fanfictions

Loving You–End

Title : Loving You—End.

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing : EunHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi

Rating : T

Length : Two-shot.

Part : [Part A] [Part B]

A/N : try to read it with listening : She’s Gone, Y, Memories, Walkin, Storm, My Love My Kiss My Heart, Loving You.

***

This is the end of our story,

***

“ Hyukie, kita mau kemana? “

Aku tersenyum penuh arti, “ pokoknya ikut aku saja, kau percayakan padaku? “

Ku lihat, Donghae hanya mampu menghela nafas panjang. Aku tersenyum-senyum seperti idiot. Aku sungguh berterima kasih dengan Leeteuk-hyung, tidak ada dia, tidak ada hari ini.

“ kau seperti orang aneh, Hyukjae-ssi, “

“ heh, aku bilang apa tadi pagi? “

Donghae menaikkan sebelah alisnya, “ yang mana? Yang mau mengajakku jalan dan membuatku tidak akan pernah melupakan hari ini? “

Aniya, “ aku menggeleng tegas, “ ingat yang lain! “

eonjeyo? Yang mana? “

Aku menghela nafas, “ itu.. yang waktu.. kita tidur itu… “

Blush.

Wajahku dan Donghae sama-sama memerah begitu aku menyelesaikan kalimatku. Kita tidur? Kalimat macam apa itu? sial, Hyukjae! Kau mempermalukan dirimu sendiri!

“ ah.., ai..iya.. aku akan memanggilmu, Hyukie.. “

Donghae menundukkan kepalanya. Aku menghela nafas panjang. Apa aku yakin dengan semua keputusanku ini? Apa aku sudah memperhatikan semuanya? Namun, hanya satu masalah yang masih mengganjal dihatiku.

Apakah aku tidak akan menyakitinya lagi?

Tidak mustahil jika aku bisa menyakitinya lagi. Setelah semua yang telah aku perbuat. Setelah semua yang aku sebabkan. Aku tidak yakin aku tidak akan menyakitinya lagi.

Ya! Kalau menyetir jangan meleng! Fokus Hyukie! “

Aku tersadar dari lamunanku. Tangan Donghae telah berada di stir yang aku pegang. Membantuku menjalankan mobil. Well, kalau seperti ini caranya, ini seperti aku belajar menyetir dengan Donghae saja.

Mi-mianhaeyo, aku melamun, aish. Aku banyak masalah, baiklah aku akan fokus, gomawo

Donghae melepaskan tangannya namun aku rasa matanya tak lepas sedikitpun dariku. Aku menyetir dengan gugup. Tatapan Donghae, seakan-akan menembus jantungku. Membuat seluruh aliran darahku terhenti seketika.

waeyo? Kau banyak masalah? Kenapa kau tidak menceritakan padaku, Hyukie? “

Ia masih sama. Khawatir seperti biasanya. Khawatir pada diriku yang tidak pernah berhasil membahagiakannya. Sial. Kau memang payah, Hyukjae.

“ tidak ada masalah serius, hanya.. kelebihan stress, kau tau? Heechul-hyung… “

“ Oh. “

Untuk pertama kalinya, di dalam mobil, aku dan Donghae, kami terdiam. Tidak ada pembicaraan yang keluar setelah itu. Aish. Jika aku mengubah semuanya, apakah kami akan tetap seperti ini?

Donghae’s POV

Aku menatap wajah Hyukjae tanpa sepengetahuannya. Well, setelah percakapan terakhir kami tadi, kami terdiam dan tidak ada yang ingin memecahkan kesunyian yang timbul di antara kami berdua.

Aku membuang wajahku kejendela. Menerawang jauh. Jauh menuju dihari aku dan Hyukjae masih bersama. Masih saling mencintai. Hari dimana Hyukjae memelukku dengan hangat.

