fanfictions

ILYATT | Song-Fict Series

Title : ILYATT | Song-Fict series.

Main Cast :

–          Lee Donghae

–          Choi Siwon

–          Lee Hyukjae

Main Pairing : EunHae | broken!SiHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Yaoi

Rating : T

Length : Three-shot

Series : Diary | Be Mine | I Love You a Thousand Time

Cr picture: Hitsugaya.livejournal.com

***

Because it’s you, my heart beats (as you may not expect), my heart doesn’t beat because of others

Similar to water a flower pot, your love allows me to live

***

Aku menatap namja yang tengah mengerjakan tugas-tugasnya dalam diam. Entah mengapa, beberapa hari terakhir ini, bayangannya tak pernah lepas dari bayanganku. Lee Hyukjae.

Well,

Aku memang tidak ingin menganggap apa yang ku rasakan sekarang adalah sebuah cinta, tapi aku yakin, aku yakin aku telah merasakan sesuatu yang lebih kepadanya. Kepada dirinya yang telah merawatku dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Aku merasa penuh di cintai oleh dirinya walau pada saat itu, kekasihku yang sebenarnya adalah Choi Siwon. Aku menghela nafas kecil.

Andai aku bertemu dengan Hyukjae terlebih dahulu, pasti dia yang akan mendapatkan perasaanku bukan seseorang yang bejat seperti Siwon…

Ani! Tidak ada gunanya untuk menyesali apa yang telah terjadi! Aku harus bergerak maju, menjauhi dunia yang kelam ini. Membuka lembaran baru untuk kisah cintaku yang kedua.

“ Hae, kau melamun lagi “

Aku tersentak dari lamunanku dan menatap Hyukjae, “ auww, jinchayo? Berapa lama aku telah melamun? Ugh, tidak ada satu soalpun yang telah ku kerjakan! “

“ karena sejak tadi kau terus melamun dan menatap wajahku, Hae “

Blush.

Apakah dia sadar aku memperhatikannya selama beberapa jam terakhir ini? Well, aku ingin memastikan pada diriku sendiri bahwa apa yang ku rasakan saat ini adalah murni cinta untuknya. Bahwa debaran-debaran yang kurasakan setiap kali aku dekat dengannya, setiap tanganku bersentuhan dengan tangannya, setiap aku memikirkannya ataupun semua hal yang berkatian dengannya adalah cinta.

“ kau memerah, aww! Berarti kau benar-benar menatap wajahku? Nae Hae jeongmal keopta! “

Ia merengkuh pundakku dengan lengannya dan mengacak-acak rambutku. Umh, ini sebenarnya gesture normal yang sering ia lakukan. Tapi, akhir-akhir ini aku sering bersemu hanya karena simple gesture yang ia berikan terhadapku.

Seriously, apa aku benar-benar jatuh cinta padanya??

***

Because it is you, I can smile, there’s no way I can smile because of others

Like the one remaining lamp is a storm, you’re a miracle to me

***

“ umm, Hae? “

Aku menatap Hyukjae bingung, “ Ne? waeyo? Apa makananya tidak enak, Hyukie? “

A-Ani, bukan karena itu!, “ sergahnya cepat, “ hanya saja, dia ada disini “

“ dia? Nuguya? “

“ Siwon “

Aku menghentikan makanku dan menatap Hyukjae yang sedang mengigit bibirnya. Imut! Kyaaaa!! Ups, Hyukjae ada di hadapanku dan aku megagumi keindahan yang ia miliki tanpa sebab?

Pasti aku telah mencintainya, atau mungkin.. baru.. menyukai?

