fanfictions

Born into Grave

Title : Born into Grave – dedicated for Donghae’s birthday #26HAEppybirthday

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing : HaeHyuk [of course, what else?😄]

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi / AU

Rating : G

Length : Drabble

A/N : berhubung saya nggak tau nama orangtuanya uri HaeHyuk saya ngasal ye :p dan maaf, untuk cerita ini HwaRa Couple tidak ada kkk~

***

~when born~

“ huwee…. Huwe…!! “ suara tangisan memenuhi lorong rumah sakit tersebut.

“ WookGi-ah! Anakmu lahir! Anakmu telah lahir! “

Seorang bapak-bapak bernama WookGi segera tersadar dari lamunannya dan menatap sahabatnya dengan mata berkilat-kilat bahagia. Senyuman lebar menghiasi wajahnya.

“ HyunJae! Akhirnya, akhirnya istriku melahirkan! Anakku, HyunJae, anakku! “

Kedua sahabat sejak kecil tersebut berpelukan erat. Berbahagia dengan kelahirannya seorang malaikat kecil di keluarga WookGi dan Chaerin. HyunJae tersenyum lebar sembari melirik istrinya yang sedang menggendong malaikatnya yang masih berumur 7 bulan.

aku berharap anakku, Hyukjae, dapat berteman baik dengan anak WookGi seperti aku dan WookGi

***

~when kinder garden~

“ HaeHae~~ Hyukkie yeyah~~~ iscilahat cebental yaa~ “

Seorang anak kecil bermata almond cokelat dan berambut blonde gerap berlari-lari menggunakan kedua kaki kecilnya menuju sahabatnya yang sedang menarik nafas panjang-panjang. Lelah dengan kegiatan kejar-mengejar mereka.

“ Hyukkie, mau minyum? HaeHae aja minyum, ci bawakan oyeh umma cadi pagi. Macih penuh! Macih cehat, yaa?, “ ujarnya sembari menyodorkan botol minumnya

Anak kecil berambut merah terang tersembut menampilkan gummy-smile andalannya dan dengan gerakan cepat ia segera meneguk minuman sahabatnya tersebut, tanpa malu-malu.

Lee Hyukjae dan Lee Donghae kecil telah bersahabat lama. Walaupun umur Hyukjae lebih tua 6 bulan 11 hari daripada Donghae. Sikap Donghae lebih dewasa daripada Hyukjae.

“ cangat yeyah ya Hyukkie? “

Hyukjae mengangguk-anggukkan kepalanya dengan gerakan imut, “ cangat! “

“ cini HaeHae endong! “ (ada yang tau endong? Kalo nggak tau itu singkatan dari gendong)

“ capi… Hyukkie beyat…, “ ujar Hyukjae sembari menundukkan kepalanya menyembunyikan semburat merah yang muncul di kedua pipinya

waenchana, ayo! Nyanti umma mayah! “

***

~when Elementary School~

“ HUWAAAA!!! “

Ya! Apa yang kalian lakukan terhadap Hyukkie?!! “

Dua namja lainnya menundukkan kepalanya takut dengan teriakan keras Donghae. Yeah, siapa yang tidak takut dengan Donghae? Walaupun ia baru berumur 9 tahun, semua orang takut padanya. Dan apabila kau berbuat masalah yang berhubungan dengan seorang namja feminism, bernama Lee Hyukjae.

“ ma—maaf Donghae-ssi!! Itu hanya ke..ketidak sengajaan! Di..di sa..disaat aku hendak keluar, Hyukjae-ssi juga hendak keluar.. ka..kami bertabrakan! Aku bersumpah itu kecelakaan! “

Donghae menatap namja itu tajam dan berbalik menatap Hyukjae, “ Hyukie-ah, gwenchana? Apa ada yang terluka? “

Otak liar Donghae mulai menyiapkan rencana-rencana untuk orang yang menabrak Hyukjae-nya jika Hyukjae benar-benar terluka. Tidak ada seorangpun yang boleh selamat setelah melukai Lee Hyukjae.

gwen.. *hiks*… gwen.. *hiks*! “

Donghae menyamakan tingginya dengan Hyukjae, “ Hyukkie-ah, mana yang sakit? “

Dengan isakan tangis, ia menunjukkan lutunya yang berwarna kemerahan. Donghae mengusap lutut Hyukjae dan menciumnya. Membuat wajah Hyukjae memerah karena malu.

“ baikan? “

Hyukjae menganggukkan kepalanya malu-malu

“ ayo, aku bawa keruang kesehatan, siapa tau ada yang parah tapi semoga saja tidak “

Tanpa meminta izin dari Hyukjae, Donghae menggendong sahabat masa kecilnya tersebut ala bridal-style ke ruang kesehatan. Membuat pipi merah Hyukjae semakin berwarna merah seperti rambutnya.

