fanfictions

Let Me Loving You – Part 4

Title : Let Me Loving You—Part 4

Main Cast :

–          Cho Eunyoung [You]

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

Another Cast :

Lee Namhyo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Choi Ye Eun.

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

***

Di ambil dari cerita ‘1 liter of tears,’ ’49 days,’ ‘Surat Kecil Untuk Tuhan,’ dan cerita lama karya saluran TV favorite kita ‘Buku Harian Nayla,’

—padahal aku belum ada nonton semua, cuma di certain doang.. tapi untuk yang 1 liter of tears sama Surat Kecil Untuk Tuhan aku mah udah baca—

***

“ sudah merasa baikan? “

Aku mengangguk sambil menghapus sisa-sisa air mataku dengan punggung tanganku. Hyukjae tersenyum kecil melihat apa yang ku lakukan. Ia mengeluarkan sapu tangannya dan menghapus air mataku menggunakan sapu tangannya tersebut.

“ dasar! Sudah besar masih cengeng, sepertinya ini bukan image dirimu deh? “

Aku memukul dadanya pelan, “ kau kira aku tahan menghadapi semua masalah yang hadir di hidupku? Hanya karena masalah penyakit saja aku sudah cukup tersiksa, begitu masuk sekolah ini aku merasakan banyak sekali masalah yang hadir dalam hidupku, “

“ apa… perasaanku juga termasuk masalahmu? “

Aku terdiam. Kalau aku bilang iya, aku yakin itu akan membuat hatinya sakit dan merasa bersalah padaku. Kalau aku bilang tidak, aku yakin itu adalah sebuah kebohongan besar. Dan aku tidak mau melakukan kebohongan lagi. Aku sudah terlalu banyak berbohong.

“ Ani, yah… mungkin memang itu menyebabkan masalah, tapi bukan masalah seperti apa yang kau fikirkan, masalah ini aku yang membuatnya sendiri, “

Ia menatap kedua bola mataku, dan dapat ku katakan dari kedua bola mata tersebut tersirat kesedihan dan rasa bersalah yang terpendam. Hyukjae, kenapa kau begitu memperhatikanku?

“ kalau boleh tau, apa masalahnya? “

“ aku hanya bingung, bingung dengan apa yang harus ku lakukan, bingung dengan apa yang harus aku katakan, bingung dengan apa yang harus aku hadapi. Aku terlalu bingung, sehingga, aku bingung dengan apa yang aku bingungkan, “

Ia menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti, “ maksudmu? “

“ aku bingung bagaimana aku harus bertemu denganmu, aku bingung bagaimana aku harus bersikap dihadapanmu, aku bingung bagaimana aku bisa membantumu melupakan cintamu kepadaku, aku bingung bagaimana aku bisa mengurangi rasa sakitmu, aku bingung apakah aku bisa membalas perasaanmu…, “

Aku menundukkan kepalaku tak ingin menatap kedua matanya. Mungkin aku sudah mencintainya. Tapi aku harus menjaga diriku. Aku tidak bisa jatuh cinta padanya. Aku tidak boleh. Tapi, bagaimana aku bisa tidak jatuh pada pesonanya begitu melihat matanya yang penuh dengan kasih sayang dan kelembutan itu?

“ Eunyoung-ah, “ panggilnya pelan

“ hmm? “

“ tatap aku, “

Aku mengigit bibir bawahku. Haruskah aku menatapnya? Tapi, aku tidak ingin! Aku menarik nafas panjang dan menatap matanya. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas semua kebaikan yang telah ia berikan kepadaku.

“ apa? “

“ kau tidak perlu merisaukan semua hal yang kau risaukan itu Eunyoung-ah, aku sudah nyaman dengan apa adanya, hanya seperti ini, selama itu membuatmu tersenyum.. aku pasti akan tersenyum, “

Aku hanya diam menunggu kalimatnya.

“ mungkin perasaanku sempat membuatmu berat, mungkin perasaanku sempat membebanimu dan membuatmu canggung berada di dekatku, aku benar-benar minta maaf, Eunyoung-ah… aku tidak akan memintamu membalas semua perasaanku, aku hanya meminta.. bolehkah aku mencintaimu Eunyoung-ah? “

Aku tersenyum dan mengangguk, “ aku tidak pernah merasa terbebani, Hyukjae.. aku juga tidak merasa ada yang salah jika kau mencintaiku, toh, aku tidak pernah memaksamu untuk mencintaiku ataupun memaksamu untuk melupakanku, kan? “

“ Nan dangshineul jeongmal, saranghamnida… Eunyoung-ah…, “

“ ne, nan algo isseoyo… “

***

Hyukjae menggenggam tanganku dan menggiringnya menuju lapangan basket. Istirahat yang di berikan oleh Park Songsaengnim sudah habis dan sekarang kami harus melakukan pengambilan nilai basket. Apakah aku sanggup?

