fanfictions

Let Me Loving You—Part 6

Title : Let Me Loving You—Part 6

Main Cast :

–          Cho Eunyoung [You]

–          Lee Hyukjae / Eunhyuk

Another Cast :

Lee Namhyo, Cho Kyuhyun, Choi Siwon.

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Angst / Hurt

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

***

Di ambil dari cerita ‘1 liter of tears,’ ’49 days,’ ‘Surat Kecil Untuk Tuhan,’ dan cerita lama karya saluran TV favorite kita ‘Buku Harian Nayla,’

—padahal aku belum ada nonton semua, cuma di certain doang.. tapi untuk yang 1 liter of tears sama Surat Kecil Untuk Tuhan aku mah udah baca—

***

“ baiklah kalau kau memaksa, “ ujar Hyukjae memecahkan lamunanku

Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku, “ sekarang kau bisa cerita, “

“ dari mana aku harus bercerita? “

“ keluargamu, temanmu, cita-citamu, dan semua yang ingin kau ceritakan, “

Mantan pacarmu juga boleh, lanjutku dalam hati

Ia menarik nafas, “ teman dulu, ya? Aku dan Kyuhyun sudah berteman sejak kecil, sejak kecil kami tetangga dekat namun setelah awal masuk SD dia pindah rumah namun masih satu sekolah, lalu saat awal SMP aku bertemu dengan Namhyo—kami satu kelas, sedangkan Kyuhyun tidak. Sejak saat itu, aku, Kyuhyun dan Namhyo menjadi sahabat dekat, “

Aku menganggukkan kepalaku antusias. Pantas saja Kyuhyun, Hyukjae dan Namhyo sangat dekat. Rupanya mereka sudah berteman sejak kecil! Yeah, terkecuali Namhyo.

“ lalu? “

“ aku tidak tau kapan pastinya, hingga akhirnya aku tau Kyuhyun dan Namhyo sudah berpacaran. Mereka sama sekali tidak terlihat menyukai satu sama lain, “

Ia mengadahkan kepalanya—menerawang, “ mungkin karena sejak kecil aku selalu di paksa belajar oleh orang tuaku, aku bisa menjadi seorang Vice President seperti saat ini, mendapat penghargaan dalam bidang apapun, di tatap bangga oleh banyak orang, dan yang lainnya, “

Di paksa? Untuk apa orang tuanya memaksa Hyukjae?

“ tapi aku tidak pernah bangga dengan prestasiku, aku tidak pernah merasa bahagia melihat mereka semua tersenyum bangga ke arahku, tapi… di saat aku berdiri dan menari, aku sangat bahagia jika orang-orang menatapku dengan pandangan bangga bercampur dengan kagum, “

“ Eonjeyo? Kapan kau suka menari? “

“ sejak kecil, Sora noona yang menyadarkanku bahwa aku mempunyai bakat dalam menari! Aku berhutang banyak kepadanya, dia yang mendidikku, dia yang mendukungku, dia yang mengucapkan Selamat pertama kali, dia seorang yang sangat penting untukku, “

“ Sora noona? Siapamu? “

Dia orang yang sangat penting untuk Hyukjae? Pasti Hyukjae sangat menyayangi orang itu,

“ kakak tertuaku, “

“ Oh. Lanjutkan, “

Ia kembali mengacak-acak rambutku yang sudah acak-acakkan, “ aku tidak tau mengapa kau sangat ingin mengetahui asal-usulku, tapi aku suka kau ingin aku terbuka denganmu, “

Blush.

Aku berdehem kecil, “ bisakah kau lanjutkan ceritamu, mister? “

Hng? Apalagi yang ingin kau ketahui tentang diriku? Aku tidak merasa ada hal lain yang bisa ku ceritakan kepadamu lagi, “

Aku memutar otakku, “ kakakmu? “

“ Ah! Aku lupa, ia bernama Lee Sora, umurnya.. berbeda 2 tahun denganku sekarang ia sedang kuliah di Canada, hmm… apalagi? Aku tidak tau apa-apa soal kakakku, yang aku tau, ia sangat sayang kepadaku dan aku sayang kepadanya, “

“ dia benar-benar spesial untukmu, ya? “

“ Yap! Tapi itu bukan berarti dirimu tidak spesial, kau bahkan lebih spesial dari Sora noona, “ ujarnya sambil memberikanku senyuman lima jarinya tersebut

Blush.

Sial! Aku sudah memerah di hadapannya selama tiga kali dalam sehari!! Ini tidak seru! Ini tidak menarik! Aish. Apa aku benar-benar mencintainya?

“ L-Lalu, orang tuamu? “ tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan

“ mereka bukan sesuatu yang penting untukku, “

Ups.

