fanfictions

[FF 2011/2012] Missing

Title : [FF 2011/2012] Missing

Main Cast :

–          Lee Hyukjae

–          Lee Donghae

And another support cast.

Pairing : onesided!HaeHyuk | YoonHae

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Angst / Yaoi / AU

Rating : G

Length : One-shots.

***

Hyukjae’s POV

Aku memainkan pasir dengan ujung sepatku. Yeah, hari ini, aku akan menyatakan perasaanku pada sahabatku. Aku menatap jam tanganku sebelum kembali memainkan pasir-pasir tersebut. Aish! Aku nervous!

Tapi, mau apalagi. Hanya ini satu-satunya cara untuk menghentikan harapan-harapan yang terbangun begitu saja. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah aku harus berhenti atau tetap berlanjut mencintainya. Dan satu-satunya cara agar aku tau, keputusan apakah yang harus ku ambil.

Aku kembali melirik jam tanganku, aish! Ini sudah lebih dari setengah jam aku menunggunya! Dimana dirinya?! tidak biasanya ia pulang selama ini!! Otte?

“ Hyukkie!, “ aku segera mendongak begitu mendengar suara orang yang ku tunggu sedari tadi, “ Hyukkie! Mianhae aku telat!! Mianhaeyo, mianhaeyo Hyukkie-ah! “

Orang tersebut berlari secepat mungkin ke arahku. Sesampai ia dihadapanku, ia menarik nafas panjang-panjang sebelum menatapku memelas. Aku hanya menatapnya tidak mengucapkan sepatah katapun.

“ Hyukkie, mianhaeyo, tadi.. ada keperluan penting yang tidak bisa aku tinggalkan! Mianhae, lalu? Apa yang ingin kau katakan? Tidak biasanya kau mengajakku berbicara empat mata, dimana Sungmin? “

Entah mengapa, aku merasakan firasat-firasat tidak enak begitu melihat wajah bahagia yang terpancar dengan jelas di wajah Donghae. Yeah, ia memang selalu bahagia, tapi kali ini… terlalu bahagia.

“ tadi… apa yang terjadi Hae-ah sampai kau meninggalkanku setengah jam lamanya? “

Ia menatapku sebelum tersenyum lebar—amat lebar, “ kau tau, ini seperti hadiah natal terhebat yang pernah aku dapatkan! “

“ tapi natal sudah lewat, Hae-ah

“ tidak peduli, kemarin disaat natal aku memohon ini dan hari ini permohonanku terkabul. Itu masih bisa dihitung sebagai hadiah natal bukan? “

“ oke. Itu hadiahmu, lalu? Apa hadiahnya? “

“ kau tau, Im Yoona? Yeoja tercantik se-antreo sekolah?, “ ia menatapku antusias sebelum melanjutkan kalimatnya, “ beberapa menit yang lalu, ia menembakku! Aku tidak tau bahwa selama ini ia menyukaiku!! “

Trek

Aku seperti mendengar suara barang pecah menjadi berkeping-keping. Apakah itu suara hatiku pecah? Sepertinya. Tidak ada barang pecah belah selain hatiku disekitarku dan Donghae saat ini.

“ ka—kau menerimanya? “

mwo? Ya Tuhan Hyukkie!, “ ia menatapku kaget, “ tidakkah kau tau selama tiga tahun ini aku hanya dapat mengaguminya dari jauh? “

“ jadi.. kau… kalian… “

Ne, kami berpacaran Hyukkie-ya! “

Oke…ini…bukan kabar bagus!

Sahabatku, orang yang aku sukai, orang yang aku cintai sejak dulu, berpacaran dengan seorang yeoja tercantik seantreo sekolah. Sedangkan aku? aku hanya sahabatnya, terlebih lagi aku seorang namja. Itu berarti.. Donghae tidak pernah menatapku selain sebagai sahabatnya, kan?

“ Ohya, Hyukkie. Tadi kau ingin mengatakan apa padaku? “

Aku menatap Donghae dengan pandangan bimbang. Haruskah aku mengucapkan bahwa aku mencintainya? Tapi, untuk apa? Aku tau jawabanku. Aku tau ia pasti menolakku.

“ Hyukkie? “

Aku segera tersadar dari lamunanku dan menatapnya gugup, “ erh, itu.. tadi.. aniyo, tidak ada. Sebuah urusan tidak penting “

“ Oh. “

“ ayo pulang sekarang, sepertinya eomma bisa khawatir jika ia menungguku terlalu lama “

Aku berjalan mendahulu Donghae dan tidak menunggu keputusannya apakah ia mau pulang sekarang atau tidak. Aku tersenyum pahit. Itu berarti, keputusan yang harus ku ambil adalah iya, eh?

***

“ Hyukkie-ah! Syukurlah kau pulang juga, sayang! Eomma khawatir kenapa kau tidak pulang-pulang padahal Sungmin sudah pulang sedari tadi! “

Eomma langsung memelukku erat. Sepertinya eomma benar-benar khawatir. Well, aku sama sekali tidak memberikan kabar bahwa hari ini aku akan pulang terlambat, tentu saja eomma khawatir.