“ ya! Fokus menyetir! Apa kau ingin membunuhku?! “

Hyukjae tersenyum manis ke arahku, menampilkan gummy-smilenya yang menawan, “ well, aku yang akan melindungimu dari maut, tidak mungkin aku yang akan membunuhmu Hae baby… “

“ sudah kubilang jangan panggil aku Hae baby! “

Hyukjae memanyunkan bbirnya sebelum memutuskan untuk fokus menghadap jalan, “ waeyo? Itu lucu, Hae baby, sama sepertimu.. lucu.. “

“ Hyukie!! “

Aku menaupkan mukaku dikedua telapak tanganku. Aish! Hyukjae babo! Kalau ia terus menggodaku seperti ini, apa ia tidak tau aku bisa mati bahagia disini?!

“ Hae.. jangan ngambek dong…, “ ujar Hyukjae sembari berusaha menampikkan tanganku dari wajahku.

Aku menggeleng, “ Ani! Sebelum kau berhenti menggodaku! Aku tidak akan pernah mau menatapmu lagi! “

“ jadi.. jika aku tidak menggodamu, kau mau menatapku, Hae? “

Aku mengangguk cepat. Aku merasakan mobil yang kami tumpangi berhenti tiba-tiba. Uh? Sudah sampai di gedung SME, kah? Tapi.. cepat sekali? Bukankah tadi baru saja jalan, ya?

Aku ingin membuka mataku, tapi.. aku masih takut dengan Hyukjae. Akankah ia menggodaku begitu aku melepas tanganku? Tapi, ia tidak menggodaku lagi, kan? Berarti aku boleh membuka lagi mataku nih? Aku mencoba mengintip sedikit dari celah-celah jariku.

“ GYAAAA!! “

Shit.

Wajah Hyukjae tepat dihadapanku. Sedang tersenyum lebar—menampilkan gusinya yang menawan. Ku dengar Hyukjae tertawa renyah disampingku.

“ Jagiya~ kau bilang kau tidak akan menatapku sebelum aku berhenti menggodamu, kan? Aku bahkan tidak ingat aku berjanji akan berhenti menggodamu tadi? Hmm? Apa kau sudah merindukan kekasihmu ini jagi? “

“ aku benci kau, Lee Hyukjae! “

Hyukjae mencium pipi kananku, “ kau tentu tau bahwa aku juga sangat mencintaimu, Lee Donghae-ku “

Aku tersenyum pahit begitu semua kenangan-kenangan tersebut berputar di otakku. Tanpa aku sadari, sebuah air mata jatuh dari ujung mataku membasahi pipiku.

“ Ha-Hae, gwenchanayo? “

Hyukjae menghentikan mobilnya dan menatapku khawatir. Aku menatap matanya dalam-dalam. Mencari kebenaran di setiap kalimatnya.

Benarkah aku masih harus menunggumu, Hyukjae?

Benarkah aku harus menunggumu hingga kau kembali padaku, Hyukjae?

“ Hae? “

Aku membuang mukaku menatap pemandangan luar, “ bisa pulang sekarang? Aku sedang merasa tidak enak badan.. “

andwae… kalau.. kalau kita pulang.. maka… “

Aku menarik nafasku panjang-panjang. Aku ingin pulang, aku benar-benar berharap aku bisa pulang sekarang. Tiba-tiba, tangan Hyukjae menggenggam tanganku erat.

“ Hae, please… satu hari ini saja… “

Aku menundukkan kepalaku, “ aku.. lelah, aku ingin pulang “

“ rumahmu ada di depan mata, ku mohon.. “

Rumahku didepan mata?

Rumahku didepan mata?

Ru—MWO?!

Tanpa sadar aku membalikkan wajahku ke arah Hyukjae tanpa aba-aba, “ Ma-maksudmu? “

“ kau mendengarnya dengan jelas, Hae. Rumahmu, ada di depan mata, kau mau pulang kemana lagi? “

arrasseo,

Gomawo, “

***

“ HYUKJAE!! Demi segala jenis monyet yang ada di hutan di seluruh dunia, kenapa kau membawaku ke Amusement Park?! “

“ ku kira kau suka… “

Hyukjae menundukkan kepalanya. Aku menghela nafas panjang. Aku menarik tangannya dan tersenyum lebar ke arahnya. Senyuman yang dulu membuat dunia Hyukjae menjadi berwarna.

