fanfictions

Be Mine | Song-Fict Series

Title : Be Mine | Song-Fict series.

Main Cast :

–          Lee Donghae

–          Choi Siwon

–          Lee Hyukjae

Main Pairing : onesided!EunHae | broken!SiHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Yaoi

Rating : T

Length : Three-shot

Series : Diary | Be Mine |

***

I’ve watched over you

Over all your loves and your long breakups

***

“ Hae.. Gwenchanayo? “

Ia hanya tersenyum kecil dan menggeleng perlahan. Aku menggerang kecil. Sejak ia putus dari Siwon, sikapnya berubah. Ia lebih diam, ia juga terlihat kurang sehat.

Aku tau. Aku tau sejujurnya ia terluka sangat dalam. Ia hanya berpura-pura bahagia, pura-pura kuat agar Siwon tidak melihat dirinya lemah.

Siwon.

Aku tidak menyangka ia bisa menyakiti hati Donghae. Menyakiti hati seseorang yang mencintainya selama 6 tahun lamanya. Tidakkah ia fikir melupakan seseorang yang ia cintai selama bertahun-tahun itu susah? Apalagi setelah tau bahwa dirinya tidak lebih dari sebuah permainan.

Namun aku masih tidak mengerti.

Apa yang Siwon lihat dari Kibum jika disampingnya ada malaikat sesempurna Donghae? Ada orang seperhatian Donghae? Ada orang yang mencintai setulus hati seperti Donghae?

My precious Fishy…

Well, aku dan Donghae fair. Tidakkah ia menyadari siapa aku sebenarnya? Bahkan ia mengenalku lebih dahulu daripada Siwon. Tapi.. sepertinya sosok Siwon telah menghilangkan sosokku dari fikiran Donghae.

Padahal aku mencintai Donghae lebih dari 10 tahun lamanya…

***

If you’re always going to get hurt, it’s better to be with me

Look clearly- I just don’t like it when you cry

***

Aku mendesah kecewa. Lagi-lagi. Lagi-lagi aku melihat air matanya. Aku merasa tidak berguna sekarang. Aku janji aku tidak akan menyakitinya dan akan membuatnya lupa akan Siwon. Tapi sepertinya, aku tidak berharga sekarang, kan?

Ia tetap menangis walaupun aku tetap berada disisinya…

“ apa yang harus ku lakukan agar kau bisa melupakan bayangannya dari benakmu, Hae? “

Aku jadi takut.

Memang sekarang ia belum menjadi milikku seorang diri. Tapi, ia sendiri yang menyuruhku agar aku membuatnya jatuh cinta padaku, kan? Aku tidak boleh menyerah! Aku harus membuatnya lupa akan Siwon.

Tapi bagaimana caranya?

Bagaimana caranya agar aku bisa membuatnya lupa akan Siwon jika dirinya sendiri terus mengingat kenangan demi kenangan yang ia miliki bersama dengan Siwon?

Bagaimana caranya agar aku bisa membuatnya lupa akan Siwon jika setiap Siwon tidak ada ia akan menangis dan menangis, menangisi seseorang yang telah menyakiti hati kecilnya?

Aku tidak akan pernah bisa..

Nama Siwon telah terukir dengan rapi di atas hati Donghae. Nama Siwon telah merenggut seluruh relung yang berada di dalam hati Donghae. Tidak ada tempat untukku.

Walaupun aku memaksanya… tidak mungkin aku bisa..

Sebuah air mata jatuh membasahi pipi kananku. Ini menyakitkan. Lebih menyakitkan daripada melihatnya bersama Siwon. Lebih menyakitkan daripada melihatnya bermesraan dengan Siwon.

Lebih baik ia tertawa dan tersenyum dengan orang lain, daripada ia harus menangis jika bersamaku..

***

It hurts me to see you in pain

***

Lagi-lagi.

Lagi-lagi Donghae menangis jika bersamaku. Apakah aku hanya bisa menjadi tempatnya menangis? Well, aku memang ingin menjadi tempatnya bersandar.

Tapi bukan dengan air matanya.

