fanfictions

Autis Love [Part 6]

Title : Autis Love [Part 6]

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another support cast.

Main Pairing: Haehyuk

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi / AU

Rating : T

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

A/N : sorry kalo kata-kataku disini sedikit.. menggunakan bahasa yang ‘nggak enak’ dibaca, aku lagi badmood-__-aku lagi sakit, aku lagi kesel. So, maaf, kalo ada kata-kataku yang nggak enak untuk di baca. Mian.

***

” Yeeee~ aku masuk satu angka lagi!! ”

Ia tersenyum lebar menampilkan gummy-smilenya. Tanpa sadar aku ikut tersenyum melihatnya. Ah, kyeoptya! Bagaimana bisa Tuhan menciptakan manusia seimut dan semanis dia?? For god’s sake, dia seorang namja!

” Hae~ apa kau punya minum? Aku lelah.. ”

Aku menoleh ke arah Hyukjae dan melihat pemandangan ter-sexy yang pernah ada. Hyukjae, badannya penuh dengan keringat, poni merahnya basah menempel di dahinya, mulutnya sedikit terbuka—ngos-ngosan—dan bajunya… Oh HELL! Bajunya benar-benar ‘menempel’ di badannya. Dia terlihat…fuckable.

“ HAE!! “ ujarnya lebih keras, kali ini sembari menarik-narik kemejaku

Aku tersenyum kaku ke arahnya, “ ah Ne, aku ada minum. Kau mau minum? “

Ia mengangguk dengan semangat. Aku balas tersenyum ke arahnya sebelum berjalan mengambilkan minumanku untuknya. Begitu botol minumanku berada dalam genggamannya, aku tertegun. Botol minum… punyaku… akan dia minum… itu berarti….

KAMI BERCIUMAN SECARA TIDAK LANGSUNG?!!

Aku menampar mukaku dalam diam. Apa yang ku fikirkan sih?? Berciuman tidak langsung? Hey! Kami berdua namja! Tidak ada salahnya, kan?!! Aku melirik sekilas ke arah Hyukjae yang tengah meminum air mineralku dengan lahapnya(?).

“ sehaus itukah dirimu?, “ tanyaku reflex

Hyukjae menghentikan acara minumnya dan tersenyum ke arahku, “ uh-huh! Tidakkah kau lihat? Berapa kali aku mencetak gol dari tadi?? Tentu saja aku lelah, Hae-ya! “

Entah mengapa aku senang mendengar ia memanggilku dengan nama kecilku. Well, mungkin apa kata orang itu benar. Nama kecil membuat kita merasa spesial di orang tersebut.

Huh? Jadi aku ingin aku spesial di mata Hyukjae? Untuk apa? Aku sudah spesial, you know? Banyak orang mengenalku, banyak orang tergila-gila kepadaku, banyak orang yang mencintaiku, tetapi mengapa aku ingin hanya Lee Hyukjae yang melakukan itu padaku?

Ah! Itu pasti karena ciuman-tidak-ciuman waktu itu. Ciuman-tidak-ciuman tersebut membuatku berasumsi yang tidak-tidak. Menyebabkan otakku menjadi error. Pasti beberapa hari lagi, aku tidak akan merasakan hal-hal aneh seperti ini lagi.

“ Hae-ya, kau masih mau main atau… mau pulang? “

Aku melirik jamku sekilas, “ kau sendiri? Mau pulang? Di rumahku tidak ada jam malam, jadi aku bebas kapanpun aku ingin pulang “

“ sama sepertiku. Aku tidak ingin pulang, kalau bisa, selamanya tidak akan pulang “

Hampir saja mulutku mengucapkan ‘waeyo’. Pabo Hae! Kaukan sudah tau alasan mengapa ia membenci rumahnya? Itukan alasan yang membuat dia menjadi autis juga?

“ duduk dulu, yuk! Kakiku sedikit kram setelah berlari kesana dan kemari sejak tadi, dan sekarang? Hanya membicarakan hal-hal ringan “

Hyukjae tersenyum dan mengangguk. Aku dan dia berjalan beriringan menuju bangku yang terletak di sepanjang lapangan, tempat dimana aku dan Hyukjae meletakkan tas kami.

