fanfictions

Our Birthday Present

Title : Our Birthday Present

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing : EunHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi / Slight!Angst

Rating : T

Length : One-shot,

A/N : Sequel of Magnet

***

Donghae’s POV

Sejak saat itu, aku dan Hyukjae sedikit mengurangi fanservice kami. Dia lebih sering menghabiskan waktu bersama Kyumin couple dan aku.. hanya seorang diri. Mengingat Siwon bersama dramanya, aku tidak tau harus menghabiskan waktuku dengan siapa.

Leeteuk-hyung?

Entah mengapa… aku jengah dengannya. Bukan, bukan membenci. Hanya saja aku kesal. Kesal karena ia juga tidak mendukung hubunganku dengan Hyukjae.

Huh?

Hubungan?

Memang pernah ada “hubungan” diantara aku dan Hyukjae? Ia yang mengatakannya sendiri dengan jelas, bahwa aku dan dia tidak dapat terikat dalam hubungan apapun. Bahwa kita adalah magnet sejenis yang tidak akan pernah bisa menyatu.

Sebuah air mata kembali jatuh membasahi pipiku. Aish, Lee donghae! Aku tau kau seorang crybaby, tapi kalau kau semakin sering menangis seperti ini, pasti posisi crybaby akan digusur olehmu! Bukan Ryeowook ataupun Hyukjae lagi.

“ aish, apa yang harus kulakukan sekarang? “

Aku menatap layar handphoneku, terakhir kalinya aku dan Hyukjae melakukan fanservice. Kapan? Aku sudah lupa pastinya kapan. Itu…. sudah sangat lama.

“ hng, Hyukjae, jika kau benar-benar mencintaiku tidak maukah kau bersamaku? Tidak inginkah kau menghabiskan waktumu denganku? Tidak inginkah kau memelukku dengan penuh kehangatan? Tidak inginkah kau dirimu bahwa aku bahagia? “

Lagi-lagi

Sebuah air mata jatuh membasahi pipiku. Aish, tidak seharusnya aku menangis seperti ini! Hyukjae saja dapat tertawa-tawa bahagia seperti itu, mengapa aku tidak?

Hyukjae’s POV

Lagi-lagi.

Lagi-lagi ia menangis. Lagi-lagi sebuah air mata keluar dari ujung matanya. Aih! Apa yang harus kulakukan? Aku tidak ingin melihatnya menangis lagi, apalagi jika penyebab ia sedih hanya karenaku. Aku menghela nafas.

Terakhir kalinya aku berjanji tidak akan melihat air mata Donghae setelah kematian ayahnya. Dan sekarang? Aku bahkan melihat air matanya semakin banyak dari sebelumnya. Otte?

“ Hyukkie-ah, waeyo? Kau terlihat lunglai, “

Aku tersenyum miris, “ yeah, seharusnya kalian semua sudah tau apa penyebab aku seperti ini, hyung. “

“ Donghae? “

Kyuhyun yang merasa tertarik dengan arah pembicaraanku dengan Sungmin-hyung duduk di sampingku dengan pandangan menatapku lekat-lekat. Aish, tidak sadarkah kalian, aku sedang jengah dengan kalian.

“ jangan bilang kalau Donghae sudah mengatakan bahwa ia mencintaimu, hyung. “

“ memang kenapa kalau sudah? “ cibirku pelan

“ OMO!! Jadi itu sebabnya kau terlihat lunglai berminggu-minggu ini, Hyukkie-ah? Aish, mianhaeyo, kita hanya ingin yang terbaik untuk kalian! Reputasi kalian, masa depan kalian, dan ju—“

Aku menutup telingaku dan segera beralih meninggalkan Sungmin-hyung serta Kyuhyun. Cih, persetan dengan semuanya. Masa depan kalian? Tau apa kalian tentang masa depanku dan masa depan Donghae? Tidak sadarkah kalian bahwa aku dan Donghae hanya ingin bersama selamanya?

