fanfictions

Te Amo

Title : Te Amo #Happy27thSungmin

Main Cast :

–          Lee Sungmin

–          Cho Kyuhyun

And another support cast.

Main Pairing : KyuMin

Author : Nashelf Hafizhah Wanda

Genre : Slight!Angst / Yaoi / AU

Rating : G

Length : One-shots.

***

I love you, Min ”

Aku tidak ingat kapan terakhir kalinya kau mengucapkan tiga kata sakti tersebut kepadaku. Sudah lima bulan berlalu sejak pernikahan kita. Sebulan pertama semua terasa indah. Namun di bulan kedua, neraka mulai mendatangiku.

Kau mendadak berubah. Berubah 180 derajat dari seorang Cho Kyuhyun yang ku kenal. Ya, kau memang masih mencium, memeluk dan menunjukkan perhatianmu. Tapi semua hanya sebatas itu, tidak pernah ku rasakan ‘cinta‘ diatasnya. Seumpama makanan tanpa garam. Semua yang kau lakukan tidak berasa apapun untukku.

Aku menatap foto pernikahan kita yang terpajang dengan anggun di meja sebelah tempat tidur kita. Disana, senyum kita sangat lebar. Kebahagiaan yang amat sangat terpancar dari muka kita berdua.

Babo kyu, ” gumamku sembari mengetuk-ketuk wajah Kyuhyun dalam foto tersebut dengan kesal.

Siapa yang menyangka, setelah 10 tahun berpacaran dan 5 bulan pernikahan semua kisah kasih kita berakhir menjadi seperti ini. Tidak ada kalimat-kalimat manis, tidak ada senyum-seringai yang selalu terpampang di wajahmu, tidak ada aura kebahagiaan diantara kita.

Hanya ada aura dingin, wajah datarmu, kalimat-kalimat seperlunya seperti ‘good morning‘, ‘terima kasih makanannya‘ dan ‘aku pulang‘. Aku bahkan bisa menghitung setiap kalimat yang terjadi di antara kita setiap harinya.

” Aku pulang. ”

Aku segera mengembalikan frame foto yang masih tergenggam di tanganku kembali ke tempatnya. Aku turun dari tempat tidur dan melangkah ke ruang tamu. Senyumku entah mengapa mengembang begitu melihatmu pulas di sofa ruang tamu.

Aku melangkahkan kakiku secara perlahan—takut bunyi sepelan apapun mampu membangunkanmu—ke arahmu. Namun, suatu yang tanpa sengaja tercium di hidungku membuatku terhenti. Bau soju. Perlahan, aku mendekatkan hidungku mendekat kemulut Kyuhyun. Dan benar saja bau soju tersebut semakin terasa pekat.

” Kyu, ” aku mengguncangkan bahunya perlahan, ” Kyu.. Ireona! ”

“….ngh…, ”

” Kyu? JebalIreonada! ”

Ia hanya menggumam tidak jelas kemudian kembali tidur di sofa tersebut dengan kedua lengan tidak-terlalu-kekarnya menutupi matanya. Aku mengigit bibir bawahku kuat-kuat.

Well, Kyuhyun dan aku memang suka minum soju dulu. Tapi setelah kami menikah, kami membuat komitmen tidak akan pernah meminum soju karena itu tidak baik untuk kesehatan. Dan sekarang, Kyuhyun minum soju?? Dimana? Sendirian kah? Berbagai pertanyaan berkeliaran di otakku namun tidak ada satu dari semua pertanyaanku terjawab.

Jeongmal babo saram! ”

Aku memukuli lengannya perlahan takut membangunkannya. Perlahan-lahan aku membuka dua kancing bajunya agar ia bisa bernafas dengan nyaman, melepas kaus kakinya, membenarkan posisi tidurnya dan menyelimutinya dengan selimut—yang baru saja ku ambil.

Aku melangkah dengan lemas menuju kamarku dan Kyuhyun. Setelah lima bulan lamanya menikah, ini pertama kalinya aku dan Kyuhyun tidur pisah kamar. Sedingin-dinginnya Kyuhyun kepadaku tapi ini yang terdingin.

