fanfictions

My Girlfriend [Part 2]

Title : My Girlfriend – Part 2

Main Cast :

–          Choi Jooyoung

–          Cho Kyuhyun

–          Lee Donghae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Friendship / AU

Rating : G

Length : Chaptered

Part :Prolog | Part 1 | Part 2

Picture credit: mirhaemin’s not mine.

***

“….D-Donghae…? “

Aku merasakan duniaku berhenti berputar. Oke, aku tau itu lebay, tapi itulah yang aku rasakan sekarang. Jantungku berdegup dengan kencang, tanganku berkeringat dingin dan nafasku tidak beraturan. Benarkah orang ini… dia?

“ Jooyoung-ah? Choi Jooyoung? “

Tidak salah lagi. Orang ini pasti dia. Tapi bagaimana ia bisa disini? Bukankah setelah aku mengetahui kejadian ‘itu’ ia langsung dipindahkan ke luar negeri? Jika iya, untuk apa ia kembali ke Korea lagi?

“ Donghae…?, “ tanyaku memastikan sekali lagi.

Ne, ini aku! Lee Donghae! Sunbaenimmu saat kau masih SMP! Kau ingat, kan? “

Jadi… hanya sunbaenim, huh? Aku kira kau akan mengatakan bahwa aku adalah salah satu dari mantan bonekamu, tapi boneka tetap boneka rupanya.

Jagiya~ kau tidak apa-apa? Dia siapa? “

Aku dan Donghae secara bersamaan menoleh ke arah Kyuhyun. Ya Tuhan, aku lupa ada Kyuhyun di sampingku! Pasti saat ia mengantarku pulang nanti ia akan menanyakan ini-itu. aish! Aku belum siap untuk menceritakan tentang Donghae kepadanya.

Gwen—gwenchana, aku baik-baik saja. Eo! Dia, Lee Donghae, sunbaenimku dan Hajae saat kami SMP… dulu…, “

Ku rasakan badan Donghae menegang begitu mendengar nama Hajae meluncur dari mulutku. Sebegitu terkejutnyakah kau mendengar nama mantanmu terucap dari bibirku? Masih merasa bersalahkah dirimu? Beribu pertanyaan tertahan di ujung lidahku. Namun lidahku terlalu kelu untuk bergerak.

Annyeonghaseyo! Choneun Cho Kyuhyun imnida! Hajae sunbaenim, dan Jooyoung namjachingu! “

mwo?! “ dengan gerakan cepat, mata elang Donghae menatapku.

Dalam hati aku mengerang kesal. Memang kenapa kalau aku dan dia berpacaran, huh? Apa dimatamu aku terlalu rendah untuk mendapat seorang pacar? But, yeah, toh Kyuhyun cuma mempermainkanku. Sama seperti apa yang Donghae lakukan dulu.

“ kau berpacaran dengannya? Bukannya dulu kau bilang… “

Aku segera menatapnya tajam, “ jangan ungkit masa lalu! Dulu ya dulu dan sekarang ya sekarang. Aku tidak mau menghubungkan apa yang terjadi di masa lalu ataupun sekarang. Masa lalu? Aku bahkan lupa masa laluku apa “

Aku membuang mukaku begitu segelintir adegan-adegan menyakitkan melintas di fikiranku. Ya! Kendalikan dirimu! Kau berhasil membangun kekuatan selama dua tahun lamanya! Mengapa dinding kokoh tersebut dapat runtuh hanya karena aku bertatapan muka dengannya?!

“ Joo-ah, kau masih—“

“ Kyu, ayo pulang! Aku lelah! “

Tanpa memperdulikan izin Kyuhyun ataupun menunggu ucapan Donghae terhenti, aku segera mengaitkan lenganku di lengan Kyuhyun dan membawanya keluar dari Lotte World secepat mungkin.

Semoga ini pertemuanku yang terakhir kalinya dengan dirinya, semoga!

***

Selama perjalanan aku hanya membuang muka keluar jendela. Aku tau Kyuhyun memiliki berjuta pertanyaan yang ingin ia tanyakan padaku. Aku dapat merasakan dari aura yang menyelimuti mobil Kyuhyun.

“ euhm, Jooyoung-ssi? Boleh aku bertanya sesuatu? “

Aku menggigit bibirku. Jooyoung-ssi? Pasti pertanyaan yang ingin ia tanyakan berkisar dengan Donghae. Jika tidak? Untuk apa ia memanggilku dengan embel-embel –ssi seperti kami tidak saling mengenal? Bukankah biasanya ia memanggilku jagiya, baby atau semacamnya?

“ tentang namja tadi.. si—“

“ bisa tidak membicarakan dia untuk kali ini?, “ aku menatap Kyuhyun dengan puppy-eyesku, “ aku.. aku akan menceritakannya. Tapi bukan sekarang, jika waktunya sudah tepat, aku akan menceritakannya. “

Ku rasakan Kyuhyun menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia menatapku dengan—lembutkah itu?. Ia mengubah posisi duduknya menjadi menghadapku.

