fanfictions

Your Call

Title : Your Call

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing : HaeHyuk

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi / Fluffy

Rating : G

Length : One-shot.

***

Cause I was born;

To tell you I love you

***

“ Hyukkie~~~~ “

Aku menoleh saat mendengar sahabatku memanggilku sesaat sebelum aku sempat membuka pagar rumahku. Ia melambaikan telapak tangan kecilnya yang selalu menggenggam tanganku dengan hangat. Aku balas melambai ke arahnya.

“ HaeHae~~! Aja apa? Apa aja yang ceyupaan? “

“ aja!! HaeHae yupa biyang cecuatu paca Hyukkie!! “

“ apa icu?? “

“ calange~~~ “

Ia mengecup pipiku dan berlari memasuki rumahnya. Aku mengusap pipiku dengan semburat merah menghiasi pipiku. Aku menggeleng perlahan sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.

***

And I’m torn;

To do what I have to;

To make you mine;

Stay with me tonight

***

“ Hyukkie-ah!! “

Aku menutup bukuku dan membalik badanku. Disana, sahabatku berlari, dengan baju bolanya yang penuh dengan keringat, serta senyuman khas ala Lee Donghae. Aku menggeser sedikit dudukku agar ia dapat duduk di sampingku.

“ bagaimana latihanmu, Hae-ya? “

“ bagus! Kaukan tau aku yang paling ahli dari semua anak-anak! Lee Donghae! “

Aku memutar bola mataku, “ yeah, yeah, terserah kau “

“ Hyukkie-ah, nanti pulang bersama, kan? “

“ uh-huh! Latihanmu sudah selesai? Jarang cepat, biasanya aku harus habis satu buku menunggumu disini, “

Well, aku dan Donghae memang selalu pulang bersama. Dari TK, berlanjur SD, sampai SMP saat ini kamipun masih pulang bersama. Ada tiga factor yang membuatku tidak ingin tidak pulang bersamanya. Pertama, dia dan aku adalah sahabat sejak kecil. Dua, rumahku dan rumahnya bersebelahan, benar-benar bersebelahan. Tiga, aku dan Donghae selalu pulang bergandengan tangan.

Jadi amat terasa aneh, apabila aku pulang seorang diri tanpa kehangatan menggenggam tanganku erat. Aku suka tangan Donghae. Sangat erat, sangat nyaman, dan sangat pas seolah-olah Tuhan memang menciptakan tangan tersebut hanya untukku.

“ oke! Aku ganti baju dulu, hum? Kau masih mau menunggu sedikit lama lagi, kan? “

Aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya, “ tentu saja, Hae-ya! Aku tidak bisa pulang sendirian, kau tau kenapa, kan? “

Yeah, dulu saat SD aku sempat mencoba pulang tanpa Donghae. Dan selama perjalanan aku merasa sepi dan dingin. Tidak ada tangan yang menggenggam tanganku erat dan mengayunkannya ke depan dan ke belakang sambil menyenenandungkan lagu-lagu favorite kami.

“ oke, kalau begitu tunggu disini Hyukkie, aku usahakan cepat! saranghaeyo, “ ia bangkit dan mencium puncak kepalaku sebelum berlari keruang ganti

Aku tersenyum kecil. Sejak kami sangat kecil, memang Donghae selalu mengucapkan kata-kata saranghaeyo kepadaku. Entah apa maksudnya. Aku tidak ingin berharap.

Walau sebagian hatiku, menyuruh untuk berharap.

***

“ Hyukkie-ah, pernahkah kau jatuh cinta? “

Aku melirik Donghae sekilas sebelum akhirnya kembali memusatkan pandanganku ke arah jalanan, “ tidak tau. Aku tidak tau hal-hal berbau cinta, Hae-ya

Pembohong. Tentu aku tau apa itu cinta dan aku tau siapa cinta yang sedang aku rasakan sekarang. Aku hanya, terlalu takut dan malu untuk mengakui bahwa aku jatuh cinta, dengan sahabatku, bahkan seorang laki-laki.

jincha? Tidak kaget sih, kau selalu menghabiskan waktumu dengan membaca buku! “

“ kalau kau? Pernah jatuh cinta? “ tanyaku ingin tau,

Aku mempersiapkan hatiku jika dugaanku benar. Bahwa ada seseorang telah menyita perhatiannya. Bahwa ada seorang yeoja yang menarik di matanya. Aku sudah siap. Dan apabila ia sudah mempunyai orang yang ia sukai, bukankah itu membuatku lebih cepat melupakannya?