***

” Jadi, Kyuhyun-hyung masih belum berubah juga, Minnie-hyung? ”

Aku mengangguk dan menundukkan kepalaku, ” aku tidak tau lagi harus berbuat apa Wookie.. Tadi malam, ia bahkan meminum soju! Padahal kita punya komitmen tidak akan pernah meminum soju lagi… Otte? ”

Ryeowook menghela nafas sebelum meletakkan tangannya diatas punggung tanganku. Ia mengusap-usapnya pelan sebelum menggenggamnya lembut. Dan aku baru menyadari, sudah lama Kyu tidak menggenggam tanganku seperti apa yang Ryeowook lakukan.

” Yang tabah, hyung. Kau taukan ada aku dan yang lain disini jika kau merasa… tidak tahan lagi, ”

Ne, ” aku tersenyum kecil ke arahnya, ” gomawo Wookie-ah. Dan katakan pada yang lain aku juga berterima kasih pada mereka ”

” Itulah gunanya teman, hyung. Kita tidak butuh kalimat terima kasih, we do care for you

Ne, arasseoyo

Aku dan Ryeowook bercakap-cakap sebentar sembari menyantap pesanan yang kami pesan beberapa menit lalu. Disaat aku tengah menyantap kimchi-ku dengan santai tiba-tiba, Ryeowook menjatuhkan sumpitnya.

Waeyo, Ryeowookie? ”

” Kyuhyun-hyung… ”

Aku segera menoleh ke arah mata Ryeowook melihat. Dan sama seperti Ryeowook, akupun menjatuhkan sumpitku begitu melihat pemandangan dihadapanku. Kyuhyun bersama 4 orang temannya dan… ada 5 orang yeoja bersama mereka. Lengan Kyuhyun melingkari salah satu bahu yeoja dan ke-4 yeoja lainnya berlaku sama dengan 4 namja lainnya. Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat.

Jadi inikah alasannya mengapa sikap Kyuhyun berubah akhir-akhir ini?

Hyung, kita keluar saja ya? ”

Aku menatap Ryeowook tanpa semangat. Keluar? Tentu aku ingin keluar! Tapi..jika aku keluar, siapa yang bisa menjamin kalau Kyuhyun tidak akan berbuat apa-apa? Bagaimana kalau—

” OMO hyung! Uljimaya~ ”

Ryeowook memposisikan badannya disampingku dan menghapus air mata yang entah kapan dan bagaimana bisa keluar dari ujung mataku. Aku tersenyum pahit ke arah Ryeowook dan mengatakan aku baik-baik saja.

” Kita keluar. ”

Ryeowook langsung menarik tanganku keluar meninggalkan tempat tersebut. Tapi sial, tempat duduk Kyuhyun berdekatan dengan pintu keluar! Mau tak mau aku harus melewatinya, huh? Aish. Aku menundukkan kepalaku begitu langkah kami mendekati mejanya. Namun percuma, Kyuhyun melihatku.

” Minnie! ”

Aku menghentikan langkahku begitu juga Ryeowook yang terikut berhenti bersamaku. Ia menatapku dan Kyuhyun bergantian.

” Kau mau bicara dengannya? ”

Ne, ” aku melepaskan genggamannya perlahan, ” chamkammanyo

Aku membalik badanku dan berjalan menuju Kyuhyun yang terdiam di tempatnya. Aku menatap mata Kyuhyun tajam. Dan disinilah aku sekarang, berdiri dihadapannya dan teman-temannya—yang terdiam memandangi kami berdua bergantian.

” Kyuhyun-ssi, annyeong, ” aku tersenyum dan membungkuk ke arahnya, ” emm, mungkin ini pertemuan terakhir kita. Jadi, kau tidak perlu bersembunyi lagi Kyuhyun-ssi. Kau bebas sekarang, cheongsanghamnida merepotkanmu selama lima bulan terakhir ini.. Gomawo, Kyuhyun-ssi

Dengan senyuman terakhir aku segera meninggalkan tempat tersebut. Ku gandeng tangan Ryeowook dan menariknya keluar dari tempat tersebut. Samar-samar aku mendengar suara Kyuhyun yang meneriakkan ‘ini semua salah paham! Tidak seperti yang kau fikirkan‘. Namun, aku mengabaikannya.