“ apakah alasan yang sama saat kau memohonku agar tidak memanggilmu dengan jagiya? “

Berat hati, aku mengangguk. Ku dengar Kyuhyun menghela nafas sebelum tersenyum lagi ke arahku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu mengusap-usap rambutku dengan lembut. Tangan Kyuhyun.

gwenchana, aku tidak akan memaksamu untuk menceritakannya. Tapi ingat, jika kau ada masalah atau ada sesuatu yang membuatmu sedih, jangan malu-malu untuk bersandar padaku “

“ kenapa?, “ tanyaku dengan suara parau.

Ia menyamakan wajahnya dengan wajahku, “ simple, karena aku mencintaimu Choi Jooyoung. “

Ia mengecup ujung hidungku pelan sebelum kembali ke posisi awalnya. Dan aku dapat merasakan, perlahan demi perlahan mobil yang kami tumpangi mulai bergerak. Sedangkan aku? masih tertegun di tempatku.

Jika ini permainan, mengapa…. Terlalu indah untuk disebut sebuah permainan? Apakah ini semua kenyataan?

***

Aku berjalan dengan lunglai melewati koridor kelasku. Aku tidak bersemangat. Walau aku tau kemarin adalah pertemuan terakhirku dengan Donghae tapi.. pertemuan singkat tersebut… dengan perlahan-lahan membuka luka lama yang telah aku tutup rapat-rapat.

Itu hanya pertemuan singkat. Namun mengapa mampu menghancurkan dinding yang telah ku bangun dua tahun lamanya dengan mudah? Aish!

“ JOO-AH~! “ suara cempreng yang khas di telingaku membuyarkan semua lamunanku.

Ku balikkan badanku dan ku lihat Hajae tengah berlari ke arahku sembari melambaikan tangan kanannya. Aku terdiam ditempatku. Apakah Hajae tau soal Donghae? Ataukah mereka memang telah merencanakannya? Atau jangan-jangan Hajae tidak tau apa-apa? Haruskah ku beritau?

“..young!! CHOI JOOYOUNG!! “

ya! Jangan berteriak di depanku! “

Ia mengerucutkan bibirnya, “ habis aku sudah memanggilmu tapi kau sibuk dalam fikiranmu! Waeyo? Kau ada masalah dengan Kyu-oppa? “

Jadi dia belum tau? Oke, aku tidak akan memberitau kepadanya.

aniyo, bukankah aku memang seperti ini orangnya? “

“ tidak. Kau bukan Choi Jooyoung yang ku kenal! Dia seorang yeoja periang dan hyperactive yang pernah aku kenal! “

Aku menatapnya—aneh, “ sejak kapan? “

Dan lagi-lagi, tanpa merasa bersalah aku berjalan meninggalkan Hajae terpaku di tempatnya. Apa kata-kataku terlalu kejam? ANI! Ini tidak seimbang dengan apa yang ia lakukan dulu dengan dia! Pasti lebih menyakitkan apa yang aku rasakan daripada apa yang ia rasakan.

jagiya~~~~, “ sebuah lengan melingkar di pinggangku saat aku hendak membuka lockerku.

Ya! Lepaskan! “

aniyo, aku tidak mau “

“ Cho Kyuhyun!! Lepaskan! Apasih maumu?! “

“ aku? aku mau dirimu, “ ia mengecup pipi kananku sebelum melepaskan pelukannya dari pinggangku, “ pagi ini kau cantik sekali, Younggie. Jeongmal nomu yeppo! “

“ cih, “

Aku segera melenggang dari Kyuhyun sebelum rayuan-rayuan gombal keluar dari mulut sunbaenimku tersebut. Aku sudah kebal dengan segala macam rayuan kelas kakap seperti itu. Karena terlalu serius dengan fikiranku kepada Kyuhyun, tidak sadar aku sudah menabrak orang di hadapanku.

“ sepertinya jodoh benar-benar ada di samping kita, ya? Kemarin kaupun menabrakku seperti ini, “

Suara itu….

Donghae!

Aku segera mendongakkan kepalaku mencoba memastikan yang ada di fikiranku. Dan benar, itu Donghae! Namun ke kagetanku segera memudar begitu aku dapat menguasai rasa shock yang terjadi di diriku.

“ untuk apa kau disini? “

Ia memberikanku sebuah senyuman yang tidak pernah ku lupakan. Senyuman yang dulu dapat membuatku tidak tidur semalaman. Yeah, DULU. Sekarang? Walau aku belum melupakan senyuman tersebut, namun aku sudah dapat tidur jika senyuman tersebut tiba-tiba melintas di benakku.