“ ayo main! Sudah lama aku tidak main di Amusement Park! “

Hyukjae tersenyum menampilkan gummy-smilenya. Tanpa aku sadari, aku ikut tersenyum melihatnya. Hyukjae menarik tanganku dan mulai melancarkan aksinya membawaku berputar-putar mengelilingi Amusement Park.

***

Tanpa aku sadari, sudah 2 jam berlalu sejak kami pertama datang ke Amusement Park. Entah mengapa, seharian ini Hyukjae memanjakanku. Ia mengajakku bermain mempermainkan wahana-wahana yang memang aku ingin mainkan, ia membelikanku minuman favoritku, ice cream rasa vanilla kesukaanku, bahkan bertingkah konyol untuk membuatku tertawa.

Selama kami bermain, tak lupa ia selalu menggenggam tanganku di tangannya yang hangat. Terkadang memainkan jari-jariku seperti yang biasa ia lakukan, atau terkadang menciumnya.

Apakah ini bentuk penerimaan kembali?

Ataukah..

Bentuk minta maaf karena ia tidak akan pernah kembali padaku?

“ besok, tunggu aku sampai besok. Jika sampai besok aku belum kembali kepadamu, segera pastikan bahwa kau sudah tidak menungguku lagi “

Jadi?

Hari ini. Hari penentuan, apakah aku bisa menjadi milik Hyukjae atau tidak. Well, aku selalu milik Hyukjae. Aku tidak yakin bisa menyerahkan diriku untuk orang lain.

Tapi,

Apakah Hyukjae milikku? Itu yang terpenting. Memang selamanya aku bisa menjadi milik Hyukjae, tapi tidak dengannya. Ia tidak bisa selamanya menjadi milikku.

“ dor! “

Aku terlonjak dari tempatku. Di hadapanku, Hyukie tengah menyodorkan sebuah gulali merah ke depan mukaku dan sebuah gulali merah tepat di dalam mulutnya.

“ kau mau, kan? Ini makanan favoritmu, kan? “

Aku mengangguk ragu dan mengambil gulali tersebut. Ia tersenyum dan menempatkan dirinya tepat disampingku. Ia mendongak menatap langit.

“ kau senang dengan semua ini? “

Aku menoleh ke arahnya, “ H-Huh? “

“ kau senang? “ ia menatapku lembut, “ dengan kencan ini, apa kau senang? “

“ sangat! Gomawoyo, kau tau benar aku memang ingin pergi kemari dengan orang yang spe..sial… “

Spesial? Apakah Hyukjae masih menatapku spesial dimatanya? Sebagaimana aku menatapnya selama ini? Menatapnya sampai detik ini?

“ tentu saja aku tau, Hae. Apa kau juga lupa, impian kita berdua, dulu? “

Aku menggigit gulaliku dan menggeleng lemah. Sejujurnya aku ingat, hanya saja aku ingin ia yang mengatakannya langsung kepadaku. Kata-katanya pasti sama, namun rasanya berbeda.

“ kau sudah lupa? mustahil! “

Aku menggigit bibir bawahku, “ memang apa, Hyukie? “

well, ingat di hari jadi kita yang seminggu? Kau datang ke kamarku, membangunkanku, memelukku, menciumku—“

Y-Ya!! “

Aku merasakan mukaku memerah. Semua yang ia katakan benar. Itu terjadi dihari jadi kami yang seminggu. Aish. Ia masih ingat semuanya! Mustahil, itu sudah 4 tahun yang lalu..