” Wookie, bantu aku mengepack barang-barangku, ya? ”

“…hyung? ”

Aku mengangguk mantap, ” aku akan pergi hari ini ”

***

“ semua sudah siap, hyung? “

Aku menatap sekeliling dan mengangguk perlahan. Semua barang-barangku telah tersusun rapi dan apik di dalam koper. Tidak ada barang-barangku tertinggal di rumah ini. Semua yang tersisa hanyalah barang-barang Kyuhyun.

hyung, apa kau yakin? “

Aku segera tersadar dari lamunanku, “ Ahn, Ne. Tentu saja aku yakin, Wookie-ah. Aku hanya tidak menyangkan 10 tahun lebih 5 bulan, dapat berakhir seperti ini. “

“ aku juga tidak menyangkan Kyuhyun-hyung bisa seperti itu, hyung.. “

“ aish, “ aku mengacak-acak rambutku kesal, “ ayo berangkat, sebelum Kyuhyun bisa tau bahwa aku kabur dari sini “

“ tidak ada pemikiran dua kali? “

“ aku sudah memikirkan ini sejak dua bulan yang lalu Wookie-ah. Dan tentu aku sudah memikirkannya lebih dari dua kali “

“ baiklah kalau itu maumu, hyung. “

Aku tersenyum dan berjalan mengekor di belakangnya. Meninggalkan rumah kami, kenangan kami, kekuatan cinta kami 10 tahun yang lalu. Namun yang terpenting, meninggalkan Kyuhyun seorang diri. Jika aku benar-benar pergi sekarang, apakah yeoja tadi yang akan menggantikanku disini? Apakah yeoja tersebut yang menjadi penggantiku berikutnya?

Disaat aku tengah menaikkan kaki kananku, seseorang menahan—mencengkram lebih tepat—lengan kiriku. Aku menoleh dan mendapati sosok orang yang tidak aku sangka-sangka.

Cho Kyuhyun.

“ Kau…*hhh*…. Mau…*hhh*… ke…kemana? “

Aku menatapnya datar, “ pergi. Dari hidupmu, “

“ jangan… jangan pergi “

Ia kemudian menarikku dan memelukku erat. Pelukan ini. Pelukan yang aku rindukan selama empat bulan terakhir. Pelukan yang benar-benar pelukan. Dengan cinta diatasnya bukan hanya sekedar pelukan yang biasa ia lakukan.

“ aku tau, aku salah. Aku tau aku benar-benar bodoh. Mianhaeyo, Minnie-ah kalau aku pernah menyakitimu.. tapi percayalah, tidak pernah terlintas difikiranku aku akan menyakitimu “

“ tapi kau melakukannya Kyuhyun-ssi… “

“ oh God, “ ia memijat pelipisnya—gesture yang selalu ia lakukan disaat ia frustasi, “ aku tidak pernah berniat menyakitimu. Ini semua salah paham, percayalah “

Aku menatap kedua mata mochanya. Tidak ada kebohongan di dalamnya. Hanya ada ke-frustasian dan ke pasrahan di dalamnya. Benarkah? Lantas, kalau ia tidak pernah berniat menyakitiku kenapa ia bersikap dingin kepadaku selama empat bulan ini? Bahkan ia rela melanggar janji kita dengan meminum soju.

“ salah paham? Dimana salah paham yang kau katakan, Kyuhyun-ssi? Aku tidak ada melihat kesalah pahaman selama empat bulan terakhir ini “

“ semua hanya salah paham. Oke, aku tau aku memang bersikap dingin padamu akhir-akhir ini tapi itu semua karena aku jengah dengan orang-orang di kantorku. Mereka membuatku melakukan taruhan bodoh dan yeah, sedikit mengancam. “

“ huh? “

“ mereka mengajakku bermain sebuah game. Game bodoh yang tidak seharusnya aku lakukan jika aku tau akan berakhir seperti ini. “