Air matanya bagaikan sebuah pisau untukku. Aku tidak tahan untuk melihatnya. Ini menyakitkan. Air matanya mengoyak seluruh perasaanku.

“ Hae..Uljima-ya… “

Ia semakin membenamkan wajahnya di dadaku, “ Hyuk..kie… appa.. neomu apa…

“ ssh… “

Aku merasakan sebagai pecundang. Tidak ada kata lain selain gwenchanayo, Uljima dan ssh untuk menenangkannya. Aku bahkan tidak bisa membuatnya berhenti menangis. Bahkan untuk menghilangkan luka yang ada di dalam hatinya aku tidak sanggup.

“ lupakan dia, Hae… jebal.. dengan begitu kau bisa berhenti merasa sakit seperti ini.. “

Ia menggeleng perlahan, “ aku tidak bisa, Hyukkie… susah.. “

Aku memeluk tubuh rapuhnya kuat-kuat. Aku harus melindunginya apapun caranya. Bagaimanapun caranya. Ia tidak boleh merasakan sakit ini lagi. Tidak ada yang boleh menyakiti Fishy-ku…

My precious Fishy…. Uljima…

***

Be mine, I will love you

***

Naekkeo Hajja… “

Aku memeluk Mr.Nemoku kuat-kuat. Childish huh? Aku tidak bisa membuang boneka ini. Boneka ini benar-benar mengingatkanku akan Donghae.

Sedang apa ia sekarang?

Menangiskah?

Tertawakah?

Sejak tadi, aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku khawatir. Aku gelisah. Perasaanku bercampur aduk membuatku tidak tau akan perasaanku sendiri. Aku mengambil handphoneku dan memutuskan menelefon Donghae.

Semoga ia baik-baik saja…

yoboseyo? “

Tanpa melihatpun aku tau ia menangis sekarang. Suaranya bergetar dan aku dapat mendengar suara nafasnya tidak beraturan.

“ Hae, eodisseo? “

“ aku di rumah… “

chamkamman, “

Aku segera memutuskan sambungan telefonku dan mengambil kunci motorku. Dengan langkah tergesa-gesa dan serba buru-buru, aku menjalankan motorku menuju rumah Donghae.

***

I will worry about you

I will take responsibility for you till the end

***

Aku mengetuk pintunya keras begitu aku sampai dirumahnya. Ku dengar langkah kaki yang kuduga langkah kaki Donghae. Dan benar saja, pintu di depanku terbuka.

“ Hyuk..kie? apa yang kau lakukan disini? “

Astaga.

Matanya memerah. Aku melihat rambutnya basah, dan wajahnya kuyu. Pasti ia habis menangis lalu cuci muka. Aku menghela nafas pelan dan langsung memeluk tubuhnya erat.

pabo namja, untuk apa menangis lagi? “

Ku dengar ia tercekat. Aku mengusap punggungnya perlahan berharap sedikit sikapku dapat menghilangkan sakit di hatinya.

“ Hyukkie.. aku tidak menangis… “

Gojitmal! Aku tau kau Donghae, kau tidak mungkin tidak menangis kalau keadaanmu sekacau ini.. aku tau kau menangis.. “

Perlahan ku rasakan ia melingkarkan lengannya di pinggangku, “ mianhae.. aku bilang aku akan mencintaimu, padahal kenyataannya.. aku.. “

“ seharusnya aku yang minta maaf, pabo, “ aku tertawa kecil, “ aku berjanji tidak akan pernah melihat air matamu lagi, aku tidak akan pernah membiarkan seorangpun menyakitimu.. namun hasilnya? Aku semakin sering melihat air matamu, mianhae.. “

gwenchana, bukan kau yang menyebabkan semuanya “

“ tapi tetap saja Hae.. aku merasa.. tidak berguna.. “

“ Huh? “

Aku melepas pelukanku dan menatap kedua manic matanya, “ untuk apa aku disini jika ternyata aku sama sekali tidak bisa menjadi tempatmu membagi sakitmu? Untuk apa aku disini jika ternyata ada atau tidak adanya diriku tidak mempengaruhi senyumanmu, kan? “

