fanfictions

Diary | Song-Fict Series

Title : Diary | Song-Fict series.

Main Cast :

–          Lee Donghae

–          Choi Siwon

–          Lee Hyukjae

Main Pairing : broken!SiHae | onesided!Eunhae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Yaoi

Rating : T

Length : Three-shot

Series : Diary | 

***

If the reason was because I loved too much

If the reason was because I was too happy

***

“ ayo putus, “

Aku menatap namja dihadapanku dengan pandangan—yang aku harap—dingin. Ia menatapku tak percaya, matanya membelalak lebar.

“ Kenapa? “

Aku tertawa pahit, “ jangan berpura-pura, aku tau kau bahagia akhirnya bisa putus denganku, Choi Siwon “

Ia menggeleng dan menggenggam lenganku erat. Ugh, ini bukan menggenggam. Ini mencengkram! Tangannya yang kekar mencengkran kedua lenganku yang tak berdosa tersebut. Sakit.

Tapi tidak sesakit hatiku.

“ Waeyo? Apa aku berbuat salah? Apa salahku, Hae? “

“ jangan panggil aku Hae, panggil aku Donghae!, “ aku menghempaskan tangannya dari lenganku, “ lepas maskermu, aku telah tau semuanya. Tak perlu berpura-pura “

“ apa yang berpura-pura, Hae? “

“ CUKUP! “

Aku menggigit bibir bawahku. Tidak. Aku tidak boleh menangis. Untuk apa aku menangisi seseorang yang tidak pernah menghargaiku? Menangisi seseorang yang ternyata menyakitiku? Hanya membuang air mata.

“ kau bisa bertemu Kibum sekarang, katakan padanya.. siap-siap patah hati karena aku yakin, incaranmu pasti masih ada selain Kibum “

Aku berjalan meninggalkannya. Meninggalkan cinta pertamaku. Meninggalkan semua kenanganku dengannya. Tidak ada yang harus di tangisi bukan? Aku melakukan hal yang benar.

Aku tidak perlu menangis,

Walaupun begitu, sebuah air mata jatuh membasahi kedua pipiku.

***

I did wrong, it’s not easy being from here

It hurts so much, it hurts so much

***

Aku dan Siwon pertama kali bertemu saat kelas 2 SMP. Saat itu kami hanya sahabat, tidak lebih. Memang sejak pertama kali bertemu, aku telah menyukai dirinya. Namun tidak berani ku ungkapkan, karena saat itu ia selalu di kerumuni oleh yeoja-yeoja yang lebih cantik dan menarik dari diriku.

Setelah lulus SMP, aku dan Siwon memutuskan untuk lanjut di SMA yang sama. Dan kejadian yang sama terulang lagi. Badannya yang tegap, rahang wajahnya yang kokoh, pribadinya yang tegas, tatapan matanya yang tajam namun lembut dan otot lengannya yang sedikit ‘tercetak’ di lengannya, membuat semua yeoja di SMA barunya menyukainya.

Dan tentu saja, aku terbuang lagi.

Aku mencoba bersabar setiap melihat Siwon membawa tumpukan surat cinta di lokernya, beribu nomer hp tercatat di bukunya. Aish. Aku tidak ada hak untuk cemburu. Aku bukan siapa-siapanya.

Tapi, setahun kemudian.

Siwon mengajakku berkeliling Busan, membuatku tidak bisa berhenti tersenyum. Ia memperlakukanku seperti seorang putri, dan dialah pangerannya. Seharian penuh aku mencoba jangan berharap terlalu tinggi, namun ternyata takdir berkata lain.

Setelah penantian yang cukup lama, ia akhirnya mengatakan suka padaku. Ia tidak tau apa alasannya ia suka padaku, tapi yang terpenting, ia tidak suka melihatku dengan orang lain selain dirinya. Ia tidak suka aku bersedih. Ia tidak suka melihatku menangis. Dan apapun akan ia lakukan selama itu akan membuatku tertawa atau tersenyum.

Tentu saja, aku tidak dapat menjawab selain iya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun silih berganti. Aku dan Siwon telah menjalani hubungan sekitar 2 tahun lebih. Awalnya, semua baik-baik saja. Namun setelah kelasnya kedatangan murid baru yang bernama Kibum, sikapnya mulai berubah dariku.

Mulai menjauh. Perlahan demi perlahan. Hingga akhirnya semakin jauh. Memang setiap malam ia masih mengirimiku sms mengatakan ia merindukanku, ia sayang padaku, ia mencintaiku. Dan itulah penguatku sampai akhirnya kami bertiga, masuk kuliah.

Ditempat kuliah, aku bertemu dengan seorang anak bernama Lee Hyukjae. Ia menjadi sahabatku dan sedikit membuatku lupa akan masalahku dengan Siwon. Bicara soal Siwon, ia masuk satu kuliah dengan Kibum, membuat rasa kecewaku semakin bertambah.

