fanfictions

Pepero Confession

Title : Pepero Confession

Main Cast :

–          Lee Hyukjae [as girl]

–          Lee Donghae [as boy]

And another support cast.

Main Pairing : HaeHyuk

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Romance / Gender-switch / AU

Rating : G

Length : One-Shots.

Ideas come because this picture :

 

***

“ Hyukkie, jangan sedih dong… “

Aku memejamkan mataku dan berusaha semaksimal mungkin mengabaikan sahabatku, Sungmin, yang terus berusaha menghiburku. Aku semakin membenamkan kepalaku ke meja sekolahku.

“ Hyukkie, jangan sedih… ok? It’s just stupid game! “

Aku mengintip dari balik lenganku dan mengirimkan death-glare tepat kemata Sungmin, “ Minnie sayang, apa katamu tadi? Stupid game? Minnie! Bagaimana kalau Kyuhyun yang melakukan tersebut? Apa kau masih berani bilang itu hanya secuil game bodoh?! “

ANDWAE! Nae Kyuhyun tidak boleh melakukan itu pada orang lain! “

“ tuh, “

Aku kembali membenamkan wajahku di meja. Hmm? Kenapa Sungmin diam? Tidak biasanya ia diam. Aish. Aku ingin mengintip, tapi aku punya harga diri! Aku yang menyuruhnya diam tapi aku merasa aneh, tidak secepat ini biasanya Sungmin terdiam.

“ tapi…. “

Ah, aku salah! Ia sudah mulai berbicara lagi.

“ aku tidak perlu khawatir, Kyuhyun tidak mungkin selingkuh dariku karena ia benar-benar high over-heels kepadaku. Sementara kau? “

Aku mencibir kesal kearah Sungmin, “ yeah, cintaku bahkan belum terbalas “

“ aww! Suatu saat nanti dia pasti akan tau tentang perasaanmu, “

“ sepertinya tidak akan pernah, Minnie-ah, “ aku menghela nafas panjang, “ apa kau tidak ingat topik yang kita permasalahkan sejak tadi? That stupid game, “

“ sekarang kau yang mengatakan bahwa game itu bodoh, “

Aku memanyunkan bibirku tidak tau harus berbuat apa. Semua kata Sungmin benar, itu hanya game bodoh yang ia lakukan entah untuk apa.

Ah, lambat memperkenalkan diri.

Aku, Lee Hyukjae. Seorang yeoja yang bisa dibilang nerdyinvisibleunfashionable dan seorang yeoja yang berani-beraninya jatuh cinta dengan seorang atlit bola, ketua OSIS, the most wanted boy, Lee Donghae.

Dan masalah yang sejak tadi aku dan temanku Sungmin bicarakan adalah, seorang namja yang aku sukai ini mengadakan sebuah lomba. Entah itu dapat dikatakan lomba atau tidak, tapi menurutku itu adalah sebuah lomba.

barang siapa yang mendapatkan ciuman dari seorang Lee Donghae disaat bermain game ini, maka ialah orang yang sedang Donghae sukai dan secara official langsung menjadi kekasih Lee Donghae

Dan itulah alasan mengapa, semua yeoja yang ada di sekolah ini bergerombol di dalam kelasku. Berlomba mendapatkan ciuman dari seorang Lee Donghae dan menjadi kekasihnya.

“ kau tidak mau ikut, Hyuk? Siapa tau kaulah yang disukai oleh Donghae selama ini “

Aku mencibir pelan, “ mana mungkin! Lihat, seorang Im Yoona saja tidak dapat mendapatkan ciuman dari seorang Lee Donghae. Aku yakin, ia tidak menyukaiku. Tidakkah kau sadar Minnie-ya, aku ini invisible. Tidak ada yang menyadariku. “

“ tapi aku dan Kyuhyun menyadarimu, Hyukkie-ya

“ pft. Terserah, “

Mata bulatku kembali menatap seorang namja yang tengah di kerumuni oleh para yeoja seantreo sekolah. Yeah, saat ini istirahat, dan mereka tengah melakukan game bodoh itu. Memakan sebuah pepero coklat, seorang yeoja di ujung dan Donghae di ujung yang satunya.

