyounggie, apa penyakitmu kambuh lagi? “

Aku menggeleng. Ku tutup kedua mataku rapat-rapat begitu merasakan kedua mataku memanas karena air mata. Namun usahaku sia-sia saja. Sebuah air mata jatuh dari ujung mataku dan mengalir dipipiku. Dan tentu saja, Hyukjae menyadari hal tersebut.

“ Eunyoung-ah, marhaebwa! “

“ aku terlalu banyak bersandar kepadamu, Hyukjae… “

“ maksudmu? “

Aku menoleh dan menatap kedua bola matanya yang sedang menatapku penuh dengan kekhawatiran dan tentu saja.. kasih sayangnya. Aku tersenyum kecil.

“ aku terlalu banyak bersandar kepadamu, aku terlalu banyak mengandalkanmu. Aku merasa.. tidak berguna, Hyukjae… padahal aku tau kau menyukaiku, padahal aku tau kau memendam perasaan padaku, padahal aku tau aku telah menolakmu, tapi aku tetap  saja bersandar kepadamu ketika aku membutuhkan pertolongan, aku—“

Ia menarikku ke dalam pelukannya dan membelai lembut kepalaku. Tanpa ku tahan lagi, air mataku tumpah membasahi bajunya. Aku melingkarkan tanganku di pinggangnya dan menangis sepuas yang aku inginkan.

“ bukankah aku yang menyuruhmu untuk mengandalkanku jika kau ada masalah? Bukan salahmu jika kau menumpahkan semuanya padaku, “

“ ta…tapi.., “

“ ssh…, kau tidak perlu merasa bersalah sedikitpun, tumpahkan saja semua yang kau rasakan padaku…, “

Aku mempererat pelukanku di pinggangnya, “ Gomawo, Hyukjae.. gomawo…, jeongmal… “

Entah mengapa aku merasakan nyaman begitu aku menangis di pelukannya,

Entah mengapa aku merasakan aman di dalam lengannya yang hangat,

Entah mengapa aku merasakan bahagia ketika ia begitu perhatian kepadaku,

Aku terus berfikir. Tapi sampai sekarang, aku belum bisa menemukan jawabannya. Jawaban dari pertanyaan sulit yang di buat olehnya.

Bolehkah aku mencintainya?

 

 

***

TBC .

sory kalo rada aneh, lagi badmood, -_- do’ain yaa ulanganku besok dapet nilai bagus

Comment = Love

6 thoughts on “Let Me Loving You – Part 3

  1. Younggie !! Kuat bgt dirimu , ak pgn mental’a kya younggie .
    .
    Hyukie !! *plukunyuk* pgn dong d pluk jgaa :-*
    .
    Siwon’a bru sdikit d sni , ap emg sdikit ?
    .
    D tnggu chap dpan😉

    1. kamu pengen jadi Younggie? makanya ikuti aja caranya Younggie menanggapi semua komentar-komentar sinis tersebut[?]

      NOWAY! *narik unyuk jauh-jauh* He is MINE

      ada,
      nanti di part 6 ama 7 banyak :p

      sip😉

  2. Hebat deh younggie d sni !!
    .
    Eunhyuk kan pnya donghae hehe ..
    .
    Ntar younggie sma siwon aja , eunhyuk sma donghae #plak
    .
    Author-ssi pnya fb or twitter gak ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s