“ lalu.. kau mengatakan impian terbesarmu datang ke Amusement Park, bersama orang yang spesial bagi dirimu dan di hari yang spesial, “

Ia menatapku tepat dimataku, “ 4 tahun telah berubah, namun impianmu belum pernah tercapai karena kesibukan Super Junior, kan? Tapi sekarang, disaat kita sudah tidak ada hubungan apapun.. kau dan aku kemari.. dihari—yang seharusnya—spesial untuk kita berdua “

“ hari yang.. spesial? “

“ kau lupa?! sama sekali tidak ingat?! Ya tuhan! Lee Donghae! Ini hari jadi kita 4 tahun lamanya! Kau lupa?! “

Blush.

Ia ingat. Biasanya untuk soal ingat-mengingat tanggal ulang tahun aku yang paling ingat. Tapi ini.. aku sama sekali lupa. Jadi itukah alasannya? Alasan ia mengajakku kemari? Untuk menepati janji 4 tahun lamanya?

Hanya untuk sebuah janji? Bukan untukku?

Go-Gomawo, Hyukie.. “

well, cheonmaneyo. Ayo, masih ada dua jam lagi sebelum kita menuju tujuan utama kita kemari “

Ia menarik tanganku seperti seorang anak kecil yang berharap di temani bermain di wahana yang ia sukai. Sementara aku? Seperti seorang ayah yang kelelahan melayani ke ‘aktivan’ sang anak.

“ Hyukie, aku lelah~ “

jebal… hanya dua jam, saja Hae… kau masih kuat, kan? “

Ia menatapku dengan puppy-eyesnya. Entah darimana ia belajar, tapi aku sedikit meyakin bahwa ia belajar bertindak aegyo karena sering dekat dengan Sungmin-hyung.

“ aish, kau tau aku tidak akan bisa melawan puppy-eyesmu tersebut, sial! “

Hyukjae tersenyum lebar menampilkan gummy-smilenya yang sudah ia perlihatkan kepadaku sepanjang hari ini. Ia menarik tanganku menuju wahana-wahana yang lainnya.

Sejujurnya aku senang.

Karena seharian ini, aku dapat menghabiskan waktuku dengan Hyukjae. Ditempat yang spesial. Dihari yang spesial. Walau tidak ada hubungan spesial diantara kami.

***

2 jam kemudian…

 

“ Hyukie, sudah sepi.. apa sudah tutup? Pulang yuk… “

Hyukjae menggeleng, matanya masih fokus dengan permainan yang sedang ia mainkan, “ nanti saja, biarkan saja kalaupun tutup ya tinggal tutup, “

“ tapi Hyukie.. kita sendirian disini… Otte? Haruskah aku telfon Leeteuk-hyung? “

Hyukjae menghela nafas panjang sebelum menghentikan permainannya. Ia menatapku tepat dimataku. Tangannya ia letakkan di pundakku seolah memaksaku menatap matanya.

“ kau tidak perlu takut, Hae.. tidak perlu menelfon Leeteuk-hyung segala, “

“ tapi.. “

“ aku menyewa tempat ini, “

Aku terdiam ditempatku menatap seseorang dihadapanku dengan pandangan tidak percaya. Apa katanya?! Menyewa? Unbelievable!

“ untuk apa? “

“ tunggu jam 12, ingat? “

Sebuah senyum tanpa sadar terhias di wajahku. Hey, aku bahkan belum tau apakah ia akan ‘menerima’ku kembali atau malah ia mengatakan haruskah aku berhenti berharap sampai disini saja.

“ sudah jam 11.35, ayo cepat. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini! “

11.35?!

Mwoya?! Sudah semalam ini? Apa Leeteuk-hyung tidak khawatir denganku dan juga Hyukjae?! Ataukah, kami sudah dilupakan oleh mereka?