Stupid.

“ jangan sedih Hyukkie, “

“ aku tidak sedih, Minnie. Aku hanya takut, jika salah satu dari yeojayeoja cantik itu adalah orang yang disukai oleh Donghae “

“ untuk apa kau takut, Hyukkie sayang? “

Aku menghela nafas panjang-panjang. Terkadang, Sungmin bisa sangat lemot bahkan blo’on! Entah mengapa Kyuhyun bisa menyukainya. Ups!

“ itu membuatku merasa tidak tau diri. Aku tau siapa aku, tapi berani-beraninya menyukai orang seperti Donghae, aku merasa—“

“ kau tidak salah, Hyukjae, “ ujar Kyuhyun entah dari mana dia datang.

Aku menatapnya sekilas sebelum kembali menarik kedua bola mataku menatap namja di depan kelas, “ tentu salahku, Kyuhyun-ah. “

“ bukan kau yang meminta hatimu untuk mencintai Donghae, tapi hatimulah yang memilih Donghae. Kau tidak bisa meminta atau melarang sebuah hati jatuh cinta, “

“ tapi setidaknya aku harus tau diri! Donghae itu—“

“ apa kau percaya kalau orang yang Donghae sukai itu tidak berada di seluruh yeoja cantik yang tengah mengikuti game ini, Hyuk? “

Aku menatap Kyuhyun tidak percaya. Orang yang disukai Donghae tidak mengikuti game ini?! Bagaimana bisa?!!

“ kenapa bisa….? “

“ kemarin, Donghae cerita padaku—donghae dan Kyuhyun adalah seatmate—ia mengatakan bahwa yeoja yang ia sukai sama sekali tidak tertarik mengikuti game ini. Ia bingung haruskah ia terus melanjutkan game ini atau tidak karena menurut dirinya orang yang ia sukai tidak akan pernah mengikuti game ini. “

Sungmin menatap Kyuhyun dengan senyum lebarnya, “ bukankah hanya aku dan Hyukkie saja yang sama sekali tidak bersemangat dengan adanya game ini? Tentu saja Donghae tau aku adalah kekasih Kyunnie, berarti… “

“ TIDAK. Aku tidak percaya dengan apa yang kalian fikirkan! Masih banyak yeoja disekolah ini, siapa tau salah satu diantaranya sama seperti aku dan Sungmin “

Sebuah pepero rasa cokelat disodorkan dihadapanku, “ cobalah, setidaknya ia akan tau perasaanmu walau tidak terbalas sekalipun. Yang terpenting, ia tau kan? “

Aku menatap bungkusan itu dengan ragu, haruskah aku mengambilnya? Bagaimana jika Donghae tidak mau melakukannya? Bagaimana jika Donghae jijik denganku?

game ini untuk semua yeoja, Hyukkie. Ia sendiri yang mengatakannya, jadi ia tidak boleh mengusirmu jika kau ada di antara yeoja-yeoja tersebut “

Aku mencoba menimbang-nimbang keuntungan dan kerugian yang aku dapat jika aku mengikuti game ini. Tidak ada salahnyakan mencoba? Dengan kekuatan besar(?) aku mengambil pepero tersebut dari tangan Kyuhyun.

“ akan aku coba sekali. Jika aku gagal dikesempatan ini, aku tidak akan mencoba untuk kesempatan yang kedua “

***

Setelah di bantu dorongan demi dorongan oleh Kyuhyun dan Sungmin, disinilah aku sekarang. Berdiri di barisan yeoja-yeoja yang ingin melakukan game tersebut. Aku meremas peperoku dengan kuat-kuat.

Yeoja-yeoja tersebut menatapku dengan pandangan aneh, tidak suka, benci, jijik dan semua bercampur menjadi satu. Seakan-akan aku tidak di harapkan berdiri disini. Bahkan tidak jarang, ada seorang yeoja yang menyerobot antrianku sehingga aku tidak beranjak-anjak dari posisiku.

Dibarisan paling terakhir.

Aku menatap jam tangan casio yang melingkari pergelangan tangan kiriku dengan manis, beberapa menit lagi waktu istirahat berakhir. Di depanku masih tersisa beberapa yeoja.

