fanfictions

She or Me?! [Part 7]

Title : She or Me?! [Part 7]

Main Cast :

–          Lee Eunhyuk

–          Lee Ha Sang

–          Kim Hyoyeon

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Tragedy

Rating : G

Length : Chaptered

Part : Part 1 │ Part 2 │ Part 3 │Part 4 │ Part 5 │ Part 6 | Part 7

A/N : berhubung hari ini si Hyoyeon ulang tahun, saya tergerak untuk mengerjakan FF yang uhm.. saya lupakan ini x3 anyways, Happy Read<3

***

Ha sang’s POV

“ Sang-ah, kau tidak ikut kami? Kami mau ke pantai loh! “

Aku menggeleng ke arah Sungmin-oppa, “ aniya, aku disini saja, aku masih pusing “

“ tapi… “

Aku berusaha tersenyum manis ke arahnya, “ gwenchanayo, oppa. Kau dengan yang lain bersenang-senanglah, aku rasa.. duduk di sini tidak ada salahnya “

“ mau ku temani? “

Sebuah suara membuat badanku terkesiap, dan juga membuat jantungku, berdebar lebih cepat. Aku menarik nafas perlahan menghentikan debaran-debaran jantungku yang tidak beraturan tersebut.

Iya… temani aku disini…

“ tidak perlu, oppa, “ aku tersenyum ke arahnya, “ aku baik-baik saja disini, lagipula jika kau disini siapa yang akan menemani Hyoyeon-onnie? “

Ia mengacak-acak rambutnya, “ arasseo, kalau ada apa-apa jangan malu-malu untuk meminta bantuanku dan yang lain, ya? Tenang saja, jika kau butuh aku tinggal cari dimana oppamu berada, aku pasti berada di dekatnya “

Like I’ll believe it… kau pasti dekat dengan Hyoyeon-onniekan, oppa?

Ne, ne, sudah sana pergi! Sepertinya yang lain sudah menunggumu, oppa… “

Jangan! Tetaplah disini…

“ baiklah, annyeong Sang-ah

Aku balas melambai ke arahnya. Semakin lama, sosok Hyukjae-oppa semakin hilang di tengah keramaian artis-artis dari SM Entertainment. SHINee dengan hobaenya, f(x). Yunho-oppa dengan Changmin-oppa hanya menatap sekeliling. Dan para… Girls Generation… sudah pasti dengan Super Junior, kan?

Aku memainkan pasir di sekitarku. Hobiku di saat aku sedang malas, tanganku pasti akan tergerak dengan sendirinya, menuliskan apa saja yang sedang aku fikirkan saat ini.

“ Hyukjae-oppa? Untuk apa kau menulis nama namjachinguku? “

Aku tercekat dan mendongakkan kepalaku. Kulihat, Hyoyeon-onnie tengah menatapku dengan salah satu alisnya terangkat—kebingungan? Aku menarik nafas panjang dan tersenyum ke arahnya,

“ ini belum selesai, onnie.. aku ingin menuliskan semua member Super Junior.. bukan hanya nama dari namjachingumu saja “

Ia mengkerutkan dahinya dan mendudukkan badannya disampingku, “ kalau begitu mengapa nama Eunhyuk terlebih dahulu? Bukankah kalau kau ingin menuliskan semuanya tuliskan saja dari Leeteuk-oppa! Atau setidaknya Donghae-oppa, diakan oppamu! “

“ aku mau menulis menurut bias aku onnie… tidak bolehkah aku menyukai, Hyukjaemu itu? “

“ sudah kuduga kau menyukainya, “ ia mendecakkan lidahnya kesal, “ well, tidak semudah itu kau dapat menyingkirkan diriku dari hatinya, Hasang-ssi

“ aku tidak merebutnya, aku hanya termasuk salah satu bagian dari para Jewels itu onnie… tidak bolehkah aku menganggapnya idolaku? “

yeah, kau kira aku percaya? Never, tidak! Aku tidak akan percaya jika kau hanyalah salah satu dari para Jewels tersebut, kau pasti punya perasaan lebih terhadap namjachinguku “

Aku memutar kedua bola mataku jengah, “ kau kira di dunia ini hanya aku salah satunya Jewels yang benar-benar ‘mencintai’nya?! Tidak! Didunia ini juga banyak yang mencintai namjachingumu itu selain aku, onnieya! “