“ Hyukjae! Kita harus beritahu Leeteuk-hyung! Ini sudah malam, pasti ia khawatir! “

Hyukjae memutar kedua bola matanya kesal, “ sudah ku katakan, tidak ada yang perlu kau takutkan dari Leeteuk-hyung, sudah aku atur semuanya. Ok? “

“ H-Huh? “

11.40

“ Hyukjae-ssi? “

Seseorang berpakaian formal menghampiri Hyukjae yang sedang berjalan menuju.. kincir ria?! Andwae! Apa kita akan naik itu? itu tinggi sekali!

Ne, semua yang aku persiapkan sudah, kan? “

Persiapkan? Ternyata untuk menolakku butuh persiapan sebanyak ini, ya? Apakah ia takut aku sakit terlalu dalam? Babo Hyukjae, aku sudah sakit tau!

“ ayo, kita naik itu! 10 menit jalan kita sudah dipaling atas, 10 menit kita akan berhenti diatas, dan 5 menit lainnya kita akan turun kembali kebawah, total 25 menit “

“ aku tidak ingin naik! Itu menyeramkan! Apalagi itu 25 menit?! 5 menit saja aku sudah mau mati! “

Hyukjae menggeleng tegas, “ naik! “

Andwa—AAAH!!! Turunkan aku HYUKJAE!!! “

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Hyukjae sudah membopongku ala bridal-style dan memasukkanku secara paksa kedalam salah satu kubik kincir ria tersebut. Sesaat setelah Hyukjae meletakkanku di kincir ria tersebut dengan aman. Kubik yang ku tempati mulai terasa bergerak.

“ Hyukie.. lantainya bergerak… “

Hyukjae tersenyum dan menggenggam tanganku, “ babo, kalau diam saja untuk apa kita naik kincir ria? Aku tidak akan pergi darimu, Hae.. aku akan selalu berada disisimu “

Well,

Aku rasa ada makna yang lain yang terkandung dalam kalimatnya. Apakah? Aniya, semua hanya impian belaka. Tidak mungkin Hyukjae akan kembali padaku.

“ aku tidak akan melepaskanmu lagi “

Aku menggigit bibir bawahku, menahan untuk merasakan rasa sakit tersebut. Ia hanya memainkanku. Ia hanya memainkanku. Aku harus ingat itu.

“ hae, lihat! Indah bukan? “

Aku melihat arah yang di tunjuk Hyukjae. Pemandangan kota Seoul pada malam hari. Lampu menyala disana-sini, menghiasi setiap seluk beluk kota Seoul. Namun, disaat aku masih terlarut dalam pemandangan tersebut, kubik yang aku tempati berhenti.

“ Hyukie! Kenapa berhenti?! “ teriakku panik.

sst, “ Hyukjae memelukku dari belakang, “ aku sudah bilang padamu tadi, kita akan berhenti diatas kurang lebih 10 menit “

Aku merasakan bulu kudukku berdiri. Nafasnya, menderu tepat di belakang telingaku. Bagian tersensitifku. Aku menarik nafas panjang.

mianhaeyo, kau tau? Aku babo, kan? “

Hyukjae menggeleng, “ Aniyo, kau tidak babo. Akulah yang babo, aku begitu babo sampai menyakiti seseorang seberharga dirimu, serapuh dirimu, sebaik dirimu.. “

Aku menepis tangan Hyukjae yang melingkar erat di pinggangku. Aku membalik badanku dan menatap mata Hyukjae dalam-dalam. Ku lirik jam tanganku, jam 12.00 tepat.

Dan Hyukjae belum mengatakan apa keputusannya?

“ aku berhenti. Kita berakhir, kan? This is the end of our story, right? “

Hyukjae menggeleng dan tersenyum manis ke arahku. Kedua tangannya bergerak membelai rambutku lembut, turun kepipiku dengan penuh sayang, dan berakhir menggenggam kedua tanganku dengan penuh kehangatan.

“ Donghae, Lee Donghaeku “

Y-Yeah? “

Satu tangannya beralih dari tanganku menuju kebelakang leherku. Menarik kepalaku mendekat ke arah kepalanya. Ia menutup kedua kelopak matanya tepat saat bibir lembutnya, menyentuh bibirku.