Aku menaikkan sebelah alisku bingung, “ game apa? “

“ ia mengujiku seberapa besar aku akan setia denganmu. Mereka mengajakku bermain-main dengan yeoja atau bahkan namja. Awalnya aku menikmati game yang mereka lakukan, percayalah semua aku melakukannya tanpa perasaan apapun! Tapi lama kelamaan, mereka terlalu larut dengan game mereka sampai mereka tidak bisa berhenti “

Ia menarik nafas sebelum kembali melanjutkan kalimatnya, “ ia menahanku untuk pulang sesuai dengan jam kantor. Mengajakku untuk selalu meminum soju dan percayalah, aku menolak semua minuman tersebut! Aku ingat janjiku denganmu, Minnie-ah. Aku ingat janji kita yang tidak boleh untuk meminum soju setelah kita menikah “

geotjimal. Kemarin, aku tau kau minum soju, kan? Bau soju tercium dengan jelas dari mulutmu, Kyuhyun-ssi. “

“ tapi aku tidak meminum Minnie! Kau bisa bertanya pada teman-temanku kalau kau tidak percaya apakah aku meminum atau tidak! “

Aku menatap Ryeowook yang terdiam menatap pertengkaran kami. Benarkah? Ini semua kebenarannya? Aku ingin percaya tapi entah mengapa aku tidak bisa.

“ kenapa kau ikut game tersebut? “

Ia mengusap-usap belakang kepalanya, “ aku ingin merasakan sesuatu yang baru. Yeah, memang ini salahku tapi aku sedang mencoba memperbaikinya saat ini Minnie-ya

“ sesuatu yang baru? “

“ kau tau kan aku tidak pernah bisa selingkuh dari mu? Aku ingin petualangan itu. Sebulan berlalu sejak pernikahan kita namun sama sekali tidak ada perubahan. Sepuluh tahun kita bersama namun tidak ada kejadian seru di dalamnya. Karena itulah aku.. memilih game ini. “

Aku menatapnya tidak percaya, “ CHO KYUHYUN! Bisa-bisanya kau menggunakan kata selingkuh sebagai sebuah game! For God’s sake karma itu ada Kyu! Apa kau tidak memikirkan konsekuensi kalau kau mengikuti game tersebut kau akan mencintai gamemu sendiri?! “

“ tentu saja aku memikirkannya dan itulah yang ingin di uji oleh teman-temanku Sungmin-ya. Ia ingin menguji seberapa setianya aku kepadamu, “

Kami terdiam untuk seberapa lamanya. Masih tidak bisa menyangka bahwa Kyuhyun yang aku percayai dan aku cintai dengan setulus hatiku berani melakukan hal seperti ini. Aku tau ia memang maniak game, tapi tidak ku sangka game sejenis ini akan ia mainkan juga.

Tidak pernah terlintas di benakku bahwa ada seseorang yang menciptakan game sebegini kejamnya. Dan tidak pernah terlintas di benakku bahwa suamiku sendiri mengikuti game yang beresiko sangat tinggi seperti ini.

“ maafkan aku, Sungmin-ah… jangan tinggalkan aku ku mohon, “

Aku menatap mata mochanya dengan tajam, “ janji kau berhenti melakukan game tersebut dan kemudian aku akan mencoba memaafkanmu “

“ aku sudah berhenti! Jika aku belum berhenti, aku masih berada di café bersama dengan ke-empat temanku saat ini “

“ ah! Aku lupa satu hal, “ aku memicingkan mataku dan menatapnya lebih tajam, “ bisa kau jelaskan yang tadi di café? Apa itu juga termasuk dengan gamemu? Sepertinya kau menyukai game tersebut “

“ ahahahahhaha, “ ia tersenyum nervous, “ itu hanya acting. Percayalah. Seohyun hanya sekertarisku yang telah ku anggap sebagai adikku sendiri. Aku tidak mungkin mengincar Seohyun jika ada orang semanis dirimu, Sungmin-ya

“ itu dimatamu. Di mata Seohyun? Bagaimana kalau ia ternyata jatuh hati denganmu? Bagaimana kalau ternyata—“

“ ssh. “

Ia meletakkan jari telunjuknya di bibirku menghentikan segala umpama-umpama yang keluar dari bibirku. Ia menatap kedua mataku lembut. Tatapan seorang Cho Kyuhyun yang aku rindukan. Berapa lama aku tidak melihat tatapan ini?