***

~when Junior High School~

“ Hae!! “

Hyukjae memeluk leher Donghae dari belakang. Gerakan yang dilakukan Hyukjae mampu membuat Donghae melupakan buku yang berada di tangannya.

“ hmm? Hmm? Waeyo, Hyukie-ah? “

Donghae membalik badannya dan bertemu dengan bibir merah Hyukjae yang sengaja ia manyunkan. Pertanda bahwa Lee Hyukjae sedang ngambek.

“ huh? Waeyo?? “

Hyukjae semakin memanyunkan bibirnya, “ molla! Aku bosan! Lakukan sesuatu, Hae! Lakukan sesuatu!! Lakukan sesuatu agar aku tidak mati kebosanan disini!! “

Donghae tersenyum. Ia bangkit dari kursinya dan menarik badan Hyukjae kedalam pelukannya. Wajah Hyukjae bersemu merah.

Donghae mendekatkan bibirnya ke bibir Hyukjae dan menciumnya sekilas. Hyukjae tertunduk menyembunyikan wajahnya yang berwarna merah muda tersebut. Donghae terkikik geli.

“ aku telah melakukan sesuatu Hyukkie-ah~ “

***

WookGi, Chaerin, HyunJae dan Jaerin berjalan di taman menemani anak mereka yang baru saja dinyatakan lulus dari SD mereka.

well, aku rasa Donghae menyukai Hyukjae, “ ujar Chaerin pelan membuka pembijaraan

Jaerin menatapa Chaerin dengan mata berbinar, “ kau juga merasa seperti itu? akupun merasa uri Hyukjae menyukai Donghae, benarkan jagiya?, “ ujarnya sembari menoleh kearah HyunJae dengan senyuman lembut di wajahnya

“ bagaimana kalau kita menikahkan Hyukjae dan Donghae? “ usul WookGi dengan mata berbinar-binar

“ aku merasa tidak ada masalah dengan itu, selama Donghae dan Hyukjae bahagia, kenapa tidak? “

Dan mereka semua tersenyum lebar begitu setuju dengan saran WookGi. Senyum mereka semakin melebar begitu melihat tingkah-tingkah romantis yang dilakukan oleh kedua anak mereka di taman tersebut.

***

~When Senior High School~

“ Hyukie-ah?, “ bisik Donghae pelan di belakang tengkuk Hyukjae

“ hng? “

“ apakah kau mau memaafkanku? “

Hyukjae membalik badannya dan menatap Donghae aneh, “ Hae, untuk apa kau minta maaf? Memang kau berbuat kesalahan? Tidak ada, kan? “

“ ada, Hyukjae. Dan ini kesalahanku paling besar “

Hyukjae menatap Donghae bingung. Tanda tanya tergambar jelas di raut mukanya. Donghae menundukkan kepalanya, tangannya mencari tangan Hyukjae dan menggenggamnya perlahan.

“ Hyukjae, saranghaeyo, walaupun.. kita berdua laki-laki tapi sejak dulu, sejak kecil, sejak kita masih TK, aku merasakan ada yang berbeda di setiap diriku berada di dekatmu, kau tidak perlu membalas perasaanku yang terpenting kau tau kalau aku men—“

Kata-kata Donghae terputus begitu merasakan sesuatu yang lembut dan manis menutup mulutnya. Bibir Hyukjae. Donghae tersenyum dan membalas ciuman Hyukjae dengan penuh kasih sayang. Setelah berciuman cukup lama, mereka mulai menundukkan kepala mereka, malu.

nado, saranghaeyo Lee Donghae “

***

eomma, appa, ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian “

Chaerin dan WookGi menghentikan kegiatan mereka begitu mendengar perkataan dari mulut anak laki-laki mereka, Donghae. Chaerin tersenyum dan duduk disamping Donghae. Tangannya membelai lembut kepala anak kesayangannya dengan penuh kasih sayang.

“ apa yang ingin kau katakan Donghae, sayang? “

“ aku.. dan Hyukjae… ka..kami berpacaran.. mianhaeyo…, “ ujar Donghae sembari menundukkan kepalanya takut akan reaksi orang tuanya.

“ sejak kapan? “ ujar WookGi memecah kesunyian di ruang tamu mereka,

“ baru kemarin… mianhaeyo appaeomma… “

Chaerin dan WookGi tersenyum bergantian. WookGi menghela nafas berat berusaha terlihat tidak menyetujui apa yang Donghae lakukan walau didalam hatinya, ia senang. Senang bahwa apa yang ia lakukan dengan orang tua Hyukjae bukan sia-sia belaka.

“ Lee Donghae, angkat kepalamu jika kau sedang berbicara kepadaku apalagi jika sedang mengakui kesalahanmu, “ ujarnya dengan suara amat-sangat-berat.