Ini mimpi. Mimpi buruk.

Aku mencoba memukul dada Hyukjae berharap ia akan menjauh dariku. Namun itu gerakan salah, sia-sia. Tangannya yang bebas beralih memeluk pinggangku, sementara tangannya yang lain mendorong belakang leherku memperdalam ciuman kami.

Lidahnya menyapu bibir bawahku, membuat mulutku sedikit terbuka karena aksinya. Melihat responku, lidah Hyukjae mulai masuk menyusuri setiap rongga yang ada didalam mulurku.

“ nggh…. “ desahku tanpa sadar

Aku merasakan kakiku melemas. Tubuhku seolah meleleh dipelukan Hyukjae. Tidak ada jarak diantara kami berdua. Badan kami menyatu. Lenganku melingkari lehernya, membuat kepalanya semakin terdorong ke arahku. Tangan kirinya semakin mendorong belakang leherku, sementara tangan kanannya melingkar erat di pinggangku membuatku semakin dekat kearahnya.

Setelah kubik mulai berjalan perlahan-lahan, ciuman ‘panas’ kami berubah menjadi kecupan-kecupan kecil. Dan akhirnya, terlepas sama sekali. Hidung kami bersentuhan. Mata kami seolah terikat satu sama lain.

“ Hae, mau ku ceritakan suatu cerita? “

“ A-Apa? “

Ia tersenyum lembut ke arahku, “ menurut orang, jika ada dua orang berciuman tepat di kincir yang paling atas, kedua orang tersebut.. tidak akan terpisahkan. Apapun yang terjadi, mereka akan selalu bersama kecuali kematian yang memisahkan mereka “

“ H-Huh? “

Ia menarikku kedalam pelukannya. Ia mengusap punggungku keatas dan kebawah, membuatku merasa hangat, nyaman, aman dan dicintai olehnya.

“ kita, everlasting. Kau dan aku, kita, berciuman tepat di kincir yang teratas, kau tau apa maksudku? “

“ ti..tidak ada yang mampu memisahkan kita, kecuali kematian? “

Hyukjae membenamkan wajahnya di leherku, “ aku milikmu selamanya, kau milikku selamanya. Tidak ada yang dapat mengambilmu dariku, begitupula sebaliknya “

Aku merasakan air mata keluar dari ujung mataku tanpa aku proses terlebih dahulu. Hyukjae kembali. Ia kembali kepadaku. Aku mengeratkan pelukanku di pinggang Hyukjae. Ku benamkan wajahku di dadanya.

“ kau kembali… “

Ku rasakan Hyukjae tersenyum di leherku, “ aku pulang “

***

No one can separate us again,

Just died

Who can separate us

We are everlasting. No one can change that fact

***

*CRIES*

OMG I CRIED SO HARD WHEN I WROTE THIS ;______; after Hyukjae said they are everlasting, my tears won’t to stop falling down. OMG TT_____TT they everlasting.

They everlasting…

They everlasting…

Omg…. I criying again TT____TT

“ Comment = Love “

48 thoughts on “Loving You–End

  1. CIHEEEEEEE OMO MENGAPA HYUKKIE BEGITU ROMANTIS ^A^

    Ane suka deh kalo hae nya ‘rapuh’ begono . Thankyuuuu naaaassss , *ciumauthor

  2. Aigooo~
    so sweeeett,,
    kisin on d top of feris wheel,,>,<
    aku jg maoo donk,,hhaaa,,
    akhr'y hapily ever after dh. . .
    Yei eunhae. . . .\^o^/. . . Banzai. . . .banzai. . . .