Hyukjae selalu ada disampingku, disaat aku butuh tempat curhat, disaat aku butuh orang untuk bersandar, disaat aku butuh sebuah pelukan kasih sayang, ia selalu disampingku.

Sebulan berlalu, dan Siwon semakin menjauh. Angin gossip berhembus dari telinga menuju telinga dan mengatakan Siwon berpacaran dengan Kibum. Ada pula yang mengatakan bahwa ia berpacaran dengan seseorang bernama Kim Heechul. Aku? tentu saja aku menolak mentah-mentah gossip tersebut.

Tidak sampai aku melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri.

Kekasihku, cinta pertamaku, tengah mencium Kibum di bawah pohon. Aku masih ingat betapa gencarnya mereka menikmati bibir masing-masing. Aku masih ingat betapa tidak sadarnya mereka bahwa aku berdiri tepat beberapa meter di belakang mereka. Mendengar semua rintihan menjijikkan dari bibir Kibum.

Dan disinilah aku sekarang.

Aku tidak bodoh. Aku tidak akan pernah goyah oleh gossip. Kecuali jika aku memang dapat membuktikannya dengan diriku sendiri.

***

Why am I alone like this? Will my heart be hurt

I hate it

***

“ Hae, ada yang ingin ku bicarakan dengamu, Hae aku masih mencintaimu, Hae kumohon balas pesanku, Hae.. mohon maafkan aku. Ya! Apa kau yakin dengan keputusanmu, Donghae? “

Aku mengangguk lemah, “ biarkan saja dia, dia fikir aku bodoh bisa ia permainkan dengan mudah selama ini “

Hyukjae meletakkan hp-ku di atas meja. Sepertinya kegiatan ‘membaca sms Siwon’nya sudah selesai. Ia mengusap rambutku pelan.

“ lantas sekarang? Apa yang akan kau lakukan? “

“ molla, “

“ kalau kau butuh apa-apa, cari saja aku. Bersandarlah padaku kapanpun kau butuh, “

Aku tersenyum kecil, “ Ne, aku akan mencarimu jika aku ada masalah, tapi… “

“ tapi? “

“ jangan terlalu banyak berharap aku akan jatuh dalam pesonamu ya.. kau dan Siwon bagai langit dan bumi, “

“ Ya! “

Well, yeah.

Hyukjae memang pernah mengatakan ia suka padaku. Tapi tentu saja aku menolaknya, aku masih bersama Siwon pada saat itu. Dan untung saja, Hyukjae tidak memaksaku.

Ingin aku membalas perasaan Hyukjae. Ia sudah terlalu baik padaku, dan aku hanya mampu menyusahkannya. Aku merasa tidak adil. Tapi apa daya, cintaku pada Siwon bertahan selama 6 tahun lamanya.

Susah untuk melupakannya.

***

If you loved me, if you really love me

From the bottom of my heart

I hope you leave me

***

“ Hae, please! Please, dengarkan penjelasanku dulu.. “

Aku menghempaskan tangan Siwon yang menggenggam tanganku, “ sudah ku bilang panggil aku Donghae! Tidak ada yang boleh memanggilku Hae kecuali orang itu penting untukku! Kau mengerti, Siwon-ssi?! “

Siwon menjambak rambutnya frustasi, “ dengarkan penjelasanku dulu! “

“ apa yang mau kau jelaskan lagi? semua sudah jelas Choi Siwon. Kau dan aku, kita berakhir “

“ aku masih mencintaimu, Donghae “

Aku tersenyum kecut ke arahnya, “ cinta? Kau bilang apa? Cinta? Kau mencintaiku? Cih, kau sangka aku akan jatuh dalam pesonamu lagi? sudah cukup “

“ please Donghae, beri aku kesempatan kedua… “

“ untuk apa? Agar kau bisa menyakitiku lagi? untuk apa aku membuka kesempatan kedua hanya untuk menyakiti diriku sendiri? “

“ demi tuhan Donghae! Aku tidak akan menyakitimu lagi! “

Aku menatapnya tajam. Ku akui, dia memang terlihat hancur. Dia terlihat berantakan dan bukan Siwon yang ku kenal. Tapi bayangan ia berciuman dengan Kibum.. kembali berputar di otakku. Dia bukan Siwon yang ku kenal. Mau ia terlihat rapi atau berantakan, ia sudah bukan Siwon yang ku kenal.