***

Aku menelungkupkan kepalaku diatas meja. Kurasakan mata Leeteuk-hyung menatapku aneh. Aku mencoba mengabaikan, namun tepat seperti dugaanku, Leeteuk-hyung tidak dapat di abaikan begitu saja.

waeyo? “

Masih perlukah semua member bertanya ada apa atau apa yang terjadi padaku???

aniyo, nan gwaenchana

Leeteuk-hyung mendesahkan nafasnya kesal, “ kau taukan Hyukjae, aku, paling tidak senang jika ada salah satu anggota keluargaku bersedih. Apalagi jika mereka tidak ingin bercerita padaku, “

“ aku tidak apa-apa, hyung, “ ujarku menahan geram

Kenapa semua member bertindak seolah mereka tidak melakukan kesalahan yang besar?? Mengapa semua member tidak menyadari bahwa yang menyebabkan aku dan Donghae seperti ini adalah mereka sendiri?

“ kau.. dan Donghae, masalah itu? “

Aku hanya diam sambil menggerutu di dalam hati. Akhirnya kau sadar juga, hyung. Memang sejak tadi kau kira aku kenapa? Kelelahan karena jadwal kita yang padat? Mustahil. Aku sudah terbiasa akan hal itu! tidak mungkin aku lelah hanya karena jadwal Super Junior yang gila-gilaan.

“ Donghae sudah menyatakan perasaannya? “

Aku hanya diam tidak menjawab.

“ jadi benar. Tadi Sungmin dan Kyuhyun sudah menceritakannya padaku, dan.. dengan melihat perubahan sikap Donghae aku rasa semua dugaan-dugaanku benar “

Aku hanya duduk diam menunggu perkataan Leeteuk-hyung selanjutnya. Ku dengar Leeteuk-hyung menghela nafas panjang.

“ ini yang terbaik, Hyukjae. “

“ puas kau sekarang, hyung? Kalian puas?! Aku dan Donghae, kami menderita! Kau lihat seberapa banyak air mata yang keluar dari mata Donghae?! Puas kalian semua?!! “

Aku berjalan meninggalkan Leeteuk-hyung. Aish! Tidak seharusnya aku marah padanya, tidak seharusnya aku mengabaikan Sukira begini saja. Tapi.., setiap mengingat bahwa air mata yang keluar dari mata Donghae karena mereka, aku tidak dapat tinggal diam.

Leeteuk’s POV

“ puas kau sekarang, hyung? Kalian puas?! Aku dan Donghae, kami menderita! Kau lihat seberapa banyak air mata yang keluar dari mata Donghae? Puas kalian semua?!! “

Aku tertegun di tempatku. Hyukjae. Tidak. Pernah. Membentakku. Baru kali ini ia membentakku, dan semua karena Donghae??

Well, aku tau Donghae segalanya bagi Hyukjae dan jika ada seseorang yang menyakiti Hyukjae maka ia tidak segan-segan akan membalas dengan balasan yang setimpal kepada orang yang telah menyakiti Donghae. Aku menghela nafas panjang dan mengacak-acak rambutku kesal.

Apa yang harus ku lakukan sekarang?

Aku menatap langit-langit ruang studio Sukira. Hyukjae pulang, berarti aku harus men-DJ sendirian? Ah biarlah. Itu tidak penting, yang penting bagaimana caranya agar Hyukjae memaafkanku dan member yang lain. Aku melirik kalender yang tergantung di dinding Sukira.

14 Oktober. Perfect time! Sebuah ide melesat di otakku. Ya, hanya itu yang bisa ku lakukan untuk Hyukjae dan Donghae. Di tambah, appa Donghae telah mempercayakan anak tersebut kepadaku, aku tidak boleh membuatnya mengeluarkan setitik air mata sekalipun. Aku tersenyum berharap ideku dapat berjalan dengan lancar.