“ semua yang mengikuti game ini sudah menikah, jagiya. Kita hanya mengetes seberapa sayangnya diri kita masing-masing dengan pasangan mereka masing-masing “

mwo?!! “

“ kau bisa menelepon temanku kalau kau tidak percaya. Mereka semua kaget mendengar kalimatmu tadi di café. Mereka tidak menyangka game yang mereka buat membuat hubungan rumah tangga kita “

Aku memukul dadanya kesal. Ia keterlaluan! Membuatku menangis hanya karena sebuah game bodoh! Membuatku gelisah dan jengah hanya karena sebuah game yang tidak masuk akal!!!

pabo! Kau menyianyiakan air mataku!! Sialan! Pabo!! “

Ia menggenggam tanganku dan menatapku serba salah, “ aku membuatmu menangis? Mianhae… lakukanlah apapun yang kau mau asalkan kau mau memaafkanku. Jebal.., “

“ ish! Boleh aku menamparmu? “

“ tentu saja! kau boleh! Tendang aku, pukul aku, cakar aku kalau kau mau! Selama itu membuatmu memaafkan suami bodohmu ini. “

“ pejamkan matamu “

Dan ia menurut. Ia memejamkan matanya siap menerima tamparan/pukulan/cakaran atau apapun yang ia katakan tadi padaku. Sepertinya ia benar-benar merasa bersalah. Aku menatap Ryeowook sembari tersenyum manis.

Aku mendekatkan wajahku menuju Kyuhyun dan mengecup bibirnya pelan. Setelah aku melepaskan ciumanku, Kyuhyun menatapku tidak percaya.

“ apa?, “ tanyaku sembari terkikik kecil

“ kau… tidak menamparku? Atau memukulku? Atau mencakarku? Lakukanlah Sungmin! Lakukanlah! Apa yang telah ku lakukan tidak berhak untuk mendapatkan kata maafmu segampang ini! “

Aku terkikik geli melihat wajahnya yang benar-benar shock, “ aku terlalu mencintaimu sampai tidak sanggup melakukan itu semua Kyuhyun-ah. Sebesar apapun kesalahanmu, aku tidak akan pernah bisa melukaimu walau secara tidak sengaja sekalipun “

Ia menarikku ke dalam pelukannya lagi. Ia mengusap rambutku pelan dan menciumi puncaknya sembari menggumamkan ‘terima kasih’ berkali-kali. Aku tersenyum dan membalas pelukannya.

“ jangan pernah kau lakukan ini lagi, arachi? “

Ne, algasseumnida

Aku melingkarkan lenganku kuat-kuat di pinggangnya dan merebahkan kepalaku di dadanya. Aku semakin tersenyum begitu mendengar detak jantung Kyuhyun yang berdebar cepat. Sama seperti apa yang ku rasakan.

Saranghaeyo, My love

na ddo, Kyu. “

Dan kisah pernikahanku yang seperti neraka, berakhir sampai disini. Berakhir dengan indah. Berakhir dengan senyuman. Senyuman indah yang tidak akan pernah terlepas dari wajah kami berdua.

 

 

 

 

 

,

The End.

#Happy27thSungmin /\(^o^)/\ oke aku tau ini terlambat tapi who cares? Yang penting Kyumin seneng, readers seneng, dan kakak aku juga seneng(?)

“ Comment = Love “

2 thoughts on “Te Amo

  1. Wow.. udh lama gak mampir krn sibuk *gadaygnanya* -__- u,u ehh dpt ff bru KyuMin!! Yeayyy nice ff chinguya🙂 kekkeeke~ Ayoo buat yg byk lgi ff EUNHAE *kok jdi EunHae* .___.v kkk~ ok tpi bner ff KyuMin yg ini srek bget dgn feel aku kekeke~ ^^ keren intinya hohohoh

  2. ckckckckckck..
    dasar maniak games gila *ditendang kyu oppa
    fiuhh~..
    untung happy ending..
    kalo sad ending baru tau rasa loh kyu oppa *ditendang lagu*

    huahh..
    sukasukasuka..
    lanjut *eh???
    >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s