fanfictions

Let Me Loving You [Part 5]

Title : Let Me Loving You—Part 5

Main Cast :

–          Cho Eunyoung [You]

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

Another Cast :

Lee Namhyo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Choi Ye Eun.

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5

A/N : buat para readers, aku mau ngasih tau.. ini FF bakal aku post seminggu sekali dan itu di setiap hari Sabtu. berhubung saya kelas 9 dan jadwal saya penuh sama les (TT_TT) dan cuma hari Sabtu yang longgar, jadi FF ini cuma saya update seminggu sekali. Mianhanda *bow*

***

Di ambil dari cerita ‘1 liter of tears,’ ’49 days,’ ‘Surat Kecil Untuk Tuhan,’ dan cerita lama karya saluran TV favorite kita ‘Buku Harian Nayla,’

—padahal aku belum ada nonton semua, cuma di certain doang.. tapi untuk yang 1 liter of tears sama Surat Kecil Untuk Tuhan aku mah udah baca—

***

Eunyoung POV

Aku mengusap-usap mataku, mencoba menyesuaikan mataku dengan cahaya lampu yang menyambut kedua mataku begitu aku membukanya. Huh? Dimana aku? Aku mencium bau obat. Apakah aku di rumah sakit? Tapi siapa yang dengan baiknya mau membawaku ke rumah sakit?

“ kau sudah bangun rupanya, “

Aku menoleh, “ eung? Mr.Lee? apa yang terjadi denganku? “

“ tadi kau terlempar bola basket, “

Aku mencoba mengingat kejadian di gedung olahraga tadi. Oh iya, aku terlempar bola basket. Bagaimana aku bisa lupa, ya? Aku mengangguk ke arah Mr.Lee menyetujui kata-katanya.

“ Eunyoung-ah, “

“ uhm? “

“ menurut cerita Hyukjae-ssi, tadi kau sempat tidak fokus saat bermain, benarkah itu? “

Aku mengangguk, “ ne, kakiku sangat sakit jika di gerakkan, seakan-akan tidak ada otot yang berada di kakiku, “

Mr.Lee tersenyum kecil dan menuliskan perkataanku di dalam map catatan perkembangan penyakitku. Di sisi lain, aku berfikir bagaimana bisa Hyukjae memperhatikan bahwa saat itu aku tidak fokus? Apakah ia benar-benar memperhatikanku sedemikian rupa?

“ sepertinya penyakitmu semakin memburuk, kau harus sering check-up, nanti sore kunjungi rumah sakit International Seoul, ya? “

“ tapi.. Appa dan Eomma sedang tidak bisa, mereka sedang sibuk mengurus rapat… Otte? Apakah tidak apa jika aku sendiri yang kesana? “

“ kenapa tidak mengajak Hyukjae-ssi saja? “

Aku terpaku di tempatku. Mengajak Hyukjae? Tidak pernah terfikir dalam fikiranku aku akan check-up dengannya. Di satu sisi, aku ingin check-up dengan orang yang benar-benar menyayangiku. Tapi di sisi yang lain, aku tidak ingin merepotkan Hyukjae lebih dari ini.

“ aku.. tidak bisa mengajak Hyukjae, “

“ waeyo? “

Aku menundukkan kepalaku, “ aku sudah terlalu sering merepotkannya, aku tidak ingin bisa menjadi yeoja yang selalu mengandalkan bantuan dari orang lain. Aku ingin membuktikan kepada dunia, walau aku di serang penyakit seperti apapun aku masih bisa melakukan semua ini tanpa bantuan orang lain, “

Mr.Lee dan keluargaku memang sudah sangat dekat. Appa dan Mr.Lee adalah teman sebaya saat mereka SD dahulu. Dan orang tuaku menyuruhku agar menganggap Mr.Lee sebagai ‘paman’ dan berusaha terbuka seperti apapun juga.

“ aku tau itu Eunyoung-ah, tapi.. aku melihat ketulusan di mata Hyukjae di saat ia menolongmu, sudah dua kali ia menolongmu dan aku tidak melihat di matanya bahwa ia menganggapmu lemah dan tidak berdaya, yang tersirat dari kedua mata tersebut adalah kasih sayang yang tulus, “

Aku hanya mampu terdiam di tempatku. Aku tau itu. Aku tau apa yang Mr.Lee katakan itu benar. Yang aku tidak tau, mengapa ia masih berbaik hati denganku? Apa yang special dari dalam diriku sampai Hyukjae benar-benar menyayangiku seperti itu? Apa yang ia lihat dari dalam diriku walau aku telah menolaknya dan menyakiti hatinya seperti itu?

Ia menyukai semangatmu, ia menyukai senyumanmu..

