fanfictions

My Girlfriend [Part 1]

Title : My Girlfriend – Part 1

Main Cast :

–          Choi Jooyoung

–          Cho Kyuhyun

–          Lee Donghae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Friendship / AU

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1

***

Aku menatap tumpukan buku-buku yang berada di tanganku dan menatap sekeliling mencari tempat duduk. Aku tersenyum mengingat tempat aku berada sekarang.

Perpustakaan.

Disini, tidak ada yang namanya kemunafikkan. Tidak ada orang yang menggunakan topeng. Semua yang disini hanya kumpulan orang-orang nerdy yang tidak mempunyai orang.

Tapi tidak menurutku.

Semua orang yang berkumpul disini adalah orang yang mempunyai impian. Memiliki wawasan yang luas karena sering membaca buku-buku yang penuh dengan wacana. Dunia orang-orang yang berkumpul disini lebih berwarna dibandingkan orang-orang yang berkumpul hanya untuk menyakiskan seorang Cho Kyuhyun.

Aku mendesahkan nafasku jengah begitu mengingat namanya. Cho Kyuhyun. Apa yang ada di otak namja itu sehingga ia—dengan berani-beraninya—menyatakan aku adalah yeojachingunya, di tengah lapangan, disaat jam pulang sekolah.

Sial!

Pabo namja. Apa dia tidak mempunyai mainan lain sehingga aku yang ia pilih sebagai mainannya?? Ataukah ia terlalu bosan dengan mainannya yang lama?

Aku meremas jari-jemariku dengan kesal. Awas saja kau, Cho Kyuhyun! Akan ku buktikan bahwa kau telah salah memilih boneka!

***

“ Joo-ah! Eodiga? Sejak tadi aku tidak melihatmu.. “

Aku menatap Hajae sekilas sebelum kembali fokus kepada bukuku, “ memang apa urusannya denganmu, Hajae-ssi? “

“ tentu saja urusanku Joo-ah!, “ ia mengerucutkan bibirnya, “ dan aku tidak suka caramu memanggilku! Panggil aku Jae-ah seperti waktu SMP dulu, jebal~ “

Aku mengerang jengah dan memutuskan untuk tidak membalas apa-apa. Aku mulai larut kedalam bukuku namun sebuah tengan yang menggoyang-goyangkan lenganku dengan keras mampu menarikku kembali dari duniaku.

“ apalagi?, “ tanyaku berusaha sedingin mungkin

Tapi sepertinya tidak akan berhasil untuk seseorang bernama Lee Hajae. Jika ia mempunyai sebuah kemauan, maka dengan cara apapun juga, ia harus mendapatkan apa yang ia mau tersebut. Ya, dengan cara apapun juga.

“ tadi Kyu-oppa mencarimu “

So?

“ karena aku juga tidak tau kau dimana, maka aku bilang tidak tau “

“ oh. “

Aku membalik bukuku dengan santai tanpa merasa berbicara terlalu kasar dengan Hajae. Tapi sepertinya Hajae merasa bahwa aku sedikit jengah dengannya. Karena ia tiba-tiba melepaskan tangannya di lenganku.

“ kau—boleh aku bertanya sesuatu Joo-ah? “

Aku menggumam kecil, “ hmm “

“ apa kau masih tidak bisa memaafkanku dan… Donghae-oppa..? “

Gerakanku terhenti seketika. Rasa sakit yang terpendam selama dua tahun lamanya, perlahan demi perlahan mulai terkoyak membuatku merasakan sakit itu lagi. Aku tersenyum getir. Luka lama tetaplah luka lama. Aku telah berhasil membangun dinding kokoh selama dua tahun lamanya dan tidak akan ku biarkan dinding tersebut runtuh hanya karena seseorang menyebut namanya.

Nama seseorang yang berada di daftar terakhir nama orang yang ingin ku dengar(Hoahm ribet-_-). Aku menarik nafas panjang dan mengendalikan emosi yang mulai terasa di hatiku.

“ menurutmu? “

Ya. Aku harap dengan hanya berkata seperti itu Hajae mampu memikirkan. Apakah aku sudah dapat memaafkannya atau tidak. Perbuatannya dengan orang itu… perbuatan yang tidak dapat ku maafkan dengan mudah.

***

Jagiya, ayo pulang “

Kyuhyun terus saja mengekor di belakangku semenjak lonceng pulang sekolah berbunyi. Aku mengemasi buku-bukuku di dalam loker dan berjalan menjauh dari Kyuhyun. Sampai sebuah lengan menggenggam pergelanganku erat.

Ya! Aku tidak akan pulang denganmu! Lepaskan tanganku! “

“ Na-ah, tidak bisa baby~ aku akan melepaskan tanganmu jika kita sudah sampai di rumahmu, sekarang kkaja kita pergi! “

Ia menarik tanganku masuk kedalam mobil kebanggaannya. Dan aku? hanya dapat menurut dengannya. Benarkah aku hanya mainannya…? Apakah semua tingkah lakunya ini adalah salah satu kamuflasenya?

***

“ kita sampai! “

Dengan gerakan cepat ia turun dari mobilnya dan berlari secepat kilat menuju pintu tempatku duduk. Membukakanku pintu, selayaknya seorang putri di perlakukan. Aku menatapnya kesal.