“ lalu? Jika ia pacarku, kau baru boleh mengatakannya padaku Hyukie. Dia bukan siapa-siapaku lagi, so? Untuk apa aku peduli dimana dia sekarang? “

“ kau.. benar-benar sudah melupakannya? “

Aku mengangguk tegas, “ well, sedikit demi sedikit aku mulai melupakannya. Apalagi ada kau di sampingku, itu lebih memudahkanku untuk melupakannya. Ngomong-ngomong kau masih mau menungguku sedikit lama lagikan, Hyukie? “

Hyukjae meminum strawberry milknya dan menatapku lembut, namun penuh dengan cinta. Dan lagi, jantungku mulai berdebar tidak menentu. Ugh!

geuraeyo! Tenang saja, sampai kapanpun aku akan menunggumu Hae-ya, bukankah kau sudah mengatakan kau menyukaiku? Tinggal menunggu rasa itu berubah menjadi cinta, kan? “

Aku menundukkan kepalaku menyembunyikan wajahku yang memerah. Hyukjae terkikik geli dan mengusap pipiku dengan punggung tangannya. Sebelah tangannya ia gunakan menggenggam tanganku yang tergeletak manis di atas meja.

Blush.

HELL! HELL! HELL!!!

Pasti aku benar-benar memerah saat ini!! Aku menahan senyumanku, namun gagal. Aku tetap berakhir tersenyum malu-malu dengan gesture yang di lakukan oleh Hyukjae. Ia mampu membuatku tersenyum hanya karena gerakan simplenya.

“ kau memerah, so cute! “

Ia mencubit pipiku gemas sebelum melepaskan kedua tangannya dari pipiku. Sedangkan aku? hanya mampu tersenyum malu ke arahnya.

“ Hyukie, gomawo.. “

Hyukjae menaikkan sebelah alisnya bingung, “ waeyo? Untuk apa? “

“ kau telah membuatku bahagia, Hyukie. Tanpa kau, aku tidak akan bisa tersenyum seperti sekarang ini, mungkin.. aku malah berakhir menangisi Siwon di dalam kamarku, “

well, itu suatu keberuntungan untukku kalau begitu, “ ia berdiri dan menatap jam tangannya, “ aku pergi duluan ya! Tadi Shindong-hyung menyuruhku berkumpul di club, ok? “

Tanpa menunggu pertanyaanku, ia melewatiku dan mencium pipi kananku. Meninggalkanku memerah sendirian di meja kantin.

***

Though I loved you a thousand times,

I want to say it again

***

Benarkah aku mencintainya?

Ugh. Seharian penuh, tidak ada satu kata-kata dosen yang masuk ketelingaku. Well, sebenarnya masuk, hanya saja masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Aku menatap bangku kosong disampingku. Hyukjae tidak ada, ia sedang latihan bersama Shindong-hyung.

“ Donghae-ssi? Donghae-ssi?? “

Aku terlonjak di tempatku, “ N-Nde?? “

“ kau melamun! Ada masalah? “

“ tidak ada, aku.. hanya sedikit lelah… cheongsanghamnida, “

Mrs.Kim—dosenku, tersenyum ke arahku, “ kalau kau lelah kau bisa ke ruang kesehatan sekarang “

aniyo, disini saja Mrs.Kim “

“ tch, tch. Andai ada Hyukjae pasti dia dengan senang hati membawamu ke ruang kesehatan, benarkan? Gwenchana, kau keruang kesehatan saja dan aku tidak menerima jawaban ‘tidak’ untuk apa yang aku perintahkan padamu, Lee Donghae “

gomawo, Mrs. Kim “

Aku menunduk dalam-dalam ke arahnya dan berjalan keluar kelas menuju ruang kesehatan. Jujur sih, aku tidak merasa lelah sama sekali. Lelah sakit hatipun tidak kurasakan lagi.

Aku ingin bertemu Hyukjae,

Tanpa aku sadari, kakiku bergerak dengan sendirinya menuju ruang dance. Aku baru tersadar begitu aku berdiri tepat di depan pintu ruang dance.