“ Hyukkie… “

Aku tersenyum, “ beri aku satu kesempatan lagi. aku akan berusaha keras di kesempatan terakhirku, aku akan berusaha keras agar nama Siwon benar-benar menghilang dari hatimu, aku akan mengasah nama Siwon dan menggantinya dengan namaku, aku berjanji, mulai sekarang hanya senyuman yang akan aku izinkan terlihat di wajahmu dan tidak akan kubiarkan seoragpun membuatmu menangis.. “

“ Hyukie.. “

Aku kembali menarik tubuhnya kedalam pelukanku, “ Naekkeo Hajja, aku akan membuatmu bahagia, yaksokhaeyo

***

All those tear drenched memories-

I hope they will all die within my embrace

Even if I hear you softly swallowing your tears

with your broken heart, I will hide it

***

“ Lee Hyukjae, “

Aku berhenti dan menoleh. Ku lihat wajah seseorang yang paling tidak ingin aku lihat saat ini, tengah berdiri di hadapanku. Menatapku sinis.

waeyo? “

“ ada yang ingin ku bicarakan, berdua “

Aku menggeleng perlahan, “ aku sibuk, lain kali? “

“ sekarang, Hyukjae-ssi

“ bagaimana kalau aku tidak mau, Siwon-ssi? “

“ kau pasti mau “

“ bagaimana kau bisa percaya sekali aku mau mengikutimu? “

Kulihat dirinya tersenyum atau menyeringai ke arahku, “ karena ini tentang Donghae “

Benar.

Dan benar saja, aku langsung ikut dengannya mengikuti langkah kakinya. Tentang Donghae? Apalagi yang ingin ia bicarakan tentang Donghae? Memang selama ini Siwon masih sering mengirimkan pesan bahwa ia masih mencintai Donghae. Apakah.. ini semua berhubungan?

“ jauhi Donghae “

Aku menggeleng, “ untuk apa? Aku tidak merasakan aku ada masalah dengan Donghae, untuk apa aku menjauhinya? “

“ kau harus menjauhi Donghae, apapun caranya. Jauhi Donghae, sekarang “

“ apa hakmu menyuruhku menjauh dari Donghae? “

“ apa hakmu tidak mau menjauh dari Donghae? “

Aku mendesis pelan, “ cih, apa kau tidak sadar? Peranku dalam kehidupan Donghae amat besar! Aku tempatnya bersandar sekarang, bersandar ketika ia rapuh, bersandar ketika ia butuh teman, bersandar ketika ia sedang ada masalah, berada dengannya saat suka maupun duka. Kau kira aku seperti mantan pacarnya? “

“ jaga mulutmu, Lee Hyukjae! “

“ kau yang harusnya menjaga mulutmu, Choi Siwon! “

Yes, ia terpancing. Kesempatan bagus Hyukjae. Jangan ikut terbawa emosi, Hyukjae.. pancing dia.. kau tidak bersalah disini. Kau pintar adu mulut, kan? Kau pasti bisa.

“ aku tidak peduli, jauhi Donghae, sekarang “

Aku menggeleng, “ bagaimana kalau aku bilang aku tidak mau? “

“ aku akan memaksamu untuk menjauh darinya “

“ memang apa untungnya jika aku menjauh darinya? Agar mantannya bisa menyakitinya lagi? agar mantannya bisa membuatnya menangis lagi? tidak akan kubiarkan hal tersebut terjadi, Choi Siwon “

Namun, ekspresi yang di tampilkan oleh Siwon jauh dari perkiraanku. Perkiraanku ia akan marah atau semacamnya, tapi tidak. Ia menyeringai.

“ jadi.. dia menangis, huh? Cih, apa ku bilang. Dia tidak mungkin bisa lepas dariku, dia bayanganku, dimana ada aku pasti ada dia “

“ dia bukan bayanganmu, dia manusia “

“ tidak, Hyukjae, “ ia terkikik sendiri, “ awalnya ku kira ia meminta putus denganku karena ia sudah jatuh hati denganmu, ternyata semua presepsiku selama ini sia-sia, ia masih mencintaiku, ia masih menangis karenaku, ia masih sakit hati dengan sikapku. Donghae kecil, mengapa kau menipu dirimu sendiri? Padahal aku sudah menawarkan kesempatan kedua untuknya, “

Brengsek.