“ tenang saja, kau pasti bisa melakukan semua ini Eunyoung-ah, “

Aku tersenyum mendengar penuturan Hyukjae. Ya, aku yakin aku pasti bisa melakukannya. Aku tidak boleh mengecewakan orang-orang yang telah menolongku. Aku tidak mau hanya di bantu oleh mereka, aku juga punya kekuatan. Bukankah aku sudah bilang aku harus menjadi sebuah daruma?

Aku mengambil sebuah bola basket dan menarik nafas panjang-panjang. Tak lupa, aku berdo’a kepada Tuhan agar aku bisa melakukan semua ini tanpa gangguan sedikitpun.

Satu orang di beri kesempatan melempar sebanyak 2 kali. Setelah itu, kami akan di bagi menjadi dua tim, tim A dan tim B. Tim A berisi anak yang sudah ‘nyaris’ bisa bercampur dengan anak yang sudah lancar. Sedangkan Tim B berisi anak yang belum bisa dan bercampur dengan anak yang sudah bisa. Dan kedua tim tersebut harus bertanding selayaknya pertandingan biasanya.

Sialnya, aku masuk Tim B sedangkan Namhyo-Kyuhyun dan Hyukjae masuk Tim A! aish. Aku tau aku memang bodoh, tapi ternyata aku sebodoh ini, ya?

“ Younggie, kau yakin kau bisa? “ Namhyo berdiri menatapku khawatir,

Aku tersenyum meyakinkan, “ hu-um, aku bisa. Hanya kurang di latih, percayalah “

“ arraseo, jangan di paksa! “

Aku mengangguk dan mengucapkan janji padanya bila ada yang aneh dalam diriku aku akan segera minta izin pada Park Songsaengnim. Dan akhirnya, pertandinganpun dimulai.

Pada awalnya aku merasa stamina-ku sehat-sehat saja. Bahkan aku berhasil membantu timku dengan mencetakkan satu angka. Walau aku yakin, itu pasti kebetulan. Namun, semakin lama aku merasa staminaku semakin menurun dan aku semakin kelelahan. Kedua kakiku bahkan sudah susah untuk di gerakkan. Padahal pertandingan baru saja di mulai selama 15 menit.

“ ayolah, sekali saja aku juga ingin merasakan kebahagian seperti ini, “ aku memukul kakiku keras-keras berharap rasa sakit itu hilang

Aku menghentakkan kakiku keras dan berlari mengejar teman-temanku yang ternyata sudah mendahuluiku tersebut. Aku menarik nafas panjang berusaha mengatur nafasku yang mulai melemah di setiap detiknya.

Sial! Kenapa di saat seperti ini penyakit ini harus muncul sih!, gerutuku tak henti-henti

Di saat aku berhasil mendapat bola, Tim A dengan mudahnya mengambil bola tersebut seolah-olah aku memang menyerahkan kepada mereka. Di saat aku mencoba mengoper bola tersebut, mataku tiba-tiba mengabur dan akhirnya aku salah mengoper bola. Seolah-olah, saraf ke-sigapan-ku berhenti dengan sendirinya.

Aku berdiri di pojokkan lapangan, berusaha mengatur nafasku sebentar. Memijat-mijat pelan otot-otot pahaku. Dan menjernihkan pandangan mataku. Di tengah ke sibukanku, aku tidak menyadari bahwa seorang teman kelasku (dan orang yang memang dendam denganku—inget chapter 2) dengan berpura-pura “tidak sengaja” melempar bola basket ke arahku.

“ EUNYOUNG, AWAS!! “

Begitu aku mendengar suara Hyukjae, aku menolehkan kepalaku. Namun sialnya, bola itu malah dengan sukses menghantam mukaku.

Priiit!!

Itulah bunyi terakhir yang aku dengar, sebelum akhirnya semua menjadi gelap. Aku pingsan.

Hyukjae POV

Aku langsung berlari ke arah Eunyoung dan tidak memedulikan tatapan murid-murid yang lain. Aish! Seharusnya aku tadi berpura-pura tidak bisa bermain basket saja agar Park Songsaengnim memasukkanku satu tim dengan Eunyoung!! Aku berani menjamin bahwa yeoja berambut blonde tersebut memang sengaja melemparkan bola itu ke arah Eunyoung.

“ Eunyoung-ah!! “

Aku mengguncang-guncangkan badannya yang sudah terkapar di atas lapangan tersebut. Namun tidak ada reaksi dari dirinya. Darah merah, mulai keluar dari hidungnya.

Ia pingsan!,

Dengan sigap, aku membopong Eunyoung ala bridal-style dan berlari menuju Ruang Kesehatan. Eunyoung.. semoga kau baik-baik saja!!