Aku mendengar nada tidak enak dari bicaranya. Apakah? Apakah ia membenci orang tuanya? Ataukah orang tuanya membencinya? Tapi siapa yang bisa membenci orang se-sempurna Hyukjae?

“ Orang tuamu menyayangi Sora onnie lebih dari pada dirimu? “

Ia menggeleng, “ aniya, mereka sayang terhadap kami berdua, “

“ lantas? Wae? “

“ karena aku satu-satunya anak laki-laki yang mereka punya, mereka memaksaku untuk bisa melanjutakn pekerjaan Appa, atau Umma. Jika aku mengambil pekerjaan Umma, pekerjaan Appa akan di ambil Sora noona, sedangkan jika aku memilih Appa, pekerjaan Umma akan di ambil oleh Sora noona,

“ dan masalahnya? “

“ aku tidak suka mengurus perusahaan! “

Aku menaikkan sebelah alisku meminta penjelasan lebih lanjut, “ aku tidak suka hukum! Aku tidak mengerti mengapa umma bisa menjadi seorang pengacara terhebat di Korea Selatan, sedangkan appa? Aku tidak bisa mengatur dokumen-dokumen tersebut! Who on earth can win against Hyundai? Appaku terlalu terobsesi untuk mengalahkan Hyundai dan tidak sadar jika Lee Cooperation sudah maju sejak dulu, “

Aku termenung di tempatku. A-Apa dia bilang tadi? Pasti aku ada salah dengar! Tidak mungkin! Tidak, pasti ini tidak mungkin!

“ Sora noona juga sudah menjadi designer terkenal, tapi demi melanjutkan bisnis Appa dan Umma, ia harus mengorbankan kuliahnya selama 2 tahun ini, dan aku? Aku hanya ingin menjadi dancer professional! Aku tidak suka hukum! Aku tidak bisa mengurus Lee Cooperation! Aku hanya ingin menjadi dancer handal yang ada di Korea Selatan… “

Aku menundukkan kepalaku, “ Hyukjae-ssi, kau orang-orang chaebol, ya? “

Ia terdiam. Suasana canggung dan kaku menyelimuti kami. Hyukjae menundukkan kepalanya, dan berhenti berjalan. Begitu pula aku,

“ kau orang kalangan chaebol ya? “

Sepi.

“ Ne, “

Oh shit.

Dengan ini apakah aku masih mampu menerima hati Hyukjae? Dengan ini apakah aku mampu mengatakan bahwa aku juga mencintainya? Siapa aku? Dia orang-orang ‘berada’ sementara aku? Hanya yeoja sederhana berpenyakitan yang hidupnya akan segera berakhir, kan? Memangnya dia sepadan denganku? Aku seperti merasakan tamparan keras di pipiku.

Dengan begini apa kau masih mau menerimanya, Eunyoung?,

“ kau merasa terganggu dengan hal itu? “

Secara spontan aku menggelengkan kepalaku—walau dalam hatiku iya, “ Aniya, toh bukan keinginanmu juga kalau kau termasuk dalam golongan orang-orang chaebol, apalagi kau tidak menyukainya, kan? “

Aku merasa semua bebanku terangkat begitu ia tersenyum lebar. Entah sejak kapan, jika ia tersenyum, akupun ikut tersenyum. Senyumannya menjadi semangatku.

“ Yap! Kau tidak tau betapa tersiksanya aku di perlakukan seperti itu! Akukan juga manusia sama seperti mereka, mengapa orang-orang menganggap aku hebat hanya karena uang orang tuaku? Toh, itu bukan uangku! Itu uang orang tuaku, berarti orang tuaku yang hebat. Iyakan? “

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku, “ Yeah, terserah kau saja Hyukjae-ssi, ayo cepat sebelum aku terlambat check-up,

Ia mengangguk dan menarik tanganku agar aku berjalan lebih cepat. Ku tatap dari belakang punggungnya yang sangat tegap dan bidang tersebut. Senyuman pedih terukir di wajahku.

Bolehkah aku bergantung padamu, Hyukjae? Kau tidak sebanding denganku, aku tidak pantas untukmu…

***

Aku menguap mengumpulkan semua nyawaku yang masih berjalan-jalan di alam mimpi. Mataku yang masih setengah terpejam menoleh ke kanan dan ke kiri mencari jam yang bertengger manis di meja belajarku.