Chaerin menatap WookGi kaget namun WookGi membalasnya dengan sebuah senyuman hangat. Perlahan-lahan Donghae mengangkat kepalanya.

mianhaeyo, appa.. aku mengecewakanmu “

yeah, kau mengecewakanku dan juga eommamu, “

mianhaeyo, appa. Aku dan Hyukjae tidak bermaksud untuk melakukan ini tapi kami saling men—“

“ ya, kau mengecewakan aku dan eommamu karena sejak kau lulus SD kau sudah kami rencanakan untuk menikah dengan Hyukjae. Jika tau akhirnya seperti ini, aku dan orang tua Hyukjae tidak akan membuat perjanjian seperti ini “

Mata Donghae berkilat dengan kebahagiaan. Ia langsung berlari memeluk appa dan eommanya erat sembari membisikkan beribu-ribu kata terima kasih.

***

NAE HYUKKIE~~ “

Donghae meloncat ke arah Hyukjae dan segera menggendongnya sembari mebuatnya berputar-putar seperti seorang ayah yang sedang menghibur anaknya.

Ya! Waeyo? Kau kelihatan senang “

“ aku punya berita bagus untukmu, “

Hyukjae tersenyum, “ aku juga sama, kau duluan saja “

“ kemarin.. aku memberitau appa dan eomma bahwa aku dan kau… berpacaran.. dan kau tau apa kata mereka? “

“ bahwa kita sudah di jodohkan bahwa sesaat setelah kita lulus SD?, “ ucap Hyukjae sembari tersenyum manis

“ bagaimana kau bisa tau? “

well, aku juga mengatakan kepada bumoku soal kita, dan ternyata… kita sudah di jodohkan oleh mereka sejak lama “

“ menikah denganku, Hyukjae! “

Hyukjae tersenyum malu-malu dan mencium pipi Donghae, “ hu-um, pasti “

“ besok? “

Ya! Kita masih harus sekolah! “

Donghae dan Hyukjae tertawa-tawa. Mereka menghabiskan waktu istirahat mereka di atap, hanya berdua, dengan cinta mereka menghiasi aura mereka.

***

~When they are graduated~

“ selamat, Hyukjae. Dan kau juga, Donghae “

Donghae tersenyum ke arah HyunJae dan Jaerin, “ gamsahamnida, om, tante “ LOL

“ jangan begitu, “ Jaerin tersenyum lembut ke arah Donghae, “ mulai sekarang panggillah kami dengan umma dan appa seperti bagaimana Hyukjae memanggil kami “

“ dan Hyukjae, perlakukan kami juga ya seperti orang tuamu sendiri, “ Chaerin memeluk leher Hyukjae dari belakang

Donghae memanyunkan bibirnya dan menarik pinggang Hyukjae ke dalam pelukannya, “ dilarang memeluk calon istriku! “

well, well, well. Uri Donghae sudah tidak sabar untuk menikah rupanya, hey, tanggal berapa rencana kalian mau menikah? “

“ kalau minggu depan? “

Plak!

Mendarat sebuah tamparan mulus di pipi kanan Donghae dari Hyukjae, “ Ya! Terlalu cepat, pabo! “

“ Hyukkie, bukankah lebih cepat lebih baik? Kita akan segera mempunyai cucu, kan? “

Jaerin dan HyunJae terkikik geli menatap anaknya yang mukanya benar-benar memerah mendengar lelucon yang di lontarkan dari mulut WookGi dan Chaerin.

***

~On the wedding~

(FYI, aku orang islam jadi nggak tau tata cara pernikahan orang Kristen, mianhaeyo)

“ apakah kau, Lee Donghae. Bersedia menemani Lee Hyukjae dalam suka maupun duka, selalu menemaninya di saat dia butuh dirimu, selalu berada di sisinya dan memberikannya rasa sayang dan cintamu untuk selamanya? Bersediakah kau menghabiskan waktumu dengannya sampai ajal menjemputmu? “

Donghae melirik Hyukjae yang berdiri disampingnya, sebuah senyum merekah lebar di wajah Donghae, “ aku bersedia “

“ dan kau, Lee Hyukjae. Bersediakah kau menemani hidup Lee Donghae dalam suka maupun duka, selalu menemaninya di saat dia butuh dirimu, selalu berada di sisinya dan memberikannya rasa sayang dan cintamu untuk selamanya? Bersediakah kau menghabiskan waktumu dengannya sampai ajal menjemputmu? “

Hyukjae tersenyum dan menggangguk, “ saya bersedia, “ ujarnya sembari melirik Donghae sekilas

“ sekarang, silahkan cium pasanganmu “

Donghae dan Hyukjae bertatapan dalam-dalam. Kedua mata mereka memancarkan cinta tulus yang telah mereka rasakan sejak lama. Wajah mereka menggambarkan betapa bahagianya mereka sekarang.

