fanfictions

[Prolog] My Girlfriend

Title : My Girlfriend

Main Cast :

–          Choi Jooyoung

–          Cho Kyuhyun

–          Lee Donghae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Friendship / AU

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog |

***

 Aku menundukkan kepalaku, mengabaikan teriakan-teriakan yang memekikkan telingaku. Teriakan para yeoja setelah tau, pangeran mereka telah tiba. Ya, pangeran mereka.

Cho Kyuhyun.

Aku menyerukkan bahuku tidak peduli. Ku buka lokerku dan mengeluarkan semua buku yang aku butuhkan, aku menutup lokerku. Tiba-tiba, sebuah lengan melingkari leherku dan jeritan para yeoja itu semakin memekikkan telingaku.

Jagiya~ “

Aku mendesah kesal, “ hmm? “

“ semua orang berkumpul demi aku, kenapa kau malah menjauh dariku? “

Aku menghempaskan lengan Kyuhyun dengan keras dan berjalan meninggalkan Kyuhyun seorang diri. Oh yeah, aku lupa memperkenalkan. Aku, Choi Jooyoung, sejak dua hari yang lalu resmi menjadi kekasih seorang Cho Kyuhyun dan tidak bisa mengucapkan kata ‘tidak’ untuk ungkapan cintanya.

One-sided love. Itulah cinta antara aku dan Kyuhyun. Kyuhyun mengatakan bahwa ia sangat mencintaiku dan aku.. sangat tidak tertarik lagi untuk melirik satu orang namja sekalipun.

Jagiya, tunggu aku!, “ Kyuhyun berlari dan akhirnya mensejajari langkahku, “ kau tidak mau kekelas bersamaku? Tidak inginkah kau bersamaku? “

“ tidak, “ jawabku santai seolah itu dapat menghentikan usahanya

Tapi ternyata tidak.

Cho Kyuhyun tetaplah Cho Kyuhyun. Tetap yang keras kepala, tetap yang tidak dapat terkalahkan, tetap yang tidak menerima kekalahan dalam kamus hidupnya.

“ aish! Yasudahlah kalau begitu, aku tidak mau memaksamu kalau itu ternyata dapat mengganggu konsentrasimu, berada dengan namjachingumu yang paling terkenal siapa yang tidak akan gugup? “

Tanpa sadar aku memukul kepalanya dengan buku yang ada di tanganku. Semoga pukulan itu dapat menyadarkan saraf otaknya yang mungkin saja sedikit… error tersebut. Ku dengar Kyuhyun mengerang sedikit namun, aku sama sekali tidak merasa kasihan dengannya. Ia pantas mendapatkan itu.

“ tanganmu terlalu kasar, jagiya, “ ia menghela nafas sebentar, “ sama seperti hatimu, terlalu kasar sampai aku tidak dapat meleburkannya “

Aku tersenyum ke arahnya, “ dan sepertinya kau sudah tau akan hal itu, Cho Kyuhyun. “

well, aku tidak akan menyerah! Tidak akan ada kata menyerah di dalam kamus seorang Cho Kyuhyun! Aih, sudah jam segini, aku duluan jagiya! “

Ia menyempatkan diri mencium pipi kananku sebelum berlari menuju kelasnya. Aku menggemeretakkan gigiku jengah sembari menghapus bekas ciuman yang ia tanamkan di pipiku.

Aish, jincha!!

***

“ Joo-ah! “

Aku menoleh dan tersenyum—setengah hati—begitu melihat sahabatku, Lee Hajae. Well, aku bilang dia adalah sahabatku karena ia mulai mendekat ke arahku begitu berita aku dan Kyuhyun berpacaran. Padahal, awal mulanya ia sangat membenciku. Bukan membenci sih, hanya… tidak terlalu dekat saja.

waeyo? “

“ kenapa kau kekelas tidak memanggilku? Kitakan satu kelas, “

“ memang kalau kita satu kelas kita harus ke kelas bersama? Kalau begitu, setiap aku ingin pergi ke kelas aku harus bersama Minyoung, Eunjee, Chaeyeon,…”

Aku terus menyebutkan nama anak-anak satu kelas sampai akhirnya, Hajae menutup mulutku dengan satu tangannya. Otomatis, aku terdiam.

“ tidak begitu juga, Joo-ah, “ ia tersenyum ke arahku, “ kau lucu, tidak heran Kyuhyun-oppa menyukaimu, kau beruntung! Ayo ke kelas, “

Ia menarik tanganku dan menyeretnya ke kelas. Aku tersenyum—mengejek. Tidak heran bahwa Kyuhyun menyukaiku? Aku juga heran kenapa Kyuhyun tidak mau membenciku. Padahal, segala cara aku telah lakukan. Segala cara untuk membuat seorang namja membenci seorang yeoja.

“ Joo-ah! Apa Kyuhyun-oppa pernah bercerita bagaimana ia bisa mencintaimu?, “ tanya Hajae begitu kami duduk di kelas.

Well, sama seperti yang ku katakan sebelumnya. Hajae berubah menjadi seatmateku begitu tau aku dan Kyuhyun berpacaran. Menyuruh teman sebangkuku, untuk bertukar tempat dengannya.

eopseo, “

jincha? Ah, pasti kau malu! Ayolah cerita padaku, “

“ sejujurnya, aku tidak pernah mengingatnya, “ ucapku jujur

Benarkan? Setiap ada Kyuhyun di sampingku, aku tidak pernah mendengarkan ceritanya. Selalu melamun atau memikirkan hal yang lain yang membuatku ‘tidak sadar’ ada dirinya di sampingku.

“ uhm, waeyo? Kenapa tidak di ingat? Biasanya kan itu hal yang paling spesial untuk seorang yeoja tau bagaimana caranya namjachingu mereka suka dengan mereka, “

“ tapi aku bukan yeoja seperti itu, Hajae-ssi

Ia memanyunkan bibirnya, “ dulu saat kau SMP kau tidak seperti ini Joo-ah, kemana Jooyoung yang dulu ku kenal? Kemana Jooyoung yang selalu ceria dan tidak dingin seperti ini? “

Aku berusaha tidak menanggapi kata-katanya. Mengucapkan sepatah-duapatah kata untuk menjawab pertanyaannya sama seperti membuka luka lama. Aku mengeluarkan buku yang aku butuhkan dan mulai larut membacanya.

Ku dengar Hajae menghela nafas dan melakukan kegiatan yang sama sepertiku. Jooyoung yang dulu? Jooyoung yang ceria? Jooyoung yang selalu tersenyum dan tidak dingin seperti ini?

Apakah kau lupa, Jae­-ah, kau yang menyebabkanku menjadi seperti ini…

 

 

 

,

***

TBC😀

Ini update FF pasti lama, jadwalku penuh (sumpah ini saya nggak bohong -_-v) sebenernya saya pengen update FF ini setelah ujian-ujian saya kelar dan jadwal saya agak longgar,

Tapi.. saya kasian sama Jooyoung-ssi, dia udah nunggu dari bulan Agustus T_T mianhaeyo *bow* moga kamu suka ya, Jooyoung-ssi >__<

“ Comment = Love “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s