Aku mengambil handphoneku dan menghubungi seseorang, “ yoboseyo? “

yoboseyo, hyungah! Waeyo? “

“ bisa kau buatkan kue? Nanti malam ulang tahun Donghae, kan? “

Ku dengar di ujung sana ada suara mengumpat pelan, “ mianhaeyo, hyung! Aku lupa lagi dengan ulang tahun Donghae-hyung

gwenchana, Wookie-ah, bisa kau buatkan? Jika kau tidak sibuk.. jika kau sibuk pulang dari Sukira aku segera mampir ke toko kue “

“ ah, aniyo! Selagi ada Sungmin-hyung disini dan Donghae-hyung sedang mengurung diri dikamarnya, aku rasa… aku bisa “

gomawo, “

ne, cheonmaneyo hyung! “

Aku tersenyum cerah. Tinggal satu orang lagi yang perlu ku hubungi. Dan aku harap, orang tersebut mau mendengarkan semua penjelasanku.

Donghae’s POV

Aku mengusap mataku begitu merasakan berjuta silau lampu menerpa mataku. Mata sembabku hasil aku menangis berhari-hari. Aish, apa fans tidak akan curiga melihat mataku, ya?

hyung, ayo bangun. Leeteuk-hyung dan Eunhyuk-hyung sudah datang, “

Aku menggerang kesal begitu mendengar ketukan di depan pintuku. Aku mencoba bangun, namun kembali merebahkan badanku di tempat tidur. Kepalaku terasa berat dan pusing.

Mungkin efek terlalu banyak menangis,

“ aku tidak mau makan, Wookie-ah, “ ujarku dengan suara serak

“ tapi.. ayolah hyung, kau sudah tidak makan selama beberapa hari, hyungah jebal…. “

Aku kembali menggerang kesal merasakan sakit di kepalaku. Aish, duniaku seakan berputar-putar saja. Sangat berat, bahkan sangat sakit. Aku berdehem kecil, mengeringkan kerongkonganku.

“ aku tidak mau, Wookie-ah. Aku masih kenyang “

Ku dengar langkah kaki menjauh dari pintu kamarku. Aku menghela nafas dan memejamkan mataku. Berharap ini semua hanya mimpi, berharap rasa sakit yang ku rasakan hanyalah angan-angan.

 

^trrt^

 

Aku melirik ke handphone-ku yang tengah bergetar hebat. Dengan malas aku meraih handphoneku yang masih bergetar tersebut. Mataku melebar begitu melihat pengirimnya.

Hyukjae…?

yo..yoboseyo? “

“ Hae-ah, Saengil Chukhahaeyo

Dengan reflex, aku melirik ke arah kalender yang bertengger manis di atas mejaku. Apakah sekarang sudah 15 Oktober? Dan… Hyukjae orang pertama yang mengucapkannya? Aku menggigit bibirku kuat-kuat.

Well, untuk ukuran orang biasa mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ yang pertama kali adalah hal yang biasa, tapi… ini…. Hyukjae. Orang yang telah ku cintai selama 10 tahun lamanya. Orang yang ternyata juga mencintaiku sama sepertiku.

Air mataku mulai menggenang di pelupuk mataku. Tanpa sadar aku menggenggam handphoneku erat-erat. Hatiku terasa di cengkram dengan kuat.

“ Hae-ah, kau masih disana?, “ suara lembut Hyukjae menyadarkanku dari lamunanku

“ ah, gomawo, Hyukjae-ah. Kau orang pertama yang mengucapkannya kepadaku, jeongmal gomawo

Ku dengar tawa renyah Hyukjae mengalun lembut di telingaku, “ hey? Kau kenapa? Kata-katamu aneh, terkesan janggal. Kau ada masalah? “

Apakah dia tidak sadar juga bahwa aku menangis selama berhari-hari karenanya?

“ oh iya!, “ seru Hyukjae sebelum aku membalas kata-katanya, “ tadi Wookie mengajakmu makan, kenapa kau tidak mau? Ayo makan, kau sakit? Mau aku suapi? “

“ uhm, aku.. sedang tidak ingin bertemu dengan para member, Hyukkie-ah

waeyo? Keluarlah, mereka sedang memberikan hadiah besar untukmu. Pengganti air matamu, Donghae-ya.. “

Aku terdiam. Dia tau aku menangis? Aku menghapus air mataku. Entah mengapa aku menurut jika Hyukjae yang mengajak. Aku menghela nafas dan tersenyum.

arasseo, aku akan kesana “

Ne, “

Hyukjae menutup sambungan telefon. Aku bangkit dari tempat tidur dan merapikan rambutku. Lumayan. Tidak terlalu berantakan.