***

~10 tahun kemudian~ (after married)

umma!! Dong Yi-oppa jahat!! “

Hyukjae menyamakan tingginya dengan anaknya, “ memang Dong Yi-oppa mengapakan Yin Hae? “

“ ia mencium pipi Yin Hae, Yin Hae malu umma!! “

Donghae ikut menyamakan tingginya seperti yang Hyukjae lakukan. Ia memebelai lembut rambut putri satu-satunya tersebut.

“ itukan berarti Dong Yi sayang dengan Yin Hae.. “

Yin Hae memanyunkan bibirnya, “ tapi tetap saja! “

Setelah 3 tahun menikah akhirnya Hyukjae dan Donghae di berkati seorang anak perempuan yang mereka beri nama, Lee Yin Hae. Seorang anak perempuan manis yang memiliki mata, bibir dan sifat mirip seperti Donghae dan hidung, kulit serta sifat pemalunya seperti Hyukjae.

Hyukjae dan Donghae benar-benar mencintai anak mereka dan berusaha sebaik mungkin agar Yin Hae memiliki kehidupan yang indah. Dan bagi Yin Hae sendiri, memiliki dua orang tua yang sama-sama laki-laki bukan permasalahan, selama orang tua mereka menyayanginya, ia menerima apapun fisik kedua orang tua mereka.

***

~20 tahun kemudian~ (after married)

Umur Hyukjae dan umur Donghae semakin termakan usia. Sebagaimana umur Yin Hae yang semakin lama semakin bertumubuh dewasa dan semakin mendekati sosok yeoja yang sempurna.

Donghae dan Hyukjae tersenyum dalam diam melihat anak mereka satu-satunya, sedang duduk di bawah pohon menikmati kebersamaannya dengan Dong Yi. Laki-laki yang sejak Yin Hae kecil selalu memperlakukan Yin Hae seperti putri.

“ melihat Yin Hae dengan Dong Yi mengingatkanku akan kita dulu, Hae.., “ gumam Hyukjae kecil

Donghae mencium puncak kepala Hyukjae, “ semoga saja, Dong Yi dan Yin Hae akan berakhir seperti kita. Aku telah merelakan jika kita telah tiada, Dong Yilah yang akan merawatnya “

“ aku harap juga begitu, Hae-ya… “

saranghaeyo, Lee Hyukjae “

nado, Hae. Nado saranghaeyo, “

***

~25 tahun kemudian~ (after married)

Senyum Hyukjae merekah begitu melihat, anak perempuannya, berdiri di altar dengan seorang namja yang tengah mengucapkan sumpah pernikahannya. Begitu pula dengan Donghae, senyuman bangga tidak pernah terlepas dari wajahnya.

Tangan Donghae bergerak menggenggam tangan Hyukjae, “ aku bahagia bisa melihat masa ini, jika setelah ini Tuhan mengambil nyawaku dengan ikhlas aku akan memberikannya, tugasku telah tuntas. Anakku telah menempuh jalannya, “

Hyukjae mempererat genggaman Donghae, “ begitu pula denganku Donghae, “

saranghaeyo yongwonhi, my love

Donghae menoleh dan memberikan ciuman di atas bibir Hyukjae dengan penuh kasih sayang.

***

Setelah hidup untuk bertahun-tahun lamanya. Akhirnya Donghae dan Hyukjae berpulang kembali kedunia sana. Senyuman bahagia mengembang di wajah mereka. Senyuman penuh cinta dan kasih sayang yang mereka berikan satu sama lain.

Akan selalu menghiasi wajah mereka, walaupun di dalam peti mati mereka masing-masing. Peti mati yang di letakkan bersebelahan, seolah-olah mengatakan bahwa kematian sekalipun tidak dapat memisahkan kekuatan cinta mereka.

Cinta abadi mereka.

 

 

 

 

 

,

The End<3

Saengil Chukhahaeyo, Oppa!

“ Comment = Love “

15 thoughts on “Born into Grave

  1. huwe…. huwe..
    keren chingu, ceritanya rame, huwe……. eunhae/haehyuk abadi selamanya
    di tunggu ff berikutnya…..
    kamu harus tetap semangat untuk buat ff yang seru” 🙂

  2. gilaaaaaaaaaaa~
    klo mpe da pasangan yang beneran begitu keren banget kali ya,,
    my oh my,, >,<
    *speechless aq mu komen paan xD

  3. chingguuuu >//<
    chingu berhasil buat saya menangisss:/
    chukkae *plak*
    tambah lama tambah keren aja ff eunhae chingu^^
    ditungguu ff eunhae selanjutnya yaa:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s