“ aku anak baru disini, neo sunbaenim! “

“ oh. “

Dengan segera aku memunguti buku-bukuku yang berserakan di sekitarku dan sekitarnya. Dimana Kyuhyun disaat-saat seperti ini?! Aku butuh dia! Saat ia hendak menolongku dengan sigap, aku menepis tangannya kasar.

“ tidak perlu, terima kasih. “

Segelintir kekecewaan tergambar di wajahnya, “ ah, arasseo. Ngomong-ngomong, aku dengar kau sekelas dengan Hajae, ya? “

“ kau mau bertemu dengannya? Silahkan, who cares

Aku langsung berdiri dan melenggang meninggalkan Donghae terpaku dengan sendirinya. Aku bisa. Aku pasti bisa! Sudah dua tahun aku berhasil menghapus bayangnya—walau hanya sedikit. Dan itu semua tidak akan ku biarkan hancur hanya karena aku kembali bertemu dengannya.

***

“ sekian pelajaran kita hari ini, selamat pagi anak-anak! “

“ selamat pagi, songsaenim, “ ujar satu kelas dengan kompak

Aku membuang mukaku ke luar jendela. Aku benci waktu istirahat. Well, sejujurnya aku suka. Hanya jika tidak ada Hajae dan Kyuhyun. Ditambah sekarang ada Donghae. Aku semakin tidak menyukai waktu istirahat!

“ Joo-ah, aku dengar.. ada sunbaenim baru, ya? “

Badanku menegang begitu mendengar kata-kata Hajae. Itu sudah pasti Donghae. Jadi… Hajae dan Donghae… belum bertemu? Jantungku bergemuruh dengan hebat begitu membayangkan pertemuan Hajae dengan Donghae.

Sakit.

Entah mengapa, aku merasakan itu. Dua orang kekasih, putus secara terpaksa karena tidak ingin ada pihak yang terluka, terpisah dua tahun lamanya, dan sekarang? Mereka bertemu lagi. Complicated. Pasti itu yang mereka rasakan.

“ erh, mungkin..? aku tidak tau. Seperti aku peduli saja, “

“ aish! Joo-ah, temani aku melihatnya! Sedari tadi Je Eun terus memberiku kabar tentang ketampanan sunbaenim kita ini! Aku rasa, fans Kyu-oppa akan berpaling padanya, ditambah dia single, kan? “

Aku merasakan tanganku semakin mendingin mendengar kalimat Hajae. Yatuhan, yatuhan, yatuhan! Aku belum siap untuk mengetahui kenyataan bahwa Hajae dan Donghae akan bertemu. Bukan. Bukan karena aku tidak ingin mereka bertemu lagi.

Tapi jika mereka bertemu,

Kenangan demi kenangan akan terkuak, kan? Luka demi luka yang telah ku tutup dua tahun lamanya bisa terbongkar, kan? Aku tidak ingin itu terjadi. Aku tidak ingin merasakan luka tersebut, untuk kedua kalinya.

“ Joo-ah? Gwenchanayo? Sejak tadi pagi kau aneh… “

Aku segera tersadar dari lamunanku, “ gwen—gwenchana, untuk masalah menemani.. kau minta Je Eun saja, ya? Aku… tidak tertarik, “ dustaku.

Tapi tidak semuanya berdusta sih. Tentu aku tidak ingin bertemu dengan Donghae lagi. Aku dan dia hanya masa lalu. Bagian dari kenangan-kenangan kelam yang ada di jalan hidupku, tidak lebih.

“ oke, kau istirahat saja, ok? Wajahmu pucat, dan entah kau sadar atau tidak, sedari tadi kau berkeringat “

“ ah, mungkin.. cuacanya agak panas “

pabo! Ini sudah mau bulan Desember, sudah musim dingin! “

Aku menggigit bibir bawahku tidak tau harus membalas apalagi. Ya! Ada apa denganmu Choi Jooyoung?! Ini hanya masalah sepele saja, kan?

“ oke, kalau kau tidak ingin bercerita, aku kekelas Je Eun dulu, ok? Annyeong! “

Aku hanya mampu duduk terpaku di kursiku. Dapat kurasakan Hajae sedang mengemasi barang-barangnya sebelum pergi menemui Je Eun.

“ Joo-ah! Jae-ah! “

Sontak, barang-barang yang ada di tangan Hajae jatuh begitu mendengar suara bass yang tidak asing lagi di telinganya. Aku menundukkan kepalaku, frustasi harus melakukan apa. Dari ekor mataku, aku melihat tubuh Hajae menegang begitu mengetahui siapa yang memanggilnya.

“ O..Oppa?? Do…Donghae-oppa?! “

 

 

 

,

***

TBC😀

“ Comment = Love “

One thought on “My Girlfriend [Part 2]

  1. Kenapa part 3 nya lama banget g muncul-mucul,
    cerritanya kan bagus, masak selesai sampai gitu aja
    lanjut dong…
    kan sayang..
    ceritanya udah bagus, g perlu ada kritikan lagi…

    lanjut ya..ya..ya..ya..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s