“ ah! Chogi, mianhaeyo aku meminum airmu sampai habis, kau pasti haus, ya? “

“ tidak, “ aku tersenyum ke arahnya, “ gwenchana, sepertinya kau lebih membutuhkan minuman itu dibandingkan diriku “

Ia tersenyum sebelum keheningan menyelimutiku dan dia. Kami sama-sama memandang langit. Walaupun tidak ada percakapan di antara kita, aku… merasa nyaman. Selama ada dia disampingku, tidak perlu kata-kata untuk menghabiskan waktuku dengannya.

“ Hyukkie-ya? Boleh aku bertanya sesuatu? “

“….”

Tidak ada jawaban, huh? Well, ada seseorang yang memberitahukan kepadaku, diam adalah iya. So? Aku boleh bertanya nih? Ah, biarlah. Toh kalo dia marah tinggal hibur-hibur lagi.

“ Hyukkie-ah, apa selama ini kau tidak punya teman? maksudku.. mendengar dari cerita Sungmin-hyung, kau selalu menghabiskan waktumu dengan Kyuhyun dan Sungmin-hyung, kan? Waeyo? Mengapa kau tidak mencoba berteman dengan anak-anak dikelas? “

Apakah kata-kataku kasar? Aku tidak tau. Yang aku tau, hanya rasa penasaran yang meledak-ledak di dalam diriku ingin mengetahui lebih jauh tentang Lee Hyukjae. Mungkin ini langkah awal untuk merubah Hyukjae menjadi namja normal.

Tapi….

Respon yang ku dapat dari dirinya adalah diam. Tidak mungkinkan seluruh pertanyaanku jawabannya hanya sepatah kata “ya”? Aku hendak melirik ke arahnya namun gerakanku terhenti begitu merasakan beban berat di pundak kananku.

H-Huh? Pundak?

Ku lirik sekilas dan benar saja, kepala Hyukjae. Wajahnya sedang pulas bercampurkan dengan kegembiraan. Pasti ia sangat lelah. Sejak tadi, ia tidak berhenti berlari kesana kemari seperti anak kecil. Sepertinya ia benar-benar ingin bermain bola sejak lama. Namun tidak ada seorangpun yang dapat diajaknya bermain.

Aku memindahkan sedikit kepala Hyukjae ke atas pangkuanku dengan hati-hati. Aku pernah merasakan tidur di pundak seseorang dan hasilnya? Leherku seakan-akan mau patah. Dan lagi-lagi, ku pandangi wajah Hyukjae yang tengah tidur di pangkuanku.

Wajahnya damai, seolah-olah tidak ada beban hidup sama sekali. Padahal? Hidupnya—kalau boleh ku bilang—kacau, sangat kacau. Tanganku (lagi-lagi) terulur mengusap lembut rambut-merah-lembutnya tersebut. Menyibakkan beberapa helai poni yang menutupi mata indahnya.

Indah?

Ya, indah. Kalau boleh jujur, Hyukjae memiliki sepasang mata yang indah. Matanya bulat besar, one eye-lid dan menggambarkan karakter innocent  di dalamnya. Seolah-olah ia adalah seorang namja yang terlahir ke dunia tanpa dosa sedikitpun.

Mataku beralih menuju hidungnya. Struktur hidungnya merupakan perpaduan sempurna. Yang sangat cocok jika digabungkan dengan matanya dan juga bibirnya.

Dan mataku mulai beralih kebawah dan berhenti di bibirnya. Bibir yang sempat ku kecup ujungnya. Bibir yang sangat merah, lembut dan manis. Bibir yang—entah mengapa—sangat pas di bibirku.

Bolehkah aku merasakannya lagi?

Aniya! Dia bukan siapa-siapaku. Dia bahkan bukan sahabatku—well, aku mengakui ia sahabatku tapi ini berarti hanya persahabatan sepihak, kan?. Dia bahkan bukan namjachinguku. Untuk apa aku memiliki dorongan kuat untuk menciumnya?

Seperti tidak ada yeoja lain saja

Detik demi detik, menit demi menitpun berlalu. Malampun tiba. Aku melirik jam tanganku dan hell! Sudah jam setengah 7 malam! Berapa lama aku mengagumi sosok seseorang yang berada di pangkuanku??