Jam 4.30? Kenapa aku bangun sepagi ini?,

Aku menyibak selimut yang membungkus kakiku dengan rapi. Tak peduli untuk membetulkannya, aku berjalan menuju kamar-mandi dengan penuh hati-hati. Fikiranku melayang menuju percakapanku kemarin dengan Mr. Kim

“ Eunyoung-ssi, saya melihat penurunan drastis di tubuhmu, apa kau banyak memaksakan dirimu akhir-akhir ini? Seperti bekerja keras? “

Aku menunduk dan mengangguk pelan, “ Ne, saya sering merasakan lelah namun saya masih memaksakan diri untuk melakukan kegiatan saya, “

“ Eunyoung-ssi, “ Mr.Kim melepaskan kacamatanya dan menatapku serius, “ kau masih punya kesempatan hidup, kalau kau berlaku seperti ini kesempatan hidupmu bisa hilang dengan sia-sia.. kau masih mau hidup, kan? Apa kau tidak ingin bertemu dengan temanmu lagi? “

“ saya ingin, tapi.. “

“ Tapi? Tidak ada kata tapi, Eunyoung-ssi.. jalani semua prosedur ini dengan teratur dan kesempatanmu bisa sembuh tidak akan menjadi sia-sia, “

Aku menarik nafas panjang sembari mengeringkan rambutku yang basah. Beberapa helai rambut berjatuhan akibat gosokkan-gosokkan antara handuk dan rambutku. Dan lagi-lagi, aku menghela nafas panjang.

“ kesempatan hidupku tidak akan mejadi sia-sia? Memang aku masih bisa sembuh? Melihat kondisiku yang semaki buruk, aku tidak yakin… “

Aku menutup mataku rapat-rapat dan merebahkan badanku di atas tempat tidurku. Ku tatap langit-langit kamarku dengan pandangan kosong.

“ berapa lama aku akan hidup? “

Sunyi, tidak ada yang menjawab.

“ berapa lama lagi aku masih bisa bertahan? “

Aish,

Babo Eunyoung. Tentu saja tidak akan ada yang menjawab! Aku sendirian di kamar ini. Siapa yang akan menjawab pertanyaanku?!

Hyukjae,

Aish. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya! Ia bahkan hadir di mimpiku malam ini! Ternyata, Hyukjae yang selama ini aku kenal adalah orang-orang chaebol? Ternyata selama ini aku memang tidak sebanding dengannya?

Ternyata bukan hanya terhalang penyakit aku tidak bisa menyatu bersamanya. Ternyata latar belakang kamipun menghalangi hubungan kita.

Hubungan?

Memang selama ini aku punya hubungan dengan Hyukjae? Mungkin sajakan setelah ia tau aku menolaknya ia tidak menyukaiku lagi? Bisa sajakan sekarang ia sudah mencari yeoja lain?

“ memang apa urusanku kalau Hyukjae tidak menyukaiku lagi? Bukankah itu bagus? Bukankah itu bagus agar aku cepat melupakan perasaan aneh yang mulai muncul di dalam dadaku? Bukankah itu pertanda yang bagus? “

Untuk pertama kalinya,

Aku menangis untuk Hyukjae.

Menangisi kebodohanku karena hanya bisa menambah beban dan sakit hati di kehidupan Hyukjae.

Mianhae, Hyukjae-ah…

***

Aku meraba-raba dinding sekolah untuk membantuku berjalan. Akhirnya aku bisa menggapai dinding tersebut tanpa takut dinding itu akan bergerak menjauhiku.

“ huh? Kelas masih sepi? “ ujarku spontan begitu melihat keadaan kelas yang benar-benar sepi

Bangku Namhyo dan Kyuhyun masih kosong—as always. Bangku yang lain juga baru terisi empat atau lima orang ditambah dengan diriku. Bangku Hyukjae kosong?

Aku berjalan menuju kursiku dan meletakkan tasku di sana. Ku lirik jam yang bertengger manis di pergelangan tangan kiriku.

Masukan masih lama, mungkin aku bisa jalan-jalan ke taman kemarin,

Aku menarik nafas panjang dan melangkahkan kakiku menuju taman yang di tunjukkan Hyukjae dua hari yang lalu. Taman yang indah. Taman yang mengingatkanku akan Geonggu.

“ sendirian saja Mrs. Cho? “

Aku tersentak kaget, “ Kau! Kau mengkagetkanku saja! Aku fikir kau siapa, “

Siwon tersenyum kecil, “ sedang apa disini? Dimana Hyukjae? “

“ kau tau aku sering bersama Hyukjae? “

“ Yap, aku juga sering melihat dagumu terluka, apa hari ini terluka lagi? “ ia mengusap daguku dengan ibu jarinya lembut,

“ A-Aniya, sudah baik-baik saja, Go-Gomawo Siwon-ssi, “

“ Na-ah, bukankah sudah ku katakan padamu cukup panggil aku dengan Siwon? Tak perlu kaku denganku, “

Aku menunduk menatap kakiku, malu. Setelah pindah ke Seoul, aku merasa indra pemaluku menaik hingga taraf terakhir. Di mulai dari Hyukjae, Kyuhyun dan sekarang.. Siwon?!

