fanfictions

Autis Love [Part 7]

Title : Autis Love [Part 7]

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

Main Pairing: Haehyuk

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Yaoi / AU

Rating : T

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7

***

“ LEE DONGHAE!!! KURANG AJAR! BERANI-BERANINYA KAU MEMPERKOSAKU SAAT AKU TIDUR! “

Aku membelalakkan mataku kaget begitu mendengar ia berteriak. Hell! Tidak pernah terlintas difikiranku akan memperkosa seseorang!! Yeah, aku tau aku playboy, aku tau banyak yeoja yang tergila-gila denganku. Tapi, Hyukjae? Aish!

“ Hyukkie, ini bukan—“

“ GYAAAAAAAAAAAAA!!! KURANG AJAR! KAU MAU MEMP—“

Aku langsung membekap kedua mulutnya dengan tanganku, “ Heh! Bisakah kau berhenti berteriak dirumah orang? Dan satu hal lagi, aku tidak akan memperkosamu, Hyukjae, “ ujarku sembari melepaskan bekapanku setelah merasa ia berhenti meronta.

jinchayo? “

“ hmm! “

“ lalu, kenapa kau bisa disini? “

Aku menatapnya heran. Kenapa aku bisa disini? Apakah ia masih shock ataukah, penyakit autisnya kambuh lagi? bukan! Bukan penyakit autis! Penyakit bloon-nya!!

“ maaf, maksudmu? “

Hyukjae memanyunkan bibirnya—CUTEEEE!!!!, “ maksudku, inikan rumahku bahkan kamarku, bagaimana kau bisa ada disini..? “

“ rumahmu? Maaf, mister, ini rumahku. Kau yang tidur dirumahku serta dikamarku “

Mata bulatnya menatapku tidak percaya. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Dan sepertinya, ia mulai menyadari dimana ia berada.

“ GYAAAAAAA!!!! AKU TIDAK INGIN MEMPERKOSAMU!!! HUWEEE—“

Aku kembali membungkam mulutnya begitu mendengar ia mengucapkan kalimat terlarang tersebut. Ia tidak ingin memperkosaku? Hell! Siapa juga yang ingin diperkosa olehnya? Tapi lucu juga, orang autis, fikirannya memperkosa-memperkosa. Orang ini kelewat polos atau pura-pura polos, sih?

“ bisakah kau diam? Dirumahku ada peraturan dilarang berteriak didalam rumah “

Dan ia diam seketika.

Sebenarnya peraturan seperti itu tidak terdapat dirumahku. Tapi mau apa daya, ia terus berteriak. Tidak ada ide lain yang melintas dikepalaku selain kalimat tersebut.

“ bagaimana aku bisa ada disini, H—Hae? “

“ kemarin kau ketiduran, aku tidak tau rumahmu dimana dan aku tidak tega untuk membangunkanmu, maka aku membawamu ke rumahku “

Ia memanyunkan bibirnya, “ tapi.. setidaknyakan kau bangunkan aku… “

“ ohiya! Orang tuamu? Aku belum ada memberitau mereka soal dirimu di rumahku “

“ biarkan saja, “ ia menarik nafas berat, “ sepertinya mereka tidak akan perduli juga aku ada dimana, ataukah aku sudah mati atau tidak “

Ya! Jangan berkata seperti itu! pabo, ayo kebawah! Orang tuaku sudah memasakkan makanan untuk kita semua, aku cuci muka dulu “

Aku bangun dari tempat tidurku dan melangkah ke kamar mandi. Setelah membasuh mukaku, aku mengganti pakaianku dengan pakaian rumah.

“ kau tidak cuci muka? “

“ Eoh? Ti—tidak usah! “

Aku terkik geli, “ kau mau makan dengan wajah kumal seperti itu? ya! Ayo basuh mukamu dan ganti bajumu, bajumu masih bau keringat, kau tau? “

Ia mengangguk sebelum berjalan ke kamar mandiku. Aku menatap punggung Hyukjae yang perlahan demi perlahan menghilang dari bayanganku.

Kenapa aku merasa kami seperti orang yang telah menikah, ya?