Jika aku gagal dikesempatan kali ini, aku tidak akan mencoba untuk kesempatan yang kedua.

Ya. Jika aku tidak berhasil menyatakan perasaanku di waktu istirahat ini, aku tidak akan mencobanya di lain hari. Itulah janjiku pada Sungmin dan Kyuhyun. Itu berarti, sampai kapanpun Donghae tidak akan tau akan perasaanku, kan?

“ ah, Oppa, mengapa kau tidak membiarkanku menciummu? “

Dengan seketika, kepalaku menoleh ke barisan di hadapanku. Huh? Tidak tersisa siapa-siapa lagi? jadi… habis ini aku?!! Ya Tuhan! Aku belum siap!!

“ tapi sesuai perjanjian, aku tidak akan mencium siapapun jika yeoja itu bukanlah orang yang aku sukai, mianhamnida

“ kalau begitu biar aku saja yang menciummu, oppa… “

“ maaf, tapi aku tidak akan mau melakukannya “

Aku menatap yeoja di hadapanku dan jam tanganku bergantian. Cepat menyingkir dari Donghae!! Atau waktu istirahat akan…

Teng, teng, teng.

…….habis.

Enyahlah sudah harapanku. Dia tidak akan pernah mengetahui perasaanku, sampai kapanpun. Sampai kita lulus. Lulus? Itu 2 bulan lagi! payah.

Aku membalik badanku dengan lemas. Aku menatap pepero yang ada di genggamanku sekilas sebelum membuang pandanganku ke arah lain. Disaat aku hendak meninggalkan tempat tersebut, sebuah tangan mencengkram pergelangan tanganku.

“ temui aku nanti di atap, oke? “

Donghae.

“ untuk apa? Aku sudah tidak berminat mengikuti game ini, “ jawabku berusaha senormal mungkin walau kenyataannya aku berfangirl-ing di dalam.

“ kau tidak berminat lagi? “

Entah salah lihat atau apa, aku melihat segelintir kekecewaan terlintas di matanya. Aku menggelengkan kepalaku perlahan mengenyahkan fikiran anehku. Namun ternyata, gelengan kepalaku dianggap sebagai ‘tidak’ oleh Donghae.

arasseo, kalau kau memang tidak berminat lagi. tapi, aku tetap akan menunggumu di atap sampai kau tiba dan bermain game ini denganku. “

Belum sempat aku menjawab perkataannya, ia sudah berlalu dari pandanganku begitu saja. Apa katanya tadi? Ia akan menungguku? Untuk apa menunggu nerdy sepertiku?

Dan lagi-lagi, aku mengenyahkan fikiran aneh yang berada di otakku. Demi seluruh Tuhan dan Dewa-DewiNya, tidak mungkin seorang Lee Donghae menyukaiku.

Lee Hyukjae.

***

“ kau yakin tidak mau menemuinya, Hyukkie? “

Aku menggeleng sambil tersenyum lemas, “ tidak, aku rasa tidak perlu. Aku sudah tau apa jawaban untuk pernyataanku “

“ tapi kau belum menyatakannya, Hyuk-ah

“ tapi jam istirahat berakhir menyatakan bahwa aku di tolak, “ aku menyerahkan kotak pepero tersebut ke arah Kyuhyun, “ ambillah dan bermainlah dengan Sungmin. Itu menyenangkan, sepertinya. “

“ Hyukkie…. “

“ baiklah, aku pulang semua. Annyeong Kyu, annyeong Minnie! “

Aku berlari meninggalkan Kyuhyun dan sungmin. Hatiku menyuruhku untuk kembali dan menemui Donghae, tapi logikaku mengatakan aku harus meninggalkan Donghae.

Donghae tidak pernah menyukaiku.

Sadar diri Hyukjae! Itu fakta, Donghae tidak akan pernah menyukaimu seperti kau yang menyukai Donghae. Kau dan dia bagai langit dan bumi. Tidak akan pernah bersatu.

Sebuah air mata jatuh dari ujung mataku, “ pabo. Untuk apa menangis? Tidak ada gunanya, kau menangis sebulan ataupun setahun, Donghae tidak akan pernah menjadi milikmu! “

Namun tetap saja, sebuah air mata jatuh dari ujung mataku.