“ siapa Kibum bagimu?! “

“ apa perlumu, Hyukjae? “

“ siapa.. Kibum.. bagimu, Siwon?! “

Ia berfikir sebentar sebelum tersenyum ‘manis’ ke arahku, “ apakah Donghae tidak bisa melihat selama ini? Ia kujadikan pacar hanya untuk melindungiku dari yeoja-yeoja tersebut, dan lagi.. Kibum jauh lebih sempurna daripada dirinya, dirinya dan Kibum bagaikan matahari dan Pluto. Jauh, sangat jauh “

“ Jangan. hina. Donghae. serendah. itu. brengsek!! “

Aku tidak dapat menahan semua emosiku. Omongan Siwon, memancing amarahku. Bagaimana bisa orang sebejat ini menjadi tambatan hati Donghae? Hati seorang Donghae?

“ kau mau melawanku? Ayo lawan aku, Hyukjae. Dan kita buktikan siapa yang berhak atas Donghae “

“ aku tidak mau bertanding dengan otot, aku tau kau lebih hebat dalam hal adu mulut, kan? Dan lagi, Donghae bukan barang. Ia berhak dengan siapapun “

Aku bukan takut dengan Siwon.

Walau ukuran otot lenganku jauh berbeda daripada Siwon, apapun demi Donghae, aku akan melakukannya. Tapi sekarang berbeda cerita. Donghae pasti akan membenciku jika ia melihat aku memukuli Siwon, dan Siwon bisa menjadikan itu sebagai ‘alasan’ agar Donghae bisa menjauhiku.

Aku yakin pasti Donghae masih memilih Siwon di bandingkan aku..

Maka dari itu, aku menolak pertandingan ini. Lebih baik ia yang memukulku, daripada aku melukai orang yang di sukai oleh Donghae.

“ pengecut, kau kira kau pantas dengan Donghae? Tidak, Hyukjae. Akulah yang paling pantas bersama dengan Donghae selamanya “

Sebuah tinju melayang dari tangan Siwon mengenai pipiku. Auch. Aku meringis kesakitan, sial. Jangan terbawa emosi, Hyukjae. Biarkan ia memukulmu.

“ tidak berani memukulku? Kalau begitu, bagaimana caramu melindungi Donghae dari orang-orang yang ingin mencelakainya? “

“selama aku mengenal Donghae, hanya ada satu orang yang berani melukainya. Kau, Siwon “

Bugh.

Sebuah tinju dilayangakan Siwon menuju perutku. Aku merasakan perutku mual seketika. Argh, biarlah. Aku pantas mendapatkan semua ini.

“ mengapa tidak melawan, Hyukjae? Kau takut? Cih, pengecut. “

“ kau yang pengecut Siwon.. “

Bugh.

Bugh.

Bugh.

Tinju demi tinju, ia layangkan kepadaku. Aku menutup mataku dan berusaha melindungi diriku dari pukulan-pukulan yang ia berikan.

“ CUKUP!! Apa yang kalian lakukan?! “

Donghae.

Siwon berhenti memukulku dan menatap Donghae kaget. Sedangkan aku? hanya mampu terkapar di lapangan, merasakan sakit yang menjalar di seluruh bagian tubuhku.

“ Do-Donghae.. “

“ Bukankah sudah aku katakan padamu?! Jangan ganggu hidupku lagi! jangan pernah hadir dihadapanku! “

“ aku masih mencintaimu, Donghae… apakah kau sama sekali tidak mencintaiku lagi? beri aku kesempatan kedua, dan kau pasti akan hidup bahagia… “

Aku terpaku di tempatku.