“ ada, “ ia tersenyum lebar, “ tapi sayang, sepertinya orang itu terlalu tidak peka dengan pernyataan cintaku. Seperti ada sesuatu yang membuat orang itu tidak perduli dengan pernyataan cintaku, entah itu tidak percaya atau tidak merasa “

Huh? Dia mempunyai orang yang ia sukai dan bahkan ia sudah menyatakannya?? Sahabat macam apa aku? tidak tau apa yang sahabatnya lakukan! Payah.

jeong—jeongmal? Mengapa aku tidak tau akan hal tersebut, Hae-ya? Kapan kau menyatakan perasaanmu padanya? Mengapa kau tidak bercerita? “

“ sudah sejak lama, ku fikir kau akan sadar sendiri jadi aku tidak cerita hehe, ah~! Sudah sampai, duluan Hyukkie-ah, jeongmal nomu saranghaeyo~~! “

Lagi-lagi, ia mencium pipiku sebelum berlari menuju rumahnya. Aku menatap rumahnya dengan senyuman pahit mengembang di wajahku. Jadi… ungkapan tersebut… hanya untuk sebatas teman, eh?

***

Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur. Otakku masih merenungkan perkataan Donghae tadi saat kita pulang sekolah. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa perkataannya selama ini hanyalah sebatas teman. Semua pernyataannya selama ini berkesan nyata.

Ataukah aku yang berhayal terlalu tinggi?

^TRRT^

Tanganku menggapai-gapai handphoneku yang bergetar hebat di sampingku. Ku lihat siapa yang memanggilku di layar display handphoneku.

Donghae?

yoboseyo? “

“ Hyukkie-ah~~~~ sudah mau tidurkah dirimu?, “ tanya Donghae dengan nada riang

eopseoyo, “ aku mengulum senyum yang tanpa sadar terbentuk di wajahku, “ kau juga ada apa malam-malam seperti ini menghubungiku? “

“ Aoh, chogi… aku hanya ingin menyampaikan kebiasaan malamku, kenapa kau lupa? bukankah tiap malam juga aku menghubungimu, ya? “

Oh ya, bagaimana aku bisa lupa?

“ Ahahaha, mianhaeyo Hae-ya.. sepertinya aku sedang banyak pikiran malam ini, tidak perlu kau beri tau aku juga sudah hafal apa yang akan kau katakan Hae-ya… “

aniyo! Pasti beda! Ayolah Hyukkie~ “

“ aku tutup sekarang ya? “ elakku

SARANGHAEYO~~ JALJAYO Hyukkie-ah!! “

^Tut..tut..tut…^

Aku menggigit bibirku. Saranghaeyo… lagi. Apakah aku boleh berharap? Apakah aku boleh berharap bahwa setiap kata-kata tersebut berarti lain..?

***

“ Hyukkie-ah~~~ “

Aku melirik ke arah namja yang tengah menyandarkan kepalanya di bahuku, “ ya? “

“ apa yang harus aku lakukan? “

“ maksudmu? “

Ia mengerucutkan bibirnya, “ segala cara telah ku lakukan! Memperlakukannya seperti seorang putri, setiap hari memberikannya kecupan walau hanya di pipi atau di puncak kepalanya, mengucapkan ungkapan kepadanya setiap hari bahkan sebelum ia tidur! Tapi ia sama sekali tidak sadar… ottokhaeyo??? “

Aku merasakan sakit menjalar di hatiku. Aniya! Ini bukan tentangku, ini tentang Donghae. Aku harus kuat. Aku harus bisa. Aku memaksakan sebuah senyuman di wajahku dan aku yakin wajahku terlihat seperti orang bodoh saat ini.

“ mengapa kau tidak bertanya langsung padanya? Siapa tau… ia hanya mengganggap semua itu hanya ungkapan sayang antara kakak-adik atau bahkan ungkapan sayang diantara teman “

“ apa yang harus ku tanyakan, Hyukkie-ah? “

Aku berfikir sebentar, “ bagaimana kalau penembakan langsung? Ungkapan to the point? “

eonjeyo? “

“ kalau bisa secepat mungkin, sebelum ia di ambil oleh yang lain, kan? “

Oke. Darimana aku mendapat kata-kata seperti itu? HELL! Bahkan aku belum siap untuk menerima kenyataan bahwa cepat atau lambat Donghae akan menembak seseorang yang spesial di dalam dirinya. aish! Pabo Hyukjae.

“ benar juga. Aku merasa Siwon sunbae sedikit mengincarnya. Apakah kau yakin ia akan menerimaku, Hyukkie-ah? “

geuraeyo! Kau orang yang menawan Hae-ya, siapa yang tidak menyukaimu? Semua orang menyukaimu, semuanya mencintaimu “

Donghae bangun dari posisisnya sebelum menatapku tepat di mataku, dengan lembut. Tanpa sadar aku menahan nafasku. Apalagi kali ini?