***

Aku menatap jam di meja belajarku dengan gelisah. Sudah hampir pukul setengah 9! Empat jam berlalu sejak pulang sekolah.

Aku tetap akan menunggumu di atap sampai kau tiba dan bermain game ini denganku.

Benarkah ia tetap menunggu? Empat jam lamanya untuk orang sepertiku? Tidak mungkin! Ia tidak mungkin menungguku! Ditambah diluar salju turun menghiasi malam ini. Yeah, bulan sudah berganti dan akan turun salju.

Ia menungguku di atap, ia bisa mati kedinginan mengingat seragam sekolahku benar-benar tipis. Ya Tuhan! Apa benar ia menungguku? Andwae. Jangan sampai!

Tanpa aku sadari, badanku bergerak dengan sendirinya. Serta kakiku membawaku berlari menuju sekolahku. Tak luput sebuah jaket tersampir di pundakku.

Donghae….

***

Mataku berkeliling mencari tangga terdekat yang mampu membawaku ke atap. Yeah, beberapa tangga telah di kunci penjaga sekolah untuk mengantisipasi pencuri masuk ke dalam sekolah dan mencuri data-data penting.

Keraguan mulai menyelimuti hatiku, benarkah Donghae menungguku? Di waktu selarut ini? Pasti ia sudah pulang. Tapi, ia tadi bilang akan menungguku sampai aku datang, kan? Tapi… siapa aku? tidak mungkin ia rela menungguku selama empat jam lebih dibawah hujan salju! Ia pasti sudah pulang.

Akhirnya setelah memutar beberapa kali aku berhasil sampai di atap. Sepi. Aku memegang kenop pintu dihadapanku.

Haruskah aku membukanya? Bagaimana kalau ternyata Donghae tidak ada di dalam? Bagaimana kalau ternyata ia tidak menungguku? Atau lebih parah, bagaimana kalau ternyata tadi Donghae menungguku namun meninggalkanku karena aku tidak kunjung datang?

Bermacam-macam fikiran buruk hadir di dalam otakku. Aish! Kalau aku tetap berdiri disini tanpa melakukan apapun itu tidak akan menjawab pertanyaanku! Dengan keberanian aku memutar kenop pintu di hadapanku.

Ku langkahkan kakiku perlahan-lahan, “….Donghae? “

Tidak ada, sepi. Berarti Donghae sudah meninggalkanku? Meninggalkan tempat ini? Fikiranku terpotong begitu merasakan lengan-dingin-seseorang melingkari leherku erat.

“ aku kira kau tidak akan pernah datang, syukurlah… kau datang… “

Aku membalik badanku dan menatap orang tersebut kaget, “ DONGHAE?!! Ya Tuhan! Sejak tadi kau disini?! “

“ tentu saja, dimana lagi, “ ujarnya lemas tapi tetap tersenyum lebar.

Hatiku menghangat mendengar kalimatnya. Ia menunggku disini, dibawah hujan salju, selama empat jam, hanya untukku yang bukan siapa-siapanya. Secara tanpa sadar tanganku terulur menuju kedua pipinya, dingin.

Ya! Tidak seharusnya kau menungguku selama empat jam lamanya! Kita masih bisa bermain game tersebut esok hari, kan?! “

Donghae mendongakkan kepalanya perlahan dan matanya menatapku sayu, “ tapi kau yang bilang kau tidak tertarik untuk bermain ini lagi, jadi aku kira… ini satu-satunya cara agar kau bisa memainkan game ini.. “

“ baiklah ayo bermain setelah itu pulang, arra? Aku tidak ingin kau sakit dan aku menjadi korban para fansmu itu jika tau akulah yang menyebabkanmu sakit “

Ia hanya tersenyum lebar dan tidak menjawab apa-apa. Aku melepaskan tanganku dari kedua pipinya dan turun ke kantongku mencari pepero yang di berikan oleh Kyuhyun.

Tunggu,

…..Kyuhyun?