***

“ dia tidak apa-apa, mungkin tulang hidungnya agak sedikit patah tapi itu bisa baik dengan sendirinya, “

Aku membungkukkan badanku sopan, “ Gomapta, syukurlah tidak ada yang fatal yang terjadi pada dirinya, “

Mr.Lee tersenyum lembut ke arahku. Ia menuliskan sesuatu di atas map, dan memasukkannya ke dalam laci. Huh? Selama aku sekolah di sini, jika ada murid yang sakit tidak perlu pakai map-map seperti itu. Apa itu catatan penyakit Eunyoung, ya?, fikirku dalam hati.

Mr.Lee memakai kacamatanya dan menatapku lekat-lekat, “ Hyukjae-ssi, “

“ N-ne? “

“ apa tadi ada yang aneh dengan Eunyoung? “

Aku menganggukkan kepalaku, “ berkali-kali saya melihat ia memukuli kedua kakinya, dan berkali-kali juga ia melakukan kesalahan-kesalahan kecil saat bermain, terkadang saya juga melihat ia berhenti dan menarik nafas kemudian mencoba berlari kembali namun… setiap ia habis menarik nafas, kecepatan berlarinya semakin berkurang, “

“ sudah seperti yang saya duga, “

“ EH?? “

Ia menatap tubuh Eunyoung yang sedang terbaring dengan pulasnya di atas tempat tidur ruang kesehatan, “ Eunyoung adalah satu-satunya pasien saya yang mempunyai jiwa yang keras kepala dan tidak pernah putus asa, “

Aku mengangguk mengiyakan. Walau aku tidak tau kemana arah pembicaraan ini, tapi aku akui, Eunyoung adalah orang yang paling keras kepala dan selalu bersemangat yang pernah aku temui.

“ Selama ini, ia selalu berusaha agar penyakit tersebut dapat sembuh dari dalam dirinya, walau kenyataannya—“

“ penyakit itu dapat di sembuhkan, kan? “ potongku,

Mr.Lee menatapku sedih. Aku merasakan jantungku berdebar cepat, dan keringat dingin mulai membasahi pelipisku. Aku tidak siap mendegar berita yang akan di berikan setelah ini walau aku tau inilah kenyataannya.

“ Secara pengalaman, tidak ada orang yang pernah sembuh dari penyakit ini. Ini sebuah penyakit yang belum di temukan bagaimana menyembuhkannya, karena memang tidak ada yang tau dari mana penyakit ini berasal. Yang kami ketahui hanya daerah mana yang pertama kali di serang kemudian menjalar ke saraf-saraf yang lainnya, “

Aku menundukkan kepalaku, “ tapi, pasti ada caranya kan? Pasti ada cara agar Eunyoung bisa sembuh, kan? “

“ itu sedang di usahakan, kami juga tidak tau apakah Eunyoung dapat di sembuhkan atau tidak, statusnya saat ini masih kritis walau kenyataannya ia masih segar bugar, “

“ anda dokter yang hebat, kan? Ini hanya penyakit biasa,kan? “

Mr.Lee melepas kacamatanya, “ maaf, Hyukjae-ssi. Tapi mohon jangan bertanya lebih jauh, kondisinya hanya pihak rumah sakit dan keluarganya yang boleh tau, “

“ APA SALAHNYA JIKA SAYA SEBAGAI TEMANNYA BERTANYA TENTANG PENYAKITNYA?!! “

Aku menutup mulutku. Mengapa aku harus berteriak? Aku tau aku kesal karena tidak bisa membantu Eunyoung lebih jauh, tapi.. berteriak itu bukanlah image akan diriku. Aku lebih suka memecahkan masalah dengan kepala dingin. Berteriak-teriak tidak akan memecahkan masalah, tapi hanya menambah masalah.

Aku membungkuk sopan, “ mianhanda, kelepasan.. “

“ gwenchana, aku tau kau pasti khawatir dengannya, tapi kenyataannya seperti itu, tidak ada yang boleh tau tentang penyakitnya selain pihak-pihak yang berwenang, posisi anda di sini hanya sebagai penyemangat dan ‘pembantu’ agar saran kami—para dokter—selalu di turutinya, kau taukan dia keras kepala? “

Aku menghela nafas panjang, “ baiklah, katakan apa saja yang harus saya perhatikan untuk perkembangan penyakitnya ini.. “

“ pastikan ia selalu minum obatnya, pastikan ia tidak pernah kelelahan, pastikan ia makan dengan teratur, dan pastikan jangan ada yang mematahkan semangatnya ataupun membuatnya terlalu banyak fikiran, “

***

“ Younggie, bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Apa dia terluka? Apakah ia baik-baik saja? aish, aku khawatir padanya! Seharusnya aku satu kelompok dengannya tadi! “ tanya Namhyo berbondong-bondong begitu aku masuk ke dalam kelas

Aku tersenyum pelan.