Apakah kau sama sekali tidak mencintaiku lagi? jawab tidak Donghae, jebalyo…

Tapi, tidak mungkin ia memilihku dari Siwon, kan? Baiklah.. aku rasa cinta tidak harus berakhir bahagia. Hanya komik dan kartun sajalah yang bisa berakhir bahagia. Aku tersenyum pahit.

Ayo terima dia lagi Donghae, selama kau bahagia.. aku akan bahagia..

“ aku tidak mencintaimu lagi, pergi sekarang “

Mwo?

Aku menatap Donghae, mencari apakah ada air mata atau apapun yang membuatku yakin bahwa ia hanya bercanda dengan kata-katanya. Tidak ada. Aku hanya bisa menatap kebencian dari kedua mata Donghae.

Perlahan ia berjalan ke arahku dan meletakkan kepalaku di pahanya. Ia mengusap lebaman demi lebaman yang ada di pipiku dengan sapu tangannya.

“ Donghae, kau hanya bercanda, kan? “

“ apa aku terlihat seperti seseorang yang bercanda untukmu, Siwon? “

“ kau masih mencintaiku, kan? “

“ aku menyukai Hyukjae. Sekarang, pergilah “

Aku masih terdiam di tempatku berusaha mencerna semuanya.

Aku menyukai Hyukjae.

Aku menyukai Hyukjae.

Aku menyukai Hyukjae..

Apakah ini semua benar? Ataukah ini hanya kepura-puraannya agar Siwon berhenti mengejarnya dan membuatnya berhenti berharap? Aish, michigeutta

Gwenchanayo? Aigo, lukamu terlalu banyak Hyukkie.. ayo ke ruang kesehatan! Kau bisa berjalan, kan? “

Aku tersenyum dan menggeleng perlahan, “ aku baik-baik saja Hae, kau tidak perlu khawatir..”

gojitmal! Ayo keruang kesehatan, “

Aku menatap manik matanya serius, “ Donghae… “

N-Nde? “

“ apa yang kau katakan tadi benar? Apa benar kau menyukaiku? Apa kau benar-benar mencintaiku? “

Blush.

Wajah Donghae merona dengan seketika. Benarkah? Benarkah aku telah mendapatkan hati Donghae seutuhnya? Tidak mungkin. Semua ini masih terkesan kabur. Terlalu terburu-buru.

“ aku menyukaimu sejak dulu, sekarang aku belum mencintaimu, namun yang terpenting aku sudah tidak mencintai Siwon dan aku akan berusaha agar nama yang tertulis diatasnya adalah namamu, Hyukjae. “

“ maksudmu? “

Aku mencoba bangun dari posisiku sebelumnya dan menatap matanya dalam-dalam. Mencari arti dan keseriusan di dalam matanya.

“ aku juga tidak tau bagaimana bisa aku jatuh dalam pesonamu, otakku terus berfikir apa yang aku rasakan sekarang hanyalah ‘perasaan balas-budi’ tapi hatiku berkata.. lain, “

“ apa tidak terlalu cepat? tadi pagi.. kau masih menangisinya, dan sekarang.. ? “

“ kau tidak senang jika ternyata aku jatuh dalam pesonamu secepat ini? “

Aku menggeleng, “ bukan! Tentu saja aku senang, hanya saja.. apakah kau yakin kau bahagia dengan ini semua? Aku tidak peduli jika kau benar-benar masih mencintai Siwon, aku tidak masalah jika itu adalah aku yang terluka. Selama kau akan tersenyum, aku akan memberikan apapun. Selama kau tersenyum, aku akan mengorbankan apapun, Donghae. “

Sebuah air mata jatuh dari ujung mata Donghae, “ Hyukkie… “

waeyo? Kau menangis lagi.. kau tadi hanya berbohong, kan? Kau masih mencintai Siwon, kan? Aigo, ayo kita kejar Siwon! Siapa tau ia masih benar-benar mencintaimu! Ayo Hae, kebahagiaanmu di depan mata! “

Ia tersenyum kemudian memelukku erat, “ pabo hyukkie! Apa yang tidak kau mengerti dari kata-kata ‘aku  menyukaimu dan aku tidak mencintai Siwon’ sih? Apa susahnya mengerti kalimat seperti itu? “