    1. hehe , kamu mau ciuman di top feris wheel?
      ayo sinisini sama saye, bibir saya lagi longgar nih habis bibir hyuk lagi ama hae /plak xD
      kan sayanya udah janji atuh chingu😉 kkk~

      Gomawo udah mau baca *hug*

  3. Arggghh~
    ogah ahh,,hhaaa
    weww,,bi”r’y longgar neng??mank selebar paan th?hhaaa~

    mau narik dongho z dh,,lmayan daun muda. . . Akakakk~

  4. Astagaa unyuknyaa so sweet bgt si athorr😀
    Mau dehh gantiin donghae *ngarep*
    Bgs bgt thor ceritanyaa🙂
    Hehehe

  5. SAEEENGG..
    ENDINGYAA BAGUSS BANGEETT..
    ENAK AMAT SI HAE DIBIKININ GITU AMA SI HYUK..
    MAOO JUGA DI GITUIN AMA SI ABANG YESUUNGG..
    #PLAKK *DIGAMPAR RYEOWOOK*
    HUWAAA SAENGGG, BIKININ CERITA GINI LAGII DONGG..
    NE?
    *CAPS JEBOL* ^_____,^

    1. JINCHAYO??!! GOMAWO KALO BEGITU!
      MAU DIGITUIN AMA YESUNG? SINI SAYA BEGITUIN, SAYA LAGI NGANGGUR NIH ABANG HYUKJAE HILANG /PLAK
      MAU GINI LAGI,
      ATAU MAU YANG ANGST LAGI?
      *CAPS JEBOL BALIK*😛

  6. akhir yg maniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssss
    suka suka suka,akhirnya hyukkie kembali pada hae….
    Author daebak!
    Keep writing,
    aku sangat terhibur baca ff ini dan sedikit lupa ama kegalauan tentang abank heechul

    1. jangan galau lagi laah~
      we need to support him, with our love not with our tears ^^v

      hehe, GOMAWO udah mau baca *hug*
      sip😉 gomawo dukungannya ~

    1. wah.. mianhaeyo *bows*
      haehyuk ya? hm… saya rada susah bayanginya, soalnya duaduanya sama-sama rapuh, tapikan yang niatnya mau balik kan si Hyukjaenya, masa iya si Haenya yang buat kejutan, kan? itu sih fikiran saya…

      tapi bukannya masih rapuhan hae ya?

  7. awaw mengharu biru T___T
    rada gak cocok sih hae nya cengeng gitu tp…..its okay lah! haha🙂

    1. mengharu biru? saya maunya mengharu merah nih /plak-nggak-nyambung
      uhm.. tapikan.. yang lagi broken heart si haenya u_u mianhaeyo kalo nggak suka *bows*

  8. Iya tgl 7 . Tapi diperjalanan masih pegang Hp ko .

    NASSS I WILL MISS U BEBEH

    Meskipun kite cuman kenalan lewat komen ginian #plak

    Malah belom liat poto diri masing22 , ane ngerasanya kaya udah kenal lama gitu yee . #pede

    Jangn lupain ane yak meski jarang bgt mampir blog ente :’)

    1. perjalananmu dari mana kemana emangnya?

      I WILL MISS U TOO BEBEEH<3

      iyeee, ane mah juga udah nganggep situ kakak kandung ane sendiri.. udah deket banget ama ane TTwTT
      nggak bakal lah ane ngelupain kamu..
      kamukan readers pertama yang ngoment di FF Eunhae aku :') kamu selalu spesial dihati aku *jiahh….

  9. Wlopun saia kejam msh lbh kejam ibu tiri koq,,tnang z. . .*o.O??

    Woo??mmg’y knp dg dongho??lmyn seksi ah bi”r’y jg,,*sluurpp~
    hohohooo,,
    saeng mau??nti y abis aq,,i2 jg klu dongho’y mau. . .
    Kekekee,,*smirk

    1. nggak!
      kejam eonnie! kekejaman eonnie lebih kejam daripada ibu peri[?]

      ISHH!!
      dongho is MINE! tapi.. Eunhyuk juga punyaku, Hae juga punyaku, AAAH!
      pokonya nggak ada yang boleh ciuman ama eonnie, titik! *ngasah golok*

  10. Kenapa di comment2an gni ngomongin bibir O_oa

    Aq suka ceritanya. . . So sweet bgt tu hyuk. . . Ciuman di kincir paling atas tepat jam 12. . . Ceileh. . . .