Sekarang? Apa yang harus ku lakukan? Mengetuk dan menghampiri Hyukie lalu memeluknya mengatakan aku merindukannya? Pabo, tentu saja tidak bisa seperti itu! lalu? Langsung membuka pintu dan berlari ke arah Hyukie? Andwae. Aku bukan namja seperti itu.

eotthokhae? “

Sepertinya, Tuhan sedang berpihak baik denganku. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan wajah Hyukjae di hadapannya. Ugh, aku baru tidak bertemu dengannya kurang lebih setengah jam, namun mengapa aku merasa tidak melihatnya selama setahun lamanya??

Jadi, aku benar-benar mencintainya? Tapi mengapa di saat bersama Siwon, tidak seperti ini rasanya… perasaan ini.. lebih kuat…

“ Hae? Apa yang kau lakukan disini? Bukankah di kelas ada dosen? “ pertanyaan Hyukjae mampu membangunkanku dari imajinasiku

Apa yang harus ku jawab sekarang? Aku ijin karena merindukanmu? Mustahil. Aku ijin karena aku tidak bisa konsentrasi jika kau tidak disampingku? Itu lebih mustahil lagi!

“ Kau.. bolos kelas? “

Aku langsung menggeleng cepat, “ aniyo! Aku tidak pernah membolos!! “

“ lalu? Bagaimana kau bisa disini? “

“ tadi aku ingin ke ruang kesehatan, dan kebetulan lewat jadi.. y-yeah.. begitulah, “

Lame excuse Donghae. Keruang kesehatan dan kebetulan lewat?? Bahkan jalan ke ruang kesehatan dengan ruang dance itu berbeda! Ku dengar Hyukjae terkikik geli,

“ Hae, ruang kesehatan ada di ujung sana? Tidak mungkin kau kebetulan lewat, waeyo? Kau ada masalah apa? Wajahmu tidak tenang loh, “

Bolehkah aku mengatakan kalau aku merindukannya?

Aku memilin ujung bajuku dan menundukkan kepalaku, “ aku merindukanmu, Hyuk. Aku.. tidak bisa konsentrasi, “ ucapku dengan suara super pelan.

“ hmm? Bisa keraskan suaramu? Aku tidak mendengarnya, Hae.. “

Ia menyamakan tinggi telinganya dengan bibirku. Membuat wajahku memanas. Ugh. Tadi kau berhasil mengatakannya, hanya perlu mengulangnya, kan? Tidak ada salahnya. Aku menarik nafas panjang,

“ aku merindukanmu, Hyukie.. “

“ huh? Bagaimana bisa? “

molla, aku sama sekali tidak bisa konsentrasi, aku kesepian.. tugasmu disini… belum selesai, kah? “

Hyukjae menatap mataku lembut, “ sebenarnya belum, kami sedang istirahat, waeyo? “

Jadi aku belum bisa bersama dengan Hyukjae? Aish. Kalau seperti ini caranya bagaimana aku bisa lulus dari kuliahan ini?? Aku tidak bisa serius jika tidak ada Hyukjae di sampingku! Aku tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini.

“ kalau begitu, aku balik ke kelas sajalah, hwaiting! “

Aku menampilkan senyum—yang ku paksakan—semanis mungkin. Aku berjalan meninggalkan Hyukjae di belakangku. Aish! Mianhae, Mrs. Kim, aku pasti tidak akan konsentrasi lagi di kelasmu.

chamkamman, “ ku rasakan seseorang menggenggam pergelangan tanganku, “ aku akan ijin dengan Shindong-hyung bahwa aku ada kelas, kau tunggu disini sebentar “

Sekarang berganti aku yang menggenggam tangan Hyukjae, “ tidak usah, Hyukie. Kompetisimu lebih penting dibandingkan dengan.. rasa rinduku.., “ aku mengecilkan suaraku di kata-kataku yang terakhir.

“ untukku, rasa rindumulah yang lebih penting. Well, semua tau kalau aku acenya disini. Jadi tidak akan menjadi masalah kalau aku ijin, tunggu sebentar, oh? “

Blush.