OHMYGOD!! Aku sudah mengembalikannya pada Kyuhyun!! Aku tidak mempunyai pepero sebijipun! Aish! Otte? Kalau begini, penantian Donghae sia-sia dong?

“ Donghae-ssi, aku rasa bermainnya besok saja, ya? Aku lupa membawa pepe—“

Sebuah kotak pepero rasa strawberry di sodorkan ke arahku. Aku menatap Donghae yang tengah tersenyum dengan lebarnya.

“ aku tau kau pasti akan meninggalkannya, jadi aku tadi membelinya dan memilih rasa yang kau sukai, kau suka strawberry, kan? “

Ia membuka bungkusannya dan mulai meletakkan pepero tersebut di dalam mulutnya. Aku menatapnya ragu-ragu, namun anggukan kepala dari Donghae mampu membuatku untuk meletakkan bibirku di ujung yang satunya.

Detik demi detik berlalu dan kini tersisa beberapa inchi sebelum bibir kami bertemu. Aku terdiam di tempatku tidak tau harus berbuat apa, sementara Donghae terus saja memakannya tanpa beban.

Donghae menatapku sekilas sebelum melanjutkan acara makan-memakannya hingga akhirnya, aku merasakan sesuatu yang lembut dan manis di atas bibirku.

Bibir Donghae.

OHMYGOD! OHMYGOD! OHMYGOD!!!!

Ia menciumku, itu berarti… aku yeoja yang ia sukai dan artinya.. aku sudah official menjadi kekasihnya?!! Andwae!!! Hatiku belum siap!!

Menyadari aku tidak bergerak sedikitpun, Donghae menarik kepalanya dariku dan menggenggam kedua tanganku lembut. Aku merasa tanganku menghangat di dalam genggamannya.

saranghaeyo, jeongmal…

“ aku—“

“ aku tidak menerima jawaban tidak sebagai jawabanmu, mau tidak mau, terpaksa tidak terpaksa kau harus mau menjadi kekasihku! “

Aku menatapnya tidak percaya, “ Ya! Bagaimana kalau aku tidak menyukaimu?! Masa aku harus tetap menjadi pacarmu walau aku tidak menyukaimu?! “

“ tapi faktanya kau menyukaiku “

“ sok tau! Tau darimana kalau aku menyukaimu? “

“ dari kalimatmu, “ ia tersenyum dan mengecup bibirku sekilas, “ kau yang bilang bagaimana kalau, itu artinya kau juga menyukaiku, pabo. “

Aku merasakan wajahku memerah dengan kata-katanya dan juga tingkah lakunya terhadapku. Ini terlalu cepat, aku tidak mempersiapkan hal ini!

“ ku kira perasaanku tidak akan pernah terbalas olehmu, “

“ karena itukah kau mengadakan game ini? “

ne, “ ia memelukku erat dan menyandarkan dagunya di puncak kepalaku, “ rencananya aku mau menunjukkan ke semua orang bahwa kau adalah milikku dengan game ini di depan kelas. Tapi melihat tingkah laku yeoja tadi aku takut kalau mereka melukaimu “

Ku rasakan ia menghela nafasnya panjang, “ aku kira kau tidak mempunyai perasaan yang sama denganku karena kau sama sekali tidak menaruh perhatian dengan game ini. “

“ aku diam bukan berarti tidak menaruh perhatian, bodoh! Tentu aku memperhatikan game ini sepanjang masa “

“ lalu kenapa kau tidak mengikuti? Untung aku menyuruh Kyuhyun memaksamu agar kau ikut, dan akhirnya kau benar-benar ikut, kan? “

Aku menarik diriku dari pelukan Donghae dan menatap kedua mata Donghae lembut, “ aku tau diri Donghae. Aku bukan siapa-siapa, bukan sepertimu. Semua orang tidak menyadari kehadiranku, tidak sepertimu. Aku tau diri sehingga aku memutuskan untuk tidak mengikuti game ini, “

Donghae menaupkan kedua tangannya dipipiku dan mengusap-usapnya lembut dengan ibu jarinya, “ who will not notice you, Lee Hyukjae? Dengan kecantikanmu, kepintaranmu, semua menyadari kehadiranmu “