***

SURPRISE~!!

Aku terlonjak mendengar teriakan dari seluruh member. Perasaan kesalku berubah menjadi perasaan bahagia bercampur terharu. Tidak biasanya para member ingat akan ulang tahunku. Ini hal baru.

“ untunglah kau mau keluar jika Hyukjae yang mengajak, ternyata saran Leeteuk-hyung ampuh juga “

Aku menatap Siwon yang sedang terawa kecil. Jadi… tadi bukan kemauan Hyukjae yang ingin meneleponku? Ah biarlah, yang terpentingkan dia yang mengucapkan yang pertama.

Ya! Woonie-ah! Siapa bilang itu saranku? Itu saran dari Hyukjae sendiri, aku yang menyampaikan kepada kalian karena Hyukjae takut kalau kalian belum menyetujui tentang hal ‘itu’ “

Hal… itu?

“ oke, Hae-ya. Kami rasa, makan-makan dan hal yang lain bisa di lakukan nanti karena.. hadiah utamamu telah tidak sabar menunggu. Yakan? “

Senyuman semua member merekah. Aku menatap mereka bingung. Hadiah utama? Hadiah apa
? Hyukjaekah yang memberikannya?

“ ini.. hadiah dari kami hyung. Kami harap kau menyukainya, dan kami yakin.. kau sangat menyukainya! “

Lagi-lagi.

Kata-kata Ryeowook mampu membuat semangatku turun lagi. Bukan Hyukjae. Hadiah ini bukan Hyukjae yang memberikannya. Tapi.. aku akan menyukainya?

“ TARA~~ “

Mereka membuka jalan dan keluarlah seseorang yang amat-sangat aku cintai, membawa sebuah kue dengan angka 26 diatasnya. Hyukjae tersenyum cerah ke arahku.

saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida, saranghaeyo saranghaeyo, Saranghaeyo Donghae “

Mwoya?!!

Aku menggigit bibirku berusaha menahan air mata yang hendak keluar dari ujung mataku. Bukan air mata terharu. Air mata yang menggambarkan betapa sakitnya hatiku.

Saranghaeyo? Aku yakin itu hanya ungkapan sesame teman. Ungkapan sayang sesame teman. It’s nothing, Donghae. Ku lihat Hyukjae menyerahkan kue tersebut ke arah Ryeowook dan Ryeowook memberikannya sebuah…

..bunga?

saranghaeyo, Lee Donghae “

Ia menyodorkan bunga tersebut ke arahku dengan senyum lebar di wajahnya. Ini hanya sebatas teman Lee Donghae. Bunga itu.. ungkapan itu… itu semua bukan apa-apa. Itu hanya ungkapan sesame teman tidak lebih.

“ go—gomawo

Aku berusaha menerima bunga tersebut. Tanganku bergetar hebat tidak mampu menahan betapa sakitnya perasaanku saat ini. Namun tiba-tiba Hyukjae menarik bunganya kebelakang badannya.\

 

“ Na-ah. Tidak inginkah kau membalas ucapan cintaku? “

“ H-Huh? “

“ Hyukjae-ah, sepertinya uri Donghae tidak mengerti dengan ungkapanmu. Berikan saran yang aku berikan tadi!, “ ku dengar suara Kyuhyun berteriak dari belakang Hyukjae

“ ku rasa kau benar “

Itu ucapan terakhir yang mampu aku dengar sebelum aku merasakan duniaku berhenti berputar. Hyukjae menciumku. Tepat di bibirku. Dengan bibirnya. Di hadapan para member. Yang nyata-nyata menolak hubungan kita.

APA????!!!

“ Hy—Hyukjae..! “

Aku mencoba mendorong tubuh Hyukjae dari hadapanku. Ini salah. Bukankah dia sendiri yang bilang bahwa aku dan dia tidak dapat bersama? Bukankah ia sendiri yang mengatakan bahwa aku dan dia merupakan magnet sejenis?