Tiba-tiba aku teringat kata-kata Namhyo. Bagian terkecil dari dalam diriku adalah hal special bagi dirinya. Aku menarik nafas dan tersenyum kecil,

“ baiklah, untuk terakhir kalinya aku akan merepotkan Hyukjae lebih banyak lagi, “

***

“ menemanimu ke rumah sakit? Untuk check-up? “ tanya Hyukjae

Aku memasang puppy-eyesku. Setelah berbincang-bincang dengan Mr.Lee yang cukup lama, akhirnya aku kembali ke dalam kelas. Di dalam kelas aku hanya dapat menemukan Hyukjae, sedangkan Namhyo dan Kyuhyun.. entah dimana mereka.

“ memang untuk apa kau check-up lagi? Ada masalah yang buruk, ya? “

“ kondisiku hanya menurun itu saja, “ aku tersenyum menenangkan

Namun sepertinya itu semakin membuat Hyukjae khawatir. Oh ayolah Hyukjae, aku yang berpenyakitan saja tidak pernah segalau dirimu, mengapa kau yang tidak merasakan penderitaan ini merasa begitu tersiksa?

“ baiklah, aku akan menemanimu, memang harus di temani, ya? “

“ kata Mr.Lee sih begitu, katanya kalau-kalau ada hal yang ingin di konsultasikan, “

Ia menaikkan sebelah alisnya, “ orang tuamu? “

“ rapat, mereka jarang sekali sibuk.. makanya aku biarkan saja mereka sibuk di saat aku benar-benar butuh mereka, “

Ia tersenyum dan mengacak-acak rambutku pelan, “ arrasseo, jam berapa kau harus check-up? “

Aku tersenyum cerah.

***

“ Eunyoung-ah, jadi? “

Aku mengangguk, “ iya, tunggu sebentar lagi.. “

Hyukjae tersenyum dan mengangguk, “ aku tunggu di depan saja, ya? “

Aku mengangguk dan ia berjalan meninggalkanku bersama Namhyo di dalam kelas. Setelah sosok Hyukjae tidak terlihat lagi, Namhyo memutar badanku dan memaksaku menatapnya.

“ apa? “

“ jelaskan! “ perintahnya

“ apa yang perlu di jelaskan? “

Well, memang apa yang perlu aku jelaskan? Aku merasa aku tidak berbuat kesalahan, aku juga tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Apa yang perlu ku jelaskan?

“ apa hubunganmu dengan Hyukjae? “

“ H-Huh? “ tanyaku kebingungan masih tidak mengerti jalannya pembicaraan ini,

“ aku bertanya apa hubunganmu dengan Hyukjae?! “

Aku terdiam di tempatku. Mungkinkah ia suka Hyukjae? Tapi.. ia sudah punya Kyuhyun, kan? Tidak mungkin ia juga suka dengan Hyukjae. Tapi siapa yang tidak akan suka dengannya, ia benar-benar perfect. Erh, mungkin kata perfect saja tidak cukup untuk mendeskripsikan seberapa sempurna dirinya itu.

“ Me-memangnya kenapa kalau aku ada ‘hubungan’ dengan Hyukjae? “ tanyaku mencoba memancingnya,

“ tentu saja aku tidak akan membiarkannya, pabo! “

Jadi dia benar-benar suka Hyukjae? Bagaimana dengan Kyuhyun?. Otakku berfikir keras mencari alasan mengapa Namhyo memberikanku pertanyaan seperti ini. Tiba-tiba,

“ PUAHAHA, “

Aku menatap Namhyo yang sedang tertawa dengan bangganya dengan tanda tanya besar memenuhi otakku. Hey, ada apa dengan gadis ini sih?

“ coba lihat mukamu begitu aku berkata tidak akan membiarkanmu punya ‘hubungan’ dengan Hyukjae!! Mukamu aneh!! Hahahahahaha, sudah akui saja Eunyoung-ah kalau kau memang menyukai Hyukjae dan langsung jadian saja! atau sudah jadian? “

Aku memukul lengannya, “ babo! Aku kira kau selingkuh dari Kyuhyun, “

“ tenang saja Eunyoung-ah, kalaupun aku selingkuh dari Kyuhyun bukan Hyukjae incaranku, “

Aku memanyunkan bibirku kesal. Jadi aku masuk perangkapnya? Ih! Awas saja kau Lee Namhyo!! Ia menarik tanganku dan membawaku keluar.

“ Hyukjae~ “ panggilnya riang,

Hyukjae menoleh dan tersenyum begitu melihat aku sudah berdiri di sampingnya, “ sudah siap? “

Namhyo melepas pegangan tanganku dan menyerahkannya ke tangan Hyukjae. Sekilas aku melihat senyum licik terpampang di wajah manis Namhyo.

“ Hyukjae, ini jaga putrimu dengan baik, jangan sampai ia lari dari pangerannya, ara? “

Aku mendengus kesal tidak mendengarkan percakapan mereka lagi. Apa Namhyo tidak sadar aku disini benar-benar malu? Apa Namhyo tidak sadar bahwa di sini jantungku berdebar-debar?