Aku mengguncang-guncangkan bahunya pelan—meragu. Ya, aku ragu. Wajahnya benar-benar damai dan aku tidak pernah melihat wajah seseorang sedamai wajah Hyukjae saat ini. Aku menarik kembali tanganku dan kembali melakukan aktifitasku yang terhenti, mengusap rambutnya lembut.

Otakku berfikir cepat, apa yang harus ku lakukan agar Hyukjae dapat pulang ke rumahnya tanpa harus membangunkannya?

Dan sebuah ide liar melesat di dalam fikiranku.

Aku mencoba merapikan barang-barangku dan barang-barang Hyukjae tanpa berusaha membuat Hyukjae bangun. Susah, itu yang ku rasakan. Membereskan barang-barang di sekitarmu tanpa membuat orang yang sedang tidur pulas di pangkuanmu terbangun??

Namun, aku berhasil. YEAY!

Aku menyampirkan tasku dan tas Hyukjae di punggungku. Setelah merasa tidak ada barang-barang  yang berserakan di sekitarku dan Hyukjae, aku mulai mengangkat badan Hyukjae ala bridal-style, dengan perlahan-lahan.

***

Pagi harinya…

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku begitu merasakan sesuatu bergerak-gerak di atas dadaku. Mataku terbelalak kaget begitu menyadari ‘benda’ apa yang bergerak-gerak di dadaku.

Blush.

Wajahku seakan memanas begitu menyadari posisi tidurku dan… Hyukjae. Tangan kiriku menjadi ‘bantal’ Hyukjae, sementara tangan kananku di pinggangnya. Kaki kami… bertaut menjadi satu.

HELL! HELL! HELL!

Saat aku hendak mengubah posisiku, perlahan.. mata Hyukjae terbuka. Begitu kesadaran menerpanya, ia memebelalakkan matanya kaget. Matanya menuju kebawah sebelum kembali keatas sembari menyilangkan tangannya di dadanya.

“ LEE DONGHAE!!! KURANG AJAR! BERANI-BERANINYA KAU MEMPERKOSAKU SAAT AKU TIDUR! “

 

 

 

 

 

,

***

TBC😀

Oke, sampe sini aja dulu ya? Sebenernya aku nggak ada mood sama sekali pas ngebuat FF ini, tapi ngelihat komentar kalian yang kayanya udah pundung banget baca kelanjutannya yaudah, terima apa adanya, oke? Toh aku juga udah nurutin kemauan kalian-_-

“ Comment = Love “

19 thoughts on “Autis Love [Part 6]

  1. akhir’a keluar jupa part 6’a ,hehe lanjuuut thor
    eh tp thor nie ff ampe part brpe ? kya’a jd bnyak yak hehe

  2. omooo!!! Si hae sama hyuk kok… Thor si hae sama hyuknya jadiannya kapan? Updatenya jangan lama2 ya;)

  3. hahahaha hyukkie kenapa si kaya trauma gitu disentuh aja di bilang mau perkosa ..
    makin seru , oya aku nunggu banget loh ff col boyfriend jangan lama-lama ya🙂

  4. xD
    Wkwkwkwk..
    Hyukkie nginep di rumah Hae?
    Wewww…
    Co cweet >////<
    Lanjut~
    Semoga cepet sembuh yah, chinguu

  5. kereeeen chinguu xD
    aduuh si hyukie masa gitu aja marah sih?
    bilang aja kalo suka juga digituin sama donghae *plak
    lanjut yaaa^^

    *cepet sembuh yaa chingu:)

  6. Annyeong q reader baru..mian br komen coz br nemu blog kamu#telatbanget
    ahh tumben bgt hyuk dpt peran angel n kelewat ‘polos’..
    hayo hae hrs tanggungjawab krn ud ‘nidurin’ hyuk dkasur.a..

  7. Saeng lg sakit?
    Saeng kesel kenapa? Aish, mian bru bisa baca + comment sekarang saeng. Baru sempet on sekarang sih T.T
    tapi dirimu kenapa sih saeng?
    Selain penasaran ama ceritanya, eon juga jadi penasaran ama kondisimu saeng.
    Heheh. Ayo semangat! Cepet sembuh juga saeng!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s