“ ah, mianhae eomma, tadi aku menunggu Donghae untuk beberapa menit dia ada urusan mendadak “

“ berbicara soal Donghae, “ eomma menatapku serba salah, “ apa keputusanmu sayang? “

“ aku rasa keputusanku iya, eomma. Aku ikut eomma dan appa ke Paris, serta melanjutkan studyku disana “

“ kau yakin? Donghae? Kau rela meninggalkannya? “

Aku tersenyum pahit, “ dia sudah punya penjaga, eomma. Aku yakin ia akan baik-baik saja “

“ kau sendiri? Apakah kau akan baik-baik saja sayang?, “ eomma mengusap rambutku lembut, “ eomma akan membiarkanmu tinggal disini, jujur saja pada eomma

aniyo. Aku tidak apa-apa eomma. Selama Donghae tidak apa-apa, aku juga tidak akan apa-apa, aku akan baik-baik saja “

Donghae’s POV

Aku terbangun dengan senyuman terpampang dengan indah di wajahku. Sudah seminggu lebih aku menjadi kekasih seorang Im Yoona. Pujaan hatiku selama ini.

Tapi….

Walaupun ada Yoona disampingku, aku merasa kosong. Well, selama seminggu aku tidak pernah bertemu dengan Hyukjae setelah kejadian itu. Apakah Hyukjae marah denganku? Lagipula, aku masih penasaran dengan apa yang ingin ia sampaikan padaku seminggu yang lalu.

Mungkin lebih baik aku berangkat bersamanya saja hari ini. Sudah lama aku tidak berangkat bersama dengan sahabatku!

***

MWO?! Hyukkie dan keluarganya… pergi?! “

Ahjumma yang berdiri dihadapanku mengangguk pelan, “ mereka pergi sekitar tiga atau empat hari yang lalu. Kau siapa dari keluarga Lee? “

“ aku sahabat anak lelaki mereka, “

“ kau Lee Donghae? “

“ eh…? N—ne, “

chamkamman! “

Ahjumma tersebut berlari kedalam rumahnya meninggalkanku terpekur di depan pintu rumah Hyukkie. Hyukkie… ia kemana? Kenapa ia sama sekali tidak memberitahuku tentang kepergiannya? Apakah ia tidak menganggapku sahabatnya?

“ nah, ini dia. Anak lelakinya, kalau tidak salah namanya Lee Hyukjae. Berpesan tolong serahkan surat ini pada seorang yang bernama Lee Donghae. Aku tidak mengerti kenapa jaman sekarang masih menggunakan surat kalau ternyata ada sms! “

Sms? Hyukjae bahkan sama sekali tidak ada meng-smsku setelah kejadian seminggu yang lalu. Apa ia marah hanya karena aku membuatnya menunggu terlalu lama?

Tunggu.

Apa hal ini yang ingin disampaikan oleh Hyukjae seminggu yang lalu? Kalau iya, mengapa ia menganggap hal ini tidak penting? Pabo! Tentu ini suatu hal yang sangat penting! Aku membungkuk hormat ke arah ahjumma tersebut sebelum meninggalkan tempat tersebut.

Jadi, mulai sekarang.. tidak ada yang namanya Lee Hyukjae di kehidupanku, eh?

***

Aku meletakkan tasku di mejaku dan membuka surat yang di berikan ahjumma tersebut padaku. Aku menatap surat tersebut meragu. Haruskah aku membacanya? Aku takut. Entah apa yang aku takutkan tapi aku benar-benar takut. Dengan tangan bergetar, aku memutuskan untuk membaca surat tersebut.

Dear Donghae,

Mengejutkan bukan? Mungkin disaat kau membaca surat ini aku benar-benar tidak ada disampingmu lagi. bahkan mungkin aku sudah keluar dari Korea, benarkan? Haha.

Mianhae. Aku tau ini terlalu terburu-buru, aku sendiripun kaget dengan keputusan yang aku ambil, tapi aku rasa..terlalu egois jika aku memohon untuk tetap tinggal di Seoul. Saat ini, aku berada di suatu kota yang amat-amat-amat jauh dari Seoul. Suatu tempat yang tidak pernah terbayang di benakku aku akan menginjakkan kakiku di sana, apalagi jauh darimu.

Kau tau?

Berat. Berat untuk meninggalkan Seoul. Meninggalkan Sungminnie, the hyper bunny I ever met. Susah untuk hidup tanpa mendengar suaranya walaupun untuk sedetik. Meninggalkan Kyuhyun, the psp maniac. Aku tau walaupun ia terkadang bisa menjadi pain in ass, tapi itulah dia yang aku kenal. Seorang Kyuhyun yang baik hati dan perhatian yang pernah aku kenal.

Terlebih lagi,

Meninggalkanmu Donghae. Meninggalkan seorang Lee Donghae adalah keputusan terberat yang pernah aku buat seumur hidupku. Meninggalkan sahabatku, kakakku, tangan kananku, cintaku. Tapi aku yakin, kau akan baik-baik saja tanpa diriku. Benar, kan? Ada seorang Im Yoona disampingmu tidak seperti diriku yang tidak mempunyai siapapun saat ini.