***

“ pagi eomma, appa! Heechul-hyung dan Minho-ah! “

Aku mencium pipi Appa dan eommaku sebelum duduk di kursi kosong di hadapan mereka. Heechul-hyung dan Minho hanya menatapku sekilas sembari melanjutkan makannya. Tunggu, Hyukjae mana?

“ Donghae, apa dia temanmu? “

Aku menoleh ke arah yang di tunjuk oleh eommaku. Ku lihat Hyukjae tengah mengintip dari balik dinding. Aku terkikik geli. Aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke arahnya.

“ H—Hae..? “

“ kau tidak lapar? Apa kau mau terus mengintip kami makan dari tempat ini? “

Ia menatap keluargaku sebelum kembali menatapku, “ apa mereka… baik? “

Jika saja aku tidak mengetahui siapa Hyukjae sebenarnya, pasti aku sudah merasa tersinggung dengan kata-katanya. Apa mereka baik? Tentu saja keluargaku baik!

“ tentu saja, Hyukkie, “ aku memberikan senyumanku ke arahnya mencoba menenangkannya, “ akan ku perkenalkan mereka kepadamu, ok? “

“ a..aku takut, Hae…, “ ucapnya sembari meringkuk di belakang dinding(bisa bayangin nggak sih?o.o)

gwenchana, ada aku, “ aku menggenggam tangannya lembut, “ kalau kau takut, remas tanganku, ok? “

Ia mengangguk kecil sebelum keluar dari tempat persembunyiannya. Aish! How cute this little boy can be? Sesampai aku di meja makan, mata keluargaku menatap Hyukjae bingung dan aku merasakan Hyukjae meremas tanganku dengan kuat. Ia ketakutan. Aku mengusap punggung tangan Hyukjae dengan ibu jariku.

Eomma, appa, hyung, Minho.. ini temanku, Lee Hyukjae “

Minho memberikan senyuman mautnya ke arah Hyukjae, “ Annyeong, choneun Minho-imnida, “

a..anny..eong…

Apa Minho bisa dengar, ya? Aku yang tepat berada di samping Hyukjae saja mendenarnya kurang jelas. Apalagi Minho yang jauh dari Hyukjae? Aaah, jeongmal kyeopta!

“ Hyukjae-ah, kau baik-baik saja? wajahmu pucat, sayang… “

Eommaku jalan menghampiri Hyukjae namun Hyukjae berjalan mundur kebelakang tubuhku, menyembunyikan badan mungilnya di balik badanku. Ku rasakan cengkraman Hyukjae di tanganku semakin kuat dan basah. Aku tersenyum ke eommaku mencoba menenangkannya.

“ nanti akan ku jelaskan, bisakah kita makan sekarang? “

Eommaku mengangguk mengerti sebelum kembali ketempat duduknya disamping appa. Heechul-hyung dan Minho menatap Hyukjae heran sebelum kembali memusatkan ke makanan di piring mereka lagi. Aku membalik badanku menatap Hyukjae.

gwenchana? “

“ a…aku…aku tak..kut… aku takut..Hae… “

Aku menaupkan kedua tanganku di pipinya dan memaksanya menatap kedua mataku, “ tidak ada yang perlu ditakutkan, ok? Mereka baik, mereka tidak akan jahat kepadamu, ada aku disini. Aku tidak akan pergi darimu, “

“ be..benarkah? “

Ne, percayalah padaku. Sekarang, ayo makan, ok? “

Ia tersenyum sebelum mengangguk pelan. Aku menghela nafas lega. Syukurlah Hyukjae mau percaya denganku. Jujur, apa yang telah dilakukan oleh orang tua Hyukjae sampai membuat Hyukjae sebegini takutnya terhadap yang namanya orang tua? Aku mengedikkan bahuku tidak mengerti.

“ Hae, aku… duduk disampingmu, ya..? “

Aku tersenyum dan mengangguk, “ tentu saja, silahkan “

Ia melepaskan genggamanku perlahan demi perlahan. Aku menarik kursi untuk dirinya—reflex. Aku merasakan mata keluargaku menatap kami bingung. Aish! Pabo Hae! Untuk apa kau menarikkan kursi untuknya? Gyaaaa!!!