“ tapi mereka tidak dapat menyentuh Eunhyuk, kan? Aku tidak perlu khawatir.. sedangkan kau? Dulu aku jarang melihatmu, entah mengapa sekarang.. kau bertingkah seolah-olah kau adalah yeojachingunya! Cih, padahal itu hanya sebuah keberuntungan kau bisa menjadi adik dari seorang Lee Donghae “

“ lalu? Apa urusannya denganmu, onnie? “

“ tentu saja itu urusanku, Lee Hasang! Lee Hyukjae, adalah namjachinguku “

“ apa yang aku lakukan sekarang bukanlah urusanmu, Kim Hyoyeon! Seorang yeojachingu tidak berhak untuk terlalu overprotective terhadap namjachingunya! Karena dimanapun, sahabat selalu yang pertama! “

Hyoyeon-onnie menatapku jengah sebelum akhirnya berlalu dari pandanganku. Aku menghela nafas panjang begitu sosoknya menghilang dari hadapanku. Entah siapa yang menyuruh, air mataku jatuh dengan sendirinya.

Cih, padahal itu hanya sebuah keberuntungan kau bisa menjadi adik dari seorang Lee Donghae

Hanya sebuah keberuntungan

Keberuntungan aku adalah adik Lee Donghae..

Lantas mengapa jika aku adalah adik dari seorang Lee Donghae?!

“ aku tau aku tidak pantas untuk Hyukjae.. tapi bisakah untuk tidak menghinaku seperti itu? tidak taukah dirinya bahwa mengetahui yeoja yang di cintainya adalah yeoja sesempurna Hyoyeon-onnie? Tidak taukah dirinya bahwa hanya membandingkan antara aku dan Hyoyeon-onnie dapat melukai hatiku? Apa yang ia irikan dariku? Ia jauh daripada aku.. tak ada yang perlu di takutkan… “

Aku menggigit bibir bawahku ketika merasakan sebuah hantaman yang tiba-tiba terasa di dadaku. Sesak. Sakit. Aku mencengkram dadaku, tepat dimana aku merasakan sakit itu.

apa…nomu apa…

***

Aku membasuh mukaku dengan air banyak-banyak. Sial. Disaat semua orang tengah bersenang-senang, mengapa aku menangis disini?! Mengapa aku larut dalam kesedihanku?

Seharusnya aku bersenang-senang seperti mereka juga…

“ haruskah aku minta maaf dengan Hyoyeon-onnie karena telah bertindak kurang ajar? Tapi.. itukan dia yang memulai?! Haish, Lee Hasang! Tidak peduli siapa yang salah, kau tetap yang ter-salah! Kau yang membuatnya cemburu, kan? “

Aku menatap pantulan bayanganku di cermin besar yang berada di hadapanku. Mukaku seperti sebuah zombie. Padahal.. aku hanya menangis untuk beberapa jam, tidak lebih dari dua jam maka. Tapi mengapa mataku bisa se-menyeramkan ini? Apakah karena selama ini aku tidak pernah menangis?

maybe…. Ugh! Aku harus minta maaf pada Hyoyeon-onnie sebelum semuanya terlambat! “

Aku berjalan meninggalkan kamar mandi dan mencari sekeliling. Di pantai, para member dari Super Junior, SNSD, SHINee, dan f(x) masih sibuk tertawa-tawa.

Pasti Hyoyeon-onnie ada disana…

Aku menghela nafas dan melangkahkan kakiku menuju restoran terdekat. Ku dudukkan badanku di tempat yang sedikit gelap dan terpojok sehingga orang-orang tidak mudah menemukanku. Walau tetap saja, seorang waitress datang menemuiku menanyai pesananku.

Lemon tea, “

Waitress tersebut tersenyum dan beralih dari pandanganku. Ku sibakkan rambut coklat-ikal-gantungku tersebut ke belakang pundakku. Beberapa menit kemudian, minuman yang aku pesan telah tersedia di atas mejaku.

Aku mengaduk-aduk isi minuman tersebut tidak tentu arah. Ayolah. Mengapa aku bisa segelisah ini sih? Ini bukan seperti aku mau menyatakan perasaanku pada Hyukjae-oppa! Pasti itu lebih menggelisahkan di bandingkan apa yang aku rasakan sekarang.