Akhirnya Hyukjae melepaskan ciumannya dan menatapku lembut, “ Hae-ah, saranghaeyo

“ ta—tapi… “

“ kami sudah setuju, Donghae. Sebagai pengganti appamu, aku merasa bertanggung jawab untuk membuatmu bahagia, dan appamu telah menyuruhku agar aku tidak melihat setitik air mata keluar dari matamu. Tapi ternyata… dari kemarin air matamu semakin banyak yang keluar “

Aku menatap Leeteuk-hyung tidak percaya.

“ jadi, aku menyruh para member agar merestuimu dengan Hyukjae “

MWO??!! “ teriakku reflex

Ya hyung! Tidak perlu berteriak, telingaku sakit. Pabo! “

Jadi….?

“ aku dan Hyukjae…, “ gumamku secara tidak sadar

Ne, kalian bisa official sekarang. Eunhae bisa real

Aku menatap Hyukjae yang ternyata tengah menatapku dengan lembut. Aku merasakan kebahagiaan memenuhi rongga dadaku.

Aku,

Dan Hyukjae.

Kami bisa bersatu… ?

“ kau senang bisa bersamaku sekarang? “

Entah kapan Hyukjae melingkarkan lengannya di pinggangku serta menempelkan dahinya di dahiku. Aku tersenyum ke arahnya.

“ sangat, Hyukkie. Sangat, “

mianhae, atas semua air mata yang telah keluar dari ujung matamu, Hae-ya… “

Ia mencium ujung mataku seolah-olah menghapus bekas-bekas air mataku. Aku terkikik geli, namun senyuman tidak menghilang dari wajahku.

saranghaeyo, Hyukjae-ah

Nado saranghaeyo, Hae-ya

Dengan lembut, Hyukjae menempelkan bibirnya di atas bibirku. Aku tidak dapat merasakan apapun selain cinta yang di sapukan Hyukjae di atas bibirku.

Author’s POV

“ sekarang, ayo kita pergi. Aku rasa Donghae tidak butuh kita lagi, “

Siwon menatap Leeteuk heran, “ kalau boleh tau, mengapa tiba-tiba kau merubah fikiranmu, hyung? “

“ aku tidak tahan melihat air mata Donghae, dan lagi.. Hyukjae orang yang dapat aku percaya penuh untuk melindungi Donghae sebagai pelindung hidupnya. Donghae dan Hyukjae memang pantas untuk bersama, mereka patut mendapatkan hal tersebut “

Ne hyung, cinta mereka.. tidak ada yang dapat mengalahkan “

 

 

 

,

The End<3

GYA~ akhirnya “Eunhae’s Forbidden Love” sama “magnet” ber-happy ending! Siapa yang bahagia? :3

“ Comment = Love “

11 thoughts on “Our Birthday Present

  1. SAYA BAHAGIA! SAYA! SAYA! =D
    Akhirnya saeng.
    Itu yang sad sad, di happyin juga.
    *apedaah ==”

  2. huwe…………..
    sedih aku baca ff ini, ampe nangis tau ga? #ga ada yang nanya kali lin hehehe
    akhirnya mantappppp
    aku suka ff.a ini keren bgt, bikin lbh bnyk ya hehehe
    semangat ya buat bikin ff eunhae lbh bnyk….
    d tunggu ff yang lain juga

  3. Yeee happy ending happy ending~
    horeee akhirnya setelah dibentak my hyukkie uri nampyeon teuki merestui eunhaeXD *member lain juga ding*
    aduh pas timingnya tuh,semoga eunhae langgeng yooo
    saeng FF nya lagi2 bagus dan ngepil banget

  4. bukan bahagia lagi…..tapi saaaaaaaaaannngggggggaaaaaaaattttttttt bahagia XDD

    paling suka pas kata2 terakhir siwon “cinta mereka.. tidak ada yang dapat mengalahkan”
    huwaaaaa siwon eunhae shipper juga~~ *hug siwon*
    wkwkwk XDD

  5. jujur aku lebih suka pairnya haejyuk dari pada eunhae , tapi ga apalah selama yang main mereka berdua🙂
    aku belum baca ff magnet hehehehe tapi seneng kalo happy end

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s