“ Jadi, Donghae sayang, siapa dia? “

Aku menatap eommaku yang tengah menampilkan senyum jahilnya tersebut dengan jengah, “ bukankah sudah ku katakan tadi? Dia Lee Hyukjae, teman sebangkuku! “

“ tidak terlihat seperti teman sebangku tuh, hyung! Kau memperlakukannya spesial, seperti perlakuan seseorang terhadap pacarnya. Dia, pacarmu ya hyung? “

“ bukan, hanya teman sebangku, Minho-ah… “

Appa terkikik geli, “ tidak ku sangka. Heechul yang sudah mempunyai pacar saja belum pernah membawa pacarnya ke rumah dan memperkenalkannya langsung kepada kami, sedangkan Donghae belum pacaran sudah memperkenalkan calon pacarnya kepada kami! “

Ya! Appa!!! “

Aku melirik ke arah Hyukjae berharap ia sudah tidak merasa takut lagi dengan keluargaku. Namun aku menyesal melirik ke arahnya. Wajah Hyukjae, memerah, sebuah senyum malu-malu tergambar di wajahnya.

He is so cute, indeed the most beautiful person I ever met.

“ awww! Jagi, coba lihat cara uri Donghae menatap Hyukjae, penuh cinta! “

Aku segera tersadar dari lamunanku, “ umma! Aku… aku tidak!! “

“ aish, Hae!, “ heechul-hyung menatapku tajam, “ semakin kau menyangkalnya semakin kami yakin bahwa ia benar-benar calon pacarmu, Hae! “

Dan dengan itu, aku mengatupkan mulutku. Acara sarapan yang biasanya terisi dengan obrolan-obrolan santai kini terisi dengan percakapan ‘hyukjae-adalah-calon-pacarku’. Aish! Apa mereka tidak tau, dengan mengatakan seperti itu aku semakin bimbang dengan perasaanku sendiri!

***

“ Hyukkie, mianhae, atas.. percakapan tadi, ya? “

Hyukjae tersenyum ke arahku, “ gwenchana, ternyata benar… mereka baik “

Aku dan Hyukjae terdiam menikmati perasaan nyaman yang menyelimuti kami berdua. Setelah acara sarapan tersebut, aku memutuskan untuk mengajak Hyukjae ‘menjauh’ dari keluargaku. Antisipasi jika mereka terus membicarakan topic ‘Hyukjae-adalah-calon-pacarku’ tersebut. Bukannya aku tidak ingin, aku hanya… tidak pasti.

Kalau boleh jujur, sebenarnya aku senang keluargaku menerima Hyukjae apa adanya. Tidak perduli apakah Hyukjae autis atau depresi atau apalah itu namanya.

“ Hae, apa di sekitar sini ada mall? “

“ kau ingin ke mall? “

Ia mengangguk antusias, “ boleh! Sungmin-hyung dan Kyuhyun-hyung sudah lama tidak mengajakku ke mall, maukah kau menemaniku ke mall? “

“ tentu saja, “ aku mengacak-acak rambutnya lembut, “ kita ke mall sekarang, ok? “

gomawo Hae!! “

Ia meloncat kedalam pelukanku dan mencium pipi kananku sebagai ucapan terima kasih. KYAAAAAAA!!! Ini berlebihan! Ya tuhan, bibirnya yang mulus dan lembut dan manis dan lembap tersebut… di pipiku. GYAAA! LEE HYUKJAE! AKU INGIN LEBIH!!!

eung, mianhae, biasa.. aku… kelewat senang… “

“ kalau aku tidak ingin memaafkanmu? “

Matanya menatapku serba salah, “ aku akan melakukan apapun! Apapun! Hae… maafkan aku, ne? “

Melakukan apapun? Wow. Jarang-jarang di jaman seperti ini, ada orang yang akan melakukan apapun hanya demi mendapatkan sebuah kata maaf. Aku tersenyum manis ke arahnya.

“ kau yakin mau melakukan apapun? “

“ apapun! Selama itu bukan hal-hal yang aneh, aku akan melakukannya! “

Entah atas dorongan siapa. Aku mulai mendekatkan bibirku ke bibir Hyukjae dengan lembut. Dapat kurasakan badan Hyukjae menegang namun ia sama sekali tidak mendorong badanku, bahkan.. ia memejamkan matanya.