“ aku ingin pulang sekarang, Cho Kyuhyun “

Namun reaksi yang ku dapat adalah senyuman lebar dan menjijikkan ala Cho Kyuhyun, “ well, aku suka setiap kali kau menyebutkan namaku, Nona Choi “

Micheosseoyo? “ tanyaku seketus mungkin

Ne, aku gila karenamu, Nona Choi. Sekarang, ayo jalan! “

Sebelum aku sempat membalas perkataannya, ia telah menarikku. Aku hanya dapat mengekor dari belakang sembari mengerang kesal. Kalau boleh jujur aku ingin jalan, tapi… bukan ke tempat ini. Bukan ke Lotte World. Bukan ketempat dimana aku dan dia sering menghabiskan waktu kami.

Huh?

Kenapa tiba-tiba aku teringat akan dia? Ah, semua ini pasti karena Hajae! Andaikan Hajae tidak membawa-bawa namanya seharian ini pasti aku tidak akan pernah teringat akan dirinya.

“ Nah, kau mau main yang mana dulu, jagiya? “

Aku menggigit bibir bawahku, “ bisakah kau berhenti memanggilku jagiya? Selama kita bermain disini, jebalyo… Kyuhyun-ah… “

Ia terlihat sedikit kaget dengan ucapanku. Yeah, aku selalu memanggilnya Cho Kyuhyun atau Kyuhyun-ssi, Kyuhyun-ah? Itu hal baru untuk dirinya. Ia tersenyum lembut ke arahku.

“ kalau boleh tau kenapa? “

Aku menggigit bibir bawahku semakin keras. Haruskah aku mengatakan padanya bahwa dengan ia memanggilku jagiya di Lotte World mampu membuatku terluka? Jika aku menjawab seperti itu, pasti aia akan bertanya kenapa! Dan itu berarti aku harus menceritakan hubungan rumit antara aku, Hajae dan tentu saja… dia.

“ kau tidak mau cerita? Baiklah aku tidak akan berhenti memanggilmu jagiya

please, aku akan menceritakannya tapi nanti! Bukan sekarang! Jika waktunya sudah tepat, bisakah? “

Ia tersenyum ke arahku. Ku kira itu adalah pertanda baik. Ternyata… dugaanku salah. Ia melingkarkan lengannya di pinggangku dan menarikku mendekat ke arahnya.

“ Na-ah, can’t do baby~ kalau begitu aku akan berhenti memanggilmu jagiya, jika waktunya sudah tepat. Oke? “

Sial.

“ aish! Aku membencimu, Cho Kyuhyun! “ desisku kesal

nado saranghaeyo, Choi Jooyoung. Sekarang, ayo kita cari makan dulu! “

Dan lagi-lagi ia hanya menarikku kemanapun ia mau. Aku hanya mampu mengikuti kemauannya dengan langkah terseok-seok.

***

“ Cho Kyuhyun! Pulangkan aku sekarang! Aku lelah “

Ia melirik jam tangannya sekilas, “ tapi baru jam segini, jagiya. Masih terlalu pagi untuk pulang, tunggu beberapa menit lagi, oh? “

“ terlalu pagi? Jam tujuh malam kau bilang terlalu pagi?! “

“ yep! Untuk orang yang sedang kencan, pulang jam 7 malam itu terlalu cepat nae jagi… minimal jam setengah 9 malam, “ ujarnya fokus masih santai bermain game di game center.

“ MWOYA??!! Ya! Pulangkan aku sekarang! Palle!!! “

Jam setengah 9 malam?? Minimal?! Aish, jincha! Aku belum pernah mendengar akan hukum seperti itu, ini hal baru. Padahal selama aku dan dia kencanpun, paling lama sampai dirumah jam 8 malam. Aku mendesahkan nafasku kesal.

Lagi-lagi dia, bisa tidak sih berhenti memikirkan dia?! Dia sudah masa lalu!!

“ kau kenapa? Wajahmu mendung, “

Aku memaksakan sebuah senyum, “ gwenchana, aku hanya lelah dan ingin pulang “

“ baiklah, kita pulang sekarang “

gamemu? “

Ia melirik ke layar sebentar sebelum mengedikkan bahunya acuh. Ia menyampirkan tasnya dan menggandeng tanganku keluar dari game center. Aku menatap tanganku yang ‘menghilang’ di dalam genggaman Kyuhyun.

Tangannya besar, hangat, nyaman dan.. sangat pas di tanganku yang kecil. Aish, Jooyoung! Apa yang kau fikirkan sih? Dia cuma mempermainkanmu, untuk apa kau terlalu memikirkannya? Nikmati saja permainannya. Memang dua orang tidak boleh bermain dalam permainan yang sama?

Karena terlalu serius dalam fikiranku, aku tidak menyadari dari arah kanan ada seseorang yang berjalan cepat ke arahku.

Bruk

Aku dan orang itu sama-sama terjatuh. Barang-barangnya berkeliaran. Buku? Orang ini jauh-jauh ke lotte world tapi membawa sebuah dictionary? Untuk apa?

“ ah! Mianhae, mianhae! Aku buru-buru! Aku tidak melihat kau lewat jadi—“

Kata-kata orang tersebut terhenti begitu aku menatap wajahku. Buku-bukunya yang telah ku ambilpun jatuh dengan sempurna dari tanganku. Keringat dingin tiba-tiba memabasahi peluhku, tanganku bergetar, nafasku menderu dan rasa sakit itu… aku merasakannya lagi.

“ Joo-ah? “

“….D-Donghae…? “

 

 

 

,

TBC😀

Mian telat update >< berhubung nilai mid saya h a n c u r total jadi… yah… sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf saya yang terdalam-ikhlas-jujur dari dalam hati saya. Saya sebenernya juga nggak mau ‘mengabaikan’ update FF, apalagi lihat komentar kalian yang ngebuat aku semakin semangat buat ff.

Tapi apa daya, sekolah nomer satu di dunia ini u,u

“ Comment = Love “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s