“ kalau begitu.. kenapa kau tidak sadar-sadar Hyukkie-ah? “

Aku menaikkan alisku bingung, “ huh? “

“ sejak kecil.., “ dengan perlahan tangannya menggenggam tanganku, “ sejak kecil aku selalu mengucapkan betapa besarnya perasaanku, setiap malam aku selalu menelfonmu walau hanya untuk mengucapkan betapa dalamnya perasaanku, setiap kita bertemu aku tetap mengucapkan kalimat tersebut.. tapi.. mengapa kau tidak sadar-sadar Hyukkie-ah? “

“ tunggu…. “

Otakku mencerna dengan lambat semua perkataannya dan ketika aku menangkap apa maksudnya aku membelalakkan mataku kaget. Jadi….??

“ maksudmu… orang yang kau sukai sejak dulu adalah… AKU??!!! “

Donghae terkikik geli, “ baru sadar? Memang selama ini kau mengira untuk apa aku mengucapkan ‘saranghaeyo’ padamu setiap hari, setiap detik, setiap malam jika tidak untuk membuatmu sadar bahwa aku mencintaimu? “

“ aku kira… itu.. ungkapan sesama teman… “

Donghae menautkan jari jemarinya denganku, “ sekarang kau percaya itu bukan hanya ungkapan sesama teman? itu tulus dari lubuk hatiku, Hyukjae-ah… “

Aku menundukkan kepalaku. Jelas, aku malu. Tidak menyangka bahwa apa yang aku harapkan—dan aku inginkan—terwujud secepat ini. Tidak ada persiapan apapun.

“ apakah kau menyukaiku, Hyukkie? “

Aku menggigit bibir bawahku dan mengangguk pelan.

“ rasa suka seperti apa yang aku rasakan ataukah… rasa suka sesama teman? “

“ err…. Kau mau yang mana?, “ ujarku iseng

“ kalau disuruh memilih, aku lebih ingin rasa suka seperti yang aku rasakan. Tapi jika ternyata itu hanya angan-anganku saja.. tidak apalah kalau kau menyukaiku walau hanya sebatas teman “

Ia menjawab sembari menghadap ke arah lain dan tidak melihat ke arahku. Aku tersenyum melihatnya. Perlahan, aku mendekatkan wajahku ke arahnya sampai ujung bibirku menyentuh ujung bibirnya. Dan setelah itu.. aku menariknya lagi.

Aku semakin terkikik geli melihat ekspresi Donghae. Matanya terbelalak kaget, mulutnya sedikit ternganga, dan wajahnya datar—shock. Aku mengusap pipinya menyadarkannya dari alam mimpinya.

“ jadi? Sudah tau rasa sukaku seperti apa kepadamu? “

Ia menatapku tidak berkedip, “ sejak kapan… kau…? “

“ mungkin sama sepertimu, sejak kita kecil. Aku senang melihat senyumanmu, senyuman khas seorang Lee Donghae “

Ia menatap mataku lembut, “ baby, cause I was born to tell you I love you

Dan ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku, mencium bibirku dengan penuh perasaan🙂

 

 

 

.

The End<3

Aww~ cause I was born, to tell you I love you<3 I love this line! Rly!

“ Comment = Love “

18 thoughts on “Your Call

  1. wahahahaha..
    kebetulan sekali pas mampir pas ada ff baruu~..
    hhaaa…

    huuuuaaaaahhhh so sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeet~…
    akuuu juga sukkaaaaa …
    cause I was born, to tell you I love you…❤

  2. Hwaaa autor autornya keyen deh *ikt cadel ky hyuk*
    Bagus bgt ini ff romantis dueh!
    Tapi aku nunggu autis love-nya kok ga ada lanjutanya yah~
    Lanjut dong tor, autor cantik deh *gombal*

  3. wah….
    keren….
    chingu….. autis love blm muncul ya…😥
    pengen bgt autis love muncul lg…
    kpn ya chingu…??

  4. Pas mo liat blog nie klo ada ‘FF yg d’publish’ eh? Taunya pas banget…^^

    Ah! Hyukkie orangnya hopeless gituu… Donghaenya terang-terangan😄

    Cocok deh, mereka berdua🙂
    Keep writing, chingu-yaa^^
    Update ff ‘Autis Love’ donk😄

  5. ciee…klo pulang harus gandengan tangan yahhh….*di geplak hyuk*
    hehehehe
    aku jugaaa sukkkaaa > cause I was born, to tell you I love you

    eunhaenya so sweeett….
    jdi senyum2 gaje dah saya…

  6. speechless.__.v
    daebak deh ff buatan kamu chingu^^
    suka banget dgn karakter eunhyuk yg polos disini xD

  7. aw~ so cute!! >///<
    pas banget ma cast-nya yg unyu-unyu
    oh plis, ini beneran sweet romantic, dan dan dan… EunHae is REAL!!!!!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s