Aku hanya memiliki keluargaku yang akan memberikanku kasih sayang dikala aku merindukanmu, sedangkan dirimu? Kau bisa memeluk Sungmin, Kyuhyun bahkan Yoona jika kau membutuhkan kasih sayang mereka.

Ku mohon, kau baik-baik saja dengan Yoona, ya? Karena, jika aku mendengar kabar kau putus dengan Yoona berarti kepergianku kemari semua sia-sia. Bukan berarti aku ingin menyalahkanmu atas hal ini, tapi tetap saja aku yang paling salah disini.

Kau ingat disaat aku mengatakan ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu, Donghae? Saat itu, aku sedang menuggumu untuk menyatakan perasaanku padamu. Tapi semua berubah berantakan menjadi sesuatu yang tidak pernah aku duga. Ternyata, Yoona mendahuluiku. Dan seperti yang aku duga, kau pasti menerimanya.

Saranghaeyo, Lee Donghae.

Itulah yang ingin ku katakan padamu saat itu. Tapi aku memutuskan untuk tidak mengatakannya karena aku tau apa jawabanmu, pasti penolakan. Aku tidak ingin merusak senyuman indahmu saat itu hanya karena pernyataanku. Aku sadar diri, Yoona, dia jauh dariku dan kau pantas mendapatkannya.

Karena itulah aku melarikan diri darimu. Childish memang. Tapi hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa menyembuhkan sakit hati dari hatiku daripada aku bertahan di Korea melihat aksi mesramu bersama dengan Yoona.

Taukah dirimu, andai saja diwaktu itu kau menolak Yoona. Mungkin saat ini, aku masih berada di sampingmu. Masih tersenyum, tertawa dan menangis bersamamu. Tidak ada farewell. Tidak ada perpisahan diantara kita. Tapi, aku tidak menyesal kau menerima Yoona. Selama itu membuatmu tersenyum, aku juga akan tersenyum.

Lee Donghae. Aku yakin kita akan bertemu lagi, entah kapan. Nanti, esok, tahun depan, atau puluhan tahun mendatang. Kita pasti akan bertemu lagi. dan aku akan memastikan, bahwa aku berhenti mencintaimu.

Sekali lagi, saranghaeyo, Lee Donghae.

Be happy,

Your secret admirer,

Lee Hyukjae.

Surat tersebut terjatuh begitu saja dari tanganku. Jadi itukah apa yang ingin Hyukjae katakan padaku seminggu yang lalu? Jadi itukah penyebab kepergiannya Hyukjae dari sampingku? Aku merasakan hatiku teremas mengingat kalimat terakhir yang tertera disurat Hyukjae.

dan aku akan memastikan, bahwa aku berhenti mencintaimu.

Jangan. Jangan berhenti mencintaiku Hyukjae. Ku mohon.. jangan berhenti mencintaiku! Aku membutuhkanmu, aku butuh cintamu.

Aku yakin Hyukjae tidak akan pernah mendengarnya. Aku menatap surat Hyukjae dengan pandangan kosong bahkan tidak menyadari bahwa sebuah air mata mengalir dari ujung mataku. Dengan susah payah, aku mengambil pulpen dan menulis beberapa kalimat di bawah lembar kosong di surat Hyukjae.

Goodbye Hyukjae, if we meet again, please give me a chance. Give me one chance so I can return your feeling. I don’t know how this can happen, but…

I love you too, Hyukjae. Please wait for me.

 

 

 

 

 

,

The End<3

Once again… angst!eunhae… sorry….

13 thoughts on “[FF 2011/2012] Missing

  1. to be honest.. i don’t really like yoonhae couple.. well, actually i hate them *don’t bash me yoonhae shipper~ the only couple i like is EUNHAE \(^o^)/~
    oke, berenti sok bule.. keren banget eon😄 its very COOL~ *bule lg* hhehe..
    ini pertama kalinya aku comment ff eon~ cause, selama ini aku silent reader *plak
    i love all of your fict eon~ keep making it {} fighting~

  2. Jangan YoonHae~ Kumohon~ TT3TT
    ppabo Lee Donghae!! #ditimpukELFish
    nyesek euyy~
    Hyukkie jgn berhenti mencintai donghae yah🙂 demi aku.. #bletakk
    gpp deh angst skali2, kan lumayan bwt olahraga airmata XDD

  3. Dikira ini chapter/countinue fanfic? Eh! Ternyata ngga…

    Ya! Eunhyuk-ah! Jangan hilangkan perasaanmu pada Donghae!

    Donghae juga! Kamu paboooo!!!! Kenapa menerima Yoona? Aku benci kamuu! *ditabok ELFishy*

    Kapan2 buat angst lagi ya😄

  4. sequel ~~~~~

    sumpah keren banget thor
    same nangis nih bacanya T.T

    ditunggu ff berikutnya🙂

  5. Eeeh gilakㅠㅠ dalemㅠㅠ..
    Mening nanti biat angst,tapi happy ending xD gak maksa sihㅜㅜ neomu johaaaa!^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s