“ aku tidak cantik, Donghae “

you are, Hyukjae. Kau mempunyai dua pasang mata coklat pekat namun lembut, bibir merah dan manis, “ ujarnya sambil mengecupku sekilas, “ sebuah hidung yang kontras dengan wajahmu, jawline yang sempurna, rambut lembut-coklat-bergelombang, serta kulit putihmu seperti seorang snow white. Siapa yang tidak akan menyadari adanya dirimu, Hyukkie? “

Hyukkie? Hatiku menghangat mendengarnya. Ia mengamatiku sampai sebegitu rupanya? Bahkan, Kyuhyun dan Sungmin tidak pernah memujiku sebegitu rupanya. yeah, mereka hanya memuji aku manis tapi… tidak seindah ini.

you’re mine, Lee Hyukjae “

Dengan keberanian yang kupunya, aku melingkarkan lenganku di leher Donghae dan membalas senyuman serta tatapannya dengan penuh cinta.

like I have another choice, Donghae. “

Ia tersenyum lembut sebelum mendaratkan bibirnya diatas bibirku lembut. Menyapukan kalimat ‘saranghae’ diatasnya. Salju yang turun membasahi tubuhku dan tubuhnya tidak kami hiraukan. Yang ku fikirkan hanyalah,

Aku.

Dia.

Dan cinta kami.

 

 

 

 

The End.

YUHU! YAY FOR HAEHYUK<3 THIS DEDICATED FOR Lidyaatrueelf^^; inkismelf; yeojamee; uchy6hanseera9; chacakpoploverz; ines; ipit—the most.

I MISS YOU GUYS WHERE R UUUUUUU? DON’T U MISS MEEEEEEH *POUTS* NO MATTER WHAT WILL HAPPEN I’LL WAIT FOR YOU GUYS<3 *CIUM-KECUP-BASAH*

“ Comment = Kiss “

17 thoughts on “Pepero Confession

  1. Kyaa daebak😀
    aku suka sukaa ceritanyaa :* #cipokumin (eh?)

    autis lovenya d smbung gni aja,pas donghae d ajak main ama hyuk kerumahnya ortunya hyukkie pulang n g mmprdulikan mrka,trus hyuk nangis ke donge :p *cuma ide abalabal* /abaikan

    lanjud trus ya ff eunhaenyaa🙂

  2. Oh, haehyuk manis bgt. Ah, hae perhatian bgt sama calon istrinya. Hae buta kalo nggak nyadar keindahan hyukkie….
    HAEHYUK IS MY FAVE COUPLE!!!
    Love this fic and the author so much…
    Wait for the next haehyuk…

  3. cute, kawaii~ so sweet😄 aaaaawww ENVYYY!!!! SUMPAAAH PANASSS PANASSS =___= hooooooy kerennyaa😄 sukasukasuka EUNHAE THE BEST!!! yoyoy😄 haha

  4. Chingu aku suka fic ini. Ternyata memang hae itu hanya milik hyuk dan begitu pula sebaliknya. Keren! Aku suka. Gomawo sudah bikin haehyuk sekeren ini

  5. Hihihihi *ketawa setan* #plakk *gigit bantal* *senyum-senyum sendiri*

    Kyaaa!!! Chinguyaa?? Dedicated for me?? Makasihhh *kecup balik*😄

    Hae-nya co cweetttt X)))
    Rela nongkrongin tuh atap sekolah demi Eunhyuk..

    Cinta Eunhyuk terbalas.. Yeyyyyy!!!!!!🙂

    Pokoknya daebak deh *15 jempol buat chingu* *pinjem punya oppadeul SJ*

    Ditunggu ff HaeHyuk yang lain yaa??😀

  6. Kyaaa~
    peperoo eunhae,,
    i also love this pic so muuchh >,,< cadangan'y kian menipis,, hhuuu~

    ahhh~
    kangen saengie,,
    *bighuggg

  7. Koq komen’y kpotong?? O.o??
    Kyaaa~
    peperoo eunhae,,
    i also love this pic so muuchh >,,< cadangan'y kian menipis,, hhuuu~
    ahhh~
    kangen saengie,,
    *bighuggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s