Aku merasakan dadaku bergemuruh hebat dengan kebahagiaan. Selama aku berpacaran dengan Siwon, baginya, kelas dramanyalah yang lebih penting dibandingkan aku. Sebesar apapun rasa rinduku, ia tidak pernah akan meninggalkan kelas dramanya. Mungkin inilah saatnya aku akan mengatakannya,

Hyukjae, saranghae…

***

A word that makes my heart beat

***

Disinilah aku sekarang. Sedang dalam perjalanan ke kelas dari ruang dance menuju kelas. Hyukjae benar-benar menepati kata-katanya, ia memilihku daripada dancenya. Aku menatap tanganku yang tersembunyi di genggaman tangannya.

Aku merasa begitu di cintai olehnya.

“ Hyukie, “ ku hentikan langkahku yang otomatis membuat langkahnya terhenti juga

waeyo? “

“ aku malas kembali ke kelas lagi, bisakah kita izin? Sekali saja, “

“ kenapa? Kau ada masalah lagi? siwon bertingkah lagi? waeyo, Hae? Apakah kau sedih lagi? Mau pulang sekarang? Atau.. mau ke ruang kesehatan saja? “

Aku menggeleng, “ kemanapun selama hanya bisa berdua denganmu, aku tidak masalah. “

Hyukjae menghentikan sikap khawatirnya dan tersenyum ke arahku. Mengapa aku baru menyadari bahwa Hyukjae lebih gagah di bandingkan Siwon??

“ atap? “

“ terserah, “

Hyukjae menarik tanganku menuju atap. Dan lagi-lagi, aku hanya bisa merasa kebahagiaan yang meledak-ledak. Hyukjae selalu menuruti semua kemauanku. Ia selalu memprioritaskan kebahagiaanku daripada kebahagiaannya.

***

When I open my eyes, I don’t know if it’s a dream, I’m always anxious

My love, my destiny, I can’t lose you

***

Aku merebahkan diriku di dada bidang Hyukjae. Tangan kirinya menggenggam tangan kiriku erat, sementara tangan kanannya memeluk pinggangku. Aku tersenyum merasakan kehangatan yang diberikannya.

“ kau kenapa? Tidak biasanya kau bertingkah semanja ini, “

Tangan kananku memainkan kerah bajunya, “ molla, aku juga tidak mengerti, yang ku tau aku hanya ingin bersamamu untuk seharian ini, “

“ huh? “

Aku mendongak berusaha menatap matanya, “ kau tidak mau, ya? “

“ tentu saja aku mau, Hae, “ ia menatap mataku lembut, “ bukankah aku sudah bilang, selama kau bahagia aku akan melakukan apapun itu “

Mataku berjelajah menelusuri lekuk-lekuk di wajahnya. Mata bulatnya, hidungnya yang manis, struktur dagunya yang sempurna, bibirnya yang berwarna merah muda dan terlihat begitu lembut. Bibirnya? Uh, bagaimana rasanya ya? Maniskah? Apakah sempurna jika berada di bibirku?

Blush.

“ wajahmu memerah, kau kenapa? “

“ biasa, aku dan fikiran liarku. Mianhae.. “

“ memang kau memikirkan apa? “

Blush.

Aish. Aku harus menjawab apa? Membayangkan bagaimana rasanya bibirmu di bibirku?? Uh!! Aku ingin mengatakan seperti itu, tapi itu artinya.. aku harus menjatuhkan harga diriku, kan?!

aniyo, kau… tidak perlu tau… “

Hyukjae mengedikkan bahunya dan menyandarkan pipinya di puncak kepalaku. Lagi-lagi sikap Hyukjae yang tidak ada di diri Siwon. Kalau Siwon, ia pasti terus mendesakku sampai aku mengatakan apa alasannya.