“ mianhaeyo, tapi aku tidak akan membuka lembar baru untuk orang yang sama, untuk orang yang telah menyakitiku dan menyianyiakan hatiku “

“ sejak kapan Donghae yang ku kenal jual mahal?! “

Aku melongos, “ sejak kapan Donghae yang kau kenal jual mahal? Hello, sejak kapan Siwon yang kenal selingkuh di belakangku?! “

“ Donghae… “ ia terlihat kaget dengan kata-kataku

“ jangan temui aku. Kita berakhir “

Aku berjalan meninggalkannya seorang diri di lorong yang sepi orang tersebut. Aku butuh Hyukjae sekarang. Aku butuh dia.

***

I don’t want to see you again

I’m going to live well, somehow

Oh baby oh bye-bye

***

Aku memeluk tubuh Hyukjae dan membenamkan wajahku di dadanya. Sementara dirinya sibuk mengusap punggungku untuk menenangkanku.

“ ssh.. uljima-ya… “

Aku semakin membenamkan wajahku di dadanya. Mencari kehangatan. Aku merindukan kehangatan seperti ini. Kehangatan di saat Siwon merengkuhku dengan penuh cinta.

Siwon.

Aku tidak ingin mengingatnya lagi. Sudah cukup antara aku dan dia. Tidak ada lagi hubungan diantara aku dan dia. Aku menangis semakin keras.

“ Donghae… “

Aku menggigit bibir bawahku, “ Hyuk..Hyukjae… “ pelukanku di pinggangnya semakin ku eratkan

“ ssh, aku disini Donghae.. menangislah.. setelah itu tersenyumlah. Bukankah kau yang bilang, untuk apa menangis demi orang yang menyianyiakanmu? Menyakitimu? Sekarang tumpahkan semuanya setelah itu lupakan semuanya “

“ Hyukjae… “

Tangisanku semakin keras di dadanya. Aku harus melepaskannya sekarang. Aku harus melepaskan semua sesak dan sakit yang bersarang di dadaku. Choi Siwon tidak pantas mendapatkan sebuah air mata dari air mata seorang Lee Donghae.

Perlahan-lahan, air mataku mulai mereda. Dan akhirnya menghilang sama sekali. Aku merasakan wajahku memanas mengingat apa yang aku lakukan pada Hyukjae beberapa menit yang lalu. Aku tau ia suka padaku, tapi mengapa aku selalu—seolah-olah—memberi harapan palsu padanya?

“ sudah merasa baikkan? “

Aku mengangguk. Tentu saja aku tidak dapat bicara! Siapa yang bisa bersuara setelah menangis hebat seperti apa yang aku lakukan tadi?! Saat aku masih sibuk menghapus bekas air mataku, Hyukjae menyodorkanku sebuah botol air mineral dan sapu tangan.

“ minumlah, tenggorokanmu pasti sakit kau buat menangis hebat seperti tadi. “

“ Gomawo, “ ujarku dengan suaraku yang masih serak

Ku buka tutup botol tersebut dan ku teguk airnya dengan cepat. Entah mengapa nafsu minumku tinggi sekali setelah menangis.

“ pabo, kalau minum pelan-pelan, tumpah semua! “

Hyukjae mengambil sapu tangannya dan mengusap bekas air yang membasahi dagu dan leherku. Aku tertegun di tempatku. Dan sepertinya, Hyukjae tidak menyadari apa yang aku rasakan sekarang. Setelah merasa air yang membasahi leher dan daguku kering, ia beralih menghapus bekas air mata yang ada di pipiku.

“ jangan menangis lagi, kau terlihat jelek, seperti anak hilang. Arra? “

Aku mengangguk.

Ku perhatikan wajah Hyukjae dengan saksama. Kalau boleh jujur, Hyukjae dan Siwon tidak jauh berbeda. Wajah Hyukjae cakep dan sedikit manis untuk ukuran namja, matanya berbentuk bulat besar, kulitnya putih susu, ia juga mempunyai gummy-smile yang menawan. Hanya saja, Hyukjae lebih kurus daripada Siwon.

“ wae? “

Aku tersentak kaget, “ H-Huh? “

“ wae? Untuk apa kau menatapku seperti itu? sudah jatuh cinta denganku, ya? “

“ aish! “

Aku mendorong tangan Hyukjae dari wajahku. Dan mengemasi barang-barangku hendak pergi dari tempat ini. Pura-pura ngambek sih.

“ aih, gitu aja ngambek, sini… “

Hyukjae menarik tanganku dan mendudukkanku disampingnya. Ia merebahkan kepalaku di dadanya yang bidang, dan tangannya mengusap-usap rambutku lembut.

“ apa yang akan kau lakukan sekarang? Siwon bilang ia masih mencintaimu, kan ? “

Aku tersenyum kecil. Nyaman. Aku benar-benar merasakan rasa cinta Hyukjae terhadapku. Sialnya, aku tidak bisa membalas perasaanya. Hatiku telah terukir kokoh nama Siwon di atasnya.