“ Kau ada masalah, Yoong? “

Alisku bertaut kebingungan, “ Yoong? “

“ Erh, aku boleh memanggilmu itu, kan? Kalau aku memanggilmu Eunyoung kurang spesial, memanggilmu Younggie, Namhyo sudah memanggilmu dengan panggilan tersebut.. kalau Yoong, belum ada yang memanggilmu itu, kan? “

Argh.

Kenapa di sekolah ini banyak sekali namja bermulut manis, sih?!! Aku bisa tertipu dengan mudahnya jika seperti ini caranya! Eunyoung, kau harus ingat Eunyoung, jangan pernah berharap terlalu banyak! Cukup Hyukjae yang pernah kau sakiti, tidak untuk orang lain.

“ A-arrasseo, kau boleh memanggilku Yoong, itu terdengar manis, Wo-Wonnie, “

“ Wonnie? Aah, kyeopta! “

Dalam gerakan cepat, ia memelukku erat. KYAAAAAAAA!!! Kendalikan otakmu Eunyoung! Kendalikan otakmu!! Ini hanya pelukan antara teman dengan teman. Jangan berfikir macam-macam! Jangan karena di Geonggu temanmu yeoja semua, saat pindah ke Seoul kau mengira semua namja menyukaimu.

“ Aah.. mianhanda, kelepasan. Aku.. memang suka memeluk orang dengan seenaknya sendiri, “ ujarnya setelah melepas pelukan kami

Aku tersenyum kecil, “ Gwenchana, aku juga sering melakukan hal tersebut jika sedang senang, “

“ YAAAAAAY~~!! “

“ Ya! Kenapa teriak?! Kau ingin membuatku tuli seketika, ya?! “

Ia tersenyum, “ Aniya, hanya senang karena akhirnya kau tersenyum juga! Kau tau, sejak kemarin aku melihatmu tidak pernah tersenyum, dan hari ini.. wajahmu semakin mendung dari hari-hari sebelumnya, kau ada masalah berat ya? “

Dia benar-benar memperhatikanku?

“ Masalah simple, hanya aku yang membesar-besarkan, “

“ boleh tau? Pasti Hyukjae, benarkan? “

“ Yeah, kurang lebih… “

“ memang apa yang di lakukan Hyukjae? “

“ tidak ada, “ matanya membesar begitu mendengar jawabanku, “ ia tidak melakukan apapun, aku yang melakukan apapun. “

“ Seperti? “

“ auhm…., “

Aku meragu. Apakah aku boleh bersandar juga kepadanya seperti aku bersandar kepada Hyukjae? Kalau seperti ini caranya, aku selalu bersandar kepada orang-orang di sekitarku, kan? Hyukjae, Namhyo, Kyuhyun… apakah Siwon juga?

“ kau bisa menceritakanku kapanpun kau mau, sebentar lagi mau masuk.. kalau kau mau cerita kau bisa menghubungiku, nomorku masih bersamamu, kan? “

Aku tersenyum lebar ke arahnya, “ Mianhae, sepertinya hilang… “

***

“ Younggie~ “

Aku tersenyum ke arah Namhyo begitu melihat ia berlari ke arahku. Walaupun ia tersenyum, matanya memandang tajam ke lengan Siwon yang melingkar di pinggangku serta lenganku yang melingkar di lehernya. Ku lirik ke arah meja Hyukjae. Dan dengan seketika, aku merasakan dunia berhenti.

Wajahnya benar-benar tidak dapat di tebak. Datar sedatar dinding. Sinar dimatanya meredup ku lihat arah pandangannya, ternyata ia juga memandang apa yang di pandang oleh Namhyo. Tidak ada gummy-smile kebanggaannya tersebut.

“ Namhyo-ssi, aku serahkan Eunyoung kepadamu, “

Namhyo tersenyum kikuk, “ N-Ne, “

Aku dan Namhyo berjalan beriringan menuju mejaku. Semakin mendekat dengan mejaku, semakin ingin aku menjauh dari meja tersebut. Aura Hyukjae. Bukan aura yang hangat. Aura kesedihan, bercampur kemarahan.

Begitu sampai di tempat dudukku. Aku merasakan bulu kudukku berdiri. Walau ia berada di belakangku, tatapannya seolah menembus badanku. Badanku bergemetar tanpa aku ketahui dengan sendirinya. Dalam hati, aku menampar wajahku sendiri.

Untuk yang entah keberapa kalinya, aku menyakiti Hyukjae.

 

 

***

TBC😀

Chaebol: semacam julukan buat orang-orang kaya

“ Comment = Love “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s