    IIINAAAAASSS~~
    Bibir u nganggur.? Sini sama aq aja XDDDD
    Kkkkk~

    Lain kali bikin hyuk yg rapuh ya ^^

    1. hehe , kamu bacain koment ane xD aih jadi malu anenya ~ >//<

      huahaha, maukah? kkk~

      APAAAAAA ??!!!
      iyaa bibir ane nganggur, bibir Hyuk dipake ama Hae terus sih *pundung* Jinchayo?? boleh nih? o__o
      kkk~

      Hyuk rapuh? siplah~😉

  11. THIIISSS!!! terharu baru banget bacaa ff nyaaa >,<
    ditunggu ff eunhae lainnyaa #plaak
    ohyaa, akuu reader baruuu disiiinniii hehe,
    aku eunhae shippers jugaa loo *gaada yg nanya*
    salaam kenaaal yaaa ^^ *bows*

    1. terharu? ih, yang bener? ;___;
      sip😉 gomawo udah mau nunggu chingu *hug*
      ne,
      annyeong *lambai bareng eunhae*
      aku juga eunhae shipper nih *curcol*

      semoga kamu betah yaa disini ~ ^__^

      1. beneerrr lohh u,u
        cheon chingu *hugback*
        siip, kalo tiap minggunya ada ff eunhae
        mah sayaa betah *plaak* ga kok, becaandaaa kkkk~
        ditunggu ff eunhaee selanjutnyaa chingu^^

      2. hihi *hug back aja lagi deh~*
        hehe,
        mianhaeyo liburan saya udah habis jadi masa update eunhaenya jadi ngadet yaa T___T

  12. keren banget *.*
    gra-gra bca is it over? dan sequel-sequelnya jdi ktagihan bca ff angst
    Bikin yg angst lgi dong tor~😄

    1. keren? mana ada kerennya = =
      hahaha, hatihati loh, ntar jadi kualat ama angst :p
      angst lagi? ntar ya~ ane buat happy ending yang banyak dulu .. sabar ya chingu , requestan numpuk >___<

  13. Err~
    klu i2 mah emg knyatan nenk,,eke emg lbh kejam dr ibu peri. . .hhohoo
    *eunhaeho : betul. . .betul. . .betul. . .#angguk”

    komaaa. . . >,<
    weew~ kesian amat y eonnie'y TT.TT
    saeng kejam. . .*meluk tembok
    sungie : cup". . .sni ma aq z ciuman'y,, chuu~ *kyaa aq dcipok,, =]
    dongho : aq jg mao koq. . .inas'y z yg ngiri i2 mah,, chuuu~ *cipok noona
    mee : xD

  14. Ho i2 c dongho saeng,,
    brhub saia bkn kiss me jd ngasal dah nama pangglan’y,,
    hhaaa~ xD

    hadeuh,,
    meluk guling z dah ah lbh empuk drpd tembok,, (_ _”)

  15. Aaaa author aku suka banget fict yang ini, udah berapa puluh kali ya aku baca hehehe and theeen ditambah gambarnya yang unyu banget. Itu di Sukira ya thor? Kok bisa ya dapet aja photo hae sm hyuk lg posisi begitu😀 hidup EUNHAE !!!! Anw, aku eunhae shipper loh🙂

  16. akhir yang sangat baik dan romantis tentnya. tapi diluar dugaan#harusnya sad/plak
    emm, penjabaran adegan kissnya. bikin perutku rasanya gimana gitu. ..
    hahaha
    nice ff

  17. OMG ini keren bgt T,T fluff nya nyampek bgt, maniiiisss rasanya kayak diangkat ke atas awan, Hyukjae romantis bgt mamaaa >< gomawo fic nya keren bgt sumpah❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s