***

Kami berjalan bergandengan tangan, namun tidak ada percakapan yang keluar dari mulut kami. Kecanggungan menyelimuti kami. Bukannya aku marah dengannya. Aku hanya terlalu malu setelah apa yang Namhyo katakan tadi.

Sudah akui saja Eunyoung-ah kalau kau memang menyukai Hyukjae dan jadian saja!

Apakah aku boleh mengakui kalau aku menyukai Hyukjae? Apakah ada kesempatan bagi diriku untuk menyukai Hyukjae?

Bagaimana kalau dia malu?

Bagaimana kalau ia menyadari bahwa aku tidak pantas dengannya?

Bagaimana kalau—

“ Eunyoung-ah? “

Aku terlonjak dari tempatku, “ N-Neh? “

“ Gwenchanayo? Kau lebih diam setelah keluar dari sekolah tadi, ada masalah? Kepalamu pusing? Apa ada yang sakit? “

Jika ka uterus mengkhawatirkanku seperti ini, aku tidak bisa berhenti untuk memikirkanmu Hyukjae, apa kau tau itu?, fikirku pahit

“ aniya, aku baik-baik saja.. “

“ ada masalah? Kau tidak bisa membohongiku, Eunyoung… “

Well.

Yeah.

Aku ada masalah. Dan kau tau? Masalahku itu kau Hyukjae. Kau. Bagaimana bisa aku mengatakan pertanyaan seperti itu terhadapmu?

“ Hyukjae-ssi, “

“ Hmm? “

Aku menggigit bibir bawahku. Haruskah aku menanyakan hal ini? Memang apa hakku untuk menanyakan hal ini? Tapi… siapa tau bisa menjadi masukkan untuk diriku.

“ bisa menceritakan tentang pengalaman hidupmu? “

Ia menaikkan sebelah alisnya, “ memang untuk apa? “

“ aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh. Kita sudah berteman selama dua hari namun aku belum mengetahui semua tentangmu, sementara kau? Aku berani menjamin kau tau semua tentangku, “

Ia terlihat berfikir sebentar. Sementara aku menggigiti bibir bawahku semakin menjadi. Aku gugup. Pertama kalinya dalam hidupku, aku gugup. Untuk apa aku gugup ya? Saat aku menunggu Mr.Lee menjelaskan apa penyakitku saja aku tidak pernah gugup!

“ kalau aku beri tau pengalaman hidupku, kau mau apa? “

Aku menggigit bibirku, “ jadi.. kau tidak mau terbuka denganku? “

“ A-ani, bukan itu maksudku.., “ ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatapku, “ aku hanya ingin tau, memang apa yang membuatmu tertarik dengan pengalaman hidupku sampai kau ingin mengetahuinya? “

Aku ingin tau lebih tentangmu sebelum mengambil keputusan tergila di hidupku Hyukjae, tidakkah kau mengerti?!, jeritku tertahan dalam hati

“ Aku.. hanya ingin tau lebih dalam tentangmu, bukankah itu sudah jelas? Aku hanya ingin berlaku fair, kau tau semua tentangku tapi aku tidak pernah tau tentangmu, keluargamu… aku merasa.. tidak berguna, “

Ia tersenyum dan mengacak-acak rambutku lembut, “ baiklah, akan ku ceritakan.. tapi, janji jangan pernah berubah setelah mendengar ceritaku, “

“ memang mengapa aku harus berubah? “

“ melihat gelagatmu selama dua hari ini dan berdasarkan data-data tentangmu yang telah aku baca, aku menduga kau akan menjauhiku jika kau mendengar ceritaku, “

Huh? Aku akan menjauhinya? Bukankah seharusnya dia yang menjauhiku setelah tau bahwa aku yeoja yang sangat merepotkan dirinya?

“ Well, bagaimana? Setuju? Kalau kau tidak berjanji, maka aku tidak akan menceritakannya kepadamu, “

Aku menarik nafas dan menyodorkan tanganku, “ janji, aku tidak akan berubah, “

Untuk apa aku berubah? Toh, Hyukjae saja tidak berubah setelah tau aku seperti ini jadi untuk apa aku berubah hanya karena mendengar cerita Hyukjae?

“ kau yakin? Berapa persen? “

“ 100%! Sekarang cerita! Aku penasaran, “ paksaku

Semakin cepat dia becerita, semakin cepat aku tau tentang dirinya, semakin cepat aku tau sifat dan sikapnya, semakin cepat pula aku bisa menyatakan perasaanku kepadanya.

 

 

***

YUHUUUUU!!!!

DID ANYONE EXCITED >;3 KKK~

*btw, kalo aku terlambat ngepost, kalian bisa baca di sini

“ Comment = Love “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s