Ciuman kedua kami. Bukan ciuman ujung bibir dengan ujung bibir. Bukan ciuman-tidak-ciuman. Aku menciumnya secara sadar. Aku menciumnya disaat Hyukjae sedang tidak tidur. Walaupun banyak perbedaan, namun tetap saja ada yang sama. Sama seperti ciuman pertama kami, bibirnya manis.. lembut dan nyaman membuatku tidak ingin segera mengakhiri ciuman kami.

Yatuhan.

Aku rasa, aku benar-benar jatuh cinta dengannya.

 

 

 

 

 

 

,

***

TBC😀

Yatuhan, aku minta maaf udah ngelanggar janji >__< aku janji update hari Sabtu, tapi ternyata baru bisa update hari Senin. Aku sibuk! Hari sabtu sibuk ngurusin sekolahan, hari Minggu… ini sibuk banyak masalah, jadilah hari Senin aku update.

Gomenne ~~~~ TT_____TT

“ Comment = Love “

31 thoughts on “Autis Love [Part 7]

  1. wooow akhir’a keluar juga part 7 ,bagus thor bgus bgt ahaha makin penasaran🙂 ,thor my cold boyfriend’a kpan ?😦

  2. kalo line nya donghae : GYAAA! LEE HYUKJAE! AKU INGIN LEBIH!!!

    kalo linenya akuuu : GYAAA! AUTHOR! AKU INGIN LEBIH!!!
    hhaa..
    gyaaaa…
    tambah penasaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannn…
    author lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttt…
    FIGHTING !!!
    \(>.<)/

  3. Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!! *teriak gaje*

    Donghae.. Donghaee… Diaaa…

    >> NEKAT SEKALIII!!!!!!!!!! <<

    Eunhyukk… Jugaa… Mau ajaaa….

    Oh! God.. Beneran, kenapa aku jadi jadi senyum-senyum yadong (?) pas bacanya =3=
    Kekekekekekekekekekekeke😄
    Update soon, author-chan^^

  4. itu hyuk jadi autis tetep aja ngomongnya..o_O,daebak!! .<
    ituuuuuu keluarganya hae heboh beuuudhhh u,u

  5. hwaaaaaa fishy ngambil kesempatan , aku jadi mau di kissu olehnya …
    romantisnya🙂 aku suka banget , dari kemarin aku tunggu-tunggu loh tapi baru update sekarang !!!!

    jangan lama-lama ya

  6. Nggak apa2 kok thor cuma telat sedikit doang dari janji updatenya😀 ayo si Hae tembak Hyuk-nya dong *eh jangan deh nanti si Hyuk-nya mati dong* #plakk abaikan. Lanjut ya thor kalo bisa update kilat *gak maksa kok*😀

  7. keren bgt chingu.. aq jg ingin lbh. lbh dpnjangin per chapternya.lbh dcpetin updatenya.haha..mian maksa..

  8. Polos bgt si hyukjae maen perkosa2an..
    kok ortu hae ky.a seneng hae pacaran ma hyukjae.. apa gada masalah kalo jerukmakanjeruk..

  9. huwaaaaaaaaaaaaaaa ><
    endingnyaa bikin penasaaraaan T_T
    semoga donghae beneran jatuh cinta sama hyukjae :''
    dilanjut yaa chinguu! hwaiting^^

  10. Saeng, gwenchana atuuh ^^.
    Maap yah eon juga baru bisa baca sekarang #deepbow

    ish, part ini kayaknya yg paling the best. Mantep saeng. Ikh, eon senyamsenyum sendiri. Saeng eon juga mau #mupeng/plakk
    hayoo lanjut lg. Kekekek ~

  11. Hyukjae-ssi kau benar-benar polos….
    mau aja diperdaya oleh fishyplayboy kaya Lee Donghae #digampar😄
    saya senyum2 gaje baca nih ff…
    eunhaenya selalu so swweeettt~~

    kapan pun apdetnya….saya tetep setia menunggu koq~~ :*
    hwaiting!!!

  12. chingu , part 8 nya lanjut dong ><
    gila ini pas baca aku terus2an senyam senyum gaje ampe terbawa2 pas lagi bawa mobil . dikira temenku aku pula yang jadi autis =.=
    tanggung jawab thor !😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s