Mengapa sejak tadi aku membandingkannya dengan Siwon?? Aku tidak boleh seperti ini! Aish, pabo Hae,

“ Hyukie..? “

“ eung? “

“ bagaimana rasanya ciuman pertamamu? “

Hening.

Aku merasakan gugup seketika. Apakah Hyukjae marah karena aku mengingatkan ciuman pertamanya dengan mantannya?? Ataukah.. pertanyaanku membuatnya merindukan mantannya dan memutuskan untuk kembali dan berpaling dariku?

“ aku belum pernah berciuman, “ ucapan Hyukjae memotong fikiran liarku

“ huh? Sekalipun? Dengan mantanmu? “

Hyukjae menggeleng, “ kau cinta pertamaku, Donghae “

Jincha????!!

Apakah aku pantas untuk Hyukjae? Perasaan Hyukjae jauh lebih besar daripada perasaanku. Hyukjae jauh jika di bandingkan denganku. Aku tidak pantas untuk Hyukjae, ia terlalu sempurna. Perasaannya terlalu sempurna. Tidak seharusnya perasaan itu untukku.

“ tidak sempurna? Apa yang tidak sempurna? “

Apakah aku mengatakannya terlalu keras?

aniyo, “

“ sejak tadi kau hanya bisa berkata aniyo, ada apa Donghae? Ada yang mengganggumu? Kau taukan kau bisa bersandar padaku jika kau ada masalah? “

“ aku hanya merasa.. tidak pantas.. “

“ tidak pantas apanya? “

“ kau sempurna, aku tidak. Kau mengatakan aku cinta pertamamu, sedangkan kau bukan cinta pertamaku. Kau selalu membuatku tersenyum, aku tidak pernah membuatmu bahagia. Aku terus menyusahkanmu, aku terus menyakitimu. Aku bahkan tidak memikirkan perasaanmu, disaat kau meyukaiku aku malah curhat mengenai Siwon kepadamu. Sialnya, kau sama sekali tidak membenciku, kau justru siap menjadi pahlawanku, “

Hyukjae mendorong kepalaku dari dadanya dan menaupkan kedua telapak tangannya di pipiku. Memaksa mataku untuk menatap manik matanya. Ia menatapku serius namun.. penuh kasih sayang.

“ Donghae, kau segalanya bagiku. Kau yang terpenting untukku, jangan merasa seperti itu, ok? “

“ tapi tetap saja, ini tidak adil. Perasaanmu terlalu besar untukku, aku tidak bisa menerimanya. Kau pantas mendapatkan orang lain selain diriku, orang yang bisa mencintaimu sama besarnya seperti dirimu mencintainya. Aku tidak pantas mendapatkanmu, kau pantas mendapatkan yeoja yang lebih cantik dan menarik daripada aku, aku—“

Kata-kataku terhenti begitu merasakan sesuatu yang lembut dan manis di atas bibirku, membuatku terdiam di tempatku. Bibir Hyukjae. OMO!!! Hyukjae menciumku?? Hyukjae menciumku?? Kyaaa!! Disaat aku hendak membalas ciumannya, tiba-tiba ia melepaskan ciumannya dan menatapku serba salah.

“ aah, mianhae, aku tidak tau harus melakukan apa agar bisa menghentikan ucapanmu, maaf Hae… jangan marah padaku, oh? “

Aku menggigit bibir bawahku, “ Hyukjae… “

mianhae… “

“ itu.. ciuman pertamaku… “

Hyukjae terdiam di tempatnya dan menatapku kaget, “ dengan.. Siwon? “

“ belum pernah, Siwon tidak pernah menciumku, kalaupun mencium hanya di pipi… “

“ jadi… aku ciuman pertamamu? “

“ dan.. aku.. ciuman pertamamu? “

Wajah kami berdua sama-sama memerah. Aku bahkan merasakan udara di sekeliling kami menghangat. Jantungku berdebar cepat.