Jangan sampai ada yang tau tentang kabar bahwa penyakit Eunyoung tidak dapat di sembuhkan! Kau satu-satunya orang luar yang bisa tau tentang hal ini! Saya percaya padamu, dan tolong jangan patahkan kepercayaan saya.

Ucapan Mr.Lee terngiang-ngiang di telingaku. Aku harus semangat. Aku juga harus tersenyum. Aku harus mendukung Eunyoung walau tau penyakitnya tidak dapat di sembuhkan dengan obat apapun juga. Pasti ada cara. Pasti ada cara yang di berikan tuhan untuk menyembuhkannya.

Aku memperbaikki senyumanku, kali ini gummy-smile menghiasi wajahku, “ dia baik-baik saja Namhyo-ah, hanya kelelahan dan juga bola itu menimpanya di saat ia tidak sedang fokus, “

“ syukurlah, “

Aku tiba-tiba teringat dengan yeoja blonde yang memuakkan tersebut, “ dimana Ye Eun? “

“ heh? Untuk apa kau mencari yeoja itu? Aku kira kau membencinya, “ ujar Kyuhyun yang tiba-tiba datang entah darimana

Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat, “ aku ingin memberinya pelajaran. Aku yakin 100% bahwa tadi ia sengaja melemparkan bola tersebut ke arah Eunyoung, “

“ jadi kita bertiga berfikiran sama, huh? “

Aku menatap Namhyo kaget, “ apa maksudmu? “

“ karena aku merasa Ye Eun melemparkan bola itu dengan sengaja, jadi tadi sesaat setelah kau pergi ke ruang kesehatan dan waktu mengajar Park Songsaengnim berakhir, aku dan Kyuhyun langsung menyeret Ye Eun dan menodongnya dengan beribu pertanyaan mematikan, “

“ dan hasilnya? “ tanyaku antusias,

Kalau benar ia dengan sengaja melakukan hal tersebut terhadap Eunyoung aku benar-benar akan menghabisinya dengan tanganku sendiri. Tapi jika ia tidak sengaja melakukan hal tersebut kepada Eunyoung, mungkin aku akan memaafkannya setelah ia minta maaf terhadap Eunyoung.

“ pada awalnya ia berkata tidak sengaja, pandangannya kabur jadi ia tidak tau di mana ring itu berada, tapi setelah aku paksa dan tentu saja dengan senyuman mautku, ia langsung mengaku bahwa ia benar-benar melemparkan bola itu ke arah Eunyoung, “ ujar Kyuhyun dengan bangganya

Yeoja brengsek!!, rutukku kesal

“ lalu sekarang? Dimana dia? “

Namhyo menggeleng pelan, “ molla, aku malas mengurusnya. Yang harus kita lakukan sekarang hanya mengawasi Eunyoung agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, yang aku takutkan adalah Ye Eun mengicar Eunyoung tapi aku tidak tau apa alasannya, “

“ semoga saja ini semua tidak benar, “

Aku mengangguk menyetujui. Kalau hal ini sampai terdengar ke telinga Eunyoung. Ia pasti akan memikirkannya. Apa salahnya. Bagaimana bisa Ye Eun membecinya. Pasti ia akan terlalu banyak berfikir dan… ia akan mati?

Andwae!

Aku tidak akan pernah membiarkan ia mati! Aku harus mencari jalan keluar dan membantu Mr.Lee memecahkan masalah dalam penyakit yang di derita Eunyoung! Aku tidak boleh membiarkan yeoja baik seperti Eunyoung tidak dapat di selamatkan.

“ Namhyo-ah, Kyuhyun-ah, “ panggilku pelan

“ ne? “

Aku memutar otakku. Bagaimana aku bertanya kepada mereka untuk membantuku memecahkan masalah ini tanpa tau masalah pokoknya? Apa yang harus ku tanyakan agar aku tidak memancing rasa ingin tau mereka berdua?

“ pernahkan kalian mendengar penyakit yang tidak dapat di sembuhkan? Apa kalian tau apa nama penyakitnya? “

“ memang kenapa? “

“ ani, hanya ingin tau saja. Tiba-tiba terfikir di kepalaku, “

Kyuhyun nampak berfikir sebentar, “ selama aku tau, satu-satunya penyakit di dunia yang tidak dapat di sembuhkan hanya HIV “

“ selain itu? “

Mana mungkin yeoja baik hati seperti Eunyoung terkena HIV! Matanya masih polos! Tidak mungkin ia berbuat hal-hal yang aneh-aneh!, protesku tanpa sebab

“ mungkin aku tau jawabanmu, “

 

 

 

 

***

TBC😀

Penasaran sama penyakitnya Eunyoung? :3

2 thoughts on “Let Me Loving You – Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s