“ hu-um, “ aku merilekskan tubuhku, “ tapi tentu saja aku tidak mau. Aku bisa tanpanya, sebelum ada Siwon aku bisa bertahan hidupkan? Lagipula, tidak ada salahnya untuk bangkit. Aku lelah hidup di kehidupan cintaku, cinta matiku dengan Siwon “

“ Donghae—“

Aku menutup mulutnya dengan satu tanganku, “ panggil aku Hae, “

“ M-Mwo? Bukankah… “

“ ya, hanya orang-orang yang spesial untukku boleh memanggilku Hae, kau spesial untukku, Hyukjae.. panggil aku Hae, dan aku akan memanggilmu Hyukie “

Ku rasakan Hyukjae manutkan jari jemarinya di jari jemariku. Hangat. Aku menutup kedua mataku mendengarkan sebuah musik mengalun di telinga kananku. Detak jantung Hyukjae membuatku tenang.

“ Hae… “

Aku terkikik, “ kaku “

“ aish, aku tidak terbiasa! Hae.. hae.. hae… ha..Aish! mengapa kaku sekali?? “

Aku mengeratkan pegangan tangan Hyukjae di tanganku, “ semangat! Aku akan menunggu sampai kau bisa mengatakan Hae tidak sekaku tersebut, paham Hyukie? “

“ Lee Donghae… Donghae… Hae… “

Aku tersenyum, “ itu bagus! Kau bisa mengucapkan Hae yang benar Hyukie! “

Kurasakan tangan Hyukjae melepaskan genggamanku, dan beralih memeluk pinggangku. Ia menyandarkan dagunya di pundakku. Aku merasakan nafasku tertahan begitu merasakan nafas Hyukjae menari di leherku.

“ Hae…, Naekkeo Hajja “

Dan tanpa aku sadari, hatiku dan tubuhku telah membuatku menganggukkan kepalaku, walau otakku mengatkan aku masih mencintai Siwon..

“ Buat aku mencintaimu, Hyukie… “

 

 

 

TBC😀

Dijamin Happy-ending deh ^^v

“ Comment = Love “

20 thoughts on “Diary | Song-Fict Series

  1. donghae lepas dr siwon lgsung dpt gantix
    di sini wonpa playboy bgt y hehehheheheheheh,,tp cocok jg se kn wajahx cakep hhehehhe,,
    donghae jgn kelamaan bilang suka, sm si hyukie
    tp si hyukie d sini baek bgt y sm hae

    1. hehe, malah sebelum lepas dari siwon udah dapet pengganti = =
      iya😀 cocokkan sama muka dia /plak-digampar-siwon
      lihat aja nanti deh~😄

    1. no komen?
      tapi aku lihat komen kamu loh .__.

      keren?
      muahaha, keren darimananya= =

      sip😉 amplas aja dan ukir nama Hyukjae. aku ikhlas❤
      kalo bisa sih, ukir nama aku juga ya sekalian /plak

      1. ga ada tempat ini bwt ngukir nama kamu😄
        aku ajah mau ngukir nama ku ga bisa…
        abisnya ukirn nama hyukjaenya gede baget XDD #apa deh

      2. yaaah😦
        yaudah, kamu ukir aja namaku di hatimu, terus aku ukir nama Dongho di hatiku /ditendang
        kkk!~ iya gedegede aja! badan Siwon kan gede, ntar menggusur tempat Hyukjae[?]

  2. kyaaaaa manissssss ya amplop aku lumer baca scene eunhae nya….
    Jeongmal joahe X3
    aigooo mau tau gimana cara hyuk buat bikin hae cinta ama dia
    suka suka sukaaaa *poppo author*

    1. lumer? jangan lumer chingu~~~ ntar siapa yang baca cerita aku dong? TT____TT
      *poppo back*
      mau tau? mau tau? lihat aja di series berikutnya ya😉 Gomawo mau baca ~ *hug

    1. yah jangan nggak ada kata-kata lagi dooong, gimana kamu mau comment lagi nih ? /plak
      GOMAWO<3 JEONGMAL!!
      ayo!! kita buat Donghae suka dengan Hyukjae(?) kkk~

  3. Hahay.
    Romantis bget saengku sayang❤.

    Oh iya, kalimat hae yang bilang "kau dan aku, berakhir" mantep atuh.
    Kok gak langsung bilang ini aja "LO, GUE, END!"
    Hahay #geje/plakk

    1. yang bener?
      ih ini abal banget atuh eonnieku sayang<3

      nggak kebayang eon,
      hahahaha, coba eonnie saranin pas aku lagi buat FF ini, aku pake itu saran! kkk

  4. Wow nice great daebakk !!
    Uhuyy keren !!
    Eunhae so sweeeeett *tendang captain choi* >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s