“ Hae…, “ ia menggapai tanganku dan menggenggamnya, “ saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo. Kau tidak perlu membalasnya sekarang, ambil waktumu. Aku hanya ingin kau tau, aku mencintaimu karena siapa dirimu bukan bagaimana sifatmu atau sejelek apapun wajahmu, tidak semenarik apapun rupamu tapi hatiku memilihmu, bagaimana bisa aku bahagia jika kaulah pemegang kartu kebahagiaanku? Aku tidak bisa melepasmu Hae, apalagi setelah kau mengatakan kau menyukaiku juga.. aku.. tidak ingin berpaling darimu walaupun kau memaksaku, aku hanya mencintaimu Donghae, aku—“

Aku menaupkan tanganku di pipi Hyukjae dan mencium bibirnya. Hyukjae terlihat kaget dengan tingkahku, namun dengan cepat ia membalas ciumanku. Perlahan, ciuman kami berubah menjadi lebih liar, lebih panas. Lidahnya menelusuri setiap rongga di mulutku, sementara tangannya berjalan ke balik leherku dan memperdalam ciuman kami.

“ ngh… “ erangku pelan

Lidah Hyukjae mulai bermain-main dengan lidahku, sementara bibirnya melahap bibir bawahku. Tanganku bergerak dari pipinya menuju belakang lehernya, berusaha memperdalam ciuman kami sama seperti apa yang ia lakukan.

Entah berapa lama kami berciuman, saat aku dan Hyukjae sama-sama kehabisan udara untuk bernafas, kami melepaskan satu sama lain. Dengan cepat aku memegang bibirku yang benar-benar basah, sama seperti Hyukjae. Bibirnya berwarna amat merah dan sangat basah. Ugh.

mi..mianhae.. “

Aku menggeleng, “ gwenchana, mulai sekarang kau tidak perlu meminta maaf karena menciumku, Hyukie.. “

waeyo? “

Aku menatapnya lembut, “ memang ada hukum dua orang yang berpacaran tidak boleh berciuman? Memang ada hukum orang harus meminta maaf jika sedang mencium pacarnya sendiri? “

“ tidak ada sih, tapi.. kita tidak berpacaran, kan? Tentu saja hukum itu berlaku! “

“ siapa bilang kita tidak berpacaran? Dua orang yang saling jatuh cinta dan telah mengerti perasaan masing-masing bisa dikatakan berpacaran, kan? “

Hyukjae terdiam di tempatnya mencerna semuanya. Aish, bagaimana aku bisa mengatakan hal sememalukan itu ya? Ku lihat Hyukjae masih terdiam ditempatnya. Ayolah bicara Hyukjae, jantungku berdebar tidak menentu disini!!

“ maksudmu…, “ ia menggigit bibir bawahnya ragu, “ kau.. juga mencintaiku? “

“ kalau aku tidak mencintaimu aku tidak akan membiarkanmu menciumku seperti tadi, Hyukie “

“ Siwon? “

“ memang ada apa dengan Siwon? Dia masa laluku, “

Dengan gerakan cepat, Hyukjae menarikku ke dalam pelukannya dan menciumi seluruh bagian di wajahku sembari membisikkan ‘saranghaeyo’ di setiap ciumannya. Aku melingkarkan lenganku di pinggangnya dan membenamkan wajahku di dadanya.

nado saranghaeyo, Lee Hyukjae

I’ll protect you,

Ia memelukku semakin erat, mengusap punggungku dengan lembut. ah, tidak pernah aku merasakan kasih sayang sebegini besarnya.

I believe you,

Hyukjae menarik dirinya dan menatap kedua mataku lembut, “ I love you

“ I love you too, Hyukjae “

Aku beruntung aku bertemu dengan Hyukjae. Aku beruntung dia mencintaiku. Aku beruntung aku mencintainya. Aku beruntung lepas dari Siwon dan berakhir dengan Hyukjae.