“ Sang-ah, kau pasti bisa! Kau pasti bisa meminta maaf kepada Hyoyeon-onnie! Bukankah appa dan eomma sudah mengajarkanmu tata cara sopan santun? “

Aku meneguk lemon teaku berharap kegugupanku segera hilang. Aish! Lemon tea sama sekali tidak membantu! Aku butuh seseorang! Seseorang yang benar-benar mengertiku….

“ Sang-ah! Aigo.. aku mencarimu kemana-mana! “

Aku menatap namja yang tiba-tiba menghadirkan dirinya di hadapanku, “ o..oppaya! Sejak kapan oppa ada disana?! “

“ kau tidak melihat oppa datang kemari? Keterlaluan… “

Donghae-oppa menarik kursi di hadapanku dan mengambil lemon teaku tanpa seperizinanku. Bajunya sudah ganti, tapi rambutnya masih basah.. apakah ia habis mandi?

oppa, kalian sudah selesai? “

Ia mengangguk sembari meletakkan lemon tea yang isinya sisa setengah gelas tersebut, “ Ne, sekitar 15 menit yang lalu mungkin.. “

“ yang lain? Eodisseo? “

“ masih mandi, untunglah aku mandi duluan!, “ ucapnya sembari tersenyum lebar

yeah, yeah, terserah padamu oppa

Kami terdiam sejenak, menikmati hembusan angin laut dan deruan ombak. Donghae-oppa menatapku serius, sembari bertopang dagu.

“ jadi…, “ ia menarik nafas sejenak, “ kau dan Hyukjae, otte? “

“ aku dan siapa? “

“ kau dan Hyukjae-hyung, apa ada perkembangan? “

Aku membuang mukaku jengah, “ tidak akan ada perkembangan jika setiap aku bersamanya selalu ada Hyoyeon-onnie yang menatapku dengan tatapan ingin membunuhku. Oppa! Apa kau tidak kasihan? Yeodongsaengmu ini di terror oleh rekan kerjamu sendiri… “

“ masalah pribadi tidak dapat mempengaruhi masalah pekerjaan. Lalu, bagaimana dengan penyakit yang di derita oleh Hyukjae-hyung? “

“ kian membaik, I guess… “

Donghae-oppa menghela nafasnya panjang dan menatapku sedih. Tidak perlu bertanya apa yang di fikirkannya aku dapat menebak apa yang di fikirkannya. Kuncinya mudah, lihat matanya dan kau akan tau apa yang ia sembuyikan.

mianhaeyo, Sang-ah… “

Aku tertegun. Well, aku tau ia merasa bersalah. Tapi.. aku tidak menyangka ia sampai meminta maaf kepadaku. Untuk apa minta maaf? Bukan salahnya jugakan? Ia hanya menawariku bermain ‘peran’ ini dan aku setuju. Siapa yang salah? Tentu saja aku.

“ untuk apa oppaya? Bukankah sudah ku bilang ini semua juga keputusanku, “

“ andaikan aku tau kau memang menyukai hyungku yang bodoh tersebut, aku tidak akan meminta kau untuk menjalankan peran ini, Sang-ah… “

Aku mengusap kepalanya penuh sayang, “ tapi jika kau tidak melakukan ini aku tidak akan dekat dengannyakan, oppa? “

“ tapi tetap saja, aku minta maaf… “

gwenchanayo, aku sudah terbiasa merasakan sakit seperti ini. So? Sekarang apa yang akan oppa lakukan? “

Donghae-oppa mengedikkan bahunya, “ molla, mau jalan? Sudah lama aku tidak jalan berdua denganmu, nae dongsaengie… “

kkaja! “

Aku meneguk habis lemon teaku sebelum akhirnya menarik tangan Donghae-oppa meninggalkan meja tersebut menuju pantai.

***

“ Sang-ah, jangan lepas tanganku, ok? “

Aku mengangguk dan mengeratkan pegangan tanganku pada Donghae-oppa keras, “ bantu aku oppa.. aku tersiksa… “

Ne! hanya cukup pegang tanganku, “

Aku mengangguk. Donghae-oppa mengajakku untuk mengitari pantai dan aku meminta kepadanya agar ia membantuku melupakan sedikit traumaku.