“ tapi.. “

“ aku menyukaimu, aku sungguh-sungguh menyukaimu Hyukjae, “ ia melepas pelukannya dan menatap mataku, “ karena kau selalu ada untukku, karena kau selalu ada di saat aku butuh, karena kau ada di saat aku suka maupun duka, karena kau selalu memperlakukanku spesial, karena kau selalu membuatku tersenyum, karena kau selalu memperlakukanku dengan penuh cinta dan kasih sayang, karena kau selalu membuatku nyaman dan aman setiap berada di dekatmu, karena itu.. aku menyukaimu Hyukjae “

Aku hanya dapat mematung mendengar semua kata-katanya. Ini pasti mimpi. Pasti Siwon memukulku terlalu keras sampai aku tidak sadarkan diri. Ini pasti mimpi. Mimpi buruk. Mimpi buruk dan terlalu indah untuk di sebut kenyataan.

“ kau tidak keberatankan untuk menungguku lebih lama lagi? ini baru tahap awal, aku butuh bantuanmu untuk megembangkan perasaanku menjadi cinta.. “

Aku menggenggam tangannya, “ kita akan lalui bersama-sama, aku tau ini tidak mudah untukmu apalagi setelah kau di sakiti oleh Siwon.. tapi, percayalah, aku tidak akan membawamu kembali kedunia seperti itu lagi.. aku akan membuatmu bahagia, Donghae.. “

“ aku tau dan aku percaya kau tidak akan menyakiti perasaanku, Hyukjae “

Be Mine, I will love you, I will worry about you, I will take responsibility for you till the end

Donghae mengangguk dan tersenyum ke arahku, “ aku percaya padamu, Hyukjae. Tunggu aku, ok? “

saranghaeyo.. nae simjangeul ttwige haejuneun mal..

 

 

 

***

Tbc😀

“ Comment = Love “

23 thoughts on “Be Mine | Song-Fict Series

  1. kyaaaa akhirnya donghae suka hyukjaeXD
    heh ternyata masih tbc kirain udahan,ternyata masih ada lanjutan bagaimana hae mencintai hyuk aisss penasaran…
    Suka suka suka *cipok author*

    1. YEAAAAY! LOL
      kan three-shot, hehe, masih ada dua lagi sih sebenernya eon, satu endingnya satu lagi epilognya😉
      gomawo gomawo gomawo *cipok eonnie balik*

  2. Eunhae. . .jjang ^o^/
    jahat’y c abang kuda,, >,<
    msh da 1 part lanjutan'y lg kn y saengie,,
    aku tunggu ahh~
    hhoo~
    semangaaaatt ^o^

    1. seSUJU! EUNHAE/HAEHYUK JJANG!!<3
      mian,
      disini emang dia aku buat kaya psycho gitu u,u
      iyaa, sebenernya ada dua, satunya epilog :3

      GOMAWO<3

    1. no koment lagi, itu terus yang diatas apaan kalo bukan koment sayang?

      gomawo deh😀 ini FF abal padahal,
      mian belum update, belum nemu feelnya ><
      gomawoooo~ *tebar balik kolor dongho(?)*

      1. masa?? lama begini ih u,u
        kemaren aja ngadet satu minggu xp

        wgwg,
        sama-sama, saya tau kok kamu suka ngebuang kolornya dongho XDD

  3. SAENG!
    Kereeen.
    Tapi eon mao nanyaa, lagu diary ama be mine ini penyanyinya siapa saeng?
    Kayaknya lagunya enyaaak XDD..

    1. ONNIE<3
      keren? haha gomawo eonnie🙂 tunggu yang chapter terakhir yaa, aku belum dapet feelnya sih…
      diary itu Navi, kalo Be Mine itu Infinite
      emang enak eon :3 /promosi

  4. Mantap . Eunhae bersatu menyongsong cinta ..
    Rajam ajh sii captain choi kalo brani macem2 lg . Wkwkwkwk
    keren chingu ffmu . Daebakk .. Sumpah dh >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s