Hyukjae mendekatkan wajahnya ke wajahku, membuat jarak di antara bibir kami menjadi semakin dikit seiring dekatnya dirinya ke wajahku. Aku menutup mataku dan membalas ciumannya dengan penuh cinta.

***

Really thankful for the person who will grab my hand on an exhausting day

That person is you

When I was meeting you, I was a really happy person

I’ll protect you, I believe you, I love you

 

Though I loved you a thousand times, I want to say it again

The sad and lonely me probably doesn’t exist now

You’re the only person for me

You, the person directly in front of me, came to me

You did it through our love

***

,

The End.

Sebenernya masih ada satu lagi, Epiloge, tapi masih dalam proses jadi.. bersabarlah^^

“ Comment = Love “

18 thoughts on “ILYATT | Song-Fict Series

  1. Huaaa~
    keprok. . .keprok. . .
    Meleleh baca’y,, hae’y maniss,,nyuk’y gentle bgd,,
    siwon’y kelaut ajeeee~ xD

    duh. . .duh. . .
    Ni pasangan emang ye kerjan’y bikin org ngiri,,
    owh,,berharap kisah cinta saiia akan semanis mereka,, =]

    1. meleleh?
      ANDWAE! kalo onnie meleleh siapa yang bacain FF-FF aku lagi? /plak
      jangan benci siwon dong ._. ini cuma FF eon u,u

      BIGRT!
      saya juga berharap hubungan saya sama ‘anonymous’ saya nanti bisa semesra dan semanis mereka ^w^

  2. ni ff knp bs bgus bgt? beruntung bgt bs nemu ni ff. mksh udh bkin ff eunhae smanis ini. aq ngiri m nih couple. so sweet deh. trz brkarya y?

    1. yang bener kenapa ini ff bisa abal banget kali sayangku-____-
      Ne, Gomawo juga udah mau baca FF-FF aku yang abal kaya gini u,u
      Sip chingu-ya🙂

  3. SAENG.. Huwaaah.
    Keren keren kereeen..
    Aish, EUNHAE NAPPEUN COUPLE.
    Wkwkwk ~
    ini lagu penyanyinya siapa saeng?
    Yg epilog pake lagu juga kan?
    Iya doong. Heheh.

    1. keren? GOMAWO<333
      hahaha,
      kalo nggak nappeun, bukan eunhae namanya :p
      ini yang nyanyi Co-Ed School, nanti Epilognya pake f(x) – So Into U, kalo nggak ya Eunhae – I Wanna Love You,
      masih galau u,u

  4. huwaaaaa suka suka suka
    akhirnya donghae mencintai hyuk juga,dan itu ciuman pertama eunhae sosweet banget…
    Lucu pas bagian hae kangen hyuk,ampe gak konsen udah gitu disamperin segala kyaaaaXD
    aish saeng onnie suka banget ff mu ini,epilognya ditunggu yoo

    1. kekekeke~
      lah kalo si donghae nggak suka-suka ama si Hyuk kapan FF ini selesai unnie sayang? =__= GOMAWO<3
      tunggu yaa~ agak lama ini,
      soalnya, lirik yang dipake rada susah, sering 'menghilangkan' ide wgwg

      GOMAWO<33

  5. hai salam kenal,,,
    aku linda bias.a donghae
    ff mu bagus deh chingu, tapi aku suka baget kalau kamu bakin ff yang haenya jadi cewe/uke soalnya hae tuh pantes.a jadi cewe/uke
    lanjut chingu aku suka, semangat ^_^

    1. salam balik ^^
      aku inas bias… masih galau antara Hyuk ama Hae *curcol*
      MWOYAH??? abal atuh = = suka eunhae? entar saya buat eunhae yang banyak(y) sekarang masih banyak yang minta haehyuk, sabar yaa~
      GOMAWOYO >___<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s