Air laut.

Sial! Aku sudah kuliah, sudah dewasa, tapi tetap saja dengan air laut aku benar-benar ketakutan! Entah sejak kapan aku takut dengan air laut, yang aku tau, aku sangat membenci air laut sekarang. Membayangkan akan air laut membuat bulu kudukku bergidik ngeri, dan tanpa sadar aku mengeratkan cengkramanku di tangan Donghae-oppa.

Dongsaengie.. aku disini, jangan takut, arachi? “

Aku menunduk, “ mianhaeyo, oppaya… “

gwenchana, “ ia menarik tanganku, “ kkaja! Sebelum gelap.. “

Aku dan Donghae-oppa berjalan menyusuri pantai. Menikmati hembusan angin, mendengarkan deburan ombak pantai.

“ bagaimana keadaan eomma dan appa, ya? Aku merindukan mereka, “

“ mereka baik-baik saja, disanakan ada Donghwa-hyung

“ kau benar, “

Donghae-oppa mengayunkan tanganku ke depan dan kebelakang dan menyanyikan lagu-lagu favoritenya. Aku hanya tersenyum dan menyanyi bersamanya.

oppa! Itu bukannya Hyoyeon-onnie? “

Donghae-oppa medongak, “ kau benar! Apa yang ia lakukan di pantai seperti ini? “

Kami berdua berlari kecil menujunya. Ia terlihat sedang melihat sesuatu di dalam air, sepertinya ia sedang mencari barang.

“ Yeon-ah, waegeuraeyo? Ada masalah? “

Hyoyeon-onnie mendongak dan mukanya… pucat?!

oppa otthokhae??? Kalungku hilang, aku yakin kalungku tadi ku gunakan, tapi sekarang… kalung itu hilang! Otte? Itu kalung dari Eunhyuk-oppa! “

Kalung special rupanya

chamkamman! Aku akan membantumu, tapi yang terlebih penting, hari sudah gelap, bahaya mencari di gelap-gelap, aku akan panggil penjaga pantai dan membantu kita mencarinya, ok? “

Donghae-oppa berlalu meninggalkanku dan Hyoyeon-onnie. Suasana canggung menyelimuti kami berdua. Aish. Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku menarik nafas panjang.

onniemianhaeyo.. tadi.. aku terlalu kasar “

Hyoyeon-onnie tersenyum menatapku, “ gwenchana, aku juga kelewatan “

Aku menangkap perasaan-perasaan aneh saat melihat senyumannya. Ugh! Aku benci suasana seperti ini! Suasana seperti ini membuatku berfikir yang tidak-tidak. Oppappali wa!

“ Hasang-ssi.. maukah kau membantuku mencari kalung tersebut selagi menunggu Donghae-oppa memanggil penjaga pantai? “

Di laut?! Ugh! Hyoyeon-onnie tidak tau aku takut dengan air laut, ya? Iya juga sih, tidak ada yang memberi tahunya. Aku menghela nafas panjang dan mengangguk ragu.

“ tolong cari disana ya! “

Aku menatap arah yang ia tunjuk. Hell! Itu bukannya laut yang amat-sangat dalam?! Well, untuk Hyoyeon-onnie akan ku lakukan. Sebagai permintaan maafku juga.

Perlahan, aku melangkahkan kakiku menuju arah yang di tunjuk olehnya. Kakiku bergemetar dan aku merasakan telapak tanganku bergemetar. Keringat dingin bercucuran di peluhku.

“ Hasang, hwaiting! “

Aku mulai membungkukkan badanku dan menggapai apa saja yang aku anggap dapat di gapai. Semoga aku menemukan kalungnya dan segera keluar dari tempat ini. Semoga kalung itu tepat berada di bawahku. Semoga…

Fikiranku terhenti begitu aku merasakan seseorang mendorongku ke dalam air laut yang dalam tersebut.

BYURR!!!

Dan semuanya… gelap.

 

 

 

 

***

TBC😀

Saengil Chukhahaeyo, Hyoyeon-onnie! Saranghaeyo<3

Btw, fict ini aku hiatuskan lagi ya? Saya fokus sama Let Me Loving You :3

“ Comment = Love “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s